0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
30 tayangan19 halaman

Perencanaan Kapasitas untuk Optimalisasi Produksi

Dokumen tersebut membahas tentang pengertian kapasitas dan perencanaan kapasitas. Kapasitas adalah kemampuan produksi suatu unit dalam waktu tertentu yang dinyatakan dalam output per satuan waktu. Perencanaan kapasitas bertujuan untuk memenuhi permintaan dengan mempertimbangkan kapasitas desain, efektif, dan aktual. Perencanaan kapasitas membutuhkan peramalan permintaan di masa depan. "

Diunggah oleh

Putu Kristina Dewi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
30 tayangan19 halaman

Perencanaan Kapasitas untuk Optimalisasi Produksi

Dokumen tersebut membahas tentang pengertian kapasitas dan perencanaan kapasitas. Kapasitas adalah kemampuan produksi suatu unit dalam waktu tertentu yang dinyatakan dalam output per satuan waktu. Perencanaan kapasitas bertujuan untuk memenuhi permintaan dengan mempertimbangkan kapasitas desain, efektif, dan aktual. Perencanaan kapasitas membutuhkan peramalan permintaan di masa depan. "

Diunggah oleh

Putu Kristina Dewi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Seiring dengan meningkatnya persaingan, dalam mencapai tujuan utama
yaitu memperoleh keuntungan, perusahaan adanya pengharapam akan berumur
panjang dan selalu berkembang mencapai kemajuan yang paling maksimal. Oleh
karena itu semua perusahaan di tuntut untuk selalu dapat memenuhi semua
kebutuhan konsumen sesuai dengan bidang usahanya masing-masing terutama
dalam hal kualitas baranng yang baik serta waktu penyelesaian produksi yang
cepat.

Dalam  usaha untuk memenuhi kebutuhan konsumennya tersebut, sering


kali perusahaan di hadapkan oleh berbagai masalah seperti terbatasnya faktor-
faktor produksi. Sehingga dalam suatu produksi di butuhkan keperhatian terhadap
ketersediaan kapasitas yang ada. Perencanaan kapasitas di anggap sebagai suatu
hal yang penting dalam menentukan kapasitas yang harus di butuhkan dalam
suatu perusahaan tersebut. Merancang suatu kapasitas adalah tahapan pertama
yang harus dilakukan sebelum perusahaan memutuskan suatu produk baru atau
perubahan jumlah volume produk.

Kapasitas yang tidak sesuai dapat menyebabkan kehilangan pelanggan dan


menghambat pertumbuhan perusahaan. Sementara kelebihan kapasitas dapat
menguras sumber daya perusahaan dan menghambat melakukan investasi dalam
kegiatan-kegiatan yang lebih menguntungkan. Dari berbagai macam kapasitas
sumber daya yang dimiliki, perusahaan selalu berusaha untuk mendapatkan
kapasitas produksi yang optimal atau sering disebut sebagai luas produksi
optimal, yaitu jumlah dan jenis produksi yang harus dihasilkan, yang dapat
menghasilkan laba maksimum atau biaya minimum. Perencanaan kapasitas juga
disebut sebagai kegiatan penentuan dan pembaharuan kebutuhan-kebutuhan

1
kapasitas. Dalam makalah kali ini, penulis akan membahas mengenai perencanaan
kapasitas.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa pengertian dari kapasitas?
2. Apa yang dimaksud dengan perencanaan kapisitas?
3. Apa yang dimaksud dengan anlisis titik impas?
4. Apa manfaat dari menerapkan pohon keputusan?
5. Apa yang dimaksud dengan investasi yang dipicu oleh startegi?

