0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
104 tayangan16 halaman

Fotokoagulasi Pan Retina pada Retinopati

Dokumen tersebut berisi kasus-kasus klinis tentang penyakit mata. Secara ringkas, dokumen tersebut membahas: 1. Kasus diabetes melitus dengan retinopati yang membutuhkan fotokoagulasi laser. 2. Kasus bayi prematur dengan riwayat ROP. 3. Tes-tes lanjutan yang dibutuhkan untuk kasus-kasus tersebut.

Diunggah oleh

Reinhard Tuerah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
104 tayangan16 halaman

Fotokoagulasi Pan Retina pada Retinopati

Dokumen tersebut berisi kasus-kasus klinis tentang penyakit mata. Secara ringkas, dokumen tersebut membahas: 1. Kasus diabetes melitus dengan retinopati yang membutuhkan fotokoagulasi laser. 2. Kasus bayi prematur dengan riwayat ROP. 3. Tes-tes lanjutan yang dibutuhkan untuk kasus-kasus tersebut.

Diunggah oleh

Reinhard Tuerah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Amelia Ulfa

RETINA
1. Laki-laki, 55 tahun, dengan riwayat DM selama 15 tahun, datang dengan keluhan kabur di mata kiri. Pada
pemeriksaan didapatkan visus mata kanan dengan koreksi terbaik OD 6/6, OS 6/[Link] pemeriksaan
fundus didapatkan perdarahan intraretina dan eksudat di semua kuadran, diadapatkan pula
neovaskuarisasi pada separuh [Link] didapatkan edema macula. Berdasarkan ETDRS, tindakan yang
tepat dilakukan pada kasus ini adalah:
a. fotokoagulasi laser grid
b. fotokoagulasi laser fokal
c. fotokoagulasi laser pan retina
d. injeksi anti-VEGF
e. fotokoagulasi laser PRP + grid

2. Seorang bayi dikonsulkan dari bagian neonatologi dengan riwayat usia gestasi 29‐30 minggu dengan berat
badan lahir 1230 gram. Saat ini usia bayi 1 bulan dan ada riwayat penggunaan oksigen juga. Pada
pemeriksaan didapatkan mata kanan pembuluh darah retina bagian nasal sudah melewati daerah pole
posterior sedangkan daerah temporal didapatkan pembuluh darah belum mencapai ora serrata serta
terdapat daerah penebalan dan peninggian arah jam 10‐11. Pada mata kiri didapatkan pembuluh darah
retina melewati daerah macula tetapi belum mencapai ora serrata. Diagnosis penderita tersebut adalah :
a. OD retina immatur
b. OD ROP Stage 1
c. OD ROP Stage 1 Zone 2
d. OD ROP Stage 2 Zone 2
e. OD ROP Stage 1 Zone 1

3. Seorang bayi dikonsulkan dari bagian neonatologi dengan riwayat usia gestasi 29‐30 minggu dengan berat
badan lahir 1230 gram. Saat ini usia bayi 1 bulan dan ada riwayat penggunaan oksigen juga. Pada
pemeriksaan didapatkan mata kanan pembuluh darah retina bagian nasal sudah melewati daerah pole
posterior sedangkan daerah temporal didapatkan pembuluh darah belum mencapai ora serrata serta
terdapat daerah penebalan dan peninggian arah jam 10‐11. Pada mata kiri didapatkan pembuluh darah
retina melewati daerah macula tetapi belum mencapai ora serrata. Penanganan penderita tersebut adalah :
a. Laser fotokoagulasi
b. Cryoterapi
c. Observasi saat usia 6 minggu
d. Streak retinoskopi
e. Anti VEGF

4. Seorang bayi dikonsulkan dari bagian neonatologi dengan riwayat usia gestasi 29‐30 minggu dengan berat
badan lahir 1230 gram. Saat ini usia bayi 1 bulan dan ada riwayat penggunaan oksigen juga. Pada
pemeriksaan didapatkan mata kanan pembuluh darah retina bagian nasal sudah melewati daerah pole
posterior sedangkan daerah temporal didapatkan pembuluh darah belum mencapai ora serrata serta
terdapat daerah penebalan dan peninggian arah jam 10‐11. Pada mata kiri didapatkan pembuluh darah
retina melewati daerah macula tetapi belum mencapai ora serrata. Pemeriksaan lanjutan pada penderita
tersebut adalah :
a. USG usia 8 minggu
b. Streak retinoskopi usia 6 minggu
c. Foto fundus
d. Indirek oftalmoskopi usia 5 minggu
e. OCT usia 8 minggu

5. A female patient, 45 years-old presents with pain, photophobia and sudden vision loss. Funduscopic
examination reveals a bilateral granulomatous uveitis with vitritis and optic disc edema. Posterior segment
findings are characterized by yellow-white exudates at the level of RPE with bulous serous retinal
detachment. This condition is associated with dermatologic and neurologic manifestation. No history of
penetrating ocular injury. What is the diagnosis of this patient?
a. Behcet diseases
b. Sarcoidosis
c. Vogt-Koyanagi-Harada syndrome fase uveitic
d. intermediate uveitis

1
Amelia Ulfa

6. Bakteri yang paling sering menyebabkan endoftalmitis akut


a. Staphyloccus epidermidis
b. Staphylococcus aureus
c. Streptococcus aureus
d. enterobacter

7. A 19 years old women, came with chief complaint blured on her right eye. The visual acuity was 0.1,
anterior segment was pisciform flecks at the level of RPE. FFA showed dark choroid appearance. What the
most likely diagnosis of this patient:
a. Stargard disease
b. Best vitiliform
c. Retinitis pigmentosa
d. Papilitis

8. Pasien high myopia tindakan laser dilakukan pada:


a. retinal dialysis
b. atropic hole
c. operculum tear
d. degenerasi Lattice

9. Sel konus sensitif terhadap sinar biru (gelombang pendek) True/False

10. Stabilitas dan integritas RPE sangat tergantung pada kerja melanin di RPE T/F

11. Pasien wanita, penurunan visus mendadak, funduskopi ditemukan cherry red spot, edema retina luas dan
pucat. temuan lain yang paling mungkin ditemukan:
a. vena turtous
b. vena dilatasi
c. box-scarring vascular
d. perdarahan intra-retina

12. Bayi, berat lahir 900 gram, umur kehamilan 26 minggu, sekarang dalam perawatan incubator, kapan
dilakukan skrining ROP:
a. 32 minggu post menstrual age
b. 4 minggu pasca kelahiran
c. menunggu keluar dari NICU
d. …..

