0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
74 tayangan77 halaman

Sanitasi Toilet di Universitas Semarang 2016

Skripsi ini membahas sanitasi toilet di kampus Universitas Negeri Semarang tahun 2016. Penelitian ini menggambarkan kondisi ventilasi, sirkulasi udara, tempat sampah, air bersih, pencahayaan, limbah cair dan tinja, serta pengelolaan toilet di 751 toilet kampus. Penelitian menemukan bahwa sebagian besar toilet memiliki ventilasi dan sirkulasi udara yang baik, namun masih perlu perbaikan pada penyediaan tempat samp

Diunggah oleh

rizki
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
74 tayangan77 halaman

Sanitasi Toilet di Universitas Semarang 2016

Skripsi ini membahas sanitasi toilet di kampus Universitas Negeri Semarang tahun 2016. Penelitian ini menggambarkan kondisi ventilasi, sirkulasi udara, tempat sampah, air bersih, pencahayaan, limbah cair dan tinja, serta pengelolaan toilet di 751 toilet kampus. Penelitian menemukan bahwa sebagian besar toilet memiliki ventilasi dan sirkulasi udara yang baik, namun masih perlu perbaikan pada penyediaan tempat samp

Diunggah oleh

rizki
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

STUDI DESKRIPTIF SANITASI TOILET DI KAMPUS

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG


TAHUN 2016

SKRIPSI

Diajukan sebagai salah satu syarat


Untuk memperoleh gelar Sarjana Kesehatan Masyarakat

Oleh

Rina Indrawati
NIM. 6411412073

JURUSAN ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2016
STUDI DESKRIPTIF SANITASI TOILET DI KAMPUS
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
TAHUN 2016

SKRIPSI

Diajukan sebagai salah satu syarat


Untuk memperoleh gelar Sarjana Kesehatan Masyarakat

Oleh

Rina Indrawati
NIM. 6411412073

JURUSAN ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2016

i
3

Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat


Fakultas Ilmu Keolahragaan
Universitas Negeri Semarang
Mei, 2016

ABSTRAK

Rina Indrawati.
Studi Deskriptif Sanitasi Toilet Di Kampus Universitas Negeri Semarang Tahun
2016.
119 halaman + 17 tabel + 5 gambar +22 Lampiran
Toilet kampus merupakan toilet yang ada di kampus dan d igunakan
oleh kalangan
mahasiswa, dosen dan karyawan yang ada dikampus t ersebut.
Sudah bahwa dikampus Universitas Negeri Semarang tahun 2016 diketahui
memikili let kampus yang tersebar di 8751 fakultas, gedung UKM
ruang dan toi
PKMU, edung yang ada dikawasan rektorat. serta Berdasarkan hasil stu gedung-g
di bahwa banyak permasalahan-permasalahan
pendahuluantentang toilet diketahui
kampus n toilet yang kurang, fasilitas yang seperti kurang mendukung kebersiha
dan n toilet antara laki-laki dan perempuan. Tujuan
masalahpenelitian pemisaha
ini hui gambaran sanitasi toiletyaitu
yang ada di kampusuntuk
Universitas n mengeta
egeri 016. Metodesemarangpenelitian menggunakan tahun
studi deskriptif kua 2
ntitatif. lan sampel yaitu dengan teknik totalTeknik sampling. Sampel y pengambi
ang 751 ruang toilet kampus. Hasil penelitian menunjukan bah
digunakan sebanyak
wa ventilasi dan 85,8%
sirkulasi yang baik, 74,1%toilet
memiliki tempat memiliki
sampah, aan air baik, 84,6% kondisi pencahayaan84,6% baik, 94,8% kondi penyedi
si air dan tinja baik, dan 51,5% sudah memiliki pengelolaan
pembuangan limbah to c
ilet ulan dari penelitian
yangini adalah sanitasi di kampus
baik. universitas n Kesimp
egeri a lebih diperhatikan khususnya pada masalah penyediaan tem
semarang sebaikny
pat an toilet yang masih kurang. Saran dan
sampah untuk penelitian i pengelola
ni men Universitas Negeri Semarang
adalah diharapkan memiliki
bagi p manaje
eraturan anitasi
rektorlingkungan
tentang s khususnya sanitasi toilet kampus.

Kata kunci : Sanitasi; Toilet Kampus

ii
4

Department of Public Health


Faculty of Sport Science
Semarang State University
June 2016

ABSTRACT
Rina Indr
Descript awati. y
2016. ive Study of Toilet Sanitation in Semarang State Universit
119 page +17table + 22 attachments + 5 image

eThcampus toilets is a toilet that used by the students, professors


and employee
s of the existing campus. The fact in 2016, Semarang State University
campus toilets. It spread across eight faculties, UKM bu has
751 unit and existing buildings in Rektorat region. Based on ilding, PKMU
building, ary studies is known that many problems on campus toilets suthe results of
prelimin facilities were less supportive and toilet separation problemch as less toilet
hygiene, man. The purpose of this study is to describe toilet sanitatios between man
and wo y in 2016. The research method use quantitative descri n in Semarang
Universit technique use total sampling technique. Samples are as ma ptive study.
A sampling
us toilets. The results showed that 85.8% toilets have good ven ny as 751
units of camp
on, 74.1% have a trash, 84,6% a good water supply, 84.6 tilation
and air circulati
ns, 94.8% of good liquid waste disposal conditions and fec % good
lighting conditio
ood management toilets. The conclusion from this research es,
and 51.5% g State
have University
ag should be more attention especially for f is
sanitation management toilet. The suggestion at in this research is Semaran
ixing m the trash and poor
anagement g State University should be had a rector of regulation a Semaran
bout sanitation
ment especially
environsanitation in campus toilet.

Keywords: Sanitation; Campus Toilets

iii
5

PENGESAHAN

Telah dipertahankan dihadapan panitia siding ujian skripsi Fakultas Ilmu


Keolahragaan Universitas Negeri Semarang, skripsi atas nama Rina Indrawati NIM.
6411412073 dengan judul “Studi Deskriptif Sanitasi Toilet Umum Dikampus
Universitas Negeri Semarang Tahun 2016”
Pada hari : Senin
Tanggal : 20 Juni 2016
Panitia Ujian

Ketua Panitia Sekretaris

Prof. Dr. Tandiyo Rahayu, [Link] Irwan Budiono, [Link]., [Link] (Epid)
NIP. 196103201984032001 NIP. 19751217 200501 1 003

Dewan Penguji Tanggal Persetujuan

Penguji I 1. Eram Tunggul Pawenang, [Link]., [Link]. _____________


NIP. 197409282003121001

Penguji II 2. Evi Widowati, [Link]., [Link]. _____________


NIP. 198302062008122003

Penguji III 3. Arum Siwiendrayanti, [Link]., [Link] _____________


NIP. 198009092005012002

iv
6

PERNYATAAN

Yang bertandatangan di bawah ini, Saya:

Nama : Rina Indrawati

NIM : 6411412073

Jurusan : Ilmu Kesehatan Masyarakat

Fakultas : Ilmu Keolahragaan

Judul Skripsi : Studi Deskriptif Sanitasi Toilet Di Kampus Universitas Negeri


Semarang Tahun 2016

Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi ini hasil karya sendiri dan tidak

menjiplak (plagiat) karya ilmiah orang lain, baik seluruhnya maupun sebagian.

Bagian tulisan dalam skripsi ini yang merupakan kutipan dari karya ahli atau orang

lain, telah diberi penjelasan sumbernya sesuai dengan tata cara pengutipan.

Apabila pernyataan saya ini tidak benar, saya bersedia menerima sanksi

akademik dari Universitas Negeri Semarang dan sanksi hukum sesuai ketentuan yang

berlaku di wilayah Negara Republik Indonesia.

Semarang, April 2016


Yang menyatakan,

Rina Indrawati
NIM. 6411412073

v
7

MOTTO DAN PERSEMBAHAN

Motto

“Yakinlah bahwa Allah SWT tidak akan

memberikan cobaan, melebihi kemampuan

yang dimiliki oleh makhluk-Nya”

“Hasil ti ak akan menghianati proses”

Persembahan

Skripsi ini saya persembahkan kepada:

1. Untuk Keluarga kecil hagia Bapak

ba Ludiyono yang membimbing,

senantiasa mendoakan, dan emangat hidup

sebagai peny saya yang tak

pernah berhenti. n teman-teman

2. Untuk dosen pembimbing dan arahan dan

saya yang selalu menberika

motivasi. Semarang.

vi
8

KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang maha Esa, karena atas berkat
dan rahmat-Nya, saya dapat menyelesaikan skripsi ini. Saya menyada ri bahwa tanpa
bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak, sangat lah sulit ba gi saya untuk
menyus un skripsi ini. Oleh karena itu, saya mengucapkan terima kasih kepada:

1. Rektor Universitas Negeri Semarang, atas ijin penelitian yang telah


diberikan.
2. Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semarang, Prof. Dr.
Tandiyo Rahayu, [Link]
3. Ketua Ilmu Jurusan Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan
Universitas Negeri Semarang, Irwan Budiono, [Link]., [Link](Epid)
4. Penguji I, Eram Tunggul Pawenang, [Link]., [Link], atas saran dan arahan
dalam penyelesaian skripsi ini.
5. Penguji II, Evi Widowati, [Link]., [Link], atas saran dan arahannya dalam
penyelesaian skripsi ini.
6. Pembimbing saya, Ibu Arum Siwiendrayanti, [Link], [Link] atas bimbingan,
saran, dan arahan dalam penyelesaian skripsi ini.
7. Seluruh responden penelitian saya di Universitas Negeri Semarang, atas
kerjasama dan waktu yang telah diberikan.
8. Keluarga tercinta (Bapak Ludiyono, Ibu Waginem, Mba Iis dan Nadhiroh)
atas segala perhatian, kasih sayang, dukungan moral maupun materiil dan
motivasi yang sungguh berarti bagi peneliti hingga akhirnya skripsi ini
dapat terselesaikan.
9. Sahabat-sahabatku tercinta di Jurusan Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu
Keolahragaan Universitas Negeri Semarang atas kebersamaan, semangat,

vii
9

motivasi, dan keakraban yang telah diberikan dalam penyelesaian skripsi


ini.
10. Sahabat-sahabatku tercinta di UKM Bakti Sosial Universitas Negeri
Semarang atas kebersamaan, semangat, motivasi, dan keakraban yang telah
diberikan dalam penyelesaian skripsi ini.
11. Sahabat-sahabatku tercinta di Kos Q-ta atas kebersamaan, semangat,
motivasi, dan keakraban yang telah diberikan dalam penyelesaian skripsi
ini.
12. Semua pihak yang terlibat dalam penelitian dan penyusunan skripsi ini.
Semoga amal baik mereka mendapatkan balasan dari Allah SWT dengan
balasan yang berlipat ganda.

Meskipun demikian, peneliti menyadari dengan sepenuh hati ba hwa skripsi ini
masih ada kekurangannya sehingga masukan dan kritik yang kon struktif
sangat peneliti h Akhirnya, semoga skripsi ini dapat bermanfaat.
arapkan.

