100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
122 tayangan81 halaman

Pelatihan Pertolongan Pertama Dasar

Dokumen tersebut membahas tentang pelatihan pertolongan pertama yang mencakup rantai penyelamatan, resusitasi jantung paru, tersedak, cedera jaringan lunak, luka dan pendarahan, luka bakar, syok, serta pencatatan dan pelaporan."

Diunggah oleh

gilang kasuma putra
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
122 tayangan81 halaman

Pelatihan Pertolongan Pertama Dasar

Dokumen tersebut membahas tentang pelatihan pertolongan pertama yang mencakup rantai penyelamatan, resusitasi jantung paru, tersedak, cedera jaringan lunak, luka dan pendarahan, luka bakar, syok, serta pencatatan dan pelaporan."

Diunggah oleh

gilang kasuma putra
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

BASIC FIRST AID TRAINING

Content
• Pendahuluan
• Materi Pertolongan Pertama
1. Rantai penyelamatan
2. Bantuan Hidup Dasar (Resusitasi jantung paru)
3. Tersedak (Choking)
4. Cedera jaringan lunak (Keseleo dan cedera otot)
5. Luka dan pendarahan
6. Luka bakar
7. Syok & pingsan
8. Pencatatan dan pelaporan
PENDAHULUAN
Tujuan Pelatihan

• Menyebutkan prinsip Bantuan hidup dasar (BHD)

• Menerangkan pentingnya hubungan “Rantai Penyelamatan” dalam


bantuan resusitasi

• Melakukan BHD (Resusitasi Jantung Paru & Bantuan Napas) dengan


benar, saat diperlukan

• Melakukan pertolongan pertama pada penanganan korban kecelakaan


dan sakit
Tugas & Tanggung Jawab Penolong
Pertama
• Untuk menjaga korban dari kemungkinan bahaya

• Untuk menginformasikan kepada petugas medis mengenai kondisi


korban

• Untuk memberikan pertolongan pertama pada korban yang


mengalami sakit ataupun kecelakaan

• Untuk melakukan identifikasi awal terhadap korban, sehingga


memudahkan petugas medis dalam memberikan pertolongan lanjutan
Standarisasi pelatihan

• American Heart Association (AHA) 2010


• European Resuscitation Council (ERC)
• Heart and Stroke Foundation of Canada (HSFC),
• Australian Resuscitation Council (ARC)
• Resuscitation Councils of Southern Africa (RCSA)
• Council of Latin America for Resuscitation (CLAR)
MATERI PERTOLONGAN PERTAMA
1. Rantai Penyelamatan
“Chain of survival / Rantai Penyelamatan”
1. Panggil Bantuan

Kapan harus meminta bantuan?

1. Saat pertama kali anda mengenali masalah


gawat darurat
2. Pada kasus serangan jantung
3. Saat menemukan korban yang tidak
sadarkan diri
2. Resusitasi Jantung Paru (RJP)

“Semakin Cepat Semakin Baik”

“Resusitasi Jantung Paru” (RJP)


dilakukan segera setelah
diketahui Korban tidak
Sadarkan diri dan tidak ada nadi

RJP dini sangat membantu


pada kasus serangan jantung
“Golden Period”
“Aliran darah yang penuh oksigen harus
mencapai otak segera”

0 4
6
10
3. Defibrilasi Dini
Cara Kerja AED “Menghentikan Jantung Sesaat”

Cara Menggunakan AED:


1. Nyalakan AED
2. Tempelkan PAD pada dada korban
3. Ikuti Instruksi AED
4. Tekan tombol “Shock” saat AED
menginstruksikan untuk memberikan shock

Catatan:
1. Pastikan dada korban kering sebelum menempelkan PAD
2. Saat AED menginstruksikan untuk memberikan Shock, pastikan semua orang
di sekeliling korban tidak menyentuh korban, atau instruksikan “ STAND
CLEAR”
3. Jangan gunakan AED pada kendaraan yang sedang bergerak
4. Bantuan Hidup Lanjutan

Tim medis akan memberikan bantuan medis sesuai


dengan kondisi korban
5. Fase Perawatan
Korban akan diberikan penanganan lebih
lanjut di Rumah Sakit untuk mendapatkan
perawatan yang sesuai.
Pelaksanaan BHD (bantuan hidup dasar)
Kenali kejadian
Segera minta bantuan
Lakukan urutan tindakan pertolongan BHD

D - R - C - A - B
D-R-C-A-B (DANGER)