1.3 Tujuan Penelitian


1. Untuk mengetahui pengertian dari kapasitas
2. Untuk memahami perencanaan kapasitas
3. Untuk mengetahui yang dimaksud dengan analisis titik impas
4. Untuk mengetahui manfaat dari penerapan pohon keputusan
5. Untuk mengetahui bagaimana investasi yang dipicu oleh startegi

1.4 Manfaat Penelitian


1. Dapat memperluas wawasan mengenai pengertian dari Kapasitas
2. Sebagai informasi mengenai pentingnya perencanaan kapasitas
3. Sebagai pedoman dalam memahami analisis titik impas
4. Menambah pengetahuan tentang manfaat penerapan pohon keputusan
5. Sebagai informasi mengenai apa yang dimaksud dengan investasi yang dipicu
oleh strategi
6. Sebagai tugas dalam mata kuliah Manajemen Operasional

2
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Kapasitas

Kapasitas (capacity) adalah hasil produksi (throughtphut), atau jumlah


unit yang dapat ditahan, diterima, disimpan, atau diproduksi oleh sebuah fasilitas
dalam suatu periode waktu tertentu. Kapasitas mempengaruhi sebagian besar
biaya tetap. Kapasitas juga menentukan apakah permintaan dapat dipenuhi, atau
apakah fasilitas yang ada akan berlebih. Jika fasilitas terlalu besar, sebagian
fasilitas akan mengenggur dan akan terdapat biaya tambahan yang dibebankan
pada produk yang ada atau pelanggan. Jika fasilitas terlalu kecil, pelanggan
bahkan pasar keseluruhan akan hilang. Oleh karena itu, penetapan ukuran
fasilitas sangat menentukan  tujuan pencapaian tingkat pemanfaatan yang tinggi
dan tingkat pengembalian investasi yang tinggi.

Perencanaan Kapasitas dapat Dilihat dalam tiga Horizon waktu :

a. Kapasitas jangka pendek (< 3 bulan)

Perencanaan kapasitas jangka pendek - kurang dari tiga bulan. Ini


dikaitkan pada proses penjadwalan harian atau mingguan dan menyangkut
pembuatan penyesuian - penyesuian untuk menghapus ‘’variance’’ antara
keluaran yang direncanakan dan keluaran nyata. keputusan perencanaan
mencakup alternatif - alternatif seperti kerja lembur, pemindahan personalia,
penggantian routing produksi

b. Kapasitas jangka menengah (3-18 bulan)

3
Perencanaan kapasitas jangka menengah ( intermediet range ) rencana-
rencana bulanan atau kuartalan untuk 3 sampai 18 bulan yang atau akan datang.
Dalam hal ini, kapasitas juga bervariasi karena alternatif-alternatif seperti
penarikan tenaga kerja, pemutusan kerja, peralatan-peralatan bukan utama.
Perencanaan kapasitas jangka menengah merupakan perencanaan dengan
tenggang waktu 3 hingga 8 bulan. Berbeda dengan perencanaan kapasitas jangka
pendek yang hanya berfokus pada penggunaan kapasitas yang ada. Pada jangka
menengah perusahaan melakukan dua pendekatan, yaitu mengoptimalkan
kapasitas yang ada dan mencoba perlahan mengubah kapasitas yang ada. Dalam
menggunakan kapasitas, perusahaan dapat melakukan penambabhan karyawan
atau pembuatan persediaan. Sedangkan pendekatan mengubah kapasitas,
dilakukan dengan subkontrak, menambah peralatan atay menambah shift.

c. Kapasitas jangka panjang  (>1 tahun)

Perencanaan kapasitas jangka panjang (long time) – lebih dari satu tahun.


Di mana  sumber daya produktif memakan waktu lama untuk memperoleh atau
menyelesaikan, seperti bangunan, peralatan atau fasilitas. Perencanaan kapasitas
jangka panjang memerlukan partisipasi dan persetujuan manajemen puncak.

Kapasitas adalah kemampuan pembatas dari unit produksi untuk


berproduksi dalam waktu tertentu, dan biasanya dinyatakan dalam bentuk
keluaran (output) per satuan waktu.
Lebih jelasnya pengertian kapasitas dapat dilihat dari tiga perspektif, yaitu :

 Kapasitas Desain : Merupakan output yang maksimum secara teori


pada suatu sistem dalam suatu periode waktu tertentu berdasarkan
pada kondisi idealnya.

 Kapasitas Efektif :  Merupakan kapasitas yang mana suatu perusahaan


mengharapkan untuk mencapai hambatan operasional yang tersedia
saat ini. Kapasitas efektif sering kali lebih rendah daripada kapasitas

4
desain karena fasilitas yang ada mungkin telah didesain untuk versi
produk sebelumnya atau bauran produk yang berbeda daripada yang
sekarang sedang diproduksi.     

