BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dewasa ini energi merupakan kebutuhan manusia yang paling pokok. Kebutuhan
manusia terhadap ketersediaan energi listrik sangatlah besar, sehingga pemakaiannya
haruslah bijaksana, produktif dan efisien. Kita semua menyadari bahwa sumber energi
yang kita pakai cadangannya terbatas, bahkan untuk sumber energi dari minyak bumi
dan gas alam, disamping cadangannya terbatas juga tidak dapat diperbaharui.
B. Rumusan Masalah
1. Apa Pengertiann Tentang AC ?
2. Apa Bagian-Bagian AC (Air Conditioner) Beserta Fungsinya ?
3. Apa Saja Jenis-Jenis AC ?
4. Bagaimana Cara Merawat AC ?
C. Tujuan
1. Untuk Mengetahui Pengertiann Tentang AC
2. Untuk Mengetahui Bagian-Bagian AC (Air Conditioner) Beserta Fungsinya
3. Untuk Mengetahui Jenis-Jenis AC
4. Untuk Mengetahui Cara Merawat AC
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Dasar Tentang AC (Air Conditioner)
Secara umum pengertian dari AC (Air Conditioner) suatu rangkaian mesin yang
memiliki fungsi sebagai pendingin udara yang berada di sekitar mesin pendingin tersebut.
Secara khusus pengertian dari AC (Air Conditioner) adalah suatu mesin yang di
gunakan untuk mendinginkan udara dengan cara mensirkulasikan gas refrigerant berada di
pipa yang di tekan dan di hisap oleh kompresor.
Adapun sebab mengapa gas refrigerant di pilih sebagai bahan yang di sirkulasikan,
yaitu karena bahan ini mudah menguap dan bentuknya bisa berubah-ubah, yang berbentuk
cairan dan gas. Panas yang berada pada pipa kondensor berasal dari gas refrigerant yang di
tekan oleh kompressor sehingga bahan tersebut menjadi panas dan pada bagian Automatic
Expantion Valve pipa tempat sirkulasi gas refrigerant di perkecil,sehingga tekanannya
semakin meningkat dan pada pipa evaporator menjadi dingin.
B. Bagian-Bagian AC (Air Conditioner) Beserta Fungsinya.
a) Compressor (komfersi).
Yaitu berfungsi untuk memompa gas refrigerant.
b) Recervoir.
Yaitu berfungsi untuk manyimpan gas dari condensor sebelum di alirkan ke
compressor.
c) Condensor (penguapan).
Berfungsi untuk tempat pembuangan temperatur panas
d) Evaporator (pengembunan).
Berfungsi untuk tempat pembuangan temperatur dingin
e) Filter Dryer.
Berfungsi sebagai penyaring sisa-sisa kotoran gas dan oli
f) Motor Fan Dan Blower.
Motor berfungsi untuk memutar kipas fan dan blower agar terjadi nya sirkulasi udara.
C. Jenis-jenis AC (Air Conditioner)
1) AC Split
Di lihat dari segi bentuknya AC Split ini memiliki dua bagian yaitu indoor dan
uotdoor, compressor pada AC Split in terletak pada bagian outdoornya dan memiliki kipas
sebagai alat untuk mengurangi panas yang ada pada pipa kondensornya.
Sedangkan pada bagian indoornya terdapat pipa evaporator dan motor listrik yang
berfungsi memutar blower dan kemudian di keluarkan pada ruangan yang telah di
tentukan sehingga ruangan tersebut menjadi dingin
Prinsip kerja pada AC Split adalah dimulai dari kompresor. Kompresor memompa gas
yang bertekanan tinggi dan bersuhu tinggi melalui pipa tekan (Discharge) ke kondensor.
Di dalam kondensor suhu gas yang tinggi dibuang oleh Fan yang terletak pada Outdoor
unit, sehingga suhu gas refrigerant menjadi dingin. Setelah melalui Condensor gas
refrigerant masuk ke Filter Dryer untuk disaring, agar gas yang mengalir tidak terdapat
kotoran. Setelah disaring gas (Freon) masuk ke pipa kapiler yang lubangnya begitu kecil,
di dalam pipa ini freon saling bertubrukan dan berdesak-desakan disini freon telah berubah
wujud menjadi cair yang sebelumnya berupa gas. Setelah melewati pipa kapiler freon akan
menguap dan mengambil panas didalam Evaporator yang hampa udara. Sehingga pipa-
pipa di evaporator menjadi dingin dan dihembuskan oleh fan motor yang ada dalam Indoor
unit.
