HE (Heat Exchanger) adalah suatu alat digunakan dalam proses
perpindahan panas fluida dengan fluida yang lain tanpa terjadi perpindahan massa
didalamnya dan dapat dipergunakan sebagai pemanas maupun pendingin
Perpindahan Panas
Panas adalah bentuk energi yang dapat dipindahkan dari suatu tempat ke
tempat lain, tetapi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan sama sekali. Dalam
suatu proses, panas mengakibatkan terjadinya kenaikan suhu suatu zat dan atau
perubahan tekanan, reaksi kimia dan kelistrikan. Proses terjadinya perpindahan
panas dapat dilakukan secara langsung, yaitu fluida yang panas akan bercampur
secara langsung dengan fluida dingin tanpa adanya pemisah dan secara tidak
langsung, yaitu bila diantara fluida panas dan fluida dingin tidak berhubungan
langsung tetapi dipisahkan oleh sekat-sekat pemisah.
Ilmu heat conduction secara prinsipnya berfokuskan dengan penentuan
distribusi suhu di dalam zat padat. Perpindahan panas dari suatu zat ke zat lain
seringkali terjadi dalam suatu industri yang berhubungan dengan proses. Pada
kebanyakan proses diperlukan pemasukan atau pengeluaran kalor untuk dapat
mencapai dan juga mempertahankan keadaan yang dibutuhkan sewaktu proses
tersebut berlangsung. Kondisi pertama yang mencapai keadaan yang dibutuhkan
untuk pemrosesan, terjadi umpamanya bila pengerjaan harus berlangsung pada
suhu tertentu dan suhu ini harus dicapai dengan jalan pemasukan atau pengeluaran
kalor. Kondisi kedua yaitu mempertahankan keadaan yang dibutuhkan operasi
proses, terdapat pada pengerjaan eksotermis dan endotermis.
Macam-Macam Perpindahan Panas
Terdapat tiga mekanisme perpindahan panas yang diketahui, yaitu
diantaranya adalah konduksi, konveksi dan radiasi. Adapun perpindahan panas
tersebut dapat dilakukan dengan cara perpindahan panas secara molekuler yang
disebut dengan konduksi, secara aliran yang disebut dengan konveksi, dan secara
gelombang elektromagnetik yang disebut dengan radiasi. Semua proses ini
memerlukan satu atau lebih dari tiga tipe perpindahan energi dalam prosesnya.
Konduksi merupakan perpindahan panas antara molekul-molekul yang
saling berdekatan antar yang satu dengan yang lainnya dan tidak diikuti oleh
perpindahan molekul-molekul tersebut secara fisik. Molekul-molekul benda yang
panas akan bergetar lebih cepat bila dibandingkan dengan molekul-molekul benda
yang berada dalam keadaan dingin. Getaran-getaran yang cepat ini akan
melimpahkan tenaganya kepada molekul yang berada di sekelilingnya sehingga
menyebabkan getaran yang lebih cepat maka akan memberikan panas.
Konduksi juga merupakan perpindahan panas yang dapat dihasilkan dari
kontak secara langsung antara permukaan-permukaan benda. Proses konduksi ini
dapat terjadi pada molekul dengan fase cairan, padatan, dan gas yang diakibatkan
oleh pergerakan molekul-molekul yang saling berdekatan. Adanya gradien
temperatur akan menyebabkan terjadinya perpindahan panas. Dalam benda padat,
perpindahan panas akan timbul karena adanya gerakan antar atom pada
temperatur yang tinggi sehingga atom-atom tersebut dapat menimbulkan panas.
Konveksi merupakan perpindahan panas dari suatu zat ke zat yang lain
disertai dengan gerakan partikel atau zat tersebut secara fisik. Konveksi dapat
diartikan juga sebagai perpindahan kalor yang disertai juga dengan berpindahnya
zat perantara atau medium. Contoh dari perpindahan panas secara konveksi adalah
hilangnya panas dari sebuah radiator mobil dan pendinginan dari secangkir kopi.