Semarang, 11 Mei 2016

Penulis

viii
10

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ...................................................................................... i


ABSTR AK ..................................................................................................... ii
ABSTR ACT ................................................................................................... iii
HALAM AN PENGESAHAN ....................................................................... iv
HALAM AN PERNYATAAN........................................................................ v
MOTTO DAN PERSEMBAHAN ................................................................ vi
KATA P ENGANTAR .................................................................................... vii
DAFTA R ISI................................................................................................... ix
DAFTA R TABEL .......................................................................................... xii
DAFTA R GAMBAR ...................................................................................... xiv
DAFTA R LAMPIRAN ................................................................................. xv
BAB I. P ENDAHULUAN .............................................................................. 1
1.1 Latar Belakang ........................................................................................... 1
1.2 Rum usan Masalah ...................................................................................... 11
1.3 Tuju an Penelitian ....................................................................................... 11
1.4 Manf aat Penelitian ..................................................................................... 12
1.5 Keaslian Penelitian ..................................................................................... 13
1.6 Ruan g Lingkup Penelitian................................................................. ......... 16
1.6.1 Ru ang Lingkup Tempat................................................................. ......... 16
1.6.2 Ruang Lingkup Waktu ............................................................................ 16
1.6.3 Ruang Lingkup Keilmuan ....................................................................... 17
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA................................................................... 18
2.1 Landasan Teori ........................................................................................... 18
2.2 Kerangka Teori........................................................................................... 44
ix
11

BAB III METODE PENELITIAN ............................................................... 45


3.1 Kerangka Konsep ...................................................................................... 45
3.2 Variabel Penelitian ..................................................................................... 46
3.3 Definisi Operasional .................................................................................. 46
3.4 Jenis dan Rangcangan Penelitian ............................................................... 47
3.5 Popu lasi dan Sampel Penelitian ................................................................. 48
3.6 Sum ber Informasi ...................................................................................... 48
3.7 Instr umen Penelitian Dan Teknik Pengambilan Data ................................ 49
3.8 Prose dur Penelitian..................................................................................... 50
3.9 Tekn ik Analisis Data.................................................................................. 51
BAB IV HASIL PENELITIAN .................................................................... 53
4.1 Gamb aran Umum Lokasi Penelitian ................................................ ......... 53
4.2 Hasil Observasi Toilet ............................................................................... 55
4.3 Hasil Observasi Sanitasi Toilet ................................................................ 61
4.4 Resp onden Penelitian ................................................................................ 62
4.5 Hasil wawancara dengan Responden ........................................................ 63
BAB V P EMBAHASAN ............................................................................... 67
5.1 Sanit asi Dasar ............................................................................................ 67
5.2 Venti lasi dan Sirkulasi .............................................................................. 69
5.3 Tem pat Sampah ......................................................................................... 72
5.4 Penye diaan Air .......................................................................................... 76
5.5 Penca hayaan .............................................................................................. 78
5.6 Pemb uangan Limbah Cair dan Tinja ........................................................ 81
5.7 Pengelolaan Toilet ..................................................................................... 84
5.8 Sanitasi Toilet di Kampus Universitas Negeri Semarang Tahun
2016 .......................................................................................................... 87
BAB VI SIMPULAN DAN SARAN ............................................................ 91
6.1 Simpulan ................................................................................................... 91
6.2 Saran .......................................................................................................... 92

x
12

DAFTAR PUSTAKA .................................................................................... 94


LAMPIRAN ................................................................................................... 98

xi
13

DAFTAR TABEL

Tabel 1.1 Keaslian Penelitian......................................................................... 13

Tabel 1.2 Matrik Perbedaan Penelitian .......................................................... 15

Tabel 2.1 Fasilitas Perlengkapan Toilet Gedung Perkantoran ....................... 24

Tabel 2.2 Standar Fasilitas Perlengkapan Toilet ............................................ 25

Tabel 2.3 Perlengkapan Pemeliharaan Bangunan Atas.................................. 34

Tabel 3.1 Definisi Operasional dan Skala Pengukuran Variabel ................... 46

Tabel 4.1 Data sarana dan prasarana yang ada di UNNES ............................ 54

Tabel 4.2 Data prasarana lain yang mendukung terwujudnya visi ................ 55

Tabel 4.3 Data jumlah toilet di kampus UNNES ........................................... 56

Tabel 4.4 Distribusi toilet di kampus UNNES............................................... 56

Tabel 4.5 Ventilasi dan sirkulasi .................................................................... 57

Tabel 4.6 Tempat sampah .............................................................................. 58

Tabel 4.7 Penyediaan air ................................................................................ 58

Tabel 4.8 Pencahayaan Alami........................................................................ 59

Tabel 4.9 Pencahayaan Buatan ...................................................................... 60

Tabel 4.10 Pembuangan limbah cair dan tinja ................................................. 60

Tabel 4.11 Pengelolaan toilet ........................................................................... 61

Tabel 4.12 Sanitasi Toilet ............................................................................... 62

xii
14

Tabel 4.13 Jumlah responden penelitian ......................................................... 63

xiii
15

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Kerangka Teori ................................................................... ......... 44

Gambar 3.1 Alur Pikir ............................................................................ ......... 45

xiv
16

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1: Surat Keputusan Penetapan Dosen Pembimbing ....................... 99

Lampiran 2: Surat Ethical Clearance ............................................................. 100

Lampiran 3: Surat ijin pengambilan data Dinkes Kota Semarang .................. 101

Lampiran 4: Surat ijin pengambilan data Puskesmas ..................................... 102

Lampiran 5: Surat Ijin Penelitian Kepala Subba RT Unnes ........................... 103

Lampiran 6: Surat Ijin Penelitian FIP ............................................................. 104

Lampiran 7: Surat Ijin Penelitian FBS ............................................................ 105

Lampiran 8: Surat Ijin Penelitian FIS ............................................................. 106

Lampiran 9: Surat Ijin Penelitian FMIPA ....................................................... 107

Lampiran 10: Surat Ijin Penelitian FT ............................................................ 108

Lampiran 11: Surat Ijin Penelitian FIK ........................................................... 109

Lampiran 12: Surat Ijin Penelitian FE ............................................................ 110

Lampiran 13: Surat Ijin Penelitian FH ............................................................ 111

Lampiran 14: Tabel observasi toilet kampus .................................................. 112

Lampiran 15: Kuesioner wawancara dengan Kepala Subbag. RT .................. 113

Lampiran 16: Kuesioner wawancara dengan Kepala Sarpras Fakultas ..........

115 xv
17

Lampiran 17: Kuesioner wawancara dengan pengelola toilet ........................ 117

Lampiran 18: Angket pengembilan data praktik mahasiswa .......................... 119

Lampiran 19: Rekapitulasi data hasil penelitian ............................................. 121

Lampiran 20: Hasil pengolahan data penelitian .............................................. 138

Lampiran 21: Rekap hasil wawancara ............................................................ 142

Lampiran 22: Dokumentasi ............................................................................. 149

xvi
1

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Sanit asi merupakan salah satu faktor penting dalam mempengaruhi kesehatan

masyarak at. Fasilitas sanitasi yang benar dan sesuai dengan syarat da
n kriteria yang

telah di buat oleh pemerintah maupun instansi swasta dapat memb


erikan dampak

kesehatan yang positif terhadap kita sebagai subyek yang menggunakan fasilitas

sanitasi tersebut.

Negara Indonesia merupakan negara yang padat penduduk, sehingga Negara ini

menjadi Negara yang digunakan an, mulai dari


sebagai pusat berbagai kegiat

pendidikan, perdagangan, perkantoran, dan lain sebagainya. Berdasarkan fungsinya,

banyak sekali fasilitas umum yang disediakan oleh pemerintah bagi m


asyarakat untuk

menunjang kegiatan sehari-hari. Fasilitas umum adalah segala sarana dan

prasarana ayang ad
dilingkungan umum yang dibutuhkan masyarakat unt uk

memenuhi
an hidupnya. Fasilitas umum itu banyak macamnya, diant kebutuh

aranya telepon umum, rumah sakit, jalan raya,


tempattempat rekre ibadah,

asi, kendaraan umum,pasar, fasilitas olahraga dan sebagainya (Damayanti,2012).

1
2

Satu dari sekian banyak fasilitas umum yang mempunyai peranan dan kegunaan

yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari adalah toilet umum. Setiap gedung

perkantoran, pusat perbelanjaan, tempat pariwisata juga bangunan dengan fasilitas

untuk u mum lainnya pasti memiliki toilet. Namun, tidak seperti area lobi atau ruang

tamu, t oilet masih sering diabaikan [Link], ke bersihan toilet

termasuksalah satu yang paling diingat orang ketika berkunjung ke su atu tempat.

Sayangnya, kesadaran untuk menjaga kebersihan toilet, apalagi toilet umum, masih

sangat rendah (Damayanti, 2012).

Menurut artikel yang ditulis Damayanti (2012), Pemerintah Indon esia telah

mengalokasikan sejumlah dana untuk pembuatan toilet yang bersih dan sehat. Tetapi

terkadangkurangnya kepedulian masyarakat untuk menjaga kebersiha n pun membuat

program pemerintah untuk toilet bersih tidak berjalan maksimal. Sep erti yang telah

dilansir dari [Link] bahwa kurangnya kesadar an masyarakat

untuk tu rut menjaga kebersihan toilet membuat Indonesia mendudu ki posisi ke-12

dari sekitar 18 negara di Asia yang memiliki kualitas toilet yang buruk. Kualitas buruk

toilet di Indonesia ini tentu berimbas pada citra buruk negara Indonesia.

Sebenarnya gerakan toilet bersih dan higienis sudah digembar-gemborkan sejak

10 tahun [Link] sejak 2001, WTO (World Toilet Organization) mencanangkan

setiap tanggal 19 November sebagai Hari Toilet Sedunia (Damayanti, 2012). Akan

tetapi sampai saat ini pernyataan itu belum bisa mengubah kesadaran masyarakat

dalam menjaga agar kualitas toilet umum tetap [Link] mengubah kesadaran
3

masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan dan menjaga agar fasilitas yang

ada di toilet umum agar tetap terawat masih sangat sulit. Dari kalangan masyarakat

biasa sampai masyarakat yang telah dikatakan terpelajar seperti mahasiswa masih

memiliki kesadaran yang rendah tentang pentingnya menjaga kual itas dari toilet

umum ya ng telah disediakan. Selain masyarakat pengguna, dari pih ak pemrakarsa,

pihak pe ngelola, dan pihak lainnya belum berjalan dengan sei mbang dalam

pengelolaan toilet umum.

Selain itu sampai saat ini Indonesia belum memiliki peraturan yang dengan

khusus mengatur tentang toilet umum dan kewajiban oleh pemerintah setempat

untuk pengadaa
nya. Penyediaan sarana toilet umum untuk perkantoran tela h diatur

dalam Keputusa
n Menteri Kesehatan RI No. 261/MENKES/SK/II/1 998

Tentang: an
Persyarat
Kesehatan Lingkungan Kerja. Namun dalam peraturan i ni

hanya diatur mengenai


jumlah sarana dan keharusan memisahkan toilet berdasarka n

gender, idak ada ketentuan


lebih lain mengenai toilet,
dari apalagi toilet itu
umu t

m dan standart pengelola


annya secara detail.