13. Bayi umur kehamilan 32 minggu, dari funduskopi didapatkan jaringan proliferative fibrovaskular di polus
posterior dengan pembuluh darah yang berkelok-kelok, terapi pada pasien ini:
a. cryotherapy
b. laser fotokoagulasi
c. vitrektomi
d. evaluasi ketat 1 minggu

14. Which one of the following classes of oral hypoglycemic agent has been associated with worsening macular
edema?
a. sulfonylurea
b. alfa-glikosidase inhibitor
c. biguanides
d. tiazolidinedione

15. Which of this following is the best test to monitor warfarin therapy?
a. prothombine time
b. platelet count
c. bleeding time
d. APTT

2
Amelia Ulfa

16. Laki-laki muda, dengan visus turun. Funduskopi: eksudat, nekrosis, perdarahan, phlebitis. Diagnosis pasien
tersebut :
a. retinitis CMV (hal 203)
b. retinitis toxoplasma
c. ARN :Acute retinal necrosis ( nyeri, visus turun, iritis, episcleritis, vitritis)

17. Laki-laki dengan riwayat post vitrektomi dengan silicone oil, mengeluh visus turun dan mengganjal. Dari
pemeriksaan didapatkan pada kornea warna kekuningan memanjang dari perifer ke sentral di area sekitar
fisura palpebra. Pemeriksaan tambahan yang diperlukan:
1. darah rutin
2. urinalisis
3. protein urin
4. profil lipid

18. Seorang wanita 45 tahun dengan diagnosa non insulin dependen DM. Pernyataan dibawah ini sesuai
(paling benar) :
A. Harus segera dilakukan laser pc apabila ditemukan CSME dengan visus 20/20
B. Segera scatterd laser pc apabila ditemukan NVD dan perdarahan vitreus mulai ada
C. Focal laser pc bila ditemukan kebocoran fluoresin di fovea walaupun fundus kopi tidak ditemukan
penebalan retina
D. Menurut (DCCT) diabetic control and complication trial, pengawasan ketat kadar gula darah dapat
menurunkan resiko progresifitas diabetic retinopati

19. Pernyataan tersebut dibawah ini benar mengenai pneumatic retinopexy :


A. Kontra indikasi pada pasien dengan total retinal detachment
B. Mekanisme kerjanya adalah mekanik menempelkan kembali retina yang mengalami detachment.
C. Kontra indikasi mutlak pada pseudophakic retinal detachment
D. Kontra sindikasi dilakukan pada pemasangan buckle sklera yang gagal
E. “chronic detachment” adalah kontraindikasi relative untuk pneumatic retino pexy

20. Seorang wanita berusia 72 tahun dengan penurunan tajam penglihatan mendadak, pada pemeriksaan mata
yang sakit didapatkan perdarahan intra retina diseluruh retina, makula edema, vena mengalami turtuocity
A. Fotokoagulasi harus segera dilakukan panretinal apabila ditemukan neovaskularisasi pada
pemeriksaan FFA
B. Fotokoagulasi “grid” bisa menurunkan edema macula secara signifikan
C. Pada penderita usia muda, keadaan ini harus dilakukan fotokoagulasi
D. Fotokoagulasi panretina dapat mencegah terjadinya neuvaskularisasi

21. Pada penderita dengan phakic tanpa keluhan ditemukan masalah diretina dibawah ini, namun tidak semua
memerlukan suatu tindakan. Dari berbaga kelainan yang ditemukan, mana yang paling mendesak untuk
dilakukan ?
A. Degenerasi lattice tanpa/dengan “hole”
B. Retinal dialysis
C. Operculated tears
D. Atropic holes

22. Hal dibawah ini merupakan tanda paling karakteristik pada retinal detachment tipe exudatif :
A. Fixed folds
B. Equatorial traction fold
C. Shifting fluid
D. Demarcation lines
E. Tobacco dust

23. A 52 year-old man with a complaint of poor vision for approximately 20 years is seen. Fundus examination
reveals well-delineated, atrophic macular areas with some yellowish marginal material. No other family
members are available for examination, but he tates that his maternal grand father, his mother, and his
maternal uncle also had poor visison, with onset in the mid-30s. Work –up reveals a visual acuity of 20/200
in each eye, central scotoma with full peripheral visual fields, e few errors with the Farnsworth Panel D-15,
an electro-oculogram ratio 0f 1.30, and a normal photopic and scotopic electroretinogram. The most likely
diagnosis is
a. Central areolar choroidal dystrophy

3
Amelia Ulfa

b. Old disciform macular degeneration


c. Best disease
d. Retinitis pigmentosa
e. Stargardt disease

24. A 75-year-old patient with AMD and a disciform lesion in one eye and soft drusen with focal
hyperpigmentation and 20/30 vision in the fellow eye is best managed by
a. Prophylactic krypton red laser therapy parafoveal drusen
b. Self-monitoring with an Amasler grid
c. Repeat fluorescein angiography on trimonthly basis to detect subretinal neovascularization
d. Initiation of systemic vitamin E therapy
e. Protection from ultraviolet lights.

25. A 94 -year -old man presents with a-MPS disc area, 100% classic, well-defined , choroidal, neovascular
membrane (CNV) that crosses the center of the fovea on fluoroscein angiography. What would be the best
treatment option?
a. injection of an anti-VEFG inhibitor every month for 1 year.
b. Laser photocoagulation with krypton red laser to cover the entire CNV and the 100-µm area
surrounding it
c. Ocular photodynamic therapy
d. Laser photocoagulation with krypton red laser to cover the entire CNV but no surrounding area

26. A 22-year-old man with AIDS presents with cytomegalovirus retinitis. According to the finding of the Studies
of Ocular Complication of AIDS (SOCA) trials, which statement is least correct?
a. Patient treated with ganciclovir had a higher mortallity
b. The best initial treatment is intravenous foscarnet
c. Color photographs are the best way to follow treatment response
d. Combination therapy is no better then monotherapy to prevent progression

27. A 32-year-old woman present for a routine eye examination with no complaints but an elevated choroidal
lesion. Ultrasonography reveals an 8-mm thick lesion with 6 x 10 –mm basal dimensions and low internal
reflectivity on A-scan. Which of following statements is most correct.
a. The ultrasound finding are most consistent with a choroidal hemangioma
b. Chest radiographs and liver function test should be orderedto evaluate for metastasis
c. Immediate enucleation should be considered
d. Complete dermatologic evaluation should be scheduled to look for othe areas of metastatic malignant
melanoma

28. A 39-year-old female was recently diagnosed with non-insulin-dependent diabetes. Which statement is most
correct?
a. Focal laser photocoagulation should be performed if fluorescein leakage is present in the center of
fovea, even if the clinical examination does not show retinal thickening.
b. Immediete focal laser photocoagulation should be performed if she has clinically significant macular
edema and her vision is 20/20
c. Immediete scatter photocoagulation should be applied if neovascularization of the disc and
vitreos hemmorhage is present
d. According to Diabetes control an Complication Trials (DCCT), tigh control of the patient’s blood sugar
would decrease her risk of developing diabetic retinopathy

