0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
199 tayangan22 halaman

Memahami IP Address dan Header IPv4

Ringkasan dokumen tersebut adalah: 1. IP address merupakan alamat komputer yang berfungsi untuk mengidentifikasi setiap perangkat dalam jaringan 2. Sebagai network engineer, perlu memahami IP address secara mendalam, mulai dari konsep IP, header IP, dan fungsi masing-masing fieldnya 3. Memahami IP address sangat penting untuk mengelola jaringan secara efektif dan efisien

Diunggah oleh

Cahyntoz
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
199 tayangan22 halaman

Memahami IP Address dan Header IPv4

Ringkasan dokumen tersebut adalah: 1. IP address merupakan alamat komputer yang berfungsi untuk mengidentifikasi setiap perangkat dalam jaringan 2. Sebagai network engineer, perlu memahami IP address secara mendalam, mulai dari konsep IP, header IP, dan fungsi masing-masing fieldnya 3. Memahami IP address sangat penting untuk mengelola jaringan secara efektif dan efisien

Diunggah oleh

Cahyntoz
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Sebagai orang awam, sudah cukuplah kalau cuma tau bahwa IP Address itu adalah

alamat IP. Fungsinya sebagai alamat komputer. Cara mengatur dan melihatnya bisa
dari network manager di komputer.

Sip, gitulah kira-kira, ya kan?

Nah kita sebagai orang IT, apalagi network engineer, harus benar-benar paham
tentang IP Address. Pemahamannya harus sampai ke bagaimana teknik
pengalamatan IP Address yang efektif dan efisien di network yang kita kelola.

Oke. Pertanyaan dasar…

 Apa itu IP? Apa itu IP Address? Apa itu IP Addressing? (Ini sama atau beda sih)
 Fungsinya itu semua buat apa?
 Lah kok ada /24, /23, ada [Link], ini maksudnya apa?
 IP Address si fulan sama anton kok bisa sama? Gapapa?
 Ini katanya ip address saya [Link], kok dilihat di internet malah
beda?
 … dll

Kalau kamu bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan diatas dengan mudah disertai


senyuman yang sumringah.

Selamat, kamu patut berbahagia. Boleh lanjut baca tulisan ini sebagai bahan review
atau lanjut ke bab berikutnya tentang belajar subnetting.

… nah bagi kamu yang kebingungan.

Mari, kita bahas biar paham.

#1. Internet Protocol atau IP

Sebelum kita bahas mengenai IP Address, kita bahas dulu IP nya. Karena IP adalah
protocolnya. Saya ingatkan lagi mengenai konsep TCP/IP yang sudah kita pelajari di
bab networking model.

Internet Protocol berada di internet layer atau network layer TCP/IP.

Gambar 1: Internet Protocol di TCP/IP Layer

Kira-kira tugas internet layer atau network layer adalah seperti ini:

 Menyediakan interface ke layer-layer diatas, atau dibawahnya. Contoh:


packet http/dns/etc harus lewat network layer dulu untuk sampai ke fisik
perangkat. (Ini tentang enkapsulasi)
 Melakukan pekerjaan routing. Nah disinilah network layer menggunakan
internet protocol. Alasannya?
Karena… internet protocol yang tau sistem interkoneksi di sebuah jaringan. Kan tiap
perangkat yang terhubung di jaringan, punya alamat.

Alamat itulah yang kita sebut sebagai IP address.

Setiap packet yang diterima/dikirim, diperiksa dulu alamatnya, kalau tujuannya


adalah perangkat lain. Maka dilihat tabel routing, dan dipilih jalur mana yang paling
baik.

Kalau alamatnya adalah perangkat itu sendiri, maka dienkapsulasi menjadi PDU
layer bawahnya, hingga sampai ke bits.

💡 Salah satu fungsi loopback dikatakan untuk memeriksa TCP/IP stack. Karena


packet tersebut dienkapsulasi dan diproses untuk dirinya sendiri.

Jadi, bahasan IP address kita sekarang adalah bagian kecil dari network layer dan
internet protocol.

Serius, kamu harus sudah memahami materi tcp/ipkalau mau benar-benar


memahami IP Address.

#2. IP Header

Belum sampai ke IP Address nih, kita bahas dulu headernya.

Tiap layer di TCP/IP memiliki protocol (y), dan setiap protocol tersebut memiliki
header, termasuk Internet Protocol. Berikut header IPv4:

Gambar 2: IPv4 Header

duh.. banyak.

Tenang.. untuk saat ini, sebagian besar engga perlu diambil pusing. Cukup yang
saya warnai abu-abu saja, protocol, source address, dan destination address.
Sisanya cuekin aja gapapa.

Namun untuk menghindari gap, dibawah akan saya jelaskan satu persatu fieldnya.
Bisa diskip kok, atau anggap saja bonus

(ngomong-ngomong, penjelasan ini engga kamu temukan di buku-buku CCNA,


‘untuk saat ini’)

Kotak-kotak diatas kita sebut sebagai field.