 Kapasitas Aktual : Menunjukkan output nyata yang dapat


dihasilkan oleh fasilitas produksi. Kapasitas aktual sedapat mungkin
harus diusahakan sama dengan kapasitas efektif.

Dua pengukuran kinerja sistem khususnya berguna untuk pemanfaatan dan


efisiensi. Pemanfaatan ( utilization ) adalah presentase desain kapasitas yang benar-
benar dicapai. ( Efisiensi ) adalah presentase dari kapasitas yang efektif yang benar-
benar dicapai. Bagaimana fasilitas digunakan dan dikelola akan menentukan sulit
tidaknya mencapai 100% efisiensi. Para manajer operasional cenderung dievaluasi
pada tingkat efesiensinya. Kunci untuk meningkatkan efisiensi sering kali ditemukan
dalam memperbaiki permasalahan mutu dan dalam pengaturan penjadwalan,
pelatihan, dan pemeliharaan yang efektif. Pemanfaatan dan efisiensi dapat dihitung
dengan rumus dibawah ini :

                        Output Aktual


Pemanfaatan =   
 ( Utilisasi )                Kapasitas design

                        Output Aktual


Efisiensi =  
                        Kapasitas efektif

Perbedaan antara kapasitas dari sebuah organisani dan permintaan dari


seluruh pelanggan adalah mengenai ketidakefisien, begitu juga ketika sumber
tidak dapat digunakan atau tidak dapat dipenuhi oleh customer. Permintaan untuk
kapasitas sebuah organisasi bervariasi berdasarkan perubahan produk yang

5
tersedia, seperti peningkatan dan penurunan kuantitas produksi dari produk yang
tersedia, atau menciptakan produk yang baru. Penggunaan yang terbaik dari
kapasitas yang tersedia dapat memenuhi pembaharuan dalam overall equipment
effectiveness (OEE). Kapasitas dapat meningkat melalui pengenalan teknik baru,
peralatan dan bahan, penambahan jumlah tenaga kerja atau mesin, peningkatan
jumlah jam kerja, atau penyediaan fasilitas produksi.

2.2 Perencanaan Kapasitas

Perencanaan kapasitas adalah proses untuk memutuskan kebutuhan


kapasitas produksi oleh perusahaan untuk mempertemukan perubahan permintaan
setiap produk. Tujuan perancanaan kapasitas adalah pencapaian tingkat utilitas
tinggi dan tingkat pengembalian investasi yang tinggi, dimana penetapan ukuran
fasilitas sangatlah menentukan. Merancang suatu kapasitas adalah tahapan
pertama yang harus dilakukan sebelum perusahaan memutuskan suatu produk
baru atau perubahan jumlah volume produk. Besar kapasitas menentukan
rancangan sebuah fasilitas baru atau perluasan fasilitas. Menentukan kebutuhan
kapasitas masa depan bisa menjadi prosedur yang rumit, yang sebagian besar
didasarkan pada permintaan di masa yang akan datang.  Jika permintaan barang
dan jasa dapat diramalkan dengan tingkat ketepatan yang memadai, maka
penentuan kebutuhan kapasitas dapat langsung dilakukan. 

Penentuan kapasitas biasanya membutuhkan dua tahap, yaitu :

1.      Tahap pertama, permintaan masa depan diramalkan dengan model tradisional


2.      Tahap kedua, peramalan ini digunakan untuk menentukan kebutuhan
kapasitas serta peningkatkan ukuran untuk setiap penambahan kapasitas. 
            Yang menarik, pertumbuhan permintaan biasanya terjadi secara bertahap
dalam unit yang kecil, dimana penambahan kapasitas biasanya terjadi secara
serentak dan dalam unit yang besar.  Pertentangan ini sering menyulitkan
perluasan kapasitas.

