0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
943 tayangan3 halaman

Klasifikasi Relasi Ridge Alveolar Gigi

1. Ada 3 kelas relasi ridge antara rahang atas dan bawah, yaitu kelas I (perbedaan arah bucolingual), kelas II (perbedaan arah apikokoronal), dan kelas III (kombinasi kedua arah perbedaan). 2. Bone support yang baik pada gigi abutment penting untuk menyangga beban gigi tiruan. Kriteria bone support baik meliputi tulang alveolar radiopak, trabekular space normal, kortikal padat, dan ligamen periodontal tipis. 3.

Diunggah oleh

amelia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
943 tayangan3 halaman

Klasifikasi Relasi Ridge Alveolar Gigi

1. Ada 3 kelas relasi ridge antara rahang atas dan bawah, yaitu kelas I (perbedaan arah bucolingual), kelas II (perbedaan arah apikokoronal), dan kelas III (kombinasi kedua arah perbedaan). 2. Bone support yang baik pada gigi abutment penting untuk menyangga beban gigi tiruan. Kriteria bone support baik meliputi tulang alveolar radiopak, trabekular space normal, kortikal padat, dan ligamen periodontal tipis. 3.

Diunggah oleh

amelia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

1.

Macam Relasi Ridge


Secara umum relasi ridge menurut Prosthodontic Diagnostic Index dibagi menjadi 3 kelas, antara
lain : (Kao and Fiorellini 2015)
Kelas I: Mewakili perbedaan dalam arah bucolingual antara hubungan alveolar ridge rahang
atas dan rahang bawah dan hubungan ridge apicocoronalnormal. Relasi rahang atas dan
rahang bawah dimana puncak ridge rahang atas lebih dalam daripada puncak ridge rahang
bawah (hubungan fissura luar RB atau crossbite), dimana puncak ridge (garis interalveolaris)
membentuk sudut ≤800 terhadap bidang oklusal dan overjet positif.

KelasII:Mewakili perbedaan dalam arah apikokoronal antara hubungan antara ridge alveolar
rahang atas dan rahang bawah dengan hubungan normal antara buccolingual ridge. Relasi
rahang atas dan rahang bawah dimana puncak ridge rahang atas lebih luar daripada puncak
ridge rahang bawah (hubungan fissura luar rahang atas), dengan garis interalveolaris
membentuk sudut >800 terhadap bidang oklusal.

Kelas III: Merupakan kombinasi dari perbedaan arah apicocoronal dan buccolingual antara
hubungan alveolar ridge rahang atas dan rahang bawah.
2. Apakah yang dimaksud dengan bone support yang baik dan bagaimana kriteria bone support yang
baik?
Bone support yang baik artinya gigi tersebut masih disangga atau didukung oleh jaringan tulang
(tulang alveolar) yang cukup baik. Bone support yang baik pada gigi abutment merupakan hal yang
penting karena gigi abutment tersebut akan menerima daya tekan yang lebih besar untuk
menyangga gigi tiruan. Penetuan apakah terdapat bone support yang baik dapat dievaluasi melalui
pemeriksaan radiografi panoramik, sehingga dapat ditentukan kualitas-kuantitass dari tulang
alveolar tersebut. Kualitas tulang alveolar yaitu densitas atau kepadatan tulang alveolar, serta
kuantitas tulang alveolar yaitu tinggi tulang alveolar dan ada atau tidaknya resorbsi. Selain tulang
alveolar, gigi dengan bone support yang baik juga akan tampak lamina dura dan ligament
periodontal yang baik. Sehingga gigi dengan bone support yang baik yaitu pada hasil radiografi
tampak :
1. Tulang alveolar yang radiopak
2. Trabekular space yang berukuran normal
3. Kortikalnya padat
4. Lamina dura Nampak mengelilingi alveolar pada daerah soket (resorbsi tulang alveolar yang
tidak ada ataupun sedikit saja menunjukkan tinggi tulang alveolar yang normal).
5. Ligamen periodontal yang tipis. (Carr and David. 2011).

3. a. Apakah yang dimaksud dengan long roots?


Long roots merupakan akar gigi yang panjang. Gigi dengan akar gigi yang panjang merupakan
salah satu syarat penting yang harus diketahui dalam pemilihan abutment untuk GTC, GTSL,
maupun overdenture. Biasanya dinyatakan dalam rasio akar : mahkota, dapat diamati dari hasil
foto radiografi. Akar gigi yang panjang biasanya menjadi pilihan sebgai abutment, karena gigi
tersebut akan lebih tahan terhadap beban horizontal serta akan dapat menyalurkan beban vertikal
yang besar menuju jaringan periapikal dibawahnya (Subhashini et al, 2018)

Daftar Pustaka :
1. Kao, Daniel W. K. and Joseph P. Fiorellini. 2015. “An Interarch Alveolar Ridge Relationship
Classification.” The International Journal of Periodontics & Restorative Dentistry 30(5)(June):522–
29.
2. Carr AB, Brown DT. 2011. McCracken’s Removable Partial Prosthodontics, 12th ed., Elsevier
Mosby.
3. Subhasini MHR, Abirami G, Jain AR. 2018. Abutment Selection In Fixed Partial Denture – A
Review. Drug Invention Today Vol 10(1). p: 111-15

Anda mungkin juga menyukai