0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2K tayangan15 halaman

Pentingnya CJR dalam Analisis Jurnal

Dokumen tersebut membahas tentang algoritma A* dalam mencari jarak terpendek di graf. Algoritma A* adalah salah satu algoritma pencarian rute yang optimal dan komplet yang menggunakan heuristik untuk mencari jalur terpendek. Dokumen tersebut juga membahas konsep graf, konsep algoritma A*, dan simulasi algoritma A* dalam mencari jarak terpendek.

Diunggah oleh

JOSUA PASARIBU
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2K tayangan15 halaman

Pentingnya CJR dalam Analisis Jurnal

Dokumen tersebut membahas tentang algoritma A* dalam mencari jarak terpendek di graf. Algoritma A* adalah salah satu algoritma pencarian rute yang optimal dan komplet yang menggunakan heuristik untuk mencari jalur terpendek. Dokumen tersebut juga membahas konsep graf, konsep algoritma A*, dan simulasi algoritma A* dalam mencari jarak terpendek.

Diunggah oleh

JOSUA PASARIBU
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB I

IDENTITAS JURNAL

1.1 Rasionalisasi Pentingnya CJR

Mengkritik Jurnal(Critical Jurnal Review) merupakan kegiatan mengulas satu


jurnal agar dapat mengetahui dan memahami apa yang disajikan dalam suatu [Link]
jurnal sangat penting karena dapat melatih kemampuan kita dalam menganalisis dan
mengevaluasi pembahasan yang disajikan [Link] menjadi masukan berharga
bagi proses kreatif kepenulisan [Link] jurnal Review yang berbentuk makalah ini
berisi tentang kesimpulan dari jurnal yang sudah ditentukan dengan judul” PENERAPAN
ALGORITMA A* (STAR) MENGGUNAKAN GRAPH UNTUK MENGHITUNG JARAK
TERPENDEK”Semoga dapat bermanfaat bagi pembaca umumnya dan secara khusus bagi
penulis.

1.2 Tujuan

Mengkritik Jurnal(Critical Jurnal Review) ini dibuat sebagai salah satu referensi
ilmu yang bermanfaat untuk menambah wawasan penulis maupun pembaca dalam
mengetahui kelebihan dan kekurangan suatu jurnal,menjadi bahan pertimbangan dan juga
menyelesaikan salah satu tugas kelompok mata kuliah Struktur Data dan Algoritma di
Universitas Negeri Medan.

1.3 Manfaat

Manfaat yang di dapat dari Critical Jurnal Review ini adalah adalah sebagai berikut

1. Membantu pembaca mengetahui gambaran dan penilaian umum dari sebuah jurnal atau
hasil karya tulis ilmiah lainnya secara ringkas.
2. Mengetahui kelebihan dan kelemahan jurnal yang dikritik.
3. Mengetahui latar belakang dan alasan jurnal tersebut dibuat.
4. Memberi masukan kepada penulis jurnal berupa kritik dan saran terhadap cara
penulisan,isi,dan substansi jurnal.

1.4 Identitas Jurnal yang Di review

Critical Journal Review – Kelompok 6 1


Judul Artikel : Penerapan Algoritma A*(STAR) Menggunakan GRAPH Untuk
Menghitung Jarak Terpendek

Nama Jurnal :Jurnal Resistor


Edisi Terbit :2018
Pengarang Artikel :Ide Bagus Gede Wahyu Antara Dalem
Penerbit : Universitas Pendidikan Ganesha, Singaraja-Bali
Kota Terbit :Bali
Nomor ISSN : 2598-7542 (Print), e-ISSN 2598-9650 (Online)
Alamat Situs : [Link]

BAB II

Critical Journal Review – Kelompok 6 2


PENDAHULUAN

2.1 Latar Belakang

Didalam kehidupan sehari-hari perpindahan dari suatu tempat ke tempat lain


sangat mempertimbangkan efisiensi waktu dan biaya, maka diperlukan pengetahuan
untuk menentukan suatu jalur terpendek antar tempat yang ingin dituju. Algoritma
pencarian jalur terpendek atau lebih dikenal sebagai shortest-path dipakai dalam
menentukan rute dalam sebuah graph [1].

