Materi Sesi 3
Bentuk dan Sikap Dasar Senam
KONSEP DASAR SENAM
Olahraga senam berkaitan dengan konsep gerak, di mana gerak sendiri tidak
pernah terlepas dari hakikat gerak yang selalu berhubungan dengan pertanyaan
tentang apa yang bergerak, di mana geraknya serta bagaimana geraknya. Faktor
tersebut merupakan arahan untuk dapat mengeksplorasi pengertian dari tubuh,
tubuh dalam aksi, pola gerak dasar dan faktor-faktor serta ruang, waktu, daya irama,
dan aliran.
Menurut Peter H. Werner (1994) mengatakan senam dapat diartikan sebagai
bentuk latihan tubuh pada lantai atau pada alat yang dirancang untuk meningkatkan
daya tahan, kekuatan, kelentukan, kelincahan, koordinasi serta kontrol tubuh. Maka
fokusnya adalah tubuh bukan alatnya, bukan pula pola-pola gerak karena gerak
apapun yang digunakan, tujuan utama adalah peningkatan kualitas fisik serta
penguasaan pengontrolannya. Selanjutnya, Imam Hidayat (1996) memberikan
pedoman untuk memperjelas pengertian senam, yaitu:
Chalesthentic
Tumbling Senam
Akrobatik
Sumber: Hidayat Imam.1996. Senam. Diktat. Bandung: FPOK UPI Bandung
Bagan tersebut merupakan suatu kegiatan fisik mengandung salah satu atau
gabungan dari ketiga unsur di atas, yaitu kegiatan tersebut dapat dikelompokkan
sebagai senam. Istilah di atas dapat dijelaskan sebagai berikut:
A. SENAM DASAR
Jenis Senam
Mengguling
Fungsi Fase Gerakan Mengguling ke Depan
Mulai dari sikap berdiri, kemudian badan diturunkan sehingga menjadi labil
dengan cara memindahkan titik berat badan ke depan atau dari kedua kaki ke
kedua tangan. Ini adalah fase II awal gerakan sebagai fase pendukung (gerakan 1
– 3).
Melalui tolakan kedua kaki, titik berat badan dibawa ke kedua tangan yang
sedang bertumpu atau fase kesatu fase pendukung (gerakan 4 – 5).
Pada fungsi fase utama, kedua tangan dibengkokkan, kecepatan penurunan
badan mulai dikurangi sampai kedua pundak menyentuh lantai. Selanjutnya
badan digulingkan ke depan dengan cepat melalui bantuan dorongan kedua kaki
dan tangan (gerakan 6 – 11).
Selain materi di atas , materi senam dasar meliputi Handstand, headstand. Untuk
memahami konsep gerak atau teknik materi tersebut silahkan Anda mencari dari
sumber-sumber lain
Guling ke Belakang (Back roll)
a. Posisi jongkok, kedua kaki rapat, dan tumit diangkat.
[Link] menunduk dan dagu rapat ke dada.
c. Kedua tangan berada disamping telinga dan telapak tangan menghadap ke
atas.
a. Jatuhkan pantat ke belakang, badan tetap bulat.
b. Pada saat punggung menyentuh matras, kedua lutut cepat ditarik ke belakang
kepala.
d. Saat kedua ujung kaki menyentuh matras di belakang kepala, kedua telapak
tangan menekan matras hingga tangan lurus dan kepala terangkat.
f. Ambil sikap jongkok, dengan lurus ke depan sejajar bahu, lalu berdiri.
Kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan saat guling kebelakang :
a. Penempatan tangan terlalu jauh kebelakang, tidak bisa menolak
[Link] tubuh kurang baik saat mengguling kebelakang, hal ini
disebabkan karena sikap tubuh kurang bulat
b. Salah satu tangan yang menumpu kurang bulat, atau bukan telapak tangan
yang
digunakan untuk menumpu diatas matras.
d. Posisi mengguling kurang sempurna. disebabkan karena menoleh ke samping.
f. Keseimbangan tidak terjaga karena mendarat dengan lutut (seharusnya telapak
Cara memberi bantuan guling kebelakang :
a. Menopang dan mendorong pinggang pelaku kearah guling kebelakang dan
b. membawanya ke arah guling
c. Membantu mengangkat panggul dan membawa kearah guling
B. SENAM SI BUYUNG
Senam si Buyung adalah senam yang dilakukan anak-anak TK/Sd kelas
rendah dimana gerakannya menirukan gerakan suatu objek seperti gerakan
pohon ditiup angin, gerakan binatang berjalan dan lain-lain
1. Teknik gajah berjalan
Berdiri kang-kang, kedua tangan menggantung dan kedua telapak tangan
menjadi satu
Pelaksanaan: Berjalan membungkuk sambil mengayunkan kedua tangan ke
kiri dan ke kanan.
