1. Nama Penulis: Eva S. EmmettID, Abdel Douiri1, Iain J. Marshall1, Charles D. A.
Wolfe, Anthony G. Rudd, Ajay Bhalla
2. Judul Artikel : A comparison of trends in stroke care and outcomes between in-
hospital and community-onset stroke – The South London Stroke Register,
3. Masalah yang dibahas : perbandingan tren dalam perawatan stroke dan hasil antara
stroke di rumah sakit dan komunitas
4. Tujuan : Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan tren temporal
perawatan akut dan hasil jangka pendek dan jangka panjang dari IHS dan COS
menggunakan data dari South London Stroke Register (SLSR), register dalam kota
yang sedang berjalan yang didirikan pada tahun 1995
5. Metode : Kurva survival KaplanMeier dihitung untuk setiap kelompok
6. Hipotesis dan kesimpulan utamanya:
kesimpulan Pasien yang mengalami stroke saat di rumah sakit memiliki potensi
keuntungan dari akses siap ke perawatan stroke berkualitas tinggi. Untuk lebih
meningkatkan perawatan pasien IHS, semua rumah sakit membutuhkan algoritma dan
protokol yang khusus dirancang untuk pasien IHS [ 23 ], dengan jalur komunikasi
yang jelas dan alokasi tanggung jawab (misalnya tim stroke di rumah sakit). Mereka
perlu didukung oleh program pelatihan staf dan audit untuk memastikan implementasi
yang sistematis.
A. TELAAH ARTIKEL
1. Fokus Utama Penelitian
Fokus utama penelitian di dadasarkan pada perbandingan tren dalam perawatan stroke
dan hasil antara stroke di rumah sakit dan komunitas
Jadi peneliti disini lebih memfokuskan perbandingan tren antara stroke di rumah sakit
dan komunitas
2. Elemen yang Mempengaruhi Tingkat Kepercayaan Suatu Penelitian
a. Gaya penulisan
1) Sistematika penulisan
Sitematika penulisan yang digunakan pada jurnal yang kita analisis sudah
cukup bagus. Sudah mencakup hal-hal yang harus ada pada sistem penulisan
jurnal. Diantaranya judul artikel, nama penulis, unit kerja dan alamat lengkap,
abstrak, pendahuluan, metode penelitian, hasil dan pembahasan,
kesimpulan,saran dan daftar pustaka
2) Tata bahasa
Tata bahasa yang digunakan pada penulisan jurnal yang berjudul ” : A
comparison of trends in stroke care and outcomes between in-hospital and
community-onset stroke – The South London Stroke Register,” ini sudah baik,
karena pembaca sudah bisa menangkap isi yang ditulis
b. Penulis
1) Kualifikasi penulis
Penulis dalam jurnal ini sudah expert di bidangnya, terbukti dengan alamat
yang disertakan dibawahnya (Department of Ageing and Health, Guy’s and St
Thomas’ NHS Foundation Trust, London, United Kingdom )
c. Judul
1) Kelebihan Judul:
Nama penulis jurnal dicantum tanpa gelar akademik dan ditempatkan di bawah
judul jurnal. Penulis harus mencantumkan institusi asal dan alamat email (bagi
penulis utama) untuk memudahkan komunikasi. Nama penulis utama berada
urutan paling depan (LIPI, 2013). Pada jurnal ini penulis nama sudah sesuai
dengan kaidah penulisan jurnal yang baik karena sudah mencantumkan alamat
penulis utama, dan nama di buat tanpa menggunakan gelar namun tidak
menuliskan alat email untuk memudahkan komunikasi.
2) Kekurangan Judul:
Judul jurnal penelitian lebih dari 14 kata dalam bahasa Inggris dan jika di
artikan lebih dari 14 kata dalam bahasa indonesia, (kaidah penulisan jurnal
yang baik yaitu tidak lebih 14 kata dalam bahasa Indonesia ) (LIPI, 2013).
