BAB VI
LEASING (SEWA GUNA USAHA)
Deskripsi modul
Untuk menjalankan suatu usaha maka kita memerlukan modal yang tidak sedikit. Apalagi
kita juga membutuhkan barang-barang modal untuk menjalankan suatu usaha tersebut,
agar kita dapat menjalankan suatu usaha dengan lancar maka kita membutuhkan suatu
lembaga untuk memperoleh suatu dana usaha, lembaga ini dinamakan [Link]
atau sewa-guna-usaha adalah setiap kegiatan pembiayaan perusahaan dalam bentuk
penyediaan barang-barang modal untuk digunakan oleh suatu perusahaan untuk jangka
waktu tertentu, berdasarkan pembayaran-pembayaran secara berkala disertai dengan hak
pilih bagi perusahaan tersebut untuk membeli barang-barang modal yang bersangkutan
atau memperpanjang jangka waktu leasing berdasarkan nilai sisa uang yang telah
disepakati bersama. Dengan melakukan leasing perusahaan dapat memperoleh barang
modal dengan jalan sewa beli untuk dapat langsung digunakan berproduksi, yang dapat
diangsur setiap bulan, triwulan atau enam bulan sekali kepada pihak lessor.
Tujuan Modul
Setelah menyelesaikan praktikum pada modul ini, praktikan akan memahami dan
menentukan keputusan apa yang akan diambil untuk perolehan aktivanya . Apakah
sebaiknya aktiva tersebut baik diperoleh dengan cara leasing, dibeli atau bahkan lebih baik
ditolak .
Penjelasan Materi
6.1 Pengertian Sewa Guna Usaha (Leasing)
Kegiatan Sewa Guna Usaha atau yang lebih dikenal Leasing adalah suatu
penetapan yang memberikan kepada suatu perusahaan untuk menggunakan dan
mengendalikan aktiva-aktiva tanpa menerima hak atas aktiva-aktiva tersebut. Aktiva
tersebut merupakan barang modal.
Leasing merupakan lembaga yang berawal dari improvisasi sewa menyewa
(lease) yang dikembangkan di Sumeria sejak 4500 tahun Sebelum Masehi. Istilah
leasing berasal dari Bahasa inggris “lease” yang berarti sewa atau lebih luas lagi sewa-
61
menyewa. Istilah ini berbeda dengan istilah rental (rent) , yang masing-masing
menpunyai hakikat yang berbeda.
Leasing juga dapat didefinisikan sebagai suatu kegiatan pembiayaan dalam
bentuk penyediaan barang modal, baik secara sewa guna usaha dengan hak opsi
maupun sewa guna usaha tanpa hak opsi.
Pengertian leasing juga secara umum dapat didefinisikan sebagai perjanjian
antara lessor (perusahaan leasing) dengan lessee (nasabah) dimana pihak lessor
menyediakan barang dengan hak penggunaan oleh lessee dengan imbalan
pembayaran sewa untuk jangka waktu tertentu.
6.2 Keunggulan Sewa Guna Usaha (Leasing)
a. Proses pengadaan peralatan modal relatif lebih cepat dan tidak memerlukan jaminan
kebendaan, prosedurnya sederhana
b. Penghematan modal, yaitu tidak memerlukan dana yang besar, maksimum hanya
sebesar uang muka yang jumlahnya biasanya tidak besar. Hal ini merupakan
penghematan modal bagi pihak penyewa
c. Menghindari resiko kepemilikan, seperti kerusakan, keusangan, perubahan kondisi
ekonomi, dan kemerosotan fisik dari aktiva tetap yang ingin dimiliki. Semua resiko ini
dapat dihindari jika aktiva tersebut diperoleh dengan perjanjian sewa guna usaha.
d. Posisi cash flow perusahaan akan lebih baik dan biaya-biaya modal menjadi lebih
murah
e. Fleksibilitas, meliputi struktur kontraknya, besarnya pembayaran, maupun jangka
waktu pembayaran.
f. Hubungan bisnis yang berkelanjutan antara pihak lessee dan lessor selama periode
waktu yang telah ditentukan.
g. Perencanaan keuangan perusahaan lebih mudah dan sederhana.
