PROBLEM SOLVING CYCLE (SIKLUS SOLUSI MASALAH)
A. DEFENISI
Problem solving cycle (siklus solusi masalah) adalah proses mental yang melibatkan
penemuan masalah, analisis dan pemecahan masalah. Tujuan utama dari pemecahan masalah
adalah untuk mengatasi kendala dan mencari solusi yang terbaik dalam menyelesaikan masalah
(Reed, 2000).
Problem Solving merupakan gabungan dari alat, keterampilan dan proses. Disebut alat
karena dapat membantu dalam memecahkan masalah mendesak atau untuk mencapai tujuan,
disebut skills karena sekali mempelajarinya maka dapat menggunakannya berulang kali, disebut
proses karena melibatkan sejumlah langkah.
Problem solving cycle merupakan proses yang terdiri dari langkah – langkah
berkesinambunganyang terdiri dari analisa situasi, perumusan masalah secara spesifik, penentuan
prioritas masalah, penentuan tujuan, memilih alternatif terbaik, menguraikan alternatif terbaik
menjadi rencana operasional dan melaksanakan rencana kegiatan serta mengevaluasi hasil
kegiatan
Langkah-langkah dalam problem solving cycle ini yaitu :
1. Analisis situasi
2. Identifikasi masalah
3. Prioritas masalah
4. Alternatif solusi
5. Pelaksanaan solusi terpilih
6. Evaluasi solusi yang dilaksanakan
1. Analisis Situasi
Tujuan analisis situasi
a. Memahami masalah kesehatan secara jelas dan spesifik
b. Mempermudah penentuan prioritas
c. Mempermudah penentuan alternative pemecahan masalah
Analisis situasi meliputi analisis masalah kesehatan dan faktor-faktor yang
mempengaruhi masalah kesehatan tersebut . HL Blum telah mengembangkan suatu
kerangka konsep tentang hubungan antar faktor-faktor yang mempengaruhi derajat
kesehatan
Konsep HL Blum
Analisis situasi terdiri dari analisis derajat kesehatan, analisis aspek
kependudukan, analisis pelayanan/upaya kesehatan, analisis perilaku kesehatan, dan
analisis lingkungan
a. Analisa Derajat Kesehatan. Analisa derajat kesehatan akan menjelaskan
masalah kesehatan apa yang dihadapi . Analisis ini akan menghasilkan
ukuran-ukuran derajat kesehatan secara kuantitatif, penyebaran masalah
menurut kelompok umur penduduk, menurut tempat dan waktu . Pendekatan
yang digunakan adalah pendekatan epidemologis . Ukuran yang digunakan
adalah angka kematian (mortalitas) dan angka kesakitan (morbiditas).
1) Angka kematian bayi
Penelitian menunjukkan bahwa IMR sangat erat kaitannya dengan kualitas
lingkungan hidup, gizi masyarakat, keadaan sosial ekonomi. Tingginya
IMR menunjukkan bobot masalah mengenai perinatal,: komplikasi
kehamilan, perawatan kehamilan, komplikasi persalinan dan perawatan
bayi
2) Angka kematian balita
Kematian balita sangat berkaitan dengan kualitas sanitasi rumah tangga
dan keadaan gizi anak
3) Angka kematian menurut penyebab (CSDR)
berguna untuk melihat penyebab-penyebab atau penyakit apa yang
menjadi penyebab utama angka kematian
4) Incidence rate
jumlah kasus baru suatu penyakit tertentu yang terjadi dalam suatu
kelompok masyarakat tertentu, dalam masa waktu tertentu pula.
5) Prevalence rate
jumlah orang yang menderita sakit pada umumnya atau menderita
penyakit tertentu dalam suatu kelompok penduduk tertentu dalam suatu
masa tertentu.
6) Case Fatality Rate
b. Analisis Kependudukan
Manfaat analisis kependudukan adalah sebagai denominator ukuran
masalah kesehatan, prediksi beban upaya/program kesehatan, dan prediksi
masalah kesehatan yang dihadapi.
Ukuran demografis yang digunakan dalam analisis kependudukan :
1) Jumlah penduduk
2) Kesuburan : angka kelahiran kasar, angka kesuburan
3) Kesehatan : angka kematian kasar, angka kematian menurut
kelompok umur
4) Laju petumbuhan penduduk
5) Struktur umur
6) Angka ketergantungan
7) Distribusi penduduk
8) Mobilitas penduduk
c. Analisis Pelayanan Kesehatan
Pelayanan atau upaya kesehatan meliputi upaya promotif, preventif,
kuratif maupun rehabilitatif . Analisis ini menghasilkan data atau informasi
tentang input, proses, out put dan dampak dari pelayanan kesehatan .Input
meliputi aspek ketenagaan kesehatan, biaya, sarana dan prasarana
kesehatan .Proses meliputi pengorganisasian, koordinasi, dan supervisi.
Sementara Output meliputi cakupan pelayanan dan pemanfaatan pelayanan
kesehatan.
d. Analisis Perilaku Kesehatan
Analisis ini memberikan gambaran tentang pengetahuan, sikap dan
perilaku masyarakat sehubungan dengan kesehatan maupun upaya kesehatan .
