PENDAHULUAN
Latar Belakang
Di dalam berwirausaha ada beberapa aspek yang menentukan berhasil tidaknya suatu
usaha yang dijalankan. Diantaranya aspek modal, pengelolaan maupun pemasaran. Modal
bisa didapat dari berbagai cara misalnya denganmodal yang kita punya sendiri ataupun
dengan pinjaman. Oleh karena itu sangat dibutuhkan suatu kemitraan atau hubungan sosial
yang baik dalam berwirausaha. Karena terkadang dalam berwirausaha kita Tdak dapat
memulainyasendiri baik karena kekurangan uang, sumber daya, maupun kreatiftas. Sehingga
kemitraan itu sangat dibutuhkan dan merupakan salah satu aspek yang penTng dalam
berwirausaha. Sedangkan mengenai pengelolaan atau manajemen dan pemasaran akan lebih
baik bila kita menguasainya lebih jauh sebagai seorang wirausahawan, karena aspek
pengelolaan dan pemasaran merupakan aspek yang memegang peranan penting. Menjadi
seorang wirausahawan tidaklah mudah. Dibutuhkan banyak skill , modal, dan manajemen
yang baik. Tentunya keberhasilan wirausaha dari para pakarnya akan sangat membantu bagi
mereka yang ingin memulai suatu usaha. Dimulai dengan pengenalan bagaimana rahasia
dibalik kesuksesan seorang wirausahawan. Kisah Merry Riana sangat menginspirasi saya
untuk menjadi orang yang sukses di usia muda.
BIOGRAFI MERRY RIANA
Buku yang berjudul "Mimpi Sejuta Dolar" itulah sebuah judul buku inspiratif dan
motivatif yang yang terinspirasi dari kisah Merry Riana seorang Entrepreneur wanita yang
sukses di usia muda. Ia juga Seorang Speaker, Trainer dan menjadi Motivator Wanita No.1 di
Asia. Merry Riana yang menjadi salah satu Enterpreneur dan Motivator wanita tersukses ini
berasal dari Indonesia, Ia dilahirkan di pada tanggal 29 Mei 1980 di Jakarta, ayahnya
bernama Ir. Suanto Sosrosaputro dan ibunya bernama Lynda Sanian. Merry Riana lahir dan
tumbuh di Jakarta dalam sebuah keluarga sederhana keturunan Tionghoa. Orangtua Merry
adalah seorang pebisnis dan ibu rumah tangga. Ia merupakan anak sulung dari 3 bersaudara.
Adiknya bernama Aris dan juga Erick. Sebagai anak tertua dalam keluarga, ia harus menjadi
panutan dalam keluarganya agar adik-adiknya dapat mencontohnya.
Merry Riana memulai pendidikannya di Sekolah Dasar (SD) Don Bosco Pulomas,
tamat dari sana ia kemudian masuk di SMP Santa Ursula dan juga SMA ia lanjutkan di
sekolah yang sama yaitu SMA Santa Ursula yang merupakan sekolah katolik khusus
perempuan yang berada di Jakarta Pusat.
Pada Tahun 1998, setelah lulus dari SMA , Merry Riana ingin melanjutkan studinya
di Universitas Trisakti dengan Jurusan Teknik Elektro namun keinginan tersebut gagal karena
adanya kerusuhan besar pada saat itu di Jakarta. Karena kondisi yang tidak aman, ayahnya
yaitu Suanto Sastrosaputro mengirim Merry untuk kuliah di luar negeri dan Singapura yang
dipilih karena sistem pendidikan yang dimiliki bagus serta jaraknya yang relatif dekat.
Pada tahun 1998, Merry Riana mulai kuliah di Nanyang Technological University
dengan Jurusan Electrical and Electronics Engineering. Jurusan tersebut Ia pilih karena
jurusan tersebut paling masuk akal baginya yang saat itu bercita-cita menjadi insinyur.
