ANALISA PROSES INTERAKSI
Inisial klien : Tn. L
Status interaksi : Pertemuan ke 1 (Fase orientasi)
Lingkungan : Perawat dan klien duduk berhadapan di teras ruang istirahat pasien, di depan terdapat satu perawat
yang juga sedang berinteraksi dengan klien [Link] antara perawat dengan perawat lainnya kurang
lebih 5 meter
Deskripsi klien : Penempilan klien cukup bersih dan rapi, ekspresi klien tampak tenang, kontak mata (-)
Tujuan : Membina hubungan saling percaya, mengenal halusinasi (isi, waktu, frekuensi) dan cara mengontrol
halusinasi dengan cara menghardik
Nama Mahasiswa : Putri Risza Gusrina
Tanggal/jam : ............ agustus 2019/ ........WIB
Ruang : Murai C
KOMUNIKASI NON ANALISA BERPUSAT ANALISA BERPUSAT
KOMUNIKASI VERBAL RASIONAL
VERBAL PADA PERAWAT PADA KLIEN
P : Selamat siang, pak ! P : Duduk berhadapan, Perawat memulai percakapan Klien tampak bersedia Ucapan salam perawat kepada
mengulurkan tangan, tersenyum, dengan sikap terbuka berinteraksi klien menunjukkan penghargaan
badan agak membungkuk perawat kepada klien.
kedepan, kaki sikap terbuka Penghargaan kepada orang lain
K : Melihat ke arah perawat dan merupakan modal awal seseorang
mengulurkan tangan dapat membuka diri dengan orang
lain.
K : Selamat siang, bu perawat K : Klien memandang perawat, Perawat tetap menjaga posisi Klien berespon positif dengan Perawat mempertahankan sikap
menjawab dengan singkat tubuh dengan terapeutik salam yang disampaikan oleh terbuka, memandang dan
P : Mempertahankan sikap perawat mendengarkan dengan penuh
terbuka, badan condong ke perhatian ketika berinteraksi
depan, memandang dan dengan klien.
mendengarkan dengan penuh
perhatian
KOMUNIKASI NON ANALISA BERPUSAT ANALISA BERPUSAT
KOMUNIKASI VERBAL RASIONAL
VERBAL PADA PERAWAT PADA KLIEN
P : Perkenalkan nama saya P : Suara jelas, memandang Perawat mencoba untuk Klien mendengarkan pertanyaan Membuka diri bagi perawat untuk
perawat putri . Saya dari klien dengan bersahabat, sikap membuka diri dan mencoba perawat dengan serius memudahkan dan membina
mahasiswa ners poltekkes terbuka dan tersenyum menggali identitas klien hubungan saling percaya dengan
kemenkes bkl . Nama bapak K : Memandang perawat dengan klien
siapa dan senang dipanggil wajah rileks, bicara kurang jelas,
apa? kontak mata (-)
K : Nama saya Tn.L , saya K : Suara klien terdengar pelan Perawat menunjukkan sikap Klien terlihat mulai Memperkenalkan diri dan
senang di panggil L bu dan sesekali memandang terbuka dengan klien menampakkan rasa percaya mengatakan nama panggilan yang
perawat dengan rileks dengan perawat disukai dapat meningkatkan
P : Mendengarkan dengan penuh rasa percaya kepada orang lain
perhatian dan sikap terbuka
P : Bagaimana perasaan bapak P : Suara jelas, tetap tersenyum, Perawat mencoba membuka Klien tampak menerima dan Perawat mencoba
siang ini? mempertahankan sikap terbuka, diri dan mencoba menggali data terbuka dengan diskusi yang menggali kondisi klien dengan
memandang klien dengan baru yang mungkin sangat akan dilakukan dengan perawat pertanyaan terbuka, memberi
bersahabat diperlukan dari klien kesempatan klien
K : Memandang perawat, wajah mengeksplorasikan apa yang
tampak lebih rileks dan sesekali dirasakan klien
tersenyum
K : Biasa aja bu , tapi kenapa K : Suara terdengar agak lirih Perawat menunjukkan sikap Klien sudah mulai menanamkan Klien sudah mulai membuka diri
keluarga saya tidak ada yang dan tidak jelas, wajah terlihat terbuka dengan klien sikap terbuka dengan perawat dengan perawat. Ini merupakan
membesuk ya bu ? datar dan memandang ke arah awal yang baik untuk mengetahui
lain lebih dalam lagi tentang masalah
P : Memandang klien dengan yang dihadapinya
sikap bersahabat dan
mempertahankan sikap terbuka
KOMUNIKASI NON ANALISA BERPUSAT ANALISA BERPUSAT
KOMUNIKASI VERBAL RASIONAL
VERBAL PADA PERAWAT PADA KLIEN
P : Jadi bapak sudah kangen P : Mempertahankan kontak Perawat melakukan klarifikasi Klien mendengarkan penjelasan Teknik validasi untuk
keluarga?Baiklah, bagaimana mata, sambil mengangguk terhadap Masalah yang dan terlihatingin memastikan ucapan klien.