6
2.3 Analisis Titik Impas

Analisis titik impas merupakan alat penentu untuk menetapkan kapasitas


yang harus dimiliki oleh sebuah fasilitas untuk mendapatkan keuntungan. Tujuan
analisis titik impas ( break even analysis ) adalah untuk menemukan suatu titik,
dalam satu dolar dan unit, dimana biaya sama dengan keuntungan. Analisis titik
impas membutuhkan perkiraan biaya tetap, variabel tetap, dan pendapatan. Biaya
tetap ( fixed costs ) adalah biaya yang tetap ada walaupun tidak ada satu unit pun
yang diproduksi. Contohnya adalah penyusutan, pajak, utang dan pembayaran
hipotek. Biaya variabel ( variable costs ) adalah biaya yang bervariasi sesuai
dengan banyaknya unit yang diproduksi. Komponen utama dari biaya variabel
adalah tenaga kerja dan bahan material. Namun biaya lainnya misalnya bagian
dari pemanfaatan yang volumenya bervariasi, juga merupakan biaya variabel.
Perbedaan antara harga jual dan biaya variabel adalah kontribusi ( contribution ).
Laba ( bersih ) hanya didapatkan saat kontribusi total melebihi biaya tetap total.

Elemen lainnya dalam analisis titik impas adalah fungsi pendapatan


(revenue function). Pendapatan dimulai pada titik awal (0) dan terus bergerak ke
sebelah kanan atas, semakin meningkat sesuai dengan peningkatan harga jual
setiap unit. Disaat fungsi pendapatan memotong garis biaya total ( penjumlahan
biaya tetap dan biaya variabel ), maka terdapatlah titik impas, dengan bidang
keuntungan disebelah kanan, dan bidang kerugian di sebelah kiri.

7
Asumsi ( asumption ), sejumlah asumsi mendasari model dasar titik impas
ini. Perhatikan bahwa biaya dan pendapatan ditunjukkan sebagai garis lurus.
Keduanya digambarkan meningkat secara liniar yakni dengan proporsi langsung
dengan jumlah unit yang diproduksi. Walaupun demikian baik biaya tetap
maupun biaya variabel ( ataupun untuk masalah ini, fungsi pendapatan ) tidak
harus selalu membentuk garis lurus. Sebagai contoh, biaya tetap berubah disaat
semakin banyak peralatan modal atau ruang gudang yang digunakan, biaya tenaga
kerja berubah sesuai dengan waktu lembur, atau pada saat tenaga kerja terlatih
yang dipekerjakan, secara marginal, fungsi pendapatan akan berubah dengan
adanya faktor seperti diskon penjualan.

Pendekatan grafik ( graphic approach ), langkah pertama pendekatan


grafik pada anilisis titik impas adalah menetapkan biaya-biaya tetap dan
menjumlahkannya. Biaya tetap digambarkan sebagai garis horizontal yang
dimulai pada jumlah dolar pada sumbu vertikal. Biaya variabel kemudian
diperkirakan dengan analisis tenaga kerja, bahan baku, dan biaya lain yang
berkaitan dengan produksi setiap unit. Biaya variabel ditunjukkan sebagai biaya
yang meningkat secara bertahap, dimulai dari persilangan antara biaya tetap
dengan sumbu vertikal dan meningkat dengan adanya perubahan jumlah unit yang
diproduksi sejalan dengan pergerakan volume ke sumbu sebelah kanan ( atau
sumbu horizontal ). Baik informasi biaya tetap dan biaya variabel biasanya
tersedia di departemen keuangan perusahaan, walaupun informasi ini juga bisa
didapatkan dari departemen teknik industri.

Berdasarkan jenis produk yang diproduksi, perhitungan analisis titik impas


dibedakan menjadi dua jenis yaitu : analisis produk tunggal dan analisis multi
produk :

 Kasus produk tunggal


Analisis titik impas sering disebut juga dengan analisis BEP ( Break Even Point ).
Analisis ini khusus digunakan untuk perushaan yang memiliki produk tunggal,

8
dimana nantinya akan diketahui berapa volume penjualan perusahaan yang
mencapai titik impasnya. Sehingga apabila penjualan melebihi titik tersebut maka
perusahaan mulai mendapatkan untung. Estimasi biaya yang diperlukan dalam
analisis BEP adalah biaya tetap dan biaya variable.
Dalam pendekatan aljabar, rumus untuk titik impas dalam unit dan dolar
untuk produk tunggal ditunjukkan dibawah ini :