Namun sebelumnya Merry Riana pernah gagal saat tes bahasa inggris di universitas itu
karena tanpa adanya persiapan yang memadai. Pada saat itu pula dana yang dimiliki Merry
tidak memadai sehingga Ia meminjam dana beasiswa dari Bank Pemerintah Singapura
sebesar $40.000 dan Ia harus melunasi pinjaman tersebut setelah Ia lulus kuliah dan bekerja.
Dengan dana yang hanya sebesar itu, Ia menghitung bahwa dalam seminggu Ia hanya
mengantungi uang sebesar $10 lalu Ia menyiasati hal tersebut dengan berhemat. Pada pagi
hari, Ia hanya memakan mie instant, pada siang hari Ia hanya memakan 2 lembar roti tanpa
selai dan pada malam hari Ia mengikut seminar dan perkumpulan agar mendapat makanan
gratis,untuk minum Ia mengambil air dari keran atau tap water di kampusnya. Hal itu
dilakukan Merry hampir setiap hari pada tahun pertama kuliahnya. Karena kehidupan yang
dijalaninya sangat memperihatinkan, Ia terdorong untuk mencari penghasilan sendiri mulai
dari membagikan pamflet atau brosur, menjadi penjaga toko bunga hingga menjadi pelayan
Banquet hotel.
Setelah memasuki tahun ke dua kuliah, Merry menyadari bahwa hidupnya tidak
mengalami perubahan. Walaupun tidak memiliki latar belakang pendidikan dan juga
pengalaman bisnis, Ia mulai membangun mimpinya dengan mengumpulkan berbagai
informasi dari mengikuti seminar dan juga organisasi kemahasiswaan yang berhubungan
dengan bisnis.
Merry mulai terjun ke dunia bisnis meski tanpa pengalaman dan pengetahuan bisnis
yang memadai. Ia menyadari untuk memenuhi impiannya yaitu sukses pada usia 30 tahun
dengan pekerjaan biasa tidak cukup, Ia mencoba peruntungan di berbagai peluang bisnis
mulai dari bisnis pembuatan skripsi, mencoba menanam saham, bisnis MLM namun semua
berakhir dengan kegagalan bahkan pada saat Ia mencoba terjun ke multi level marketing Ia
mendapat kerugian hingga $200 dan saat mencoba memutar uangnya di bisnis saham ia
kehilangan uang hingga $10.000.
Merry kehilangan semua investasi dan Ia terpuruk, Merry kemudian mencoba bangkit
dari keterpurukan dan berusaha menjadi seorang entrepreneur. Saat merasa sudah siap,
Merry memilih untuk menekuni industri pencanaan keuangan yang dirasanya dapat
mewujudkan mimpinya dalam waktu relatif singkat.
Setelah menyelesaikan kuliahnya dan mempersiapkan diri dengan matang, Merry bersama
dengan Alva Thjenderasa yaitu teman kuliah yang kini menjadi suaminya mulai menjalankan
bisnis bersama.
Kemudian Merry memulai karier dari sektor penjualan di bidang jasa keuangan sebagai
penasehat keuangan. Saat menjadi penasehat keuangan Ia harus menghadapi berbagai
tantangan.
Walau banyak mengalami kegagalan, tanpa merasa terbebani dengan kemungkinan gagal
kembali atau keharusannya berhasil, Ia memilih memfokuskan diri pada pengalaman serta
pelajaran yang akan Ia dapatkan dari awal kariernya. Dengan tekad bulat, Merry bekerja
selama 14 jam dalam sehari.
Dengan usaha yang dilakukannya, Merry sukses sebagai sebagai Financial Consultant yang
menjual produk keuangan dan perbankan. Dalam kariernya ia berhasil melunasi hutangnya
yang sebesar S$40.000 .
Pada tahun pertama bekerja Ia mendapat penghasilan sebesar S$200.000 atau setara dengan
1,5 Milyar rupiah. Pada tahun 2003 ia mendaoat penghargaan penasehat baru teratas yang
notabene sangat diidamkan banyak orang yang berprofesi sebagai penasehat keuangan.
