SISTEM TENAGA LISTRIK
ELEMEN SISTEM TENAGA
Pada pusat pembangkit, sumberdaya energi primer seperti bahan baker fosil (minyak,
gas alam, dan buatan), hidro, panas bumi, dan nuklir diubah menjadi energi listrik. Generator
sinkron mengubah energi mekanis yang dihasilkan pada poros turbin menjadi energi listrik
tiga fasa.
Melalui transformator penaik tegangan (step-up transformator) energi listrik ini
kemudian dikirimkan melalui saluran transmisi bertegangan tinggi menuju pusat-pusat beban.
Peningkatan tegangan dimaksudkan untuk mengurangi jumlah arus yang mengalir pada
saluran transmisi. Dengan demikian saluran transmisi bertegangan tinggi akan membawa
aliran arus rendah dan berarti mengurangi rugi panas (heat loss) I² R yang menyertainya.
Ketika saluran transmisi mencapai pusat beban, tegangan tersebut kembali diturunkan
menjadi tegangan menengah, melalui transformator penurun tegangan (step-down
transformator).
Di pusat-pusat beban yang terhubung dengan saluran distribusi, energi listrik ini
diubah lagi menjadi bentuk-bentuk energi terpakai lainnya seperti energi mekanis (motor),
penerangan, pemanas, pendingin, dan sebagainya. Elemen pokok sistem tenaga dapat dilihat
pada Gambar 1.1
Gambar 1. Elemen pokok system tenaga
Generator adalah sebuah alat yang memproduksi energi listrik dari sumber energi
mekanik, biasanya dengan menggunakan induksi elektromagnetik. Proses ini dikenal sebagai
pembangkit listrik. Walau generator dan motor punya banyak kesamaan, tapi motor adalah
alat yang mengubah energi listrik menjadi energi mekanik. Generator mendorong muatan
listrik untuk bergerak melalui sebuah sirkuit listrik eksternal, tapi generator tidak
menciptakan listrik yang sudah ada di dalam kabel lilitannya. Hal ini bisa dianalogikan
dengan sebuah pompa air, yang menciptakan aliran air tapi tidak menciptakan air di
dalamnya. Sumber enegi mekanik bisa berupa resiprokat maupun turbin mesin uap, air yang
jatuh melakui sebuah turbin maupun kincir air, mesin pembakaran dalam, turbin angin,
engkol tangan, energi surya atau matahari, udara yang dimampatkan, atau apa pun sumber
energi mekanik yang lain.
Generator AC berfungsi utnuk merubah tenaga mekanis menjadi tenaga listrik arus
bolak-balik. Generator ini sering disebut juga seabagai alternator, generator AC (alternating
current), atau generator sinkron. Dikatakan generator sinkron karena jumlah putaran rotornya
sama dengan jumlah putaran medan magnet pada stator. Kecepatan sinkron ini dihasilkan
dari kecepatan putar rotor dengan kutub-kutub magnet yangberputar dengan kecepatan yang
sama dengan medan putar pada stator. Mesin ini tidak dapat dijalankan sendiri karena kutub-
kutub rotor tidak dapat tiba-tiba mengikuti kecepatan medan putar pada waktu sakelar
terhubung dengan jala-jala.
Generator arus bolak-balik dibagi menjadi dua jenis, yaitu:
a. Generator arus bolak-balik 1 fasa
b. Generator arus bolak-balik 3 fasa
Konstruksi Generator Arus Bolak-balik
Konstruksi generator arus bolak-balik ini terdiri dari dua bagian utama, yaitu : (1)
stator, yakni bagian diam yang mengeluarkan tegangan bolakbalik, dan (2) rotor, yakni
bagian bergerak yang menghasilkan medan magnit yang menginduksikan ke stator. Stator
terdiri dari badan generator yang terbuat dari baja yang berfungsi melindungi bagian dalam
generator, kotak
terminal dan name plate pada generator. Inti Stator yang terbuat dari bahan ferromagnetik
yang berlapis-lapis dan terdapat alur-alur tempat meletakkan lilitan stator. Lilitan stator yang
merupakan tempat untuk menghasilkan tegangan. Sedangkan, rotor berbentuk kutub sepatu
(salient) atau kutub dengan celah udara sama rata (rotor silinder)
Gambar 2. Strator dan Rotor
Prinsip Kerja Generator Arus Bolak-balik
Prinsip dasar generator arus bolak-balik menggunakan hukum Faraday yang
menyatakan jika sebatang penghantar berada pada medan magnet yang berubah-ubah, maka
pada penghantar tersebut akan terbentuk gaya gerak listrik.
Prinsip kerja generator arus bolak-balik tiga fasa (alternator) pada dasarnya sama
dengan generator arus bolak-balik satu fasa, akan tetapi pada generator tiga fasa memiliki tiga
lilitan yang sama dan tiga tegangan outputnya berbeda fasa 1200 pada masing-masing fasa
Gambar 3. Perinsip kerja Generator
Besar tegangan generator bergantung pada :
1. Kecepatan putaran (N)
2. Jumlah kawat pada kumparan yang memotong fluk (Z)
3. Banyaknya fluk magnet yang dibangkitkan oleh medan magnet (f)
4. Jumlah Kutub
Jumlah kutub generator arus bolak-balik tergantung dari kecepatan rotor dan frekuensi dari
ggl yang dibangkitkan. Hubungan tersebut dapat ditentukan dengan persamaan :
F= pn/120
dimana :
f = frekuensi tegangan (Hz)
p = jumlah kutub pada rotor
n = kecepatan rotor (rpm)
Turbin
Turbin adalah sebuah mesin berputar yang mengambil energi dari aliran fluida.