Kondisi Bahaya Meliputi bahaya


untuk:
• Diri sendiri
• Orang Lain
• Korban

DETEKSI KONDISI BAHAYA DENGAN


Penglihatan
Pendengaran
Penciuman JANGAN MENJADI
KORBAN
BERIKUTNYA !!
D-R-C-A-B (DANGER)
• Personal Hygine
Melindungi diri anda dari terjangkitnya infeksi kuman
• Pencegahan:
1. Mencuci tangan
2. Mengenakan APD (PPE)

Pastikan Diri Anda Aman


D-R-C-A-B (RESPON)

Periksa apakah korban


berespon atau tidak –
sadar atau tidak

• Panggil nama korban


• Tepuk bahunya
• Berikan rangsangan nyeri
D-R-C-A-B (RESPON)

JIKA KORBAN TIDAK ADA RESPON

Teriak minta tolong/ Aktifkan system emergency

TOLONG!
Ada korban
tidak sadar!!
D-R-C-A-B (CIRCULATION)
Tidak Ada Nadi : Segera Lakukan “RJP/ CPR”
“ 30 : 2 ”

TITIK TEKAN :
“Pertengahan Dada” Letakkan kedua tangan Anda pada
sternum setinggi garis antara papilla mammae.
D-R-C-A-B (CIRCULATION)

• Posisi penolong - tegak lurus


terhadap korban
• Kedalaman tekan - 5 cm
• Pada saat tidak menekan dada,
jangan merubah posisi penekanan
• Kecepatan penekanan – 100x/menit

Berikan 30 kali penekanan dada


D-R-C-A-B (CIRCULATION)

Rasio RJP/CPR 30 : 2

Tekan kuat, tekan cepat Berikan Napas Bantuan 2x,


30 x (100 kompresi/menit)
D-R-C-A-B (Airway)
Setelah 30 x penekanan dada, Buka jalan napas

• Buka jalan napas korban “ Head Tilt Chin Lift”


• Bersihkan jalan napas
• Pertahankan jalan napas terbuka

Head Tilt Chin Lift


D-R-C-A-B (BREATHING)

Berikan 2 X napas bantuan dari mulut ke mulut

1. Buka jalan napas korban


2. Pencet hidung korban, dan
tutup seluruh mulut korban
dengan mulut anda
3. Berikan 2 kali napas dengan
tiupan napas normal dan jeda 1
detik setiap napas.
Berhenti melakukan RJP/CPR

JANGAN PERNAH BERHENTI MELAKUKAN RJP/CPR

K.E.C.U.A.L.I
1. Korban sudah menunjukkan tanda tanda
kehidupan
2. Petugas Medis tiba dan mengambil alih
3. Penolong kelelahan
4. Jika korban dinyatakan meninggal oleh dokter.
5. Jika ada bahaya lain yang mengancam korban
dan penolong ( missal, gempa atau kebakaran )
OVERVIEW (D-R-C-A-B)

Periksalah bahaya (D)


No danger
Periksa respon korban (R)
No response
Periksa Tanda Sirkulasi dan
lakukan penekanan dada 30 x (C)

Buka Jalan Napas (A)

Berikan 2 x Napas buatan (B)


Recovery Position
(Posisi Miring)
Tujuan posisi miring

• Mempertahankan jalan napas tetap terbuka

• Mencegah terjadinya aspirasi (masuknya


muntahan ke jalan napas)
Cara membuat posisi miring

2.
1.

4.
3.
3. Choking (Tersedak)
Definisi

• Sumbatan pada jalan napas yang disebabkan oleh benda


asing, seperti:
– Daging
– Gigi palsu
– Mainan anak
– Es batu
– dll.
1. Obstruksi jalan napas sebagian / partial

Tanda-tanda:
• Terlihat memegang leher (universal
sign)
• Pertukaran udara mulai tidak efektif
• Responsif dan masih dapat batuk
• Wajah mulai membiru
2. Obstruksi jalan nafas total

Tanda-tanda :
• Pertukaran udara buruk atau tidak
ada
• Kesulitan bernapas semakin
bertambah
• Kemungkinan sianosis (membiru)
• Sudah sulit untuk bicara
• Diikuti dengan mulai hilangnya
kesadaran
Penanganan Choking “Korban Sadar”
5 X Abdominal Thrust

1. Penolong berdiri di belakang korban


2. Kepalkan tangan penolong dan letakkan diatas pusar korban
3. Berikan tekanan dengan posisi “kedalam dan keatas” sebanyak 5 x
Penanganan Choking “Korban Sadar”

CHEST THRUST

Gunakan chest thrust untuk


korban yang Gemuk atau Hamil
Penanganan Choking Pada Bayi

5x 5x
Back Slap Chest Thrust
Penanganan Choking “korban tidak sadar”