6.3 Jenis-jenis Sewa Guna Usaha (Leasing)
1. Operating Lease
Suatu operasi lease tidak menyatakan adanya kewajiban jangka panjang baik
bagi lessor maupun lessee dan biasanya boleh dibatalkan oleh pemilik atau
pengguna aktiva setelah pemberitahuan ketetapan umum (memiliki hak opsi).
2. Financial Lease
62
Merupakan suatu lease jangka panjang atas aktiva-aktiva tetap yang tidak
boleh dibatalkan oleh kedua belah pihak.
Financial Lease terbagi 2 yaitu :
• Direct Finance Lease : Jika pihak lease pada waktu sebelumnya belum
memiliki barang modal yang dijadikan obyek leasing tersebut.
• Sale and Lease Back : Pihak lease yang sebelumnya telah memiliki barang
modal tertentu, menjual barang tersebut kepada lessor. Suatu operasi lease
dimana perusahaan yang memiliki aktiva seperti tanah, bangunan, dan
peralatan pabrik menjual aktiva tersebut ke perusahaan lain dan sekaligus
menyewa kembaliaktiva tersebut untuk periode tertentu. Manfaat Sale and
Leaseback ini adalah penjual atau Lessee menerima pembayaran segera
sebagai tambahan dana yang dapat diinvestasikan ke investasi lain; dan
bersamaan dengan itu Lessee masih menggunakan aktiva yang dijualnya
selama jangka waktu perjanjian leasing.
➢ Ada tiga bentuk Financial leases yang merupakan perhatian khusus yaitu :
1. Tax-oriented Leases : Suatu penyewa dimana lessor yang merupakan pemilik aktiva
yang disewakan untuk tujuan pajak yang disebut penyewaan dengan orientasi pajak.
2. Leveraged leases : Ciri penting jenis transaksi leveraged leases adalah adanya
keterlibatan kreditur jangka Panjang dalam pembiayaan suatu objek sewa guna
3. Sale and Leaseback Agreements : Perusahaan yang memiliki aktiva seperti tanah,
bangunan dan peralatan pabrik menjual aktiva tersebut kepada perusahaan lain dan
sekaligus menyewa kembali aktiva tersebut untuk periode tertentu.
➢ Beberapa bentuk leasing lainnya :
1. Syndicated lease adalah pembiayaan sewa guna yang diselenggarakan oleh lebih dari
satu lessor atau suatu objek sewa guna satu lessee.
2. Cross Border Lease atau yang juga disebut dengan international leasing merupakan
transaksi sewa guna yang dilakukan diluar batas suatu negara, dalam artian negara
tempat lessor berkedudukan berbeda dengan negara dimana pihak lessee
berkedudukan.
63
3. Vendor Program merupakan suatu metode penjualan yang dilakukan oleh produsen
atau dealer dimana perusahaan sewa guna memberikan fasilitas sewa guna kepada
pembeli barang.
6.4 Karakteristik Sewa Guna Usaha (Leasing)
Beberapa variabel yang terdapat dalam sewa guna usaha yaitu :
a. Ketentuan pembatalan (cancellation provisions)
b. Opsi pembelian murah (bargain purchase option)
c. Masa Sewa Guna Usaha (Leasae Term)
d. Nilai Residu (Residual Value)
e. Pembiayaan Sewa Minimum (Minimum Lease Payments)
6.5 Pihak-pihak yang terlibat dalam Sewa Guna Usaha (Leasing)
1. Lessor (pemilik aktiva)
Merupakan perusahaan leasing yang membiayai keinginan para nasabahnya untuk
memperoleh barang modal. Contohnya adalah Adira, SOF(Summit Oto Finance), dan
FIF (Federal International Finance-Honda)
2. Lessee (pemakai aktiva)
Nasabah yang mengajukan permohonan leasing kepada lessor untuk memperoleh
barang modal yang diinginkan.
