Mini Riset Bisnis Syariah PDF
Mini Riset Bisnis Syariah PDF
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
adalah kegiatan yang menghasilkan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan
hidup masyarakat. Barang dan jasa akan didistribusikan pada masyarakat yang
barang atau jasa maka bisnis akan muncul untuk memenuhinya. Dengan
masyarakat yang terus berkembang secara kualitatif dan kuantitatif maka bisnis-
pun juga dapat terus berkembang sesuai apa yang dibutuhkan mayarakat.
pertambahan umur, dan kematian). Bisnis dilakukan secara terus menerus dan
tersebut.
cara yang dilakukan dianggap halal, bahkan bangsa Barat menetapkan bahwa
1
manusia sebagai homo ecominicus atau manusia adalah manusia yang mengejar
materi saja. Menggunakan modal sekecil mungkin dan mendapatkan hasil yang
berlipat dari modal awalnya. Kegiatan bisnis yang seperti ini menjadikan pelaku
bisnis tidak memikirkan tanggungjawab yang harus dia lakukan. Hal inilah yang
Untuk menjadikan bisnis menjadi kegiatan usaha yang baik maka aturan-
aturan bisnis harus di lakukan agar bisnis bisa berjalan dengan baik dan tidak
muamalah dengan memberikan batasan apa saja yang boleh dilakukan (Halal) dan
apa saja yang tidak diperbolehkan (Haram). Dalam bisnis Islam, bisnis yang
dilakukan harus berlandaskan sesuai syaria’ah atau Islamic law. Semua hukum
dan aturan yang ada dilakukan untuk menjaga pebisnis agar mendapatkan
rejeki yang halal dan di ridhai oleh Allah SWT serta terwujudnya kesejahteraan
distribusi yang merata. Maka etika atau aturan tentang bisnis Islam memiliki
perilaku bisnis, yaitu: takwa, kebaikan, ramah dan amanah. Ketaqwaan seorang
akan menghindari sifat-sifat yang buruk seperti curang, berbohong, dan menipu
pembeli. Seorang yang taqwa akan selalu menjalankan bisnis dengan keyakinan
2
bahwa Allah selalu ada untuk membantu bisnisnya jika dia berbuat baik dan
keimanan, intensitas dan kualitas amal salehnya. Apabila dalam bekerja dan
membelanjakan harta yang diperoleh dengan cara yang halal dan dilandasi
dengan keimanan dan semata-mata mencari ridha Allah, maka amal saleh ini
Seorang manusia yang unggul adalah manusia yang taqwa kepada Allah
imbang dalam hal dunia dan akhirat. Islam melalui Rasulullah, mengajarkan
Rasulullah SAW didasari oleh akhlak mulia dengan kejujuran dan tutur kat a
yang baik.
Salah satu yang peneliti lihat adalah pelaku bisnis yang berada di
berdiri dengan tipe rumah 21 atas ditanah seluas ± 11.046 M2 dengan pembagian
blok A, B, dan C. Pada awalnya, baru beberapa orang saja yang menempati
rumah di perumahan ini. Namun lambat laun perumahan ini banyak diminati dan
dalam waktu hampir sepuluh tahun dari pertama berdirinya, banyak warga
3
dalam berbagai hal. Kegiatan bisnis ini terus berkembang seiring bertambahnya
untuk berbagai usaha. Jarak ruko yang berada didepan perumahan membuat
beberapa orang enggan datang. Hal itu dimanfaatkan beberapa warga untuk
Tabel 1.
