Sanitasi Toilet di Universitas Semarang 2016
Sanitasi Toilet di Universitas Semarang 2016
SKRIPSI
Oleh
Rina Indrawati
NIM. 6411412073
SKRIPSI
Oleh
Rina Indrawati
NIM. 6411412073
i
3
ABSTRAK
Rina Indrawati.
Studi Deskriptif Sanitasi Toilet Di Kampus Universitas Negeri Semarang Tahun
2016.
119 halaman + 17 tabel + 5 gambar +22 Lampiran
Toilet kampus merupakan toilet yang ada di kampus dan d igunakan
oleh kalangan
mahasiswa, dosen dan karyawan yang ada dikampus t ersebut.
Sudah bahwa dikampus Universitas Negeri Semarang tahun 2016 diketahui
memikili let kampus yang tersebar di 8751 fakultas, gedung UKM
ruang dan toi
PKMU, edung yang ada dikawasan rektorat. serta Berdasarkan hasil stu gedung-g
di bahwa banyak permasalahan-permasalahan
pendahuluantentang toilet diketahui
kampus n toilet yang kurang, fasilitas yang seperti kurang mendukung kebersiha
dan n toilet antara laki-laki dan perempuan. Tujuan
masalahpenelitian pemisaha
ini hui gambaran sanitasi toiletyaitu
yang ada di kampusuntuk
Universitas n mengeta
egeri 016. Metodesemarangpenelitian menggunakan tahun
studi deskriptif kua 2
ntitatif. lan sampel yaitu dengan teknik totalTeknik sampling. Sampel y pengambi
ang 751 ruang toilet kampus. Hasil penelitian menunjukan bah
digunakan sebanyak
wa ventilasi dan 85,8%
sirkulasi yang baik, 74,1%toilet
memiliki tempat memiliki
sampah, aan air baik, 84,6% kondisi pencahayaan84,6% baik, 94,8% kondi penyedi
si air dan tinja baik, dan 51,5% sudah memiliki pengelolaan
pembuangan limbah to c
ilet ulan dari penelitian
yangini adalah sanitasi di kampus
baik. universitas n Kesimp
egeri a lebih diperhatikan khususnya pada masalah penyediaan tem
semarang sebaikny
pat an toilet yang masih kurang. Saran dan
sampah untuk penelitian i pengelola
ni men Universitas Negeri Semarang
adalah diharapkan memiliki
bagi p manaje
eraturan anitasi
rektorlingkungan
tentang s khususnya sanitasi toilet kampus.
ii
4
ABSTRACT
Rina Indr
Descript awati. y
2016. ive Study of Toilet Sanitation in Semarang State Universit
119 page +17table + 22 attachments + 5 image
iii
5
PENGESAHAN
Prof. Dr. Tandiyo Rahayu, [Link] Irwan Budiono, [Link]., [Link] (Epid)
NIP. 196103201984032001 NIP. 19751217 200501 1 003
iv
6
PERNYATAAN
NIM : 6411412073
Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi ini hasil karya sendiri dan tidak
menjiplak (plagiat) karya ilmiah orang lain, baik seluruhnya maupun sebagian.
Bagian tulisan dalam skripsi ini yang merupakan kutipan dari karya ahli atau orang
lain, telah diberi penjelasan sumbernya sesuai dengan tata cara pengutipan.
Apabila pernyataan saya ini tidak benar, saya bersedia menerima sanksi
akademik dari Universitas Negeri Semarang dan sanksi hukum sesuai ketentuan yang
Rina Indrawati
NIM. 6411412073
v
7
Motto
Persembahan
motivasi. Semarang.
vi
8
KATA PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang maha Esa, karena atas berkat
dan rahmat-Nya, saya dapat menyelesaikan skripsi ini. Saya menyada ri bahwa tanpa
bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak, sangat lah sulit ba gi saya untuk
menyus un skripsi ini. Oleh karena itu, saya mengucapkan terima kasih kepada:
vii
9
Meskipun demikian, peneliti menyadari dengan sepenuh hati ba hwa skripsi ini
masih ada kekurangannya sehingga masukan dan kritik yang kon struktif
sangat peneliti h Akhirnya, semoga skripsi ini dapat bermanfaat.
arapkan.
Penulis
viii
10
DAFTAR ISI
x
12
xi
13
DAFTAR TABEL
Tabel 4.1 Data sarana dan prasarana yang ada di UNNES ............................ 54
Tabel 4.2 Data prasarana lain yang mendukung terwujudnya visi ................ 55
xii
14
xiii
15
DAFTAR GAMBAR
xiv
16
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 3: Surat ijin pengambilan data Dinkes Kota Semarang .................. 101
115 xv
17
xvi
1
BAB I
PENDAHULUAN
Sanit asi merupakan salah satu faktor penting dalam mempengaruhi kesehatan
masyarak at. Fasilitas sanitasi yang benar dan sesuai dengan syarat da
n kriteria yang
kesehatan yang positif terhadap kita sebagai subyek yang menggunakan fasilitas
sanitasi tersebut.