3. Supplier
Pedagang yang menyediakan barang yang akan dileasingkan sesuai perjanjian antara
lessor dengan lessee dan dalam hal ini supplier juga dapat bertindak sebagai lessor
4. Asuransi
Merupakan perusahaan yang akan menanggung resiko terhadap perjanjian antara lessor
dengan lessee. Contoh : ACA Asuransi dan Asuransi Sinarmas.
6.6 Sumber Dana Sewa Guna Usaha (Leasing)
1. Modal disetor
2. Laba Ditahan
3. Depresiasi
4. Lembaga Keuangan dan Perusahaan Leasing khusus menyediakan dana untuk leasing.
64
6.7 Manfaat Sewa Guna Usaha (Leasing)
1. Menghemat modal
2. Sangat luwes
3. Sebagai sumber dana
4. Menguntungkan cash-flow
5. Menciptakan keuntungan dari pengaruh inflasi
6. Sarana kredit jangka menengah dan panjang
7. Dokumentasi sederhana
6.8 Kriteria Klasifikasi Sewa Guna Usaha (Leasing)
Kriteria klasifikasi umum yang berlaku baik bagi pihak lessee maupun lessor adalah
sebagai berikut :
1. Transfer kepemilikan
2. Opsi pembelian murah
3. Masa sewa guna ≥75% taksiran umur ekonomis
4. Nilai sekarang pembayaran sewa minimum ≥90% nilai wajar
6.9 Contoh Soal :
Jika sebuah bangunan yang ingin dibeli oleh PT. JONATHAN untuk pelebaran
proyeknya berharga Rp. 215.500.000. Bangunan tersebut didepresiasikan 6 tahun
untuk pembayaran pajaknya tanpa nilai residu dengan metode garis lurus. Perusahaan
sedang mempertimbangkan pembeliannya apakah dengan membeli atau dengan
leasing. Jika nilai residu setelah pajak pada tahun ke-6 sebesar Rp. 23.456.000,
bangunan tersebut diperkirakan menghasilkan arus kas sesudah pajak Rp. 56.321.000
per tahun. Biaya pemeliharaan bangunan tersebut Rp. 20.210.000 per tahun yang
dibayar oleh lessor. Jika leasing payment tahunan sebesar Rp. 42.818.000 per tahun
(ditentukan oleh lessor) dan biaya bunga yang dibayarkan perusahaan jika meminjam
dari Bank sebesar 18%. Tentukan apa yang harus dipilih oleh perusahaan bila pajak
penghasilan perusahaan adalah 50% dan biaya modal perusahaan 30%?
Penyelesaian :
65
Langkah 1
= 43.323.846,15 + 33.326.035,5 + 25.635.411,93 + 19.719.547,63 + 15.168.882,8
+ 11.668.371,38 – 215.500.000
= 148.842.095,4 – 215.500.000
= -66.657.904,61 < 0
Langkah 2
Ot ( 1 –T) = 20.210.000 ( 1 – 0,5) = 10.105.000
Rt ( 1 –T) = 42.818.000 ( 1 – 0,5) = 21.409.000
Dt (T) = 35.916.666,67(0,5 ) = 17.958.333,33
Vn ( 1 – T ) = 23.456.000 ( 1 – 0,5) = 11.728.000
Kd ( 1 – T ) = 0,18 ( 1 – 0,5 ) = 0.09
Tahun Ot ( 1 – T ) -Rt ( 1 – T ) -Dt (T) Jumlah
1 10.105.000 -21.409.000 -17.958.333,33 - 29.262.333,33
2 10.105.000 -21.409.000 -17.958.333,33 - 29.262.333,33
3 10.105.000 -21.409.000 -17.958.333,33 - 29.262.333,33
4 10.105.000 -21.409.000 -17.958.333,33 - 29.262.333,33
5 10.105.000 -21.409.000 -17.958.333,33 - 29.262.333,33
6 10.105.000 -21.409.000 -17.958.333,33 - 29.262.333,33
= -26.846.177,37 – 24.629.520,52 –22.595.890,39 – 20.730.174,67 – 19.018.508,87 –
17.448.173,27 – 6.993.023,21 + 215.500.000
66
= - 138.261.468,3 + 215.500.000
= 77.238.531,7 > 0
Kesimpulan :