29. A 30 years old women came with blurring of vision on her right eye. You found nothing at the anterior
chamber. There is vitreous opacity and a whitish yellow, slightly raised, fuzzy lesion. Marked perivasculitis
with diffuse venous sheathing and segmental arterial sheathing. IgG antibody titer of toxoplasma is positive.
Right now she is on her 4rd month of pregnancy. What is the safest agent for the treatment?
a. Pyrimethamine and sulfonamide
b. Clindamycin
c. Spiramycin and sulfadiaxine
d. Spiramycin and pyrimethamine
e. Sulfonamide and clindamycin

4
Amelia Ulfa

30. Seorang perempuan usia 54 tahun mengeluh pandangannya semakin buram sejak 3 hari yang lalu. Pasien
telah menjalani operasi katarak 1 bulan yang lalu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan anterior chamber
tampak normal. Pada pemeriksaan fundus terluhat macula tampaka edema. Pada FFA didapatkan
gambaran petaloid appearance. Dilapisan retina manakah terdapat cairan pada kasus ini?
a. Ganglion sel
b. Inner plexiform
c. Outer plexiform
d. Subretina
e. RPE

31. Seorang bayi laki-laki lahir pada usia kehamilan ibu 26 minggu, dan berat lahir 900 gram. Bayi tersebut saat
ini masih dirawat dalam incubator dan diberikan oksigen nasal. Bayi ini juga mengalami respiratory
distress syndrome ( RDS ). Waktu yang paling tepat untuk memulai screening ROP pada bayi ini adalah :
a. Segera setelah lahir
b. Bila usia gestasi 32 minggu
c. Bila sudah dipulangkan dari MICU
d. Dalam 4 minggu pasca kelahiran
e. Bila bayi sudah keluar dari incubator

32. Seorang bayi laki-laki lahir pada usia kehamilan ibu 26 minggu, dan berat lahir 900 gram. Bayi tersebut saat
ini masih dirawat dalam incubator dan diberikan oksigen nasal. Bayi ini juga mengalami respiratory
distress syndrome (RDS). Bila pada pemeriksaan pertama ditemukan area avaskular zone, ridge di sekitar
equator, serta ditemukan pembuluh darah yang sangat berkelok-kelok di tiga kuadran zone 1, maka
kelainan dikelompokkan ke dalam :
a. Stage 1 zone I dengan plus disease
b. Stage 1 zone II dengan plus disease
c. Stage 2 zone I dengan plus disease
d. Stage 2 zone II dengan plus disease
e. Stage 3 zone II dengan plus disease

33. Laki-laki , 34 tahun, kedua mata kabur dengan visus OD= 0,5 dan OS = 0,3.
Pada SAODS : dalam batas normal, lensa keruh tipis
Pada FDODS : ma+. Dot blot perdarahan+, eksudat +.Riwayat DM -, HT-.
Pasien memiliki riwayar Ca Nasofaring dan telah menjalani radiasi dan kemoterapi 2 tahun yang lalu. Apa
diagnosa untuk pasien ini ?
a. Radiation retinopaty
b. Choroidal tumor metastase
c. RP
d. CSCR kronis
e. TON

34. A 65 y.o woman came to the eye clinic, present with decreased of right vision and mild metamorphopsia. On
examination her right vision was 20/30, ophthalmoscopic findings there was superficial hemorrhages at
arteriovenous crossing inferotemporal quadrant with dilated and tortuous vein. The most possible
diagnosis is :
a. BRVO
b. BRAO
c. CRVO
d. hemi CRVO
e. CRAO

35. Penderita laki-laki 45 tahun datang dengan keluhan penglihatan mata kanan menurun, melihat bayangan
hitam di tengah-tengah. dua bulan sebelumnya ada riwayat operasi katarak di mata kanan, penglihatan
setelah operasi baik. dari pemeriksaan visus OD 20/40, OS 20/20. Dari pemeriksaan segmen anterior
tenang, pseudofakia, segmen posterior tampak edema makula. Diagnosa yang tepat dari pasien ini adalah :
a. Central Serous Choroidoretinopathy
b. Age related macular degeneration
c. Irvin gass syndrome
d. Posterior Capsular Opacification
e. Epiretinal membrane

5
Amelia Ulfa

36. A 23 y.o man came to the eye clinnic present with low vision with nasal intonation to his speech and deaf
since he was born. BCVA ODS 20/200. Ophthalmoscopic finding of both eyes there was attenuation and
dense peripheral bone spicule. The most possible dx :
a. Retinitis pigmentosa
b. Stargardt disease
c. Refsum disease
d. Usher syndrome
e. Bardet-biedl syndrome

37. A 42 yo man present with sudden visual loss and floaters at the right eye, with vitreous hemorhage. the
most frequent underlying etiology of vitreous hemorrhage in adults is :
a. Diabetic retinopathy
b. BRVO
c. Rhegmatogen Retinal Detachment
d. PVD
e. Retinal break

38. Mekanisme makulopati akibat pemakaian chloroquin jangka panjang diakibatkan chloroquin berikatan
dengan
a. RPE
b. Pembuluh darah retina
c. Lapisan sel ganglion retina
d. Membrana Bruch
e. Rod and cone

39. Gambaran hiperfluoresen tipe staining pada FFA terdapat pada :


a. CNV pada ARMD
b. Penumpukan cairan subretina pada CSCR
c. Skar fibrovaskular pada ARMD
d. Neovaskularisasi pada BRVO
e. Geografik atrofi pada ARMD

40. Penderita pria, 63 tahun datang dengan keluhan mata kiri kabur mendadak. Sebelumnya tidak didapatkan
riwayat trauma. VOS 1/60. segmen anterior tenang, segmen posterior fundus refleks negatif baik dalam
keadaan pupil normal maupun pupil dilebarkan. Pemeriksaan tambahan yang harus dilakukan selanjutnya
adalah:
a. Ultrasonografi (USG)
b. OCT
c. FFA
d. ICG
e. CT scan

41. A 65-year old man came to the eye clinic, present with metamorphopsia in his right eye. On examination,
his vision was 4/60 , and over the macula there was glistening membrane on retinal surface and hole
appear. Which gold standard examination to diagnose the disease?
a. Three mirror contact lens
b. Ultra sonografi (USG)
c. Optical coherence tomografi (OCT)
d. Fundus Fluoresen Angiografi (FFA)
e. Indocyanin green angiografi (ICG)

42. Mekanisme makulopati akibat pemakain chloroquin dalam jangka panjang adalah dengan (optionnya ga
persis ini tapi mirip2)
a. Chloroquin berikatan dengan pembuluh darah retina
b. Chloroquin berikatan dengan lapisan sel ganglion retina
c. Chloroquin berikatan dengan rod dan cone
d. Chloroquin berikatan dengan RPE
e. Chloroquin berikatan dengan membrana bruch

6
Amelia Ulfa

43. Pasien dengan KNF telah mendapat terapi radiasi 2 tahun yang lalu, mengeluh kabur. Pada pemeriksaan
didapatkan mikroaneusima, cotton wool spot, perdarahan retina. Pasien ini kemungkinan mengalami :
a. Radiation retinopathy
b. .......

