0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
435 tayangan7 halaman

Model Pembelajaran Terpadu Shared

Model pembelajaran shared atau berbagi adalah model yang menggabungkan dua mata pelajaran atau lebih menjadi satu kesatuan. Model ini memungkinkan guru untuk lebih mudah menjadwalkan perencanaan dan memfasilitasi langkah awal menuju kurikulum terpadu. Model shared dapat diterapkan di semua tingkatan pendidikan namun memerlukan waktu yang panjang untuk perencanaannya.

Diunggah oleh

Rahman Subandi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
435 tayangan7 halaman

Model Pembelajaran Terpadu Shared

Model pembelajaran shared atau berbagi adalah model yang menggabungkan dua mata pelajaran atau lebih menjadi satu kesatuan. Model ini memungkinkan guru untuk lebih mudah menjadwalkan perencanaan dan memfasilitasi langkah awal menuju kurikulum terpadu. Model shared dapat diterapkan di semua tingkatan pendidikan namun memerlukan waktu yang panjang untuk perencanaannya.

Diunggah oleh

Rahman Subandi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODEL PEMBELAJARAN TIPE BERBAGI

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT. Yang telah memberikan rahmat dan hidayah, serta
bimbingan-Nya sehingga penulis dapat memenuhi tugas pembuatan makalah ini walaupun
materi dan metode penulisanya masih banyak kekurangan, karena pengetahuan penulis yang
masih dangkal. Walaupun demikian, hal itu merupakan suatu  pengalaman yang sangat
berharga sebagai jembatan menuju penulisan yang lebih baik dan sempurna.

Makalah dengan judul “MODEL PEMBELAJARAN SHARED” merupakan makalah


yang dibuat untuk memenuhi tugas Pendidikan Pancasila.

Penulis dalam menyelesaikan makalah ini banyak mendapat bantuan dari berbagai pihak,
baik secara langsung maupun tidak langsung. Oleh karena itu, pada kesempatan ini, penulis
ingin menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak-pihak yang
membantu dalam penyelesaian makalah ini.

Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, saran
dan kritik yang membangun sangat di harapkan untuk menyempurakan makalah ini.

Semoga makalah ini bermanfaat bagi pembaca umumnya, dan khususnya, agar dapat
mengetahui berbagai hal mengenai model pembelajaran Shared.

Samarinda, 5 April 2020

Penulis

Kelompok 6
BAB I

PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Bagi peserta SD, belajar akan lebih bermakna jika yang mereka pelajari berkaitan
dengan pengalaman hidup sehari-hari sehingga mereka dapat memendang suatu objek yang
ada dilingkungan mereka secara utuh. Proses belajar mengajar dalam berbagai mata pelajaran
melalui pendekatan, salah satunya adalah pendekatan kurikulum terpadu dimana materi
dipadukan menjadi materi utuh kemudian akan diberikan kepada siswa.

Materi yang dipadukan diharapkan dapat dicapai dengan baik, karena masing-masing
mata pelajaran berjalan sendiri-sendiri tanpa adanya keterkaitan antara mata pelajaran yang
terasa kurang menarik dan kurang bermakna bagi siswa. Untuk menarik minat, girah dan
kreativitas siswa dalam materi pelajaran lainnya hendaknya dilaksanakan melalui proses
pembelajaran terpadu diantaranyamelelui model berbagi (shared).

            Model pembelajaran shared atau model berbagi merupakan model belajar mengajar
yang didasarkan pada gabungan pemikiran yang muncul dari beberapa disiplin ilmu. Proses
belajar mengajar dalam mata pelajaran yang akan dipadukan melelui banyak cara dan
metode, salah satunya adalah metode pembelajaran terpadu model shared. Dengan adanya
pembelajaram model shared siswa lebih aktif, kreatif dan materi yang disampaikan lebih
bermakna.
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian pembelajaran model shared


