Instalasi dan Konfigurasi DHCP Server
Instalasi dan Konfigurasi DHCP Server
ADMINISTRASI SERVER
OLEH : OMAR M. A. A.
TUJUAN
1. Siswa memahami cara kerja DHCP Server secara teoritis.
2. Siswa mampu melakukan instalasi dan konfigurasi DHCP Server.
DASAR TEORI
DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) adalah layanan yang secara otomatis
memberikan nomor IP kepada komputer yang memintanya. Komputer yang
memberikan nomor IP disebut sebagai DHCP server, sedangkan komputer yang
meminta nomor IP disebut sebagai DHCP Client. Dengan demikian administrator
tidak perlu lagi harus memberikan nomor IP secara manual pada saat konfigurasi
TCP/IP, tapi cukup dengan memberikan referensi kepada DHCP Server. Pada saat
DHCP client dihidupkan, maka komputer tersebut melakukan request ke DHCP
Server untuk mendapatkan nomor IP. DHCP Server menjawab dengan
meminjamkan (lease) nomor IP yang ada di database DHCP dan kemudian
mencoret nomor IP tersebut dari daftar pool. Nomor IP diberikan bersama
dengan subnet mask dan default gateway. Jika tidak ada lagi nomor IP yang
dapat diberikan, maka client tidak dapat menginisialisasi TCP/IP, dengan
sendirinya tidak dapat tersambung pada jaringan tersebut.
Setelah periode waktu tertentu, maka pemakaian DHCP Client tersebut
dinyatakan selesai (habis masa pinjamnya) dan jika client tidak memperbaharui
permintaan kembali, maka nomor IP tersebut dikembalikan kepada DHCP Server,
dan server dapat memberikan nomor IP tersebut kepada Client lain yang
membutuhkan. Lama periode ini (masa pinjam) dapat ditentukan dalam menit,
jam, bulan atau selamanya. Jangka waktu disebut leased period.
1
ADMINISTRASI SERVER (C3 - 4) TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN
KELAS XI / SEMESTER GASAL SMK NEGERI 1 TAPIN SELATAN
2
ADMINISTRASI SERVER (C3 - 4) TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN
KELAS XI / SEMESTER GASAL SMK NEGERI 1 TAPIN SELATAN
Empat tahap di atas hanya berlaku bagi client yang belum memiliki alamat. Untuk
client yang sebelumnya pernah meminta alamat kepada DHCP server yang sama,
hanya tahap 3 dan tahap 4 yang dilakukan, yakni tahap pembaruan alamat
(address renewal), yang jelas lebih cepat prosesnya.
Selain dapat menyediakan alamat dinamis kepada client, DHCP Server juga dapat
menetapkan sebuah alamat statik kepada client, sehingga alamat client akan
tetap dari waktu ke waktu. Penetapan IP Address secara statis oleh server ini
dilakukan berdasarkan MAC Address user dan teknik ini disebut Address
Reservation.
Catatan: DHCP server harus memiliki alamat IP yang statis, jadi tidak boleh
ikut- ikutan di-setting DHCP juga.
DHCP SCOPE
DHCP Scope adalah alamat-alamat IP yang dapat disewakan kepada DHCP client.
Ini juga dapat dikonfigurasikan oleh seorang administrator dengan menggunakan
peralatan konfigurasi DHCP server. Biasanya, sebuah alamat IP disewakan dalam
jangka waktu tertentu, yang disebut sebagai DHCP Lease, yang umumnya bernilai
tiga hari. Informasi mengenai DHCP Scope dan alamat IP yang telah disewakan
kemudian disimpan di dalam basis data DHCP dalam DHCP server. Nilai alamat-
alamat IP yang dapat disewakan harus diambil dari DHCP Pool yang tersedia yang
dialokasikan dalam jaringan. Kesalahan yang sering terjadi dalam konfigurasi
DHCP Server adalah kesalahan dalam konfigurasi DHCP Scope.
DHCP LEASE
DHCP Lease adalah batas waktu penyewaan alamat IP yang diberikan kepada
DHCP client oleh DHCP Server. Umumnya, hal ini dapat dikonfigurasikan
sedemikian rupa oleh seorang administrator dengan menggunakan beberapa
peralatan konfigurasi. DHCP Lease juga sering disebut sebagai Reservation.