Negara Indonesia merupakan negara yang padat penduduk, sehingga Negara ini
prasarana ayang ad
dilingkungan umum yang dibutuhkan masyarakat unt uk
memenuhi
an hidupnya. Fasilitas umum itu banyak macamnya, diant kebutuh
1
2
Satu dari sekian banyak fasilitas umum yang mempunyai peranan dan kegunaan
yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari adalah toilet umum. Setiap gedung
untuk u mum lainnya pasti memiliki toilet. Namun, tidak seperti area lobi atau ruang
termasuksalah satu yang paling diingat orang ketika berkunjung ke su atu tempat.
Sayangnya, kesadaran untuk menjaga kebersihan toilet, apalagi toilet umum, masih
Menurut artikel yang ditulis Damayanti (2012), Pemerintah Indon esia telah
mengalokasikan sejumlah dana untuk pembuatan toilet yang bersih dan sehat. Tetapi
program pemerintah untuk toilet bersih tidak berjalan maksimal. Sep erti yang telah
untuk tu rut menjaga kebersihan toilet membuat Indonesia mendudu ki posisi ke-12
dari sekitar 18 negara di Asia yang memiliki kualitas toilet yang buruk. Kualitas buruk
toilet di Indonesia ini tentu berimbas pada citra buruk negara Indonesia.
setiap tanggal 19 November sebagai Hari Toilet Sedunia (Damayanti, 2012). Akan
tetapi sampai saat ini pernyataan itu belum bisa mengubah kesadaran masyarakat
dalam menjaga agar kualitas toilet umum tetap [Link] mengubah kesadaran
3
masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan dan menjaga agar fasilitas yang
ada di toilet umum agar tetap terawat masih sangat sulit. Dari kalangan masyarakat
biasa sampai masyarakat yang telah dikatakan terpelajar seperti mahasiswa masih
memiliki kesadaran yang rendah tentang pentingnya menjaga kual itas dari toilet
pihak pe ngelola, dan pihak lainnya belum berjalan dengan sei mbang dalam
Selain itu sampai saat ini Indonesia belum memiliki peraturan yang dengan
khusus mengatur tentang toilet umum dan kewajiban oleh pemerintah setempat
untuk pengadaa
nya. Penyediaan sarana toilet umum untuk perkantoran tela h diatur
dalam Keputusa
n Menteri Kesehatan RI No. 261/MENKES/SK/II/1 998
Tentang: an
Persyarat
Kesehatan Lingkungan Kerja. Namun dalam peraturan i ni
Sekaran Kecamat
an Gunungpati Semarang merupakan salah satu tempa t
bahwa jumlah toilet umum yang terdapat di kampus UNNES yaitu 194 unit dengan
2
total luas 2.306,26 m . Akan tetapi setelah dilakukan pengecekan secara langsung
bahwa jumlah toilet di Unnes ada 751 ruang toilet. Toilet umum ini tersebar di
berbagai macam gedung baik gedung perkantoran, ruang dosen, ruang kuliah dan
mahasiswa
ar ini
di terseb
8 fakultas yaitu 5.168 mahasiswa FIP, 5.934 mahasis wa
a PPs. No.45/PRT/M/2007
Pekerjaan Umum Menurut
diketahui bahwa Permen
untuk ruang
g seperti toilet atau WC umum harus memiliki luas 2
2
penunjan n untuk untuk jumlah mahasiswa 36.097 orang dengan lu m /25 orang.
Sedangkam2, maka untuk 25 orang hanya mendapatkan 1,6 m2. Artias toilet umum
2.306,26et umum di UNNES belum mencukupi standar luas yang t nya untuk total
oleh Perm
hasil observasi awal yang dilakukan pada tanggal 23-28
Dari bahwa di UNNES memiliki berbagai macam gedung antara l Oktober 2015
ruang rapat, ruang kuliah dan lain sebagainya. Selain itu, setiap gedung pasti
memiliki ruangan yang digunakan untuk kegiatan cuci tangan, BAB, BAK dan
kegiatan lainnya yang sering disebut dengan toilet. Berdasarkan hasil survei diketahui
bahwa s etiap gedung memiliki jumlah toilet yang berbeda-beda. Jika difakultas
khususnya pada gedung yang digunakan untuk perkuliahan mahas iswa memiliki
toilet umum minimal 12 ruang tergantung banyak bangunan gedung yang dimiliki.