Turbin sederhana memiliki satu bagian yang bergerak, "asembli rotor-blade". Fluida yang
bergerak menjadikan baling-baling berputar dan menghasilkan energi untuk menggerakkan
rotor. Contoh turbin awal adalah kincir angin dan roda air.
Sebuah turbin yang bekerja terbalik disebut kompresor atau pompa turbo. Turbin gas,
uap dan air biasanya memiliki "casing" sekitar baling-baling yang memfokus dan mengontrol
fluid. "Casing" dan baling-baling mungkin memiliki geometri variabel yang dapat membuat
operasi efisien untuk beberapa kondisi aliran fluid. Energi diperoleh dalam bentuk tenaga
"shaft" berputar.
Prinsip Kerja Pembangkitan Tenaga Listrik
Prinsip dasar pembangkitan tenaga listrik terdapat pada pengubahan energi mekanik
ke dalam energi listrik. Gambar 2 berikut ini memperlihatan bagan sistem pembangkitan,
yang terdiri dari berbagai jenis pembangkitan.
Gambar 4. Bagan Sistem Pembangkitan
Masing-masing jenis pembangkit tenaga listrik mempunyai prinsip kerja yang
berbeda-beda, sesuai dengan penggerak mulanya (prime mover). Satu hal yang sama dari
beberapa jenis pembangkit tenaga listrik tersebut yaitu semuanya samasama berfungsi
merubah energi mekanik menjadi energi listrik, dengan cara mengubah potensi energi
mekanik dari air, uap, gas, panas bumi, nuklir, kombinasi gas dan uap, menggerakkan atau
memutar turbin yang porosnya dikopel dengan generator selanjutnya dengan sistem
pengaturannya generator tersebut akan menghasilkan daya listrik.
PUSAT PEMBANGKIT DAN OPERASI EKONOMISNYA
Pusat pembangkit berfungsi untuk mengkonversinya sumber daya energi primer
menjadi energy listrik. Secara umum pembangkit tenaga listrik dikelompokkan menjadi dua
bagian besar yaitu : pembangkit listrik thermis dan pembangkit listrik non thermis.
Pembangkit listrik thermis mengubah energi panas menjadi energi listrik, panas disini
bisa dihasilkan oleh panas bumi, minyak, uap dan yang lainnya. Hal ini dikatakan bahwa
pembangkit thermis yang dihasilkan dari panas bumi mempunyai penggerak mula panas
bumi biasanya disebut pembangkit panas bumi. Sedangkan pembangkit non thermis
penggerak mulanya bukan dari panas, seperti pada pembangkit thermis penggerak mula inilah
yang menentukan nama/jenis pembangkit tenaga listrik tersebut misalnya apabila penggerak
mulanya berupa air maka air inilah yang menentukan jenis pembangkit tenaga non thermis
tersebut biasanya disederhanakan sebutannya menjadi pembangkit tenaga air (PLTA), dan
lain sebagainya.
Dari dua bagian besar ini dapat dikelompokkan menjdi beberapa jenis yaitu :
A. Pembangkit Listrik Thermis :
1) Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP).
2) Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD).
3) Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) ; Batu bara, gas alam dan minyak.
4) Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG).
5) Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU).
6) Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).
B. Pembangkit Listrik Non Thermis :
1) Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).
2) Pembangkit Listrik Tenaga Angin.(PLTAngin)
3) Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS)
Selain beberapa jenis yang disebutkan di atas, masih terdapat jenis pembangkit tenaga
listrik yang lain, misalnya pembangkit listrik yang digerakkan oleh tenaga surya, energi
gelombang laut dan energi angin, saat ini masih dikembangkan secara terbatas di Indonesia.
Sedangkan dari delapan jenis yang disebutkan di atas, tujuh jenis telah terpasang di
Indonesia. Satu jenis pembangkit tenaga listrik, yaitu PLTN, sampai saat ini masih dalam
tahap perencanaan pembangunan dan direncanakan akan dibangun di lereng Gunung Muria
Jawa Tengah. Namun sampai saat ini banyak ditemui hambatan non teknis di lapangan, yaitu
banyak dari masyarakat di sekitar lokasi tersebut menyatakan keberatan. Mereka
mengkawatirkan timbulnya radiasi pada saat pembangkit tenaga listrik tersebut beroperasi,
misalnya dengan timbulnya kebocoran pada instalasi nuklirnya seperti yang terjadi di Uni
Soviet.
1. Pusat Listrik Tenaga Uap (PLTU); minyak, gas alam, dan batubara.
Pada pembangkit listrik ini, bahan baker minyak, gas alam, atau batubara dipakai untuk
membangkitkan panas dan uap pada boiler. Uap tersebut kemudian dipakai untuk memutar
turbin yang dikopelkan langsung dengan sebuah generataot sinkron. Setelah melewati turbin,
uap yang bertekanan dan bertemperatur tinggi tadi muncul menjadi uap yang bertekanan dan
bertemperatur rendah. Panas yang disadap oleh kondensor menyebabkan uap berubah
menjadi air yang kemudian dipompakan kembali menuju boiler.
Gambar 5. Proses pada PLTU (batu bara)
BAGIAN-BAGIAN UTAMA
PLTU terdiri dari beberapa bagian utama yang mutlak harus ada agar PLTU dapat beropersai
sesuai dengan semestinya. Bagian-bagian tersebut adalah
1. Coal Handling
Adalah pengiriman batubara dari dermaga kapal menuju coal pile menggunakan belt
conveyor. Setelah dari coal pile lalu diteruskan ke silo sebagai penampung batubara yang
akan dijadikan bahan bakar.
