0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2K tayangan11 halaman

Elemen Unit dalam Struktur Aljabar

Dokumen tersebut membahas tentang struktur aljabar 2 yang mencakup elemen unit, lapangan, dan subring. Elemen unit adalah elemen yang memiliki invers terhadap operasi perkalian. Lapangan adalah ring komutatif dimana setiap elemennya merupakan unit. Subring adalah himpunan yang memenuhi sifat-sifat operasi ring. [/ringkasan]

Diunggah oleh

Mark Blue
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2K tayangan11 halaman

Elemen Unit dalam Struktur Aljabar

Dokumen tersebut membahas tentang struktur aljabar 2 yang mencakup elemen unit, lapangan, dan subring. Elemen unit adalah elemen yang memiliki invers terhadap operasi perkalian. Lapangan adalah ring komutatif dimana setiap elemennya merupakan unit. Subring adalah himpunan yang memenuhi sifat-sifat operasi ring. [/ringkasan]

Diunggah oleh

Mark Blue
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

STRUKTUR ALJABAR 2

Kelas B
Pertemuan Ke-3
Senin, 23 Maret 2020

I. ELEMEN UNIT
Definisi 1. Diberikan R merupakan ring dengan elemen satuan 1R . Elemen u ∈ R
disebut elemen unit jika terdapat elemen v ∈ R sedemikian sehingga memenuhi

u · v = 1R = v · u.

Catatan: Elemen Unit sama dengan Elemen Invers terhadap Operasi Perkalian.

Contoh 2. Diberikan ring (Z10 , +, ·).


Jelas bahwa (Z10 , +, ·) merupakan ring dengan elemen satuan 1Z10 = 1̄.

• 3̄ ∈ Z10 merupakan elemen unit, karena terdapat 7̄ ∈ Z10 sehingga memenuhi

3̄ · 7̄ = 1̄ = 7̄ · 3̄.

Dari sini, otomatis 7̄ juga merupakan elemen unit.

• 9̄ ∈ Z10 merupakan elemen unit, karena terdapat 9̄ ∈ Z10 sehingga memenuhi

9̄ · 9̄ = 1̄.

Contoh 3. Semua elemen unit di ring (Z, +, ·) adalah elemen 1 dan −1.

Contoh 4. Tentukan semua elemen unit di ring berikut ini.

a. (Z7 , +, ·)

b. (Z11 , +, ·)

c. (Z9 , +, ·)

d. (Z12 , +, ·)

Penyelesaian.

a. Elemen unit di dalam ring (Z7 , +, ·) adalah 1̄, 2̄, 3̄, 4̄, 5̄, dan 6̄.

1
b. Elemen unit di dalam ring(Z10 , +, ·) adalah 1̄, 3̄, 7̄, dan 9̄.

c. Elemen unit di dalam ring(Z9 , +, ·) adalah 1̄, 2̄, 4̄, 5̄, 7̄, dan 8̄.

Berdasarkan contoh di atas, apakah ada rumus khusus untuk mencari elemen unit
di dalam ring Zn ?
Berikut diberikan suatu sifat dalam menentukan elemen unit di dalam himpunan
bilangan bulat modulo n.

Sifat 5. Elemen-elemen unit di ring (Zn , +, ·) adalah elemen-elemen yang relatif


prima dengan n.

Catatan: Dua bilangan dikatakan saling relatif prima jika Faktor Persekutuan
Terbesarnya (FPB atau GCD) adalah 1.

Latihan Soal
Tentukan semua elemen unit di ring berikut ini.

a. (Z15 , +, ·)

b. (Z18 , +, ·)

c. (Z25 , +, ·)

d. (Z14 , +, ·)

e. (Z28 , +, ·)

II. LAPANGAN

Definisi 1. Suatu ring R dengan elemen satuan 1R disebut ring pem-


bagian (division ring) jika setiap elemen tak nol di R merupakan unit.

Definisi 2. Lapangan adalah ring pembagian yang komutatif.

Dengan demikian, suatu ring (R, +, ·) merupakan lapangan jika memenuhi:

• Ring R merupakan ring dengan elemen satuan.

• Ring R merupakan ring komutatif.

2
• Setiap elemen tak nolnya merupakan elemen UNIT.

ATAU Dengan kata lain, suatu himpunan (R, +, ·) disebut lapangan


jika memenuhi:

• (R, +) merupakan Grup Abelian.

