0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
57 tayangan35 halaman

TQM dalam Jaminan Mutu Pangan IPB

Proses ini menjelaskan tentang manajemen mutu total (TQM) yang mencakup perencanaan, pengendalian, dan peningkatan mutu secara berkelanjutan untuk memenuhi kepuasan pelanggan. Dokumen ini juga membahas tentang pengembangan proses untuk menciptakan keunggulan produk dan layanan sesuai harapan pelanggan.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
57 tayangan35 halaman

TQM dalam Jaminan Mutu Pangan IPB

Proses ini menjelaskan tentang manajemen mutu total (TQM) yang mencakup perencanaan, pengendalian, dan peningkatan mutu secara berkelanjutan untuk memenuhi kepuasan pelanggan. Dokumen ini juga membahas tentang pengembangan proses untuk menciptakan keunggulan produk dan layanan sesuai harapan pelanggan.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Cover

Tim Dosen
Supervisor Jaminan Mutu Pangan – Sekolah Vokasi IPB
TQM
(Juran)
Memadukan usaha pengembangan,
pemeliharaan dan penyempurnaan
mutu oleh berbagai kelompok dalam
perusahaan sehingga pemasaran,
perekayasaan, produksi dan
pelayanan terlaksana pada kondisi
yang paling ekonomis dalam
memberikan kepuasan penuh pada
konsumen.
Perkembangan TQM

1900 1937 1980


Operator TQM
. Inspektor

1918 1960
Foremen Quality
Assurance
Proses Manajerial TQM:

Perencanaan Pengendalian Peningkatan


 Menetapkan tujuan mutu  Mengevaluasi kinerja aktual  Menguji kebutuhan
 Mengidentifikasi pelanggan  Membandingkan kinerja  Menetapkan infrastruktur
 Menentukan kebutuhan aktual  Mengidentifikasi proyek
pelanggan  Bertindak menangani peningkatan mutu
Mengembangkan Perbedaan  Menetapkan tim proyek
keistimewaan produk yang  Menyediakan tim dengan
merespon sumber daya, pelatihan,
 Mengembangkan proses dan motivasi untuk
yang mampu menghasilkan mendiagnosis penyebab
keistimewaan produk dan upaya untuk
 Menetapkan pengendalian mengatasinya
proses; menterjemahkan  Menetapkan pengendalian
rencana ke kegiatan agar tetap pada jalurnya
operasional
Manfaat TQM

1. Perbaikan posisi persaingan


2. Pengurangan cacat produk yang
dihasilkan

 Mengurangi biaya mutu ~ produksi


 Citra baik perusahaan
Cover

Proses yang mengidentifikasi pelanggan,


persyaratan dan harapannya tentang cici-ciri
produk dan jasa serta mengembangkan proses
yang tepat untuk menghasilkan produk dan
jasa sesuai keinginan pelanggan
Route map perencanaan mutu
(Juran, 1995)

No Kegiatan Keluaran
1 Menentukan tujuan mutu Daftar tujuan mutu

2 Identifikasi pelanggan Daftar pelanggan

3 Menentukan persyaratan mutu pelanggan Daftar persyaratan pelanggan

4 Mengembangkan keunggulan produk Desain produk

5 Mengembangkan keunggulan proses Desain proses

6 Melakukan rekayasa produksi Proses siap untuk produksi


Kriteria-kriteria yang digunakan dalam
penyusunan tujuan mutu adalah :
(1) Definitif dan spesifik;
(2) Menjelaskan pencapaian atau hasil, dan bukan
menggambarkan kegiatan atau perilaku;
(3) Bersifat kuantifatif (dapat diukur);
(4) Menggambarkan kerangka waktu atau batas
waktu;
(5) Menantang, tetapi masih memungkinkan
untuk dapat dicapai (dalam batas kendali unit
bisnis).
Tujuan mutu yang buruk Tujuan mutu yang baik

Memaksimalkan keuntungan Memperoleh tingkat keuntungan 100


juta rupiah pada periode 2019

Meningkatkan penjualan pada tahun


Meningkatkan volume penjualan 2020 dari 30 milyar rupiah menjadi 35
dan pendapatan milyar rupiah. Diharapkan dapat
menjual 1 juta unit dengan harga
rata-rata Rp 35.000,-