Misal field version, ukurannya 4 bit — dan keseluruhan IP Header memiliki ukuran 32
bit atau sama dengan 4 byte.
Oke, tambah satu lagi prerequisites. Kamu harus sudah paham mengenai bit
number, atau bilangan biner serta bagaimana mengkonversi bilangan biner ke
desimal.

a. Version Field
Field version berisi versi IP. Ada 2 versi IP, yaitu;

1. Versi 4 (IPv4)
2. Versi 6 (IPv6)

Tapi yang kita bahas sekarang hanya IPv4. Ini IP packet yang saya capture
menggunakan wireshark:

Gambar 3: IP version field in IP Header

See? Kita engga cuma ngomongin ‘teori doang’.

Kamu juga bisa mempraktekkan ini, cukup gunakan wireshark dan do your stuff.
Sebenarnya masih ada satu lagi sih versi IP, buat kamu yang mungkin pernah
bertanya-tanya, ada IPv4, ada IPv6.

Lantas kemana perginya IPv5?

Di jaringan komputer engga ada pemahaman mistik seperti nomer lift yang
(biasanya engga ada lantai 13). Jadi bukan karena angka keramat ya.

IPv5 sudah pernah dikembangkan, namun peruntukannya tidak seperti layaknya


IPv4 dan IPv6, melainkan untuk kebutuhan real-time media. Oleh karena itu, IPv5
disebut Internet Stream Protocol.

Selain nilai 4 (0100) dan 6 (0110), field version juga bisa bernilai 5 (RFC1700) —
Internet Stream Protocol, fungsinya untuk menyediakan QOS untuk multimedia real-
time.

Jadi, ada keadaan dimana IPv5 ini dienkapsulasi didalam IPv4. Saat mentransfer data
‘biasa’, digunakan IPv4. Namun saat pertukaran media ‘real-time’, digunakan IPv5.

… dah, kita fokus ke IPv4 saja. Oh ya, ingat baik-baik struktur IP header dan
capturenya diatas.

b. Internet Header Length (IHL) Field


Field Internet Header Length menunjukkan panjang IPv4 header dalam 32-bit words.
Misal field IHL nya adalah 5 (0101), berarti panjang headernya 5 x 32 = 160bits,
atau 4 bytes.
Gambar 4: IHL field IP Header

Nilai minimum IHL adalah 5 atau 20 bytes, tidak termasuk field option dan padding.
Jika kedua field ini muncul, nilai field bisa bertambah lagi — minimum 20 byte (lagi)
dan maksimum 60 byte.

Mulai pusing?

.. atau bingung dengan maksud 32 bit word?

Kalau kamu pernah belajar assembly, maka sering menggunakan unit word sebagai
bilangan. Karena peruntukan bahasa tersebut lebih ke prosesor, begitu juga IHL,
pengaruhnya lebih mengarah ke prosesor.

Gambar 4: 32-bit word

Size field IHL hanya 4 bit. Untuk mendefinisikan panjang IP header yang lebih dari 4
bit, maka digunakan 32-bit word untuk nilai setiap bitnya (nilai 1 sama dengan
kelipatan 32 (ukuran IP header).

Begini field yang terpakai jika nilai IHL-nya 5.

Gambar 5: IHL Value

Nah kalau di IPv6, tidak ada field IHL. Karena length nya fixed. Sehingga lebih efisien
prosesingnya. Lalu field options – data tadi, diganti dengan field ekstention header.

Pusing yah? Ayo lanjut kebawah.

c. Type of Service (ToS) Field


Bahasan ToS sangat kompleks, dan masih jauh dari materi kita saat ini. Pahami saja
bahwa ToS ini ada di IP header. Nilainya nanti akan mempengaruhi QoS (quality of
service).

Benda apalagi ini mas? :((

Intinya ToS dan QoS menentukan perlakuan terhadap suatu ip packet. Jika ada
beberapa packet diantrian yang mau dikirimkan ke salah satu interface, ToS
mempengaruhi yang mana lebih prioritas.
d. Total Length Field
Total length field menunjukkan ukuran keseluruhan ip packet beserta data
(payload), dalam ukuran byte. Jika ip packet dienkapsulasi di layer bawahnya kan
kira-kira seperti ini:

Gambar 6: IP Packet = IP header + Data (Payload)

Diatas sudah saya sertakan [Data] di IP header. Nah panjang data ini variable, tidak
fixed. Misal total lengthnya adalah 84 seperti diatas, sedang IHL kan 20 byte (tanpa
data), berarti dari sini kita tahu nilai data tersebut adalah 64 byte.

Ukuran IPv4 total length adalah 16 bit field. Berarti ukuran packet di IPv4 bisa
sampai 65,355 byte. Namun pada kenyataanya tidak bisa sampai segitu karena
keterbatasan MTU.