bahwa j umlah toilet di gedung rektorat atau gedung H adalah 35 ruang yang terdiri
dari 8 ruang (4 ruang toilet laki-laki dan 4 ruang toilet perempua n) di lantai 1,
13ruang (7 ruang toilet laki-laki dan 6 ruang toilet perempuan) di lant ai 2, 8 ruang
(4 ruang let
toi laki-laki dan 4 ruang toilet perempuan) di lantai 3 dan 6 ruang (4
ruang toilet
an. perempu
Sedangkan untuk gedung UKM (Unit Kegiatan Mahasisw a)
an antara
dan toilet perempuan. toilet
Selain itu, berdasarkan survei y laki-laki
hususnya pada gedung yang digunakan untuk perkuliahan mahasiswa memiliki toilet
umum minimal
Setelah mengadakan survei secara langsung pada toilet umum di tiga gedung di
fakultas ilmu keolahragaan yaitu F2, F3, dan F4 dapat diketahui bahwa fasilitas yang
6
tersedia di setiap toilet belum sesuai dengan standart toilet yang baik. Pada ketiga
gedung tersebut terdapat 18 ruang toilet atau ruang WC yang terdiri dari 9 ruang
toilet laki-laki dan 9 ruang toilet perempuan. Toilet ini terdapat di lantai 1 sampai
lantai 3 dan masing-masing lantai memiliki 2 ruangan toilet (1 ruang toilet laki-
i 2, diketahuidan
dan 3 pemisahan
belum adanya toilet
antara toiletdilantai
laki 3
ang tidak
n. Selain itu, pada toilet-toilet yang telah disurvei bisa
masih ban digunaka
yak kekurangan
sing-masing ruangan pada yang t
toilet seperti tempat cuci tangan ma
idak berfungsi,
yang tidak selalu air bau yang
ada, pintu ruangan yang rusak, bersih
yaitu 25 mahasiswa (13 perempuan dan 12 laki-laki) dari fakulta s FIK dan 25
(20 mahasiswa FIK dan 22 mahasiswa FT) menyatakan bahwa sanitasi toilet
umum dikampus FIK dan FT kurang baik, hal ini karena fasilitas yang kurang
mencukupi seperti tidak ada tempat cuci tangan, sabun dan tissue atau lap tangan.
Selain itu, kebersihan toilet yang masih kurang menyebabkan kualitas toilet
umum dikampus
7
FIK dan FT belum baik. Setelah dilakukan wawancara kepada mahasiswa untuk
masalah kecukupan toilet yang ada di kampus FIK dan FT hasilnya adalah hampir 91
% menyatakan bahwa toilet yang ada dikampus mereka itu cukup. Akan tetapi
yang ada di FIK yaitu 18 ruang toilet dan di FT 60 ruang toilet d engan jumlah
mahasiswa FIK dan FT pada tahun ajaran 2015/2016 yaitu 8.415 ma h asiswa
(4.190 mahasis
wa FT dan 4.225 mahasiswa FIK) belum mencukupi, karena setiap
1 toilet diperunt
ukan untuk 1-25 orang. Selain itu, tidak semua toilet yang ada
dikampus
alam kondisi sanitasi yang baik danmereka
dapat digunakan, maka d
et duduk.
kukan survei Pada di gedung H diketahui
secara langsung toilet saat mela
ci tangan, lapsabun
ssue, tangan, ti
pencuci tangan dan perlengkapan toilet lainnya.
Diketahui bahwa salah satu prasyarat utama bagi Perguruan Ting gi untuk dapat
melaksanakan ketiga fungsi tersebut adalah sehat. Tanpa sehat, organisasi perguruan
tinggi tidak akan mampu mengemban fungsinya secara optimal dan tidak akan
ini meliputi sehat fisik, mental, maupun sosial. Dalam konteks perguruan tinggi
8
seperti Universitas Negeri Semarang, sehat secara fisik meliputi setidaknya empat
hal: sehat sumber daya manusia (SDM), sehat sarana prasarana, sehat manajemen,
dan sehat pelayanan. Untuk sehat sarana prasarana mengandung makna bahwa segala
sarana da n prasarana yang ada di Unnes harus dapat berfungsi deng an normal dan
Kesehat an SDM tidak cukup berfungsi meraih tujuan organisasi manakala fasilitas-
fasilitas p endukung lainnya dalam keadaan “sakit”. Sarana dan prasar ana yang
tidak sehat
kanbuhanya akan mengganggu proses pencapaian tujuan pe rguruan
tinggi, namun b
isa mengancam dan membahayakan individu-individu yang a da di
dalamnya (RENIP
UNNES 2010-2034). Dengan adanya pernyataan seperti itu, jika
Menurut laporan WHO tahun 2004 menyebutkan sekitar 1,8 juta penduduk
meninggal dunia setiap tahunnya karena menderita diare yang u mumnya balita
tingkat kelayakan penggunaan toilet gedung PKM yang ada di Untirta terhadap
pemenuhan kebutuhan fasilitas mahasiswa dengan standar yang masih rendah yaitu
nyaman saat menggunakan toilet di gedung PKM tersebut. Menurut penelitian yang
9
hygiene genitalia ialah jumlah kamar mandi yang terbatas dan kondisi kamar mandi
yang terbilang kotor dan tidak terawat. Sehingga kamar mandi atau toilet
akukan
rumah yang mel pengurasan tidak semuanya melakukan pengurasan y ang
karena nyamuk
uar masuk untuk hidup dan menetas telur-telurbebas
di dalamnya kel
air (Adyatma,
penampungan air yang tidak dirawat dengan baik akan menjadi tempat perindukkan
Menurut hasil studi pendahuluan yang dilakukan digedung FIK dan FT diketahui
bahwa sanitasi dikedua gedung tersebut belum memenuhi standar toilet yang ada di
Permen Pekerjaan Umum No.45/PRT/M/2007 karena hampir 73% ruang toilet tidak
memiliki fasilitas yang mencukupi dan kondisi sanitasi yang buruk. Selain itu juga,
masih banyaknya toilet yang berada di gedung UKM dan PKMU yan g masih kurang
perawatannya sehingga dari 12 ruang toilet hanya ada 6 ruang toilet y ang masih bisa
digunakan. Berdasarkan kebersihan, fasilitas toilet dan belum ada nya pemisahan
antara toi let laki-laki dan perempuan yang adadigedung E2 FT. Selai n itu, frekuensi
pengurasan bak air belum baik dan masih banyak bak air yang kotor.