2. Boiler
Komponen yang mengawali perubahan dan pengaliran energi disebut boiler. Definisi boiler
sendiri sebagai suatu komponen pada power plant adalah suatu bejana tertutup yang secara
efisien mampu mengubah air menjadi steam dengan bantuan panas dari proses pembakaran
batubara. Jika dioperasikan dengan benar, boiler secara efisien dapat mengubah air dalam
volume yang besar menjadi steam yang sangat panas dalam volume yang lebih besar lagi.
Didalam boiler ada economizer dan steam drum. Economizer untuk pemanasan air dan steam
drum sebagai pemisah antara uap dan air setelah terjadi pemanasan.
3. Heater
Merupakan pemanas yang ada di boiler. Ada 2 macam heater, yaitu superheater dan re-heater.
Superheater adalah pemanas untuk memanaskan uap jenuh dari steam drum menjadi uap tak
jenuh. Sedangkan re-heater adalah pamanas ulang setelah steam melewati High Pressure
turbin dan dialirkan menuju Intermediate Pressure Turbin
4. Turbin
Berfungsi mengubah aliran air menjadi energi mekanik. Air yang jatuh akan mendorong
baling-baling sehingga menyebabkan turbin berputar. Putaran turbin dipengaruhi oleh
besarnya laju aliran air. Semakin besar laju aliran maka putaran turbin semakin cepat dan bila
laju aliran kecil maka putaran turbin akan lambat. Perputaran turbin ini dihubungkan ke
generator. Turbin air kebanyakan bentuknya seperti kincir angin.
5. Generator
Generator listrik adalah sebuah alat yang memproduksi energi listrik dari sumber energi
mekanis. Generator terdiri dari dua bagian utama, yaitu rotor dan stator. Rotor terdiri dari
besi yang dililit oleh kawat dan dipasang secara melingkar sehingga membentuk pasangan
kutub utara dan selatan. Jika kutub ini dialiri arus eksitasi dari Automatic Voltage Regulator
(AVR), maka akan timbul magnet. Rotor terletak satu poros dengan turbin dan dihubungkan
melalui gigi-gigi putar, sehingga jika turbin berputar maka rotor juga ikut berputar. Generator
selanjutnya merubah energi mekanik dari turbin menjadi energi listrik. Magnet yang berputar
memproduksi tegangan di kawat setiap kali sebuah kutub melewati "coil" yang terletak di
stator. Lalu tegangan inilah yang kemudian menjadi listrik.
Agar generator bisa menghasilkan listrik, ada tiga hal yang harus diperhatikan, yaitu:
1. Putaran. Putaran dari generator dipengaruhi oleh putaran dari turbin.
2. Kumparan. Banyak dan besarnya kumparan dari stator akan mempengaruhi besarnya daya
listrik yang dihasilkan.
3. Magnet. Magnet dihasilkan dari putaran rotor.
6. Transformator
Berfungsi untuk mentransmisikan dan mengubah energi dari ukuran satu ke ukuran yang lain.
Transformator yang digunakan adalah transformator step up. Karena digunakan untuk
mengubah energi yang dihasilkan generator menjadi energi yang lebih besar ukuranya.
7. Jalur Transmisi
Berfungsi untuk mengalirkan energi listrik dari PLTA menuju konsumen listrik yaitu rumah-
rumah dan pusat industri.
8. Kondenser
Merupakan pendinginan uap setelah uap melewati Low pressure turbin. Uap yang dingin
akan berubah menjadi fase cair dan dialirkan menuju ke daerator.
9. Daerator
Berfungsi untuk menyerap atau menghilangkan gas – gas yang terkandung pada air pengisi
Boiler, terutama gas O2, karena gas ini akan menimbulkan korosi.
PRINSIP KERJA
Prinsip kerja dari PLTU adalah air dialirkan ke daerator untuk dilepaskan gas O2, karena gas
ini dapat menimbulkan korosi. Dari daerator air akan menuju ke economizer untuk
pamanasan awal air sebelum menuju boiler. Dari economizer terus ke steam drum untuk
pemisahan fasa cair dan fasa gas. Fasa cair akan dipanaskan kembali ke boiler sedangkan fasa
gas akan menuju superheater untuk dijadikan uap tak jenuh. Dari superheater steam akan
digunakan untuk memutar high pressure turbin. Dari high pressure turbin steam akan
dipanaskan lagi di re-heater dan digunakan untuk memutar intermediate pressure turbin dan
low pressure turbine. Dari low pressure turbine steam didinginkan di kondenser dan menjadi
fasa cair lagi. Dari kondenser diteruskan ke daerator, dan begitu seterusnya secara berulang-
ulang. Putaran dari turbin digunakan untuk menggerakkan generator. Generator yang berputar
akan menghasilkan medan magnet karena motor yang berputar bersinggungan dengan
kumparan yang ada di stator. Medan magnet ini akan menjadi energi listrik. Dari generator
energi listrik diteruskan ke transformator untuk penguatan energi. Dari transformator listrik
dialirkan ke seluruh konsumen listrik.
2. Pusat Listrik Tenaga Air (PLTA)
Penggunaan tenaga air mungkin merupakan bentuk konversi energi tertua yang
pernah dikenal manusia. Perbedaan vertical antara batas atas dengan batas bawah bendungan
di mana terletak turbin air, dikenal sebagai tinggi terjun. Tinggi terjun ini mengakibatkan air
yang mengalir akan memperoleh energi kinetic yang kemudian mendesak sudut-sudut turbin.
