0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
29 tayangan25 halaman

Kebutuhan Gizi dan Tablet FE Ibu Hamil

Satuan acara penyuluhan ini membahas tentang pentingnya pemahaman ibu hamil akan kebutuhan gizi dan tablet besi selama kehamilan. Materi penyuluhan mencakup pengertian, manfaat, dosis tablet besi, efek samping, cara minum yang benar, dan sumber zat besi dari makanan. Penyuluhan akan dilaksanakan di Posyandu dengan metode diskusi, tanya jawab, ceramah, dan demonstrasi untuk meningkatkan pemahaman ibu hamil

Diunggah oleh

Nisrina Nur Hanifah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
29 tayangan25 halaman

Kebutuhan Gizi dan Tablet FE Ibu Hamil

Satuan acara penyuluhan ini membahas tentang pentingnya pemahaman ibu hamil akan kebutuhan gizi dan tablet besi selama kehamilan. Materi penyuluhan mencakup pengertian, manfaat, dosis tablet besi, efek samping, cara minum yang benar, dan sumber zat besi dari makanan. Penyuluhan akan dilaksanakan di Posyandu dengan metode diskusi, tanya jawab, ceramah, dan demonstrasi untuk meningkatkan pemahaman ibu hamil

Diunggah oleh

Nisrina Nur Hanifah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SATUAN ACARA PENYULUHAN

1. Pokok Bahasan : Kebutuhan gizi dan Tablet FE untuk ibu hamil

2. Sub Pokok Bahasan : Pentingnya pemahaman ibu hamil tentang


kebutuhan gizi dan Tablet Fe
a. Sasaran : Ibu hamil
b. Hari/ tanggal : Selasa/ 7 April 2020
c. Waktu : 30 Menit
d. Tempat : Posyandu
e. Pelaksana : Mahasiswa/i Poltekkes KemenkesPadang

3. Tujuan Instruksional Umum ( TIU )


Ibu hamil dapat mengetahui pentingnya tablet besi.

4. Tujuan Instruksional Khusus ( TIK )


a. Ibu dapat menjelaskan pengertian tablet besi.
b.  Ibu dapat menjelaskan manfaat tablet besi bagi ibu hamil.
c. Ibu dapat menjelaskan tentang kebutuhan / dosis zat besi selama
  

kehamilan.
d. Ibu dapat memahami efek samping tablet besi.
e. Ibu dapat menjelaskan kembali teantang waktu dan cara minum tablet besi
yang benar.
f. Ibu dapat mengetahui tentang bahan-bahan makanan yang mengandung
zat besi.

5. Materi

Terlampir

5. Metode
a. Diskusi
b. Tanya jawab

6. Media

a. Ceramah
b. Leaflet
c. demonstrasi

7. Kegiatan penyuluhan

Tahap K e g i a t an
Waktu
kegiatan Penyuluh Sasaran
5 menit Pembukaan 1. Membuka acara dengan 1. Menjawab salam
mengucapkan salam kepada 2. Mendengarkan penyuluh
sasaran menyampaikan topik dan
2. Menyampaikan topik dan tujuan.
tujuan penkes kepada sasaran 3. Menyetujui kesepakatan
3. Kontrak waktu untuk waktu pelaksanaan penkes
kesepakatan pelaksanaan
penkes dengan sasaran
10 menit Kegiatan inti 1. Mengkaji ulang pengetahuan 1. Menyampaikan
sasaran tentang materi pengetahuannya tentang
penyuluhan. materi penyuluhan
2. Menjelaskan materi 2. Mendengarkan penyuluh
penyuluhan kepada sasaran menyampaikan materi
dengan menggunakan lembar 3. menanyakan hal-hal yang
balik. tidak dimengerti dari materi
3. Memberikan kesempatan penyuluhan
kepada sasaran untuk
menanyakan hal-hal yang
belum di mengerti dari meteri
yang dijelaskan penyuluh.

10 menit Evaluasi/ 1. Memberikan pertanyaan 1. Menjawab pertanyaan yang


penutup kepada sasaran tentang diajukan penyuluh
materi yang sudah 2. Mendengarkan penyampaian
disampaikan penyuluh kesimpulan
2. Menyimpulkan materi 3. Mendengarkan penyuluh
penyuluhan yang telah menutup acara dan
disampaikan kepada sasaran menjawab salam
3. Menutup acara dan
mengucapkan salam serta
terima kasih kepada sasaran.
8. Evaluasi
1. Mengajukan pertanyaan lisan.
a. Bagaimana cara minum tablet fe
b. Bagaimana cara mencegah mual muntah pada ibu hamil