Karena NPV<0 dan NAL>0 => NPV+NAL>0, maka Proyek dapat DITERIMA
dengan Aktiva diperoleh melalui LEASING
6.10 Software
1. Buka software “Smart Method Management”, masukkan nama praktikan lalu klik OK.
2. Pilih Menu Leasing
3. Isi Seluruh data dengan tepat dan benar. Maka hasilnya akan seperti berikut :
67
Latihan Soal
1. Jika sebuah bangunan yang ingin dibeli oleh PT. Prasada CD untuk pelebaran proyeknya
berharga Rp. 150.500.000. Bangunan tersebut didepresiasikan 4 tahun untuk pembayaran
pajaknya tanpa nilai residu dengan metode garis lurus. Perusahaan sedang
mempertimbangkan pembeliannya apakah dengan membeli atau dengan leasing. Jika nilai
residu setelah pajak pada tahun ke-4 sebesar Rp. 22.400.000, bangunan tersebut
diperkirakan menghasilkan arus kas sesudah pajak Rp. 55.100.000 per tahun. Biaya
pemeliharaan bangunan tersebut Rp. 21.000.000 per tahun yang dibayar oleh lessor. Jika
leasing payment tahunan sebesar Rp. 42.000.000 per tahun (ditentukan oleh lessor) dan
biaya bunga yang dibayarkan perusahaan jika meminjam dari Bank sebesar 12%. Tentukan
apa yang harus dipilih oleh perusahaan bila pajak penghasilan perusahaan adalah 50% dan
biaya modal perusahaan 40%?
2. Sebuah bangunan ingin dibeli oleh Chen Grup untuk pelebaran proyeknya serharga Rp
210.000.000. Bangunan tersebut didepresiasikan 4 tahun untuk pembayaran pajaknya tanpa
nilai residu dengan metode garis lurus. Perusahaan sedang mempertimbangkan
pembeliannya apakah dengan membeli atau dengan leasing. Jika nilai residu setelah pajak
pada tahun ke-4 sebesar Rp. 30.000.000, bangunan tersebut diperkirakan menghasilkan
arus kas sesudah pajak Rp. 24.000.000 per tahun. Biaya pemeliharaan bangunan tersebut
Rp. 26.000.000 per tahun yang dibayar oleh lessor. Jika leasing payment tahunan sebesar
Rp. 28.000.000 per tahun (ditentukan oleh lessor) dan biaya bunga yang dibayarkan
perusahaan jika meminjam dari Bank sebesar 12%. Tentukan apa yang harus dipilih oleh
perusahaan bila pajak penghasilan perusahaan adalah 50% dan biaya modal perusahaan
30%?
3. Untuk kelancaran proyek PT Prasada CD membeli sebuah bangunan seharga Rp
55.000.000 untuk memperluas proyek. Aktiva tetap diasumsikan berdepresiasi 3 tahun
68
untuk pembayaran pajaknya tanpa nilai residu dengan metode garis lurus. Perusahaan
sedang mempertimbangkan apakah dengan membeli aktiva atau dengan leasing. Jika nilai
sisa setelah pajak pada tahun ke-3 sebesar Rp 30.000.000, aktiva tetap tersebut diperkirakan
menghasilkan arus kas sesudah pajak Rp 18.000.000 per tahun. Biaya pemeliharaan sebesar
Rp 29.000.000 per tahun yang dibayar oleh lessor. Jika leasing payment tahunan sebesar
Rp 22.000.000 per tahun (ditentukan oleh lessor) dan biaya bunga yang dibayarkan
perusahaan jika meminjam dari Bank sebesar 14%. Tentukan apa yang harus dipilih oleh
perusahaan bila pajak penghasilan perusahaan adalah 50% dan biaya modal perusahaan
40%?
BAB VII
69