Bergantung pada tinggi terjun dan debit air, dikenal tiga macam turbin yaitu: Pelton, Francis,
dan Kaplan. Karena tidak menggunakan bahan baker, biaya operasi PLTA sangat rendah,
namun hal ini dibarengi dengan biaya inbvestasi yang sangan tinggi untuk kontruksi
pekarjaan sipilnya. Bergantung pada ketersediaan sumber energi air, PLTA dapat berfungsi
untuk memikul beban puncak ataupun beban dasar. Sebagai sumber daya energi yang dapat
pulih, sumber potensi tenaga air sangat menarik untuk dikembangkan. Tetapi
pemanfaatannya secara luas sangan dibatasi oleh kondisi geografis setempat dan
permasalahan lokasi yang biasanya jauh dari pusat beban. Dari 77 863 MW potensi tenaga air
yang terbesar di seluruh Indonesia, sampai dengan periode Pelita IV baru sekitar 2000 MW
saja yang dimanfaatkan.
Komponen – kompnen dasar PLTA berupa dam, turbin, generator dan transmisi. Dam
berfungsi untuk menampung air dalam jumlah besar karena turbin memerlukan pasokan air
yang cukup dan stabil. Selain itu dam juga berfungsi untuk pengendalian banjir. contoh
waduk Jatiluhur yang berkapasitas 3 miliar kubik air dengan volume efektif sebesar 2,6 miliar
kubik.
Gambar 6 Proses Kerja PLTA
Turbin berfungsi untuk mengubah energi potensial menjadi energi mekanik. Air akan
memukul susu – sudu dari turbin sehingga turbin berputar. Perputaran turbin ini di
hubungkan ke generator. Turbin terdiri dari berbagai jenis seperti turbin Francis, Kaplan,
Pelton, dll.
Generator dihubungkan ke turbin dengan bantuan poros dan gearbox. Memanfaatkan
perputaran turbin untuk memutar kumparan magnet didalam generator sehingga terjadi
pergerakan elektron yang membangkitkan arus AC.
Gambar 6.1 Generator dan Turbin PLTA
Travo digunakan untuk menaikan tegangan arus bolak balik (AC) agar listrik tidak
banyak terbuang saat dialirkan melalui transmisi. Travo yang digunakan adalah travo step up.
Transmisi berguna untuk mengalirkan listrik dari PLTA ke rumah – rumah atau
industri. Sebelum listrik kita pakai tegangannya di turunkan lagi dengan travo step down.
Pembangkit listrik tenaga air konvensional bekerja dengan cara mengalirkan air dari
dam ke turbin setelah itu air dibuang. Saat ini ada teknologi baru yang dikenal dengan
pumped-storage plant .
pumped-storage plant memiliki dua penampungan yaitu:
Waduk Utama (upper reservoir) seperti dam pada PLTA konvensional. Air dialirkan
langsung ke turbin untuk menghasilkan listrik.
Waduk cadangan (lower reservoir). Air yang keluar dari turbin ditampung di lower
reservoir sebelum dibuang disungai.
Pada saat beban puncak air dalam lower reservoir akan di pompa ke upper reservoir sehingga
cadangan air pada Waduk utama tetap stabil.
3. Pusat Listrik Tenaga Gas (PLTG)
Seperti juga pada PLTD, PLTG atau turbin gas merupakan mesin dengan
proses pembakaran dalam (internal combustion). Bahan baker berupa minyak atau gas alam
dibakar di dalam ruang pemvbakar (combustor). Udara yang memasuki kompresor setelah
mengalami tekanan bersama-sama dengan bahan baker disemprotkan ke ruang pembakar
untuk melakukan proses pembakaran. Gas panas hasil pembakaran ini berfungsi sebagai
fluida kerja yang memutar roda turbin bersudut yang terkopel dengan generator sinkron.
Generator sinkron kemudian mengubah energi mekanis menjadi energi listrik. Berbeda
dengan pada PLTD, pada PLTG tidak terdapat bagian mesin yang bergerak tranlasi (bolak-
balik) karena itu ia merupakan mesin yang bebas dari getaran. Meskipun temperature
temperature turbin gas (1000 º C) jauh lebih tinggi daripada temperature turbin uap (583º C),
namun efisiensi konvensi termalnya hanya mencapai 20%-30%. Karena biaya modal yang
rendah, serta biar\ya bahan baker yang tinggi, maka PLTG berfungsi memikul beban puncak.
BAGIAN-BAGIAN UTAMA
Pembangkit listrik Tenaga Gas terdiri atas beberapa bagian-bagian penting
yang harus ada. Adapun bagian-bagian dari Pembangkit Listrik Tenaga Gas adalah sebagai
berikut :
1. Natural Gas Line
Merupakan saluran masuknya udara alami dari luar yang membantu proses pembakaran.
2. Oil Storage
Merupakan tangki yang digunakan untuk menampung bahan bakar.
3. Air Intake
Merupakan saluran masuknya udara dari atmosfer yang akan ditekan kedalam ruang
pembakaran menggunakan kompressor.
4. Compressor
Merupakan alat yang digunakan untuk menekan udara yang masuk dari air intake menuju ke
ruang pembakaran. Didalam kompressor terjadi proses kompresi, yaitu menaikkan temperatur
dan tekanan dari udara agar terjadi proses pembakaran yang sempurna.
5. Combustion Chambers
Merupakan tempat yang digunakan untuk proses pembakaran. Bahan bakar dicampurkan
dengan udara yang telah terkompresi dengan temperatur dan tekanan yang sangat tinggi
sehingga menghasilkan tenaga mekanik untuk menggerakkan turbin.
6. Turbin
Berfungsi mengubah aliran air menjadi energi mekanik. Air yang jatuh akan mendorong
baling-baling sehingga menyebabkan turbin berputar. Putaran turbin dipengaruhi oleh
besarnya laju aliran air. Semakin besar laju aliran maka putaran turbin semakin cepat dan bila
laju aliran kecil maka putaran turbin akan lambat. Perputaran turbin ini dihubungkan ke
generator. Turbin air kebanyakan bentuknya seperti kincir angin.