USAHA YANG ADA DI PERUMAHAN
KALIWUNGU INDAH
Jenis usaha Jumlah
Toko sembako 48
Penjual jajanan 18
Penjahit 6
Salon dan rias pengantin 4
TOSERBA 4
Penjual sayuran 4
Warung makan 3
Fotocopy 3
lain-lain 50
Total 140
Sumber Data: Pengolahan data primer
4
masyarakatnya beragama Islam sudah paham dan menerapkan hukum agama
B. Rumusan Masalah
1. Tujuan penelitian
2. Manfaat penelitian
a) Manfaat Teoritis
5
1) Sebagai bahan referensi yang diharapkan dapat menambah
b) Manfaat praktis
6
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
1. Pengertian Bisnis
Secara historis kata bisnis berasal dari bahasa Inggris yaitu “business”,
dari kata dasar “busy”yang artinya "sibuk". Sibuk mengerjakan aktivitas dan
adalah usaha dagang; usaha komersial. Bisnis sendiri memiliki dua pengertian
yang berbeda, yakni : pertama, bisnis adalah sebuah kegiatan. Kedua, bisnis
terorganisir karena didalam bisnis ada banyak kegiatan yang dilakukan. Kegiatan
dimulai dengan input berupa mengelola barang lalu diproses setelah itu
menghasilkan output berupa barang setengah jadi atau barang jadi. Sedangkan
secara etimologi, bisnis memiliki arti dimana seseorang atau sekelompok dalam
keadaan yang sibuk dan menghasilkan keuntungan ata profit bagi dirinya atau
kelompok.
7
Pengertian bisnis dapat dilihat dari berbabagi aspek, antara lain: jenis
pelakunya. Dilihat dari jenis kegiatannya bisnis dibedakan menjadi empat, yaitu:
pertama, bisnis yang bergerak dalam pertambangan bisnis ini disebut dengan
bisnis eksekutif. Kedua, bisnis agraris atau bisnis yang berkaitan dengan
bercocok tanam atau dibidang pertanian. Ketiga, bisnis industri. Keempat, bisnis
yang bergerak dibidang jasa. Bisnis yang dilihat dari sisi kegunaan dan
manfaatnya dibagi menjadi empat yaitu: bentuk barang yang diubah dari mentah
ke benda yang telah jadi, kegunaan tempat, kegunaan waktu, dan kegunaan
kepemilikan. Jika dilihat dari segi motifnya dibedakan menjadi dua yaitu: profit
motive dan non provit motive. Sedangkan dari segi pelakunya dilakukan oleh
dengan input berupa mengelola barang lalu diproses setelah itu menghasilkan
output berupa barang setengah jadi atau barang jadi, distribusikan kepada
masyarakat dan dari distritribusi ini akan diperoleh profit atau keuntungan. Al-
Al-Tijarah dari kata dasar t-j-r, tajara, tajaratan wal tajiratan yang
memiliki makna dagang, berniaga. Kata tijarah dalam Al-Qur’an dapat ditemui
di surat al-Baqarah ayat282, an-Nisa ayat 29, at-Taubah ayat 24, an-Nur ayat
8
37, Fatir ayat 29, as-Shaff ayat 10, dan al-Jumu’ah ayat 11. Beberapa ayat
material. Surat at-Taubah ayat 24, an-Nur ayat 37, dan al- Jumu’ah ayat 11
282, an-Nisa ayat 29, Fatir ayat 29, dan as-Shaff ayat 10. Perdagangan yang
dimaksud adalah perdagangan yang baik sesuai yang diatur dalam Al-Qur’an
dan hadist. Sedangkan Jual- beli yang dilakukan harus menguntungkan dan
bermanfaat bagi banyak orang sekitar. Jual beli yang dilakukan didasari
keterbukaan atau jujur pada kondisi barang dan jasa agar orang lain tidak merasa
kecewa. Menggunakan harta yang diperoleh dari usahanya dengan baik dan
tidak berfoya-foya, membantu orang lain dengan harta yang dia miliki.
sebagian dari rezki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari
yang pada hari itu tidak ada lagi jual beli dan tidak ada lagi syafa'at. Dan
dengan kata tadayantum yang disebut satu kali pada surat al-Baqarah ayat 282
9
Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu'amalah tidak
Agama Islam mengenal kata syari’ah atau hukum Islam atau Islamic Laws
yang mengatur tentang ibadah dan muamalah. Syariah memiliki landasan yang
didunia dan di akhirat. Menurut bahasa, syari’ah artinya adalah jalan yang lurus
atau jalan yang menuju mata air yang mengalir yang ingin diminum. Syaikh Al-
Qardhawi mendefinisikan kata syariah memiliki pengertian yang cukup luas dan
10
komprehensif. Didalamnya mengandung pengertian aspek ibadah, muamalah,
syariah adalah bisnis yang santun, bisnis yang penuh kebersamaan dan
penghormatan atas hak masing- masing baik penjual maupun pembeli. Syafi’i
diterapkan dalam setiap waktu dan tempat oleh setiap manusia Keuniversalan ini
Allah telah menurunkan kitab suci Al-Qur’an sebagai pedoman umat Islam.