Graph adalah pasangan himpunan vertex/simpul dan edges/sisi, dimana setiap


sisi berhubungan dengan satu atau dua buah simpul[2]. Dikatakan juga Graf
adalah salah satu pokok bahasan Matematika Diskrit yang telah lama dikenal dan banyak
diaplikasikan pada berbagai bidang[3]. Penerapan konektifitas graph dalam
kehidupan nyata biasa ditemukan di berbagai bidang diantaranya penerapan di
bidang telekomunikasi, bidang jaringan komputer, bidang transportasi, jaringan
listrik dan saluran air [4].

Teknik pencarian yang sering digunakan untuk menentukan jalur terpendek yaitu
pencarian buta (blind search) dan pencarian heuristik (heuristic search). Pencarian buta
cenderung lebih mudah dipahami dibandingkan pencarian heuristik, tetapi hasil pencarian
yang diperoleh pencarian heuristic lebih variatif dan waktu pencarian solusi lebih cepat.
Ada beberapa cara mencari optimasi jalur terpendek untuk menghubungkan satu tempat
dengan tempat yang lain diantaranya adalah algoritma Dijkstra, algoritma Semut atau Ant
Colony, algoritma Floyd Warshall, algoritma Bellman Ford, algoritma Distance Vector,
algoritma Ford- Fulkerson dan algoritma A-Star. Algoritma tersebut dibuat untuk mencari
cara yang paling efisien dan efektif untuk menganalisa pemilihan jalur tercepat dengan
berbagai penambahan variable [5]. Salah satu metode pencarian jalur terpendek yang
termasuk dalam pencarian heurisitc adalah Algoritma A* [6]. Pada pembahasan makalah
ini Algoritma A-Star akan menjadi fokus.

Algoritma ini pertama kali dideskripsikan pada tahun 1968 oleh Peter Hart, Nils
Nilsson, dan Bertram Raphael. Dalam makalah mereka, disebut dengan Algoritma A.
Lalu dengan optimasi heuristik, disebut dengan A Star (A *). Algoritma A-Star
merupakan salah satu algoritma pencarian rute yang optimal dan komplit. Optimal berarti
rute yang dihasilkan adalah rute yang paling baik dan komplit berarti algoritma
tersebut dapat mencapai tujuan yang di harapkan [7]. Dalam penerapannya, Algoritma A-
Star menggunakan jarak sebagai proses kalkulasi nilai terbaik. Dikatakan juga kecepatan
pencarian rute terpendek menggunakan algoritma Dijkstra berbeda dengan
algoritma Astar dimana Astar lebih cepat untuk proses pencarian rute terpendek
dengan selisih waktu rata-rata 40 ms[8]. Algoritma A Star (A*)
adalahalgoritma pencarian terbaik dalam mencari jalur terpendek dengan
perhitungan terkecil pada jalur dengan simpul awal menuju simpul akhir [9].

2.2 Tujuan Penelitian

Tujuan utama penelitian ini mempelajari cara kerja algoritma A* dalam


Critical Journal Review – Kelompok 6 3
mencari jarak tercepat, yang disimulasikan seperti kondisi ketika seorang mencari
rute dalam keadaan jalanan macet. Simulasi ini memberikan gambaran yang lebih
realistis terhadap perilaku algo ritma A* dalam pencarian jarak rute terpendek.
2.3 Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah yang terdapat dalam penelitian ini adalah:

1. Apa yang dimaksud dengan Graph?


2. Bagaimana dengan Konsep Algoritma A* (A-Star)?
3. Bagaimana dengan Simulasi Algoritma A* (A-Star)?
4. Apa yang dimaksud dengan Notasi Algoritma A* (A-Star)?
5. Apa yang dimaksud dengan Kompleksitas Waktu Algoritma A* (A-Star)?