Pada tahun 2004, dengan prestasi yang cemerlang ia dipromosikan menjadi Manager. Setelah
diangkat menjadi Manager, Ia mulai membuka bisnis sendiri dengan menyewa kantor dan
mendirikan Merry Riana Organization yaitun sebuah perusahaan jasa keuangan, Selain itu Ia
mendirikan pula MRO concultancy yang bergerak di bidang pelatihan, motivasi dan
percetakan buku.
Pada ulang tahun yang ke 30 Merry membuat resolusi baru yaitu memberi dampak positif
bagi satu juta orang di Asia terutama di Indonesia. Pada tahun 2005, Ia mendapatkan
penghargaan sebagai Top Agency of the Year dan Top Rookie Agency. Terdapat 40
penasehat keuangan dalam perusahaannya dan semuanya masih berumur sekitar 21 hingga 30
tahun.
Mimpinya yang ingin memberi dampak positif bagi 1 juta orang di Asia terutama Indonesia,
Ia mengeluarkan buku “Mimpi Sejuta Dolar” yang berisi tenang kisahnya yang menghasilkan
S$ 1.000.000 pada usia 26 tahun
PENUTUP
Kesimpulan:
Merry Riana adalah seorang entrepreneur dan motivator wanita sukses asal Indonesia.
Ia dilahirkan pada tanggal 29 Mei 1980 di Jakarta. Merry berasal dari keluarga keturunan
Tionghoa dan hidup dari keluarga sederhana. Perjalanan hidup Merry di Singapura berawal
ketika kerusuhan besar tahun 1998. Merry memilih untuk kuliah dii Singapura untuk
menghindari hal-hal yang tidak di inginkan.
Tanpa persiapan bekal dana yang memadai pula Merry meminjam dana dari
pemerintahan Singapura sebanyak $40.000, dana tersebut sangatlah minim sehingga Merry
harus berhemat untuk kebutuhan sehari-hari. Kehidupannya yang sangat memprihatinkan
tersebut mendorongnya untuk mencari penghasilan di luar, dari mulai membagikan
pamflet/brosur di jalan,menjadi penjaga toko bunga,dan menjadi pelayan Banquet di hotel.
Setelah memasuki tahun ke dua kuliah, Merry menyadari bahwa hidupnya tidak
mengalami perubahan, Ia menyadari untuk memenuhi impiannya yaitu sukses pada usia 30
tahun dengan pekerjaan biasa tidak cukup, Ia mencoba peruntungan di berbagai peluang
bisnis mulai dari bisnis pembuatan skripsi, mencoba menanam saham, bisnis MLM namun
semua berakhir dengan kegagalan. Walaupun mengalami kegagalan Ia memilih
memfokuskan diri pada pengalaman serta pelajaran yang akan Ia dapatkan dari awal
kariernya
Lalu tanpa pengalaman dan pengetahuan bisnis Merry memulai karier sebagai seorang
penasihat keuangan. Alasan yang membuat Merry tidak menyerah ialah usianya yang masih
muda dan lajang sehingga lebih berani untuk mengambil resiko.
Dengan usaha yang dilakukannya, Merry sukses sebagai sebagai Financial
Consultant. Pada tahun pertama bekerja Ia mendapat penghasilan sebesar S$200.000 atau
setara dengan 1,5 Milyar rupiah. Pada tahun 2004, Ia mendirikan Merry Riana Organization
yaitun sebuah perusahaan jasa keuangan, Selain itu Ia mendirikan pula MRO concultancy
yang bergerak di bidang pelatihan, motivasi dan percetakan buku.
Pada tahun 2005, Ia mendapatkan penghargaan sebagai Top Agency of the Year dan
Top Rookie Agency. Mimpinya yang ingin memberi dampak positif bagi 1 juta orang di Asia
terutama Indonesia, Ia mengeluarkan buku “Mimpi Sejuta Dolar” yang berisi tenang kisahnya
yang menghasilkan S$ 1.000.000 pada usia 26 tahun.
Saran :