Menurut cara pergerakkan alirannya, perpindahan panas secara konveksi
diklasifikasikan menjadi dua, yakni konveksi secara alami (natural convection)
dan juga konveksi secara paksa (forced convection). Bila terjadi gerakan antar
fluida yang disebabkan karena adanya perbedaan kerapatan yang disebabkan
perbedaan suhu, maka perpindahan panasnya disebut sebagai konveksi alami. Bila
gerakan fluida disebabkan gaya pemaksa atau eksitasi dari luar, misalkan dengan
pompa yang menggerakkan fluida sehingga fluida mengalir di atas permukaan,
maka perpindahan panasnya disebut konveksi paksa.
Perpindahan panas secara konveksi ini disertai juga dengan zat perantara,
sedangkan pada perpindahan panas konduksi tidak disertai dengan zat
perantaranya. Konveksi merupakan suatu fenomena makroskopik dan juga
konveksi hanya dapat terjadi dan juga berlangsung apabila terdapat gaya yang
bekerja pada suatu partikel ataupun adanya arus dari fluida yang dapat membuat
pergerakkan dan dapat melawan gaya gesekan. .
Perpindahan panas secara radiasi adalah suatu proses dimana panas akan
mengalir dari benda yang mempunyai suhu tinggi ke benda yang mempunyai suhu
rendah bila benda-benda itu terpisah di dalam ruang, bahkan jika terdapat ruang
hampa di antara benda-benda tersebut. Perpindahan panas secara radiasi adalah
perpindahan panas oleh perjalanan foton yang tak terorganisasi.
Setiap benda akan terus menerus memancarkan foton secara acak di dalam
arah, waktu, dan energi netto yang dipindahkan oleh foton-foton tersebut. Radiasi
merupakan sebuah istilah yang digunakan untuk perpindahan panas atau energi
melalui ruang oleh gelombang elektromagnetik. Jika perpindahan secara radiasi
berlangsung melalui suatu ruang yang kosong, maka radiasi tidak dapat
ditransformasikan menjadi kalor dalam berbagai bentuk-bentuk energi lain dan
radiasi tidak akan terbelok dari lintasannya. Namun, sebaliknya apabila terdapat
zat pada lintasannya, radiasi akan dapat mengalami suatu transmisi, refleksi, dan
juga absorpsi. Hanya energi diserap saja yang muncul sebagai kalor, dan juga
transformasi bersifat kuantitatif. Contohnya adalah pemindahan panas ke bumi
pemanasan fluida pada koil dari tabung furnace dan lain-lain.
Plate Heat Exchanger (PHE)
Pada proses industri perpindahan panas diantara dua fluida secara umum
dikerjakan oleh alat perpindahan panas (heat exchanger), contohnya adalah plate
heat exchanger. Secara umum ada dua tipe penukar panas, yaitu adalah direct
heat exchanger, dimana kedua medium penukar panas akan saling kontak satu
sama lain dan tipe kedua adalah indirect heat exchanger, dimana kedua medium
penukar panas dipisahkan oleh sekat atau dinding dan juga panas yang berpindah
juga akan mengalir melalui sekat tersebut. Tipe PHE yang paling umum
digunakan industri adalah gasketted plate heat exchanger.
Pemindahan panas terjadi dari fluida panas ke dinding tabung oleh
konveksi, melalui dinding tabung atau plate dengan konduksi lalu dengan
konveksi ke fluida dingin. Penukar panas pada PHE terdiri dari susunan lempeng
sesuai dengan luas permukaan yang diperlukan. Adapun syarat terjadinya
perpindahan panas yaitu adanya perbedaan temperatur.
Manfaat dari Plate Heat Exchanger (PHE), yaitu sebagai sistem pemanas
atau pendingin dari suatu sistem produksi. Meskipun terdapat beberapa sistem
lain, PHE memiliki kinerja yang baik dan juga sulit ditandingi oleh sistem lain.