2.4 Metodologi Penelitian

Metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah


Teknik pencarian yang sering digunakan untuk menentukan jalur terpendek yaitu
pencarian buta (blind search) dan pencarian heuristik (heuristic search). Pencarian buta
cenderung lebih mudah dipahami dibandingkan pencarian heuristik, tetapi hasil pencarian
yang diperoleh pencarian heuristic lebih variatif dan waktu pencarian solusi lebih cepat.
Ada beberapa cara mencari optimasi jalur terpendek untuk menghubungkan satu tempat
dengan tempat yang lain diantaranya adalah algoritma Dijkstra, algoritma Semut atau Ant
Colony, algoritma Floyd Warshall, algoritma Bellman Ford, algoritma Distance Vector,
algoritma Ford- Fulkerson dan algoritma A-Star. Algoritma tersebut dibuat untuk mencari
cara yang paling efisien dan efektif untuk menganalisa pemilihan jalur tercepat dengan
berbagai penambahan variable . Salah satu metode pencarian jalur terpendek yang
termasuk dalam pencarian heurisitc adalah Algoritma A*.

BAB III

HASIL DAN PEMBAHASAN


Critical Journal Review – Kelompok 6 4
3.1 Pembahasan Isi Jurnal
1 .Graph

Definisi sebuah graf itu sendiri adalah sebagai pasangan himpunan (V, E) yang dalam hal
ini:

V = himpunan tidak kosong dari vertex-vertex

(vertices atau node), dan

E = himpunan sisi (edges atau arcs) yang menghubungkan sepasang vertex.

Graph adalah kumpulan simpul (nodes) yang dihubungkan satu sama lain
melalui sisi/busur (edges).Suatu Graf G terdiri dari dua himpunan yaitu himpunan V dan
himpunan E Terdapat beberapa istilah penting yang berkaitan dengan graf. Berikut ini
didefinisikan beberapa terminologi yang sering digunakan:

1. Graf tak berarah didefinisikan sebagai suatu pasangan berurutan) , ( E V G= , yang


mempunyai sifat-sifat sebagai berikut :
 Komponen pertama, V adalah terbatas (finite), himpunan yang tidak kosong.
Elemen V ini disebut verteks dari G.
 Komponen kedua, E, adalah himpunan terbatas dari suatu himpunan. Setiap
elemen E, adalah suatu himpunan yang terdiri dari tepat dua verteks yang berbeda.
Elemen E disebut edge dari G
2. Graf G dikatakan berbobot (weighted) bila terdapat bilangan riil yang
berasosiasi dengan masing-masing edge G. Bobot-bobot itu sendiri biasanya
berfungsi pada saat dibuat suatu lintasan antar verteks-verteks pada graf tersebut.

Menurut Teori graf merupakan sebuah topik dasar dalam dalam matematika
diskrit dan ilmu komputer. Teori ini sudah berusia tua namun memiliki banyak terapan
sampai saat ini. Graf digunakan untuk merepresentasikan objek-objek diskrit dan
hubungan antar objek- objek tersebut. Representase visual dari sebuah graf adalah dengan
menyatakan objek dengan sebuah noktah, bulatan, atau titik, sedangkan hubungan antar
objek dinyatakan dengan garis. Mencari rute yang paling dekat dari posisi awal hingga
akhir dengan beban paling ringan atau sedikit dibandingkan dengan seluruh rute yang
ada. Terdapat banyak algoritma yang dapat digunakan dalam pencarian rute terpendek.
Salah satunya adalah algoritma A*.

2. Konsep Algoritma A* (A-Star)

(A Star) Dalam sains komputer, A* (dibaca “A star”) adalah algoritma komputer yang
digunakan secara luas dalam mencari jalur (path finding) dan grafik melintang (graph
traversal), proses plotting sebuah jalur melintang secara efisian antara titik- titik,

Critical Journal Review – Kelompok 6 5


disebut node. Terkenal karena penampilan dan akurasinya, algoritma ini diperluas
untuk berbagai bidang. A* mencapai penampilan yang lebih baik dengan menggunakan
heuristik. A* menggunakan Best First Search (BFS) dan menemukan jalur dengan biaya
terkecil (least-cost path) dari node awal (initial node) yang diberikan ke node tujuan
(goal node). Algoritma ini menggunakan fungsi heuristik jarak ditambah biaya
(biasa dinotasikan dengan f(x)) untuk menentukan urutan di mana search-nya melalui
node-node yang ada di pohon (tree).