Kampus Universitas Negeri Semarang yang terletak di Kelu rahan

Sekaran Kecamat
an Gunungpati Semarang merupakan salah satu tempa t

umum yang digunakan untuk kegiatan [Link] data yang terdapat

dalam Borang Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi UNNES 2012, diketahui

bahwa jumlah toilet umum yang terdapat di kampus UNNES yaitu 194 unit dengan

2
total luas 2.306,26 m . Akan tetapi setelah dilakukan pengecekan secara langsung

pada tahun 2016 diketahui


4

bahwa jumlah toilet di Unnes ada 751 ruang toilet. Toilet umum ini tersebar di

berbagai macam gedung baik gedung perkantoran, ruang dosen, ruang kuliah dan

gedung lainnya. Sedangkan, menurut rekapitulasi registrasi semester genap tahun

2016/20 16 yang ada di Sistem Informasi Akademik Terpadu (Sikadu) UNNES

jumlah mahasiswa yang aktif di UNNES yaitu 36.097 mahasiswa. Ju mlah

mahasiswa
ar ini
di terseb
8 fakultas yaitu 5.168 mahasiswa FIP, 5.934 mahasis wa

FBS, 3.260 4.190 mahasiswa FT, 4.


a FIS, 3.952 mahasiswa FMIPA, mahasisw

225 mahasiswaFH, dan 3.200 mahasisw


99 mahasiswa FE, 1.669 mahasiswa FIK, 4.4

a PPs. No.45/PRT/M/2007
Pekerjaan Umum Menurut
diketahui bahwa Permen

untuk ruang
g seperti toilet atau WC umum harus memiliki luas 2
2
penunjan n untuk untuk jumlah mahasiswa 36.097 orang dengan lu m /25 orang.

Sedangkam2, maka untuk 25 orang hanya mendapatkan 1,6 m2. Artias toilet umum

2.306,26et umum di UNNES belum mencukupi standar luas yang t nya untuk total

luas toil en Pekerjaan Umum No.45/PRT/M/2007. el ah ditentukan

oleh Perm
hasil observasi awal yang dilakukan pada tanggal 23-28
Dari bahwa di UNNES memiliki berbagai macam gedung antara l Oktober 2015

diketahui gedung auditorium, gedung perpustakaan, gedung perkulain ada gedung

rektorat, iahan, gedung

PKMU, gedung UKM, masjid/musolah dan lain sebagainya. Gedung-gedung ini

merupakan gedung yang digunakan untuk menunjang kegiatan karyawan dan

mahasiswa UNNES beraktivitas di kampus UNNES. Setiap gedung memiliki

ruangan-ruangan yang dibangun berdasarkan fungsinya seperti ruang administrasi,


5

ruang rapat, ruang kuliah dan lain sebagainya. Selain itu, setiap gedung pasti

memiliki ruangan yang digunakan untuk kegiatan cuci tangan, BAB, BAK dan

kegiatan lainnya yang sering disebut dengan toilet. Berdasarkan hasil survei diketahui

bahwa s etiap gedung memiliki jumlah toilet yang berbeda-beda. Jika difakultas

khususnya pada gedung yang digunakan untuk perkuliahan mahas iswa memiliki

toilet umum minimal 12 ruang tergantung banyak bangunan gedung yang dimiliki.

Dalam kegiatan observasi dibeberapa gedung di kampus UN


NES diketahui

bahwa j umlah toilet di gedung rektorat atau gedung H adalah 35 ruang yang terdiri

dari 8 ruang (4 ruang toilet laki-laki dan 4 ruang toilet perempua n) di lantai 1,

13ruang (7 ruang toilet laki-laki dan 6 ruang toilet perempuan) di lant ai 2, 8 ruang

(4 ruang let
toi laki-laki dan 4 ruang toilet perempuan) di lantai 3 dan 6 ruang (4

dan 2 ruang toilet perempuan) di lantai 4. Untuk di gedung m


ruang laki-laki usolah

ada 4 ruang toilet yang terdiri dari 2 ruang toilet laki-laki da


rektorat (Musrek) n2

ruang toilet
an. perempu
Sedangkan untuk gedung UKM (Unit Kegiatan Mahasisw a)

ada 8 8 ruang toilet


antai 1 dan ruang
di lantai 2, serta toilet
belum ada pemisahdi l

an antara
dan toilet perempuan. toilet
Selain itu, berdasarkan survei y laki-laki

ang a gedung perkuliahan diketahui bahwadilakukan


setiap fakultas k dibeberap

hususnya pada gedung yang digunakan untuk perkuliahan mahasiswa memiliki toilet

umum minimal

12 ruang toilet tergantung banyak bangunan gedung yang dimiliki.

Setelah mengadakan survei secara langsung pada toilet umum di tiga gedung di

fakultas ilmu keolahragaan yaitu F2, F3, dan F4 dapat diketahui bahwa fasilitas yang
6

tersedia di setiap toilet belum sesuai dengan standart toilet yang baik. Pada ketiga

gedung tersebut terdapat 18 ruang toilet atau ruang WC yang terdiri dari 9 ruang

toilet laki-laki dan 9 ruang toilet perempuan. Toilet ini terdapat di lantai 1 sampai

lantai 3 dan masing-masing lantai memiliki 2 ruangan toilet (1 ruang toilet laki-

laki dan 1ang


ru toilet perempuan). Selain itu, berdasarkan data yang di dapat

bahwa di FIK (F2, F4) terdapat 18 toilet (14 bisa digunakan da


F3, dan n 4

tidak n). Sedangkan berdasarkan survei yang bisa


dilakukan di E2 F digunaka

akultas etahui bahwa terdapat 3 ruang Teknik


toilet dilantai 1, 2 toilet(FT)
dilanta dik

i 2, diketahuidan
dan 3 pemisahan
belum adanya toilet
antara toiletdilantai
laki 3

-laki an. Dari 9 toilet yang adadandi E2 ada 6 ruangan


toilet toilet y perempu

ang tidak
n. Selain itu, pada toilet-toilet yang telah disurvei bisa
masih ban digunaka

yak kekurangan
sing-masing ruangan pada yang t
toilet seperti tempat cuci tangan ma

idak berfungsi,
yang tidak selalu air bau yang
ada, pintu ruangan yang rusak, bersih

tidak enak dan lain-lain.

Dalam kegiatan observasi ini dilakukan juga wawancara dengan 50 mahasiswa

yaitu 25 mahasiswa (13 perempuan dan 12 laki-laki) dari fakulta s FIK dan 25

mahasiswa (14 perempuan dan 11 laki-laki) FT. Hasilnya adalah 42 m ahasiswa

(20 mahasiswa FIK dan 22 mahasiswa FT) menyatakan bahwa sanitasi toilet

umum dikampus FIK dan FT kurang baik, hal ini karena fasilitas yang kurang

mencukupi seperti tidak ada tempat cuci tangan, sabun dan tissue atau lap tangan.

Selain itu, kebersihan toilet yang masih kurang menyebabkan kualitas toilet

umum dikampus
7

FIK dan FT belum baik. Setelah dilakukan wawancara kepada mahasiswa untuk

masalah kecukupan toilet yang ada di kampus FIK dan FT hasilnya adalah hampir 91

% menyatakan bahwa toilet yang ada dikampus mereka itu cukup. Akan tetapi

berdasarkan Permen Pekerjaan Umum No.45/PRT/M/2007 jumlah to ilet mahasiswa

yang ada di FIK yaitu 18 ruang toilet dan di FT 60 ruang toilet d engan jumlah

mahasiswa FIK dan FT pada tahun ajaran 2015/2016 yaitu 8.415 ma h asiswa

(4.190 mahasis
wa FT dan 4.225 mahasiswa FIK) belum mencukupi, karena setiap

1 toilet diperunt
ukan untuk 1-25 orang. Selain itu, tidak semua toilet yang ada

dikampus
alam kondisi sanitasi yang baik danmereka
dapat digunakan, maka d

perihal sanitasi toilet yan mereka masih jadi masalah.


g ada dikampus

Kegiatan observasi awal ini juga dilakukan di gedung rektorat (H)

dilakukanra kepada Kepala Sub Bagian Rumah Tangga, diketahui b wawanca

ahwa sebagiansudah menggunakan


et yang ada di gedung perkantoran besartoil toil

et duduk.
kukan survei Pada di gedung H diketahui
secara langsung toilet saat mela

bahwa dapat didalamfasilitas yang duduk, tempat cu


toilet antara lain jamban ter

ci tangan, lapsabun
ssue, tangan, ti
pencuci tangan dan perlengkapan toilet lainnya.

Diketahui bahwa salah satu prasyarat utama bagi Perguruan Ting gi untuk dapat

melaksanakan ketiga fungsi tersebut adalah sehat. Tanpa sehat, organisasi perguruan

tinggi tidak akan mampu mengemban fungsinya secara optimal dan tidak akan

mampu meraih cita-citanya secara efektif (RENIP UNNES 2010-2034). Kesehatan

ini meliputi sehat fisik, mental, maupun sosial. Dalam konteks perguruan tinggi
8

seperti Universitas Negeri Semarang, sehat secara fisik meliputi setidaknya empat

hal: sehat sumber daya manusia (SDM), sehat sarana prasarana, sehat manajemen,

dan sehat pelayanan. Untuk sehat sarana prasarana mengandung makna bahwa segala

sarana da n prasarana yang ada di Unnes harus dapat berfungsi deng an normal dan

dipergun akan secara optimal untuk mendukung pencapaian tujuan organisasi.

Kesehat an SDM tidak cukup berfungsi meraih tujuan organisasi manakala fasilitas-

fasilitas p endukung lainnya dalam keadaan “sakit”. Sarana dan prasar ana yang

tidak sehat
kanbuhanya akan mengganggu proses pencapaian tujuan pe rguruan

tinggi, namun b
isa mengancam dan membahayakan individu-individu yang a da di

dalamnya (RENIP
UNNES 2010-2034). Dengan adanya pernyataan seperti itu, jika

salah satu saranadiprUNNES seperti toilet dalam kondisi yang tidak se


asarana hat

atau anitasi yang buruk dalam kondisi


maka akan berpengaruh besar pada keseh s

atan SDM yangUNNES.


ampus ada di k

Menurut laporan WHO tahun 2004 menyebutkan sekitar 1,8 juta penduduk

meninggal dunia setiap tahunnya karena menderita diare yang u mumnya balita

terutama di negara-negara berkembang. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh

Awaloe din Hakim pada Desember 2013 di gedung PKM Untirta di


ket ahui bahwa

tingkat kelayakan penggunaan toilet gedung PKM yang ada di Untirta terhadap

pemenuhan kebutuhan fasilitas mahasiswa dengan standar yang masih rendah yaitu

hanya mencapai 30%. Sehingga mahasiswa dikampus tersebut merasa kurang

nyaman saat menggunakan toilet di gedung PKM tersebut. Menurut penelitian yang
9

dilakukan Sandriana dkk di salah satu sekolah pesantren di Sulawesi Selatan,

responden menyatakan bahwa salah satu hambatan dalam menerapkan personal

hygiene genitalia ialah jumlah kamar mandi yang terbatas dan kondisi kamar mandi

yang terbilang kotor dan tidak terawat. Sehingga kamar mandi atau toilet

menjadi salah satu kejadian keputihan.


penyebab

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Ramiawati dkk diketahui

bahwa variabel yang berhubungan dengan densitas larva Aedes aegypti

menguras dengan nilai p=0,000 (p<0,05), hal ini menunjukka


adalah tindakan n bahwa

akukan
rumah yang mel pengurasan tidak semuanya melakukan pengurasan y ang

al ini disebabkan karena


memenuhi pada wadah penampungan air b
syarat. H

aik Penampungan Air)yang


dalam keadaan kotor, ada yang
TPA (Tempat

pada ungan airnya masih sedikit berlumut dan licindinding


(Ramiawati, 20 penamp

14). salah satu jurnal Selain


penelitian diketahui bahwaitu,
keadaan tempat menurut

penampungan air terjadinya penyakit


yang tidak memenuhi syarat mendukung bersih

DBD, empat penampungan air bersihdimana


yang tidak menutup rapat, mer tempat-t

upakan ensial untuk perberkembangbiakan


tempat yangaegypti
nyamuk Aedes pot

karena nyamuk
uar masuk untuk hidup dan menetas telur-telurbebas
di dalamnya kel

air (Adyatma,

2011). Berdasarkan dua jurnal tersebut ditunjukkan bahwa dengan kondisi

penampungan air yang tidak dirawat dengan baik akan menjadi tempat perindukkan

dan perkembangbiakan larva Aedes Aegypti, sehingga resiko persebaran penyakit

DBD dikalangan masyarakat akan semakin tinggi.