Bila korban menjadi tidak sadarkan diri, ikuti langkah


langkah Bantuan Hidup dasar yaitu D.R.C.A.B.
4. Keseleo dan Cedera Otot
(Sprain & Strain)
Anatomi
Terkilir/keseleo (Sprain)

“Tertarik atau robeknya ligament”

TANDA-TANDA
• Sakit, terutama bila digerakkan
• Bengkak & memar di sekitar
persendian yang cedera
Cedera Otot (Strain)

“Tertarik atau cederanya otot yang


terjadi bila otot meregang secara berlebihan”

TANDA-TANDA
• Otot atau tendon membengkak
• Sakit meningkat bila digerakkan
• Memar dan bengkak
Penanganan Sprain & Strain

R.I.C.E
• Rest – Istirahatkan daerah yang cedera
• Ice – Kompres es
• Compress – Balutan
• Elevate – Tinggikan daerah yang cedera
5. Luka dan Perdarahan
Klasifikasi Luka

Luka Luka Laserasi/ Luka Avulsi / Luka Luka


Abrasi Luka Gores Luka Robek Tusuk Menancap
Contoh Luka Menancap
Klasifikasi Perdarahan
Perdarahan Arteri
• Umumnya kaya oksigen
Arteri
• Berwarna Merah terang
• Memancar dari luka
Vena
Perdarahan Vena
• Umumnya membawa CO2
• Warna merah kehitaman
• Mengalir
Perdarahan Kapiler
Kapiler
• Merembes
• Pertama sekali mungkin agak lambat
• Perdarahannya umumnya tidak membahayakan
Prinsip Penanganan Perdarahan Luar

• Lindungi diri sendiri dengan


menggunakan sarung tangan,
bila memungkinkan
• Segera baringkan korban bila
dia mengalami perdarahan
hebat
• Segera lepaskan pakaian yang
menutupi luka dan periksa
apakah ada benda yang
menempel
Prinsip Penanganan Perdarahan Luar

Tujuan:
• Menkontrol perdarahan
• Mengurangi kemungkinan
terjadinya syok
• Mengurangi resiko infeksi
• Segera cari pertolongan
medis
Prinsip Penanganan Perdarahan Luar

1. Tekan langsung / Direct


pressure
2. Balutan Tekan / Pressure
roller bandages

Catatan:
Berdasarkan AHA 2010, teknik
elevasi dan pressure point tidak
digunakan lagi karena terbukti
kurang efektif untuk mengurangi
perdarahan.
Prinsip Penanganan Perdarahan Luar

• Tetap jaga posisi si korban dengan istirahat dan kurangi rasa


cemas
• Jangan diberi makan atau minum jika korban tidak sadar penuh
Prinsip Penanganan Perdarahan Luar
Arterial Torniket
Mengakibatkan kerusakan anggota gerak yang serius
Ini hanya sebagai sarana terakhir, dan dilakukan oleh orang
yang terlatih.

MELEPASKAN IKATAN TOURNIQUET SECARA PERIODIK DAPAT MENYEBABKAN


KEHILANGAN DARAH DAN BAHAYA SYOK
Prinsip Penanganan Amputasi
Prinsip Penanganan Perdarahan Dalam

• Posisi korban - istirahat dan kurangi rasa cemas


• Berikan kompres es pada bagian yang memar
• Jangan diberi makan atau minum jika korban mengalami
penurunan kesadaran
Contoh Luka dan Perdarahan
Contoh Luka dan Perdarahan
6. Luka Bakar
Penyebab Luka Bakar

• SUMBER PANAS (panas


Dry Heat burn
basah / panas kering)
• BAHAN KIMIA
• LISTRIK
• RADIASI
• SENGATAN DINGIN
Electrical Burn
Chemical burn

Moist heat burn


Pengkajian Luka Bakar

KEDALAMAN / DERAJAT LUKA BAKAR

LUAS / PERSENTASE LUKA BAKAR


Luka Bakar Derajat Satu

TANDA GEJALA
• Kemerahan
• Sakit
Luka Bakar Derajat Dua

TANDA GEJALA
• Sangat sakit
• Kulit kemerahan dan
membengkak
• Munculnya Blister/gelembung
air
Luka Bakar Derajat Tiga

TANDA GEJALA
•Tidak sakit
• Kulit tampak kering
• Gosong, putih
Luas/Persentase Luka Bakar

Palm of hundred

RULE OF 9
Pentingnya Informasi Luka Bakar

Informasi Luas dan kedalaman LB sangat penting untuk:


• Menentukan apakah korban dalam keadaan
berbahaya/terancam nyawa atau tidak
• Menentukan tindakan medis selanjutnya
Luka Bakar Kritis
• Luka bakar 10 > 75%
• Luka bakar 20 > 20%
• Luka bakar 30 > 10%

Luka bakar lainnya yang kritis namun areanya kecil:


• Luka bakar pada telapak tangan dan kaki
• Luka bakar pada ketiak, selangkangan, dan alat
kelamin
• Luka bakar pada dada, wajah yang mungkin juga
membakar jalan napas dan paru-paru.
• Luka bakar listrik
• Luka bakar pada anak-anak/bayi.
Penanganan Luka Bakar

•PENDINGINAN SEGERA
Kasus Luka Bakar
7. Syok & Pingsan
Syok vs Pingsan

Syok Pingsan
Pengertian Kondisi mengancam jiwa ketika tubuh kekurangan Hilangnya kesadaran dalam
suplai darah yang membawa oksigen ke seluruh waktu singkat, disebabkan oleh
tubuh penurunan aliran darah ke otak
yang bersifat sementara
Penyebab Cedera dan penyakit Penurunan aliran darah ke otak
Perdarahan hebat
Luka bakar
Muntah dan Diare
Reaksi alergi yang hebat – syok anafilaktik
Rasa sakit yang hebat – syok neurogenik
Gagal Jantung – syok kardiogenik
Syok vs Pingsan
Syok Pingsan
Gejala 1. Napas cepat dan dangkal 1. Nadi lambat
2. Nadi lemah 2. Kulit pucat, dingin
3. Gelisah 3. Berkeringat
4. Sesak napas
5. Kulit kebiruan terutama bibir
6. Lemah dan pusing
7. Mual dan muntah
8. Mulai hilang kesadaran
Penanganan
1. Tinggikan posisi kaki

2. Jika tidak sadar lakukan RJP/CPR


Penanganan Korban Jika Tidak Sadar

D–R–C–A–B

JANGAN TINGGALKAN KORBAN TIDAK SADAR TANPA PENGAWASAN


Tetap periksa napas sampai bantuan datang.
Tetap tenang dan terkendali.
8. PENCATATAN & PELAPORAN
Pentingnya pencatatan dan pelaporan

• Manusia mempunyai ingatan yang terbatas


• Aspek legalitas akan tindakan PPGD yang dilakukan
• Mengobservasi keadaan korban, apakah semakin
baik atau semakin buruk
• Menolong petugas medis dalam melihat keadaan
pasien sebelumnya
Point pencatatan dan pelaporan

• Nama korban (bila diketahui)


• Tanggal, waktu, dan lokasi kejadian
• Riwayat kejadian
• Hasil pemeriksaan yang ditemukan (bernapas? Perdarahan hebat?
Patah tulang?)
• Apakah ada luka luka lain?
• Tindakan pertolongan yang dilakukan
• Hasil observasi pasien (tanda tanda vital, KU korban)
• Nama penolong yang menemukan dan menangani korban
Point pencatatan dan pelaporan

HAL YANG HARUS DILAPORKAN KE TIM MEDIS

• Beritahukan secara ringkas, riwayat kejadian


• Jenis kecelakan (tabrakan, serangan jantung, jatuh)
• Jumlah korban
• Keadaan masing masing korban
• Tindakan PPGD yang telah dilakukan
Questions?
9. Keracunan
Pengertian
“Proses masuknya zat asing ke dalam tubuh yang
menyebabkan gangguan pada beberapa organ”
Penyebab:
1. Ingestion / Tertelan.
Contoh: makanan yang kadaluarsa, meminum racun secara
langsung.
2. Injection / Tertusuk.
Contoh: suntikan heroin, gigitan ular.
3. Inhalation / terhisap.
Contoh: terhirup CO, H2S
4. Absorption / Terserap.
Contoh: tanaman beracun
Tanda dan Gejala
1. Rasa sakit atau nyeri
2. Nyeri perut
3. Demam
4. Pusing, sakit kepala
5. Irama jantung tidak teratur
6. Sesak napas
7. Kehilangan kesadaran
8. Gangguan secara sistemik / seluruh tubuh
Penanganan

1. Pastikan kondisi aman untuk menolong.


2. Jangan sengaja memuntahkan racun yang sudah tertelan
3. Pindahkan korban ke tempat yang udaranya lebih segar, jika
korban terhirup gas beracun
4. Jika tersentuh tanaman beracun, segera cuci bagian yang terkena
racun dengan sabun dan air
5. Berikan minum sebanyak mungkin
6. Segera panggil bantuan medis
7. Jika korban tidak sadar, lakukan RJP / CPR

Anda mungkin juga menyukai