Pembelajaran model berbagi (shared) merupakan gabungan atau keterpaduan antara
dua mata pelajaran yang saling melengkapi dan di dalam perencanaan atau pengajarannya
menciptakan satu focus pada konsep, ketrampilan dan sikap. Misalnya mata pelajaran
matematika dan IPA menjadi sains. Penggabungan antara konsep pelajaran, ketrampilan dan
sikap yang berhubungan satu dengan yang lainnya di payungi dalam satu tema. Pada model
ini tema yang memeyungi dua mata pelajaran, dimana aspek konsep, ketrampilan dan sikap
menjadi satu kesatuan yang utuh Jadi model shared lebih luas. Oleh karena itu guru perlu
mengekspor secara cermat mata pelajaran yang akan dipadukan.
Model kurikulum berbagi (shared) merupakan model yang didasarkan pada gabungan
pemikiran yang muncul dari dalam berbagai disiplin ilmu. Metode ini sangat berbeda
dengan pendekatan model tematik dalam hal pengertian konsep. Konsep gabungan antar
konsep tersebut muncul elemen-elemen gabungan dan bukan berasal dari perkenalan tema di
luar. Konsep inilah yang ditunjukan oleh diagram venn sebagai persamaan dalam bagian
yang dapat saling disesuaikan.

B.     Kelebihan perencanaan model shared

Kelebihan model ini terletak pada :

a. konsep lebih dalam kemudahan dalam menggunakannya sebagai langkah awal maju secara
penuhmenuju model terpadu yang mencakup empat disiplin ilmu
b. Dengan menggabungkan disiplin ilmu serupa yang saling tumpah tindih akanmemungkinkan
mempelajari
c. lebih mudah untuk menjadwalkan periode perencanaan bagi sebuah tim yang terdiri dari dua
gurudari pada menyulap jadwal untuk tim yang terdiri dari empat orang guru
d. Dua orang guru dapat menggabungkan jam pelajarannya bersama-sama untuk menciptakan
hambatan waktu yang lebih besar.

C.    Kekurangan dari model shared


Kekurangan model ini adalah :

a.   Hambatan waktu yang diperlukan untuk mengembangkan model ini

b.  fleksibilitas dan kompromi berperan penting dalamkeberhasilan implementasi model ini

c.   Memerlukan kepercayaan dalam kerjasamatimsecara bersamaan

d.   Model integrasi antar dua disiplin ilmu memerlukan komitmen pasangan untuk bekerja sama
dalam fase awal

e.   Untuk menemukan konsep kurikulum yang tumpang tindih secara nyata diperlukan dialog dan
percakapan yang mendalam.

D.    Kegunaan Model Shared

Model ini cocok ketika berbagai bidang studi dikelompokkan dalam kelompok besar
seperti ilmu sastra/seni praktis. Model ini juga memfasilitasi lngkah awal implementasi
menuju kurikulum terpadu. Model ini merupakan model yang aktif untuk menggunakan dua
disiplin sebagai tahap intermediate menuju tim dengan empat disiplin yang jauh lebih rumit
dan komplek.

E.     Penerapan pembelajaran model shared di SD

Pembelajaran terpadu model berbagi (shared) dapat diterapkan pada tingkat SD


sebagai alternative pembelajaran. Hal ini dimungkinkan karena peran guru di tingkat SD
merupakan guru kelas, yang dapat mengatur sendiri cara menyajikan beberapa pelajaran
disesuaikan dengan keterbatasan alat pelajaran, waktu, bahan ajar dan kondisi minta dan
kemampuan sisiwa. Guru dapat memilih mata pelajaran yang memiliki tema yang sesuai dan
dapat dipadukan. Tidak semua mata pelajaran dapat dipadukan, karena guru kelas harus
melakukan perencanaan yang matang dalam melaksanakan pembelajaran model berbagi.