Mengenai MTU akan kita bahas di lain kesempatan karena materi ini berkaitan
dengan fragmentation. (Barangkali kamu pernah testing MTU dengan mengirim
packet size sekian + option don’t fragment, ini dia)

e. Time to Live (TTL) Field


Dalam transmisi packet, ada batasan waktu yang dibuat. Tujuannya agar packet
tersebut engga terus-terusan berjalan, yang akhirnya menyebabkan loop. Batasan
ini dinamakan TTL atau Hop Limits.

Gambar 7: TTL field

Nilai field tersebut menunjukkan seconds, berarti TTL 255 sama dengan 4.25 menit.

Saya lebih suka menyebutnya hop limits, karena dalam praktiknya nilai tersebut
berkurang 1 setiap kali packet diterima. Bukan dalam hitungan detik/menit.

Jika nilai TTL mencapai 0, maka source packet akan menerima pesan ICMP exceeded
message (artinya packet tersebut kadaluarsa), usang di perjalanan.

Nilai TTL juga beragam, contoh diatas ketika saya mengirim ICMP dari komputer
(linux) ke router (cisco), nilainya 255. Nilai TTL di http beda lagi. Juga setiap OS,
memiliki nilai TTL berbeda.

Silakan kamu praktekkan saja.

d. Protocol Field
Protocol field berisi nilai untuk mengindikasikan protocol yang dibawa di data ip IP
Packet. Protocolnya bisa TCP Protocol atau UDP protocol (layer atasnya), atau IP
protocol (layernya sendiri).
Gambar 8: TCP/IP layer Protocol

Ingat, salah satu karakteristik IP yaitu connectionless, artinya tidak ada setup
connection. Jika ingin mentransport data, maka IP menggunakan protocol transport
UDP atau TCP.

Saya ingatkan lagi gambaran enkapsulasinya, kira-kira seperti ini:

Gambar 9: Enkapsulasi Data di TCP/IP

Saya sudah memberi gambar capture ip packet wireshark beberapa kali di atas.
Coba perhatikan, ada yang protocolnya berisi nilai 6, berarti TCP, seperti HTTP.

Gambar 10: Protocol Field IP Header

Bisa juga berisi nilai 17, berarti UDP, contohnya DNS atau DHCP. Juga ada yang berisi
nilai 1 (yaitu ICMP). Ingat yah, ICMP adalah Internet Protocol, bukan TCP, juga bukan
UDP.

Penomoran protocol TCP, UDP, dan IP dispesifikan di RFC 1700, kemudian digantikan
dengan database dibawah naungan IANA (Internet Assigned Number Authority).

Protocol Name Protocol Number

ICMP 1

IP in IP tunneling 4

TCP 6

UDP 17

EIGRP 88
OSPF 89

IPv6 41

GRE 47

Layer 2 Tunnel (L2TP) 115

Diatas adalah protocol number yang sering muncul di protocol field, atau


selengkapnya bisa kamu buka di laman assigned internet protocol number – IANA.

Sedangkan port number yang berada di layer transport (TCP dan UDP), bisa kamu
lihat listnya disini: (lengkap, mulai official dari IANA sampai proprietary vendor).

e. Header Checksum Field


Field checksum berukuran 16 bit, fungsinya untuk memproteksi ip packet agar tidak
corrupt di perjalanan.

Tiap router akan memeriksa field checksum, jika fail maka packet akan didiscard.

Dari capture diatas kelihatan kalau “verification disabled”, sebenernya ini dari
pengaturan wireshark saya (default sejak versi sekian). Silakan baca disini mengenai
alasannya.

f. Source Address dan Destination Address Field


Source address adalah alamat sumber packet, dan destination address adalah
alamat tujuan packet. Kedua field ini ukurannya adalah 32 bit. Dengan kata lain,
ukuran IP Address versi 4 adalah 32 bit.

Contoh: source addressnya [Link], dan destination addressnya adalah


[Link].

Kenapa angka ini ukurannya adalah 32 bit dan bagaimana formatnya? Penjelasannya
akan saya berikan di bawah ini.

Berikut karakteristik source address dan destination address IPv4 yang perlu kamu
ingat:

 Source address adalah sumber packet, dan alamatnya selalu unicast.


 Destination address adalah penerima atau tujuan akhir packet. Alamatnya
bisa unicast, multicast, atau broadcast.
Source address dan destination address bisa saja berubah, hal ini dikarenakan
adanya translasi address, dikenal dengan NAT (Network Address Translation).

g. Options Field, Padding Field, dan Data Field


Sesuai namanya, kedua field ini optional sehingga tidak selalu muncul di IP header.
Fungsinya untuk testing, debugging, atau kebutuhan security. Contohnya options
field bisa berisi route record, timestamp dan traceroute.

Padding field hanya ada, jika options field digunakan.

Terakhir, data field adalah data dari layer atasnya. Perhatikan lagi ilustrasi-ilustrasi
enkapsulasi diatas. Maka setelah IP header, akan ada Data. Kedua ini yang kemudian
dienkapsulasi di layer bawahnya.

#3. Penjelasan Dasar IP Address

Baiklah.. ini materi utama kita. So, kamu harus konsentrasi penuh.