BEPx = Titik impas dalam unit TR = Pendapatan total = Px


BEP$ = Titik impas dalam dolar F = Biaya tetap
P = Harga per unit (setelah V = Biaya variabel per unit
semua diskon) TC = Biaya total
x = Jumlah unit yang
diproduksi

Titik impas terjadi ketika total pendapatan sama dengan total biaya. oleh karena
itu :
TR = TC atau Px = F + Vx

Untuk menemukan nilai x didapatkan :


F
BEPx =
P−V
F F F
BEP$ = BEPx P = P−V P= ( P−V ) /P = 1−(V / P)

Laba = TR –TC
Px ( F + Vx) = Px – F - Vx
(P – V)x - F
Dengan menggunakan persamaan ini, kita dapat memecahkan secara langsung
untuk titik impas dan profitabilitas. Dua rumus titik impas atas tingkat bunga
tertentu adalah :
Biaya tetap total F
Titik Impas dalam unit (BEPx) = =
Harga jual−Biaya variabel P−V

9
Biaya tetap total F
=
Titik impas dalam dolar (BEP) = Biaya variabel V
1− 1−
Harga jual P
 Kasus Multiproduk
Hampir semua perusahaan, mulai dari perusahaan manufaktur hingga
restoran (bahkan restoran cepat saji) memiliki beragam penawaran.  Setiap
penawarn dapat memiliki harga jual dan biaya variable yang berbeda.  Dengan
memanfaatkan analisis titik impas maka persamaan diubah untuk mencerminkan
proporsi penjualan untuk setiap produk.  Hal ini dilakukan dengan memberikan
bobot pada kontribusi setiap produk pada proporsi penjualan. Formula analisis
titik impas menjadi :

F
Titik impas dalam dolar (BEP$) = Vi
∑ 1−
[( ) ]
Pi
X (Wi)

Keterangan :
BEP$  = titik impas dalam dollar,
V = biaya variabel per unit,
P = harga per unit,
F = biaya tetap,
W = presentase setiap produk dari total penjualan dalam dollar,
i = masing-masing produk.

2.4 Menerapkan Pohon Keputusan

Pohon keputusan membutuhkan pengidentifikasian alternatif dan beragam


status keadaan. Untuk situasi perencanaan kapasitas, status keadaan biasanya
merupakan permintaan masa depan atau kondisi yang disukai pusat. Pohon
keputusan merupakan model alternatif pilihan yang digunakan saat membuat
berbagai pilihan, mulai dari keputusan yang paling sederhana sampai yang sangat
rumit.

10
Pengambilan keputusan merupakan unsur penting dalam manajemen
operasional. Untuk mengambil atau membuat keputusan perencanaan kapasitas
yang sukses terhadap permintaan yang tidak pasti, maka diperlukan pohon
keputusan. Jadi, pohon keputusan dikembangkan untuk membantu para manajer
membuat serangkaian yang melibatkan peristiwa ketidakpastian. Pohon keputusan
(decision tree) merupakan sebuah tampilan grafis proses keputusan yang
mengindikasikan alternatif keputusan yang ada, kondisi alami dan peluangnya,
serta imbalan bagi setiap kombinasi alternatif keputusan dan kondisi alami.

Kriteria yang paling sering digunakan untuk menganalisis pohon


keputusan adalah EMV (Expected Monetary Value). EMV adalah nilai uang yang
diperkirakan. Satu langkah awal analisis ini adalah menggambarkan pohon
keputusan dan menetapkan konsekuensi finansial dari semua hasil untuk masalah
tertentu.

                Menganalisis masalah menggunakan pohon keputusan mencakup lima


langkah, yaitu:

1.      Mendefinisikan masalah
2.      Menggambar pohon keputusan
3.      Menentukan peluang bagi kondisi alami
4.      Memperkirakan imbalan bagi setiap kombinasi alternatif keputusan dan
kondisi alami yang mungkin
5.      Menyelesaikan masalah dengan menghitung EMV bagi setiap titik
kondisi alami. Hal ini dilakukan dengan mengerjakannya dari belakang ke
depan (backward), yaitu memulai dari sisi kanan pohon terus menuju ke titik
keputusan di sebelah kirinya.