• (R − {0R }, ·) merupakan Grup Abelian.

• R memenuhi sifat Distributif Kiri dan Distributif Kanan.

Contoh 3. Berikut diberikan contoh himunan yang merupakan lapangan,


ring pembagian, atau bukan keduanya. Tentukan alasannya bagi him-
punan yang bukan lapangan dan atau bukan ring pembagian!

• (Z, +, ·) −− > bukan keduanya, KENAPA? Syarat apa yang tidak


dipenuhi?

• (Q, +, ·) −− > Lapangan

• (R, +, ·) −− > Lapangan

• (C, +, ·) −− > Lapangan

• (M2 (R), +, ·) −− > bukan keduanya, KENAPA? Syarat apa yang


tidak dipenuhi?

• (Z7 , +, ·) −− > Lapangan

• (Z6 , +, ·) −− > bukan keduanya, KENAPA? Syarat apa yang tidak


dipenuhi?

• (Z8 , +, ·) −− > bukan keduanya, KENAPA? Syarat apa yang tidak


dipenuhi?

• (Z2 , +, ·) −− > Lapangan

Berikut diberikan suatu sifat untuk mengidentifikasi kapan suatu him-


punan bilangan bulat modulo n menjadi lapangan.

3
Sifat 4. Ring (Zn , +, ·) merupakan lapangan jika dan hanya jika n me-
rupakan suatu bilangan prima.
Contoh 5. Diberikan ring R = R × R = {(a, b) | a, b ∈ R} dan operasi
+ serta operasi · pada R dengan definisi sebagai berikut:

(a, b) + (x, y) = (a + x, b + y)

dan
(a, b) · (x, y) = (a · x, b · y)

untuk setiap (a, b), (x, y) ∈ R.


Selidiki apakah (R, +, ·) merupakan lapangan?
Penyelesaian.
Dalam contoh soal minggu lalu telah dibuktikan bahwa (R, +, ·) meru-
pakan ring komutatif sekaligus dengan elemen satuan 1R = (1, 1).
Selanjutnya, akan diselidiki apakah (R, +, ·) merupakan lapangan. Ber-
arti tinggal menyelidiki apakah setiap elemen tak nol di R merupakan
elemen unit (memiliki invers terhadap operasi perkalian).
Diambil sebarang elemen tak nol (a, b) ∈ R.
Misal elemen invers dari (a, b) adalah (x, y).
Diperoleh

(a, b) · (x, y) = (1, 1)


⇒ (a · x, b · y) = (1, 1),

1
sehingga a · x = 1 dan b · y = 1. Diperoleh x = a dan y = 1b , sehingga
invers dari elemen (a, b) adalah
1 1
( , ). (1)
a b

Namun, diperhatikan jika diambil elemen (3, 0) ∈ R.


Jelas bahwa (3, 0) bukan elemen nol di R, karena (3, 0) 6= (0, 0).

4
Dari Persamaan (1), diperoleh invers dari (3, 0) adalah ( 31 , 10 ).
1
INGAT! 0 tidak terdefinisi.
Dengan demikian, elemen (3, 0) tidak mempunyai invers terhadap ope-
rasi perkalian (bukan merupakan elemen unit.)
Lebih lanjut, dapat dicek bahwa setiap elemen tak nol di R yang
berbentuk (a, 0) atau (0, a) bukan merupakan elemen unit.
Dengan demikian, diperoleh bahwa (R, +, ·) bukan merupakan la-
pangan.

III. SUBRING

Definisi 1. Diberikan ring R dan himpunan tak kosong S ⊆ R. Himpu-


nan S disebut subring dari R jika S juga merupakan ring terhadap ope-
rasi biner penjumlahan dan operasi biner perkalian yang sama dengan
R.

Teorema 2. Diberikan ring R dan himpunan tak kosong S ⊆ R. Him-


punan S merupakan subring dari R jika dan hanya jika untuk setiap
s1 , s2 ∈ S memenuhi sifat:

• s1 − s2 ∈ S

• s1 · s2 ∈ S.
Bukti. (⇒) Diketahui S merupakan subring dari R. Berarti S juga
merupakan ring. Akibatnya, diperoleh bahwa untuk setiap s1 , s2 ∈ S
berlaku s1 − s2 ∈ S dan s1 · s2 ∈ S.
(⇐) Diketahui bahwa untuk setiap s1 , s2 ∈ S memenuhi s1 − s2 ∈ S
dan s1 · s2 ∈ S. Akan ditunjukkan bahwa S merupakan subring di R.
Karena untuk setiap s1 , s2 ∈ S memenuhi s1 − s2 ∈ S, maka diper-
oleh (S, +) merupakan subgrup dari (R, +), sehingga (S, +) merupakan
grup. Mengingat (R, +) grup komutatif, maka (S, +) juga merupakan
grup komutatif. Selanjutnya, karena untuk setiap s1 , s2 ∈ S memenuhi
s1 · s2 ∈ S maka jelas bahwa operasi perkalian bersifat tertutup. Karena

5
S ⊆ R, maka sifat assosiatif terhadap operasi perkalian serta sifat dis-
tributif kiri (kanan) otomatis terpenuhi.
Dengan demikian, terbukti bahwa S merupakan subring di R. 

Selanjutnya, untuk membuktikan subring cukup menggunakan Teorema


2 di atas. Atau jika diringkas sebagai berikut:
Diberikan ring R. Himpunan tak kosong S ⊆ R merupakan
SUBRING jika memenuhi
a). S 6= ∅

b). s1 − s2 ∈ S

c). s1 · s2 ∈ S.

Contoh 3. Diberikan ring (Z, +, ·). Buktikan bahwa himpunan

2Z = {2k | k ∈ Z}

merupakan subring dari Z.


Bukti.
a). Akan ditunjukkan bahwa 2Z bukan himpunan kosong.
(NOTE : Ingat jaminan suatu himpunan bagian dari grup
atau ring bukan himpunan kosong adalah himpunan terse-
but memuat elemen identitas terhadap penjumlahan atau
perkalian (jika ring dengan elemen satuan)).
Ambil elemen 0 ∈ Z, maka dapat dinyatakan dengan

0 = 2.0 , 0 ∈ Z.

Dengan demikian, 0 ∈ 2Z.


Jadi diperoleh 2Z 6= ∅.

b). Ambil sebarang a, b ∈ 2Z dengan

a = 2k dan b = 2l dengan k, l ∈ Z.

6
Akan dibuktikan bahwa a − b ∈ 2Z.
Diperhatikan bahwa

a − b = 2k − 2l = 2(k − l),

dengan k − l ∈ Z.
Jadi, diperoleh a − b = 2(k − l) ∈ 2Z.

c). Ambil sebarang a, b ∈ 2Z dengan

a = 2k dan b = 2l dengan k, l ∈ Z.

Akan dibuktikan bahwa a · b ∈ 2Z.


Diperhatikan bahwa

a · b = (2k) · (2l) = 2(2kl),

dengan 2kl ∈ Z.
Jadi, diperoleh a · b = 2(2kl) ∈ 2Z.
Dengan demikian, dari a), b), dan c) terbukti bahwa 2Z merupakan
subring di Z. 

Contoh 4. Diberikan ring (Z, +, ·). Selidiki apakah himpunan

H = {4k + 1 | k ∈ Z}

merupakan subring di Z?
Bukti. Karena Z merupakan ring dengan elemen satuan 1Z = 1, maka
diperoleh
1 = 4.0 + 1 ∈ H,

sehingga H 6= ∅.
Selanjutnya, diambil elemen a, b ∈ H dengan

a = 4k + 1 dan b = 4l + 1 dengan k, l ∈ Z.

7
Diperoleh

a − b = (4k + 1) − (4l + 1) = 4k − 4l = 4(k − l) 6∈ H.

Misalkan, diambil Contoh Penyangkal elemen a, b ∈ H dengan

a = 4.2 + 1 = 9 dan b = 4.1 + 1 = 5

Diperoleh
a − b = 9 − 5 = 4,

diperhatikan bahwa 4 tidak dapat dinyatakan dalam 4k + 1 untuk suatu


k ∈ Z.
Dengan demikian, a − b = 4 6∈ H.
Jadi, terbukti bahwa H bukan merupakan subring di Z.
(Ingat! Jika tidak terbukti WAJIB menuliskan Contoh Penyangkal
ya) 

Contoh 5. Diberikan ring matriks (M2×2 (R), +, ·) dan himpunan ma-


triks segitiga atas T2×2 (R) ⊆ M2×2 (R) dengan
( " # )
a11 a12
T2×2 (R) = A = | a11 , a12 , a22 ∈ R
0 a22

Buktikan bahwa T2×2 (R) merupakan subring di M2×2 (R).