10

Menurut hasil studi pendahuluan yang dilakukan digedung FIK dan FT diketahui

bahwa sanitasi dikedua gedung tersebut belum memenuhi standar toilet yang ada di

Permen Pekerjaan Umum No.45/PRT/M/2007 karena hampir 73% ruang toilet tidak

memiliki fasilitas yang mencukupi dan kondisi sanitasi yang buruk. Selain itu juga,

masih banyaknya toilet yang berada di gedung UKM dan PKMU yan g masih kurang

perawatannya sehingga dari 12 ruang toilet hanya ada 6 ruang toilet y ang masih bisa

digunakan. Berdasarkan kebersihan, fasilitas toilet dan belum ada nya pemisahan

antara toi let laki-laki dan perempuan yang adadigedung E2 FT. Selai n itu, frekuensi

pengurasan bak air belum baik dan masih banyak bak air yang kotor.

Dengan demikian
toilet yang ada di gedung FIK, FT dan UKM memilik i

resiko untuk penyebar


an penyakit diare, tipus dan DBD di kalangan penggunanya.

Untuk itu jika sanitasi toilet di kampus Universitas Negeri Se marang dalam

kondisi yang buruk seperti kondisi fisik bangunan yang tidak terawa t dengan baik,

bak pena
mpung air yang tidak sering dikuras dan air yang kot or maka akan

menimbulkan penyebaran penyakit seperti tipus, keputihan, diare dan penularan

penyakitDBD dikalangan mahasiswa. Sehingga akibatnya banyak m ah asiswa yang

sakit dan akan mempengaruhi kualitas SDM yang [Link] itu juga dengan kondisi

sanitasi toilet yang rendah dapat menggambarkan bahwa pengelolaan atau

pemeliharaan toilet yang ada di kampus Universitas Negeri Semarang masih belum

baik.
11

Berdasarkan uraian diatas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian

tentang “Studi Deskriptif Sanitasi Toilet Umum Di Kampus Universitas Negeri

Semarang Tahun 2016”

1.2 RUMUSAN MASALAH

Sanitasi toilet umum di kampus Universitas Negeri Semarang masih kurang

[Link] ini disebabkan karena dari segi kebersiha dan fasilitas yang tersedia masih

kurang. Sehingga sanitasi toilet umum di kampus Universitas Ne geri Semarang

belum sesuai dengan standar sanitasi toilet umum yang ditetapkan oleh kementerian

kebudayaan dan pariwisata tahun 2004.

Berdasarkan latar belakang diatas, maka penulis tertarik ntuk meneliti


u
“Bagaim un 2016?
ana sanitasi toilet di kampus Universitas Negeri Semarangtah
1.3 TU
JUAN PENELITIAN
1.3.1 T M egeri Semarang
UJUAN UMUM
t
engetahui bagaimana sanitasi toilet di kampus Universitas N

ahun 2016.
1.3.2 TUJUAN KHUSUS
a. Memperoleh gambaran tentang kondisi fisik toilet yang ada dikampus

Universitas Negeri Semarang tahun 2016.


12

b. Memperoleh gambaran tentang sanitasi toilet umum yang ada dikampus

Universitas Negeri Semarang tahun 2016.

c. Memperoleh gambaran tentang pengelolaan toilet yang ada dikampus

Universitas Negeri Semarang tahun 2016.

1.4 MANFAAT PENELITIAN

1.4.1 M ahasiswa
M let yang benar,

se enambah tingkat pengetahuan tentang praktik penggunaan toi

hingga toilet tetap dalam kondisi yang baik.


1.4.2 P M t yang benar,

seetugas Kebersihan

1.4.3 Inenambah tingkat pengetahuan tentang pengelolaan toile

Mhingga toilet akan selalu bersih. mbangan


Ilmu
stitut Pendidikan

enambah khasanah kepustakaan penelitian dalam perke


1.4.4 In
esehatan Masyarakat
Se an toilet umum
stansi Dinas Kesehatan
di
bagai masukan dalam program pembinaan tempat pengada
1.4.5 Penulis
masyarakat.
Menambah pengalaman langsung dari teori yang didapat dengan kenyataan

dalam penelitian ilmiah.


13

1.5 KEASLIAN PENELITIAN

Tabel 1.1 Keaslian Penelitian

Judul Peneliti Tahun Desain Variabel Hasil


No
Penelitian
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
udi Eka 2011 Deskriptif - Ketersediaa
kriptif Irdianty jamban
itasi - Kriteria
ar Di Jamban ber
pat - Ketersediaa
elangan air bersih
n - Sumber
pasing penyediaan
uk Betung bersih
dar - Criteria
pung sumber
un 2011 penyediaan
bersih
- Kualitas fi
air
- Cakupan air
- Ketersediaa
saluran
pembuanga
air limbah
- Jenis salu
pembuanga
air limbah
- Kriteria
saluran
pembuanga
14
1 St n - Tempat
De pelelangan
s ikan
Sa sih Lempasing
n n sudah
Da mempunyai
s jamban
Te air akan tetapi
m masih
Pel terdapat
Ika jamban
Le air yang tidak
m bersih.
Tel sik - Fasilitas air
Ba bersih yang
n digunakan
La nn adalah
m PAM
Ta ran dengan
h n sarana
perpipaan.
Kondisi
sarana
n penyediaan
air bersih di
tempat
air limbah pelelangan
- Ketersediaan ikan
tempat Lempasing
pembuangan masih baik.
sampah - SPAL yang
- Kriteria terdapat di
tempat tempat
pembuangan pelelangan
sampah ikan
- Ketersediaan Lempasing
tempat masih
mencuci buruk.
tangan - Di tempat
- Kriteria pelelangan
tempat cicu ikan
tangan Lempasing
tidak
tersedia
tempat
sampah dan
tempat cuci
tangan.
2. Pen gelolaan Yeni 2012 Deskriptif - Pemisahan Hasil
Sanitasi Hendlya toilet penelitian
Toilet Umum na, Evi - Bak dan air menunjukkan
Dan Analisa Naria, bersih bahwa pasar
Kadungan dan - Jamban 1 memenuhi
n ndida Wirsal - Tempat uci dua variabel,
Cac pasar 2
AlbicansPada Hasan tangan memenuhi
Air Bak - Air limbah lima variabel,
Toilet - Lantai pasar 3
Umum Di - Letak toilet memenuhi
Be erapa - Ventilasi enam
b ar - Tempat variabel dan
Pasdisional sampah pasar 4
Tra
ota Medan memenuhi
K un 2012 tiga variabel.
Tah
Tabel 1.2 Matrik Perbedaan Penelitian
Yeni Hendlyana, Evi
No Perbedaan Eka Irdianty Naria, dan Wirsal Rina Indrawati
Hasan
(1) (2) (3) (4) (5)
1 Judul Studi Deskriptif Pengelolaan Sanitasi Stusi Deskriptif
Sanitasi Dasar Di Toilet Umum Dan Sanitasi Toilet
Tempat Pelelangan Analisa Umum Di
Ikan Lempasing Kandungan Candida Kampus
Teluk Betung Albicans Pada Air Bak Universitas
Bandar Lampung Toilet Negeri
Tahun 2011 Umum Di Beberapa Semarang
Pasar Tradisional Tahun 2016
Kota Medan Tahun
2012

2 Tempat Teluk Betung Pasar Tradisional Ka mpus


Bandar Lampung Kota Medan Universitas
Negeri
Semarang

3 Waktu 2011 2012 2016


4 Sampel Fasilitas sanitasi Empat Pasar Toi let umum di
dasar yang terdapat tradisional di Kota 8 Fakultas
di pelabuhan Medan Universitas
tempat Pelelangan Negeri
Ikan Lempasing Semarang
Teluk Betung
Bandar

5 Va riabel - Ketersediaan - Pemisahan toilet - Kondisi


jamban - Bak dan air bersih ventilasi dan
- Kriteria Jamban - Jamban sirkulasi
bersih - Tempat cuci tangan - Ketersediaan
- Ketersediaan air - Air limbah tempat
bersih - Lantai sampah
- Sumber - Letak toilet - Penyediaan air
penyediaan air - Ventilasi - Kondisi
bersih - Tempat sampah pencahayaan
- Kriteria sumber - Kondisi
penyediaan air Pembuangan
bersih limbah cair
- Kualitas fisik air dan tinja
- Cakupan air - Pengelolaan
- Ketersediaan toilet
saluran
pembuangan air
limbah
- Jenis saluran
pembuangan air
limbah
- Kriteria saluran
pembuangan air
limbah
- Ketersediaan
tempat
pembuangan
sampah
- Kriteria tempat
pembuangan
sampah
- Ketersediaan
tempat mencuci
tangan
- Kriteria tempat
cicu tangan

1.6 RUANG LINGKUP PENELITIAN

1.6.1 uang Lingkup Tempat

Lokasi yang diambil dalam penelitian adalah toilet pada 8 kampus


di

Universitas Negeri Semarang

1.6.2 Ruang Lingkup Waktu

Penelitian ini dilaksanakan pada 16 Maret – 20 April 2016


1.6.3 Ruang Lingkup Keilmuan

Penelitian ini termasuk dalam penelitian Ilmu Kesehatan Masyarakat

khususnya Kesehatan Lingkungan.


18

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 L
ndasan teori
2.1.1 Pe
ngertianKampus
D ks atau
daerah
alam pengertian modern, kampus berarti, sebuah komple

tertutup y ang merupakan kumpulan gedung-gedung universitas atau p erguruan tinggi

([Link] Kampus adalah salah satu tempat berlangs ungnya proses

pendidikan. Selain itu, kampus juga dianggap sebagai tempat b elajar karena

mahasiswa bisa menggantungkan impian, cita-cita dan masa depan. Di d alam

kampus mahasisw
a tak sekedar datang untuk kuliah, ujian, dan kumpul tetap i

kampus sarana pengembangan bakat nilai-nilai,


juga sehingga dari rua menjadi

ng kuliahkegiatan
dan berbagai
kampus.

Menurut Permen Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 49 Ta hun 2014


pasal
atakan bahwa bangunan perguruan tinggi harus memiliki s
34 meny tandar kualitas
kelas A atau setara. Bangunan perguruan tinggi harus memen
minimal uhi persyaratan
tan, kesehatan, kenyamanan, dan keamanan, serta dilen
keselama gkapi dengan

instalasi listrik yang berdaya memadai dan instalasi, baik limbah domestik maupun

limbah khusus, apabila diperlukan. Standar kualitas bangunan perguruan tinggi

didasarkan pada peraturan menteri yang menangani urusan pemerintahan di bidang

pekerjaan umum.

18
19

2.1.2 Sanitasi

a. Pengertian Sanitasi

Sanitasi menurut WHO, ialah suatu usaha untuk mengawasi beberapa faktor

lingkungan fisik yang berpengaruh kepada manusia terutama terhada p hal-hal yang

mempun yai efek merusak perkembangan fisik, kesehatan, dan kelangsungan hidup.