DHCP OPTIONS
DHCP Options adalah tambahan pengaturan alamat IP yang diberikan oleh DHCP
ke DHCP client. Ketika sebuah client meminta alamat IP kepada server, server
akan memberikan paling tidak sebuah alamat IP dan alamat subnet jaringan.
DHCP server juga dapat dikonfigurasikan sedemikian rupa agar memberikan
tambahan informasi kepada client, yang tentunya dapat dilakukan oleh seorang
administrator. DHCP Options ini dapat diaplikasikan kepada semua client, DHCP
Scope tertentu, atau kepada sebuah host tertentu dalam jaringan.
3
ADMINISTRASI SERVER (C3 - 4) TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN
KELAS XI / SEMESTER GASAL SMK NEGERI 1 TAPIN SELATAN
KELEBIHAN DHCP
1. Memudahkan dalam transfer data kepada PC client lain atau PC server.
2. DHCP menyediakan alamat-alamat IP secara dinamis dan konfigurasi lain.
DHCP ini didesain untuk melayani network yang besar dan konfigurasi
TCP/IP yang kompleks.
3. DHCP memungkinkan suatu client menggunakan alamat IP yang reusable,
artinya alamat IP tersebut bisa dipakai oleh client yang lain jika client
tersebut tidak sedang menggunakannya (off).
4. DHCP memungkinkan suatu client menggunakan satu alamat IP untuk
jangka waktu tertentu dari server.
5. DHCP akan memberikan satu alamat IP dan parameter-parameter
kofigurasi lainnya kepada client.
6. DHCP server merupakan server yang memberikan alamat IP kepada
pengguna secara otomatis. Variasi IP yang digunakan dapat berupa
pembatasan pada range tertentu atau pada MAC address tertentu. Server
DHCP dapat digunakan dalam banyak hal, terutama untuk fasilitas yang
digunakan untuk umum. Tujuan dari dibuatnya layanan DHCP server ini
adalah supaya client dari server tersebut tidak perlu susah-susah lagi
mengkonfigurasi ip address untuk dapat terkoneksi dengan server.
KETERANGAN KONFIGURASI
• ddns-update-style none;
Domain name dari server dhcp, jika ada atau bisa diisi sebagai penamaan
host lokal, misalnya dalam satu server DHCP tersebut juga terdapat server
DNS yang memiliki domain name tertentu, tanpa harus menggunakan
domain yang terdaftar. Client menggunakan acuan domain name tersebut.
4
ADMINISTRASI SERVER (C3 - 4) TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN
KELAS XI / SEMESTER GASAL SMK NEGERI 1 TAPIN SELATAN
PRASYARAT PRAKTIKUM
1. Siswa memahami perintah-perintah dasar Linux.
2. Siswa mampu melakukan setting IP Address pada Debian server.
5
ADMINISTRASI SERVER (C3 - 4) TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN
KELAS XI / SEMESTER GASAL SMK NEGERI 1 TAPIN SELATAN
SKENARIO
LANGKAH KERJA
A. Persiapan
1. Langkah ini perlu Anda lakukan jika Anda melakukan praktikum menggunakan
VirtualBox. Pada VirtualBox terdapat fasilitas DHCP Server yang dapat
mengacaukan atau membingungkan Anda saat pengujian DHCP Server. Oleh
karena itu, kita perlu menonaktifkan fasilitas tersebut terlebih dahulu.
2. Pada jendela utama VirtualBox, klik menu File ---> Preferences.
6
ADMINISTRASI SERVER (C3 - 4) TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN
KELAS XI / SEMESTER GASAL SMK NEGERI 1 TAPIN SELATAN
3. Klik pada Bagian network, kemudian pilih tab Host-only Networks. Setelah itu,
klik pada tombol setting (gambar obeng min).
4. Pada jendelan Host-only Network Details ini, pilih tab DHCP Server. Hilangkan
tanda ceklist pada opsi Enable Server. Klik tombol OK.
7
ADMINISTRASI SERVER (C3 - 4) TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN
KELAS XI / SEMESTER GASAL SMK NEGERI 1 TAPIN SELATAN
B. Instalasi
1. Langkah-langkah instalasi DHCP Server sama saja dengan langkah-langkah
yang kita lakukan pada instalasi software lain pada Debian.