2. Observasi
Beberapa ibu dapat menjawab pertanyaan yang telah diajukan
KEBUTUHAN GIZI DAN TABLET FE IBU HAMIL

A. Kebutuhan Tablet Fe ibu hamil


1. Pengertian tablet besi pada ibu hamil
Zat besi adalah mineral yang dibutuhkan untuk
membentuk sel darah merah (hemoglobin). Selain itu,
mineral ini juga berperan sebagai komponen untuk
membentuk mioglobin (protein yang membawa oksigen ke
otot), kolagen (protein yang terdapat pada tulang, tulang
rawan, dan jaringan penyambung), serta enzim. Zat besi
juga berfungsi dalam sisten pertahanan tubuh.
Saat hamil, kebutuhan zat besi meningkat mencapai
dua kali lipat dari kebutuhan sebelum hamil. Hal ini terjadi
karena selama hamil volume darah meningkat hingga 50%,
sehingga perlu lebih banyak zat besi untuk membentuk
hemoglobin. Selain itu, pertumbuhan janin dan plasenta
yang sangat pesat juga memerlukan zat besi. Dalam
keadaan tidak hamil, kebutuhan zat besi biasanya
dipengaruhi dari menu makan yang sehat dan seimbang.
Tetapi dalam kehamilan,suplai zat besi dari makanan
masih belum mencukupi sehingga diperlukan suplemen
berupa tablet besi.

2. Manfaat tablet besi bagi ibu hamil


Tablet besi selama kehamilansangat penting karena
dapat membantu proses pembentukan sel darah merah
sehingga dapat mencegah terjadinya anemia/penyakit
kekurangan darah.
Kekurangan zat besi (anemian defisiensi zat
besi)selama hamil dapat berdampak tidak baik bagi ibu
maupun janin. Perdarahan yang banyak sewaktu
melahirkan berefek lebih buruk pada ibu hamil yang
anemia. Kekurangan zat besi juga mempengaruhi
pertumbuhan janin sehingga saat lahir, berat badannya di
bawah normal ( BBLR). Akibat lain dari anemia defisiensi
besi selam hamil adalah bayi lahir premature.

3. Kebutuhan / dosis zat besi selama kehamilan


Tablet besi atau tablet Tambah Darah (TTD)
diberikan pada ibu hamil sebanyak satu tablet setiap hari
berturut-turut selama 90 hari selama masa kehamilan. TTD
mengandung 200 mg ferro sulfat setara dengan 60
miligram besi elemental dan 0,25 mg asam folat.
Penanggulan anemia pada balita diberikan preparat besi
dalam bentuk sirup

4. Efek samping tablet besi


Pemberian preparat tablet besi ini mempunyai efek
samping seperti mual, nyeri lambung, muntah, kadang
diare dan sulit buang air besar atau sembelit. Agar tidak
terjadi efek samping dianjurkan untuk minum tablet besi
atau sirup besi setelah makan pada malam hari. Setelah
minum tablet besi atau sirup zat besi biasanya kotoran
(feses) berwarna kehitaman. Hal ini merupakan hal yang
wajar dan tidak perlu dikhawatirkan.

5. Waktu dan cara minum tablet besi yang benar


Penyerapan besi dapat maksimal apabila saat minum
tablet atau sirup zat besi dengan memakai air minum yang
sudah dimasak. Selain itu tablet besi sebaiknya diminum
pada malam hari setelah makan sebelum tidur untuk
mengurangi efek [Link] besi baik dikonsumsi jika
bersamaan dengan vitamin C untuk membantu
penyerapan dari zat besi ini. Tablet besi sebaiknya tidak
dikonsumsi dengan teh atau kopi karena dapat
menghambat penyerapannya.

6. Bahan-bahan makanan yang mengandung zat besi


Sumber makanan yang banyak mengandung zat besi
terdapat dalam bahan makanan hewani, kacang-kacangan
dan sayuran berwarna hijau tua misalnya daging, unggas,
ikan, kerang, telur, sereal, bayam dan lain-lain. Vitamin C
dianggap dapat membantu penyerapan zat besi di usus
terutama zat besi yang berasal dari tumbuhan. Sebaliknya
teh, kopi dan kalsium dianggap dapat mengurangi
penyerapan zat besi jika dikonsumsi dalam dua jam setelah
makan makanan kaya zat besi.
Kekurangan pemenuhan Fe oleh tubuh memang
sering dialami sebab rendahnya tingkat penyerapan Fe di
dalam tubuh terutama dari sumber Fe nabati yang hanya
diserap 1-2 %. Penyerapan Fe asal bahan makanan hewani
dapat mencapai 10-20%. Fe bahan makanan hewani
(heme) lebih mudah diserap daripada Fe nabati (non
heme). Keanekaragaman konsumsi makanan sangat
penting dalam membantu meningkatkan penyerapan Fe di
dalam tubuh. Kehadiran protein hewani, vitamin C, vitamin
A, zinc, asam folat, zat gizi mikro lain dapat meningkatkan
penyerapan zat besi dalam tubuh. Manfaat lain
mengkonsumsi makanan sumber zat besi adalah
terpenuhinya kecukuoan vitamin A karena makanan
sumber zat besi umumnya adalah sumber vitamin A.
B. KEBUTUHAN GIZI IBU HAMIL
1. Pengertian
Nutrusi ibu hamil adalah makanan bergizi seimbang yang
diperlukan oleh ibu hamil untuk menjaga kesehatan dan
kelangsungan pertumbuhan normal bayi dalam kandungan
sehingga bayi sehat.