P engertian Sanitasi yang dikemukakan oleh Elher dan Stell adalah usaha-

usaha pe ngawasan yang ditujukan terhadap faktor-faktor lingkung an yang dapat

merupakan mata rantai penularan penyakit (Elher, 2003).

Sedangkan pendapat lain Sanitasi merupakan usaha-usaha pe ngawasan yang

ada dala m lingkungan fisik yang memberikan pengaruh buruk terh adap kesehatan

tal, dan kesejahteraan sosial (Kusnoputranto, 1996).


fisik, men

M enurut Azwar (2006), sanitasi adalah cara pengawasan m asyarakat

eratkan kepada pengawasan terhadap berbagai faktor lin


yang menitikb gkungan

mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat. Sedangkan


yang mungkin tempat-

tempat iartikan sebagai suatu tempat dimana banyak orang ber


umum d

kumpul n kegiatan baik secara insidentil maupununtuk


terus-meneru melakuka

s, baik secara
r, maupun
membaya
tidak.

b. Sanitasi Tempat-Tempat Umum

Sanitasi tempat-tempat umum merupakan suatu usaha atau upaya yang

dilakukan untuk menjaga kebersihan tempat-tempat yang sering digunakan untuk


20

menjalankan aktivitas hidup sehari-hari agar terhindar dari ancaman penyakit yang

merugikan kesehatan. Pengawasan sanitasi tempat-tempat umum perlu dilakukan

dengan tujuan untuk memantau sanitasi tempat-tempat umum secara berkala dan

untuk m embina serta meningkatkan peran aktif serta masyarakat dalam menciptakan

lingkungan yang bersih dan sehat (Chandra, 2007).

T empat-tempat umum memiliki potensi sebagai tempat terjad inya

penularanpencemaran
penyakit, lingkungan, ataupun gangguan kesehatan lainny a.

meriksaan sanitasiatau
Pengawasan terhadap tempat-tempat umum dil pe

akukan dkan lingkungan tempat-tempat umum yang untuk


bersih gu mewuju

na masyarakat dari kemungkingan penularan penyakit


melindungi kesehatan

dan gangguan kesehatan


lainnya (Chandra, 2007).

T empat atau sarana layanan umum yang wajib menyelengg arakan

an antara lain, tempat umum atau sarana umum yang d


sanitasi lingkung ikelola

al, tempat yang memfasilitasi terjadinya penularan penyaki


secara komersi t, atau

mum yang
tempat layanan u intensitas jumlah waktu dan kunjungannya tingg i.

yanansarana
Tempat atau umumlaantara lain hotel, kolam renang, pasar, salon, pan ti

pijat, tempat
erminal, tempat ibadah, wisata,
bangunan pendidikan, dan lain-lain (C t

handra, 2007).

Sarana dan bangunan umum merupakan tempat dan atau alat yang

dipergunakan oleh masyarakat umum untuk melakukan kegiatannya, untuk itu perlu

dikelola demi kelangsungan kehidupan dan penghidupannya untuk mencapai keadaan


21

sejahtera dari badan, jiwa dan sosial, yang memungkinkan penggunanya hidup dan

bekerja dengan produktif secara sosial ekonomis (Abdullah, 2012).

Sasaran sanitasi tempat-tempat umum menurut Kepmenkes No. 288 tahun

2003 yaitu:

1) Lingkungan Pemukiman antara lain perumahan, asrama, pon dok

pesantren,
ndominiumco atau apartemen, rumah susun dan sejenisnya.

2) Tempat umum antara lain hotel, penginapan, pasar, bioskop, empat


t rekreasi,

kolam renang, terminal, Bandar udara, pelabuhan laut, pusat erbelanjaan


p dan

usaha-usaha yang sejenis.

3) Lingkungan kerja antara lain kawasan perkantoran, kawasan industri,

atau
ngya
sejenisnya.

4) Angkutan umum antara lain bus umum, pesawat udara ko mersial,

kapal pe
numpang, kapal ferry penumpang, kereta api dan sejenis.

5) Lingkungan lainnya antara lain tempat pengungsian, daera h

transmigrasi, l
embaga permasyarakatan, sekolah dan sejenis.

6) Sarana Pelayanan Umum antara lain samsat, bank, kantor os


p dan tempat

ibadah yang sejenis.

7) Sarana Kesehatan antara lain rumah sakit, puskesmas, laboratorium, pabrik

obat, apotik dan yang sejenis.


22

2.1.3 Toilet

a. Pengertian Toilet

Toilet adalah fasilitas sanitasi untuk tempat buang air besar dan kecil, tempat

cuci tangan dan muka (Kemenbudpar, 2004).

Toilet umum adalah fasilitas sanitasi yang mengakomodasi kebutuhan

membuang hajat yang digunakan oleh masyarakat umum, tanpa me mbedakan

enis kelamin dari pengguna tersebut (Kemenbudpar, 2004)


usia maupun

b. Peruntukan dan Kegunaan Toilet

Peruntukan dan kegunaan toilet berdasarkan yang telah ditetapkan oleh

Menteri ebudayaan dan Pariwisata:

1. Peruntukan

Tempat untuk membuang hajat dan membersihkan badan.

2. Kegunaan

a) Utama : Ruang untuk buang ait besar dan air kecil.

b) Pendukung : Ruang penjaga toilet dan penyimpanan alat-alat untuk

membersihkan toilet.

c) Lain-lain : Ruang untuk cuci tangan dan muka, mengganti pembalut

wanita, mengganti popok bayi dan merapikan diri (rias, pakaian).

c. Kelengkapan Ruang

1. Ruang untuk buang air besar (WC):

a) Kloset duduk atau jongkok.

b) Air dan perlengkapannya.


23
24
c) Tempat sampah.

d) Tempat sampah kuhus pembalut.

2. Ruang untuk buang air kecil:

a) Urinal

b) Air dan perlengkapannya (tempat air atau gayung, keran, dll).

3. Ruang cuci tangan dan cuci muka (wasatafel).

a) Wasatafel.

b) Cermin

c) Air dan Perlengkapannya (Tempat air, kran, dll)

d) Ruang penjaga dan pelayanan kebersihan (janitor).

e) Penggantung alat pembersih

f) Lemari atau rak simpan.

g) Bak Pencuci

h) Air dan perlengkapannya (tempat air atau gayung, keran, dll)

(Kemenbudpar, 2004)

2.1.4 S andar Minimal Fasilitas Toilet

Menurut Lampiran IB Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum


No.
2011, fasilitas toilet di perkantoran harus terpisah antara to
12/Se/M/ ilet

perempuan dan laki-laki. Fasilitas perlengkapan bangunan atas yang selayaknya

terdapat ditoilet di suatu gedung perkantoran adalah sebagai berikut:


Tabel 2.1 Fasilitas Perlengkapan Toilet Gedung Perkantoran

No. Fasilitas Keterangan


(1) (2) (3)
1. Kloset (WC) Leher angsa
2. Urinoir
3. Wasteful
4. Toilet penyandang cacat/handicap Satu untuk pria dan wanita
toilet
5. Jetspray/washer
6. Alat pengering tanga atau tissue
7. Cermin Sabun cair
8. Pengharum ruangan
9. Gayung dan tempat air
10. Tempat atau gantungan untuk
11. menempatkan tas atau barang
Tempat sampah Tersedia baik didal
12. diluar bilik am maupun
Drain atau saluran pembuangan
13. Penerangan Diposisikan deka
14. sehingga tidak menyt cermin
Tempat wudhu ilaukan
Ventilasi yang baik secara
15.
16.
keseluruhan
17. Air Air bersih tersedia dalam
jumlah yang cukup
18. Petugas pembersih
Sumber: Pedoman Pengelolaan Air Limbah Perkartoran Dan Perumahan
Dilingkungan Kementerian Pekerjaan Umum Tahun 2011.
2.1.5 Standar Minimal Ukuran Toilet

Ukuran toilet berikut fasilitas pelengkapnya hendaknya sesuai dengan

ketentuan sebagai berikut:

No.

(1)

1. Le
2. Lu 2 orang bisa
3. Ja
d
4. Le dahkan keluar
ca
5. K
6.

R abel 2.2 Standar Fasilitas Perlengkapan Toilet


u
ca Fasilitas Keterangan

7. K (2) (3)
u bar pintu masuk utama 90 cm
8. K as bilik 90 cm x 150 cm, minimal
pe masuk secara bersamaan
9. Jarak antara pintu dan tempat 80 cm
10. Jauduk toilet
11. bar antara
Jarak pintuurinoir
toilet penyandang 100-120
80 cm cm untuk memu
cat masuknya kursi roda
12. Tinggi urinoir dari lantai 43,80 cm
etinggian duduk WC 35,6-38 cm
13. Lebar dinding pemisah untuk 45 cm
ang gerak untuk penyandang
urinoir 180 cm (lebar ruangan)
cat
14. Ketinggian dinding pemisah 105 cm
etinggian pegangan di dinding 60-80 cm
ntuk penyandang cacat
etinggian duduk WC untuk 45 cm
nyandang cacat
rak antara bilik dan dinding 70 cm
rak antara bilik dan wastafel 120 cm
untuk urinoir
15. Daun pintu kompartemen WC
membuka keluar

Sumber: Pedoman Pengelolaan Air Limbah Perkartoran Dan Perumahan


Dilingkungan Kementerian Pekerjaan Umum Tahun 2011.

Persyaratan teknis bangunan atas harus sesuai dengan SNI 03-6481-2000

Sistem P ambing-2000.

2.1.6 Standar Minimal Hygienis Sanitasi Toilet Umum

Berikut ini standar minimal yang ditetapkan oleh Asosiasi T oilet

Indonesiama
bekerjasa
dengan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata yaitu:

[Link] entilasi dan Sirkulasi

Toilet umum harus memiliki sistem ventilasi yang baik agar t empat tersebut

tidak m enjadi sarana bagi tumbuh dan berkembanganya bakteri dan jamur. Apabila

posisi ruangan tidak memungkinkan untuk dibuat bukaan ventilasi m aka harus ada

alternatif membuang udara dari dalam dengan exhaust fan. Menurut Kemenkes RI

nomor 829/Menkes/SK/VII/ 1999 untuk persyaratan ventilasi y ang

permanen10%-15% dari luas lantai. Sebagai tambahan, sebaiknya minimal

disediakan alat usaha menj


g lantai di bawah wastafel untuk memaksimalkan pengerin

aga lantai tetap kering setiap saat.

[Link] Tempat Sampah

Tempat sampah diletakkan di dekat tempat cuci [Link] terbuat dari

bahan kedap air dan mudah [Link] sampah itu bertutup yang mudah
dibuka dan tidak mengotori tangan. Tempat sampah sering dibersihkan agar tidak

menjadi sarang/tempat berkembangbiaknya serangga atau binatang penular penyakit

(vektor). Sebaiknya ada tempat sampah khusus untuk pembalut.