7. Generator
Generator listrik adalah sebuah alat yang memproduksi energi listrik dari sumber energi
mekanis. Generator terdiri dari dua bagian utama, yaitu rotor dan stator. Rotor terdiri dari
besi yang dililit oleh kawat dan dipasang secara melingkar sehingga membentuk pasangan
kutub utara dan selatan. Jika kutub ini dialiri arus eksitasi dari Automatic Voltage Regulator
(AVR), maka akan timbul magnet. Rotor terletak satu poros dengan turbin dan dihubungkan
melalui gigi-gigi putar, sehingga jika turbin berputar maka rotor juga ikut berputar. Generator
selanjutnya merubah energi mekanik dari turbin menjadi energi listrik. Magnet yang berputar
memproduksi tegangan di kawat setiap kali sebuah kutub melewati "coil" yang terletak di
stator. Lalu tegangan inilah yang kemudian menjadi listrik.
Agar generator bisa menghasilkan listrik, ada tiga hal yang harus diperhatikan, yaitu:
1. Putaran. Putaran dari generator dipengaruhi oleh putaran dari turbin.
2. Kumparan. Banyak dan besarnya kumparan dari stator akan mempengaruhi besarnya daya
listrik yang dihasilkan.
3. Magnet. Magnet dihasilkan dari putaran rotor.
8. Transformator
Berfungsi untuk mentransmisikan dan mengubah energi dari ukuran satu ke ukuran yang lain.
Transformator yang digunakan adalah transformator step up. Karena digunakan untuk
mengubah energi yang dihasilkan generator menjadi energi yang lebih besar ukuranya.
9. Jalur Transmisi
Berfungsi untuk mengalirkan energi listrik dari PLTA menuju konsumen listrik yaitu rumah-
rumah dan pusat industri.
10. Exhaust
Merupakan saluran pembuangan udara-udara sisa yang tidak terpakai lagi setelah digunakan
untuk memutar turbin.
Gambar 7. Proses Pada PLTG
PRINSIP KERJA
Prinsip kerja dari PLTG yaitu bahan bakar minyak yang akan digunakan ditampung
pada suatu kilang yang dinamakan oil storage. Dari oil storage bahan bakar akan dialirkan
menuju ke ruang pembakaan untuk proses pembakaran. Udara dari atmosfer masuk ke dalam
proses melalui air intake. Sebelum masuk ke ruang pembakaran, udara dari atmosfer terlebih
dahulu dilakukan proses kompresi oleh alat yang dinamakan kompressor. Dengan adanya
kompresi maka udara dari atmosfer akan terjadi kenaikan temperatur dan tekanan agar proses
pembakaran terjadi dengan sempurna. Bahan bakar dan udara yang terkompresi bertemu di
ruang pembakaran dan terjadi proses pembakaran. Setelah proses pembakaran maka akan
dihasilkan energi meknik. Energi mekanik inilah yang akan digunakan untuk memutar turbin.
Putaran dari turbin digunakan untuk menggerakkan generator. Generator yang berputar akan
menghasilkan medan magnet karena motor yang berputar bersinggungan dengan kumparan
yang ada di stator. Medan magnet ini akan menjadi energi listrik. Dari generator energi listrik
diteruskan ke transformator untuk penguatan energi. Dari transformator listrik dialirkan ke
seluruh konsumen listrik.
4. Pusat Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).
Pada reactor air tekan (pressurized water reactor) terdapat dua rangkaian yang seolah-
olah terpisah. Pada rangkaian pertama bahan baker uranium-235 yang diperkaya dan
tersususn dalam pipa-pipa berkelompok, disundut untuk menghasilkan panas dalam reactor.
Karena air dalam bejana penuh, maka tidak terjadi pembentukan uap, melainkan air menjadi
panas dan bertekanan. Air panas yang bertekanan tersebut kemudian mengalir ke rangkaian
kedua melalui suatu generator uap yang tebuat dari baja. Generator uap menghasilkan uap
yang memutar turbin dan proses selanjutnya mengikuti siklus tertutup sebagaimana
berlangsung pada turbin uap PLTU.
Keuntungan reactor air tekan yang mempunyai dua rangkaian ini terletak pada
pemisahan rangkaian pertama yang merupakan reactor radioaktif dari proses konversi turbin
uap yang berlangsung pada rangkaian kedua. Dengan demikian, uap yang masuk ke dalam
turbin dan kondensor merupakan uap bersih yang tidak tercemar radioaktif. PLTN yang
mempunyai biaya modal tinggi dan biaya bahan baker rendah itu seyogyanya beroperasi
untuk beban dasar (7000-8000 jam per tahun)
BAGIAN-BAGIAN UTAMA
Pembangkit listrik Tenaga Gas terdiri atas beberapa bagian-bagian penting yang harus
ada. Adapun bagian-bagian dari Pembangkit Listrik Tenaga Gas adalah sebagai berikut :
1. Teras reactor
Merupakan tempat terjadinya reaksi-reaksi kimia dan merupakan reaktor nuklir yang
menghasilkan energi potensial untuk digunakan memutar turbin.
2. Turbin
Berfungsi mengubah aliran air menjadi energi mekanik. Air yang jatuh akan mendorong
baling-baling sehingga menyebabkan turbin berputar. Putaran turbin dipengaruhi oleh
besarnya laju aliran air. Semakin besar laju aliran maka putaran turbin semakin cepat dan bila
laju aliran kecil maka putaran turbin akan lambat. Perputaran turbin ini dihubungkan ke
generator. Turbin air kebanyakan bentuknya seperti kincir angin.
