Perencanaan Kapasitas untuk Optimalisasi Produksi
Perencanaan Kapasitas untuk Optimalisasi Produksi
PENDAHULUAN
1
kapasitas. Dalam makalah kali ini, penulis akan membahas mengenai perencanaan
kapasitas.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa pengertian dari kapasitas?
2. Apa yang dimaksud dengan perencanaan kapisitas?
3. Apa yang dimaksud dengan anlisis titik impas?
4. Apa manfaat dari menerapkan pohon keputusan?
5. Apa yang dimaksud dengan investasi yang dipicu oleh startegi?
2
BAB II
PEMBAHASAN
3
Perencanaan kapasitas jangka menengah ( intermediet range ) rencana-
rencana bulanan atau kuartalan untuk 3 sampai 18 bulan yang atau akan datang.
Dalam hal ini, kapasitas juga bervariasi karena alternatif-alternatif seperti
penarikan tenaga kerja, pemutusan kerja, peralatan-peralatan bukan utama.
Perencanaan kapasitas jangka menengah merupakan perencanaan dengan
tenggang waktu 3 hingga 8 bulan. Berbeda dengan perencanaan kapasitas jangka
pendek yang hanya berfokus pada penggunaan kapasitas yang ada. Pada jangka
menengah perusahaan melakukan dua pendekatan, yaitu mengoptimalkan
kapasitas yang ada dan mencoba perlahan mengubah kapasitas yang ada. Dalam
menggunakan kapasitas, perusahaan dapat melakukan penambabhan karyawan
atau pembuatan persediaan. Sedangkan pendekatan mengubah kapasitas,
dilakukan dengan subkontrak, menambah peralatan atay menambah shift.
4
desain karena fasilitas yang ada mungkin telah didesain untuk versi
produk sebelumnya atau bauran produk yang berbeda daripada yang
sekarang sedang diproduksi.
5
tersedia, seperti peningkatan dan penurunan kuantitas produksi dari produk yang
tersedia, atau menciptakan produk yang baru. Penggunaan yang terbaik dari
kapasitas yang tersedia dapat memenuhi pembaharuan dalam overall equipment
effectiveness (OEE). Kapasitas dapat meningkat melalui pengenalan teknik baru,
peralatan dan bahan, penambahan jumlah tenaga kerja atau mesin, peningkatan
jumlah jam kerja, atau penyediaan fasilitas produksi.
6
2.3 Analisis Titik Impas
7
Asumsi ( asumption ), sejumlah asumsi mendasari model dasar titik impas
ini. Perhatikan bahwa biaya dan pendapatan ditunjukkan sebagai garis lurus.
Keduanya digambarkan meningkat secara liniar yakni dengan proporsi langsung
dengan jumlah unit yang diproduksi. Walaupun demikian baik biaya tetap
maupun biaya variabel ( ataupun untuk masalah ini, fungsi pendapatan ) tidak
harus selalu membentuk garis lurus. Sebagai contoh, biaya tetap berubah disaat
semakin banyak peralatan modal atau ruang gudang yang digunakan, biaya tenaga
kerja berubah sesuai dengan waktu lembur, atau pada saat tenaga kerja terlatih
yang dipekerjakan, secara marginal, fungsi pendapatan akan berubah dengan
adanya faktor seperti diskon penjualan.
8
dimana nantinya akan diketahui berapa volume penjualan perusahaan yang
mencapai titik impasnya. Sehingga apabila penjualan melebihi titik tersebut maka
perusahaan mulai mendapatkan untung. Estimasi biaya yang diperlukan dalam
analisis BEP adalah biaya tetap dan biaya variable.
Dalam pendekatan aljabar, rumus untuk titik impas dalam unit dan dolar
untuk produk tunggal ditunjukkan dibawah ini :
Titik impas terjadi ketika total pendapatan sama dengan total biaya. oleh karena
itu :
TR = TC atau Px = F + Vx
Laba = TR –TC
Px ( F + Vx) = Px – F - Vx
(P – V)x - F
Dengan menggunakan persamaan ini, kita dapat memecahkan secara langsung
untuk titik impas dan profitabilitas. Dua rumus titik impas atas tingkat bunga
tertentu adalah :
Biaya tetap total F
Titik Impas dalam unit (BEPx) = =
Harga jual−Biaya variabel P−V
9
Biaya tetap total F
=
Titik impas dalam dolar (BEP) = Biaya variabel V
1− 1−
Harga jual P
Kasus Multiproduk
Hampir semua perusahaan, mulai dari perusahaan manufaktur hingga
restoran (bahkan restoran cepat saji) memiliki beragam penawaran. Setiap
penawarn dapat memiliki harga jual dan biaya variable yang berbeda. Dengan
memanfaatkan analisis titik impas maka persamaan diubah untuk mencerminkan
proporsi penjualan untuk setiap produk. Hal ini dilakukan dengan memberikan
bobot pada kontribusi setiap produk pada proporsi penjualan. Formula analisis
titik impas menjadi :
F
Titik impas dalam dolar (BEP$) = Vi
∑ 1−
[( ) ]
Pi
X (Wi)
Keterangan :
BEP$ = titik impas dalam dollar,
V = biaya variabel per unit,
P = harga per unit,
F = biaya tetap,
W = presentase setiap produk dari total penjualan dalam dollar,
i = masing-masing produk.