kalau kita membicarakan perlahan, dengan suara penuh dihadapi klien serta membuat mengungkapkan permasalahan Kontrak waktu, topik dan tempat
tentang masalah apa yang perhatian kontrak pertemuan dan yang dihadapi merupakan cara untuk menjalin
sedang bapak alami? K : Memandang perawat, menentukan topik pembicaraan hubungan yang terapeutik.
Bagaimana bapak bersedia? mendengarkan pertanyaan
Berapa lama mengobrolnya? dengan serius, muka tampak
Dan maunya dimana? mulai rileks, tangan diletakkan
di depan badannya.
K : Boleh bu , terserah ibu, K : Wajah tampak rileks, Perawat mempertahankan sikap Klien sudah tampak percaya Klien sudah dapat membuat suatu
ngobrol disini juga nggan apa- memandang lawan bicara terbuka dengan klien dengan kehadiran perawat dan keputusan yang sederhana. Hal ini
apa dapat membuat kontrak yang menandakan bahwa meskipun
P : Tersenyum dan jelas klien sudah lansia tapi proses
menganggukkan kepala. kognitif klien masih baik
P : Baiklah, bagaiman kalau P : Tersenyum, mempertahankan Perawat memberikan Klien terlihat ingin Perawat memberikan pertanyaan
kita ngobrol kurang lebih 20 sikap terbuka, suara jelas pertanyaan terbuka kepada menyampaikan sesuatu terbuka yang bersifat eksplorasi,
menit, di teras ini saja ya bu? klien sesuai dengan teori bahwa
Baiklah sekarang coba K : Mendengarkan pertanyaan eksplorasi adalah mempelajari
bapak ceritakan lebih lanjut perawat, memandang kebawah. topik secara mendalam.
tentang masalah bapak
Inisial klien : Tn. L
Status interaksi : Pertemuan ke 2 (Fase kerja)
Lingkungan : Perawat dan klien duduk berhadapan di teras ruang istirahat pasien, di depan terdapat satu perawat
yang juga sedang berinteraksi dengan klien [Link] antara perawat dengan perawat lainnya kurang
lebih 5 meter
Deskripsi klien : Penempilan klien cukup bersih dan rapi, ekspresi klien tampak tenang, kontak mata (-)
Tujuan : Mengenal halusinasi (isi, waktu, frekuensi) dan cara mengontrol halusinasi dengan cara menghardik
Nama Mahasiswa : Putri Risza Gusrina
Tanggal/jam : ............ agustus 2019/ ........WIB
Ruang : Murai C
KOMUNIKASI NON ANALISA BERPUSAT ANALISA BERPUSAT
KOMUNIKASI VERBAL RASIONAL
VERBAL PADA PERAWAT PADA KLIEN
K : sebanrnya saya sering K : menjawab dengan suara yang Perawat mencoba memahami Klien tampak ingin Mengeksplorasi permasalahan
mendengar suara bisikan yang lirih & menunduk saat bercerita apa yang dikatakan oleh klien menceritakan Masalahnya klien bertujuan untuk
sering menyuruh saya untuk bahwa pasien sering mendengar dengan perawat mengidentifikasi masalah utama
memukul dan membawa benda suara-suara klien.
tajam kemanapun, dan pada
saat saya di bawa ke rumah P : Mengangguk kepala,
sakit ini saya merasa malu memandang klien dengan ramah
dengan tetangga sekitar rumah
saya.