3. Generator
Generator listrik adalah sebuah alat yang memproduksi energi listrik dari sumber energi
mekanis. Generator terdiri dari dua bagian utama, yaitu rotor dan stator. Rotor terdiri dari
besi yang dililit oleh kawat dan dipasang secara melingkar sehingga membentuk pasangan
kutub utara dan selatan. Jika kutub ini dialiri arus eksitasi dari Automatic Voltage Regulator
(AVR), maka akan timbul magnet. Rotor terletak satu poros dengan turbin dan dihubungkan
melalui gigi-gigi putar, sehingga jika turbin berputar maka rotor juga ikut berputar. Generator
selanjutnya merubah energi mekanik dari turbin menjadi energi listrik. Magnet yang berputar
memproduksi tegangan di kawat setiap kali sebuah kutub melewati "coil" yang terletak di
stator. Lalu tegangan inilah yang kemudian menjadi listrik.
Agar generator bisa menghasilkan listrik, ada tiga hal yang harus diperhatikan, yaitu:
1. Putaran. Putaran dari generator dipengaruhi oleh putaran dari turbin.
2. Kumparan. Banyak dan besarnya kumparan dari stator akan mempengaruhi besarnya daya
listrik yang dihasilkan.
3. Magnet. Magnet dihasilkan dari putaran rotor.
4. Transformator
Berfungsi untuk mentransmisikan dan mengubah energi dari ukuran satu ke ukuran yang lain.
Transformator yang digunakan adalah transformator step up. Karena digunakan untuk
mengubah energi yang dihasilkan generator menjadi energi yang lebih besar ukuranya.
5. Jalur Transmisi
Berfungsi untuk mengalirkan energi listrik dari PLTA menuju konsumen listrik yaitu rumah-
rumah dan pusat industry.
6. Kondenser
Merupakan pendinginan uap setelah uap melewati Low pressure turbin. Uap yang dingin
akan berubah menjadi fase cair dan dialirkan menuju ke reaktor kembali.
Gambar 8. Proses pada PLTN
PRINSIP KERJA
PLTN berperasi dengan prinsip yang sama seperti PLK, hanya panas yang digunakan
untuk menghasilkan uap tidak dihasilkan dari pembakaran bahan fosil, tetapi dihasilkan dari
reaksi pembelahan inti bahan fisil (uranium) dalam suatu reaktor nuklir. tenaga panas tersebut
digunakan untuk membangkitkan uap di dalam sistem pembangkit uap ( Steam Generator)
dan selanjutnya sama seperti pada PLK, uap digunakan untuk menggerakkan turbingenerator
sebagai pembangkit tenaga listrik. Sebagai pemindah panas biasa digunakan air yang
disirkulasikan secara terus menerus selama PLTN beroperasi.
Proses pembangkitan listrik ini tidak membebaskan asap atau debu yang mengandung logam
berat yang dibuang ke lingkungan atau melepaskan partikel yang berbahaya seperti CO2,
SO2, NOx ke lingkungan, sehingga PLTN ini merupakan pembangkit listrik yang ramah
lingkungan. Limbah radioaktif yang dihasilkan dari pengoperasian PLTN adalah berupa
elemen bakar bekas dalam bentuk padat. Elemen bakar bekas ini untuk sementara bisa
disimpan di lokasi PLTN sebelum dilakukan penyimpanan secara lestari.
Tabel 1.1 Susunan Kapasitas Terpasang Pembangkit PLN Menurut Jenisnya untuk Keadaan
Akhir Pelita (1988/89)
Kapasitas Terpasang
No Jenis Pembangkit
(MW) (%)
1. PLTA 1989.4 25.6
2. PLTD 1346.6 17.3
3. PLTG 945.0 12.1
4. PLTP 140.0 1.8
5. PLTU : Batu Bara 1330.0 17.1
6. PLTU : Minyak 2036.0 26.1
Total (MW) 7787.0 100
KONVERSI ENERGI ELEKTROMEKANIK
Konversi energy elektromekanik adalah konversi energi dari bentuk mekanik ke
listrik dan dari bentuk listrik ke mekanik. Konversi energi tersebut berlangsung pada system
tenaga melalui peralatan elektromagnet yang disebut generator dan motor seperti gambar 5.
Gambar 9. Konversi Energi Elektromekanik
Pada Gambar 5, Blok disebelah kiri menggambarkan system pembangkit. Melalui
generator sinkron tiga fasa yang menerima kopel dari poros turbin, sistem ini berperan untuk
mengubah bentuk energi mekanik menjadi listrik.
Blok di tengah menggambarkan bagian dari sistem tenaga yang mengirimkan energi
listrik dari sistem pembangkit menuju sistem beban. Untuk mengurangi rugi-rugi panas,
energi yang dikirim perlu dinaikkan tegangannya melalui transformataor penaik tegangan.
Dengan demikian, meskipun transformator bukan termasuk peralatan konversi energi, namun
merupakan alat pembantu elektromagnet yang juga penting dalam sistem tenaga.
Blok disebelah kanan menggambarkan sistem beban yang mengubah sebagian dari
energi listrik menjadi bentuk energi mekanik. Perubahan tersebut berlangsung dalam mesin-
mesin berputar yang disebut motor. Selain itu sebagian energi listrik dipergunakan untuk
keperluan beban lainnya seperti penerangan, pendinginan, dan pemanasan.
TRANSMISI DAN DISTRIBUSI
Apabila saluran transmisi menyalurkan tenaga listrik bertegangan tinggi ke pusat-
pusat beban dalam jumlah besar, maka saluran distribusi berfungsi untuk membagikan tenaga
listrik tersebut kepada pihak pemakai melalui saluran tegangan rendah.