2. Pentingnya gizi pada ibu hamil


1) Untuk memenuhi zat-zat gizi janin dalam kandungan
dan kebutuhan gizi sang ibu sendiri
2) Meningkatkan berat badan janin dalam kandungan
 Mengurangi resiko dan komplikasi pada ibu.
 Menghinadari terjadinya komplikasi anemi dan
praklamsi
  Meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan
otak menjadi sempurna (Hamilton, Persisi Mery.
1995)

3. Gizi dan Pengaruh Perubahan Fisiologi Kehamilan


Beberapa minggu awal kehamilan ibu hamil merasa
mual, muntah dan nafsu makan menurun. Pada
pertengahan kehamilan, nafsu makan ibu hamil naik
hingga maksimal. Dan menjelang persalinan, nafsu makan
kembali menurun.
Mengidam adalah suatu pertanda bahwa didalam
tubuh ibu terjadi perubahan yang besar, dimana dengan
adanya perubahan enzim dan hormon, tobuh ibu lebih
efisien mengabsorbsi dan menggunakan zat-zat gizi yang
diperoleh ibu dari makanan sehari-hari. (Salman Skp
dkk.1993)
Berdasarkan penelitian pada hewan, perubahan
metabolic selama kehamilan, terutama pada protein dan
lemak dibagi menjadi dua bagian yaitu fase anabolic dan
katabolic. Fase anabolic terjadi pada trimester I dan II.
Pada masa ini janin relative masih kecil sehingga
kebutuhan gizinya juga relatif kecil. Fase katabolic terjadi
pada trimester III, dimana kebutuhan janin terhadap gizi
besar.
Selama hamil hormon estrogen dan progesterone
menyebabkan otot-otot polos termasuk trakmus intestinal,
mengurangi gerakan diusus sehingga zat gizi lebih lama
diabsorsi
Selain mempengaruhi alat pencernaan, progesteron
juga mempengaruhi metabolisme karbohidrat yaitu berupa
penimbunan lemak dan meningkatkan ekskresi sodium
ginjal. Hormon estrogen menyebabkan retensi cairan
secara fisiologis. Peningkatan hormon HCG menyebabkan
mual pada pagi hari atau morning sickness. Peningkatan
siklus steroit menyebabkan peningkatan lemak, termasuk
serum trigliserida,kolestrol lemak dan vitamin A.
Pad kehamilan 34 minggu, terjadi pengeceran darah
(hemodelusi) akibat penaikan plasma (50%) lebih besar dari
pada peningkatan eritrosit (20%).Keadaan ini berakibat
pada penurunan kadar hemoglobin ibu hamil menjadi 10-11
gram%. Hal ini disebut anemia fisiologis sehingga harus
dipantau supaya tidak menjadi anemia patologis.
4. Kebutuhan Gizi Pada Ibu Hamil
Kebutuhan zat-zat gizi ditentukan oleh kenaikan berat janin
dan kecepatan janin mensintesa jaringan-jaringan baru.
Dengan demikian kebutuhan zat-zat gizi akan maksimum
pada mingggu-minggu mendekati kelahiran. Zat-zat gizi ini
diperoleh janin dari simpanan ibu pada waktu anabolic dan
pada waktu makanan sehari-hari pada saat hamil, maka
memerlukan asupan nutrisi yang adekuat, nutrisi yang
diperlukan antara lain :
1) Kebutuhan Energi
Kebutuhan pada waktu hamil adalah 300-500 K kalori
lebih banyak dari pada ibu tidak hamil. Begitu juga
kebutuhan energi pada masa kehamilan itu juga
berbeda, meliputi :
a. Trimester I ( 1-3 bulan ), kebutuhan energi sangat
sedikit, tapi meningkat menjelang akhir semester.
Pada trisemester pertama ini tubuh akan perlu asam
folat lebih banyak yaitu sekitar 600 mcg perhari
(kenutuhan rata-rata ibu tidak hamil sekitar 400
mcg) guna menangkal infeksi dan pembelahan sel
serta pembentukan janin awal. Pada fase ini sering
terjadi morning sicknees, untuk mengurangi efeknya
dengan langkah sebagai berikut :
 Banyak istirahat
 Dipagi hari lakukan bangun tidur secara perlahan
 Meskipun mual, tetaplah makan dengan porsi
kecil tetapi sering
 Hindarkan makanan yang berbumbu tajam dan
berminyak
  Banyak mengkonsumsi cairan
  Banyak minum diantara makan
 Banyak mengakonsumsi buah-buahan
  Makanlah walaupun sedikit sebelum tidur
  Hindari tempat-tempat yang berbau tajam
b. Trimester II (4-6 bulan) ini membutuhkan energi
yang cukup besar guna pertumbuhan janin yang
hingga sebesar 10 gram perhari dan penambahan
darah, pertumbuhan uterus, pertumbuhan jaringan
mamae dan peningkatan lemak.
c. Trimester III (7-9 bulan) membutuhkan energi yang
cikup besar untuk pertumbuhan janin dan plasenta
yang sebaiknya menggunakan hidrat arang yang
diperoleh dari :
 Golongan padi-padian        : beras, jagung, dan
gandum
  Golongan umbi-umbian      : kentang dan ketela
  Lain-lain                            : sagu