8
ADMINISTRASI SERVER (C3 - 4) TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN
KELAS XI / SEMESTER GASAL SMK NEGERI 1 TAPIN SELATAN
9
ADMINISTRASI SERVER (C3 - 4) TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN
KELAS XI / SEMESTER GASAL SMK NEGERI 1 TAPIN SELATAN
C. Pengaturan Interface
1. Langkah ini perlu Anda lakukan jika pada PC Server terdapat lebih dari satu
kartu jaringan (interface).
2. File konfigurasi yang perlu diedit adalah “isc-dhcp-server” yang berada pada
direktori /etc/default. Pada contoh di bawah, pengeditan menggunakan text
editor nano.
3. Carilah sintak “INTERFACES” pada bagian bawah file, isilah parameternya
menggunakan interface yang akan digunakan untuk menyebarkan DHCP. Pada
gambar di bawah, dicontohkan kartu jaringan yang akan digunakan adalah
eth0.
10
ADMINISTRASI SERVER (C3 - 4) TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN
KELAS XI / SEMESTER GASAL SMK NEGERI 1 TAPIN SELATAN
D. Konfigurasi Sederhana
1. Pada DHCP Server, terdapat dua macam konfigurasi, yaitu konfigurasi yang
sederhana dan konfigurasi yang lengkap. Pada bagian D ini, konfigurasi yang
akan ditampilkan adalah konfigurasi yang sederhana.
2. File konfigurasi berikutnya yang akan kita edit adalah [Link] yang berada
di directory /etc/dhcp.
3. Carilah tulisan “This is a very basic subnet declaration”. Di bawah tulisan
tersebut, ada contoh konfigurasi yang dapat kita contek saat membuat
konfigurasi.
11
ADMINISTRASI SERVER (C3 - 4) TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN
KELAS XI / SEMESTER GASAL SMK NEGERI 1 TAPIN SELATAN
5. Hilangkan tanda pagar pada sintak hasil copy dari sintak asli. Sesuaikanlah
sintak konfigurasi dengan skenario jaringan yang ditampilkan di awal.
Contoh konfigurasi
Keterangan :
a. subnet, adalah alamat jaringan atau alamat network yang akan digunakan.
Ingat! Alamat jaringan ditentukan oleh subnetmask yang digunakan pada
skenario.
b. netmask, adalah subnetmask yang digunakan.
c. range, adalah jarak IP Address yang akan diberikan kepada client. Range ini
tidak boleh alamat IP Address yang berada di luar alamat IP yang
ditentukan oleh subnetmask. Pada gambar di atas, dicontohkan bahwa
range IP Address yang akan digunakan adalah dari [Link] sampai
dengan [Link]. IP Address [Link] tidak digunakan karena
sudah digunakan oleh server.
d. option routers, adalah alamat default gateway. Parameter dapat berupa
domain atau dapat pula berupa IP Address, keduanya dipisahkan
menggunakan tanda koma.
6. Simpan file konfigurasi.
12
ADMINISTRASI SERVER (C3 - 4) TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN
KELAS XI / SEMESTER GASAL SMK NEGERI 1 TAPIN SELATAN
7. Restart service DHCP Server. Jika konfigurasi benar, DHCP Server tidak akan
mengeluarkan tulisan “failed!” lagi.
13
ADMINISTRASI SERVER (C3 - 4) TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN
KELAS XI / SEMESTER GASAL SMK NEGERI 1 TAPIN SELATAN
14
ADMINISTRASI SERVER (C3 - 4) TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN
KELAS XI / SEMESTER GASAL SMK NEGERI 1 TAPIN SELATAN
6. Atur konfigurasi IP Address dan DNS pada opsi “obtain…...” yang maksudnya
akan mendapatkan konfigurasi secara otomatis (dari DHCP Server).
15
ADMINISTRASI SERVER (C3 - 4) TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN
KELAS XI / SEMESTER GASAL SMK NEGERI 1 TAPIN SELATAN
9. Klik dua kali untuk mengaktifkan kembali kartu jaringan. Pada gambar di
bawah, terlihat tulisan “Identifying...” yang berarti client sedang mencoba
menghubungi DHCP Server.
10. Jika tulisan “Identifying” sudah menghilang, langkah berikutnya kita akan
mengecek apakah client sudah mendapatkan IP Address dari server atau
belum.