P : Jadi bapak sering P : Memandang klien dengan Perawat mencoba menggali Klien mencoba memahami Mengeksplorasi permasalahan
mendengar suara-sura itu ? bersahabat, mempertahankan lebih dalam tentang masalah pertanyaan perawat klien dan bertujuan untuk
baiklah, pada saat kapan bapak sikap terbuka klien mengidentifikasi masalah utama
sering mendengar sura-suara itu K : memandang kebawah, klien.
? kontak mata kurang, dan
berbicara terdengar kurang jelas
K : saat malam hari pada saat K :Menjawab dengan suara yang Perawat mencoba memahami Klien berusaha menjelaskan Klarifikasi dari klien menandakan
saya ingin tidur bu kurang jelas dan kemudian penjelasan yang diberikan tentang hal yang ditanyakan oleh klien sudah mencoba berpikir
terdiam. klien. perawat rasional. Hal ini dilakukan
perawat untuk meningkatkan
P : Mendengarkan penjelasan kemampuan analisa klien
dari klien dengan serius terhadap suatu masalah.
P : O begitu ya, berapa kali P : Memperhatikan klien, Perawat mencoba untuk Klien terlihat ingin Perawat berusaha mengeksplorasi
sehari bapak mendengar suara- mempertahankan sikap terbuka menggali lebih jauh tentang mengungkapkan apa yang dengan memberikan pertanyaan
suara itu? K : Menunduk sambil halusinasi yang di dengarnya dirasakan saat ini terbuka yang bertujuan untuk
mendengarkan kata-kata perawat mennggali pikiran dan perasaan
dengan serius. klien
KOMUNIKASI NON ANALISA BERPUSAT ANALISA BERPUSAT
KOMUNIKASI VERBAL RASIONAL
VERBAL PADA PERAWAT PADA KLIEN
K : hanya 1-2 kali bu, jika saya K : Menunduk dan berkata Perawat berusaha menggali Klien berusaha menjelaskan Penjelasan dari klien menandakan
ingin tidur saja dengan nada pelan frekuensi timbulnya halusinasi rencana kegiatannya klien sudah mencoba berpikir
pada pasirn rasional. Hal ini dilakukan
P : Mendengarkan dengan serius perawat untuk meningkatkan
sambil tetap mempertahankan kemampuan analisa klien
kontak mata terhadap suatu masalah.
P : apa yang bapak rasakan saat P : Tetap mempertahankan Perawat berusaha memberi Klien terlihat kurang Stimulus merupakan teknik
mendengar suara-suara itu ? kontak mata stimulus untuk menggali bersemangat mengungkapkan eksplorasi dengan memberikan
permasalahan klien apa yang menjadi rencananya pertanyaan terbuka bertujuan
K : Berpikir mengangkat muka untuk menjelaskan pikiran dan
sesaat tetapi kembali menunduk. perasaan klien.
K : Saya membanting barang- K : Memandang perawat sesaat Perawat mencoba menggali is Klien berusaha menceritakan Eksplorasi bertujuan untuk
barang, mengamuk dan merasa kemudian menunduk, nada suara dan perasaan klien tentang perasaannya menjelaskan pikiran dan perasaan
ketakutan terdengar sedikit lebih jelas. halusinasi yang di dengarkan yang dialami klien
P : Tetap memandang klien nya
dengan penuh perhatian
P : Baiklah, Apa bapak mau P : Mempertahankan kontak Perawat berusaha mengajak Klien tampak sudah memikirkan Perawat mencoba memberikan
saya ajarkan cara mengontrol mata dan sikap terbuka klien untuk setuju dalam apakah ingin setuju atau tidak. pertanyaan terbuka yang bersifat
halusinasi? berpartisipasi menghontrol eksplorasi sehingga dapat tergali
K : Diam sesaat, berpikir, klien halusinasi : menghardik permasalahan klien sebenarnya
mamainkan jari-jari dan sesekali
tampak tersenyum
KOMUNIKASI NON ANALISA BERPUSAT ANALISA BERPUSAT
KOMUNIKASI VERBAL RASIONAL
VERBAL PADA PERAWAT PADA KLIEN
K : Ya saya mau bu.. K : Menjawab dengan jelas Perawat mendengarkan Klien tampak sudah menyetujui Mendengarkan merupakan suatu
sambil memandang ke arah keterangan yang disampaikan tindakan yang ingin dilakukan bentuk penghargaan kecil yang di
perawat klien berikan kepada pasien.