2.      Protein
Fungsi utama protein yaitu untuk pertumbuhan, sumber
protein dapat diperoleh dari:
-     Protein hewani          : daging, ikan, unggas,telur, kerang,
dll.
           Protein nabati       : kacang-kacangan seperti
kedelai,kacang tanah, kacang tolo, dll.
Kebutuhan protein meningkat selama hamil guna
memenuhi asam amino untuk perkembangan janin,
penambahan volume darah, pertumbuhan mamae dan
jaringan uterus. Kebutuhan protein pada ibu hamil 30
mgram lebih banyak dari pada yang tidak hamil. Perlu
diingat bahwa konsumsi protein yang adekuat tanpa
pemenuhan kebutuhan kalori yang adekuat menyebabkan
protein dalam tubuh akan lebih banyak dimanfaatkan
untuk memenuhi kebutuhan tenaga.

3.      Lemak
Lemak selain sebagai sumber kalori juga untuk
memperoleh vitamin-vitamin yang larut dalam lemak yaitu
vitamin A,D E, K.

4.      Vitamin
Kebutuhan vitamin pada umumnya meningkat pada saat
hamil. Vitamin diperlukan untuk membantu metabolisme
karbohidrat dan protein. Salah satu vitamin yang
diperlukan saat hamil dalah folit acid (folasin).
 Vitamin A
Vitamin A adalah penting untuk pertumbuhan tulang
dan gigi serta meningkatkan daya tahan terhadap
infeksi juga diperlukan untuk pemeliharaan jaringan
mata.
Sumber vitamin A
-          Hewani        : minyak ikan , kuning telur
-          Nabati          : wortel, sayuran hijau, buah-buahan
seperti papaya dan tomat.
 Vitamin B Komplek
Vitamin B Komplek mengandung
Vitamin B1 (aneurin)
Penting untuk pembakaran hidrat arang guna
menghasilkan tenaga urat saraf. Sumber makanannya dari
telur, ginjal, otak ikan, beras tumbuk, kacang-kacangan,
beras merah, daun singkong, dan daun kacang panjang.
 Vitamin B 2 ( ribloflavin)
Penting intuk pernafasan antar sel, pemeliharaan
jaringan saraf, jaringan pelepas,kulit dan kornea mata.
Kekurangan vitamin B2 menyebabkan kornea akan tampak
pembuluh-pembuluh halus, luka pada bibir dan sudut
mulut (seilosis). Sumber vitamin B2 buah-buahan dan
sayur-sayuran.
 Asam nikotin (niasin)
Penting untuk proses pembakaran untuk
mendapatkan tenaga. Kekurangan niasin yang hebat akan
menyebabkan penyakit [Link] niasin sayur-
sayuran, daging dan kacang-kacangan.
Vitamin B6 (peridoksin)
Vitamin B12 (syianocobalamine)
Penting untuk pematangan eritrosit,kekurangan
vitamin ini jarang terjadi karena terdapat pada sel hewan.
Kekurangan vitamin B12 biasanya dihubungkan dengan
pencernaan dan penyerapan yang kurang baik. Makanan
yang berasal dari hewani,khususnya hati adalah sumber
vitamin yang paling baik.
Asam folik
Adalah vitamin yang berfungsi sebagai coenzyme
dalam sintesa DNA. Folic acid memelihara pertumbuhan
janin dan mencegah terjadinya anemia. Kebutuhan folic
acid selama hamil 400-800 gram\hari. Sumbernya dari
sayur yang warna hijau tua,telur, jeruk, pisang, kacang dan
roti. Folic acid tidak tahan terhadap panas tinggi.
Kekurangan asam folic selalu merupakan masalah penting
dalam kehamilan, karena kebutuhan fisiologis yang makin
meningkat pada masa itu

5. Garam mineral
Yang dibutuhkan ibu hamil antara lain kalsium atau garam
dapur, zat besi dan zat posfor. Bersama garam posfor
diperlukan dalam pembentukan tulang. Pada janin dalam
pembentukan tulang, kalsium dan posfor diambil dari ibu.