Dari sedikit penjelasan diatas, saya yakin kamu sudah siap dan sudah punya sedikit
gambaran mengenai IP address.

Pertama: IP address digunakan sebagai alamat logic (bukan fisik) sebuah komputer,
yang melekat di Network Interface Card (NIC).

Kemudian, alamat tersebutlah yang digunakan untuk mengirim packet baik dalam
sebuah jaringan yang sama, maupun berbeda jaringan, dan hal ini terjadi di network
layer, yang menggunakan Internet Protocol.

Dibawah kamu akan mempelajari fundamental IP address dari struktur alamatnya,


kelas ip address, jenis-jenis ip address.

…hingga diakhir materi nanti, kamu akan paham teknik pengalamatan IP address
yang efektif.

a. IP Terminology
Syarat pertama memahami IP address, kamu harus kenal beberapa term atau istilah
yang nantinya akan sering kita gunakan, diantaranya sebagai berikut:

 Bit: bilangan biner, nilainya 1 (on) atau 0 (off). Jika masih belum paham
bilangan biner, silakan belajar dulu.
 Byte: sama dengan 8 bit.
 Oktet: 1 oktet terdiri dari 8 bit, sama dengan byte, dan IP address terdiri dari
4 oktet.
 Network address: alamat network (seperti alamat perumahan, maupun blok
perumahan)
 Host address: alamat host (seperti alamat aktual sebuah rumah di
perumahan)
 Broadcast address: sebuah alamat yang digunakan untuk mengirim pesan ke
semua host.

Juga ada istilah subnet atau subdivided network. Anggap saja sub-network, seperti di
perumahan, ada blok A, blok B, atau Cluster Anggrek, Cluster Kamboja, dll.

Jadi, subnet adalah sebuah alamat network yang dibagi menjadi bagian-bagian


yang lebih kecil. Sesuai dengan namanya, sub(divided)-network.

Paham yah sampai disini?

b. Struktur IP Address
IP address kan terdiri dari 32 bit. Namun dalam penggunaannya, 32 bit ini dibagi
menjadi 4 bagian, yang masing-masing bagiannya adalah 8 bit.

Cara penulisannya ada 3:

1. Doted-decimal notation atau disingkat DDN, contoh: [Link] — yang


paling sering digunakan. .
2. Bit notation atau dengan binary, contoh:
11000000.10101000.00001010.01000101 — latihan dengan notasi ini saat
belajar IP address.
3. Hex notation atau dengan hexadecimal, contoh: [Link].A.45 — jarang
digunakan, tapi ada beberapa program yang menuliskan IPv4 address dengan
hexadecimal.

Gambar 11: IPv4 Address dibagi menjadi 4 oktet

Alamat [Link] diatas hanya contoh saja.

Kemudian, dari pembagian IP addres diatas, struktur IP address sifatnya hirarkikal.


Maksudnya?

Kan panjangnya 32 bit. Berarti totalnya ada 2^32, atau 4,294,967,296 address. Jika
flat (tidak hirarkikal) berarti alamat IPv4 dimulai dari 0 sampai [Link] (4
miliar sekian) alamat tersebut.

Tentu hal tersebut tidak efektif untuk routing karena setiap perangkat harus punya
IP yang unik — dan tiap router di dunia ini harus menyimpan semua alamat-alamat
tersebut kalau mau bisa berkomunikasi.

Maka solusinya adalah struktur IP Address dijadikan hirarki; two-level hirarkikal, atau
three-level hirarkikal, seperti ini:

 Two-level hirarkikal: network – host


 Three-level hirarkikal: network – subnet – host

Perhatikan gambar dibawah agar lebih jelas:


Gambar 12: Struktur IP Address bersifat hirarki

Sekarang, kita fokus masih fokus ke two-level hirarki.

Karena three-level hirarkikal akan lebih kamu pahami jika kita sudah sampai ke
materi subnetting. (Ingat lagi analogi subnet dengan blok perumahan tadi.)

Baiklah…

Sampai disini, kamu sudah belajar 2 hal tentang IP address.

1. Pertama: panjangnya yang 32 bit, dibagi menjadi 4 bagian yang masing-


masing 8 bit (oktet).
2. Kedua: strukturnya hirarki, tiap oktet dibagi atas network-host, atau network-
subnet-host.

… dan masih ada lagi. IP address juga dibagi-bagi menjadi beberapa kelas.

Yuk, silakan diseduh dulu kopinya. Pembahasan kita masih panjang.

#4. Kelas IP Address

IP Address didesign menjadi beberapa kelas, tujuannya agar lebih mudah


disesuaikan dengan kebutuhan. Ada kelas IP address yang menyediakan ruang
untuk network yang banyak, tapi ruang untuk hostnya sedikit.

Sebaliknya, ada juga kelas IP address yang ruang networknya sedikit, tapi ruang
untuk hostnya banyak.

Itulah konsep sederhana pengkelasan ip address, silakan diingat baik-baik.