Tempat sampah diletakkan di dekat tempat cuci tangan. Bahann ya terbuat

dari bahandap
keair dan mudah dibersihkan. Tempat sampah itu bertutu p yang

mudah dibuka d mengotori tangan. Tempat sampah sering dibersih


an tidak kan

agar tidak serangga atau binatang p


sarang/tempat berkembangbiaknya menjadi

enular penyakit
Sebaiknya ada tempat sampah khusus untuk pembalut. (Keme (vektor).

nbudpar,2004)
teria tempat sampah yang baik:

Kri

1) Kuat pat sampah haruslah terbuat dari material yang kuat, sehing

Tem r. Hal ini penting agar sampah di dalamnya tidak tercecer ga tidak

mudah
pat boco
pembuangan sampah akhir. saat

dibawa ke tem
mpunyai tutup

2) Me pat sampah yang baik adalah yang memiliki tutup yang mu

Tem
tup. Fungsi dari tutup pada tempat sampah adalah sebagai pe dah dibuka

danma
ditutidak sedap dari sampah yang mulai membusuk tidak me nahan bau

agar aro
ampah merupakan polusi udara yang berpotensi menganggu nyebar.

Karena bau s

pernapasan dan dapat mengundang hewan-hewan penyebar penyakit.

3) Ringan

Bobot tempat sampah yang ringan akan memudahkan saat akan dibersihkan

ataupun akan dikosongkan isinya.


4) Terpisah

Maksud dari terpisah di sini adalah agar sampah organik yang cenderung lebih

mudah membusuk dipisahkan dengan sampah non-organik yang membutuhkan

penanganan khusus agar dapat didaur ulang, sehingga sampah-s ampah tersebut

dapat dikelola dengan tepat.

(htt ://[Link])

[Link] Penyediaan Air

Air bersih harus tersedia dengan cukup baik untuk menyiram k otoran maupun

mencuci/membersihkan bagian tubuh. Berdasarkan pada Peraturan M enteri Dalam

Negeri Nomor 23 Tahun 2006 tentang Pedoman Teknis dan Tata C ara

Minum
Pengaturan Tarif pada
Air Perusahaan Daerah Air Minum BAB I ketentu an

umum Pasal
8 menyatakan bahwa: “Standar Kebutuhan Pokok Air

1 ayat an air sebesar 10 meter kubik/kepala keluarga/bulan atau 60 Min um adalah

kebutuh sar satuan volume lainnya yang ditetapkan Iebih lanjut olel iter/orang/hari,

atau sebeggarakan urusan pemerintahan di bidang sumber daya ah Menteri yang

menyelenbutuhan air difasilitas pendidikan dan kantor menurut kriterir”. Sedangkan

untuk ke 1996 sebanyak 10 liter/orang/hari. ia perencanaan

Dinas PUencahayaan

[Link] P

Sistem pencahayaan bisa menggunakan pencahayaan alami atau buatan.

Pencahayaan yang baik akan menghemat energi dan meningkatkan penampilan

positif toilet. Pencahayaan alami harus dimaksimalkan karena dapat membantu

menciptakan suasana yang lebih lembut dan ramah. Menurut Kemenkes RI nomor
829/Menkes/SK/VII/ 1999 untuk standar minimal pencahayaan ruangan yang baik

yaitu minimal 100 lux.

Untuk mendapatkan pencahayaan yang sesuai dalam suatu ruang, maka

diperlukan sistem pencahayaan yang tepat sesuai dengan kebutuh annya. Sistem

pencahayaan di ruangan, termasuk di tempat kerja dapat dibedakan me njadi 5 macam

yaitu:

1). Sistem pencahayaan langsung (direct lighting)

Pada sistem ini 90-100% cahaya diarahkan secara langsung ke benda yang

perlu diterangi. Sistem ini dinilai paling efektif dalam mengatur penc ahayaan, tetapi

ada kelemahannya karena dapat menimbulkan bahaya serta k esilauan yang

mengganggu, baik karena penyinaran langsung maupun karena pa ntulan cahaya.

Untuk efek yang optimal, disarankan langi-langit, dinding serta b enda yang

ada didalam
uangan perlu diberi warna cerah agar tampak menyegarkan.

2). Pencahayaan semi langsung (semi direct lighting)

Pada sistem ini 60-90% cahaya diarahkan langsung pada be nda yang perlu

diterangi,sedangkan sisanya dipantulkan ke langit-langit dan dinding. Dengan sistem

ini kele mahan sistem pencahayaan langsung dapat dikurangi. Diketahui bahwa langit-

langit dan dinding yang diplester putih memiliki effiesiean pemantulan 90%,

sedangkan apabila dicat putih effisien pemantulan antara 5-90%.


3). Sistem pencahayaan difus (general diffus lighting)

Pada sistem ini setengah cahaya 40-60% diarahkan pada benda yang perlu

disinari, sedangka sisanya dipantulka ke langit-langit dan dindng. Dalam

pencahayaan sistem ini termasuk sistem direct-indirect yakni memanc arkan setengah

cahaya ke bawah dan sisanya keatas. Pada sistem ini masalah bayanga n dan kesilauan

masih ditemui.

4). Sistem pencahayaan semi tidak langsung (semi indirect lighting)

Pada sistem ini 60-90% cahaya diarahkan ke langit-langit dan dinding bagian

atas, sedangkan sisanya diarahkan ke bagian bawah. Untuk hasil yang

optimal disaranka
n langit-langit perlu diberikan perhatian serta dirawat den gan

baik. masalah bayanganPada sistem dapat dik


praktis tidak ada serta kesilauan ini

urangi. m pencahayaan tidak langsung (indirect lighting)

5). Siste ada sistem ini 90-100% cahaya diarahkan ke langit-langit dan

P udian dipantulkan untuk menerangi seluruh ruangan. Agar dinding bagian

atas kempat menjadi sumber cahaya, perlu diberikan perhatian dan pe seluruh

langit- untungan sistem ini adalah tidak


langit
menimbulkan bayangan da

meliharaan yang
n kerugiannya mengurangi baik. total yang jatuh p
effisien cahaya Ke

dan kesilauan sedangka

ada permukaan kerja.

[Link] Pembuangan Limbah Cair dan Tinja

Limbah cair dan tinja toilet harus dibuang di septic tank secara komunal yang

dilengkapi dengan bak [Link] dan tinja tidak boleh dibuang atau dialirkan

ke sungai, danau, atau tempat terbuka [Link] minimal tempat pembuangan


limbah cair dan tinja menurut SNI-03-2916-1992 adalah 10 m dari sumber air

(sumur).

[Link] Pengelolaan Toilet

Pengelolaan toilet berdasarkan standar toilet umum Indone sia yang

telah ditetapka
n oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata adalah sebag ai berikut:

a. Kebersihan Toilet

1). Standar Minimal

a). Toilet harus selalu dalam keadaan kering dan bersih.

b). Tersedia bahan pembersih seperti: air dan atau kertas toilet.

c). Tersedia tempat sampah tertutup.

d). Tidak berbau dan tinja tidak dapat dijamah oleh serangga dan tikus.

e). Lantai mudah dibersihkan, tidak licin dan kedap air.

f). Tidak menjadi perindukan serangga.

g). Dinding bersih berwarna terang.

h). Permukaan dinding yang terkena air terbuat dari bahan kedap ir yang terbuat

dari a eramik dengan ketinggian minimal 160 cm.

i). Langit-langit bersih dan terang dengan tinggi minimal 220 cm.

j). D apat dilengkapi dengan tanaman hias atau gerbera yang p at menghisap

racun atau bau dalam ruangan, seperti daun sri rezeki dan jenis bunga potong,

misal: daun jagung, pedang-pedangan, daun mertua dan lain-lain.

k). Tersedia petugas khusus untuk menjaga kebersihan toilet.

l). Tersedia peralatan dan bahan pembersih yang memadai.


m). Penampungan sampah dilakukan minimal setiap hari.

2). Tersedia petunjuk atau himbauan operasional peralatan atau fasilitas toilet umum,

seperti:

a). Buang sampah pada tempatnya.

b). atikan Kran setelah digunakan.

c). Bersihkan toilet kembali,karena akan dipakai orang lain.

d). Gunakan kloset sesuai dengan fungsinya.

e). Dilarang merokok.

3). Rekomendasi:

a). Tersedia sabun cair pembersih

b). Tersedia pengering tangan

c). Suhu ruangan normal (20-27) oC.

d). Kelembaban (40-50) %.

b. Sistem Pemakaian Air

1) Air bersih untuk cuci tangan dan pembersih perturasan gan sistem
tap
den tekan).
(
ir pengelontor diguanakan agar jumlah air pengelontor yang
2) A keluar
au penuh sesuai kebutuhan.
setengah at

3) Kloset jongkok menggunakan air sebagai pembersih dan air sebagai

pengelontor, kloset duduk menggunakan kertas tissue sebagai pembersih dan

air sebagai pengelontor.


4) Perturasan menggunakan air sebagai pembersih, di setiap perturasan

disediakan kran air.

c. Sistem Limbah

Standar minimal:

1) Limbah cair dan tinja dari toilet tidak mencemari air tanah, tanah dan air

ermukaan.

2) Limbah cair dan tinja yang telah diolah melalui tangki septic dan saluran atau

sumur resapan dapat dibuang langsung ke saluran umum ata


u dimanfaatkan

embali untuk air penggelontoran kloset.

3) Lumpur tinja dari tangki septic harus diolah pada sarana Instalasi Pengolahan

Lumpur Tinja (IPLT). Lumpur tinja yang belum diolah pada sarana IPLT

dak dibuang langsung ke tanah atau pada air permukaan, ta pi lokalisasikan


ti

alam kolam lagoon.

d. Pemeliharaan Toilet

Cara merawat toilet umum adalah dengan melakukan pembersihan secara rutin

dan berkala sesuai dengan jumlah pengunjung, perawatan kloset di ot ilet dilakukan

dengan menggunakan larutan pembersih ke dalam lubang k loset dengan

menggunakan sikat tangkai. Sebelum mem-flush kloset tersebut, gu nakan penutup

kloset dan flush klose tersebut. Dengan cara ini maka titik-titik air kotor tidak

terlontar ke atas sampai dengan 20 cm yang akan terjadi jika mem-flush sebelum

menutup kloset (Kemenbudpar, 2004).


Kegiatan pemeliharaan toilet ini sangat penting untuk menjaga agar kualitas

toilet yang ada akan tetap terjaga. Pada saat melakukan pembersihan toilet harus

menggunakan air yang [Link] melakukan pembersihan toilet perlu juga

dilakukan pemeliharaan kondisi fisik toilet seperti melakukan pengece tan ulang pada

bagian dinding yang kotor karena noda yang sulit dihilangkan d an

merenovasi
isik bangunan apabila telah mengalami kerusakan.

kembaliam kegiatan pemeliharaan toilet setiap instansi sebaiknya

Dal yang cukup untuk melakukan pemeliharaan toilet telah memberi

anggaran annya dapat berjalan dengan [Link] itu, perlu adanya pe agar dalam

pelaksanantang kondisi toilet yang ada. ninjauan secara

berkala tewah ini merupakan petunjuk pemeliharaan toilet menurut Pe

Diba eliharaan Pengelolaan Air Limbah Perkantoran dan tunjuk Operasi

dan Peman Kementerian Pekerjaan Umum antara lain: Perumahan

Di Lingkung
liharaan toilet dilakukan minimal 3 kali sehari pada hari kerja

1). Peme gkapan pemeliharaan bangunan atas adalah sebagai berikut: .