Setelah melakukan proses pendinginan freon di dalam evaporator, freon kembali
disedot masuk kembali melalui pipa hisap (suction) ke dalam Kompresor. Begitulah cara
kerja AC, singkatnya freon dipompa oleh kompresor keluar melalui pipa tekan lalu masuk
ke condensor lalu ke filter dryer kemudian masuk melalui pipa kapiler menuju evaporator
dan kembali ke kompresor melalui pipa hisap (Suction). Proses ini terus berulang ketika
AC digunakan.
2) AC Window
1. Pengertian
Pada AC Window ini memiliki bentuk yang berbeda dengan bentuk lainnya, yaitu
antara indoor dan outdoornya memiliki tempat yang sama (menyatu), sehingga tidak
memerlukan tambahan pipa antara indoor dan outdoor AC tersebut.
Didalam pemasangan AC Window ini, kita harus melubangi tembok ruangan yang
akan di pasang tersebut. Letak indoornya berada di dalam ruangan dan letak outdoornya
berada di luar ruangan, tembok pembatas ini sangat di perlukan agar udara panas yang
berada di luar ruangan tidak masuk ke dalam ruangan yang bersuhu rendah, yang dapat
mengakibatkan kerusakan pada compressor AC Window tersebut.
2. Bagian-bagian AC Window
a) Compressor (kompersi)
Yaitu berfungsi untuk memompa gas freon atau gas Refrigerant ke seluruh sistem AC
panas yang diserap dari evaporator dan dikeluarkan melalui kondensor.
b) Condensor (penguapan)
Yaitu berfungsi untuk membuang temperatur panas pada outdoor.
c) Recervoir
Berfungsi untuk menyimpan gas dari condensor sebelum dialirkan ke compressor.
d) Evaporator
Berfungsi untuk menyerap udara panas menjadi dingin.
e) Filter Dryer
Berfungsi untuk menyaring sisa-sisa kotoran gas dan oli.
f) Motor Fan dan Blower
Motor berfungsi untuk memutar kipas fan dan blower.
Blower berfungsi untuk mensirkulasikan udara yang berada di sekitar evaporator.
g) HPS (High Pressure Switch)
Yaitu berfungsi untuk megukur tekanan tinggi atau kuatnya gas.
h) LPS (Low Pressure Switch)
Yaitu berfungsi untuk mengukur tekanan lemah atau rendahnya gas.
3) AC Floor Standing
AC Floor standing ini memiliki bentuk yang besar baik pada indoornya maupun pada
outdoornya, peletakan AC Floor standing ini yaitu pada bagian indoornya di letakkan pada
dasar lantai ruangan yang di lengkapi dengan dudukannya, daerah pada bagian depan
indoornya harus lapang hal ini di sebabkan agar sirkulasi udara pada AC Floor standing
tersebut tidak terganggu.
AC Floor standing ini mampu mencapai temperatur terendah hingga kurang lebih 10
derajat celcius sedangkan pemasangan pada bagian indoornya disebelah atas dibuat suatu
corong/dakting udara, yang dapat di tempatkan hingga ketinggian 3,5 meter.
AC Floor standing ini sangat banyak di gunakan pada setiap industri, karena
memiliki kapasitas ruangan yang cukup besar dibandingkan dengan AC lainnya dan AC
ini biasanya di letakkan dalam suatu ruangan produksi.
4) AC Central
Ukuran pada AC ini hampir sama dengan AC Floor standing yang memiliki bentuk
dan ukuran cukup besar. Perbedaannya ialah ukurannya dan tempatnya peletakkan pada
bagian indoornya. AC Central ini di pasang (di letakkan) pada bagian atas dekat ceilings
(plafon), dan AC ini lebih banyak di pasang dalam keadan tergantung.
AC Central ini memiliki dua buah blower yang di gunakan untuk menghisap suhu
dingin pada bagian evaporatornya dan mengeluarkannya keruangan yang telah di tentukan.
AC ini biasanya diberi corong udara/dakting pada depan blowernya, sebagai tempat
penyalur udara dari blower menuju ruangan. AC ini memiliki filter, yang dipasang pada
bagian belakang blower.
E. Masalah-Masalah Yang Di Hadapi
1. AC (Air Conditioner) yang membeku ( jadi es ).
AC (Air Conditioner) membeku (jadi es) bisa juga disebabkan karena ACnya kotor,
kekurangan gas freon/refrigerant, dan kerusakan pada motor fannya.
