STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR
RESUSITASI BAYI VTP
Tingkat 2/Reguler B
Dibimbing oleh :
Enung Mardiyana h., S. Kep. Ns. M. Kes
Disusun oleh :
1. Sukma Wardani (P27820118063)
2. Yodan Abdillah Firdaus (P27820118065)
3. Asri Arsyita pascallina (P27820118066)
4. Tiara Yunika Wulandari (P27820118067)
5. Sheila Milenia Aisyah Wahudi (P27820118068)
6. Rika Salsabila (P27820118069)
7. Evi Ayu Sejati (P27820118070)
8. Nur Annisa Citra Pratiwi (P27820118071)
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA
JURUSAN KEPERAWATAN
PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN SOETOMO
2017/2018
RESUSITASI BATI VTP
1.1 Pengertian:
1.2 Tujuan :
Membantu bayi melewati fase transisi dari kehidupan intrauterin ke kehidupan lua.
1.3 Indikasi :
1. Dilakukan pada bayi baru lahir yang mengalami sumbatan jalan nafas
2. Dilakukan pada bayi baru lahir yang mengalami kesulitan bernafas atau tidak bernafas
3. Dilakukan pada bayi baru lahir yang mengalami henti jantung
4. Diberikan ventilasi positif bila pernafasan tersenggal atau apnue, denyut jantung ,
100x/menit, sianosis sentral meskipun telah diberikan oksigen.
1.4 Kontraindikasi :
1. Kontraindikasi absolut:
a. Pasien dalam kondisi koma
b. Henti jantung
c. Henti nafas
d. Kondisi apapun yang membutuhkan intubasi langsung
2. Kontraindikasi relatif :
a. Instabilitas kondisi jantung, seperti syok dan membutuhkan obat-obat suportif
b. Ketidakmampuan melindungi jalan nafas, seperti letargi
c. Kejang
d. Terdapat obstruksi di saluran nafas bagian atas. Bila terhalang sekret atau lendir, lakukan
suction terlebih dahulu.
1.5 Petugas :
1. Perawat/ bidan
2. Mahasiswa keperawatan/ kebidanan
1.6 Persiapan Tempat :
1. Infant warmer, jika tidak ada dapat menggunakan tempat yang keras, bersih hangat
dan kering
1.7 Persiapan Alat :
1. NaHCO3 7,4% Ca glukonas 10% SA, Nloxon, Epineprin 1:10.000, phenobarbitak
injeksi, dexamethasone, heparin
2. Stetoskop
3. Suction apparatus
4. Lampu
5. Pediatric infusion set
6. Abocath no 23,24,25
7. Plastic oral airway no.00
8. Injectie spuit 2 cc, 2,5 cc
9. Dextrostic
10. Thermometer
11. Nasal prongs
12. Sarung tangan steril
13. Laringoskop dengan baterai dan lampu cadangan
14. Daun laringoskop No. 1 untuk bayi aterm, No.0 untuk bayi premature
15. Pipet ETT no. 2.5, 3, 3.5, dan 4
16. Stilet
17. Kateter pengisap no.10atau lebih besar
18. Ganjal bahu (selimut 2 buah)
19. Plester no 0,5 atau 0,75
20. Gunting
21. Pipa oksigen
22. Balon resusitasi dan sungkup yang dapat memberikan oksigen konsentrasi tinggi
1.8 Persiapan Klien :
Memberitahu keluarga atu orang tua klein dan menjelaskan tujuan tindakan yang
akan dilakukan
1.9 Prosedur :
1. Nilai apakah bayi cukup bulan, apakah bernafas atau menangis, apakah tonus otot
baik
2. Jika jawaban dari ketiga pertanyaan di atas “Ya” maka bayi dirawat bersama ibunya
dan hanya memerlukan perawatan rutin meliputi : berikan kehangatan, pastikan jalan
nafaas terbuka, keringkan, dan evaluasi
3. Jika salah satu jawaban dari ketiga pertanyaan diatas “Tidak” maka bayi dilakukan :
berikan kehangatan, buka jalan nafas dengan memberi bantalan 2-3 cm di bawah bahu
4. Evaluasi apakah HR < 100x/menit, pernafasan gasping (megap-megap) atau apnea
5. Jika “Ya” berikan ventilasi tekanan positif (VTP) 40-60x/menit selama 30 detik dan
pertimbangkan pemasangan monitor SpO2
Langkah – langkah pemberian VTP
a. Pasang sungkup, perhatikan lekatan
b. Pasang dan pegang sungkup agar menutupi mulut dan hidung bayi
c. Ventilasi 2x dengan tekanan 30 cm air, amati gerakan dada bayi
d. Ventilasi percobaan (2 kali) lakukan tiupan udara dengan tekanan 30 cm air.
Tiupan awal ini sangat penting untuk membuka alveoli paru agar bayi bisa mulai
bernafas dan segaligus menguji apakah jalan nafas terbuka atau bebas
e. Lihat apakah dada bayi mengembang, jika tidak mengembang
f. Periksa posisi kepala, pastikan posisinya sudah benar
g. Periksa pemasangan sungkup dan pastikan tidak terjadi kebocoran
h. Bila dada mengembang lakukan tahap berikutnya
i. Bila dada bayi mengembang, lakukan ventilasi 20x dengan tekanan 20 cm air
dalam 30 detik
j. Penilaian apakah bayi menangis atau bernafas spontan atau teratur
k. Kecukupan ventilasi dinilai dengan memperhatikan gerakan dinding dada dan
auskultasi bunyi nafas
l. Bila bayi bernafas, FJ >100x/menit, kemerahan
6. Jika “Tidak” periksa apakah bayi mengalami kesulitan bernafas atau cyanosis
persisten? Jika “Ya” maka bersihkan jalan nafas, pasang monitor SpO2, dan
pertimbangkan penggunaan CPAP, jika “Tidak” maka bayi dirawat bersama ibu nya
dan hanya memerlukan perawatan rutin meliputi : berikan kehangatan, pastikan jalan
nafas terbuka, keringkan dan evaluasi
7. Setelah diberikan VTP, cek HR, jika HR <100x/menit, pastikan ventilasi adekuat,
pertimbangkan pemasangan endotracheal tube. Jika >100/menit lakukan perawatan
pasca resusitasi
8. Cek kembali HR, jika <60x/menit pertimbangkan lakukan intuasi, kompresi dada
denan tetap mempertahankan VTP. Jika >60x/menit kembali ke langkah 7
9. Cek kembali HR, jika <60x/menit berikan epinefrin sesuai saran dokter, jika
>60x/menit kembali ke langkah no 8. Instubasi dilakukan bila dada tidak
mengembang. Pertimbangkan adanya povolemia dan pneumothoraks
1.10 Evalusi :
1. Evaluasi secara berkala HR karena merupakan indikator keberhasilan ventilasi yang
digulakukan
2. Monitor SpO2. Target preductal SpO2setelah lahir:
a. 1 menit : 60-65%
b. 2 menit : 65-70%
c. 3 menit : 70-75%
d. 4 menit : 75-80%
e. 5 menit : 80-85%
f. 10 menit : 85-95%
1.11 Penutup :
Penghentian resusitasi dipertimbangkan jika tidak terdeteksi detak jantung selama 10 menit.
Banyak faktor ikut berperan dalam keputusan melanjutkan resusitasi setelah 10 menit.
1.12 Dokumentasi :
1. Catat perkembangan kondisi bayi setiap menit.
2. Catat tindakan yang telah dilakukan dalam rekam medis pasien.