            Pelaksanaan pembelajaran terpadu bertolak pada topic tertentu yang dikembangkan
oleh guru dan siswa, yang dilengkapi dengan alat peraga dan lembar kerja siswa (LKS).
Sedangkan tujuan pembelajaran dapat tercapai. Dalam pembelajaran terpadu model berbagi
ini berorientasi paa siswa dengan variasi sehingga kegiatan terpadu model shared mencakup
ranah kognitif, afektif dan psikomotor yang mentujukan pada pemahaman dan
pengembangan konsep, sikap, dan ketrampilan agar lebih bermakna dalam kegiatan evaluasi
digunakan lingkungan sebagai sumber belajar.
F.     Pengembangan pembelajaran model shared

1.      Proses pengembangan pembelajaran terpadu model shred meliputi :

a.   Menganalisis GBPP dari setiap mata pelajaran yang akan dipadukan misalnya IPS dengan
Matematika, IPS dengan IPA atau IPS dan Bahasa Indonesia.

b.   Menentukan konsep, ketrampilan dan sikap terhadap mata pelajaran yang dipilih.

c.   Menalokasikan waktu dengan benar sesuai dengan konsep yang akan disampaikan.

d.   Kegiatan pembelajaran disesuaikan dengan perkembangan anak dengan menggunakan lingkungan


sehingga segala sesuatu yang terjadi di masyarakat yang akhirnya pembelajaran terpadu
bermanfaat bagi kehidupan siswa sehari-hari.

2.   Dalam pengembangan pembelajaran terpadu model shared perlu memperhatikan mengenai :

a.   Urutan penyajian sehingga mudah memahami konsep

b.   Kegiatan hendaknya menarik perhatian siswa

c.    Suasana belajar menyenangkan

d.    Menggunakan alat bantu/alat peraga

e.     Setiap kali kegiatan siswa dilatih membuat laporan lisan maupun tulisan

f.     Hasil diskusi dilaporkan secara bergantian sehingga siswa memiliki rasa tanggung jawab akan
tugas yang diberikan

3.    Dalam mengembangkan pembelajaran model shared evaluasi dilakukan melalui :

a.       Tugas kelompok maupun individu

b.      Penilaian dilakukan pada proses pembelajaran langsung

c.       Penilaian produk atau hasil karya siswa dapat dilakukan tes formatif dan sumatif
BAB III

PENUTUP

A.    Kesimpulan

Model shared merupakan suatu model pembelajaran terpadu dimana dalam prosesnya
menggunakan dua mata pelajaran atau lebih  yang sejenis digabungkan menjadi satu misalnya
: Matematika dan IPA dipasangkan dalam mata pelajaran sains. Oleh karena itu guru dapat
lebih mudah menjadwalkan periode perencanaan umum untuk membentuk tim yang terdiri
dari dua orang guru dari pada penjadwalan untuk tim dengan empat orang guru. Tetapi model
ini memerlukan waktu yang cukup lama dalam perencanaannya karena dibutuhkan kompromi
dan kerja sama dalam tim.

Model ini cocok di terapkan untuk semua tingkatan pembelajaran (SD,[Link]


maupun perguruan tinggi). Model ini merupakan langkah awal untuk model integrated.

B.     Saran

Kepada guru SD disarankan untuk menerapkan pendekatan terpadu model shared


dalam pembelajaran selanjutnya, dengan harapan kualitas pembelajaran di SD lebih
meningkat.

Kepada pengembang kurikulum, disaramkanuntik meninjau kembali terhadap rambu-


rambu pelaksanaan kurikulum, sehingga memudahkan bagi guru dalam mengembangkan
pembelajaran terpadu.

Kepada pengelola program SI PGSD disarankan agar mata kuliah pembelajaran


terpadu tidak hanya bersifat teoritis, tetapi lebih bersifat praktis. Dimana mahasiswa( guru,
calon guru) tidak hanya mengetahui pembelajaran melelui teori yang didapat dari para dosen,
akan tetapi juga melatihnya, mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi.
DAFTAR PUSTAKA

[Link]

[Link]

[Link]

[Link]

[Link]

Anda mungkin juga menyukai