Kalau digambarkan, seperti ini kelas ip address yang dibagi menjadi: Class A, Class
B, Class C, Class D, dan Class E.

Gambar 13: Kelas IP Address

Dibawah akan kita bahas struktur masing-masing kelas IP address diatas.

Sekarang coba kamu pahami sedikit mengenai peletakan network — host dengan
nilai bitnya. Ini nantinya akan digunakan sebagai notasi subnet mask atau prefix
length.

 Class A: Network – Host – Host – Host


Perhatikan nilai bit untuk networknya. Ada 8 bit kan? Maka kita bisa
menyebutkan class A ip address di /8.
 Class B: Network – Network – Host – Host
Bisa disebut dengan /16.
 Class C: Network – Network – Network – Host
Bisa disebut dengan /24.

Gampang kan?

Kelas A paling banyak alokasinya. Hingga 50% dari keseluruhan ip address versi 4.
Seperti ini jika digambarkan dengan diagram:

Gambar 14: Alokasi IP Address Versi 4 – Classfull

Khusus class D, digunakan untuk multicast (dibawah ada penjelasan lebih lanjut).
Mengenai class E, alamat ini sudah reserved untuk digunakan di masa mendatang
(tidak lagi experimental atau research).

Dari subnet mask, atau prefix length: kita bisa tahu seberapa lebar ukuran network
address (juga) darisitu kita bisa tahu berapa lebar ukuran host addressnya.

Dibawah nanti kita akan hitung-hitungan sedikit nilai bitnya.

A. Range Kelas IP Address


Masih ingat konsep pengkelasan IP address yang saya singgung diatas kan?

Jika menggunakan kelas A, kamu bisa punya sampai 126 network address (sedikit).
Tapi.. host address setiap network di kelas A, bisa banyak. Hingga 16 juta sekian.

Sedangkan jika menggunakan kelas B, networknya bisa sampai 16 ribu sekian (lebih
banyak dari kelas A). Tapi jumlah host setiap networknya lebih sedikit dari kelas A,
yaitu 65 ribu sekian.

Nah biasanya kalau belajar IP address, pakai kelas C. Karena host address setiap
networknya cuma sedikit, cuma 254 host, tapi jumlah network addressnya bisa
hingga 2 juta sekian.

Kalau lagi belajar, ga perlu banyak-banyak buat network address. Nanti pusing.

Oh ya, ini tabel range network dan host setiap kelas IP address.

Range
Kelas Jumlah
(bit) Jumlah
IP Networ
Oktet Host
Addre k
Pertam Address
ss Address
a
126 (2
0 sampai 16.777.2
Class A reserved
127 14
)

128
Class B sampai 16.384 65.534
191

192
2.097.15
Class C sampai 254
2
223

Dari tabel diatas, berikut adalah range network address yang valid (yang bisa
digunakan):

 Class A: [Link] sampai [Link]


 Class B: [Link] sampai [Link]
 Class C: [Link] sampai [Link]

… dah.

Kalau liat tabel doang, kamu bisa kebingungan.

Coba kamu perhatikan range bit class A, 0 sampai 127 (oke hasilnya 126). Tapi Class
B, dari 128 ke 191 kok malah dapetnya 16.384? Hayo tebak.. kenapa bisa seperti itu.

Kalau bingung, sekarang saatnya kita hitung-hitungan 🙂

B. Network Address Class A


Kita akan membahas network address class A terlebih dahulu, perhatikan gambar
kelas IP address diatas. Nah kita akan bermain di 8 bit pertama (oktet pertama).

Aturan network address class A: nilai bit pertama harus “off” atau bernilai “0”.
Bit kedua dan seterusnya (jika bernilai 1 semua) akan mencapai range maksimal,
perhatikan:

Valu 12 6 3 1
8 4 2 1
e 8 4 2 6

0 0 0 0 0 0 0 0 0
127 0 1 1 1 1 1 1 1

 00000000 = 0, network bit class A address (oktet pertama)


 01111111 = 127, network bit class A address maksimum (oktet pertama)

Ukuran untuk network address class A adalah 8 bit, namun bit pertama diharuskan
nol sehingga nilainya 2 pangkat 7 sama dengan 128. Ada 2 reserved address
sehingga 126.

Host address Class A

Dari format diatas kita bisa lihat space untuk host address class A adalah 3 byte (3
oktet). Sama dengan 24 bit. Berarti 2 pangkat 24, hasilnya 16,777,216 address.

Format ip address Class A: network-host-host-host

Alamat networknya yang valid adalah 1 sampai 126. Sedangkan hostnya adalah dari
1 sampai 254 setiap oktetnya.

Nilai 255 identik dengan alamat broadcast (akan kita bahas dibawah).

Misal: ip addressnya [Link]. Maka nilai 10 adalah network addressnya —


dan 1.2.3 adalah host addressnya. Hingga sampai ke nilai 11 (baru sampai ke
network selanjutnya).