Generator sinkron di pusat pembangkit biasanya menghasilkanb tenaga listrik dengan
tegangan antara 6-20 kV yang kemudian, dengan bantuan transformator, tegangan tersebut
dinaikkan menjadi 150-500 Kv. Saluran tegangan tinggi (STT) menyalurkan tenaga listrik
menuju pusat penerima; di sini tegangan ditirunkan menjadi tegangan subtransmisi 70 Kv.
Pada gardu induk (GI), tenaga listrik yang diterima kemudian dilepaskan menuju trafo
distribusi (TD) dalam bentuk tegangan menengah 20 Kv. Melalui trafo distribusi yang
tersebar di bebagai pusat-pusat beban, tegangan distribusi primer ini diturunkan menjadi
tegangan rendah 220/380 V yang akhirnya diterima piuhak pemakai. Contoh saluran
transmisi dan distribusi terlihat pada Gambar 10.
Gambar 10. Saluran Transmisi dan Distribusi
Ada tiga bagian penting dalam proses penyaluran tenaga listrik, yaitu :
Pembangkitan, Penyaluran (transmisi) dan distribusi seperti pada gambar berikut :
Gambar 11. Transmisi dan Distribusi
Tegangan sistem distribusi dapat dikelompokan menjadi 2 bagian besar, yaitu
distribusi primer (20kV) dan distribusi sekunder (380/220V). Jaringan distribusi 20kV sering
disebut Sistem Distribusi Tegangan Menengah dan jaringan distribusi 380/220V sering
disebut jaringan distribusi sekunder atau disebut Jaringan Tegangan Rendah 380/220V.
Tegangan Transmisi.
Tegangan generator dinaikkan ke tingkat yang dipakai untuk transmisi yaitu antara 11 kV d
765 kV.
Tegangan extra-tinggi (Extra High Voltage – EHV) : 345 500 dan 765 kV.
Tegangan tinggi standar (High Voltage-HV standard) :115kV, 138kV, dan 230kV
Untuk sistem distribusi, tegangan menengah yaitu antara 2,4kV dan 69kV. Umumnya antara
120V dan 69kV dan untuk tegangan rendah yaitu antara 120V sampai 600V
Komponen Transmisi Listrik.
Saluran transmisi Tenaga Listrik terdiri atas :
1. konduktor.
2. Isolator.
3. Tiang Penyangga / Tower
1. Konduktor.
• Kawat konduktor ini digunakan untuk menghantarkan listrik yang ditransmisikan.
• Kawat konduktor untuk saluran transmisi tegangan tinggi ini selalu tanpa pelindung/isolasi,
hanya menggunakan isolasi udara.
• Jenis Konduktor yang dipakai :
1. Tembaga dengan konduktivitas 100% (cu 100%)
2. Tembaga dengan konduktivitas 97,5% (cu 97,5%)
3. Alumunium dengan konduktivitas 61% (Al 61%)
4. Baja (steel)
• Jenis yang sering dipakai adalah jenis alumunium dengan campuran baja.
• Jenis-jenis penghantar Aluminium
Kawat tembaga mempunyai kelebihan dibandingkan dengan kawat penghantar
alumunium, karena konduktivitas dan kuat tariknya lebih tinggi. Akan tetapi juga mempunyai
kelemahan yaitu untuk besaran tahanan yang sama, tembaga lebih berat dan lebih mahal dari
alumunium. Oleh karena itu kawat penghantar alumunium telah mulai menggantikan
kedudukan kawat tembaga. Untuk memperbesar kuat tarik dari kawat alumunium, digunakan
campuran alumunium (alumunium alloy). Untuk saluran transmisi tegangan tinggi, dimana
jarak antara menara/tiang berjauhan, maka dibutuhkan kuat tarik yang lebih tinggi, oleh
karena itu digunakan kawat penghantar ACSR. Kawat penghantar alumunium, terdiri dari
berbagai jenis, dengan lambang sebagai berikut :
1. AAC (All-Alumunium Conductor), yaitu kawat penghantar yang seluruhny terbuat dari
alumunium.
Konduktor Jenis AAC
2. AAAC (All-Alumunium-Alloy Conductor), yaitu kawat penghantar yang seluruhnya terbuat
dari campuran alumunium.
Konduktor Jenis AAAC
3. ACSR (Alumunium Conductor, Steel-Reinforced), yaitu kawat penghantar
alumunium berinti kawat baja.
Konduktor Jenis ACSR
4. ACAR (Alumunium Conductor, Alloy-Reinforced), yaitu kawat penghantar
alumunium yang diperkuat dengan logam campuran.
Jenis yang sering digunakan adalah ACSR.
2. Isolator.
Gambar 13. Isolator
• Isolator pada sistem transmisi tenaga listrik disni berfungsi untuk penahan bagian konduktor
terhadap ground. Isolator disini bisanya terbuat dari bahan porseline, tetapi bahan gelas dan
bahan isolasi sintetik juga sering digunakan disini. Bahan isolator harus memiiki resistansi
yang tinggi untuk melindungi kebocoran arus dan memiliki ketebalan yang secukupnya
(sesuai standar) untuk mencegah breakdown pada tekanan listrik tegangan tinggi sebagai
pertahanan fungsi isolasi tersebut. Kondisi nya harus kuat terhadap goncangan apapun dan
beban konduktor.
• Jenis isolator yang sering digunakan pada saluran transmisi adalah jenis porselin atau gelas.
Menurut penggunaan dan konstruksinya, isolator diklasifikasikan menjadi:
isolator jenis pasak
isolator jenis pos-saluran
isolator jenis gantung
• Isolator jenis pasak dan isolator jenis pos-saluran digunakan pada saluran transmisi dengan
tagangan kerja relatif rendah (kurang dari 22-33kV), sedangkan isolator jenis gantung dapat
digandeng menjadi rentengan rangkaian isolator yang jumlahnya dapat disesuaikan dengan
kebutuhan.
