LO 2 Patofisiologi sumbatan jalan napas
Patofisiologi Obstruksi Jalan Nafas
Penderita trauma kepala atau oleh karena suatu penyakit, maka akan terjadi relaksasi
otot-otot termasuk otot lidah dan sphincter cardia akibatnya bila posisi penderita terlentang maka
pangkal lidah akan jatuh ke posterior menutup orofaring, sehingga menimbulkan sumbatan jalan
nafas. Sphincter cardia yang relaks, menyebabkan isi lambung mengalir kembali keorofaring
(regurgitasi). Hal ini merupakan ancaman terjadinya sumbatan jalan nafas oleh aspirat yang
padat dan aspirasi pneumonia oleh aspirat cair, sebab pada keadaan ini pada umumnya reflek
batuk sudah menurun atau hilang.
Patofisiologi (Mekanisme) tersedak
Tenggorokan merupakan jalur lewatnya udara untuk bernafas dan kerongkongan
merupakan jalur untuk lewatnya makanan, jalurnya saling bersinggungan serta terdapat katup
epiglotis yang berfungsi sebagai pengatur antara masuknya makanan dengan udara. Kejadian
tersedak pada seseorang merupakan keterlambatan dari menutupnya katup epligotis pada
tenggorokan. Makanan yang seharusnya masuk ke kerongkongan, akibat dari keterlambatan
epiglotis dalam menutup makanan masuk ke jalur pernafasan dan menyebabkan seseorang
mengalami tersedak (Hutabarat & Putra, 2016).
Hutabarat, Ruly Y dan Putra, Candra S. 2016. Asuhan Keperawatan Kegawatdaruratan. In
Media: Bogor.