Valid address range Class A

Ingat saja rumus ini untuk mengetahui valid addressnya:

 Host bit bernilai 0 semua, adalah network address: [Link]


 Host bit bernilai 1 semua, adalah broadcast address: [Link]

Maka valid address dari contoh tersebut adalah dari [Link] sampai [Link]
(biasa disebut last host atau higher address).

C. Network Address Class B


Network address class B berada di oktet pertama dan kedua.

Aturannya network address class B: bit pertama dari oktet pertama harus bernilai


“on” atau “1” sedangkan bit kedua harus bernilai “off” atau “0”.

Valu 12 6 3 1
8 4 2 1
e 8 4 2 6
128 1 0 0 0 0 0 0 0

191 1 0 1 1 1 1 1 1

 10000000 = 128, network bit class B address minimum (oktet pertama)


 11000000 = 191, network bit class B address maximum (2 bit di oktet
pertama)

Ukuran network address class B adalah 16 bit (2 oktet), tapi mengikuti aturan
pengalamatan diatas, kita punya 14 bit untuk dimanipulasi. Berarti 2 pangkat 14,
sama dengan 16,384 network address class B.

Host address Class B

Dua byte pertama untuk network address, 2 byte sisanya untuk host address. Berarti
2 pangkat 16 untuk host address class B, sama dengan 65,534.

Format host address class B: network-network-host-host.

Contoh ip addressnya: [Link]. Maka network addressnya adalah 172.16 dan


host addressnya adalah 30.18. Jelas kan..?

Valid address range Class B

Berikut valid addressnya:

 Host bit bernilai 0 semua, adalah network address: [Link]


 Host bit bernilai 1 semua, adalah broadcast address: [Link]

Ingat yang terakhir (255) digunakan untuk broadcast address. Maka valid address
range class B dari contoh tersebut adalah mulai [Link] sampai [Link].

D. Network Address Class C


Nah, kita sampai ke yang paling gampang, class C. Kita main di 3 bit pertama di
oktet pertama.

Aturan network address class C: 2 bit pertama harus bernilai “on” atau “1”,
sedangkan bit ke tiga harus bernilai “off” atau “0”.

Valu 12 6 3 1
8 4 2 1
e 8 4 2 6
192 1 1 0 0 0 0 0 0

223 1 1 0 1 1 1 1 1

 11000000 = 192, network bit Class C address minimum (3 bit oktet pertama)
 11011111 = 223, network bit Class C address maksimum (3 bit oktet
pertama)

Ukuran network address Class C adalah 3 oktet atau 24 bit. Tapi 3 bit reserved
berdasarkan aturan diatas, sehingga total network address class C adalah 2 pangkat
21, sama dengan 2.097.152.

Host address Class C

Tiga byte pertama digunakan untuk network address. Maka host address Class C
hanya 1 byte, yang terakhir.

Format host address class C: network-network-network-host.

Contoh ip addressnya: [Link]. Maka network addressnya adalah 192.168.12


sedangkan host addressnya adalah 33. Gampang kan?

Valid address range Class C

Validnya seperti ini:

 Host bit bernilai 0 semua, adalah network address: [Link]


 Host bit bernilai 1 semua, adalah broadcast address: [Link]

Jangan lupa, alamat [Link] adalah alamat broadcast. Maka range address
class C yang valid dari contoh diatas adalah: mulai [Link] sampai
[Link].

E. Network Address Class D dan Class E


Coba perhatikan yang class C. Network addressnya berhenti di 223 kan?

Nah, 224.x.x.x digunakan untuk multicast, range nya dari [Link] sampai
[Link]. Inilah class D.

Beberapa protocol yang menggunakan alamat multicast adalah routing protocol


seperti EIGRP dan OSPF. Alamat tersebut digunakan untuk menyebarkan informasi
routing.

Sedangkan class E, rangenya dari 240 dan seterusnya, digunakan for scientific
purpose (future used). Tidak kita bahas terlalu panjang, ingat saja rangenya.
5. Reserved Address IPv4 (addresses with special purpose)

Gimana? Sudah mulai pusing dan bosan? (Saya merasakan ini ketika belajar IP
address, terutama kalau udah ketemu class B dan Class C).

Ingat, yang penting konsep pengalamatannya dan kamu harus udah bisa
menghitung binarinya. Selebihnya pemahaman kamu tentang ip address akan
matang jika sering mempraktekkannya (terutama di routing).

Dari alamat-alamat yang kita bahas tadi kan, ada beberapa alamat yang engga bisa
digunakan, entah karena reserved for special purpose of for blahblahblah.

Ini rangkumannya biar gampang mengingatnya.

N
Alamat Fungsi
o

Menunjukkan
Nilai “0” semua “alamat network”
1
di host address dari host atau
network tertentu

Menunjukkan
Nilai “1” semua
2 “seluruh host” di
di host address
network tertentu

Nilai “0” semua


Artinya “network
3 di keseluruhan
manapun”
IP address

Broadcast ke
Nilai “1” semua seluruh host di
4 di keseluruhan seluruh network
IP address ataupun network
tertentu

Network
5 Loopback address
[Link]
Network
6 Link local address
[Link]/16

… kebayang?