Dapat menggunakan teori pengetahuan, sikap praktek, atau health belief
model atau teori lainnya. Analisis perilaku kesehatan meliputi pemberian
pelayanan kesehatan, pola pencarian pelayanan kesehatan, penanganan
penyakit, peran serta masyarakat atau ukbm, dan tentang kesehatan ibu dan
anak
e. Analisis lingkungan
Analisis lingkungan meliputi analisis lingkungan fisik, biologis, dan
social. Analisis lingkungan fisik dapat berupa penyediaan air bersih, keadaan
rumah dan pekarangan (ventilasi, lantai, pencahayaan maupun kebisingan),
penanganan limbah rumah tangga dan limbah industry. Analisis lingkungan
biologis mengambarkan vektor penyakit, ternak dan sebagainya. Analisis
sosial budaya menggambarkan gotong royong dalam penanganan masalah
kesehatan.
2. Identifikasi masalah
Masalah merupakan kesenjangan (gap) antara harapan dengan kenyataan. Cara
perumusan masalah yang baik adalah kalau rumusan tersebut jelas menyatakan adanya
kesenjangan. Kesenjangan tersebut dikemukakan secara kualitatif dan dapat pula secara
kuantitatif
Penentuan masalah dapat dengan cara membandingkan dengan yang lain,
memonitor tanda-tanda kelemahan, membandingkan capaian saat ini dengan tujuan atau
dengan capaian sebelumnya, Checklist, brainstorming dan dengan membuat daftar
keluhan.
Penyebab masalah dapat dikenali dengan menggambarkan diagram sebab akibat
atau
diagram tulang ikan. Diagram tulang ikan(diagram Ishikawa) adalah alat untuk
menggambarkan penyebab-penyebab suatu masalah secara [Link] ini memberikan
gambaran umum suatu masalah dan penyebabnya. Diagram tersebut memfasilitasi tim
untuk mengidentifikasi sebab masalah sebagai langkah awal untuk menentukan focus
perbaikan, mengembangkan ide pengumpulan data dan/atau mengembangkan alternatif
solusi
3. Penentuan prioritas masalah
Penentuan prioritas masalah kesehatan adalah suatu proses yang dilakukan oleh
sekelompok orang dengan menggunakan metode tertentu untuk menentukan urutan
masalah dari yang paling penting sampai yang kurang penting. Penentuan prioritas
masalah dapat menggunakan metode delbeg, metode hanlon, metode delphi, metode USG
, metode pembobotan dan metode dengan rumus
Langkah penentuan prioritas masalah terdiri dari :
a. Menetapkan kriteria
b. Memberikan bobot masalah
c. Menentukan skoring setiap masalah
4. Alternatif Solusi
Alternatif solusi dapat diketahui dengan metode brainstorming. Brainstorming
merupakan teknik mengembangkan ide dalam waktu yang singkat yang digunakan untuk
mengenali adanya masalah, baik yang telah terjadi maupun yang potensial terjadi,
menyusun daftar masalah, menyusun alternatif pemecahan masalah, menetapkan kriteria
untuk monitoring, mengembangkan kreativitas, dan menggambarkan aspek-aspek yang
perlu dianalisis dari suatu pokok bahasan
5. Pelaksanaan Solusi Terpilih
Solusi yang paling tepat dapat dipilih dengan menggunakan 2 cara yaitu teknik
skoring dan non skoring. Pada teknik skoring dilakukan dengan memberikan nilai (skor)
terhadap beberapa alternatif solusi yang menggunakan ukuran (parameter). Pada teknik
non scoring alternative solusi didapatkan melalui diskusi kelompok sehingga teknik ini
disebut juga nominal group technique (NGT)
PARAMETER SKORING
Realistis.
Dapat dikelola (manageable).
Teknologi yang tersedia dalam melaksanakan solusi (technical feasiblity).
Sumber daya yang tersedia yang dapat digunakan untuk melaksanakan
solusi (resources availability).
SKORING
Masing-masing ukuran tersebut diberi nilai berdasarkan justifikasi kita, bila
alternative solusi tersebut realistis diberi nilai 5 paling tinggi dan bila sangat kecil
diberi nilai 1. Kemudian nilai-nilai tersebut dijumlahkan. Alternatif solusi yang
memperoleh nilai tertinggi (terbesar) adalah yang diprioritaskan, masalah yang
memperoleh nilai terbesar kedua memperoleh prioritas kedua dan selanjutnya.
NON SKORING
Memilih prioritas masalah dengan mempergunakan berbagai parameter, dilakukan
bila tersedia data yang lengkap. Bila tidak tersedia data, maka cara menetapkan
prioritas masalah yang lazim digunakan adalah tekhnik non skoring.
Teknik Non Skoring
a. Delphi Technique
Yaitu alternatif solusi didiskusikan oleh sekelompok orang yang mempunyai
keahlian yang sama. Melalui diskusi tersebut akan menghasilkan solusi
paling mungkin bagi pemecahan masalah yang disepakati bersama.
b. Delbeq Technique
Menetapkan solusi paling mungkin melalui diskusi kelompok namun peserta
diskusi terdiri dari para peserta yang tidak sama keahliannya maka
sebelumnya dijelaskan dulu sehingga mereka mempunyai persepsi yang sama
terhadap alternatif solusi terhadap masalah yang akan dibahas. Hasil diskusi
ini adalah solusi paling mungkin bagi pemecahan masalah yang disepakati
bersama.
Langkah-langkah implementasi solusi
Menyusun POA (Plan of Action)
Efektifitas
Efisiensi
Produktifitas
6. Evaluasi Solusi Yang Dilaksanakan
Hasil yang dicapai sesuai dengan rencana (masalah terpecahkan)
Terdapat kesenjangan antara berbagai ketetapan dalam rencana dengan hasil yang
dicapai (tidak seluruh masalah teratasi)
Hasil yang dicapai lebih dari yang direncanakan (masalah lain ikut terpecahkan)