Infrastruktur Transmisi listrik.
1. Tiang Penyangga Saluran transmisi dapat berupa saluran udara dan saluran bawah tanah,
namun pada umumnya berupa saluran udara. Energi listrik yang disalurkan lewat saluran tr
ansmisi udara pada umumnyamenggunakan kawat telanjang sehingga mengandalkan udara
sebagai media antar isolasi antar kawat penghantar.
Dan untuk menyanggah/merentangkan kawat penghantar dengan ketinggian dan jarak yang
aman bagi manusia dan lingkungan sekitarnya, kawat-kawat penghantar tersebut dipasang
pada suatu konstruksi bangunan yang kokoh, yang biasa disebut menara/tower. Antar
menra/tower listrik dan kawat penghantar disekat oleh isolator.
2. Saluran Kabel bawah laut, ini merupakan saluran listrik yang melewati medium bawah air
(laut) karena transmisi antar pulau yang jaraknya dipisahkan oleh lautan.
Konstruksi Saluran Transmisi
Berdasarkan pemasangannya saluran transmisi dibagi menjadi pemasangannya, dua kategori,
yaitu :
1. Saluran Udara (Overhead Lines) saluran transmisi yang menyalurkan energi listrik melalui
kawat-kawat yang digantung pada isolator antara menara atau tiang transmisi.
Gambar 14. Tower sebagai Saluran Udara (Overhead Lines)
2. Saluran kabel bawah tanah (underground cable), saluran transmisi yang menyalurkan energi
listrik melalui kabel yang dipendam didalam tanah.
Gambar 15. Saluran kabel bawah tanah (underground cable)
3. Saluran bawah Laut Saluran transmisi listrik yang di bangun di dalam laut.
Gambar 16. Saluran bawah Laut
3. Jenis-Jenis Tower
Menurut bentuk konstruksinya jenis-jenis tower dibagi atas macam 4yaitu:
a) Lattice tower
b) Tubular steel pole
c) Concrete pole
d) Wooden pole
Klasifikasi Saluran Transmisi Berdasarkan Tegangan
Transmisi tenaga listrik sebenarnya tidak hanya penyaluran energi listrik dengan
menggunakan tegangan tinggi dan melalui saluran udara (overhead line), namun transmisi
adalah proses penyaluran energi listrik dari satu tempat ke tempat lainnya, yang besaran
tegangannya adalah Tegangan Ultra Tinggi (UHV), Tegangan Ekstra Tinggi (EHV),
Tegangan Tinggi (HV), Tegangan Menengah (MHV), dan Tegangan Rendah (LV).
Sedangkan Transmisi Tegangan Tinggi adalah berfungsi menyalurkan energi listrik dari satu
substation (gardu) induk ke gardu induk lainnya. Terdiri dari konduktor yang direntangkan
antara tiang (tower) melalui isolator, dengan sistem tegangan tinggi. Standar tegangan tinggi
yang berlaku diindonesia adalah 30kV, 70kV dan 150kV. Ditinjau dari klasifikasi
tegangannya, transmisi listrik dibagi menjadi :
1. Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 200kV-500kV.
Pada umumnya saluran transmisi di Indonesia digunakan pada pembangkit dengan kapastas
500 kV. Dimana tujuannya adalah agar drop tegangan dari penampang kawat dapat direduksi
secara maksimal, sehingga diperoleh operasional yang efektif dan efisien. Akan tetapi
terdapat permasalahan mendasar dalam pembangunan SUTET ialah konstruksi tiang (tower)
yang besar dan tinggi, memerlukan tanah yang luas, memerlukan isolator yang banyak,
sehingga memerlukan biaya besar. Masalah lain yang timbul dalam pembangunan SUTET
adalah masalah sosial, yang akhirnya berdampak pada masalah pembiayaan.
2. Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 30kV-150kV
Pada saluran transmisi ini memiliki tegangan operasi antara 30kV sampai 150kV.
Konfigurasi jaringan pada umumnya single atau doble sirkuit, dimana 1sirkuit terdiri dari 3
phasa dengan 3 atau 4 kawat. Biasanya hanya 3 kawat dan penghantar netralnya diganti oleh
tanah sebagai saluran kembali. Apabila kapasitas daya yang disalurkan besar, maka
penghantar pada masing-masing phasa terdiri dari dua atau empat kawat (Double atau
Qudrapole) dan Berkas konduktor disebut Bundle konductor. Jarak terjauh yang paling
efektif dari saluran transmisi ini ialah 100km. Jika jarak transmisi lebih dari 100 km maka
tegangan jatuh (drop voltaje) terlalu besar, sehingga tegangan diujung transmisi menjadi
rendah.
3. Saluran Kabel Tegangan Tinggi (SKTT) 30kV-150kV
Saluran transmisi ini menggunakan kabel bawah tanah, dengan alasan beberapa pertimbangan
:
a. ditengah kota besar tidak memungkinkan dipasang SUTT, karena sangat sulit mendapatkan
tanah untuk tapak tower.
b. Untuk Ruang Bebas juga sangat sulit dan pasti timbul protes dari masyarakat, karena padat
bangunan dan banyak gedung-gedung tinggi.
c. Pertimbangan keamanan dan estetika.
d. Adanya permintaan dan pertumbuhan beban yang sangat tinggi.
DAFTAR PUSTAKA
Zuhal, Dasar Teknik Tenaga Listrik dan Elektronika Daya, Gramedia Pustaka Utama,
Jakarta, 1993.
[Link], Analisis Sistem Tenaga Listrik, Edisi 4
Aslimeri,dkk, Teknik Transmisi Tenaga Listrik Jilid 2
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]