Manfaat dan keuntungan dari menerapkan pohon keputusan, yaitu :


Manfaat utama dari penggunaan pohon keputusan adalah kemampuannya
untuk menyederhanakan proses pengambilan keputusan yang kompleks menjadi
lebih sederhana sehingga pengambil keputusan akan lebih mudah
menginterpretasikan solusi dari masalah.

11
Adapun beberapa keuntungan menggunakan pohon keputusan, yaitu :
 Menghilangkan perhitungan-perhitungan yang tidak dibutuhkan. Sample
yang diuji hanya berdasarkan kriteria atau kelas tertentu.
 Daerah pengambilan keputusan yang sebelumnya kompleks dan sangat
global, dapat diubah menjadi lebih simpel dan spesifik.
 Bersifat fleksibel, memilih fitur dari intrnal node yang berbeda, fitur yang
terpilih akan membedakan suatu kriteria dibandingkan kriteria yang lain
dalam node yang sama. Keflesibelan metode pohon keputusan ini
mengingkatkan kualitas keputusan yang dihasilkan jika dibandingkan
ketika menggunakan metode perhitungan satu tahap yang lebih
konvensional.

Selain itu, terdapat pula kekurangan dan keterbatasan pohon keputusan :


 Terjadi overlap dalam menggunakan kelas-kelas dan kriteria yang
digunakan dalam jumlah besar. Hal tersebut juga dapat menyebabkan
meningkatnya waktu pengambilan keputusan dan jumlah memori yang
diperlukan.
 Pengakumulasian jumlah eror dari setiap tingkat dalam sebuah pohon
keputusan yang benar.
 Kesulitan dalam mendesain sebuah pohon keputusan yang besar.
 Hasil kualitas keputusan yang didapatkan dari metode pohon keputusan
sangat tergantung pada bagaimana pohon tersebut didesain.

2.5 Investasi yang dipicu oleh strategi

            Manajer operasi merupakan pihak yang bertanggung jawab untuk return


on investment (EOI). Dimana manajer harus memilih dari beragam pilihan
keuangan juga alternatif kapasitas dan proses yang tersedia. Analisisnya harus
menunjukkan investasi modal, biaya variable, dan arus uang, begitu juga net

12
present value. Net Present Value adalah cara menentukan nilai yang terpotong
dari penerimaan kas di masa depan.

Rumus Present Value : F = P ( 1 + i )N

Keterangan :
F = Nilai masa yang akan datang ( future value )
P = Nilai masa sekarang ( present value )
i = Tingkat suku bunga
N = Jumlah tahun

Menentukan Net Present value dari penerimaan masa depan dengan nilai
yang setara. Investasi yang menghasilkan sedretan nilai uang yang sama dan
seragam untuk menetapkan nilai sekarang dari sejumlah uang di masa depan yang
dinamakan sebuah anuitas

Rumus : S = RX

Keterangan :
S : nilai sekarang dari serangkaian penerimaan tahunan yang seragam
R : penerimaan yang di terima dengan jumlah yang sama setiap tahun sepanjang
masa investsi ( anuitas )
X : sebuah faktor yang terdapat dalam  table  atau dapat di hitung dengan rumus 1/
(1+i)n

Walaupun Net Present Value merupakan salah satu pendekatan terbaik


tetapi ada beberapa kelemahan yaitu :

1.      Investasi dengan net present value yang sama mungkn memiliki proyeksi dan
nilai sisa yang sangat berbeda

13
2.      Investasi dengan net present value yang sama mungkin memiliki mungkin
memiliki arus uang yang berbeda yang dapat membuat perbedaan yang sangat
berarti dalam kemampuan perusahaan membayar tagihan.

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Perencanaan kapasitas adalah proses untuk memutuskan kebutuhan
kapasitas produksi oleh perusahaan untuk mempertemukan perubahan
permintaan setiap produk. Tujuan perancanaan kapasitas adalah
pencapaian tingkat utilitas tinggi dan tingkat pengembalian investasi yang
tinggi, dimana penetapan ukuran fasilitas sangatlah menentukan.