yang dilakukan oleh seseorang dengan berlandaskan syariat agama islam, dimana
setiap cara memperoleh dan menggunakan harta yang mereka dapatkan harus
sesuai dengan aturan agama islam (halal dan haram). Dalam bisnis Islam
seseorang harus selalu mengingat dan menyerahkan semua hasil usaha yang telah
dilakukan kepada Allah Swt, dengan berserah diri kepada Allah dan menganggap
kerja sebagai ibadah seseorang akan selalu ikhlas dalam bekerja inilah yang
menyebutkan ciri-ciri dari bisnis Islam dan bisnis non-Islam dalam sebuah
11
Tabel 2.
12
Sumber data: buku karangan Ismail Yusanto Dan Muhammad Karebet
dengan judul “Mengagas Bisnis Islam” halaman 22.
Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa ciri-ciri dari bisnis islam
menjalankan kewajiban dan haknya antar sesama manusia dan kepada Allah Swt.
Kata etika berasal dari bahasa Yunani yaitu ethos yang artinya adalah
norma, nilai, kaidah, ukuran bagi tingkah lakuk yang baik. Sedangkan artinya
dalam bentuk jamak adalah ta etha atau adat istiadat. Banyak sekali pengertian
tentang kata etika, dalam kamus bahasa Indonesia kata etika berarti kumpulan
asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak atau asas perilaku yang menjadi
pedoman atau patokan perilaku tersebut. Menurut David P. Baron, etika adalah
suatu pendekatan yang sistematis atas penilaian moral yang didasarkan pada
berpendapat bahwa etika adalah suatu konsepsi tentang tingkah laku yang
Etika Islam sendiri didasarkan pada hak manusia atas kemerdekaan. Pada
prinsipnya kemerdekaan dalah hak manusia untuk hidup yang harus terus
dijaga dan dilindungi dengan kebaikan dan kebenaran. Islam juga memiliki
aturan tentang etika yang harus dilakukan oleh pelaku bisnis dalam berbisnis.
13
Etika dipandang sama dengan akhlak yang membahas tentang perilaku baik
buruknya seseorang. Titik sentral dari etika bisnis islam sendiri adalah untuk
percaya kepada Allah SWT. Etika bisnis islam bersumber pada Al-Qur’an sebagai
pedoman. Al-qur’an adalah sumber segala ajaran bagi seluruh umat muslim yang
Setiap pelaku bisnis islam memiliki aturan-aturan atau etika yang harus
dilakukan. Hal ini dilakukan karena manusia tidak hanya hidup sendiri melainkan
sebagai makhluk sosial yang membutuhkan orang lain dan memiliki pertanggung
jawaban yang akan dia ajukan kepada Allah Swt. Prinsip-prinsip etika bisnis
Islam yang berasal dari Al-Qur’an dan Hadist yang telah diterapkan oleh
(bisnis) dan akhlak (etika) saling berkaitan karena akhlak adalah daging dan urat
nadi kehidupan yang Islami. Tanpa adanya akhlak dalam bisnis, manusia akan
Berikut adalah etika bisnis menurut Qardhawi sesuai dengan bidang ekonomi.
Syariat Islam yang ada. Keuntungan yang akan diperoleh di akhirat akan lebih
utama dari pada keuntungan yang diperoleh di dunia. Wirausaha Muslim yang
baik harusnya tetap melakukan ibadah wajibnya pada saat menjalankan usahanya.
14
Tidak ada alasan untuk meninggalkan ibadah wajib bagi umat muslim
bagaimanapun keadaannya.