44. Seorang ibu datang membawa anaknya yang berusia 4 tahun ke poliklinik dengan keluhan anaknya sering
mengucek mata,.pasien juga sering diare. Pada pemeriksaan didapatkan bercak kekuningan di
[Link] apakah yang muungkin pada pasien ini?
a. xerophthalmia
b. …..
c. …..

45. Wanita, 27 tahun, mengeluhkan pandangan kabur mata kanan 1 minggu. VOD 3/60, segmen anterior baik,
lensa jernih. Fundus : Retinal detachment superior, meluas ke makula, break + di jam 11, tampak rolled
edge di sekitar break. OS dalam batas normal. Tindakan yang tepat untuk mata kanan :
a. Vitrektomi + endolaser + gas + SB
b. Vitrektomi + membrane peeling
c. Pneumatic retinopexy
d. SB + cryo
e. SB + silikon oil tamponade

46. Laki-laki, 34 tahun, pandangan kedua mata kabur. BCVA OD 0.3, OS 0.5. SAODS dalam batas normal, lensa
terdapat [Link] didapat mikroaneurisma, hard exudates, cotton wool spots, dot blot
hemorhage. Riwayat DM -, HT-, riwayat Karsinoma nasofaring dan mendapat terapi radiasi dan kemoterapi
2 tahun yang lalu. Dx paling tepat :
a. Radiation Retinopati
b. Choroidal tumor metastase
c. Retinopati Diabetik
d. CSCR kronik
e. Toxic Optic Neuropati

47. A 75-year-old woman presents with sudden visual loss, with intraretinal hemorrhages in all 4 quadrants;
macular edema; and dilated, tortuos retinal vein. Wich of the following statemens is most correct?
a. If the patient develops iris neovascularization, panretinal photocoagulation should be performed
immediately
b. Grid photocoagulation would significantly reduce the macular and improve her vision
c. Panretinal photocoagulation should be performed immediately to prevent neovascularization
d. Younger patient with this diagnosis should receive grid photocoagulation

48. Which of the following systemic drugs can result in a toxic maculopathy characterized by crystalline
deposits, macular edema, and decreased visual acuity?
a. Thioridazine
b. Chloroquine
c. Tamoxifen
d. Canthaxanthine
e. Sildenafil

49. The following statement is correct about pneumatic retinopexy:


a. Pneumatic retinopexy works by mechanically reattaching the detached retina
b. Pneumatic retinopexy is contraindicated in patient with total retinal detachments
c. Pseudophakia is an absolute contraindication to pneumatic retinopexy
d. Chronic detachments are a relative contraindication for pneumatic retinopexy
e. Pneumatic retinopexy is contraindicated in failed scleral buckles

50. Based on EDTRS reports, which of the following statement regarding the use of aspirin is false
a. It has no effect on visual acuity
b. It has no effect on progression of retinopathy
c. It has no effect on rates of vitreous hemorrhage
d. It has no effect on rates of progression to high-risk PDR
e. It significantly increases the rates of vitrectomy for nonclearing vitreous hemorrhage

7
Amelia Ulfa

51. A -52 year old man came to vitreoretinal unit of RSSA hospital, with chief complaint decreased vision on
both eyes, patient has a hystory diabetes mellitus for 7 years uncontrolled. From clinical exam anterior
segment with in normal limit, posterior segment found microaneurisma, retinal exudates, cws, intraretinal
blood, optic disc neovascularization in 4 quadrant, diabetic macular edema within 500 m of the center of
macula associated with posterior hyaloid traction. The most appropriate treatment for this patient:
a. Pars plana vitrectomy
b. Scatter laser pan retinal photocoagulation
c. Laser grid pattern
d. Intravitreal anti-VEGF
e. Life style modification, control blood sugar, blood lipids and body mass index

52. The metabolic syndrome is diagnosed on the basis of the presence of a constellation of finding, including :
a. normal fasting glucose
b. elevated HDL (> 50mg/ dL)
c. blood pressure of 110/70 mmHg
d. increased abdominal obesity

53. Two months ago, a 90 year old patient was informed by her ophthalmologist that her macular degeneration
was progressing. At her follow up visit, she seemed withdrawn and thin and talked about having lived too
long. The most likely diagnosed is :
a. Depression
b. Fear of living alone, as her spouse just passed away
c. Progressive dementia
d. Occult malignancy

54. Monitoring for hypertension should begin at what age?


a. 3 years
b. 18 years
c. 35 years
d. 40 years, bearing suggestive symptoms or sign

55. Pasien dengan perdarahan vitreus minimal, didapatkan tear flap di temporo superior. Lebar 1 jam. Apa yg
dilakukan?
a. Pneumatic retinopexy
b. Vitrectomy
c. ?

56. Pasien datang dengan keluhan melihat bayang-bayang hitam dan kilatan cahaya. Riwayat kacamata
S-11.00 D. dilakukan fotokoagulasi, jika ditemukan degenerasi retina :
a. A. retinal dialysis
b. Operculated tear
c. Horse shoe tear
d. Degenerasi lattice

57. Pasien dengan gambaran vitritis berat dan didapatkan nekrosis di retina perifer, tindakan apa yang akan
dilakukan?
a. Konservatif
b. Kortikosteroid dan antibiotika
c. Tetap diobati meskipun hanya perifer
d. Tidak diobati karena lesi di perifer akan hilang 1-2 bulan

58. Pasien dengan neovaskularisasi separuh papil disc dan 1 DD di sebelah papil. Tindakan yang dilakukan?
a. Laser fotokoagulasi
b. Observasi 3 bulan
c. ?

59. Gambaran yang sering mengikuti CRAO selain cherry red spot adalah :
a. Turtoicity pembuluh darah
b. Neovaskularisasi
c. Mikroaneurisma

8
Amelia Ulfa

d. Perdarahan flame shape


e. Box scarring pembuluh darah

60. Bayi 28 mnggu 800 gram diberi O2 nasal. Kapan dilakukan pemeriksaan rop?
a. Umur 32 minggu
b. 4 minggu pasca kelahiran
c. ?

61. Bayi dengan gambaran PD berkelok-kelok, proliferasi s/d daerah temporal. Tx?
a. Laser fotokoagulasi
b. Observasi 3 bln
c. ?