Beberapa contoh penggunaannya adalah pada industri susu, jus dan permen. Pada
industri permen sistem PHE digunakan sebagai pemanas permen yang akan
dicetak, dengan digunakannya sistem PHE, maka permen yang dihasilkan jauh
lebih bening dibandingkan dengan menggunakan sistem pemanas lainnya.
Ada beberapa tipe aliran fluida dalam pelat heat exchanger, yaitu aliran
seri dimana pola ini digunakan untuk fluida yang laju alirnya rendah dan beda
temperaturnya tinggi. Tipe lain adalah aliran paralel dimana pola ini digunakan
untuk fluida yang laju alirnya lebih besar dan perbedaan dari suhu atau
temperaturnya rendah. Tipe terakhir adalah aliran seri paralel digunakan untuk
fluida yang laju alir dan beda temperaturnya tidak terlalu tinggi (menengah).
Plate heat exchanger adalah salah satu media alat pertukaran panas yang
terdiri dari susunan pelat (plate) dan juga mempunyai rangka (frame). Dalam
plate heat exchanger, pelat disusun dengan susunan tertentu, sehingga terbentuk
dua jalur tempat masuknya cairan yang disebut dengan hot side dan cold side. Hot
side dialiri dengan cairan dengan suhu relatif lebih panas dan cold side dialiri
dengan cairan dengan suhu relatif lebih dingin. Zat cair yang digunakan sebagai
medium bisa dari jenis yang sama atau lain, misalnya air-air dan air-minyak.
Pertukaran panas terjadi dari cairan yang lebih panas ke cairan yang lebih
dingin melalui pelat-pelat yang memisahkan kedua jalur. Dengan demikian, plate
heat exchanger dapat digunakan sebagai media untuk memanaskan maupun
mendinginkan cairan. Aplikasi plate heat exchanger sendiri sangat luas, misalnya
untuk mendinginkan minyak pelumas dari mesin, mendinginkan waste water,
memanaskan air untuk industri minuman, pasteurisasi susu, dan lain-lain. Jenis
industri yang dapat memanfaatkan plate heat exchanger juga luas sekali, beberapa
contohnya adalah industri petrokimia, pabrik kertas, pabrik makanan dan
minuman, perkapalan, dan lainnya yang umumnya memerlukan pendinginan atau
pemanasan dimana mesin bekerja secara kontinu dan dalam waktu yang panjang.
Dalam peralatan PHE, panas dipindahkan dengan semua cara yaitu
konduksi, konveksi, dan radiasi, namun yang dominan terjadi dengan dua cara
secara simultan, yaitu dengan konduksi dan konveksi. Perpindahan kalor secara
konduksi, perpindahan ini biasanya terjadi pada benda padat, panas merambat dari
satu bagian kebagian lain secara merambat tanpa ada material yang berpindah.
Nilai Q dapat dihitung dari :
Q = m x Cp x ΔTlmtd
Keterangan :
Q = Laju Alir Kalor (Watt)
m = Flowrate Aliran Masuk (kg/hr)
Cp = Specific Heat (kJ/kg°C)
ΔTlmtd = Perbedaan Suhu logaritmik (K)
Perpindahan kalor secara konveksi, Perpindahan ini terjadi karena adanya
aliran massa yang berpindah. Aliran massa tersebut bisa terjadi secara difusi
maupun dengan adanya tenaga dari luar. Tenaga dari luar tersebut bisa berupa
pengadukan maupun fluida yang mengalir. Penukar panas pada PHE terdiri dari
susunan lempeng-lempeng sesuai dengan luas permukaan yang diperlukan untuk
menukar panas. Kelebihan Plate Heat Exchanger (PHE) dibanding penukar panas
jenis lain adalah kemudahan dalam perawatan dan juga pembersihan dengan
berbagai macam fluida. Selain itu juga, PHE mudah dilakukan modifikasi
terhadap luas permukaan, baik itu untuk menambah maupun untuk mengurangi.