Notasi yang dipakai oleh Algoritma A* adalah sebagai berikut:

f(n) = g(n) + h(n)

f(n) = biaya estimasi terendah

g(n) = biaya dari node awal ke node n

h(n) = perkiraan biaya dari node n ke node akhir. Dalam penerapannya, Algoritma
A* memiliki beberapa terminologi dasar diantaranyastarting point, simpul (nodes), A,
open list, closed list, harga (cost ), halangan (unwalkable).

1. Starting point adalah sebuah terminologi untuk posisi awal sebuah benda.

2. A adalah simpul yang sedang dijalankan dalam

algortima pencarian jalan terpendek.

3. Simpul adalah petak-petak kecil sebagai representasi dari area pathfinding


Bentuknya dapat berupa persegi, lingkaran, maupun segitiga

4. Open list adalah tempat menyimpan data simpul yang mungkin


diakses dari starting point maupun simpul yang sedang dijalankan.

5. Closed list adalah tempat menyimpan data simpul sebelum A yang


juga merupakan bagian dari jalur terpendek yang telah berhasil didapatkan.

6. Harga adalah nilai yang diperoleh dari penjumlahan, jumlah nilai


tiap simpul dalam jalur terpendek dari starting point ke A, dan jumlah nilai
perkiraan dari sebuah simpul ke simpul tujuan.

7. Simpul tujuan yaitu simpul yang dituju.

8. Halangan adalah sebuah atribut yang menyatakan bahwa sebuah simpul


tidak dapat dilalui oleh A.

Menurut Algoritma A* (A star) dikenal sebagai salah satu algoritma yang paling

Critical Journal Review – Kelompok 6 6


sering digunakan untuk pencarian jalur (path finding) dan penerusan grafis (graph
traversal), yaitu proses plotting jalur yang paling efisien antar titik, yang disebut dengan
nodes.

Menurut Algoritma A star menggunakan dua senarai yaitu OPEN dan CLOSED.
OPEN adalah senarai (list) yang digunakan untuk menyimpan simpul-simpul yang pernah
dibangkitkan dan nilai heuristiknya telah dihitung tetapi belum terpilih sebagai simpul
terbaik (best node) dengan kata lain, OPEN berisi simpul-simpul masih memiliki
peluang untuk terpilih sebagai simpul terbaik, sedangkan CLOSED adalah senarai untuk
menyimpan simpul-simpul yang sudah pernah dibangkitkan dan sudah pernah terpilih
sebagai simpul terbaik (peluang untuk terpilih sudah tertutup).

[Link] Algoritma A* (A-Star)

N S A B C E F G H M
h(n) 80 80 70 70 75 78 0 70 70

Gambar 2.1 Langkah Pertama

Langkah Pertama, karena di OPEN hanya terdapat M 1 simpul (yaitu S), maka S
Terpilih sebagai Best Node. Best Node Selanjutnya adalah f(C)=80

Closed : S

Open : A, B, C

Critical Journal Review – Kelompok 6 7


Gambar 2.2 Langkah Kedua

Langkah Kedua, C dengan biaya terkecil (yaitu 80) terpilih sebagai BestNode dan
dipindahkan ke CLOSED, semua suksesor C dibuka yaitu F & H dan dimasukkan ke
OPEN. BestNode Selanjutnya adalah f(A)=90

Closed : S, C, Open : A, B, F, H

Open : A, B, F, H

Gambar 2.3 Langkah Ketiga

Langkah Ketiga, A dengan biaya terkecil (yaitu 90) sebagai Best Node dan
dipindahkan ke CLOSED, suksesor A dibuka yaitu G dimasukkan ke OPEN.
f(G)=115. Best Node Selanjutnya adalah f(F)=93

Closed : S, C,,A OPEN: B, F, H, G OPEN: B, F, H, G

Gambar 2.4 Langkah Keempat

Langkah Keempat, F dengan biaya terkecil (yaitu 93) sebagai BestNode dan
dipindahkan ke CLOSED, suksesor F dibuka yaitu H, karena H sudah OPEN maka
dicek, Ternyata biaya dari C ke H melalui F (yaitu 5 + 5=10) lebih kecil dari C ke H
(yaitu 20). Oleh Karena itu parent dari H yang sebelumunya C menjadi F. BestNode
selanjutnya f(H)=90

