TUGAS PRAKTIKUM KEPERAWATAN KOMUNITAS
“TERAPI KOMPLEMENTER DAN TERAPI MODALITAS PENYAKIT REMATIK”
Dosen Pembimbing :
Dr. Rika Sabri, [Link], [Link], [Link]
Oleh:
YURIKA DEFANNY
1911316004
PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN
FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS ANDALAS
2020
TERAPI KOMPLEMENTER DAN TERAPI MODALITAS
PENYAKIT REMATIK
A. Pengertian Rematik
Rematik atau penyakit yang ditandai dengan nyeri sendi disebut juga
rheumatoid arthritis. Penyakit ini merupakan penyakit autoimun ketika sistem imun
pada tubuh seseorang menyerang sel-sel tubuhnya sendiri.
B. Faktor Risiko Rematik
Faktor risiko yang meningkatkan seseorang mengalami penyakit ini, antara lain:
1. Jenis kelamin yaitu wanita.
2. Usia 40-60 tahun.
3. Riwayat di keluarga.
4. Kebiasaan merokok.
5. Obesitas.
6. Paparan dari lingkungan kerja
C. Tanda dan Gejala
Ketika penyakit ini aktif gejala dapat termasuk kelelahan, kehilangan energi,
kurangnya nafsu makan, demam kelas rendah, nyeri otot dan
sendi serta kekakuan otot dan kekauan sendi biasanya paling sering di pagi hari.
Disamping itu juga manifestasi klinis rheumatoid arthritis sangat bervariasi dan
biasanya mencerminkan stadium serta beratnya penyakit. Rasa nyeri, pembengkakan,
panas, eritema dan gangguan fungsi merupakan gambaran klinis yang klasik untuk
rheumatoid arthritis (Smeltzer & Bare, 2002). Gejala sistemik dari rheumatoid
arthritis adalah mudah capek, lemah, lesu, takikardi, berat badan menurun, anemia
(Long, 1996).
D. Pencegahan
Menjaga supaya rematik tidak terlalu mengganggu aktivitas sehari – hari,
sebaiknya digunakan air hangat bila mandi pada pagi hari. Dengan air hangat
pergerakan sendi menjadi lebih mudah bergerak. Selain mengobati, kita juga bisa
mencegah datangnya penyakit ini, seperti: tidak melakukan olahraga secara
berlebihan, menjaga berat badan tetap stabil, menjaga asupan makanan selalu
seimbang sesuai dengan kebutuhan tubuh, terutama banyak memakan ikan laut.
Mengkonsumsi suplemen bisa menjadi pilihan, terutama yang mengandung Omega 3.
Didalam omega 3 terdapat zat yang sangat efektif untuk memelihara persendian agar
tetap lentur.
E. Pengobatan Rematik
1. Terapi Komplementer
a. Minyak Ikan
Neblett (2006) mengemukakan dari beberapa studi ditemukan bukti
positif dimana fish oil dapat menurunkan gejala dari penyakit inflamasi
seperti ketegangan, nyeri, dan bengkak.
Kremer (2004), menyimpulkan dari hasil penelitiannya
mengkonsumsi minyak ikan pada penderita RA sebanyak 3-6 gram sehari
selama 12 minggu atau lebih secara signifikan dapat mengurangi nyeri
sendi dan kekakuan akibat arthritis. Selain itu, studi lain menemukan
bahwa pasien yang mengkonsumsi minyak ikan dapat kembali pulih dari
RA sehingga memungkinkan mereka untuk tidak melanjutkan
mengkonsumsi dosis tinggi obat anti inflamasi non steroid, seperti
diclofenac dan naproxen.
b. Kompres Hangat Serei
Dalam buku Herbal Indonesia disebutkan bahwa khasiat tanaman
serei mengandung minyak atsiri, yang memiliki sifat kimiawi dan efek
farmakologi yaitu rasa pedas dan bersifat hangat sebagai anti radang (anti
inflamasi), dan menghilangkan rasa sakit atau nyeri yang bersifat
analgetik, serta melancarkan sirkulasi darah yang di indikasikan untuk
menghilangkan nyeri otot dan nyeri sendi pada penderita artritis
rheumatoid, badan pegallinu dan sakit kepala (Hembing, 2007).
Terapi kompres hangat dengan kombinasi serei ini juga telah di
buktikan pada Penelitian dari The Science and Technology. Dimana telah
menentukan bahwa serai memiliki senyawa analgetik yang membantu
menghilangkan rasa sakit atau nyeri seperti nyeri otot dan nyeri sendi
akibat artritis rheumatoid. (Hembing, 2007). Manfaat yang maksimal akan
di capai dalam waktu 20 menit dan setiap lima menit mengganti air
rendamannya dan di lakukan setiap hari (Hembing, 2007).