Cara Mengatasinya:
a) Kalau AC membeku (jadi es) di sebabkan karena kotor.
Cara mengatasinya kita cukup dengan membersihkan bagian-bagian dalam AC yang
kotor/mencuci AC tersebut.
b) Kalau filter dryernya mampet compressor bekerja tidak stabil, dapat menyebabkan
compressor overload.
Cara mengetahui filter dryernya mampet dapat dilihat dari pipa katup buangnya
dingin, sedangkan normalnya pipa katup buang itu panas, panasnya dapat dilihat dari
berapa kapasitas compressor tersebut. Kalau filternya sudah mampet tidak bisa diperbaiki
lagi dan kita harus mengganti filter yang baru.
c) Kalau Compressor kekurangan gas freon/gas refrigerant maka AC juga bisa menjadi
beku (jadi es), karena gas yang dipompa oleh compressor sedikit.
2. AC Split yang tidak dingin
AC Split yang tidak dingin, umumnya disebabkan oleh Freon yang habis atau
outdoor yang sudah kotor sehingga dalam proses pendinginan tidak maksimal.
Cara Mengatasinya :
a) Kalau Freon Habis isi kembali dengan memakai Refrigerant 22 menggunakan alat
Regulator ke kompresor.
b) Dan jika kotor bersihkan outdoor unit dengan hati-hati, sebaiknya matikan terlebih
dahulu sumber arus pada Outdoor tersebut.
F. Perawatan Pada AC (Air Conditioner)
Hal yang harus di lakukan agar AC (Air Conditioner) dapat bekerja dengan baik, antar
lain:
a) Lindungi AC dari debu dan air hujan.
b) Lindungi ruangan AC dari asap, bau yang tidak sedap dan tidak terlalu panas.
c) Untuk mengurangi pemborosan bahan AC ruangan, cegah udara luar terlalu banyak masuk
secara langsung kedalam ruangan yang dipasang AC.
d) Bersihkan kisi-kisi ventilasi Evaporator dari kotoran debu minimal 3 kali dalam satu tahun.
e) Lakukan perawatan pada AC sesering mungkin agar AC tersebut berfungsi dengan baik
dan dapat digunakan lebih lama oleh pemakainya.
f) Perbaikilah langsung bagian AC yang mengalami kerusakan, baik itu kerusakan yang besar
ataupun kerusakan kecil.
g) Jangan biarkan kondisi AC menyala terus-menerus, jika tidak di gunakan segeralah
matikan AC.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Secara umum pengertian dari AC (Air Conditioner) suatu rangkaian mesin yang
memiliki fungsi sebagai pendingin udara yang berada di sekitar mesin pendingin tersebut.
Secara khusus pengertian dari AC (Air Conditioner) adalah suatu mesin yang di
gunakan untuk mendinginkan udara dengan cara mensirkulasikan gas refrigerant berada di
pipa yang di tekan dan di hisap oleh kompresor.
Bagian-Bagian AC
a) Compressor (komfersi).
Yaitu berfungsi untuk memompa gas refrigerant.
b) Recervoir.
Yaitu berfungsi untuk manyimpan gas dari condensor sebelum di alirkan ke compressor.
c) Condensor (penguapan).
Berfungsi untuk tempat pembuangan temperatur panas
Perawatan Pada AC (Air Conditioner)
Hal yang harus di lakukan agar AC (Air Conditioner) dapat bekerja dengan baik, antar
lain:
a) Lindungi AC dari debu dan air hujan.
b) Lindungi ruangan AC dari asap, bau yang tidak sedap dan tidak terlalu panas.
c) Untuk mengurangi pemborosan bahan AC ruangan, cegah udara luar terlalu banyak masuk
secara langsung kedalam ruangan yang dipasang AC.
d) Bersihkan kisi-kisi ventilasi Evaporator dari kotoran debu minimal 3 kali dalam satu tahun.
e) Lakukan perawatan pada AC sesering mungkin agar AC tersebut berfungsi dengan baik
dan dapat digunakan lebih lama oleh pemakainya.
f) Perbaikilah langsung bagian AC yang mengalami kerusakan, baik itu kerusakan yang besar
ataupun kerusakan kecil.
g) Jangan biarkan kondisi AC menyala terus-menerus, jika tidak di gunakan segeralah
matikan AC.
DAFTAR PUSTAKA
Buntarto, service dan reparasi AC, Graha Ilmu, Yogyakarta ;2009