62. Melanin pada RPE berfungsi untuk menjaga stabilitas neural cell. (T/F)

63. Pasien dengan gambaran dark choroid. Dx?


a. Stadgart dx
b. Sarcoidosis
c. VKH
d. Simpatetik oftalmia

64. Seorang perempuan, 24 tahun dating dengan keluhan mata kiri buram mendadak yang dirasakan 3 hari
sebelumnya. Keluhan tidak disertai nyeri, mata merah dan keluhan subyektiflainnya. Pada pemeriksaan
didapatkan VOD CC 6/12, VOS 1/300. TIO OD 17,3mmHg, OS rendah tak terukur. Lensa ODS tampak jenih.
Funduskopi didapatkan lepasnya neurosensoris retina, dengan horshoe tear dengan ukuran 1 jam di daerah
infero temporal. Vitreus tampak jernih. Penderita memiliki riwayat menggunakan kacamata - 12D. Terapi
pilihan apakah yang memiliki angka keberhasilan paling tinggi dengan komplikasi minimal pada pasien ini :
A. Scleral Buckle
B. Pneumatic retinopexy
C. Vitrectomy pars planadengan gas
D. Vitrectomy pars plana dengan silicon oil
E. Vitrectomy pars plana dengan heavy silicon oil

65. A 24 yo man with a 10-year of insulin-dependent diabetes mellitus presents with a visual acuity of 20/25
OD and 20/200 OS. Examination of the macula in the right eye demonstrates hard exudate and retinal
thickening to within 500 microns of the foveal center. A small area of flat retinal neovascularization is
present in the right eye off the supero-temporal arcade. The vitreous in the right eye is clear. Examination of
the left eye demonstrate diffuse retinal thickening throughout the macula, scaterred hard exudates, and blot
hemorrhages. Marked neovascularization of the disc is present in the left eye, as well as nasal retinal
neovascularization with mild vitreous hemorrhages. The best sequence of photocoagulation treatment for
this patient is :
a. Initial focal photocoagulation OU, followed by panretinal photocoagulation OU
b. Initial panretinal photocoagulation OU, followed by focal photocoagulation OS
c. Initial panretinal photocoagulation OS, followed by focal photocoagulation OU
d. Initial panretinal and focal photocoagulation OS, followed by focal photocoagulation OD

66. Laki-laki 42 tahun dengan mata kabur terutama sore hari, visus 6/24 ODS, segmen anterior dbn, segmen
posterior terdapat bercak bone spiculae hitam pada semua kuadran. Pemeriksaan yang selanjutnya
dianjurkan :
a. ERG dan perimetri
b. Perimetri dan FFA
c. ERG dan ishihara
d. FFA dan ishihara
e. FFA dan perimetri

67. Laki-laki 50 tahun datang dengan keluhan terdapat gangguan lapangpandang mata kanan. Visus 6/12.
Pada pemeriksaan funduskopi terdapat perdarahan intraretina meluas dari crossing arterivena pada
kuadran superotemporal. Pernyataan yang benaradalah :
a. Bila terdapat edema macula lebih dari 3 bulan dapat dipertimbangkan fotokoagulasi laser
b. Bila terdapat iskemia retina luas pada FFA harus diterapi fotokoagulasi segera
c. Bila terdapat nonperfusi makula, tidak dapat dilakukan tindakan

9
Amelia Ulfa

d. Segera dilakukan evaluasi arterikarotis


e. Hilangnya tajam penglihatan sering akibat perdarahan vitreus

68. Which of the following statements about retinal detachment patient selection for pneumatic retinopexy is
the most appropriate :
a. Retinal break(s) should be located within the superior two-thirds of the fundus
b. Retinal break(s) can be located within 4 clock hour of each other
c. Patients with proliferative vitreoretinopathy (PVR) grade C or higher or severe glaucoma can be
considered candidates for pneumatic retinopexy
d. Aphakic or pseudophakic patients have the same rate of success with pneumatic retinopexy as phakic
patients

69. A 65 yo woman presents for evaluation of recent visual loss in her right eye. Her visual acuity is 20/40 OD
and 20/20 OS. Biomicroscopy of the macula revelaed stage I macular [Link] of the following statement
is the most appropriate:
a. Amsler grid examination is unlikely to show metamorphopsia
b. Posterior vitreous detachment is likely to be present in the right eye
c. There is a 40% to 50% chance that the lesion will resolve spontaneously
d. The patient has a greater than 50% chance of developing a similar problem in the fellow eye

70. A 35 yo diabetic patient presents with the fundus findings shown ODPDR with tractional RD and OS
neovascularization of the left optic disc as well as retinal neovascularization and diabetic macular
[Link] is the best course of treatment for this patient?
a. Pars plana vitrectomy and panretinalendolaser OD, focal photocoagulation and panretinalendolaser OS
b. Pars plana vitrectomy and panretinalendolaser OD, focal photocoagulation OS followed by pars
planavitrectomy and panretinalendolaser OS
c. Pars plana vitrectomy and panretinal endolaser OD, panretinal endolaser OS
d. Pars plana vitrectomy and panretinal endolaser OD, followed by pars plana vitrectomy and
panretinalendolaser OS

71. Seorang bayi, usia gestasi 33 minggu, BBL 1500 mg, akan dilakukan screening ROP. Dari hasil pemeriksaan
fundus didapatkan : OD ridge dengan proliferasi fibrovascular extra retina dari jam 3 sampai jam 12
danpadapolus posterior didapatkan pembuluh darah melebar dan berkelok-kelok. OS ridge dengan
proliferasi fibrovascular extra retina dari jam 1 sampai jam 2 dan jam 5 sampai jam 6, polus posterior
dalambatas normal. Diagnosis ODS adalah :
a. OD ROP stadium 3B, OS ROP plus disease
b. OD ROP threshold, OS
c. ODS ROP stadium treshold
d. OD ROP stadium 3 dengan plus disease, OS ROP threshold
e. OD ROP stadium 4A, OS ROP stadium 3B

72. Seorang wanita berusia 50 tahun datang dengan keluhan penglihatan mata kirinya buram mendadak,
sehingga tidak dapat membaca. Dokter mata mendiagnosa pasien tersebut dengan neovaskularisasi koroid.
Pernyataan yang benar mengenai hasil pemeriksaan Fundus Fluorescein Angiography (FFA) pada kasus di
atas adalah:
a. Gambaran pigmen epithelial detachment (PED) fibrovaskular sesuai dengan classic CNV (occult)
b. Area hiperfluoresensi pada classic CNV makin intensif pada late stages (occult)
c. Dapat timbul hiperfluoresensi padalate stages yang menunjukkan leakage of undetermined source,
pada occult CNV
d. Adanya darah, pigmen atau sikatriks akan menambah intensitas hiperfluoresensi pada CNV
e. Semua salah