Tabel Kebutuhan Nutrisi Ibu Hamil


Per Hari
Sumber Nutrisi Jumlah yang dibutuhkan
1. Karbohidrat 2.500 kkal
2. Protein 76 gr
3. Vitamin
Vitamin A 5.000 (UI)
1,4 mg
Thiamin
1,5 mg
Ribo flafin 15 mg
Niasin 2,6 mg
4 mg
Vitamin B6 800 mg
Vitamin 12
Asam folic
4. Mineral
Calsium 1200 mg
1200 mg
Phosparus
450 mg
Magnesium 18 mg
Zat besi 20 mg
175 mg
Zn
Iodium

Contoh Menu Wanita Hamil
Per Hari
Jenis WanitaDew Ibu Hamil
Trimester Trimester Trimester
I II III

makanan asa
(2000kall)
Nasi 3 piring 3 piring 4 piring 3 piring
Ikan 1,5 potong 2 potong 2 potong 3 potong
Tempe 3 potong 3 potong 4 potong 5 potong
Sayuran 1,5 mangkok 2 mangkok 3 mangkok 3 mangkok
Buah 2 potong 2 potong 2 potong 2 potong
Gula 5 sdm 5 sdm 5 sdm 5 sdm
Susu --- 1 gelas 1 gelas 1 gelas
Air 4 gelas 6 gelas 6 gelas 6 gelas
Gunakan minyak atau santan pada waktu memasak

6.      Suplemen, Multivitamin dan Mineral
Secara teknis ibu hamil tidak perlu suplemen atau
multivitamin maupun mineral. Namun ibu hamil yang pola
makannya tidak memenuhi kebutuhan misalnya ibu hamil
yang sedang sakit. Ibu hamil hamil yang umurnya kurang dari
20 tahun, kurang gizi, perlu diberikan suplemen atau
multivitamin dan mineral. Suplemen yang perlu diberiakan
adalah B6,C,D,E, Folic acid dan panthothemic acid.

SATUAN ACARA PENYULUHAN

PEMBERIAN ASI EKSLUSIF

Topik : Pemberian Asi Ekslusif

Sub Topik : Pengertian, Tujuan, Manfaat ASI bagi Ibu, Bayi, dan
keluarga, kandungan ASI, hal-hal yang mempengaruhi
produksi ASI, perbedaan ASI dan susu formula, dan cara
bagaimana cara menyusui yang benar .

Sasaran : Ibu-Ibu yang menyusui bayi usia 0-6 bulan.


Tempat : Posyandu

Hari / Tanggal : Selasa / 7 April 2020

Waktu : 30 menit

Penyuluh : Mahasiswa/I Poltekkes Kemenkes Padang

I. ANALISA DATA
A. Kebutuhan Peserta Didik.
Ilustrasi Pemberian ASI Ekslusif

Mendapatkan Air Susu Ibu atau ASI adalah proses pemenuhan hak
pertama yang harus diterima oleh anak ketika baru lahir dan sebelum
mendapatkan hak yang lain. Namun pada kenyataannya hak dasar anak ini banyak
yang belum terpenuhi. Penyebabnya bermacam-macam, misalnya karena
ASI belum atau tidak keluar, kondisi ibu yang belum memungkinkan menyusui
satu jam pasca melahirkan maka bayi diberi susu formula. Alasan tersebut sering
digunakan untuk tidak memberikan ASI pada saat bayi baru lahir, sehingga
mengakibatkan 
bayi tidak terpenuhi haknya. Hal ini banyak terjadi pada bayi dimanapun, tidak ter
kecuali di kelurahan Gurun Laweh.

II. TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM (TIU)

Setelah dilakukan penyuluhan tentang ASI Ekslusif , 80% ibu postpartum


tersebut mampu mengetahui dan memahami konsep, pentingnya ASI Ekslusif
bagi bayinya.

III. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS ( TIK )


Setelah dilakukan penyuluhan selama 30 menit diharapankan ibu mampu :
a. Menjelaskan pengertian ASI Ekslusif dengan baik dan benar.
b. Menyebutan tujuan pemberian ASI Ekslusif dengan benar.
c. Menyebutkan 3 manfaat baik bagi ibu maupun bayi dengan benar.
d. Menyebutkan 3 dari 6 perbedaan ASI dengan susu formula.
e. Menyebutkan cara menyusui yang benar.

IV. MATERI ( TERLAMPIR )


1. Pengertian ASI Ekslusif
2. Tujuan pemberian ASI Ekslusif
3. Manfaat ASI Ekslusif bagi ibu, bayi dan keluarga.
4. Kandungan ASI Ekslusif
5. Perbedaan ASI Ekslusif dan susu formula
6. Cara menyusui yang benar

V. METODE
1. Ceramah
2. Demonstrasi
3. Tanya Jawab

VI. MEDIA
1. Leafleat

VII. PROSES KEGIATAN PENYULUHAN

No. Waktu Kegiatan penyuluhan Kegiatan peserta


1. Pembukaan : 1. Memberi salam 1. Menjawab salam
7 menit pembukaan dan 2. Mendengaran dan
perkenalan diri memperhatikan
2. Menjelasan TIU dan TIK
3. Menyebutkan materi
yang akan diberikan
2. Pembahasan : Menanyakan (review) 1. Menjawab pertanyaan
23 menit tantang ASI Ekslusif kepada penyuluhan
ibu-ibu yang ada di 2. Mendengarkan dengan
Mushalla Mukhlisin. penuh perhatian
3. Bertanya pada penyuluh
Menjelaskan materi tentang: bila masih ada yang
1. Pengertian ASI Ekslusif. belum jelas
2. Tujuan Pemberian ASI
Ekslusif.
3. Manfaat Pemberian ASI
Ekslusif
4. Kandungan ASI
Ekslusif.
5. Perbedaan ASI Ekslusif
dengan susu formula.
6. Cara Menyusui Yang
benar.
3. Penutup : Tanya Jawab ( Responsi ) Menanyakan hal yang belum
8 menit 1. Menyimpulkan jelas :
peyuluhan 1. Menyimpulkan hasil
2. Memberikan salam penyuluhan
penutup 2. Membalas salam