Closed : S, C, A, F Open : B, G, H

Open : B, G, H

Critical Journal Review – Kelompok 6 8


Gambar 2.5 Langkah Kelima

Langkah Kelima, B dengan biaya terkecil yaitu (95) sebagai BestNode dan dipindahkan
ke CLOSED, suksesor B yaitu E, karena sudah OPEN, maka dicek. Jarak dari S ke E
melalui B masih lebih besar yaitu (25+30+75=130). Maka tidak ada perubahan parent
dari E.

Closed : S, C, F, A, H, B Open: E, M,G Open: E, M,G

Gambar 2.6 Langkah Keenam

Langkah Keenam, E dengan dengan biaya terkecil (yaitu 110) sebagai BestNode dan
dipindahkan ke CLOSED,suksesor E dibuka yaitu G, karena G sudah OPEN maka harus
di cek, apakah parent dari G perlu diganti. Ternyata biaya S ke G melalui E lebih kecil
(yaitu 0+10+5+5+15+40+0=75) sedangkan dari S ke E melalui A (yaitu 115) jadi parent
G dirubah ke E.

Closed : S, C, F, A, H, B, E Open : G, M

Open : G, M

Selanjutnya, G dengan biaya terkecil (yaitu 75) terpilih sebagai BestNode. Karena
BestNode sama dengan GOAL, berarti Solusi sudah ditemukan. Rute dan total biaya
bisa ditelurusi balik dari G ke S karena setiap simpul hanya memiliki satu parent dan
setiap simpul memiliki informasi biaya sebenarnya (g). Penelusuran balik menghasilkan
rute S-C-F-H-E-G dengan jarak 75 KM.

[Link] Algoritma A* (A-Star)

Pseudo Code A*
Critical Journal Review – Kelompok 6 9
Critical Journal Review – Kelompok 6 10
[Link] Waktu Algoritma A* (A-Star)

Kompleksitas waktu dari algoritma A tergantung dari heuristicnya. Dalam kasus


terburuk worst case, jumlah simpul yang diekspansi bias eskponensial dalam
solusinya jalan tependek. Akan tetapi, kompleksitasnya bisa berupa polinomial
bila fungsi heuristik h bertemu kondisi berikut:

| hx − hx | = O log h x

Dimana h adalah heuristik optimal, atau cost pasti untuk menuju tujuan dari x. Dengan
kata lain, kesalahan error dari h tidak boleh tumbuh lebih cepat dari algoritma “perfect
heuristic” h yang mengembalikan jarak sebenarnya dari x menuju tujuan.

3.2 Kelebihan Jurnal

Pada artikel utama sudah jelas dalam menjelaskan Graph, Konsep Algoritma A* (A-
Star), Simulasi Algoritma A* (A-Star) mulai dari langkah pertama sampai langkah
keenam sehingga ditemukan solusi Karena BestNode sama dengan GOAL, berarti Solusi
sudah ditemukan. Rute dan total biaya bisa ditelurusi balik dari G ke S karena setiap
simpul hanya memiliki satu parent dan setiap simpul memiliki informasi biaya
sebenarnya (g). Penelusuran balik menghasilkan rute S-C-F-H-E-G dengan jarak 75 KM.
3.3 Kekurangan artikel Utama

Kekurangan artikel utama ini terletak pada Notasi Algoritma A* (A-Star) yang hanya
memuat penulisan program secara umum tanpa memberikan contoh yang [Link]
kelemahan jurnal ini terletak pada pembahasan Kompleksitas Waktu Algoritma A* (A-
Star) yang hanya memuat rumus | hx − hx | = O log h x tanpa memuat contoh yang
signifikan.

Critical Journal Review – Kelompok 6 11


BAB IV

PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil simulasi algoritma A* pada penelitian ini dapat disimpulkan


hal-hal berikut :

1. Penentuan rute terbaik dapat dilakukan dengan Algoritma A* sehingga


dapat diterapkan dengan baik.