73. Pada kasus di atas didapatkan visus mata kiri 6/20. Pada pemeriksaan angiografifluoresen retina
didapatkan neovaskularisasi koroid (CNV) berukuran 4000 nm, 70% klasik, dan berbatas tegas, melewati
pusat fovea. Dari modalitas di bawah ini, pilihan terapi terbaik pada kasus ini adalah:
a. Submacular surgery
b. Transpupillary Thermotherapy (TTT)
c. Fotokoagulasi laser (thermal laser)
d. Terapifotodinamik laser okular
e. Bukansalahsatu di atas

10
Amelia Ulfa

74. Immediate decreased of vision caused by a non taumatic spontaneous vitreous haemorrhage in adult
patient, mostly caused by :
a. AMD.
b. Retinal break
c. Diabetic retinopathy
d. Retinal Angiomatous Proliferation
e. CSCR

75. In this case after the hemorrhage absorbed spontaneously, the most important examination to perform is :
a. Fundus Auto Fluorescence
b. Three Mirror Goldmann examination
c. Fundal Fluorescein Angiography
d. Optical Coherence Tomography
e. Amsler grid

76. A healthy men 30 years old, suffer from sudden onset of blurred vision in his right eye. This right eye BCVA
was 20/200 and his left eye BCVA was 200/200. He was also complain about metamorphopsia and
paracentralscotoma in his right eye. Which statement is the best :
a. The decreased vision can often be corrected with myopic astigmatism glasses.
b. Fluorescein angiography can showed the smoke type leakage, fluid accumulation in the subsensory
retinal space.
c. OCT is an excellent non invasive modalities for the accumulation of subretinal fluid and point of
leakage.
d. Indocyanine Green (ICG) angiography also showed characteristic for identification in retinal vascular
abnormality.
e. The visual prognosis of CSCR is usually good in chronic recurrent cases and in cases of bullous CSCR.

77. Which of the following statements about idiopathic primary retinal vasculitis (Eales' disease) is/are true?
1. It is primarily a disease of childhood and young adulthood, more commonly affecting girls.
2. It may be associated with tuberculous infection.
3. It is generally unilateral.
4. It may be associated with epistaxis and a cerebral vasculitis.
a. 1, 2, and 3.
b. 1 and 3.
c. 2 and 4.
d. 4 only.

78. Woman, 52 years old, come to eye clinic with chief complain of blurry vision on both her eyes, especially in
the evening. Visual acuity 5/60 both eyes. Anterior segment within normal limit. Funduscopy examination
found bone spicule spots in 4 quadrants. What are the next examinations we should do for this patient :
a. FFA & OCT
b. FFA & USG
c. USG & Visual Field Test
d. ERG & Hess Screen Test
e. ERG & Visual Field Test

79. Woman, 52 years old, come to eye clinic with chief complain of blurry vision on both her eyes, especially in
the evening. Visual acuity 5/60 both eyes. Anterior segment within normal limit. Funduscopy examination
found bone spicule spots in 4 quadrants. What is the cause of this case?
a. Loss or reduction of rod and cone, although rod loss usually predominant
b. Loss or reduction of rod and cone, although cone loss usually predominant
c. ERG examination showed a‐ and b‐waves are increased because the photoreceptors are primarily
involved
d. ERG examination showed the a‐wave are prolonged in time but diminished in amplitude
e. Mitochondrial and X‐linked recessive inheritance

80. Male, 63 years old has Diabetes mellitus since 8 years un controlled. From clinical examination we found
microaneurisma, venous beading, retinal exudates, intraretinal blood, optic disc neovascularization,
macular edema and exudates within 500mm of the blood center of the macula associated with posterior
hyaloid traction. The possible diagnosis is :
a. Pre‐proliferative Diabetic Retinopathy + CSME

11
Amelia Ulfa

b. Proliferative Diabetic Retinopathy + CSME


c. Diabetic Macular Edema
d. Nonproliferative Diabetic Retinopathy + CSME
e. Advanced Proliferative Diabetic Retinopathy

81. Women, 31 years old with history of high myopia came to the eye clinic complaining of blurry vision. OCT
examination showed idiopathic macular hole. What are the related cause of this case?
a. Late stage of posterior vitreous detachment
b. Tractional force associated with perifoveal vitreous detachment
c. Central visual loss happened starting from stage 0
d. 50% of stage 2 holes resolves spontaneously following separation of vitreoretinal adhesion
e. Stage 4 holes demonstrated a circular transmission defect as a result of RPE hyperpigmentation

82. Retinitis CMV is the most common ocular opportunistic infection in patients with AIDS. Retinitis CMV is
initially managed with :
a. 5 mg/kg daily of foscarnet for two weeks
b. 50 mg/kg daily of foscarnet for two weeks
c. 5 mg/kg daily of gancyclovir for two weeks
d. 50 mg/kg daily of gancyclovir for two weeks
e. Oral valgancyclovir followed by 50mg/kg once a day for maintenance

83. Seorang bapak umur 57 tahun datang ke poli mata dengan keluhan mata kanan kabur lagi setelah operasi
katarak 6 minggu yang lalu. Setelah operasi, penglihatan sempat terang biasa. Pada pemeriksaan
didapatkan visus mata kanan 6/60 dengan pinhole not improved, segmen depan tenang, tekanan bola mata
normal. Pada funduskopi tampak retina baik, refleks makula menurun dan tampak edema. Pemeriksaan
yang diperlukan untuk diagnosa pasti adalah :
a. Perimetri
b. Foto Fundus
c. Scan Papil Optik
d. FFA dan OCT
e. Non‐contact tonometry

84. Seorang bapak umur 57 tahun datang ke poli mata dengan keluhan mata kanan kabur lagi setelah operasi
katarak 6 minggu yang lalu. Setelah operasi, penglihatan sempat terang biasa. Pada pemeriksaan
didapatkan visus mata kanan 6/60 dengan pinhole not improved, segmen depan tenang, tekanan bola mata
normal. Pada funduskopi tampak retina baik, refleks makula menurun dan tampak edema. Pengobatan awal
yang dianjurkan adalah :
a. Tetes mata steroid
b. Tetes mata steroid dan NSAID
c. Injeksi intravitreal triamcinolone acetonide
d. Injeksi intravitreal antiVEGF
e. Vitrektomi pars plana