Keputusan  perencanaan kapasitas adalah salah satu keputusan terpenting


yang dibuat oleh manajer. Hal ini dapat mempengaruhi perusahaan dalam jangka
panjang maupun jangka pendek. Oleh karena itu, dalam memproduksi produk
harus memperhatikan berapa jumlah yang akan diproduksi agar dapat mencapai
keuntungan yang maksimum. Selain itu, kita harus membuat beberapa strategi
khusus agar produk yang kita jual tidak sampai kalah saing di pasaran. Dengan
mempetimbangkan berbagai analisis seperti analisi Break Event Point dan juga
mempertimbangkan analisis menggunakan Net Present Value.

3.2 Saran
Setiap perusahaan diharapkan dapat membuat perencanaan kapasitas
dengan strategi yang paling baik dan memungkinkan untuk setiap perusahaan
sesuai dengan strategi operasi perusahaan. Perusahaan harus jeli melihat peluang
kapan perusahaan harus memproduksi lebih kapan perusahaan harus

14
memproduksi cukup barang agar tidak adanya barang-barang yang berlebih dan
tidak menimbulkan biaya-biaya lain yang tidak dibutuhkan. Kami menyadari
bahwa makalah ini jauh dari kata sempurna. Maka dari itu kami berharap kepada
para pembaca agar mengkaji lebih dalam mengenai perencanaan kapasitas dan
semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca.

REVIEW JURNAL

Model Simulasi Sistem Produksi Dengan Sistem Dinamik


Guna Membantu Perencanaan Kapasitas Produksi.
( Studi pada PT. Kasin Malang )

No. REVIEW JURNAL KETERANGAN

1. Judul,Nama, Tahun Model Simulasi Sistem Produksi Dengan Sistem


Dinamik Guna Membantu Perencanaan Kapasitas
Produksi. April Fortunella, Ishardita Pambudi
Tama, Agustina Eunike. 2015.
2. Nama Jurnal Jurnal Rekayasa Dan Manajemen Sistem Industri
Vol.3 No. 2 Teknik Industri Universitas
Brawijaya
3. Model Penelitian Metode penelitian dalam penelitian ini adalah
deskriptif, karena dalam melakukan penelitian
menggunakan informasi atau data yang telah
dikumpulkan dan kemudian dideskripsikan
sejumlah variabel yang berhubungan dengan
objek penelitian untuk mengeksplorasi sistem,
menyelesaikan permasalahan di dalam sistem,
dan menjawab tujuan penelitian. Penelitian ini
juga termasuk rekayasa yang menerapkan ilmu
pengetahuan dalam suatu rancangan guna
mendapatkan hasil kerja yang sesuai dengan

15
persyaratan yang ditentukan.
4. Latar Belakang PT Kasin Malang merupakan perusahaan di
bidang industri kulit yang telah didirikan sejak
tahun 1941. Produk yang dihasilkan dari PT
Kasin diantaranya kulit nabati jenis box dan sol.
Dari semua produk, yang memiliki jumlah
pemesanan terbanyak adalah produk kulit nabati
box. PT Kasin menerapkan produksi make to
order, yaitu berproduksi sebanyak permintaan
dari konsumen atau berproduksi sesuai dengan
keinginan dari konsumen. Sebagai perusahaan
yang bergerak di bidang tannery, permintaan dari
konsumen berfluktuasi dan nilainya tidak
menentu setiap periode pemesanannya. Hal ini
menyebabkan perusahaan harus bisa memenuhi
keinginan dari pelanggan dan siap untuk
berproduksi sesuai dengan jumlah permintaan
agar tidak terjadi delay dalam pengiriman. PT
Kasin berusaha untuk dapat memenuhi
permintaan pelanggan dengan memanfaatkan
sumber daya dimiliki. Sistem produksi pada PT
Kasin termasuk ke dalam sistem dinamik dengan
nilai variabel di dalam sistem dipengaruhi oleh
perubahan waktu. Selain itu terdapat interaksi
antar variabel di dalam sistem yang saling
mempengaruhi satu sama lain. Dengan adanya hal
tersebut, dalam penelitian ini diusulkan untuk
membuat model dan simulasi sistem dinamik dari
sistem produksi kulit PT Kasin.
5. Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mempermudah
perusahaan PT. Kasin Malang dalam
merencanakan kapasitas produksi dengan melihat
variabel yang berinteraksi dan berpengaruh di

