0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan2 halaman

Prosedur Informed Consent Medis

Dokumen ini membahas tentang persetujuan tindakan kedokteran (informed consent) di Rumah Sakit Umum Harapan Bersama. Informed consent diperlukan sebelum tindakan medis invasive dilakukan setelah pasien mendapat penjelasan lengkap mengenai tindakan dan resikonya. Dokumen ini menjelaskan prosedur pemberian informasi kepada pasien dan keluarga serta penandatanganan persetujuan atau penolakan tindakan.

Diunggah oleh

M'cu Calmi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan2 halaman

Prosedur Informed Consent Medis

Dokumen ini membahas tentang persetujuan tindakan kedokteran (informed consent) di Rumah Sakit Umum Harapan Bersama. Informed consent diperlukan sebelum tindakan medis invasive dilakukan setelah pasien mendapat penjelasan lengkap mengenai tindakan dan resikonya. Dokumen ini menjelaskan prosedur pemberian informasi kepada pasien dan keluarga serta penandatanganan persetujuan atau penolakan tindakan.

Diunggah oleh

M'cu Calmi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PERSETUJUAN TINDAKAN KEDOKTERAN

( INFORMED CONSENT )

No. Dokumen No. Revisi Halaman


020/SPO/HPK/RSUHB 01 1/2
/II /2020
RUMAH SAKIT UMUM
HARAPAN BERSAMA
SINGKAWANG
Ditetapkan oleh
STANDAR Tanggal Terbit
PROSEDUR 29 Februari 2020
OPERASIONAL

dr. Veridiana, [Link]


Direktur
PENGERTIAN Informed Consent adalah persetujuan yang diberikan pasien dan
atau keluarga pasien sebelum dilakukan tindakan medis yang
bersifat invasive setelah pasien mendapat penjelasan yang
lengkap mengenai tindakan medis yang dilakukan
TUJUAN Sebagai acuan dalam langkah–langkah memberikan informasi
dan penjelasan kepada pasien sebagai bukti kekuatan hukum.
KEBIJAKAN Surat Keputusan Direktur Rumah Sakit Umum Harapan Bersama
Nomor : 047/SK-DIR/RSUHB/II/2020 Tentang Pemberlakuan
Panduan Persetujuan Tindakan Kedokteran(Informed Consent) di
Rumah Sakit Umum Harapan Bersama Singkawang.
PROSEDUR 1. Pasien atau keluarga pasien diberi penjelasan secara lisan
tentang tindakan medis yang akan dilakukan terhadap pasien
yang bersangkutan serta resiko yang akan ditimbulkannya
oleh dokter yang akan melakukan tindakan.
2. Informasi tentang tindakan medis yang akan dilakukan harus
diberikan selengkap-lengkapnya dan sejelas-jelasnya kecuali
bila dokter menilai bahwa informasi tersebut dapat
merugikan kepentingan kesehatan pasien atau keluarga
pasien menolak diberikan informasi.
3. Dalam memberikan informasi kepada pasien atau
keluarganya, dokter harus di damping oleh perawat atau
para medis lainnya sebagai saksi .
4. Informasi yang diberikan mencakup keuntungan dan
kerugian dari tindakan medis yang dilakukan baik diagnostik
maupun terapeutik.
5. Keluarga pasien menyetujui, maka pasien atau keluarga
pasien tersebut dipersilahkan untuk mengisi formulir
persetujuan tindakan medis.
6. Bila pasien atau keluarga pasien tersebut menolak, maka
pasien atau keluarga pasien mengisi formulir penolakan
tindakan medis yang akan dilakukan
7. Dalam hal tindakan bedah (operasi) atau tindakan invasive
lainnya informasi harus diberikan oleh dokter yang akan
melakukan operasi itu sendiri.
8. Dalam hal tertentu, informasi harus diberikan oleh dokter
lain dengan sepengetahuan atau petunjuk dokter yang
bertanggungjawab.
9. Dalam hal tindakan yang bukan bedah (operasi) dan
tindakan yang tidak invasive lainnya, informasi dapat
diberikan oleh dokter lain atau perawat dengan
sepengetahuan atau petunjuk dokter yang
bertanggungjawab.
PERSETUJUAN TINDAKAN KEDOKTERAN
( INFORMED CONSENT )

No. Dokumen No. Revisi Halaman


020/SPO/HPK/RSUHB 01 2/2
/II/2020
RUMAH SAKIT UMUM
HARAPAN BERSAMA
SINGKAWANG
PROSEDUR 10. Informasi juga harus diberikan jika ada kemungkinan
perluasan operasi. Perluasan operasi yang tidak dapat diduga
sebelumnya dapat dilakukan untuk menyelamatkan jiwa
pasien dan dokter harus memberikan informasi kepada
pasien atau keluarga pasien.
11. Persetujuan diberikan oleh pasien dewasa yang berada
dalam keadaan sadar dan sehat mental.
12. Pasien dewasa yang menderita gangguan mental,
persetujuan diberikan oleh orang tua.
13. Bagi pasien di bawah umur 21 tahun yang tidak mempunyai
orang tua/wali atau orang tua / wali berhalangan, persetujuan
diberikan oleh keluarga terdekat atau induk semang
(guardian ).
14. Dalam hal pasien tidak sadar serta tidak didampingi oleh
keluarga terdekat dan secara medis berada dalam keadaan
gawat darurat yang perlu tindakan medis segera untuk
kepentingannya, maka lembar persetujuan dapat
ditandatangani oleh dua orang dokter yang menangani
pasien tersebut atas sepengetahuan Direktur rumah sakit.
15. Dokter bertanggung jawab atas pelaksanaan ketentuan
tentang persetujuan tindakan medis
16. Dalam hal tindakan medis yang harus dilaksanakan sesuai
dengan program pemerintah, dimana tindakan medis
tersebut untuk kepentingan masyarakat banyak maka
persetujuan tindakan medis tidak diperlukan.

UNIT TERKAIT 1. Rekam Medis


2. Instalasi Rawat Jalan
3. Instalasi Rawat Inap
4. Kamar Operasi

Anda mungkin juga menyukai