85. Seorang laki‐laki umur 65 tahun mengeluh kabur sudah 5 bulan yang lalu secara perlahan. Pada
pemeriksaan ditemukan visus OD 4/60 OS 6/60, segmen depan mata tenang. Sedang pada funduskopi
didapatkan papil optik batas jelas, pada retina posterior tenang, pada mata kanan didapatkan eksudat pada
daerah makula, sikatriks dan perdarahan subretina. Sedangkan pada mata kiri didapatkan eksudat di
daerah makula dan perdarahan sub retina. Diagnosis mungkin pada penderita tersebut :
a. Branch Retinal Vein Occlusion
b. Cystoid Macular Edema
c. Age‐related Macular degeneration wet type
d. Proliferative Diabetic Retinopathy
e. Macular Hole Impending Type

86. Seorang laki‐laki umur 65 tahun mengeluh kabur sudah 5 bulan yang lalu secara perlahan. Pada
pemeriksaan ditemukan visus OD 4/60 OS 6/60, segmen depan mata tenang. Sedang pada funduskopi
didapatkan papil optik batas jelas, pada retina posterior tenang, pada mata kanan didapatkan eksudat pada
daerah makula, sikatriks dan perdarahan subretina. Sedangkan pada mata kiri didapatkan eksudat di
daerah makula dan perdarahan sub retina. Untuk menegakkan diagnosa dan untuk melihat kelainan
tersebut di atas secara patologi anatomi dengan jelas dapat dilakukan pemeriksaan :
a. Laser Scanning

12
Amelia Ulfa

b. Photodynamic Tomography
c. Ocular Coherence Tomography
d. Ultrasonography Ocular
e. Imaging Fundus Camera

87. Seorang laki‐laki umur 65 tahun mengeluh kabur sudah 5 bulan yang lalu secara perlahan. Pada
pemeriksaan ditemukan visus OD 4/60 OS 6/60, segmen depan mata tenang. Sedang pada funduskopi
didapatkan papil optik batas jelas, pada retina posterior tenang, pada mata kanan didapatkan eksudat pada
daerah makula, sikatriks dan perdarahan subretina. Sedangkan pada mata kiri didapatkan eksudat di
daerah makula dan perdarahan sub retina. Pengobatan yang disarankan untuk penderita tersebut adalah :
a. Pneumatic displacement pada kedua mata
b. Operasi Vitrektomi dan Silicon Oil mata kanan
c. Injeksi Avastin pada mata kiri
d. Laser photokoagulasi kedua mata
e. Injeksi Avastin pada mata kanan

88. Seorang laki‐laki umur 48 tahun datang dengan keluhan mata kiri kabur mendadak sejak bangun pagi. Pada
anamnesa, penderita dengan riwayat myopia ‐4,00 D pada kedua mata. Pada pemeriksaan , visus mata kiri
6/30 koreksi terbaik, segmen anterior baik, pada funduskopi didapatkan papil optik dalam batas normal,
tampak daerah peninggian retina superior warna keabu‐abuan. Pemeriksaan lain yang perlu dilakukan
untuk menunjang dx/ adalah :
a. Tonometri applanasi
b. Ocular coherence tomography
c. Indirect ophthalmoscopy
d. Biometri A‐scan
e. Retinometry

89. Seorang laki‐laki umur 48 tahun datang dengan keluhan mata kiri kabur mendadak sejak bangun pagi. Pada
anamnesa, penderita dengan riwayat myopia ‐4,00 D pada kedua mata. Pada pemeriksaan , visus mata kiri
6/30 koreksi terbaik, segmen anterior baik, pada funduskopi didapatkan papil optik dalam batas normal,
tampak daerah peninggian retina superior warna keabu‐abuan. Diagnosa mungkin penderita tersebut
adalah :
a. Rhegmatogenous retinal detachment
b. Tractional retinal detachment
c. Retinal break
d. Retinal edema
e. Lattice degeneration

90. Seorang laki-laki 56 tahun datang dengan keluhan melihat benda menjadi bengkok-bengkok. Untuk
menegakan diagnosis dilakukan FFA. Gambaran hiperflourosen tipe staining pada FFA terdapat pada
keadaan:
a. Penumpukan cairan sub retina pada CSCR
b. Skar fibrovaskular oada ARMD
c. Neovaskularisasi pada edema BRVO
d. Geografik atropi pada ARMD
e. CNV pada ARMD

91. Seorang laki-laki 27 tahun datang dengan keluhan pandangan kabur tiba-tiba 1 minggu pada mata kanan.
Dari pemeriksann didapatkan VOD 3/60, segmen anterior baik, lensa jernih. Funduskopi terdapat retinal
detachment di superior meluas ke makula. Break (+) clock hour di jam 11. Tampak gambaran rolled edge di
sekitar break. Mata kiri baik. Tindakan yang tepat untuk pasien ini :
a. Vitrektomi + endolaser + gas + SB
b. Vitrektomi + membrane peeling
c. Pneumatic retinopexy
d. Sclera buckle + cryo
e. Sclera buckle + silicone oil tamponade

92. A 42 years old man present with sudden visual loss and floaters at the right eye, with vitreous hemorrhage.
Statistically, what is the most frequent underlying etiology of vitreous hemorrhage in this patient?
a. Diabetic retinopathy
b. Branch retinal vein occlusion

13
Amelia Ulfa

c. Rhegmatogen retinal detachment


d. Posterior vitreous detachment
e. Retinal break

93. Laki-laki 65 tahun dengan keluhan mata kanan buram. Avod 6/40 avos 6/20. Riwayat operasi katarak dan
stroke. Pemeriksaan didapatkan perdarahan subretina di kedua mata. FFA mata kanan pada late phase
terdapat leakage di luar lesi. Terapi yang dapat diberikan :
a. Argon laser fotokoagulasi
b. PDT
c. TTT
d. Antioksidan dan menghindari direct sun light
e. Anti VEGF

94. Seorang laki-laki 10 tahun datang dengan keluhan mata kiri kabur perlahan tidak dirasakan. Penderita baru
mengetahuinya 2 minggu yang lalau pada saat pemeriksaan mata. Pada pemeriksaan didapatkan visus OD
6/9 dengan S – 0,75, OS 6/6 NC, segmen anterior tenang, lensa jernih. TIO OD 18 mmHg, OS 19 mmHg,
tampak cell di vitreus dan retina terlihat terangkat tidak terlalu tinggi (shallow), vasa retina perifer melebar
dan berkelok. Pemeriksaan penunjang yang diperlukan adalah :
A. FFA
B. ICG
C. OCT
D. Foto fundus red free
E. Vitreus tap

95. Seorang laki-laki 10 th datang dengan keluhan mata kiri kabur perlahan tidak dirasakan. Penderita baru
mengetahuinya 2 minggu yang lalu pada saat pemeriksaan mata. Pada pemeriksaan didapatkan visus OD
6/9 dengan S-0.75. OS 6/6 nc, segmen anterior tenang, lensa jernih. Tekanan intra okuler OD 18 mmHg. OS
19 mmHg. Tampak Cell di CV dan retina terlihat terangkat tidak terlalu tinggi (sheathing), vena retina
perifer melebar dan berkelok. Diagnosis yg perlu dipikirkan pada pasien ini :
a. CME
b. Stargard’s disease
c. CRVO
d. Coat’s disease
e. CRAO