B. Wirausaha
1. Pengertian
yang dengan gagah melakukan suatu usaha atau tindakan untuk mendapatkan
yang mampu melihat dan menilai kegiatan bisnis, mengumpulkan sumber daya
yang dapat digunakan dan diambil keuntungannya dan mengambil suatu tindakan
ini digunakan oleh Cantilon dalam Essai sur la nature du commerce sebutan
15
menggunakan sumber daya finansial (money), bahan mentah (materials), dan
tenaga kerja (labor), untuk menghasilkan produk baru dengan bisnis baru yang
dalam menciptakan sasuatu yang baru dan berbeda. Pendapat Peter F. Drucker
dapat dipahami bahwa wirausaha adalah orang yang mampu menciptakan sesuatu
yang berbeda dari sesuatu yang belum ada maupun sesuatu yang sudah ada.
yang baru dan berbeda dari yang lain. Nilai untuk mengerjakan suatu hal yang
suatu sikap mental yang berani menanggung semua resiko yang ada
menggunakan kreativitas dan inovasi. Dengan sikap ini seorang yang berpikiran
maju dan bisa berdiri dengan kedua kakinya sediri atau benar-benar mandiri
adalah wirausaha yang dapat dibilang sukses. Sikap pemberani, berpikiran maju,
berani menanggung resiko yang dimiliki seorang wirausaha akan sangat berguna
di awal saat usaha baru dimulai. Karena setiap usaha yang akan dilakukan
16
haruslah melewati perhitungan yang matang dan terkadang perhitungan tersebut
Bisnis seringkali dinilai sebagai profesi yang tidak baik karena banyak
keuntungan dengan cepat dan lebih besar dalam menjalankan bisnis. Jelas
sekali bahwa bisnis memiliki tujuan untuk mencari profit semata dan bukan
motivasi bagi pelaku bisnis. Pada akhirnya etika bisnis kembali kepada pelaku
bisnisnya sendiri. Ada dua aspek yang digunakan sebagai tolak ukur etika yaitu:
akhirat. Al-Qur’an dan hadist adalah panduan bagi perilaku seseorang dengan
wirausaha muslim dapat dilihat dari ketaqwaannya, sikap amanah yang dia
ramah, serta semua kegiaan bisnisnya hanya dilakukan untuk ibadah semata.
a. Taqwa
b. Amanah
c. Rendah Hati
17
d. Melayani dengan baik
dilakukan akan mendapat pahala dari Allah SWT. Seorang manusia yang unggul
dengan tingkat keimanan, intensitas dan kualitas amal salehnya. Dalam berbisnis
seorang muslim selalu patuh dengan syariat agama Islam. Seorang muslim yang
dalam hal dunia dan akhirat. Melalui Rasulullah, islam mengajarkan bagaimana
harta yang diperoleh. Dengan berpegang pada syariat Islam, bisnis mempunyai
a. Profit
b. Pertumbuhan
c. Keberlangsungan
didapatkan bukanlah tujuan akhir dari hidup, tetapi dengan fasilitas berupa
Ajaran Islam yang luhur dan indah senantiasa menggalakkan manusia agar terus
18
BAB III
HASIL PENELITIAN
dalam Usahanya
Aturan syari’ah dalam kegiatan bisnis dipaparkan pada etika bisnis Islam yang
tanggungjawab, jujur, produk yang dijual halal, tidak melakukan praktek mal
bisnis. Etika bisnis Islam yang dijalankan adalah menjual barang yang tidak
membahayakan atau merugikan orang lain dan halal. Menjual barang yang
dibutuhkan orang lain dan tidak ada unsur najis. Barang yang diperdagangkan
seperti ikan hias, tanaman, aksesoris, pulsa, snack yang telah terdaftar di BPOM
menjual makanan yang mengandung unsur haram seperti daging babi, minyak
babi, dan makanan yang dijual selalu diganti setiap hari (tidak makanan
basi). Makanan diolah dengan baik tanpa menggunakan bahan pengawet. Penjual
makanan seperti ibu Yuwar selalu menghabiskan jualannya hari itu juga dan
mengganti masakan keesokan harinya. Apabila jualannya tidak habis maka dia
19
Etika bisnis Islam yang selanjutnya adalah tidak boleh melakukan
monopoli. Monopoli tidak diperbolehkan dalam ajaran Islam, karena semua orang
Sri Lestari yang tidak menyetok sampai berkarung-karung walaupun ikan hias
yang akan dijualnya langka. Ibu Sri Lestari pernah membeli ikan hias dengan
jumlah banyak namun ikan yang dibeli dalam jumlah banyak tersebut tidak
hanya satu jenis ikan dan dia kumpulkan sampai berbulan-bulan. Ikan hias yang
sedikit sulit di pasaran dia beli dengan harga lebih mahal dari biasanya dari
tengkulak, maka dia menjual dengan melebihkan harga dari harga biasa dia jual.
