LAPORAN HASIL PRAKTIK TEKNIK SURVEI &
PEMETAAN
PENGUKURAN POLIGON TERTUTUP
Di susun oleh :
Nama : Faiz Nur Kamalat
Kelas : XII - TSP
No : 16
Nama kelompok :
1. Angga Syifaul Qulub ( 10 )
2. Ari Noval Prasetyo ( 11 )
3. Danang Aringga Putra ( 12 )
4. Edy Kurniawan ( 13 )
5. Eko Wahyu Aditya ( 14 )
6. Elok Penggalih ( 15 )
7. Faiz Nur Kamalat ( 16 )
8. Fery Yayus Pratama ( 17 )
9. Imam Adi Andriawan ( 18 )
Cuaca : Cerah
Jl. Patimura no. 6 rt rw 5 Sengon
Jombang, jawa timur
I. ALAT DAN BAHAN
Theodolite TL – 6 DE 1 buah
Kompas 1 buah
Unting – unting 2 buah
Landasan 1 buah
Kertas secukupnya
Kalkulator 1 buah
II. LANDASAN TEORI
Poligon adalah serangkaian titik yang mempunyai jarak dan sudut.
Pengukuran dan pemetaan poligon merupakan salah satu metode pengukuran
dan pemetaan kerangka dasar horizontal untuk memperoleh titik koordinat (X,
Y), metode poligon adalah salah satu cara penentuan posisi horizontal banyak
titik dimana titik satu dengan lainnya dihubungkan satu sama lain dengan
pengukuran sudut dan jarak sehingga membentuk rangkaian titik-titik (poligon).
Pengukuran poligon sendiri mempunyai maksud dan tujuan untuk menentukan
letak titik di atas permukaan bumi serta posisi relatif dari titik lainnya terhadap
suatu koordinat tertentu yang dilakukan melalui pengukuran sudut dan jarak
dan dihitung terhadap koordinat tertentu. Selanjutnya posisi
horizontal/koordinat tersebut digunakan sebagai dasar untuk pemetaan situasi
suatu daerah tertentu. Manfaat dapat digunakan untuk menghitung volume Dan
menghitung luas suatu area.
Syarat Membuat Titik Polygon :
1. Jarak tidak boleh terlalu pendek ( minmal 30 M )
2. Tidak boleh menempatkan titik dekat medan magnet
3. Harus bias di ikat dari titik 1 ke titik yang lain
4. Titik harus bias di tancapkan suatu titik yang permanen
5. Tidak boleh membentuk sudut lancip
Rumus untuk sudut luar ( N+2) x 180º Rumus untuk sudut dalam (N-2) x 180º
III. LANGKAH KERJA
1) Survey lapangan terlebih dahulu.
2) Sket lapangan yang di ukur.
3) Stel alat hingga siap di gunakan.
4) Utarakan theodolite dan nol kan sudutnya. Kalau sudah ambil sudut
azimuthnya.
5) Pindahkan alat ke titik 2, stel alat hingga siap di gunakan. Siapkan
juga dua orang untuk memegang unting – unting pada titik satu dan
titik tiga.
6) Tembak titik satu, tepatkan teropong pada benang unting – unting,
baca sudutnya dan catat pada tabel pengukuran polygon ( taruh pada
kolom bacaan sudut biasa ).
7) Kalau sudah arahkan thedolite ke titik tiga, lakukan langkah yang
sama seperti pada titik satu.
8) Kalau sudah putar teropong theodolite 180°. Lalu tembak titik satu
lagi dan baca sudutnya, letakkan data tersebut di kolom bacaan sudut
luar biasa.
9) Lalu arahkan theodolite ke titik tiga, lakukan langkah yang sama
seperti pada titik satu.
10) Lakukan langkah yang sama hingga titik terakhir.
IV. PENYAJIAN DATA
V. ANALISA DATA
VI. GAMBAR MILIMETER
VII. GAMBAR KALKIR
VIII. KESELAMATAN KERJA ( K3 )
1) Gunakan pakaian kerja dan helm.
2) Gunakan alat sesuai dengan kegunaan dan fungsinya.
3) Gunakan sepatu untuk melindungi kaki.
4) Lindungi THEODOLITE dari sinar matahari langsung dengan
menggunakan payung.
5) Serius dan jangan bergurau ketika praktek, serta laksanakan praktek
sesuai dengan instruksi guru.
IX. KESIMPULAN
Pengukuran ini dapat terselesaikan agak lama karena kondisi
alam/cuaca yang sangat panas, yang sehingga menyebabkan kondisi para
pekerja menurun/lemas. Namun disisi lain juga yang menyebabkan
penukuran ini lama yaitu kondisi lapangan yang agak rumbuk dengan
pepohonan, hingga menyulitkan pengukur karna terhalang denagan pohon-
pohon.