10
Pengambilan keputusan merupakan unsur penting dalam manajemen
operasional. Untuk mengambil atau membuat keputusan perencanaan kapasitas
yang sukses terhadap permintaan yang tidak pasti, maka diperlukan pohon
keputusan. Jadi, pohon keputusan dikembangkan untuk membantu para manajer
membuat serangkaian yang melibatkan peristiwa ketidakpastian. Pohon keputusan
(decision tree) merupakan sebuah tampilan grafis proses keputusan yang
mengindikasikan alternatif keputusan yang ada, kondisi alami dan peluangnya,
serta imbalan bagi setiap kombinasi alternatif keputusan dan kondisi alami.
1. Mendefinisikan masalah
2. Menggambar pohon keputusan
3. Menentukan peluang bagi kondisi alami
4. Memperkirakan imbalan bagi setiap kombinasi alternatif keputusan dan
kondisi alami yang mungkin
5. Menyelesaikan masalah dengan menghitung EMV bagi setiap titik
kondisi alami. Hal ini dilakukan dengan mengerjakannya dari belakang ke
depan (backward), yaitu memulai dari sisi kanan pohon terus menuju ke titik
keputusan di sebelah kirinya.
11
Adapun beberapa keuntungan menggunakan pohon keputusan, yaitu :
Menghilangkan perhitungan-perhitungan yang tidak dibutuhkan. Sample
yang diuji hanya berdasarkan kriteria atau kelas tertentu.
Daerah pengambilan keputusan yang sebelumnya kompleks dan sangat
global, dapat diubah menjadi lebih simpel dan spesifik.
Bersifat fleksibel, memilih fitur dari intrnal node yang berbeda, fitur yang
terpilih akan membedakan suatu kriteria dibandingkan kriteria yang lain
dalam node yang sama. Keflesibelan metode pohon keputusan ini
mengingkatkan kualitas keputusan yang dihasilkan jika dibandingkan
ketika menggunakan metode perhitungan satu tahap yang lebih
konvensional.
12
present value. Net Present Value adalah cara menentukan nilai yang terpotong
dari penerimaan kas di masa depan.
Keterangan :
F = Nilai masa yang akan datang ( future value )
P = Nilai masa sekarang ( present value )
i = Tingkat suku bunga
N = Jumlah tahun
Menentukan Net Present value dari penerimaan masa depan dengan nilai
yang setara. Investasi yang menghasilkan sedretan nilai uang yang sama dan
seragam untuk menetapkan nilai sekarang dari sejumlah uang di masa depan yang
dinamakan sebuah anuitas
Rumus : S = RX
Keterangan :
S : nilai sekarang dari serangkaian penerimaan tahunan yang seragam
R : penerimaan yang di terima dengan jumlah yang sama setiap tahun sepanjang
masa investsi ( anuitas )
X : sebuah faktor yang terdapat dalam table atau dapat di hitung dengan rumus 1/
(1+i)n
1. Investasi dengan net present value yang sama mungkn memiliki proyeksi dan
nilai sisa yang sangat berbeda
13
2. Investasi dengan net present value yang sama mungkin memiliki mungkin
memiliki arus uang yang berbeda yang dapat membuat perbedaan yang sangat
berarti dalam kemampuan perusahaan membayar tagihan.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Perencanaan kapasitas adalah proses untuk memutuskan kebutuhan
kapasitas produksi oleh perusahaan untuk mempertemukan perubahan
permintaan setiap produk. Tujuan perancanaan kapasitas adalah
pencapaian tingkat utilitas tinggi dan tingkat pengembalian investasi yang
tinggi, dimana penetapan ukuran fasilitas sangatlah menentukan.
3.2 Saran
Setiap perusahaan diharapkan dapat membuat perencanaan kapasitas
dengan strategi yang paling baik dan memungkinkan untuk setiap perusahaan
sesuai dengan strategi operasi perusahaan. Perusahaan harus jeli melihat peluang
kapan perusahaan harus memproduksi lebih kapan perusahaan harus
14
memproduksi cukup barang agar tidak adanya barang-barang yang berlebih dan
tidak menimbulkan biaya-biaya lain yang tidak dibutuhkan. Kami menyadari
bahwa makalah ini jauh dari kata sempurna. Maka dari itu kami berharap kepada
para pembaca agar mengkaji lebih dalam mengenai perencanaan kapasitas dan
semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca.
REVIEW JURNAL
15
persyaratan yang ditentukan.
4. Latar Belakang PT Kasin Malang merupakan perusahaan di
bidang industri kulit yang telah didirikan sejak
tahun 1941. Produk yang dihasilkan dari PT
Kasin diantaranya kulit nabati jenis box dan sol.