Hasil yang dia ambil bisa sampai 100% mengingat resiko ikan lebih tinggi
karena gampang untuk mati dan ikan yang kurang baik tidak akan dia jual
kepada pembeli. Toko serba ada milik Bapak Gufron juga tidak pernah
Menurut Bapak Gufron, tokonya diisi sesuai kebutuhan. Jika barang yang
ada sudah habis maka akan dia akan membeli dari tengkulak dengan jumlah yang
menjadikan usahanya akan sepi karena akan banyak orang yang tidak suka
20
dengan hal itu. Selain tidak menimbun barang dagangan, wirausaha muslim akan
Ibu Siti Fatimah dan Bapak Sugiarto menyisihkan penghasilannya setiap bulan
dan memberikannya langsung pada anak yatim piatu dan orang yang dirasakan
lebih membutuhkan yang beliau ketahui. Bantuan yang mereka berikan tidak
hanya berupa uang bahkan barang berupa baju yang masih layak pakai. Ibu Sri
Lestari, Ibu Yuwar, Ibu Asri, dan Ibu Nurul menyusihkan penghasilannya untuk
bersodaqah dan infaq hampir setiap hari setelah hasil berjualannya sudah
terkumpul. Ibu Yuwar dan Ibu Asri bahkan memiliki satu kotak khusus untuk
mengumpulkan sodaqoh yang mereka berikan pada yayasan Tahfidz dan Amanah.
orang tersebut dapat dikatakn telah menerapkan bisnis berbasis syari’ah pada
kegiatan bisnisnya.
21
B. Analisis Perilaku Bisnis Wirausaha Muslim Di Perumahan
dengan tetap melakukan ibadah wajib seperti sholat, puasa, dan membayar
zakat fitrah setiap tahunnya. Wirausaha muslim yang takwa akan selalu
mengingat Allah dalam setiap aktifitas yang mereka lakukan. Sepuluh orang yang
menjalankan ibadah wajibnya karena merasa itu sudah tidak bisa digantikan
dengan yang lain. Empat orang tetap mengutamakan sholat tepat waktu saat akan
memulai bekerja atau saat membuka usaha. Mereka akan menutup toko sebentar
saat adzan dhuhur dan magrib agar tidak mengganggu ibadah sholatnya.
waktu saat berjualan ataupun memulai aktifitas berdagang. Mereka akan memilih
dengan kata-kata yang baik mereka akan meminta ijin kepada pembeli untuk
sholat tidak tepat waktu biasanya berdagang dengan cara berkeliling sehingga
mereka harus mencari tempat yang tidak jauh dari lokasi mereka berjualan.
melakukan sholat dengan mencari masjid atau mushola terdekat yang dirasa bersih
22
dan aman. Jika mushola yang ditemukan dirasa kurang baik dan bersih, maka
Tidak hanya ibadah wajib yang mereka lakukan, ada beberapa amalan
yang tetap mereka lakukan disela kegiatan usaha seperti sholat dhuha dan
membaca Al-Qur’an. Seperti ibu Asih yang tetap melakukan sholat dhuha
sedang jam pelajaran. Lain lagi dengan Ibu Asri yang membaca Al-Qur’an saat
beliau menjaga tokonya. Membaca Al-Qur’an dilakukan saat toko sedang tidak
dhuha setiap hari dan menganggap sholat dhuha harus dilakukan setiap hari.