VIII. EVALUASI
1. Mengajukan pertanyaan lisan.
a. Test awal
Menanyakan apa yang dimaksud ASI Ekslusif
b. Tes Akhir
- Menanyakan kepada ibu manfaat dari pemberian ASI Ekslusif,
- Menanyakan kepada ibu apa saja kandungan ASI
- Mananyakan kepada ibu bagaimana cara menyusui bayi yang
benar.

2. Observasi
a. Respon/ tingkah laku ibu-ibu saat diberi pertanyaan : apakah
diam atau menjawab ( benar kurang tepat )
b. Ibu-ibu antusias atau tidak
c. Ibu- ibu mengajukan pertanyaan atau tidak.

IX. REFERENSI
Saleha, Sitti.2009. Asuhan kebidanan pada Masa Nifas. Makasar :
Salemba Medika
Retna, Diah.2008. Asuhan Kebidanan Nifas. Yogyakarta: Nuha medika.
[Link] di akses
pada 13 nov 2018

MATERI PENYULUHAN PEMBERIAN ASI EKSLUSIF

A. Pengertian ASI eksklusif


ASI Eksklusif adalah ASI yang diberikan untuk bayi sejak baru lahir
sampai 6 bulan tanpa makanan pendamping dan minuman pralakteal (air gula,
aqua, dan lainnya).

B. Tujuan ASI Ekslusif


Ada beberapa hal yang menjadi tujuan dan juga manfaat ASI eksklusif yang
bisa didapatkan baik itu untuk ibu menyusui maupun bagi sang bayi yaitu antara
lain adalah sebagai berikut :

 Untuk Bayi antara lain mendapatkan faedah manfaat asi antara lain
adalah sang bayi dapat membantu memulai kehidupannya dengan
baik,mengandung antibodi, asi mengandung komposisi yang tepat,
mengurangi kejadian karies dentis, memberikan rasa aman dan
nyaman pada bayi dan adanya ikatan antara ibu dan bayi, terhindar
dari alergi , asi meningkatkan kecerdasan bayi, membantu
perkembangan rahang dan merangsang pertumbuhan gigi karena
gerakan mengisap mulut bayi pada payudara sang ibu.
 Untuk sang ibu menyusui akan mendapatkan manfaat dan faedahnya
antara lain adalah bisa sebagai kontrasepsi, meningkatkan aspek
kesehatan ibu, membantu dalam hal penurunan berat badan, aspek
psikologi yang akan memberikan dampak positif kepada para ibu
yang menyusui air susu ibu itu sendiri.

C. Manfaat pemberian ASI Ekslusif


                                               
Manfaat ASI ekslusif bagi bayi 1 – 6 bulan :

 ASI adalah minuman sekaligus makanan yang memiliki kualitas terbaik


untuk bayi karena mudah dicerna dan diserap, higienis, segar dan aman
dari segala bahaya pengawet.
 ASI mampu menyempurnakan pertumbuhan sehingga bayi yang menerima
ASI ekslusif akan minim dari penyakit dan cerdas.
 ASI memberikan perlindungan terhadap berbagai penyakit yang dapat
menyerang bayi terutama infeksi.
 ASI memperindah kulit, gigi, dan bentuk rahang bayi.
 Apabila bayi diberikan ASI ekslusif dipercaya akan jarang terkena diare,
sembelit, dan alergi.
 ASI ekslusif dipercayai sebagai sumber paling efektif untuk mencegah
kematian bayi karena bayi yang di bawah usia 2 bulan apabila tidak
disusui adalah enam  kali lebih mungkin untuk meninggal yang
diakibatkan oleh diare atau infeksi saluran pernapasan akut daripada bayi
yang menerima ASI.

Manfaat pemberian ASI ekslusif bagi Ibu :

         Menurunkan Bobot Tubuh


ASI membantu sang ibu menurunkan bobot tubuhnya setelah prses melahirkan
karena dengan ASI wanita akan membakar banyak kalori selama menyusui yang
disebabkan oleh tubuh yang secara tersu menerus memproduksi susu.
         Membuat Rahim Kembali ke Ukuran Normal
ASI membuat hormon (oxytocin) dalam tubuh wanita yang membuat rahim
kembali ke ukuran normal lebih cepat.
         Kontrol Kelahiran
ASI juga melindungi ibu dari jarak hamil yang terlalu cepat karena ASI
merupakan sebuah bentuk kontrol kelahiran yang 98% lebih efektif dibandingkan
menggunakan kontrasepsi.
         Mengurangi Risiko Osteoporosis
Untuk ibu, ASI juga bermanfaat mengurangi risiko osteoporosis. Manusia akan
mengalami pproses pengeroposan tulang namun kepadatan mineral akan diisi
kembali bahkan meningkat apabila seorang ibu memutuskan untuk menyusui.
         Mengurangi Kanker Payudara
Ibu yang memberi ASI kepada anaknya selama dua tahun atau lebih jauh
dipercayai dapat mengurangi kemungkinan terkena kanker payudara sebesar 24%
         Meningkatkan Hubungan Ibu dan Anak
Dengan ASI, Ibu akan semakin intim dengan bayinya sehingga menimbulkan
perasaan yang lebih kuat dengan bayinya. Banyak penelitian yang menunjukkan
bahwa ikatan ibu menyusui dan anak lebih kuat dibandingkan hubungan dengan
manusia lainnya.