2). Perlenabel 2.3 Perlengkapan Pemeliharaan Bangunan Atas

Fasilitas Keterangan

No. (2) (3)

(1)

1. Ember Minimal 2 buah, untuk mengepel dan


membersihkan dinding toilet
2. Selang
3. Kain pel
4. Sikat lantai Minimal 2 jenis sikat : sikat lembut untuk
membersihkan
5. Spons Digunakan untuk membersihkan
permukaan dudukan toilet, porselen,
wasteful
6. Sabun/cairan pembersih
lantai
7. Sabun/cairan pembersih
W Catau desinfektan untuk
tempat sampah dan bagian
luar WC
8. Tissue
9. Lap Minimal 2 lap : lap untuk membersihkan
toilet dan lap untuk membersih
kan tangan
(bisa memakai handuk)

10. Air bersih Air untuk pemeliharaan tersedia dalam


jumlah yang cukup

11. Botol penyemprot Digunakan untuk menjami n cairan


pembersih tersebar secara merata

12. Sweeper pembersih Digunakan untuk membersihka n kaca dan


lantai

13. Sarung tangan Untuk dipergunakan oleh petugas


kebersihan

3). Cara embersihkan toilet

a) Menyiapkan semua peralatan

b) Memindahkan semua sampah ke kantong plastic atau tempat pengumpul

sampah
c) Mencuci tempat sampah dengan bahan desinfektan atau sabun yang

mengandung desinfektan

d) Mengisi tempat tissue dengan paper towel atau ganti dengan handuk kering

yang bersih

e) embersihkan kloset/WC duduk atau jongkok:

- Menuangkan cairan pembersih WC ke bagian luar kloset/WC

- Mendiamkan cairan pembersih WC di bagian luar kloset/WC agar terjadi

reaksi antara cairan pembersih dengan kotoran,

- Menggunakan busa/sikat kloset untuk menyikat bagian dalam, bagian

luar, dan sekitar mangkok kloset sampai bersih,

- Menyiram dengan air agar kotoran dan sisa cairan pembersih tidak

tertinggal di dalam kloset,

- Membersihkan bagian lain dari kloset seperti tempat duduk, penutup, dan

lain-lain.

- Membersihkan bagian yang terbuat dari stainless steel dengan cairan

pembersih khusus serta mengeringkan dengan lap pembersih.

f) embersihkan urinoir

- Menyemprotkan cairan pembersih ke dalam urinoir

- Mendiamkan selama beberapa menit

- Menggosok urinoir dengan busa pembersih secara menyeluruh sampai

kotoran hilang
- Menggosok mulai dari permukaan bagian dalam sampai bawah

termasuklubang-lubang kecil tempat air keluar dan tempatpembuangan

air seni

- Menyiram seluruh urinoir dengan air bersih

- Membersihkan bagian yang terbuat dari stainless steel

- Membersihkan bagian bawah dari leher bawah urinoir untuk jenis urinoir

gantung.

g) embersihkan wastafel, lantai marmer, kaca, dan kaca cermin

- Menyemprotkan cairan pembersih ke dalam mangkok wastafel secara

merata

- Menggosok mangkok wastafel dengan busa pembersih secara menyeluruh

sampai kotoran hilang

- Menyiram mangkok wastafel dengan air bersih

- Mengelap permukaan marmer dengan air hangat dan encegah agar

m bahan pembersih tidak mengenai permukaan marmer

- Mengelap bagian bingkai cermin yang terbuat dari kayu dengan bahan

pembersih pendukung. Untuk bingkai yang diplitur, menggunakan teak

oil. Untuk jenis bingkai yang mengalami proses finishing dengan cat,

gunakan air dengan sedikit zat pembersih yang tidak merusak cat. Untuk

bingkai dengan finishing bahan metal, gunakan sejenis bahan braso, atau

dengan lap yang tidak terlalu basah


- Membersihkan kaca cermin dan kaca biasa dengan cairan pembersih

kaca, lalu mengelap dengan kain atau menggunakan sweeper kaca

h) Membersihkan permukaan lantai

- Mengepel lantai porselen atau lantai yang dicat dengan menggunakan

bahan pembersih

- Membersihkan lantai marmer dengan menggunakan lap sampai lantai

bersih dan mengkilap

- Memeriksa kebersihan tempat sabun dan ketersediaan sabun di dalamnya

2.1.7 Petunjuk Operasional Penggunaan Toilet

a. Menggunakan toilet sesuai peruntukannya; tidak jongkok di toilet duduk.

b. Menyiram toilet setelah penggunaan; flushing toilet (toil et duduk)

ataumenyiram dengan air (toilet jongkok).

Membuang tissue atau pembalut ke tempat yang telah di

c. membuang benda padat seperti tissue atau pembalut ke dal


sediakan; tidak

akan mengakibatkan sumbat. am WC karena

. Hindari masuknya air sabun yang berasal dari air mandi m

d dalam kloset. aupun cuci ke

e. Hindari masuknya bahan-bahan kimia ke dalam kloset karena dapat

mematikan bakteri pengurai.

f. Menggunakan wastafel hanya untuk mencuci tangan; tidak digunakan

untuk kegiatan lainnya (mencuci, wudhu, dan lain-lain).


g. Menggunakan pengering tangan atau tissue setelah mencuci tangan

sehingga tidak ada ceceran air di lantai.

h. Tidak merokok di dalam toilet.

2.1.8 Penyakit Akibat Sanitasi Toilet yang Buruk

Sanitasi toilet yang buruk dapat menimbulkan berbagai macam penyakit yang

dapat merugikan seperti diare, typus, penyakit kulit, DBD, dan penyakit-penyakit

lainnya.

a. iare

Diare adalah suatu penyakit yang biasanya ditandai denga n perut

mulas, meningka
tnya frekuensi buang air besar, dan konsentrasi tinja yang encer.

Tanda- tanda Dia bervariasi sesuai tingkat keparahannya serta tergant


re dapat ung

pada jenis diare. Beberapa di ant


[Link] beberapa penyebab penyebab

aranya ra cayetanensis, total koliform (E. coli, adalah


E. aurescens, E Cyclospo

. freundii,
ia, Aerobacter aerogenes), E.
kolera, shigellosis, salmonellos intermed

is, , Enteritis campylobacter, golonganyersiniosis,


virus dan patogen perut giardiasis

lainnya.
enularannya bisa dengan jalan tinja mengontaminasi m

P ak anan secara

langsung ataupun tidak langsung (lewat lalat). Untuk beberapa jenis bakteri,

utamanya EHEC (Enterohaemorragic E. coli), ternak merupakan reservoir

[Link] tetapi, secara umum manusia dapat juga menjadi sumber penularan

dari orang ke orang. Selain itu, makanan juga dapat terkontaminasi oleh
mikroorganisme patogen akibat lingkungan yang tidak sehat, di mana-mana ada

mikroorganisme patogen, sehingga menjaga makanan kita tetap berseih harus

diutamakan. Cara Penularan melalui Makanan yang terkontaminasi dengan bakteri

[Link] yang dibawa oleh lalat yang hinggap pada tinja, karena buang a ir besar (BAB)

tidak di [Link] yang terkontaminasi dengan bakteri [Link] (sesudah BAB

tidak mencuci tangan dengan sabun).

b. Penyakit Kulit

Penyakit kulit biasa dikenal dengan nama kudis, skabies, g udik, budugen.

Penyakitkulit ini adalah bisa disebabkan karena penggunaan air yan g kurang bersih

dalam a ktivitas sehari-hari. Air yang kotor pada umumnya di gunakan untuk

perkembangbiakan jenis bakteri yang dapat mengganggu kesehatan. P enyakit kulit ini

akan sangat merugikan bagi penderitanya. Selain itu, penyakit k ul it juga akan

menjadi penyakit yang berbahaya jika penanganannya tidak dilakukan dengan baik.

c. emam Tifoid

Demam tifoid disebut juga dengan Typus abdominalis atau typoid fever.

Demam tipoid ialah penyakit infeksi akut yang biasanya terdapa t pada saluran

pencernaan (usus halus) dengan gejala demam satu minggu atau lebih disertai

gangguan pada saluran pencernaan dan dengan atau tanpa gangguan kesadaran.

Demam tifoid disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi atau Salmonella paratyphi

dari Genus Salmonella. Kuman Salmonella typi masuk tubuh manusia melalui mulut
dengan makanan dan air yang tercemar. Sebagian kuman dimusnakan oleh asam

lambung. Sebagian lagi masuk ke usus halus dan mencapai jaringan limfoid plaque

peyeri di ileum terminalis yang mengalami hipertrofi. Di tempat ini komplikasi

perdarahan dan perforasi intestinal dapat terjadi. Kuman Salmonella Typi kemudian

menembus ke lamina propia, masuk aliran limfe dan mencapai k elenjar limfe

mesenterial, yang juga mengalami hipertrofi. Setelah melewati k elenjar-kelenjar

limfe ini salmonella typi masuk ke aliran darah melalui ductus thor acicus. Kuman

salmonella typi lain mencapai hati melalui sirkulasi portal dari usus.

Salmonella typi bersarang di plaque peyeri, limpa, hati dan bag ian-bagian lain

sistem retikuloendotelial. Semula disangka demam dan gejala-gejala toksemia pada

demam tifoid disebabkan oleh endotoksemia. Tapi kemudian berdasar kan penelitian

ekperim ental disimpulkan bahwa endotoksemia bukan merupakan p enyebab utama

demam d an gejala-gejala toksemia pada demam tifoid. Endotoksin salmonella

typi berperan
pada patogenesis demam tifoid, karena membantu ter jadinya

proses inflamasi
lokal pada jaringan tempat salmonella typi berkembangbiak .

Demam sebabkan karena salmonella


pada typi dan endotoksinnya
tifoidmerangsa di

ng san zat pirogen sintesis danyang meradang


oleh zat leukosit pada jaringan penglepa

. ejala klinis yang ditemukan pada penderita penyakit dem

G am tifoid

yaitu demam berlangsung 3 minggu, adanya gangguan pencernaan, dan

gangguan [Link] tifoid dapat menginfeksi semua orang dan tidak ada

perbedaan yang nyata antara insiden pada laki-laki dan perempuan.


d. Penyakit Keputihan

Keputihan atau Fluor Albus merupakan sekresi vaginal pada wanita.

Keputihan pada dasarnya dapat digolongkan menjadi dua golongan yaitu keputihan

normal (f isiologis) dan keputihan abnormal (patologis). Keputihan fisio logis adalah

keputihan yang biasanya terjadi setiap bulannya, biasanya mun cul menjelang

menstruasi atau sesudah menstruasi ataupun masa subur. Keputihan patologis dapat

disebabkan oleh infeksi biasanya disertai dengan rasa gatal di dalam v agina dan di

sekitar bibir vagina bagian luar. Yang sering menimbulkan keputihan ini antara lain

bakteri, virus, jamur atau juga parasit. Infeksi ini dapat menjalar da n

menimbulkan
an ke saluran kencing, sehingga menimbulkan rasa pedih s peradang

aat si penderita butps:


kecil (ht ang//[Link]).

e. emam Berdarah Dengue

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit y ang disebabkan

oleh vir us dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti, yang mana

menyeba
bkan gangguan pada pembuluh darah kapiler dan pada sist em pembekuan

darah, se hingga mengakibatkan perdarahan-perdarahan. Penyakit Dem am Berdarah

Dengue memiliki masa inkubasi selama 3-15 hari sejak seseorang terserang virus

dengue. Selanjutnya penderita akan menampakkan berbagai tanda dan gejala demam

berdarah seperti demam tinggi, terjadi pembesaran hati (Hepatomegali), munculnya


bintik-bintik merah pada kulit akibat pecahnya pembuluh darah dan gejala klinik lain

sebagainya.