Meningkatkan pangsa pasar dari 8 %


menjadi 10 % pada tahun 2019,
Meningkatkan anggaran iklan
dengan bantuan kenaikan
pada tahun 2003 sebesar 15 %
pengeluaran iklan sebesar 15 % dari
tahun 2018

Contoh tujuan mutu yang buruk dan yang baik


Tujuan identifikasi pelanggan:
 Mengenali semua pihak yang terkena
dampak aktivitas
Jenis pelanggan :
(1) Pelanggan internal
(2) Pelanggan eksternal

“The next process is customer”


Gunakan diagram alir dari hulu hingga hilir proses
1. Perusahaan harus mampu mengidentifikasi
kebutuhan pelanggan yang layak (meng-
untungkan) untuk dipenuhi.
2. Perusahaan harus mampu membedakan
kebutuhan yang dinyatakan dengan
kebutuhan yang diinginkan.

Metode u/ mengetahui kebutuhan pelanggan:

Mengkaji
Menjadi
perilaku Berkomunikasi Simulasi
pelanggan
pelanggan
VS

“Kepraktisan”
Kebutuhan yang dirasakan
Fried chicken restoran cepat saji >< Fried chicken kaki lima

Pembayaran cashless >< Pembayaran tunai

Naik ojek online >< Naik ojek pangkalan

Economy class pesawat >< Business class pesawat

SKM kemasan kaleng >< SKM kemasan pouch

Mie instan real meat >< Mie instan biasa


Kebutuhan pelanggan 1. Berapa tingkat brix produk ?
sudah teridentifikasi (kemanisan)
2. Berapa cp kekentalan
produk?
3. Berapa % total asam produk?
4. Berapa % buah yang
Menterjemahkan digunakan ?
kebutuhan pelanggan
lebih terukur

Dikonversi menjadi persyaratan


untuk pelanggan internal
Unit ukur ideal, mudah dipahami
dan mudah diaplikasikan secara
luas dan seragam
1. Menciptakan keunggulan atau kelebihan
produk dibandingkan dengan produk yang
sudah ada.
2. Tahapan yang dilakukan :
1) Evaluasi terhadap keunggulan produk
yang sudah ada;
2) Penciptaan alternatif baru
3) Uji coba alternatif
4) Memilih alternatif terbaik
5) Penetapan deskripsi produk
Disuatu perusahaan :
 Pengembangan keunggulan produk disebut “pengembangan produk”
(product development).
 Dikerjakan oleh Departemen R & D.
 Tenaga-tenaga yang terlibat dari berbagai disiplin seperti engineer,
analisis sistem, analisis biaya, ahli mutu dan sebagainya.
Disuatu perusahaan :
 Pengembangan keunggulan produk disebut
“pengembangan produk” (product
development).
 Dikerjakan oleh Departemen R & D.
 Tenaga-tenaga yang terlibat dari berbagai
disiplin seperti engineer, analisis sistem,
analisis biaya, ahli mutu dan sebagainya.
Pengembangan proses mencakup:
Kriteria pengembangan proses :
1. Persiapan perlengkapan fisik
1. Berorientasi pada tujuan
2. Persiapan SDM yg
2. Sistematis & logis
mengoperasikan
3. Mampu mencapai tujuan
3. Perangkat lunak terkait (metode,
SOP, Check Sheet dsb.) 4. Resmi
4. Informasi pengoperasian,
pengendalian & pemeliharaan
peralatan
6 tahapan perancangan proses :
1. Tentukan tujuan proses (apa yg ingin dicapai)
2. Susun proses (urutan kegiatan) & dokumentasi
3. Ukur kinerja proses (seperti apa hasil yang ingin
dicapai)
4. Analisis kinerja proses (sesuai / tidak dengan
tujuan proses)
5. Kembangkan gagasan untuk perbaikan proses
(tindakan apa saja yg harus diambil)
6. Evaluasi perbaikan proses (bagaimana urutan
kegiatan yg OK) & standarisasi.
Pengendalian Mutu