11. Klik kanan pada kartu jaringan, pilih status.
16
ADMINISTRASI SERVER (C3 - 4) TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN
KELAS XI / SEMESTER GASAL SMK NEGERI 1 TAPIN SELATAN
13. Perhatikanlah isi jendela “Network Connection Details” pada client, terutama
pada bagian IP Address, subnetmask dan Default Gateway. Silakan dicek
apakah IP Address sudah sesuai dengan apa yang kita tulis sebelumnya saat
konfigurasi DHCP Server.
17
ADMINISTRASI SERVER (C3 - 4) TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN
KELAS XI / SEMESTER GASAL SMK NEGERI 1 TAPIN SELATAN
14. Anda juga dapat melakukan cek IP Address menggunakan command prompt
menggunakan perintah “ipconfig” seperti pada gambar di bawah ini.
Pada gambar di atas, terlihat bahwa pada bagian “DNS Suffix” ada tulisan
“[Link]” yang merupakan konfigurasi default dari DHCP Server. Pada
bagian berikutnya, kita akan mengganti pengaturan DNS ini.
18
ADMINISTRASI SERVER (C3 - 4) TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN
KELAS XI / SEMESTER GASAL SMK NEGERI 1 TAPIN SELATAN
16. The question is, bagaimana jika client gagal menghubungi DHCP Server, apa
yang terjadi? Jika client gagal menghubungi DHCP Server, maka client (ini
hanya untuk Microsoft WIndows) akan menggunakan IP Address
Autoconfiguration yaitu: [Link] dengan subnetmask [Link]
seperti pada gambar di bawah ini.
20
ADMINISTRASI SERVER (C3 - 4) TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN
KELAS XI / SEMESTER GASAL SMK NEGERI 1 TAPIN SELATAN
5. Hilangkan tanda pagar yang berada di depan sintak hasil duplikat tadi.
6. Sesuaikan sintak-sintak konfigurasi yang sudah kita duplikat dari contoh
konfigurasi tadi seperti pada gambar di bawah ini.
Keterangan :
a. option domain-name, adalah domain dari DHCP Server (jika ada). Jika tidak
ada, dapat pula diisi dengan hostname dari DHCP Server. Pada sisi client
(windows), ini ditampilkan sebagai “Connection-spesific DNS Suffix”. Pada
gambar di atas, dicontohkan menggunakan domain “[Link]”.
b. option domain-name-servers, adalah alamat (IP Address atau domain)
yang digunakan sebagai DNS Server. Pada opsi ini, parameternya dapat
lebih dari satu dan dipisahkan oleh tanda koma. Urutan parameter akan
menjadi urutan prioritas DNS Server. Pada gambar di atas, dicontohkan IP
Address server adalah IP Address dari DHCP Server itu sendiri.
c. option broadcast-address, adalah variabel untuk menentukan alamat
broadcast dari DHCP Server.
d. default-lease-time, adalah waktu pinjam IP Address dimana client harus
memperpanjang masa peminjaman IP Address. Parameternya
menggunakan satuan detik. Pada gambar di atas, parameter yang
digunakan adalah 600 atau 10 menit.
21
ADMINISTRASI SERVER (C3 - 4) TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN
KELAS XI / SEMESTER GASAL SMK NEGERI 1 TAPIN SELATAN
22
ADMINISTRASI SERVER (C3 - 4) TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN
KELAS XI / SEMESTER GASAL SMK NEGERI 1 TAPIN SELATAN
23
ADMINISTRASI SERVER (C3 - 4) TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN
KELAS XI / SEMESTER GASAL SMK NEGERI 1 TAPIN SELATAN
H. Pemesanan Alamat
1. Pemesanan alamat ini dapat digunakan jika Anda (sebagai administrator)
menginginkan bahwa ada client yang IP Address-nya tetap dan tidak dapat
dipinjam oleh client lain. Penentuan ini dilakukan berdasarkan MAC Address
dari client.
2. Untuk melihat IP Address client, bukalah jendela dimana Anda tadi melihat IP
Address client. Perhatikan pada bagian Physical Address! Di sebelah kanannya,
terlihat angka desimal yang merupakan MAC Address dari client.
3. Okay, sekarang kita sudah mengetahui MAC Address dari client. Langkah
berikutnya kita akan kembali mengkonfigurasi DHCP Server.
4. Edit kembali file konfigurasi DHCP Server.
5. Carilah baris “host fantasia”. Dari baris “host fantasia” hingga tanda tutup
kurung kurawal ( } ) merupakan 4 baris contoh konfigurasi untuk pemesanan
alamat.
