0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
29 tayangan1 halaman

Kekuatan Gaya Antarmolekul dalam Senyawa

1. Cis-1,2-dikloroetilena memiliki gaya antarmolekul yang lebih kuat karena sifat polaritasnya yang disebabkan oleh atom klorin elektronegatif pada satu sisi molekul. 2. Senyawa o-hidroksibenzoat memiliki tekanan uap yang lebih besar dari p-hidroksibenzoat karena membentuk ikatan intramolekul yang lebih kuat daripada ikatan intermolekul. 3. Ikatan hidrogen p

Diunggah oleh

serly
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
29 tayangan1 halaman

Kekuatan Gaya Antarmolekul dalam Senyawa

1. Cis-1,2-dikloroetilena memiliki gaya antarmolekul yang lebih kuat karena sifat polaritasnya yang disebabkan oleh atom klorin elektronegatif pada satu sisi molekul. 2. Senyawa o-hidroksibenzoat memiliki tekanan uap yang lebih besar dari p-hidroksibenzoat karena membentuk ikatan intramolekul yang lebih kuat daripada ikatan intermolekul. 3. Ikatan hidrogen p

Diunggah oleh

serly
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Yang memiliki gaya antar molekul yang lebih kuat adalah cis-1,2-dikloroetilena karena cis

bersifat polar sedangkan trans bersifat nonpolar. Dimana ketika molekul yang cis, dua atom
klorin elektronegatif berada disalah satu sisi molekul. Sehingga sisi molekul akan memiliki
sedikit muatan negatif sementara sisi lain akan memiliki muatan sedikit positif.

Senyawa o-hidroksibenzoat memiliki tekanan uap yang lebih besar daripada p-hidroksibenzoat
dimana perbandingan tekanan uap o-hidroksibenzoat dengan p-hidrokibenzoat adalah 1320:1
karena senyawa o-hidroksibenzoat membentuk ikatan hidrogen intramolekul sedangkan p-
hidroksibenzoat membentuk ikatan intermolekul serta kekuatan gaya intramolekul lebih besar
daripada gaya intermolekul sehingga tekanan uap yang diperlukan untuk memutuskan gaya tarik
antarmolekulnya akan memerlukan energi yang lebih sedikit dimana tekanan uap cairan
bergantung pada gaya antarmolekul. Ketika dalam cairan kuat, tekanan uap akan menjadi rendah.

Ikatan hidrogen pada dimer air lebih lemah daripada ikatan hidrogen pada dimer fluorida karena
seperti diketahui bahwa kekuatan ikatan hidrogen sangat dipengaruhi oleh perbedaan
elektronegativitas antara atom-atom dalam molekul. Dimana semakin besar perbedaan
elektronegativitasnya maka akan semakin besar ikatan hidrogen yang terbentuk. Oleh karena itu
apabila dilihat dari elektronegativitasnya maka ikatan hidrogen pada dimer fluorida lebih besar
atau lebih kuat daripada ikatan hidrogen pada dimer air.

Gliserol memiliki viskositas yang lebih tinggi dibandingkan air yaitu viskositas gliserol=1,5
kg/ms dan viskositas air=0,001 kg/ms karena resultan dalam senyawa non polar hanya bekerja
gaya London yang lemah tetapi jika gaya London yang dimilikinya dalam jumlah banyak maka
resultannya akan lebih besar. Gliserol lebih kental daripada air karena viskositasnya lebih besar,
dimana gliserol adalah senyawa kovalen non polar sehingga gaya yang bekerja antar molekulnya
hanya gaya London sehingga semestinya viskositasnya rendah sedangkan air adalah senyawa
kovalen polar maka gaya yang bekerja antar molekulnya adalah ikatan hidrogen dan gaya
London sehingga viskositasnya seharusnya besar. Tetapi viskositas gliserol lebih besar daripada
air hal ini disebabkan karena jumlah gaya London yang bekerja antara molekul gliserol
jumlahnya banyak sehingga gaya London yang dimiliki oleh gliserol menjadi lebih kuat
dibandingkan ikatan hidrogen yang dimiliki air.

Anda mungkin juga menyukai