 Menghemat Uang
ASI pun membuat ibu menghemat uang pengeluaran karena  susu formula,
peralatan sterilisasi dan makanan bayi mengeluarkan banyak uang. Selain itu akan
banyak biaya-biaya yang tak terduga seperti mengobati penyakit karena bayi yang
tidak menerima ASI ekslusif biasanya akan jauh lebih rentan terhadap penyakit.
[Link] Asi Ekslusif
1. Air
Asi mengandung 87,5 persen air. Karenanya pada periode ASI eksklusif selama 6
bulan, bayi  tak perlu diberi minuman atau makanan lain, kecuali dalam kondisi
medis tertentu, seperti harus minum obat. "Bayi yang cukup ASI enggak perlu
tambahan air dalam suhu panas sekalipun," kata Falla.
2. Kolostrum
Kolostrum merupakan ASI yang keluar pertama kali pada 1-5 hari
pascamelahirkan. Kolostrum yang berwarna kekuningan ini mengandung
immunoglobulin A yang tinggi. Jadi, sangat penting menyusui sejak bayi lahir.
3. Karbohidrat
Karbohidrat utama dalam ASI adalah laktosa. Laktosa berfungsi sebagai energi
untuk otak.
4. Protein
Protein penting yang terkandung dalam ASI, yaitu whey dan kasein. Kandungan
whey pada ASI lebih tinggi dibanding susu formula. Sementara itu, kandungan
kasein lebih tinggi dibanding pada susu formula. "Kandungan kasein yang lebih
tinggi pada susu formula membuat bayi susah mencerna, jadi sembelit," ujar Falla.
Dalam ASI juga terkandung asam amino taurin yang berperan untuk pertumbuhan
otak. Selain itu, terdapat nukleotida yang berfungsi untuk perkembangan usus.
5. Lemak
Kadar lemak pada ASI berfungsi untuk pertumbuhan otak. ASI kaya akan lemak
omega 3 dan omega 6. ASI juga mengandung zat penting untuk otak, yaitu DHA
dan ARA. ASI juga mengandung asam lemak jenuh dan tak jenuh yang seimbang
dibanding susu sapi. "Kalau susu sapi lebih banyak mengandung asam lemak
jenuh," lanjut Falla.
6. Karnitin
Kartinin yang terkandung dalam ASI memiliki peran membantu proses
pembentukan energi. Hal ini diperlukan untuk memertahankan metabolisme
tubuh.
7. Vitamin dan mineral
ASI juga kaya akan vitamin dan mineral. Vitamin E berfungsi untuk ketahanan sel
darah merah. Vitamin A untuk kekebalan tubuh dan pertumbuhan si kecil.
Terdapat pula vitamin yang larut dalam air seperti vitamin B, C, dan asam folat
yang berfungsi untuk perkembangan otak dan daya tahan tubuh. Untuk kandungan
mineralnya, antara lain kalsium yang berfungsi untuk perkembangan tulang dan
otot, serta mengandung zinc untuk membantu metabolisme.

[Link] ASI Eksklusif dan Susu Formula

1. Komposisi ASI dapat berubah

setiap waktu, komposisi ASI dapat berubah sesuai dengan kebutuhan bayi. Seperti
pada saat bayi baru lahir misalnya, lambung bayi memiliki ukuran yang angak
kecil (sebesar kacang tanah). Bunda bisa bayangkan bukan, sekecil apa lambung
bayi saat itu. Dalam kondisi lambung yang sangat kecil ini Allah telah
menciptakan payudara seorang wanita sedemikian rupa sehingga mampu
mengeluarkan kolostrum dalam jumlah kecil. Kolostrum adalah cairan ASI
kekuningan yang memiliki kandungan zat kekebalan tinggi yang berfungsi
sebagai anti infeksi dan melindungi bayi dari berbagai penyakit.

Seiring berjalannya waktu, lambung bayi juga akan bertambah besar sehingga
semakin lama ASI akan semaki ence sehingga jumlah ASI yang dikonsumsi bayi
akan bertambah banya setiap harinya. Komposisi ASI juga akan berubah ketika
Bunda sedang sakit. Jika Bunda sedang terserang flu, komposisi ASI akan
ditambah dengan anti flu yang dapat melindung bayi. Jauh berbeda bukan dengan
kandungan susu formula yang tak dapat berubah.
2. ASI mengandung enzim lipase

Enzim lipase adalah enzim yang membantu mencerna lemak (pencernaan bayi
belum sempurna untuk masuknya lemak). Enzim ini tidak terdapat pada susu
formula.