Kesalahan umum: badan kurang membungkuk
Aspek yang dinilai: badan membungkuk
2. Teknik Kelinci melompat
Sikap jongkok, kedua tangan siap di depan
Kedua telapak tangan menumpu jauh ke depan, disusul kedua kaki loncat ke
depan mendekati kedua tangan
Keslahan umum: kedua tangan menumpu kurang jauh ke depan
Aspek yang dinilai: tumpuan tangan jauh, lompatan kedua kaki tinggi ke
depan
3. Gerakan orang yang menirukan menggergaji balok
Berdiri satu kaki, maju selangkah, kedua tangan memegang tongkat
melintang
Tarik kedua tangan ke dada, kedua sikut ditekuk, badan agak condong ke
belakang
Kedua tangan didorong serong bawah
Kesalahan umum : gerakan ke depan tangan kurang lurus, gerakan ke
belakang badan kurang condong belakang
Aspek yang dinilai: condong badan ke belakang
4. Jalan di lorong yang sempit
Tugaskan anak berjalan di atas garis lurus, kedua tangan direntangkan. Anak
yang tidak bisa jalan lurus di atas garis harus diulang. Aspek yang dinilai anak
yang bisa jalan di atas garis lurus sampai selesai (menjaga kesembingan)
5. Berlari di hutan
Anak dibagi menjadi dua kelompok, kelompok A dan kelompok B. Kelompok A
berdiri beraturan membentuk sebagai pohon di hutan. Kelompob B berlari di antara
pohon-pohon
Untuk mengeuasai cara melakukan, aspek yang dinilai pada no 4 dan 5 silahkan
Anda mencari sendiri dari sumber yang lain kemudian diskusikan dengan teman
tuton lainya dalam kelas tuton Anda!
Petunjuk Praktek
Pada pertemuan ini (pertemuan 3) Anda wajib melakukan praktek, yaitu praktek 1
dan praktek 2. Perlu Anda ketahui, mata kuliah penjas ada 5 (lima praktek) yang
wajib Anda praktekkan yaitu praktek 1, 2, 3, 4, dan praktek 5. Sebelum Anda
melakukan praktek Anda harus mencari dan menentukan seorang instruktur atau
dalam hal ini disebut supervisor/instruktur. Supervisor tersebut merupakan guru SD,
SLTP, SLTA berasal dari sekolah terdekat atau dosen, semua harus
berlatarbelakang pendidikan minimal S1 Pendidikan Olahraga.
Setelah itu Anda (setiap mahasiswa) meminta surat kesediaan kepada
supervisor/instruktur tersebut yang ditandatangani di atas meterai 6000 (format
terlampir). Selanjutnya Anda mengupload surat kesediaan tersebut. Apabila Anda
tidak mengupload surat pernyataan tersebut kami tidak akan memproses nilai
praktek Anda, yang merupakan bagian dari proses nilai akhir mata kuliah.
Sebelum Anda melakukan praktek, Perlu diingat kembali materi pada inisiasi
sebelumnya yang berkaitan dengan materi praktek. Untuk atletik terdiri dari nomor
jalan/lari, kompat jauh, lompat jangkit, lompat galah, lari estafet, lempar lembing dan
lempar cakram. Sedangkan materi praktek pada nomor senam meliputi senam statis
seperti bertumpu dengan tangan, bertumpu dengan kepala dan gerak dasar lainnya.
Senam dinamis gerakan roll dan meroda.
1. Setelah tes praktek selesai, mintalah rekap nilai praktek kepada
instruktur yang telah ditandatanganinya.
2. Buat rekap tersebut dalam bentuk PDF, selanjutnya Upload pada
tempat yang telah disediakan dalam tuton
Penutup:
Silahkan Anda pelajari dan perdalam materi pada sesi ini dan jangan lupa
melakukan tugas praktek 1 dan mengunggahnya nilai tugas tersebut
“SELAMAT BELAJAR”