2. Simulasi ini dapat menentukan rute (jalur) terbaik dari titik awal (start) menuju
titik akhir (finish) dengan hambatan-hambatan yang diberikan disetiap rute. Dari
hasil pengujian, rute yang ditemukan merupakan rute yang terbaik dengan nilai f(n)
terkecil dibandingkan dengan rute-rute (jalur-jalur) lainnya.

3. Untuk pengembangan lebih lanjut disarankan menggunakan


algoritma lain selain algoritma A* untuk menentukan jalur (rute) yang terbaik.
Dan juga dapat membandingkan algoritma lain tersebut apakah lebih baik
dalam penentuan jalur tercepat.

Critical Journal Review – Kelompok 6 12


4.2 Rekomendasi
Dari segi aspek ruang lingkup dan sedikit penulisan artikel harus diperbaiki lagi
agar jurnal dapat menjadi sumber referensi yang relevan.

DAFTAR PUSTAKA
[1]
Andi, Rumani dkk. 2017. Perbandingan Kompleksitas Algoritma A-Star, Floyd-
Warshall, Viterbi Pada SDN (Software Defined Networking). Universitas Telkom
Bandung.

[2] Deibi T Salaki. 2011. Penetuan Lintasan Terpendek dari FMIPA ke Rektorat dan
Fakultas Lain di UNSRAT Manado Menggunakan Algoritma Djikstra. Universitas
Sam Ratulangi. Manado.

[3] Ilham Saifudin, Dafik. 2015. Bilangan Khromatik Pewarnaan Sisi pada Graf
Khusus dan Operasinya. Universitas Jember. Jember

[4] Reza Wafdan, Mahyus Ihsan, Rahma Zuhra.2014. Connectivity Algorithm in


Simple Graphs. Universitas Syiah Kuala

Darussalam. Banda Aceh.

[5] AgustianAji P, SholehHadi Pramono, [Link] Muslim. 2015. Optimasi


Jalur Tercepat dengan Menggunakan Modifikasi Algoritma Bellman Ford (Studi
Kasus Lintasan antar Kecamatan Kota Malang). Malang.

[6] Moh. Bandrigo Talai dkk. 2015 Aplikasi Pencarian Jalur Terpendek Pada Rumah
Sakit Umum BAHTERAMAS Menggunakan Algoritma A* (A-Star). Kendari.

[7] Muhammad Hisyam Fadhlurrahman dkk.2014. Implementasi dan Analisis


Penggunaan Algoritma A-Star Dengan Prioritas Pada Pemilihan Rute Lintas Kendaraan
Roda Dua. Universitas Telkom. Bandung.

Critical Journal Review – Kelompok 6 13


[8] Diana Okta Pugas dkk. 2011. Pencarian Rute Terpendek Menggunakan
Algoritma Dijkstra dan Astar (A*) pada SIG Berbasis Web untuk Pemetaan Pariwisata
Kota Sawahlunto. Universitas Diponegoro. Semarang.

[9] Kikik Chomsan Maaruf. 2016. Kecerdasan Buatan Menggunakan Algoritma


A Star (A*) Dalam Permainan Ular Tangga (Snake

3D). STMIK AMIKOM Yogyakarta.

[10] Kadek Ayu Yanti Pawitri, Joko Purwadi, [Link]. 2007. Implementasi
Algoritma Physical-A Star (PHA*) Untuk Menemukan Lintasan Terpendek.
Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta.

[11] Zakaria., 2006, Teknologi Informasi dan Komunikasi, Arya Duta, Jakarta

[12] Yenie Syukriyah, Falahah, Hermi Solihin,2016 Penerapan Algoritma A*


(STAR) Untuk Mencari Rute Tercepat Dengan Hambatan. Teknik Informatika
Universitas Widyatama. Bandung.

[13] Pasnur. 2016 Implementasi Algoritma WELCH-POWELL Dalam


Pembuatan Jadwal Ujian Akhir Semester. Jurusan Sistem Informasi, STMIK AKBA.
Makassar

Critical Journal Review – Kelompok 6 14


Critical Journal Review – Kelompok 6 15

Anda mungkin juga menyukai