P : Menatap klien dengan penuh
perhatian
P : Cara pertama yaitu dengan P : Bicara jelas, badan agak Perawat berusaha menggali Klien tampak ingin Perawat tetap menghormati
cara menghardik yaitu tutup condong ke arah klien, kemampuan pasienuntuk mempragakannya ulang. otonomi klien dalam mengulang
telinga dan katakan pergi kamu, memandang klien dengan melakukan cara mengontrol tindakan yang di perintahkan
sya tidak mau dengar, kamu bersahabat halusinasi yang pertama : perawat.
suara palsu.” Coba bapak K : Mengalihkan pandangan ke menghardik.
praktekkan. arah lain sambil berpikir sejenak,
dan mempraktekan ulang apa
yang di perintahkan perawat
K : Klien mengatakan saya K : ekspresi sedikit serius, Perawat berusaha menyimak Klien tampak bersemangat Peragaan dari klien menunjukkan
menutup telinga bila mendengar kontak mata (+) apa yang klien lakukan / memperagakan yang perawat proses kognitif yang masih baik
suara-suara dan katakan saya P : memperhatikan klien dalam peragakan. perintahkan tadi
tidak mau dengar kamu, kamu memperagakan cara mengontrol
suara palsu “ halusinasi :menghardik.
Inisial klien : Tn. L
Status interaksi : Pertemuan ke 2 (Fase Terminasi)
Lingkungan : Perawat dan klien duduk berhadapan di teras ruang istirahat pasien, di depan terdapat satu perawat
yang juga sedang berinteraksi dengan klien [Link] antara perawat dengan perawat lainnya kurang
lebih 5 meter
Deskripsi klien : Penempilan klien cukup bersih dan rapi, ekspresi klien tampak tenang, kontak mata (-)
Tujuan : Mengenal halusinasi (isi, waktu, frekuensi) dan cara mengontrol halusinasi dengan cara menghardik
dan menanyakan apa yang dirasakan klien.
Nama Mahasiswa : Putri Risza Gusrina
Tanggal/jam : ............ agustus 2019/ ........WIB
Ruang : Murai C
KOMUNIKASI NON ANALISA BERPUSAT ANALISA BERPUSAT
KOMUNIKASI VERBAL RASIONAL
VERBAL PADA PERAWAT PADA KLIEN
P : Bagaimana perasaan Ibu P : Mengangguk dan tersenyum Perawat mengevaluasi perasaan Klien terlihat antusias menyimak Evaluasi merupakan tindakan
setelah kita ngobrol? klien pertanyaan perawat untuk mempasrikan ulang
K : Memandang perawat perasaan klien
K : Senang bu... K : Tersenyum dan memandang Perawat mengamati ekspresi Klien tampak serius Evaluasi subjektif membantu
senang pada perawat klien untuk memvalidasi mengungkapkan perasaannya perawat mengevaluasi.
ungkapan verbal dan non verbal
P : Tersenyum pada klien klien
P : Bagaimana kalau kita buat P : tersenyum sambil mencatat Perawat meminta persetujuan Klien terlihat setuju dengan Meminta persetujuan dengan
jadwal latihannya? Mau jam jadwal pasien di ADL nya. klien. usulan perawat klien dapat membuatnya
berapa saja bapak latihannya? diikutsertakan dalam mengambil
K : Memandang perawat dengan keputusan.
sedikit senyuman
K : Boleh bu, masukkan saja K : Tersenyum dan menunduk. Perawat mengamati ekspresi Klien tersenyum dan menunduk
dan respon tubuh klien
P : Tersenyum pada klien
KESAN PERAWAT :
Perawat menganalisis bahwa dalam pertemuan pertama perawat berhasil mencapai hubungan saling percaya dengan klien. Hal
ini ditandai dengan klien sudah mau bercerita tentang apa yang dirasakannya dan bersedia belajar cara penyelesaian masalah. Hasil
interaksi menunjukkan kemampuan klien menerima dan mempraktikkan cara yang diajarkan, Interaksi perlu ditingkatkan untuk
membantu klien mengoptimalkan kemampuan mengontrol halusinasinya: menghardik yang telah dilatih.