Cara membuat Kompres hangat serei :
1) Persiapan alat
- Serei 7 batang
- Air 6 gelas
- Baskom kecil
- Handuk kecil
- Panci
2) Langkah-langkah:
- Dekatkan dengan klien air serai yang sudah direbus dan handuk
kecil
- Instruksikan klien dudu dengan kaki menggantung
- Celupkan handuk kecil ke dalam baskom berisi air serai
- Kompres pada bagian sendi yang terasa sakit selama 20 menit
- Jika terasa handuk sudah dingin, celupan kembali handuk ke dalam
baskom berisi air serai lalu kompres kembali
c. Kompres Hangat Aromaterapi Lavender
Aromaterapi merupakan terapi modalitas atau pengobatan alternatif
menggunakan sari tumbuhan aromatik murni dimana sistem penyembuhan
yang melibatkan pemakaian minyak atsiri murni. Minyak yang digunakan
dalam terapi komplementer meliputi minyak atsiri, bunga lavender,
chamomile, jeruk yang dapat menimbulkan aroma sedatif, minyak ylang-
ylang yang memberikan efek menenangkan, serta minyak melati yang
memberikan efek relaksasi (Setyoadi, 2011).
Pemberian kompres menggunakan aromaterapi dapat membantu
mengobati nyeri arthritis khususnya minyak esensial lavender (Setyoadi,
2011). Minyak esensial lavender bersifat anti inflamasi, antiseptik yang
kuat, antivirus, dan anti jamur yang dapat menurunkan emosional, sedatif,
relaksasi dan mengurangi rasa sakit (Gaware, 2013).
Penelitian Kim MJ, Nam ES & Paik SI (2005) tentang “The effects
of aromatherapy on pain, depression, and life satisfaction of arthritis
patients” ini membuktikan bahwa aromaterapi memiliki efek besar pada
penurunan rasa sakit dan depresi pasien arthritis salah satunya aromaterapi
lavender. Pengaruh kompres hangat aromaterapi diteliti Teguh Wahju
Sardjono, dkk (2011) dengan hasil aromaterapi dengan kompres hangat
lebih efektif dalam menurunkan intensitas nyeri dibandingkan dengan
masase dan kompres hangat, serta yang hanya diberi kompres hangat saja.
2. Terapi Modalitas
a. Senam Rematik
Senam rematik merupakan senam yang befokus pada mempertahankan
lingkup gerak sendi secara maksimal. Tujuan dari senam rematik ini yaitu
mengurangi nyeri sendi dan menjaga kesehatan jasmani penderita rematik.
Keuntungan lain dari senam rematik yaitu tulang menjadi lebih lentur, otot
tetap kencang, memperlancar peredaran darah, menjaga kadar lemak darah
tetap normal, tidak mudah mengalami cidera, dan kecepatan reaksi sel tubuh
menjadi lebih baik (Heri, 2014).
Kelebihan senam rematik tidak hanya pada gerakan yang aktif,
berulang, dan mudah dilakukan. Sesudah melakukan gerakan senam rematik
lansia terlihat rileks, nyaman, dan menunjukkan ekspresi wajah tersenyum.
Menurut penelitian Bender et al., (2007), latihan atau senam dalam hal ini
termasuk senam rematik memiliki dampak psikologis langsung yakni
membantu memberi perasaan santai, mengurangi ketegangan, dan
meningkatkan perasaan senang karena saat senam kelenjar pituitari menambah
produksi atau meningkatkan level betaendorfin. Hal ini didukung oleh
Nursalam dan Kurniawati (2014), selain produksi beta-endorfin, senam juga
meningkatkan aktivitas penyaluran saraf didalam otak yaitu peningkatan
neurotransmitter parasimpatis (norepinephrine, dopamine, dan serotonin).
b. Terapi Meditasi
Terapi Meditasi & yoga merupakan terapi yang mengkombinasikan
antara teknik bernapas (pranayama), relaksasi dan meditasi serta latihan
peregangan atau postur dengan mekanisme penyatuan dari tubuh (body),
pikiran (mind) dan jiwa (soul) (asana) (Meditasi & yoga , 2016) ; Jain, 2011).
Sindhu (2014) mengatakan bahwa melakukan yoga setiap hari dapat
memperlancar peredaran darah, karena rasa rileks yang didapat dari yoga
membantu melancarkan sirkulasi darah dalam tubuh, sehingga sangat
bermanfaat bagi penderita hipertensi. Yoga ini terbukti dapat meningkatkan
kadar b-endhorpin empat sampai lima kali didalam darah. Ketika seseorang
melakukan latihan, maka b-endorphin akan keluar dan ditangkap oleh reseptor
didalam hiphothalamus dan sistem limbik yang berfungsi untuk mengatur
emosi.