24
ADMINISTRASI SERVER (C3 - 4) TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN
KELAS XI / SEMESTER GASAL SMK NEGERI 1 TAPIN SELATAN
25
ADMINISTRASI SERVER (C3 - 4) TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN
KELAS XI / SEMESTER GASAL SMK NEGERI 1 TAPIN SELATAN
27
ADMINISTRASI SERVER (C3 - 4) TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN
KELAS XI / SEMESTER GASAL SMK NEGERI 1 TAPIN SELATAN
5. Jika tanpa menggunakan DHCP Relay, client yang dapat menyewa IP Address
dari DHCP Server hanya client A1, A2, dan A3, sedangkan client B1, B2, dan B3
tidak dapat menyewa IP Address karena sebuah broadcast hanya dapat
disebarkan pada network/subnet yang sama saja.
6. Namun, jika pada Router diinstal DHCP Relay, maka broadcast permintaan
penyewaan yang diterima oleh Router dari client B1, B2, dan B3 akan
diteruskan ke switch A yang nantinya akan diterima oleh DHCP Server.
7. Karena DHCP Server akan melayani penyewaan IP Address lebih dari satu
network/subnet, maka pada DHCP Server harus buat konfigurasi sesuai
dengan jumlah network/subnet yang akan dilayani. Sebagai contoh, untuk
melayani jaringan di atas perlu dibuat dua konfigurasi pada DHCP Server.
Perhatikan konfigurasi di bawah ini!
28
ADMINISTRASI SERVER (C3 - 4) TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN
KELAS XI / SEMESTER GASAL SMK NEGERI 1 TAPIN SELATAN
11. Saat penulis melakukan instalasi paket di atas pada debian 7.2.0, paket di atas
dapat ditemukan pada DVD 3. Anda juga dapat melakukan instalasi langsung
dari repository resmi debian.
deb [Link] wheezy main contrib
12. Selain itu, Anda juga dapat mendownload file tersebut secara manual dan
menginstalnya dengan cara manual pula yang tentunya akan sangat membantu
jika Anda berada di tempat yang minim Internet.
[Link]
29
ADMINISTRASI SERVER (C3 - 4) TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN
KELAS XI / SEMESTER GASAL SMK NEGERI 1 TAPIN SELATAN
13. Saat melakukan instalasi, Anda akan ditanyai beberapa hal di bawah ini.
Pertama, kita akan ditanyai berapa IP Address DHCP Server.
14. Berikutnya kita akan ditanya mengenai kartu jaringan yang mana yang akan
melayani client. Anda dapat mengisinya dengan eth0, eth1 atau dengan
ethernet berapapun sesuai dengan kondisi jaringan Anda. Namun Anda juga
dapat mengosongkannya agar DHCP Relay mendengarkan dari semua
interface dan mendeteksi sendiri paket dari client.
15. Terakhir, kita ditanya apakah kita ingin memberikan parameter khusus saat
router menjalankan daemon DHCP Relay. Jika Anda tidak memerlukannya,
biarkan saat blank dan pilih OK.
16. Hasil konfigurasi ini akan disimpan dalam direktori /etc/default/ pada file isc-
dhcp-relay.
31
ADMINISTRASI SERVER (C3 - 4) TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN
KELAS XI / SEMESTER GASAL SMK NEGERI 1 TAPIN SELATAN
17. Jika Anda mengedit file konfigurasi di atas, jangan lupa untuk me-restart
service DHCP Relay.
#service isc-dhcp-relay restart
18. Cara pengujian pada client sama dengan pengujian DHCP Server biasa.
19. Hasil pengujian pun pada dasarnya sama seperti hasil pengujian DHCP Server
biasa. Satu hal yang perlu diperhatikan adalah IP DHCP Server yang didapatkan
client.
32
ADMINISTRASI SERVER (C3 - 4) TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN
KELAS XI / SEMESTER GASAL SMK NEGERI 1 TAPIN SELATAN
TUGAS
Buatlah laporan praktikum yang minimal berisi hal-hal berikut:
• Cover
• Tujuan Praktikum
DAFTAR PUSTAKA
Arwan. 2012. Membangun DHCP Server Pada Jaringan Lokal.
Gonzales, Sergio. 2013. DHCP Forwarding with a Relay Server.
[Link]
[Link]. Diakses pada tanggal 23/11/2014.
Siyamta. 2013. Administrasi Server. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan:
Malang.
33