Berikut penjelasan dan contohnya: (beberapa erat kaitannya dengan subnetting


yang akan kita bahas di bab berikutnya).

a. Nilai “0” atau “1” di host address


Contohnya, alamat: [Link]

Alamat tersebut kelas B, ya kan? 172.16 adalah network addressnya, sedangkan


30.19 adalah host addressnya.

Maka kalau kita uraikan menjadi seperti ini:

 Nilai 0 semua di bit host address


172.16.00000000.00000000 = [Link] » Artinya network address
[Link] saja (network berikutnya adalah [Link]).
 Nilai 1 semua di bit host address
172.16.11111111.11111111 = [Link] » Artinya seluruh host yang
berada di network [Link] tadi, alias broadcast.

Aturan ini sama saja baik untuk network yang classfull (mengikuti kaedah
pengkelasan IP address), maupun yang sudah subnetted, atau classless.

b. Nilai “0” atau “1” semua di keseluruhan IP address


Bagian ini melibatkan seluruh bit di semua ip address (bit di porsi network juga bit di
porsi host).

1. Nilai bit nya 0 semua = [Link]


Artinya network manapun, contohnya bisa kamu temukan di tabel routing, jika
ada alamat [Link] maka itu adalah default route.
2. Nilai bit nya 1 semua = [Link]
Artinya broadcast address ke seluruh network atau network tertentu.

Khusus contoh kedua, kamu harus sudah paham seperti apa itu broadcast. Jika paket
dikirim ke alamat [Link], maka pesan akan di broadcast ke semua
network, atau ke network tertentu.

Tergantung oleh siapa pesan broadcast tersebut diterima pertama kali. Jika switch
(tanpa VLAN), maka akan disebar ke semua network.

Silakan baca materi sebelumnya:

 Infrastruktur jaringan dasar (belajar internetworking).


 Traffik dan arsitektur jaringan komputer (erat kaitannya dengan jenis ip
address yang akan kita bahas di bawah).

c. Network [Link]
Ingat di bahasan address Class A, ada 2 alamat yang reserved, yaitu [Link] (yang
baru kita singgung), dan [Link]

Nah, network [Link] digunakan untuk alamat loopback. Biasa defaultnya adalah
[Link]/8. Silakan periksa alamatnya di laptop kamu masing-masing.

Gambar 15: Loopback Address

Range nya sampai berapa?

Lihat saja bit networknya, ada 8. Berarti di kelas A.

Alamat loopback berada di virtual interface (tidak fisik NIC), jadi sifatnya tidak
pernah down (selalu up), fungsi utamanya untuk cek TCP/IP stack atau kebutuhan
routing, atau kebutuhan manajemen.

Contoh yang sering kita akses http ke loopback sendiri (identik dengan localhost),
atau telnet ke loopback sendiri untuk ngecek service di local yang kita buat (entah
itu samba, ssh, ftp, dll).

Jika hal itu dilakukan, kita sudah melakukan proses untuk membuat tcp/ip stack agar
bekerja (sekaligus memeriksanya), tanpa mengirim traffic ke luar jaringan.

Selebihnya silakan baca materi trafik jaringan komputer diatas.

d. Network [Link]
Saat kita menggunakan dhcp dan gagal mendapatkan alokasi address, biasanya
otomatis digantikan dengan alamat [Link] dan sebagainya.

Gambar 16: APIPA Address

Pernah ngalamin?

Alamat tersebut automated jika engga bisa reach dhcp server, disebut juga link-local
address IPv4 sehingga tidak bisa dirouting.

Alamat ini sering disebut APIPA address atau Automated Privated IP Addressing.
Rangenya dari [Link] sampai [Link]
6. Private IP Address

Kita sudah bahas ip address secara menyeluruh, dibagi atas kelas A, kelas B, kelas
C, kelas D dan kelas E. Namun tidak semua kelas ip address bisa kita assign ke
interface, karena digunakan untuk kebutuhan khusus.

Juga tidak semua ip address bisa kita assign ke interface, ada beberapa yang


reserved, ada juga yang designed for special purpose. Sampai sini nyambung?

Kita rangkum lagi range network kelas ip address versi 4, seperti ini:

 Kelas A: [Link] sampai [Link]


 Kelas B: [Link] sampai [Link]
 Kelas C: [Link] sampai [Link]

Nah…

Dari range kelas ip address diatas, ada lagi range khusus yang digunakan untuk
private ip address. Private ip address dibuat untuk kebutuhan local network, tidak
bisa dirouting ke internet (RFC 1918).

