EVAPORASI & EVAPORATOR & EVAN
Evaporasi adalah suatu proses yang bertujuan memekatkan suatu larutan
yang terdiri atas pelarut (solvent) yang volatile dan zat terlarut (solute) yang non-
volatile. (Widjaja, 2010)
Dalam kebanyakan proses evaporasi, pelarutnya adalah air. Evaporasi
dilakukan dengan menguapkan sebagian dari pelarut sehingga didapatkan larutan
zat cair pekat yang konsentrasinya lebih tinggi. Evaporasi tidak sama dengan
pengeringan. Dalam evaporasi sisa penguapan adalah zat cair yang sangat kental,
bukan zat padat. Evaporasi berbeda pula dengan destilasi, karena uapnya adalah
komponen tunggal. Evaporasi berbeda dengan kristalisasi, karena evaporasi
digunakan untuk memekatkan larutan bukan untuk membuat zat padat atau kristal.
(Mc Cabe, dkk., 1993)
Faktor-faktor yang mempengaruhi proses evaporasi menurut Haryanto dan
Masyithah, (2006) antara lain.
a. Luas permukaan bidang kontak
Semakin luas permukaan bidang kontak antara cairan dengan pemanas, maka
semakin banyak molekul air yang teruapkan, sehingga proses evaporasi akan
semakin cepat.
b. Tekanan
Kenaikan tekanan sebanding dengan kenaikan titik didih. Tekanan bisa dibuat
vakum untuk menurunkan titik didih cairan sehingga proses penguapan semakin
cepat.
c. Karakteristik zat cair
1. Konsentrasi
Walaupun cairan yang diumpankan ke dalam evaporator cukup encer sehingga
beberapa sifat fisiknya sama dengan air, tetapi jika konsentrasinya meningkat,
larutan itu akan semakin bersifat individual.
2. Pembentukkan busa
Beberapa bahan tertentu, terutama zat-zat organik berbusa pada waktu diuapkan.
Busa yang dihasilkan akan ikut ke luar evaporator bersama uap.
3. Kepekaan terhadap suhu
Beberapa bahan kimia, bahan kimia farmasi dan bahan makanan dapat rusak bila
dipanaskan pada suhu tinggi dalam waktu yang lama. Dalam mengatur
konsentrasi bahan-bahan seperti itu maka diperlukan teknik khusus untuk
menurunkan suhu zat cair dan mengurangi waktu pemanasan.
4. Kerak
Beberapa larutan tertentu menyebabkan pembentukan kerak pada permukaan
pemanasan. Hal ini menyebabkan koefisien menyeluruh semakin lama semakin
berkurang.
Evaporator adalah alat untuk mengevaporasi larutan sehingga prinsip
kerjanya merupakan prinsip kerja atau cara kerja dari evaporasi itu sendiri. Prinsip
kerjanya dengan penambahan kalor atau panas untuk memekatkan suatu larutan
yang terdiri dari zat terlarut yang memiliki titik didih tinggi dan zat pelarut yang
memiliki titik didih lebih rendah sehingga dihasilkan larutan yang lebih pekat
serta memiliki konsentrasi yang tinggi.
[Link] larutan didasarkan pada perbedaan titik didih yang sangat besar
antarazat-zatnya. Titik didih cairan murni dipengaruhi oleh tekanan.
[Link] pada suhu yang lebih rendah dari titik didih normal.
[Link] didih cairan yang mengandung zat tidak mudah menguap (misalnya gula)
akan tergantung tekanan dan kadar zat tersebut.
[Link] titik didih larutan dan titik didih cairan murni disebut Kenaikan titik didih
(boiling).
Metode Evaporator
[Link] effect evaporation
Menggunakan satu evaporator saja, uap dari zat cair yang mendidih
dikondensasikan dan dibuang. Walaupun metode ini sederhana, namun proses ini
tidak efektif dalam penggunaan uap. Untuk menguapkan llb air dari larutan,
diperlukan 1 –1.3 lb uap.
[Link] effect evaporation
Uap dari satu evaporator dimasukkan ke dalam rongga uap (steam chest)
evaporator kedua, dan uap dari evaporator kedua dimasukkan ke dalam condenser.
[Link] Effect Evaporation
Evaporator yang digunakan dalam suatu metode lebih dari satu, seperti misalnya
uap dari evaporator kedua dimasukkan ke dalam rongga uap evaporator ketiga,
dan berlanjut sampai beberapa evaporasi.
Menurut Kern, (1983) ada 6 jenis evaporator, antara lain sebagai berikut.
a. Evaporator Tabung-Horizontal
Evaporator tabung-horizontal, sebagaimana yang ditunjukkan pada gambar 2.1,
merupakan evaporator jenis klasik yang telah lama digunakan. Larutan yang akan
dievaporasikan berada diluar tabung horizontal dan uap mengalir di dalam tabung
horizontal. Tabung horizontal diliputi dan dikelilingi oleh sirkulasi alami dari
cairan yang mendidih, sehingga meminimumkan pengadukan cairan. Sebagai
hasilnya evaporator jenis ini mempunyai koefisien perpindahan panas keseluruhan
yang lebih rendah dibanding pada evaporator jenis lain, ini bermanfaat khususnya
untuk mengevaporasikan larutan yang viskos.