Dari semua produk, yang memiliki jumlah
pemesanan terbanyak adalah produk kulit nabati
box. PT Kasin menerapkan produksi make to
order, yaitu berproduksi sebanyak permintaan
dari konsumen atau berproduksi sesuai dengan
keinginan dari konsumen. Sebagai perusahaan
yang bergerak di bidang tannery, permintaan dari
konsumen berfluktuasi dan nilainya tidak
menentu setiap periode pemesanannya. Hal ini
menyebabkan perusahaan harus bisa memenuhi
keinginan dari pelanggan dan siap untuk
berproduksi sesuai dengan jumlah permintaan
agar tidak terjadi delay dalam pengiriman. PT
Kasin berusaha untuk dapat memenuhi
permintaan pelanggan dengan memanfaatkan
sumber daya dimiliki. Sistem produksi pada PT
Kasin termasuk ke dalam sistem dinamik dengan
nilai variabel di dalam sistem dipengaruhi oleh
perubahan waktu. Selain itu terdapat interaksi
antar variabel di dalam sistem yang saling
mempengaruhi satu sama lain. Dengan adanya hal
tersebut, dalam penelitian ini diusulkan untuk
membuat model dan simulasi sistem dinamik dari
sistem produksi kulit PT Kasin.
5. Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mempermudah
perusahaan PT. Kasin Malang dalam
merencanakan kapasitas produksi dengan melihat
variabel yang berinteraksi dan berpengaruh di
16
dalam sistem produksi perusahaan, dimana salah
satunya adalah melihat kemampuan perusahaan
dalam memenuhi permintaan pelanggan yang
berubah setiap periodenya, serta dijadikan
pendukung perencanaan proses produksi yang
efektif dan efisien untuk memenuhi keinginan
konsumen.
6. Kajian Pustaka Jurnal yang berjudul ”Model Simulasi Sistem
Produksi Dengan Sistem Dinamik Guna
Membantu Perencanaan Kapasitas Produksi”
pada PT. Kasin Malang, karya April Fortunella,
Ishardita Pambudi Tama, dan Agustina Eunike
berisikan tentang PT Kasin Malang yang
merupakan perusahaan di bidang tannery kulit
yang menerapkan produksi make to order dengan
permintaan yang fluktuatif dan tidak menentu.
Maka dari itu, PT. Kasin diusulkan untuk
membuat model dan simulasi sistem dinamik.
Karena dengan dengan menggunakan simulasi,
perusahaan dapat mengetahui hubungan antar
variabel beserta nilainya untuk mempermudah
melakukan analisis dan mendapatkan hasil output
berupa jumlah perubahan kapasitas beserta
perencanaannya sekaligus.
17
7. Hasil Penelitian Pada identifikasi sistem, model yang digunakan
adalah mengadopsi dari model Asif (2012) dalam
menentukan perubahan kapasitas karena memiliki
kesamaan karakteristik permasalahan. Namun
demikian beberapa perubahan dilakukan untuk
disesuaikan dengan kondisi di perusahaan objek
penelitian, yaitu PT Kasin. Proses adopsi model
dan penyesuaian dengan kondisi di perusahaan
diawali dengan identifikasi kembali variabel-
variabel yang dapat digunakan, tidak perlu
digunakan, dan perlu ditambahkan. Variabel-
variabel yang teridentifikasi dalam model berasal
dari hasil data studi pustaka (Asif, 2012 dan
Smith, 1994) yang kemudian diajukan dan
disesuaikan dengan data yang didapatkan dari
penelitian hasil observasi dan wawancara
langsung dengan karyawan perusahaan.
PT Kasin memiliki kepasitas produksi sebesar
2000 unit dengan jumlah pekerja sebesar 25
pekerja. Namun jumlah yang diproduksi tiap
bulannya memiliki nilai ebih dari kapasitas
produksi yang dimiliki. Jumlah permintaan
konsumen tiap bulannya sebesar 1700 higga 4000
unit. Karena jumlah permintaan yang lebih tinggi
daripada kapasitas produksi, maka timbul order
backlog. Untuk dapat mengatasi kenaikan order
backlog tiap bulannya, perusahaan melakukan
perubahan kapasitas produksi dengan
meningkatkan jumlah kapasitas. Backlog
merupakan sejumlah permintaan yang tidak
terpenuhi oleh perusahaan. Hal tersebut dapat
terjadi salah satunya dikarenakan kemampuan
18
perusahaan dalam memproduksi tidak sebanding
dengan jumlah permintaan. Dari hasil simulasi
didapatkan nilai perubahan yang terjadi terhadap
kapasitas produksi perusahaan. Kapasitas
produksi yang semula sebesar 2000 cenderung
mengalami kenaikan setiap bulannya hingga
mencapai nilai kapasitas sebesar 3708 unit di
bulan terakhir. Perubahan jumlah kapasitas
produksi dilakukan berdasarkan rata-rata
permintaan pelanggan dan pengaruh order
backlog dan delivery delay.
19