3. ASI mengandung asam lemak esensial

Susu formula mengandung berbagai lemak esensial termasuk DHA yang berperan
dalam pertumbuhan otak, mata, dan kesehatan pembuluh darah bayi. Meski
beberapa susu formula telah memiliki kandungan lemak esensial, kandungannya
tetap tak sama dengan asam esensial dalam ASI.

4. ASI tak mengganggu pencernaan

ASI tidak menyebabkan bayi mengalami sembelit seperti yang sering dikeluhkan
pada bayi yang mengonsumsi formula. ASI juga tak menyebabkan bayi
mengalami diare saat tingkat kekentalannya berkurang.

5. Protein dalam ASI mudah dicerna

ASI memiliki protein jenis whey yang sangat mudah dicerna sehingga bayi lebih
mudah merasa lapar. Dengan demikian nutrisi yang diserap bayi akan lebih
banyak.

6. Susu formula mengandung kasein

Susu formula mengandung lebih banyak protein jenis kasein yang sulit dicerna
oleh sistem pencernaan bayi lebih rentan terkena alergi dan obesitas.

7. ASI memberikan kekebalan dari penyakit

Pada tahun pertama, bayi sangat rentan terhadap penyakit. ASI mengandung sel
darah putih dan sejumlah zat anti infeksi. ASI juga mengandung zat antibodi
terhadap berbagai penyakit yang pernah Bunda derita sebelumnya. Berikut rincian
penjelasannya.

 Bayi yang diberi ASI 7 kali lebih jarang terkena radang paru-paru dan 4
kali lebih jarang tekena radang otak atau meningitis dibandingkan dengan
bayi yang diberi susu formula.
 Zat besi pada ASI dapat dicerna hingga 50% oleh bayi, sedangkan zat besi
pada susu formula hanya dapat dicerna maksimal 10%. Padahal zat besi
sangat dibutuhkan untuk perkembangan otak dan mencegah bayi terkena
anemia.
 Kandungan DHA dalam ASI sesuai dengan kebutuhan bayi, sehingga
lebih mudah dicerna. Sedangkan dalam susu formula, kandungan DHAnya
berlebihan sehingga membahayakan metabolisme bayi karena tubuhnya
dipaksa untuk mengeluarkan asam lemak.

F. Cara Menyusui yang Benar

Beberapa hal berikut ini dapat dilakukan agar proses menyusui mudah dan
menyenangkan bagi ibu dan bayi:

 Pastikan ibu dan bayi berada dalam kondisi rileks dan nyaman
Posisi kepala bayi harus lebih tinggi dibandingkan tubuhnya, hal ini
dimaksudkan agar bayi lebih mudah menelan. Ibu dapat menyangga
dengan tangan ataupun mengganjal dengan bantal. Kemudian, tempatkan
hidung bayi sejajar dengan puting. Hal ini akan mendorong bayi membuka
mulutnya.

 Mendekatkan bayi ke payudara


Ketika bayi mulai membuka mulutnya dan ingin menyusu, maka dekatkan
bayi ke payudara ibu. Tunggu hingga mulutnya terbuka lebar dengan
posisi lidah ke arah bawah. Jika bayi belum melakukannya, ibu dapat
membimbing bayi dengan dengan menyentuh lembut bagian bawah bibir
bayi dengan puting susu ibu.

 Perlekatan yang benar


Posisi perlekatan terbaik bayi menyusui yaitu mulut bayi tidak hanya
menempel pada puting, namun pada area bawah puting payudara dan
selebar mungkin. Perlekatan ini merupakan salah satu syarat penting
dalam cara menyusui dengan benar. Tanda bahwa perlekatan sudah baik
yaitu ketika ibu tidak merasakan nyeri saat bayi menyusu dan bayi
memperoleh ASI yang mencukupi. Ibu dapat mendengarkan saat bayi
menelan ASI.

 Membetulkan posisi bayi


Jika ibu merasa nyeri, lepas perlekatan dengan memasukan jari kelingking
ke dalam mulut dan letakkan di antara gusinya. Gerakan ini akan
membuatnya berhenti menyusu sementara Anda bisa menyesuaikan posisi
bayi. Kemudian, coba lagi untuk perlekatan yang lebih baik. Setelah
perlekatan sudah benar, umumnya bayi akan dapat menyusu dengan baik.

 Waktu menyusui
Bayi menyusu sekitar 5 hingga 40 menit, tergantung kebutuhannya. Untuk
bayi yang baru lahir, biasanya bayi perlu disusui setiap 2 – 3 jam dengan
dengan waktu menyusu 15 – 20 menit setiap kalinya. Umumnya
dibutuhkan beberapa waktu untuk adaptasi ibu dan bayi, agar proses
menyusui berjalan lancar.

Anda mungkin juga menyukai