Dengan demikian
toilet yang ada di gedung FIK, FT dan UKM memilik i
Untuk itu jika sanitasi toilet di kampus Universitas Negeri Se marang dalam
kondisi yang buruk seperti kondisi fisik bangunan yang tidak terawa t dengan baik,
bak pena
mpung air yang tidak sering dikuras dan air yang kot or maka akan
sakit dan akan mempengaruhi kualitas SDM yang [Link] itu juga dengan kondisi
pemeliharaan toilet yang ada di kampus Universitas Negeri Semarang masih belum
baik.
11
[Link] ini disebabkan karena dari segi kebersiha dan fasilitas yang tersedia masih
belum sesuai dengan standar sanitasi toilet umum yang ditetapkan oleh kementerian
ahun 2016.
1.3.2 TUJUAN KHUSUS
a. Memperoleh gambaran tentang kondisi fisik toilet yang ada dikampus
1.4.1 M ahasiswa
M let yang benar,
seetugas Kebersihan
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 L
ndasan teori
2.1.1 Pe
ngertianKampus
D ks atau
daerah
alam pengertian modern, kampus berarti, sebuah komple
pendidikan. Selain itu, kampus juga dianggap sebagai tempat b elajar karena
kampus mahasisw
a tak sekedar datang untuk kuliah, ujian, dan kumpul tetap i
ng kuliahkegiatan
dan berbagai
kampus.
instalasi listrik yang berdaya memadai dan instalasi, baik limbah domestik maupun
pekerjaan umum.
18
19
2.1.2 Sanitasi
a. Pengertian Sanitasi
Sanitasi menurut WHO, ialah suatu usaha untuk mengawasi beberapa faktor
lingkungan fisik yang berpengaruh kepada manusia terutama terhada p hal-hal yang
mempun yai efek merusak perkembangan fisik, kesehatan, dan kelangsungan hidup.
P engertian Sanitasi yang dikemukakan oleh Elher dan Stell adalah usaha-
ada dala m lingkungan fisik yang memberikan pengaruh buruk terh adap kesehatan
s, baik secara
r, maupun
membaya
tidak.
menjalankan aktivitas hidup sehari-hari agar terhindar dari ancaman penyakit yang
dengan tujuan untuk memantau sanitasi tempat-tempat umum secara berkala dan
untuk m embina serta meningkatkan peran aktif serta masyarakat dalam menciptakan
penularanpencemaran
penyakit, lingkungan, ataupun gangguan kesehatan lainny a.
meriksaan sanitasiatau
Pengawasan terhadap tempat-tempat umum dil pe
mum yang
tempat layanan u intensitas jumlah waktu dan kunjungannya tingg i.
yanansarana
Tempat atau umumlaantara lain hotel, kolam renang, pasar, salon, pan ti
pijat, tempat
erminal, tempat ibadah, wisata,
bangunan pendidikan, dan lain-lain (C t
handra, 2007).
Sarana dan bangunan umum merupakan tempat dan atau alat yang
dipergunakan oleh masyarakat umum untuk melakukan kegiatannya, untuk itu perlu
sejahtera dari badan, jiwa dan sosial, yang memungkinkan penggunanya hidup dan
2003 yaitu:
pesantren,
ndominiumco atau apartemen, rumah susun dan sejenisnya.
atau
ngya
sejenisnya.
kapal pe
numpang, kapal ferry penumpang, kereta api dan sejenis.
transmigrasi, l
embaga permasyarakatan, sekolah dan sejenis.
2.1.3 Toilet
a. Pengertian Toilet
Toilet adalah fasilitas sanitasi untuk tempat buang air besar dan kecil, tempat
1. Peruntukan
2. Kegunaan
membersihkan toilet.
c. Kelengkapan Ruang
a) Urinal
a) Wasatafel.
b) Cermin
g) Bak Pencuci
(Kemenbudpar, 2004)
No.