96. Seorang laki-laki 10 tahun datang dengan keluhan mata kiri kabur perlahan tidak dirasakan. Penderita baru
mengetahuinya 2 minggu yang lalu pada saat pemeriksaan mata. Pada pemeriksaan didapatkan visus OD
6/9 dengan S-0,75, OS 6/6NC, segmen anterior tenang, lensa jernih. Tekanan intra okuler OD 18mmHg, OS
19mmHg, tampak cell di vitreous dan retina terangkat tidak terlalu tinggi (shallow), vasa retina perifer
lebar dan berkelok. Pemeriksaan penunjang yang diperlukan :
a. FFA
b. ICG
c. OCT
d. Foto Fundus Red Free
e. Vitreous Tap

97. Seorang wanita datang dengan keluhan pandangan mata kanan kabur mendadak, sejak 2 minggu lalu. Tidak
ada keluhan lain. Penderita menderita hipertensi tidak terkontrol, DM (-).
Status opthalmologis ODS
VOD : 1/60 NC VOS 6/6 E
Segmen ant tenang
Rubiosis iridis (-)
RAPD (+)
Lensa : jernih
FC :
OD :
P. N. II batas kabur kemerahan
Pembuluh darah vena berkelok dan melebar
Retina : perdarahan di 4 kuadran (+++), cotton wool spot (+++), edema macula (+)
OS retinopati hipertensi gr II
Timdakan yang dilakukan pada pasien ini (sesuai CVOS) :

14
Amelia Ulfa

a. FFA, grid laser, PRP


b. Tunggu perdarahan berkurang, FFA, grid laser, PRP
c. Konservatif saja
d. Evaluasi berkala, jika rubeosis iridis (+), PRP
e. Segera lakukan PRP

98. Seorang wanita datang dengan keluhan pandangan kabur sejak 2 thn yg lalu, semakin lama semakin kabur.
Tidak ada keluhan lain. Penderita menderita DM, GDS 160 dg obat anti DM.
Status opthalmologis ODS
VOD : 5/60 NC VOS 1/60 NC
Ant segmen tenang
Rubeosis iridis (-)
Lensa IOL (+)
CV : perdarahan vitreus moderate OS
FC :
OD : PDR + CSME
OS : PDR + VH + TRD mengenai macula
Apa sebaiknya yg dilakukan pd pasien ini untuk mata kanannya?
a. Grid/ fokal laser, fotokoagulasi laser panretina
b. Konservatif saja
c. PRP
d. Vx, PRP (endolaser)
e. Ekstraksi IOL

99. A patient with multisystemic disease, obesity, polyductily, hypogonadism, mental retardation and
pigmentary retinopathy, characterized for a syndrome :
a. Laurence-Moon
b. Alstrom
c. Bardet Biedl
d. Ulsher
e. Refsum

100. Seorang wanita datang dengan keluhan pandangan kabur sejak 2 thn yg lalu, semakin lama semakin kabur.
Tidak ada keluhan lain. Penderita menderita DM, GDS 160 dg obat anti DM.
Status opthalmologis ODS
VOD : 5/60 NC VOS 1/60 NC
Ant segmen tenang
Rubeosis iridis (-)
Lensa IOL (+)
CV : perdarahan vitreus moderate OS
FC :
OD : PDR + CSME
OS : PDR + VH + TRD mengenai macula
Apa sebaiknya yg dilakukan pd pasien ini untuk mata kirinya?
a. Ekstraksi IOL
b. Inj IVTA
c. Vx sesegera mungkin
d. Grid/Fokal laser
e. Konservatif

101. Seorang laki-laki datang dengan keluhan pandangan kedua mata kabur, semakin lama semakin kabur
terutama mata kiri. Tidak ada keluhan lain. Penderita menderita DM, GDS 140 dg obat anti DM
Status opthalmologis ODS
VOD : 6/9 NC VOS 5/60 NC
Segmen ant tenang
Lensa : keruh tidak merata gr II
FC :
OD NPDR moderate
OS NPDR moderate + CSME
Apa yang sebaiknya dilakukan pada pasien ini untuk mata kiri :
a. Operasi katarak, FFA, PRP

15
Amelia Ulfa

b. FFA, grid laser, operasi katarak


c. PRP, operasi katarak
d. Konservatif, katarak merata, operasi katarak, grid laser
e. Lensektomi, Vx, PRP

102. Jumlah sel terbanyak yang berfungsi dalam hantaran visual pathway didalam lapisan retina sensori adalah
a. Sel bipolar
b. Sel photoreceptor
c. Sel ganglion
d. Sel amacrin
e. Sel horizontal

103. Seorang wanita datang dengan keluhan pandangan mata kanan kabur mendadak, sejak 2 minggu lalu. Tidak
ada keluhan lain. Penderita menderita hipertensi tidak terkontrol, DM (-).
Status opthalmologis ODS
VOD : 1/60 NC VOS 6/6 E
Segmen ant tenang
Rubiosis iridis (-)
RAPD (+)
Lensa : jernih
FC :
OD :
P. N. II batas kabur kemerahan
Pembuluh darah vena berkelok dan melebar
Retina : perdarahan di 4 kuadran (+++), cotton wool spot (+++), edema macula (+)
OS retinopati hipertensi gr II
Diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini :
a. Papilitis
b. CRVO tipe iskemik
c. BRVO tipe non iskemik
d. CRAO tipe iskemik
e. Retinopati hipertensi gr IV

104. Male Patient 30 years old, with recurrent episodes OD sudden loss of vision. Examination : V = 1/300 ( Hand
movement). Large floaters brown red certain. Disc normal. Retinal vessel : arteri normal, vein : dilated,
flully, grayish-white sheating. Neovascularization close to the vein. Retinal hemorrhage from newly form
vessels. What the diagnosis :
a. Diabetic Retinopathy
b. Non Ischemic Central retinal Vein Oclusion
c. Eale’s Disease
d. Systemic Hipertention
e. Giant cell arteritis

105. Male Patient 30 years old, with recurrent episodes OD sudden loss of vision. Examination : V = 1/300 ( Hand
movement). Large floaters brown red certain. Disc normal. Retinal vessel : arteri normal, vein : dilated,
flully, grayish-white sheating. Neovascularization close to the vein. Retinal hemorrhage from newly form
vessels. In the first question what kind of the importance supporting laboratorium examination
a. Blood sugar
b. Dufferential Counting
c. Lipid
d. Number of erytrocite in the peripheral blood
e. Blaood sedimentation rate

16

Anda mungkin juga menyukai