Bukti.

a). Akan dibuktikan bahwa T2×2 (R) 6= ∅.


Diperhatikan bahwa matriks identitas
" #
1 0
∈ T2×2 (R).
0 1

Jadi, T2×2 (R) 6= ∅.

8
" # " #
a11 a12 b11 b12
b). Ambil sebarang A = , dan B = di T2×2 (R)
0 a22 0 b22
maka diperoleh
" # " #
a11 a12 b11 b12
A−B = −
0 a22 0 b22
" #
a11 − b11 a12 − b12
= ∈ T2×2 (R)
0 a22 − b22

" # " #
a11 a12 b11 b12
c). Ambil sebarang A = , dan B = di T2×2 (R)
0 a22 0 b22
maka diperoleh
" # " #
a11 a12 b11 b12
A·B = ·
0 a22 0 b22
" #
a11 b11 a11 b12 + a12 b22
= ∈ T2×2 (R).
0 a22 b22

Dengan demikian, diperoleh bahwa T2×2 (R) merupakan subring di ring


(M2×2 (R), +, ·). 

IV. ELEMEN PEMBAGI NOL

Definisi 1. Diberikan ring R dan elemen a ∈ R dengan a 6= 0. Elemen


a disebut:

(i). elemen pembagi nol kiri jika terdapat b ∈ R dengan b 6= 0 sehingga


memenuhi a · b = 0.

(ii). elemen pembagi nol kanan jika terdapat b ∈ R dengan b 6= 0


sehingga memenuhi b · a = 0.

(iii). elemen pembagi nol jika a merupakan elemen pembagi nol kiri dan
kanan sekaligus.

9
(iv). bukan elemen pembagi nol jika untuk setiap b ∈ R dengan b 6= 0
berlaku a · b 6= 0.
Dengan kata lain, jika a · b = 0 untuk suatu b ∈ R, maka pastilah
b = 0.

Contoh 2. Diberikan ring Z6 ,

• elemen 2 merupakan pembagi nol karena terdapat elemen 3 yang


sama-sama bukan elemen nol sedemikian hingga memenuhi:

2 · 3 = 0.

dan
3 · 2 = 0.

• Karena Z6 merupakan ring komutatif, maka elemen 3 juga dapat


dipandang sebagai elemen pembagi nol.

• Elemen 5 bukan pembagi nol di Z6 , sebab tidak ada x ∈ Z6 \{0}


sedemikian sehingga 5 · x = 0.

Contoh 3. Diberikan ring Z12 ,

• elemen 2 merupakan pembagi nol karena terdapat elemen 6 yang


sama-sama bukan elemen nol sedemikian hingga memenuhi:

2 · 6 = 0.

dan
6 · 2 = 0.

Lebih lanjut, elemen 6 juga merupakan elemen pembagi nol.

• elemen 3 merupakan pembagi nol karena terdapat elemen 4 yang


sama-sama bukan elemen nol sedemikian hingga memenuhi:

3 · 4 = 0.

10
dan
4 · 3 = 0.

Lebih lanjut, elemen 4 juga merupakan elemen pembagi nol.

• Elemen 7 bukan pembagi nol di Z12 , sebab tidak ada y ∈ Z12 \{0}
sedemikian sehingga 7 · y = 0

Contoh 4. Pada ring bilangan bulat Z tidak ada elemen pembagi nol,
sebab setiap elemen a, b ∈ Z dengan ab = 0 berakibat a = 0 atau b = 0.
" #
1 0
Contoh 5. Pada ring M2 (R), matriks merupakan pembagi nol
1 0
" #
0 0
kiri, sebab terdapat matriks tak nol ∈ M2 (R) sedemikian se-
1 1
hingga " #" # " #
1 0 0 0 0 0
= .
1 0 1 1 0 0
" #
0 0
Dalam hal ini, matriks merupakan elemen pembagi nol kanan,
1 1
" #
1 0
sebab terdapat matriks tak nol ∈ M2 (R) sedemikian sehingga
1 0
" #" # " #
1 0 0 0 0 0
= .
1 0 1 1 0 0
" # " #
1 1 2 −2
Contoh 6. Pada ring M2 (R), matriks dan matriks
1 1 −2 2
merupakan elemen pembagi nol.
Bukti. sebagai latihan mahasiswa. 

11

Anda mungkin juga menyukai