(1)
1. Le
2. Lu 2 orang bisa
3. Ja
d
4. Le dahkan keluar
ca
5. K
6.
7. K (2) (3)
u bar pintu masuk utama 90 cm
8. K as bilik 90 cm x 150 cm, minimal
pe masuk secara bersamaan
9. Jarak antara pintu dan tempat 80 cm
10. Jauduk toilet
11. bar antara
Jarak pintuurinoir
toilet penyandang 100-120
80 cm cm untuk memu
cat masuknya kursi roda
12. Tinggi urinoir dari lantai 43,80 cm
etinggian duduk WC 35,6-38 cm
13. Lebar dinding pemisah untuk 45 cm
ang gerak untuk penyandang
urinoir 180 cm (lebar ruangan)
cat
14. Ketinggian dinding pemisah 105 cm
etinggian pegangan di dinding 60-80 cm
ntuk penyandang cacat
etinggian duduk WC untuk 45 cm
nyandang cacat
rak antara bilik dan dinding 70 cm
rak antara bilik dan wastafel 120 cm
untuk urinoir
15. Daun pintu kompartemen WC
membuka keluar
Sistem P ambing-2000.
Indonesiama
bekerjasa
dengan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata yaitu:
Toilet umum harus memiliki sistem ventilasi yang baik agar t empat tersebut
tidak m enjadi sarana bagi tumbuh dan berkembanganya bakteri dan jamur. Apabila
posisi ruangan tidak memungkinkan untuk dibuat bukaan ventilasi m aka harus ada
alternatif membuang udara dari dalam dengan exhaust fan. Menurut Kemenkes RI
bahan kedap air dan mudah [Link] sampah itu bertutup yang mudah
dibuka dan tidak mengotori tangan. Tempat sampah sering dibersihkan agar tidak
dari bahandap
keair dan mudah dibersihkan. Tempat sampah itu bertutu p yang
enular penyakit
Sebaiknya ada tempat sampah khusus untuk pembalut. (Keme (vektor).
nbudpar,2004)
teria tempat sampah yang baik:
Kri
1) Kuat pat sampah haruslah terbuat dari material yang kuat, sehing
Tem r. Hal ini penting agar sampah di dalamnya tidak tercecer ga tidak
mudah
pat boco
pembuangan sampah akhir. saat
dibawa ke tem
mpunyai tutup
Tem
tup. Fungsi dari tutup pada tempat sampah adalah sebagai pe dah dibuka
danma
ditutidak sedap dari sampah yang mulai membusuk tidak me nahan bau
agar aro
ampah merupakan polusi udara yang berpotensi menganggu nyebar.
Karena bau s
3) Ringan
Bobot tempat sampah yang ringan akan memudahkan saat akan dibersihkan
Maksud dari terpisah di sini adalah agar sampah organik yang cenderung lebih
penanganan khusus agar dapat didaur ulang, sehingga sampah-s ampah tersebut
(htt ://[Link])
Air bersih harus tersedia dengan cukup baik untuk menyiram k otoran maupun
Negeri Nomor 23 Tahun 2006 tentang Pedoman Teknis dan Tata C ara
Minum
Pengaturan Tarif pada
Air Perusahaan Daerah Air Minum BAB I ketentu an
umum Pasal
8 menyatakan bahwa: “Standar Kebutuhan Pokok Air
kebutuh sar satuan volume lainnya yang ditetapkan Iebih lanjut olel iter/orang/hari,
Dinas PUencahayaan
[Link] P
menciptakan suasana yang lebih lembut dan ramah. Menurut Kemenkes RI nomor
829/Menkes/SK/VII/ 1999 untuk standar minimal pencahayaan ruangan yang baik
diperlukan sistem pencahayaan yang tepat sesuai dengan kebutuh annya. Sistem
yaitu:
Pada sistem ini 90-100% cahaya diarahkan secara langsung ke benda yang
perlu diterangi. Sistem ini dinilai paling efektif dalam mengatur penc ahayaan, tetapi
Untuk efek yang optimal, disarankan langi-langit, dinding serta b enda yang
ada didalam
uangan perlu diberi warna cerah agar tampak menyegarkan.
Pada sistem ini 60-90% cahaya diarahkan langsung pada be nda yang perlu
ini kele mahan sistem pencahayaan langsung dapat dikurangi. Diketahui bahwa langit-
langit dan dinding yang diplester putih memiliki effiesiean pemantulan 90%,
Pada sistem ini setengah cahaya 40-60% diarahkan pada benda yang perlu
pencahayaan sistem ini termasuk sistem direct-indirect yakni memanc arkan setengah
cahaya ke bawah dan sisanya keatas. Pada sistem ini masalah bayanga n dan kesilauan
masih ditemui.