16
dalam sistem produksi perusahaan, dimana salah
satunya adalah melihat kemampuan perusahaan
dalam memenuhi permintaan pelanggan yang
berubah setiap periodenya, serta dijadikan
pendukung perencanaan proses produksi yang
efektif dan efisien untuk memenuhi keinginan
konsumen.
6. Kajian Pustaka Jurnal yang berjudul ”Model Simulasi Sistem
Produksi Dengan Sistem Dinamik Guna
Membantu Perencanaan Kapasitas Produksi”
pada PT. Kasin Malang, karya April Fortunella,
Ishardita Pambudi Tama, dan Agustina Eunike
berisikan tentang PT Kasin Malang yang
merupakan perusahaan di bidang tannery kulit
yang menerapkan produksi make to order dengan
permintaan yang fluktuatif dan tidak menentu.
Maka dari itu, PT. Kasin diusulkan untuk
membuat model dan simulasi sistem dinamik.
Karena dengan dengan menggunakan simulasi,
perusahaan dapat mengetahui hubungan antar
variabel beserta nilainya untuk mempermudah
melakukan analisis dan mendapatkan hasil output
berupa jumlah perubahan kapasitas beserta
perencanaannya sekaligus.

17
7. Hasil Penelitian Pada identifikasi sistem, model yang digunakan
adalah mengadopsi dari model Asif (2012) dalam
menentukan perubahan kapasitas karena memiliki
kesamaan karakteristik permasalahan. Namun
demikian beberapa perubahan dilakukan untuk
disesuaikan dengan kondisi di perusahaan objek
penelitian, yaitu PT Kasin. Proses adopsi model
dan penyesuaian dengan kondisi di perusahaan
diawali dengan identifikasi kembali variabel-
variabel yang dapat digunakan, tidak perlu
digunakan, dan perlu ditambahkan. Variabel-
variabel yang teridentifikasi dalam model berasal
dari hasil data studi pustaka (Asif, 2012 dan
Smith, 1994) yang kemudian diajukan dan
disesuaikan dengan data yang didapatkan dari
penelitian hasil observasi dan wawancara
langsung dengan karyawan perusahaan.
PT Kasin memiliki kepasitas produksi sebesar
2000 unit dengan jumlah pekerja sebesar 25
pekerja. Namun jumlah yang diproduksi tiap
bulannya memiliki nilai ebih dari kapasitas
produksi yang dimiliki. Jumlah permintaan
konsumen tiap bulannya sebesar 1700 higga 4000
unit. Karena jumlah permintaan yang lebih tinggi
daripada kapasitas produksi, maka timbul order
backlog. Untuk dapat mengatasi kenaikan order
backlog tiap bulannya, perusahaan melakukan
perubahan kapasitas produksi dengan
meningkatkan jumlah kapasitas. Backlog
merupakan sejumlah permintaan yang tidak
terpenuhi oleh perusahaan. Hal tersebut dapat
terjadi salah satunya dikarenakan kemampuan

18
perusahaan dalam memproduksi tidak sebanding
dengan jumlah permintaan. Dari hasil simulasi
didapatkan nilai perubahan yang terjadi terhadap
kapasitas produksi perusahaan. Kapasitas
produksi yang semula sebesar 2000 cenderung
mengalami kenaikan setiap bulannya hingga
mencapai nilai kapasitas sebesar 3708 unit di
bulan terakhir. Perubahan jumlah kapasitas
produksi dilakukan berdasarkan rata-rata
permintaan pelanggan dan pengaruh order
backlog dan delivery delay.

8. Rekomendasi Pada penelitian ini dilakukan pembuatan model


Penelitian simulasi dengan sistem dinamik untuk dapat
meramalkan kebutuhan kapasitas selama 24 bulan
dan perencanaan produksi dengan mengubah
jumlah tenaga kerja dan penambahan overtime.
Model yang dibuat telah terverifikasi dan
tervalidasi sehingga bisa digunakan. Output yang
hasil simulasi dapat membantu menjawab
permasalahan perusahaan. Sehingga model
simulasi dinilai telah menjawab permasalahan dan
dibuat sesuai dengan tujuan penelitian.

19

Anda mungkin juga menyukai