Gambar 2.1. Evaporator Tabung Horizontal
b. Evaporator Satu Lintas dan Evaporator Sirkulasi
Evaporator dapat dioperasikan sebagai unit satu lintas atau sebagai unit sirkulasi.
Evaporator satu lintas dan evaporator sirkulasi ditunjukkan pada gambar 2.2 dan
gambar 2.3 secara berurutan. Pada kedua evaporator ini larutan mendidih di dalam
tabung vertikal dan media pemanas di luar tabung vertikal dan media pemanas
yang digunakan berupa uap yang terkondensasi. Pada evaporator satu lintas,
cairan umpan dilewatkan melalui tabung satu kali lewat saja.
Gambar 2.2. Evaporator Satu Lintas
Gambar 2.3. Evaporator Sirkulas
Pada evaporator sirkulasi (circulation evaporator) terdapat suatu kolam zat
cair di dalam alat. Umpan masuk akan bercampur dengan zat cair di dalam kolam
dan campuran itu dialirkan melalui tabung-tabung evaporator. Zat cair yang tidak
menguap dikeluarkan dari tabung dan kembali ke kolam, sehingga hanya sebagian
saja dari keseluruhan evaporasi yang berlangsung dalam satu lewatan.
Evaporator sirkulasi tidak terlalu cocok untuk memekatkan zat cair yang peka
terhadap panas, namun evaporator ini dapat beroperasi dengan jangkauan
konsentrasi yang cukup luas.
c. Evaporator Sirkulasi Paksa
Evaporator sirkulasi paksa mempunyai bentuk seperti ditunjukkan pada gambar
2.4 dan gambar 2.5. Gambar 2.4 merupakan evaporator sirkulasi paksa dengan
elemen pemanas tersusun vertikal yang berada di dalam tabung. Cairan yang akan
dievaporasikan dipompakan melewati penukar panas (heat exchanger), dimana
media pemanas mengelilingi pipa-pipa yang membawa cairan yang akan
dievaporasikan.
Gambar 2.4. Evaporator Sirkulasi Paksa dengan Pemanas Vertikal di dalam
Tabung
Gambar 2.5 merupakan evaporator sirkulasi paksa dengan elemen pemanas
tersusun horizontal dan terletak terpisah dengan tabung. Pada evaporator dengan
pemanasan luar, pendidihan dapat dicegah dengan meletakkan pemanas pada
posisi yang lebih rendah dibandingkan letak ruang pemanasan.
Gambar 2.5. Evaporator Sirkulasi Paksa dengan Elemen Pemanas Horizontal
d. Evaporator Vertikal Tabung Panjang
Contoh evaporator vertikal tabung panjang dengan alian zat cair ke atas terlihat
pada gambar 2.6. Bagian-bagian utama evaporator jenis ialah, sebuah penukar
panas jenis tabung dengan uap dalam selongsong, zat cair yang akan dipekatkan di
dalam pipa/tabung, sebuah separator atau ruang uap (vapour space) untuk
memisahkan zat cair yang terbawa uap.
Umpan encer dengan suhu disekitar suhu kamar, masuk ke dalam sistem
dan bercampurdengan zat cair yang kembali dari separator. Umpan mengalir ke
atas tabung sebagai zat cair sambil menerima kalor dari uap. Di dalam zat cair
terbentuk gelembung-gelembung. Di dekat ujung tabung gelembung bertambah
besar. Pada zona ini gelembung uap berganti-ganti dengan zat cair dan keluar
dengan kecepatan tinggi dari ujung atas tabung. Dari tabung, campuran zat cair
selanjutnya masuk ke dalam separator.
Gambar 2.6. Evaporator Vertikal Tabung Panjang
e. Evaporator Film Jatuh
Masalah pemekatan bahan-bahan yang sangat peka terhadap panas, dapat diatasi
dengan evaporator film jatuh. Pada evaporator film-jatuh satu lintas, zat cair
masuk dari atas, lalu mengalir ke bawah tabung dalam bentuk film, kemudian
keluar dari bawah. Uap yang keluar dari zat cair itu biasanya terbawa turun
bersama zat cair, dan keluar dari bagian bawah. Evaporator dilengkapi dengan
separator zat cair uap di bawah, dan distributor/penyebar zat cair di atas.
f. Evaporator Film Turbulen
Evaporator film-turbulen yang ditunjukkan pada gambar 2.7 yang bertujuan untuk
menangani bahanyang viskos, peka, dan korosif. Cara meningkatkan turbulensi
dengan pengadukan mekanik terhadap film zat cair itu. Umpan masuk dari puncak
bagian bermantel dan disebarkan menjadi film tipis yang sangat turbulen, dengan
bantuan daun-daun vertikal agitator (pengaduk).
Di dalam separator, zat cair yang terbawa ikut dilemparkan ke arah luar
oleh daun-daun agitator, sehingga menumbuk plat-plat vertikal yang stasioner.
Tetesan-tetesan itu bergabung (koalesensi) pada plat dan kembali ke bagian
evaporasi. Uap bebas zat cair lalu keluar melalui lubang pada bagian atas.
Gambar 2.7. Evaporator Film Turbulen