Pada sistem ini 60-90% cahaya diarahkan ke langit-langit dan dinding bagian
optimal disaranka
n langit-langit perlu diberikan perhatian serta dirawat den gan
5). Siste ada sistem ini 90-100% cahaya diarahkan ke langit-langit dan
atas kempat menjadi sumber cahaya, perlu diberikan perhatian dan pe seluruh
meliharaan yang
n kerugiannya mengurangi baik. total yang jatuh p
effisien cahaya Ke
Limbah cair dan tinja toilet harus dibuang di septic tank secara komunal yang
dilengkapi dengan bak [Link] dan tinja tidak boleh dibuang atau dialirkan
(sumur).
telah ditetapka
n oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata adalah sebag ai berikut:
a. Kebersihan Toilet
b). Tersedia bahan pembersih seperti: air dan atau kertas toilet.
d). Tidak berbau dan tinja tidak dapat dijamah oleh serangga dan tikus.
h). Permukaan dinding yang terkena air terbuat dari bahan kedap ir yang terbuat
i). Langit-langit bersih dan terang dengan tinggi minimal 220 cm.
j). D apat dilengkapi dengan tanaman hias atau gerbera yang p at menghisap
racun atau bau dalam ruangan, seperti daun sri rezeki dan jenis bunga potong,
2). Tersedia petunjuk atau himbauan operasional peralatan atau fasilitas toilet umum,
seperti:
3). Rekomendasi:
1) Air bersih untuk cuci tangan dan pembersih perturasan gan sistem
tap
den tekan).
(
ir pengelontor diguanakan agar jumlah air pengelontor yang
2) A keluar
au penuh sesuai kebutuhan.
setengah at
c. Sistem Limbah
Standar minimal:
1) Limbah cair dan tinja dari toilet tidak mencemari air tanah, tanah dan air
ermukaan.
2) Limbah cair dan tinja yang telah diolah melalui tangki septic dan saluran atau
3) Lumpur tinja dari tangki septic harus diolah pada sarana Instalasi Pengolahan
Lumpur Tinja (IPLT). Lumpur tinja yang belum diolah pada sarana IPLT
d. Pemeliharaan Toilet
Cara merawat toilet umum adalah dengan melakukan pembersihan secara rutin
dan berkala sesuai dengan jumlah pengunjung, perawatan kloset di ot ilet dilakukan
kloset dan flush klose tersebut. Dengan cara ini maka titik-titik air kotor tidak
terlontar ke atas sampai dengan 20 cm yang akan terjadi jika mem-flush sebelum
toilet yang ada akan tetap terjaga. Pada saat melakukan pembersihan toilet harus
dilakukan pemeliharaan kondisi fisik toilet seperti melakukan pengece tan ulang pada
merenovasi
isik bangunan apabila telah mengalami kerusakan.
anggaran annya dapat berjalan dengan [Link] itu, perlu adanya pe agar dalam
Di Lingkung
liharaan toilet dilakukan minimal 3 kali sehari pada hari kerja
Fasilitas Keterangan
(1)
sampah
c) Mencuci tempat sampah dengan bahan desinfektan atau sabun yang
mengandung desinfektan
d) Mengisi tempat tissue dengan paper towel atau ganti dengan handuk kering
yang bersih
- Menyiram dengan air agar kotoran dan sisa cairan pembersih tidak
- Membersihkan bagian lain dari kloset seperti tempat duduk, penutup, dan
lain-lain.
f) embersihkan urinoir
kotoran hilang
- Menggosok mulai dari permukaan bagian dalam sampai bawah
air seni
- Membersihkan bagian bawah dari leher bawah urinoir untuk jenis urinoir
gantung.
merata
- Mengelap bagian bingkai cermin yang terbuat dari kayu dengan bahan
oil. Untuk jenis bingkai yang mengalami proses finishing dengan cat,
gunakan air dengan sedikit zat pembersih yang tidak merusak cat. Untuk
bingkai dengan finishing bahan metal, gunakan sejenis bahan braso, atau
bahan pembersih
Sanitasi toilet yang buruk dapat menimbulkan berbagai macam penyakit yang
dapat merugikan seperti diare, typus, penyakit kulit, DBD, dan penyakit-penyakit
lainnya.
a. iare
mulas, meningka
tnya frekuensi buang air besar, dan konsentrasi tinja yang encer.
. freundii,
ia, Aerobacter aerogenes), E.
kolera, shigellosis, salmonellos intermed
lainnya.
enularannya bisa dengan jalan tinja mengontaminasi m
P ak anan secara
langsung ataupun tidak langsung (lewat lalat). Untuk beberapa jenis bakteri,
[Link] tetapi, secara umum manusia dapat juga menjadi sumber penularan
dari orang ke orang. Selain itu, makanan juga dapat terkontaminasi oleh
mikroorganisme patogen akibat lingkungan yang tidak sehat, di mana-mana ada
[Link] yang dibawa oleh lalat yang hinggap pada tinja, karena buang a ir besar (BAB)
b. Penyakit Kulit
Penyakit kulit biasa dikenal dengan nama kudis, skabies, g udik, budugen.