Kegiatan untuk menjamin bahwa proses yg terjadi akan sesuai dengan tujuan yang diinginkan

Tahapan pengendalian mutu :

Membandingkan Mengambil
Mengevaluasi
kinerja nyata tindakan jika
kinerja nyata
proses dengan terjadi
proses
tujuan penyimpangan
Siklus umpan balik
pengendalian mutu

Proses 1 Pengukur Tujuan

5 2 3

Penindak 4 Penilai

1. Pengukur merefleksikan kinerja nyata proses


2. Penilai memperoleh hasil kinerja proses dari pengukur
3. Membandingkan dengan tujuan yang diinginkan
4. Penilai memberi masukkan ke penindak (pengambil keputusan)
5. Penindak mengambil langkah-langkah yg diperlukan
Pengukuran
● Pengukur (SENSOR) = alat pendeteksi khusus
Contoh :
 Instrumen pengukur (termometer, meteran air, meteran listrik dan sebagainya)
 Panca indra manusia (sasaran manusia)
 Diagram kendali (Control chart)
 Index harga konsumen

● Presisi dan Akurasi Sensor


Presisi : kemampuan sensor memproduksi hasil yang sama pada pengujian ulang
Akurasi : kemampuan sensor memberi kebenaran (nilai yang sesuai dengan nilai
sesungguhnya)
Peningkatan Mutu

Serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk


membuat mutu yang ada menjadi lebih baik


Perbaikan yaitu pencapaian tingkat kinerja
dibandingkan dengan keadaan sebelumnya
Perbaikan mutu yaitu pendekatan sistematis
untuk memperbaiki sistem mutu, mencakup:

Memperbaiki Mengurangi

Fitness for Deffect and


use error

Mutu Mutu
rancangan kesesuaian
Meningkatkan Mengurangi
fitness for use defect dan error
 Mutu yang lebih baik bagi  Menurunkan harga produk dan
pengguna kekesalan konsumen
 Pangsa pasar meningkat  Menurunkan biaya produksi
 Harga jual lebih tinggi  Meningkatkan produktivitas
 Reputasi meningkat  Menurunkan volume
(penyimpanan)
Langkah Penting Perbaikan Proses
Suatu Sistem
1. Menetapkan proses
 Mengumpulkan informasi tentang proses
 Mendokumentasikan proses
 Membuat diagram alir
2. Menganalisis proses
 Kondisi setiap langkah proses (sub proses)
 Peluang perbaikan
3. Perancangan ulang proses
 Menggunakan hasil analisis
 Mendokumentasikan perbaikan (pengurangan waktu, biaya, waste, turnover pegawai, kecelakaan
dan bahaya, peningkatan mutu, kondisi kerja, provit dan kepuasan pelanggan)
Perangkat Perbaikan Mutu
 Seven Tools
1. Check sheet
2. Flowchart
3. Scatter diagram
4. Histogram
5. Pareto Analysis
6. Control chart
7. Course and effect diagram

Saat ini banyak dikembangkan perangkat lain seperti


BSC, Rancangan Percobaan, FMEA (Failure Modes
and Effects Analysis), Quality Function Deployment
(QFD), dsb.
Persyaratan Pokok untuk Perbaikan Mutu

1. Melatih karyawan mengenai metoda Statistical Process


Control (SPC)
2. Menerapkan SPC sebagai basis operasi harian
3. Membangun tim kerja dan mendorong keterlibatan
karyawan
4. Menggunakan perangkat pemecahan masalah dalam tim
kerja
5. Membangun rasa memiliki terhadap operator dalam proses
ACTION PLAN

IDENTIFIKASI
TINDAKAN MEMPERTAHANKAN MASALAH
PERBAIKAN

SPESIFIKASI MASALAH

KUMPULKAN DATA
A P

C D

PERIKSA ANALISIS DATA (STATISTIK)


KESIMPULAN P
STATISTIK
BUAT KESIMPULAN TENTATIF
Tidak valid

LAKUKAN PERCOBAAN
CHECK
DO
Cover

Anda mungkin juga menyukai