wirausaha muslim untuk bisa saling membantu sesama. Ibu Ngatmini lebih
23
memilih memberikan barang dagangannya secara cuma-cuma jika dirasa pembeli
barang dagangan dapat membantu orang lain dari pada hanya memberikan
tenggang waktu, asal orang yang diberi memang benar-benar tidak mampu. Ibu
Yuwar juga melakukan hal yang serupa dengan melebihi porsi makanan. Hal ini
memberikan porsi yang lebih dari takaran biasanya dia berharap pembeli
menjadi hal utama. Kegiatan yang mereka lakukan semata-mata untuk beribadah
kepada Allah Swt. Hal ini ditunjukkan dengan bekerja yang baik dan cara yang
dilakukan juga baik. Bisnis yang mereka kerjakan juga jauh dari kata kecurangan,
penipuan, dan praktek mal bisnis lainnya. Kejujuran dalam berdagang dilakukan
untuk menjaga kepercayaan orang lain. Seseorang harus menanamkan sifat jujur
karena jujur adalah akhlak yang paling utama untuk memperbaiki kinerja
bisnis.
wirausaha muslim tidak berpuas diri. Mereka akan menjalankan usahanya dengan
jauh lebih baik dan terjadi pertumbuhan pada usahanya. Ketika pertumbuhan
sudahh didapatkan maka usaha akan berlangsung lama. Seperti usaha yang
dilakukan oleh delapan narasumber yang sudah berjalan lama mulai dari empat
tahun sampai lima belas tahun berjalan. Usaha mempertahankanya pun tetap
24
dilakukan sesuai dengan ajaran agama Islam dengan tidak melakukan kecurangan
Perilaku bisnis yang dikerjakan akan membawa mereka pada tujuan yang
benar. Tidak hanya tujuan dunia tetapi juga tujuan akhirat mereka.
Indah telah menanamkan perilaku bisnis yang baik dan sesuai dengan ajaran
agama Islam.
25
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
menjadikan warga menjadi lebih baik dalam mendalami ilmu agama. Hal
walaupun saat berbisnis. Selain itu ada amalan-amalan yang tetap mereka
d. Kebaikannya (Aqshid).
26
e. Bermurah hati dan menjaga hubungan baik dengan pembeli.
B. Saran
yang telah berjalan dengan baik maka peneliti memberikan saran sebagai berikut:
bertukar gagasan atau ilmu tentang bisnis yang baik sesuai dengan aturan
agama Islam.
2. Para wirausahawan lebih banyak menggal ilmu agama agar lebih memahami
tentang ilmu agama Islam. Pengetahuan yang baik tentang agama akan
27
DAFTAR PUSTAKA
Abu Sinn, Ahmad Ibrahim. Menejemen Syariah Sebuah Kajian Historis dan
Kontemporer, Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2008.
Agoes, Sukrisno dan I Cenik Ardana. Etika Bisnis dan Profesi Tantangan
Membangun Manusia Seutuhnya, Jakarta: Salemba Empat, 2014.
Ahmad, Mustaq. Etika Bisnis dalam Islam, penerjemah Samson Rahman judul
asli Business Ethics in Islam, Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 2006.
Al Arif, M. Nur Rianto dan Euis Amalia. Teori Mikro Ekonomi: Suatu
Perbandingan Ekonomi Islam Dan Ekonomi Konvensional, Jakarta:
Kencana, 2010.
Amirul dan Imam Hardjanto. Pengantar Bisnis, Yogyakarta: Graha Ilmu, 2005.
Arijanto, Agus. Etika Bisnis Bagi Pelaku Bisnis, Jakarta: Rajawali Press, 2012.
Fahmi Firmansyah, Adimas. Praktek etika bisnis islam (Studi kasus pada
toko santri syariah Surakarta), Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga, 2013.
28
Fairuzah Aisyah, Ly. Tinjauan Ekonomi Islam Terhadap Usaha Bisnis Busana
Muslim (Studi pada CV. Azka Syahrani Collection), skripsi, Jakarta: UIN
Syarif Hidayatullah, 2011.
29