Penyakitkulit ini adalah bisa disebabkan karena penggunaan air yan g kurang bersih
dalam a ktivitas sehari-hari. Air yang kotor pada umumnya di gunakan untuk
perkembangbiakan jenis bakteri yang dapat mengganggu kesehatan. P enyakit kulit ini
akan sangat merugikan bagi penderitanya. Selain itu, penyakit k ul it juga akan
menjadi penyakit yang berbahaya jika penanganannya tidak dilakukan dengan baik.
c. emam Tifoid
Demam tifoid disebut juga dengan Typus abdominalis atau typoid fever.
Demam tipoid ialah penyakit infeksi akut yang biasanya terdapa t pada saluran
pencernaan (usus halus) dengan gejala demam satu minggu atau lebih disertai
gangguan pada saluran pencernaan dan dengan atau tanpa gangguan kesadaran.
Demam tifoid disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi atau Salmonella paratyphi
dari Genus Salmonella. Kuman Salmonella typi masuk tubuh manusia melalui mulut
dengan makanan dan air yang tercemar. Sebagian kuman dimusnakan oleh asam
lambung. Sebagian lagi masuk ke usus halus dan mencapai jaringan limfoid plaque
perdarahan dan perforasi intestinal dapat terjadi. Kuman Salmonella Typi kemudian
menembus ke lamina propia, masuk aliran limfe dan mencapai k elenjar limfe
limfe ini salmonella typi masuk ke aliran darah melalui ductus thor acicus. Kuman
salmonella typi lain mencapai hati melalui sirkulasi portal dari usus.
Salmonella typi bersarang di plaque peyeri, limpa, hati dan bag ian-bagian lain
demam tifoid disebabkan oleh endotoksemia. Tapi kemudian berdasar kan penelitian
typi berperan
pada patogenesis demam tifoid, karena membantu ter jadinya
proses inflamasi
lokal pada jaringan tempat salmonella typi berkembangbiak .
G am tifoid
gangguan [Link] tifoid dapat menginfeksi semua orang dan tidak ada
Keputihan pada dasarnya dapat digolongkan menjadi dua golongan yaitu keputihan
normal (f isiologis) dan keputihan abnormal (patologis). Keputihan fisio logis adalah
keputihan yang biasanya terjadi setiap bulannya, biasanya mun cul menjelang
menstruasi atau sesudah menstruasi ataupun masa subur. Keputihan patologis dapat
disebabkan oleh infeksi biasanya disertai dengan rasa gatal di dalam v agina dan di
sekitar bibir vagina bagian luar. Yang sering menimbulkan keputihan ini antara lain
bakteri, virus, jamur atau juga parasit. Infeksi ini dapat menjalar da n
menimbulkan
an ke saluran kencing, sehingga menimbulkan rasa pedih s peradang
oleh vir us dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti, yang mana
menyeba
bkan gangguan pada pembuluh darah kapiler dan pada sist em pembekuan
Dengue memiliki masa inkubasi selama 3-15 hari sejak seseorang terserang virus
dengue. Selanjutnya penderita akan menampakkan berbagai tanda dan gejala demam
sebagainya.
[Link]
an toilet kurang baik maka bak yang berisi air ditoilet terseb pengelola
ut rindukanbisa
nyamuk aedes aegypti.
menjadi
Sehingga penyakittempat
DBD ya pe
ng dibawaedes
olehaegypti
nyamuk akan
a mudah menyebar.
2.2 Kerangka Teori
Sanitasi
San Petunjuk
pergurua Operasional
penggunaan
toilet
Siste
Pen
Sanitasi Toilet
Kampus
91
BAB VI
SIMPULAN DAN SARAN
6.1 Simpulan
sebagai erikut :
1. Kondisi fisik toilet yang ada dikampus Universitas Negeri Semarang tahun 2016
sebanyak 662 ruang toilet memiliki kondisi fisik baik. Hal dikarenakan sebanyak
83,2% ruangan toilet (625 ruang toilet) memiliki ventilasi dengan ukuran 10-15%
luas lantai, 86,4% ruangan toilet (656 ruang toilet) dengan pencahayaan yang
baik, dan 93,7% ruangan toilet (704 ruang toilet) pembuangan li mbah cair dan
2. Sanitasi toilet kampus yang ada dikampus Universitas Negeri Semarang tahun
2016sebanyak 46,3% atau sebanyak 348 ruang toilet sudah mem enuhi 6 kriteria
sanitasi toilet yang ditetapkan oleh Kementerian dan Kebudayaan tahun 2004.
oleh petugas Cleaning Sevice dan pembersihan toilet dilakukan sebanyak 2 kali
91
92
6.2 Saran
Peraturan Rektor tentang sanitasi lingkungan yang jelas, khusus nya tentang
sampah, (3) Penyediaan air, (4) Pencahayaan, (5) Pembuangan limbah cair
2). Ma mpu menyediakan fasilitas sanitasi yang baik kepada mahasi swa dan warga
yang beraktivitas di tempat tersebut berupa toilet kampus y ang bersih dan
nyaman dan adanya pemisahan antara toilet laki-laki dan toilet perempuan
yang jelas.