Berikut range private ip address (sesuai kelasnya):

 Kelas A: [Link] sampai [Link]


 Kelas B: [Link] sampai [Link]
 Kelas C: [Link] through [Link]

Maka kalau digambarkan, berikut range ip public dan ip private dari keseluruhan
alokasi ip address classfull. (buka gambar untuk memperbesar)

Gambar 17: Range IP Private dan IP Public dari Keseluruhan Alokasi IPv4 Classfull

a. Pemahaman Private IP Address


Ada pemahaman penting disini yang sering kali tidak dimengerti bagi kamu yang
baru belajar jaringan komputer.

Ingat: seluruh perangkat-perangkat di dunia ini, yang saling terhubung, mereka


menggunakan IP public.

Kira-kira ilustrasinya seperti berikut ini:

Gambar 18: IP Public di Internet

Masih ingat pertanyaan di awal materi ini? (Misal: ip laptop saya [Link],
namun ketika di cek di internet kok hasilnya berbeda, malah [Link])
[Link] itu adalah ip private. Sedangkan [Link] itu adalah ip public.
Lah kenapa bisa berubah seperti itu??

Jawabannya, karena ada NAT.

b. NAT atau Network Address Translation


Laptop yang kita gunakan, menggunakan ip private, tapi bisa internetan.
Dikarenakan, ip private tadi diterjemahkan menjadi ip public (dalam hal ini dilakukan
oleh ISP), misal kalau kamu pakai modem atau sewa internet kabel.

Gambar 19: IP Private ditranslasi menjadi IP Public dengan NAT

Kita tidak bahas teknik NAT sekarang.

Tapi intinya, kamu bisa internetan pakai private ip address karena alamat tersebut
di-NAT.

Misal ip kamu (private) adalah [Link]/24, tapi ip kamu di internet (public)


bisa jadi (misal) [Link]. Nah satu ip public bisa digunakan untuk mentranslasi
lebih dari 1 ip private.

Keuntungannya adalah: lebih menghemat alokasi ip public. Kalau saja tidak ada NAT,
pasti ip public sudah habis sejak dahulu kala.

Saat belajar routing switching dasar, scopenya hanya di ip-private. IP Public akan


lebih kamu pahami lagi aturan alokasinya di track WAN atau Service Provider.
Intinya: pahamin range, dan aturan pengalamatannya.

Jika kamu mendapat alokasi IP public dari ISP, dan ip tersebut sudah dirouting ke
internet. Kamu bisa internetan, pakai ip public tersebut.

Jelas yah? Saya harap kamu tidak bingung lagi mengenai ip private dan ip public.

Mari kita lanjut.

7. Jenis-Jenis IP Address

Berdasarkan sifatnya dalam mengirimkan traffic ataupun paket, IP address dibagi-


bagi lagi, menjadi:

 Loopback
 Unicast
 Layer 2 broadcast
 Layer 3 broadcast
 Multicast
Beruntungnya saya.. karena penjelasan jenis-jenis ip address tersebut sudah pernah
saya tuliskan.

Dengan memahami fungsi jenis-jenis ip address, kamu akan memahami fundamental


trafik di jaringan komputer (logic) dan juga arsitekturnya (fisik). Silakan baca
disini untuk jenis-jenis ip address.

8. Bahan Latihan IP Address

Sebagai bahan latihan untuk mematangkan pemahaman ip address, silakan kamu


jawab soal-soal ip address berikut ini:

1. Alamat [Link] merupakan ip public atau ip private? Tentukan range


addressnya.
2. Buat range host address terendah dan tertinggi dari network [Link], dan
berapa network selanjutnya? Serta berada di kelas apa network tersebut?
3. Dari 2 soal diatas, lakukan perhitungan bit network seperti penjelasan diatas.

Tips: kamu bisa menggunakan aplikasi ip calculator. Saya rekomendasikan


aplikasi ipcalc (linux, digunakan via CLI).

Tapi ingat, cukup aplikasi ip calculator untuk memverifikasi hasil perhitungan kamu.
Jangan gunakan untuk hal kecurangan atau ceating.

… atau silakan gunakan untuk cheating, namun kamu akan selamanya tidak akan
pernah memahami perhitungan ip address.

Simpulan

Menguasai ip address tidak cukup dalam hitungan hari, minggu. Butuh waktu
berbulan hingga bertahun. Goalnya nanti adalah kamu bisa mengalokasikan ip
dengan efektif di network yang kamu kelola.

Skill yang harus kamu miliki adalah subneting, summarization address, (terkait
routing). Ini akan kita bahas di bab selanjutnya.

Bab 2: Belajar Konsep Subnetting dan Cara Menghitung Subnetting

Bagikan jika bermanfaat.

Share this:

 Click to share on Twitter (Opens in new window)


 Click to share on Facebook (Opens in new window)
 Click to share on LinkedIn (Opens in new window)
 Click to share on Telegram (Opens in new window)
 Click to share on WhatsApp (Opens in new window)
 Click to share on Pocket (Opens in new window)

Like this:

Penjelasan TCP/IP Serta Enkapsulasinya


In "Guides"

Belajar Konsep Dasar Subnetting dan Cara Perhitungan Subnetting


In "Guides"

Anda mungkin juga menyukai