Menurut LIPI (2013), judul jurnal mengerucut ke bawah seperti piramida
namun dalam judul jurnal penelitian ini tidak demikian.
d. Abstrak
1) Kelebihan Abstrak:
Abstrak dalam penelitian jurnal setidaknya memuat yaitu latar
belakang,metode,hasil dan [Link] mudah dipahami pembaca
2) Kekurangan Abstrak:
Abstrak dibuat dalam dua bahasa (Indonesia dan Inggris), tidak melebihi 250
kata, ditempatkan sebelum pendahuluan, diketik dengan jarak 1 (satu) spasi
(Fakultas Keperawatan UNAND, 2012). Pada jurnal ini menggunakan bahasa
inggris dengan 329 kata, maka dari itu penulisan jurnal ini tidak sesuai dengan
kaidah penulisan jurnal yang baik. Dan juga masalah yang disampaikan belum
dicuat secara mendalam.
e. Kata kunci
Dalam artikel kata kunci tidak ditampilkan
3. Elemen yang Mempengaruhi Kekuatan Suatu Penelitian
a. Pendahuluan
1) Kelebihan Pendahuluan
Pendahuluan tidak boleh terlalu panjang, tidak boleh melebihi 2 halaman ketik
(Fakultas Keperawatan UNAND, 2012). Itulah sebabnya, kalimat pada
pendahuluan ini harus padat dan berisi. Pembahasan dalam pendahuluan suda
sesuai dengan kaidah penulisan jurnal yang baik yaitu tidak lebih dari 2
halaman ketik.
Pendahuluan memuat tiga hal pokok, yaitu: latar belakang, tinjauan pustaka,
dan tujuan penelitian. Alinea berikutnya dari paparan pendahuluan dibuat
menjorok ke dalam sesuai dengan penulisan alinia baru pada umunya (LIPI,
2013). Jurnal ini telah mencangkup tiga hal pokok tersebut dan setiap alinia
baru di jorokan.
Latar belakang dari penelitian jurnal :
Antara 4% dan 17% dari semua stroke terjadi pada pasien saat di rumah
sakitMeskipun pasien dengan stroke di rumah sakit (IHS) menghindari
penundaan pra-rumah sakit dan berpotensi dapat didiagnosis dan diobati
dengan cepat.
Tinjauan pustaka :
Penelitian yang bagaimana perawatan dan hasil IHS telah berubah dari waktu
ke waktu masih kurang. Oleh karena itu tidak jelas apakah pasien IHS
mendapat manfaat yang sama dari peningkatan terbaru dalam perawatan stroke
dan hasil atau apakah kesenjangan yang dilaporkan antara IHS dan COS telah
memburuk atau membaik. Selain itu, tidak ada penelitian sebelumnya yang
menyelidiki hasil fungsional setelah IHS melebihi tiga bulan atau mortalitas
setelah satu tahun setelah stroke..
Tujuan dari penelitian ini:
Untuk membandingkan tren temporal perawatan akut dan hasil jangka pendek
dan jangka panjang dari IHS dan COS menggunakan data dari South London
Stroke Register (SLSR), register dalam kota yang sedang berjalan yang
didirikan pada tahun 1995
Dalam Pendahuluan sudah terdapat studi pendahuluan yang dilakukan peneliti
sendiri “Beberapa penelitian dalam 10 tahun terakhir menunjukkan bahwa
hasil jangka pendek dan jangka panjang setelah stroke pada umumnya telah
meningkat selama beberapa dekade terakhir, diduga berhubungan dengan
perawatan akut yang lebih baik, seperti trombolisis ,serta manajemen faktor
risiko sebelum dan sesudah stroke , Namun, penelitian yang menyelidiki
bagaimana perawatan dan hasil IHS telah berubah dari waktu ke waktu masih
kurang”
2) Kekurangan Pendahuluan
Peneliti tidak menyampaikan alasan mengambil penelitian ini
b. Studi Literatur
1) Kelebihan Studi Literatur
Pada literature review sudah tergambarkan tentang tinjauan pustaka dan
petunjuk kriteria standarisasi dari tinjauan pustaka penelitian.