3). Bagi Kasubbag. Umum dan kepegawaian untuk gedung fakultas dan Kasubbag.
Rumah Tangga Unnes untuk gedung rektorat dan seki tarnya dapat
diwilayah
rjanya. ke
Bagi petugas kebersihan agar mampu menjalankan tugas pokok dan fungsinya
tidak membuang sampah dikloset dan tidak merusak fasilitas toilet yang tersedia.
urang.
94
DAFTAR PUSTAKA
Asosiasi Toilet Indonesia (ATI), 2006, Latar Belakang Pembentukan Asosiasi Toilet
Indonesia, ATI, diakses dari [Link] [Link]
pada
anggal 10 Juni 2016.
t
Azmy Mufida. 2011. Gambaran Faktor Yang Mempeng
Amalia, iare Pada Anak Usia Sekolah (6-12 Tahun) Di Sd Negeriaruhi Kejadian
Dlitar. Ilmu Keperawatan Universitas Airlangga. Su korejo
Kota
riani, Rahma dkk. Faktor-Faktor yang Berhubungan denga
B
Jamban Keluarga dan Kejadian Diare di Desa Tual
Ayu PebKecamatan Bambel Kabupaten Aceh Tenggara Tahun 2012. n
Penggunaan
kreditasi Institusi Perguruan Tinggi Universitas Negeri Se
ang Sembilar
012. Semarang. [Link]
g UNSU
akses tanggal 3 Juni 2016.
Borang A marang
Tahun ti, [Link] Umum. [Link]
2 -[Link].
Din, Ruly. Identifikasi Kesetaraan Nilai Antara Pusat Perbela
City dengan Toilet Umum Di Dalamnya. FSRD ITB
Diana Hspitasari, Dinarjati. 2009. Dampak Pencemaran Air terha Tanah Akibat
Lingkungan dalam Perspektif Hukum Lingkungan (Studi Kas i Kasus Banjar
P
U olume 5, No. 2,
A
Hendlyana, Yeni dkk. 2012. Pengelolaan Sanitasi Toilet Umum dan Analisis
Kandungan Candidi Albicans pada Air Bak Toilet Umum di Beberapa Pasar
Tradisional Kota Medan Tahun 2012. FKM USU Medan
94
95
Irdianty, Eka. 2011. Studi Deskriptif Sanitasi Dasar Di Tempat Pelelangan Ikan
Lempasing Teluk Betung Bandar Lampung Tahun 2011. FKM UI Depok
Kementerian Pekerjaan Umum. 2011. Pedoman Pengelolaan Air Lim bah Perkotaan
dan Perumahan Di Lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum. Direktorat
Jenderal Cipta Karya.
Laila Fitria, dkk. 2008. Kualitas Udara dalam Ruang Perpustakaan Universitas X
ditinjau dari Kualitas Biologi, Fisik dan Kimiawi. Makara
Kesehatan,
olume 12, No. 2, Desember 2008, hlm. 77-83.
V
ko.2004. Kaitan Sistem Ventilasi Bangunan dengan
Moerdjo Mikroorganisme Udara. Arsitektur (UT), Volume 32, No. 1, Keberadaan
9-94. Juli 2004, hlm.
Baranti Kabupaten Sidrap Tahun 2013. FKM UMI, UIN Alauddin Makasar.
Volume 7, No. 1 Tahun 2014.
Sandriana, dkk. 2014. Perilaku Personal Hygiene Genitalia Santriwati Di Pesantren
Ummul Mukminin Makassar Sulawesi Selatan. PKIP FKM Universitas
Hasanuddin.
Sistem Informasi Akademik Terpadu (Sikadu) UNNES Tahun 2016.
SNI 03-6572-2001. Tata cara perancangan sistem ventilasi dan pengk ondisian
udara ada bangunan gedung.
p
575-2001. Tata cara perancangan sistem pencahayaan buatan
SNI 03-6gedung. pada
Tambuwn, Daniel Yerisa. 2013. Hubungan Antara Kualitas Sarana kejadian diare
p umah Dan Perilaku Sehat Dengan Kejadian Demam Typhnado. Fakultas
Kerja Puskesmas Ngaliyan Kota Semarang. Volume 12,
K i 2015.
NDIP.
Yonatha & Prasarana
R oid Di Wilayah
No. 1. FKM
U
[Link] diakses tanggal 8 November 2016
[Link]
muncul-akibat-kurangnya-menjaga-kebersihan-dan-kesehatan/. Di akses
tanggal 20 Juni 2016
97