Vektor nyamuk Aedes Aegypti dapat berkembangbiak didalam maupun diluar

rumah, erutama pada tempat-tempat yang dapat menampung air t

[Link]
an toilet kurang baik maka bak yang berisi air ditoilet terseb pengelola

ut rindukanbisa
nyamuk aedes aegypti.
menjadi
Sehingga penyakittempat
DBD ya pe

ng dibawaedes
olehaegypti
nyamuk akan
a mudah menyebar.
2.2 Kerangka Teori

Sanitasi
San Petunjuk
pergurua Operasional
penggunaan
toilet

Siste
Pen

Standar Minimal Hygienis


Sanitasi Toilet Umum
itasi bangunan a. Ventilasi dan Sirkulasi
n tinggi (Kampus) b. Tempat sampah
c. Penyediaan air
d. Pencahayaan
e. Pembuangan limbah

m manajemen cair dan tinja

gelolaan toilet f. 2.1


Gambar Pengelolaan
Kerangkatoilet
Teori
kampus
Sumber : Kemenbudpar (2004), Kemenkes (1999), SNI-03-2916-1992

Sanitasi Toilet
Kampus
91

BAB VI
SIMPULAN DAN SARAN

6.1 Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat ditarik kesimpulan

sebagai erikut :

1. Kondisi fisik toilet yang ada dikampus Universitas Negeri Semarang tahun 2016

sebanyak 662 ruang toilet memiliki kondisi fisik baik. Hal dikarenakan sebanyak

83,2% ruangan toilet (625 ruang toilet) memiliki ventilasi dengan ukuran 10-15%

luas lantai, 86,4% ruangan toilet (656 ruang toilet) dengan pencahayaan yang

baik, dan 93,7% ruangan toilet (704 ruang toilet) pembuangan li mbah cair dan

tinja yang baik.

2. Sanitasi toilet kampus yang ada dikampus Universitas Negeri Semarang tahun

2016sebanyak 46,3% atau sebanyak 348 ruang toilet sudah mem enuhi 6 kriteria

sanitasi toilet yang ditetapkan oleh Kementerian dan Kebudayaan tahun 2004.

3. Pengelolaan toilet dikampus Universitas Negeri Semarang tahun 2016 dilakukan

oleh petugas Cleaning Sevice dan pembersihan toilet dilakukan sebanyak 2 kali

dalam satu hari.

91
92

6.2 Saran

6.2.1 Bagi Manajemen Universitas Negeri Semarang

1). Bagi Manajemen Universitas Negeri Semarang diharapkan untuk memiliki

Peraturan Rektor tentang sanitasi lingkungan yang jelas, khusus nya tentang

sanitasi toilet kampus yang meliputi: (1) Ventilasi dan sirkul


asi, (2) Tempat

sampah, (3) Penyediaan air, (4) Pencahayaan, (5) Pembuangan limbah cair

dan tinja, dan (6) Pengelolaan toilet.

2). Ma mpu menyediakan fasilitas sanitasi yang baik kepada mahasi swa dan warga

yang beraktivitas di tempat tersebut berupa toilet kampus y ang bersih dan

nyaman dan adanya pemisahan antara toilet laki-laki dan toilet perempuan

yang jelas.

3). Bagi Kasubbag. Umum dan kepegawaian untuk gedung fakultas dan Kasubbag.

Rumah Tangga Unnes untuk gedung rektorat dan seki tarnya dapat

menyediakan perlengkapan toilet dimasing-masing ruangan t o ilet

diwilayah
rjanya. ke

6.2.2 Bagi Petugas Kebersihan

Bagi petugas kebersihan agar mampu menjalankan tugas pokok dan fungsinya

sesuai dengan peraturan yang ada dikontrak kerja.


93

6.2.4 Bagi Mahasiswa

Bagi mahasiswa sendiri diharapkan mampu memelihara toilet kampus dengan

tidak membuang sampah dikloset dan tidak merusak fasilitas toilet yang tersedia.

Selain itu, mahasiswa juga diharapkan dapat melaporkan kepada p ihak

pengelola ada kerusakan atau fasilitas kelengkapan


toilet toilet yang masih k jika

urang.
94

DAFTAR PUSTAKA

Adyatma dkk.2011. Hubungan Antara Lingkungan Fisik Rumah, Tempat


Penampungan Air Dan Sanitasi Lingkungan Dengan Kejadian DBD Di
Kelurahan Tidung Kecamatan Rappocini Kota Makassar. Kesling, FKM
Universitas Hasanuddin.

Asosiasi Toilet Indonesia (ATI), 2006, Latar Belakang Pembentukan Asosiasi Toilet
Indonesia, ATI, diakses dari [Link] [Link]
pada
anggal 10 Juni 2016.
t
Azmy Mufida. 2011. Gambaran Faktor Yang Mempeng
Amalia, iare Pada Anak Usia Sekolah (6-12 Tahun) Di Sd Negeriaruhi Kejadian
Dlitar. Ilmu Keperawatan Universitas Airlangga. Su korejo
Kota
riani, Rahma dkk. Faktor-Faktor yang Berhubungan denga
B
Jamban Keluarga dan Kejadian Diare di Desa Tual
Ayu PebKecamatan Bambel Kabupaten Aceh Tenggara Tahun 2012. n
Penggunaan
kreditasi Institusi Perguruan Tinggi Universitas Negeri Se
ang Sembilar
012. Semarang. [Link]
g UNSU
akses tanggal 3 Juni 2016.
Borang A marang
Tahun ti, [Link] Umum. [Link]
2 -[Link].
Din, Ruly. Identifikasi Kesetaraan Nilai Antara Pusat Perbela
City dengan Toilet Umum Di Dalamnya. FSRD ITB

Damayan., Kadek dan I G. M. Konsukartha. 2007. Pencemaran Air com


embuangan Limbah Domestik Di Lingkungan Kumuh (Stud
Darmawa bung Sari, Kelurahan Ubung). FT Universitas Udayana. Vnjaan Senayan
gustus 2007, hlm. 62-108.

Diana Hspitasari, Dinarjati. 2009. Dampak Pencemaran Air terha Tanah Akibat
Lingkungan dalam Perspektif Hukum Lingkungan (Studi Kas i Kasus Banjar
P
U olume 5, No. 2,
A

Eka Pu dap Kesehatan


us Sungai Code
Di Kelurahan Wirogunan Kecamatan Mergangsan dan Kelurahan
Prawirodirjan Kecamatan Gondomanan Yogyakarta). FH UGM
Yogyakarta. Volume 21, No. 1, Februari 2009, hlm 23-34.

Hendlyana, Yeni dkk. 2012. Pengelolaan Sanitasi Toilet Umum dan Analisis
Kandungan Candidi Albicans pada Air Bak Toilet Umum di Beberapa Pasar
Tradisional Kota Medan Tahun 2012. FKM USU Medan
94
95

Irdianty, Eka. 2011. Studi Deskriptif Sanitasi Dasar Di Tempat Pelelangan Ikan
Lempasing Teluk Betung Bandar Lampung Tahun 2011. FKM UI Depok

Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat. 2012. Pedoman Penyusunan Skripsi


Mahasiswa Program Strata I. Semarang: FIK UNNES.

Kementerian Budaya dan Pariwisata.2004. Standar Toilet um Indonesia.


PUm erpustakaan Departemen Pekerjaan Umum. Jakarta

Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 261/MENKES/SK/II/1998 Tentang Persyaratan


Kesehatan Lingkungan Kerja.

Kementerian Pekerjaan Umum. 2011. Pedoman Pengelolaan Air Lim bah Perkotaan
dan Perumahan Di Lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum. Direktorat
Jenderal Cipta Karya.

Laila Fitria, dkk. 2008. Kualitas Udara dalam Ruang Perpustakaan Universitas X
ditinjau dari Kualitas Biologi, Fisik dan Kimiawi. Makara
Kesehatan,
olume 12, No. 2, Desember 2008, hlm. 77-83.
V
ko.2004. Kaitan Sistem Ventilasi Bangunan dengan
Moerdjo Mikroorganisme Udara. Arsitektur (UT), Volume 32, No. 1, Keberadaan
9-94. Juli 2004, hlm.

Menteri Pekerjaan Umum. Nomor 30/PRT/M/2006 Ten


Peraturan eknis Fasilitas dan Aksebilitas Pada Bangunan Gedung dan tang Pedoman
T Lingkungan.
Menteri Pekerjaan Umum. Nomor 45/PRT/M/2007 Ten
Peraturan eknis Pembangunan Gedung Negara. tang Pedoman
T
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 49 Tahun
PeraturanStandar Nasional Pendidikan Negeri. 2014 Tentang

Ramiawati dkk.2014. Hubungan Pelaksanaan PSN 3M Dengan Densitas Larva


Aedes Aegypti Di Wilayah Endemis DBD Makassar. Kesling, FKM
Universitas Hasanuddin.
Rencana Induk Pengembangan Universitas Negeri Semarang 2010-2034. UNNES
2011. . Di akses tanggal 16 Juni 2016
Saleh, Muh. dan Lia Hijriani R. 2014. Hubungan Kondisi Sanitasi Lingkungan
dengan Kejadian Diare pada Anak Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas
96

Baranti Kabupaten Sidrap Tahun 2013. FKM UMI, UIN Alauddin Makasar.
Volume 7, No. 1 Tahun 2014.
Sandriana, dkk. 2014. Perilaku Personal Hygiene Genitalia Santriwati Di Pesantren
Ummul Mukminin Makassar Sulawesi Selatan. PKIP FKM Universitas
Hasanuddin.
Sistem Informasi Akademik Terpadu (Sikadu) UNNES Tahun 2016.

SNI 03-6572-2001. Tata cara perancangan sistem ventilasi dan pengk ondisian
udara ada bangunan gedung.
p
575-2001. Tata cara perancangan sistem pencahayaan buatan
SNI 03-6gedung. pada

Notoatmodjo. 2002. Metodologi Pendidikan Kesehatan. J


bangunanCipta. Soekidjo

mi Arikunto. 2006. Prosedur Penelitian suatu Pendekatan P


akarta: Rineka Cipta. Rineka Suharsi

Widagdo. 2009. Kualitas Udara Dalam Ruang Kerja. S


raktik. Jakarta:
olume 13, No.3 Agustus 2009, hlm. 86-89.

ur P.K. 2009. Hygiene Perusahaan dan Keselamatan Kerja. J


Suharyo, gung. igma Epsillon.
V
un, Ficher dkk. 2015. Hubungan sanitasi lingkungan dengan
Suma’m ada anak usia sekolah di wilayah kerja puskesmas bahu maakarta: Gunung
Aedokteran Universitas Sam Ratulangi. Volume 3, No. 2, Me

Tambuwn, Daniel Yerisa. 2013. Hubungan Antara Kualitas Sarana kejadian diare
p umah Dan Perilaku Sehat Dengan Kejadian Demam Typhnado. Fakultas
Kerja Puskesmas Ngaliyan Kota Semarang. Volume 12,
K i 2015.
NDIP.
Yonatha & Prasarana
R oid Di Wilayah
No. 1. FKM
U
[Link] diakses tanggal 8 November 2016

[Link] Diakses tenggal 23 Mei 2016

[Link]
muncul-akibat-kurangnya-menjaga-kebersihan-dan-kesehatan/. Di akses
tanggal 20 Juni 2016
97

[Link] Di akses tanggal 20 Juni 2016


[Link] Di akses tanggal 20 Juni
2016.
[Link]
pengolahanya. Diakses tanggal 7 juli 2016.

Anda mungkin juga menyukai