2) Kekurangan Studi Literatur
Kekurangan Pada artikel ini tidak mencantumkan subjudul tentang rumusan
masalah
c. Kerangka Konsep dan Hipotesis
Hipotesis penelitian merupakan dugaan sementara tentang hasil akhir dari
penelitian ini (Nursalam, 2011). Apapun hasil penelitian walaupun berbeda dengan
hipotesisnya tidak membuat penelitian menjadi kurang bermakna.
Hipotesis pada penelitian ini sudah dicantumkan yaitu
d. Metode
1) Desain Penelitian
Peneliti dengan sistematis menggunakan studi kohor observasional
2) Populasi dan sampel
Populasi : SLSR adalah register berbasis populasi, yang terus berlangsung
sejak Januari 1995, mencatat semua stroke pertama dalam seumur hidup di
wilayah kota London Selatan yang ditentukan secara geografis.
Sampel : Dalam judul tertulis bahwa wilayah kota london selatan, akan tetapi
peneliti telah memasukkan yang bukan kriteria seperti pasien menolak untuk
didaftarkan
Untuk teknik yang digunakan pun peneliti melakukan sensus penduduk.
3) Variabel penelitian
Variabel yang menonjol dalam artikel antara lain Pasien dikelompokkan
menjadi komunitas-onset stroke (COS) atau stroke di rumah sakit (IHS)
diharapkan terdapat perbedaan signifikan antara (COS) dan (IHS).
4) Instrumen
Instrumen yang digunakan Penulis mencari secara sistematis seperti data data
di bangsal rumah sakit, klinik rawat jalan neurovaskular, permintaan radiologi,
catatan A&E, dan dokter umum.,instrumen sensus,wawancara serta kuesioner.
e. Data Analisis
Pada bagian ini harus dijelaskan bagaimana data yang telah dikumpulkan di
lapangan di analisis berbentuk tabel. Program statistik apa yang digunakan dan
data analisnya sudah di tampilkan sehingga kita dapat mengetahui bagaimana cara
penelitian menganalisis hasil penelitian.
Perbedaan yang tidak disesuaikan antara COS dan IHS diselidiki menggunakan uji
Chi-square untuk variabel biner, uji-t tidak berpasangan untuk usia, dan uji Mann-
Whitney U untuk lama masuk rumah sakit. Analisis ini diulangi untuk setiap
kelompok. P nilai-nilai untuk tren dihitung untuk kedua kelompok pasien
menggunakan tes Cochran-Armitage untuk tren. Regresi logistik multivariabel
digunakan untuk menghitung perkiraan perkiraan dampak lokasi pasien pada stroke
(COS atau IHS) pada penerimaan perawatan yang tepat dalam fase akut, kematian
di rumah sakit, dan tujuan pemulangan untuk setiap kelompok. Variabel
penyesuaian adalah faktor sosio-demografis (usia, jenis kelamin, etnis, dan status
sosial ekonomi), faktor risiko vaskular pra-stroke, variabel campuran kasus (skor
GCS, inkontinensia, disfagia, dan BI), subtipe stoke, dan penerimaan SU (untuk
pengeluaran tujuan).
f. Hasil Penelitian dan Pembahasan
Penjelasan tabel atau gambar dalam narasi tidak boleh terlalu detail atau panjang.
Cukup memberikan keterangan singkat tentang isi dari tabel atau gambar. Dengan
demikian tidak ada pengulangan informasi dari tabel atau gambar dalam narasi
(LIPI, 2013). Usahakan jumlah tabel dan gambar tidak melibihi 5 [Link] artikel
ini jumlah tabel dan gambar sudah sesuai tidak lebih dari 5. Harus diperhatikan
juga bahwa setiap tabel atau gambar harus dapat menjelaskan dirinya sendiri. Jenis
satuan, jumlah sampel, apakah berhubungan (nilai p) harus bisa terlihat pada tabel
tersebut. Setiap satu tabel atau gambar dimuat dalam satu halaman dan tetap dibuat
dalam 2 spasi.
Tabel 1 menggambarkan perubahan karakteristik dasar dari waktu ke waktu. Usia
rata-rata pasien COS dan IHS pada stroke indeks turun dan perbedaan usia yang
signifikan antara COS dan IHS terlihat pada kohort sebelumnya (P <0,001) tidak
signifikan pada 2009-2015 (P = 0,150). Proporsi etnis kulit putih menurun di kedua
kelompok, mencerminkan tren dalam populasi sumber, dengan proporsi yang lebih
besar dari etnis kulit putih di IHS dibandingkan dengan kelompok COS yang
berlanjut di ketiga kohort. Sementara diagnosis pra-stroke penyakit jantung
iskemik menurun pada kedua kelompok, itu secara signifikan lebih umum pada
pasien IHS di setiap kelompok (P <0,001)
tingkat kelangsungan hidup secara signifikan lebih rendah pada IHS dibandingkan
dengan pasien COS di setiap kelompok (masing-masing kelompok: uji peringkat
log antara COS dan IHS: P<0.001
Dari studi sendiri, tidak dapat menentukan sejauh mana kelangsungan hidup yang
lebih rendah disebabkan oleh perawatan yang lebih buruk, atau oleh perbedaan
awal pada pasien IHS dan COS. Faktor perancu lebih lanjut, yang kemungkinan
memainkan peran, tetapi tidak tersedia dan karenanya tidak disesuaikan, termasuk
diagnosis awal pasien IHS dan penanda kelemahan pasien, serta faktor yang
berkaitan dengan proses perawatan rumah sakit, seperti ketepatan waktu, kualitas ,
dan intensitas perawatan. Faktor-faktor yang terakhir telah terbukti secara
signifikan lebih buruk untuk pasien IHS, seperti yang dilaporkan dalam penelitian
sebelumnya.
Pada paragraf terakhir di bagian ini biasanya kita temukan kalimat yang
berhubungan atau tidak berhubungan. Kalimat ini kadang dibuat tidak secara
eksplisit namun memberikan informasi kepada pembaca apa kesimpulan Yang
tidak ditarik oleh tim peneliti terhadap penelitian yang Telah dilakukan. Ini tentu
merujuk pada hasil dan pembahasan yang telah dilakukan sebelumnya. Akan tetapi
kami tidak menenemukan secara tertulis apakah ada perbedaan tren,melainkan dari
analisis kami terdapat perbandingan tren dimana intervensi antara COS dan IHS
tidak signifikan.. Pembahasan dalam jurnal ini sudah mencakup pembahasan
masing-masing variabel dan pembahasan hasil analisis bivariatnya.
g. Kesimpulan dan Saran
Bagian ini adalah yang kadang ditampilkan dalam teks dan kadang pula
dicantumkan secara tidak langsung pada bagian akhir dari pembahasan. Patut
diingat, bahwa yang disampaikan dalam bagian ini adalah kesimpulan yang
diputuskan oleh peneliti setelah melihat hasil yang diperoleh dan pembahasan yang
mempertimbangkan semua aspek yang terkait dengan apa yang ada dalam
penelitian tersebut. Kesimpulan harus menjawab pertanyaan penelitian yang
dinyatakan dalam sub-bab pendahuluan. Saran mengikuti kesimpulan yang
umumnya mengemukakan rekomendasi kepada pihak pengambil kebijakan dalam
menanggulangi masalah yang di teliti serta saran untuk penelitian berikutnya.
Kesimpulan dan saran disusun dalam beberapa kalimat dan umumnya hanya satu
paragraph (LIPI, 2013).
Dalam artikel ini hanya dijelaskan kesimpulan “Studi ini menunjukkan
peningkatan dalam penggunaan perawatan berbasis bukti dan peningkatan hasil
setelah IHS mirip dengan yang setelah COS.”
Kekurangan: tidak ada saran dan studi yang mengatakan apakah signifikan atau
berhubungan
h. Daftar Pustaka
1) Daftar Pustaka harusnya tersusun berdasarkan abjad, dalam jurnal ini tidak
sesuai abjad.
2) Daftar Pustaka dari internet harusnya dibuat nama penulis, kalau tidak ada nama
penulis dibuat anonim. Alamat website yang ditampilkan dalam sumber
internet tidak lengkap dan tidak semua ada tanggal dan waktu mengakses.
3) Judul buku dan jenis jurnal dalam daftar pustaka tidak dicetak miring