MODUL PERKULIAHAN
Database
Environmen
t
Konsep Database Environment
Menerapkan Database Environment
Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh
02
Ilmu Komputer Informatika 87033 Adi Hartanto, ST.,[Link]
Abstract Kompetensi
Infrastruktur teknologi DBMS dan Mahasiswa diharapkan mampu
penyimpanan dalam database membuat database yang kompeten
Mengenal Database Environment
Konsep Database Environment
Database Environment (Lingkungan Basis Data) adalah infrastruktur teknologi yang
diperlukan untuk mendukung pelaksanaan DBMS (Database Management System) dan
penyimpanan dari database yang dikelola, termasuk perangkat keras komputer, mass
storage, sistem operasi, perangkat lunak DBMS, data aktual, dan deskripsi data.
Komponen-komponen dari Database Environment :
CASE Tools (alat bantu rekayasa piranti lunak)
Repository (pusat penampungan metadata / gudang data)
Database Management System (software untuk memanage database)
Database (tempat penampungan data)
Application Programs (software yang akan memakai data dari database)
User Interface (desain teks dan grafis yang akan ditampilkan kepada user)
Data Administrators (orang yang bertanggung jawab dalam melakukan perawatan
pada database)
System Developers (orang yang bertanggung jawab dalam mendesain database dan
software)
End Users (orang yang menggunakan aplikasi dan database)
Proses Perancangan Database
Proses perancangan database terdiri dari 6 tahap:
Tahap 1, Pengumpulan data dan analisis
Tahap 2, Perancangan database secara konseptual
Tahap 3, Pemilihan DBMS
Tahap 4, Perancangan database secara logika (data model mapping)
Tahap 5, Perancangan database secara fisik
Tahap 6, Implementasi Sistem database
Tahap 1 dan 6 kadang-kadang bukan merupakan bagian dari perancangan database.
Sedangkan yang merupakan inti dari proses perancangan databaseadalah pada tahap 2, 4,
5.
2017 Sistem Multimedia
2 Adi Hartanto, ST., [Link]
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
[Link]
Tahap 1 – Pengumpulan data dan analisa. Merupakan suatu tahap dimana kita
melakukan proses indentifikasi dan analisa kebutuhan-kebutuhan data dan ini disebut
pengumpulan data dan analisa. Untuk menentukan kebutuhan-kebutuhan suatu
sistem database, kita harus mengenal terlebih dahulu bagian-bagian lain dari sistem
informasi yang akan berinteraksi dengan sistem database, termasuk para user yang
ada dan para useryang baru beserta aplikasi-aplikasinya. Kebutuhan-kebutuhan dari
para user dan aplikasi-aplikasi inilah yang kemudian dikumpulkan dan dianalisa.
Berikut ini adalah aktifitas-aktifitas pengumpulan data dan analisa:
o Menentukan kelompok pemakai dan bidang-bidang aplikasinya
o Peninjauan dokumentasi yang ada
o Analisa lingkungan operasi dan pemrosesan data
o Daftar pertanyaan dan wawancara
Tahap 2, Perancangan database secara konseptual. Pada tahap ini akan
dihasilkan conceptual schema untuk database yang tergantung pada sebuah DBMS
yang spesifik. Sering menggunakan sebuah high-level data modelseperti ER/EER
modelselama tahap ini. Dalam conceptual schema, kita harus merinci aplikasi-
aplikasi databaseyang diketahui dan transaksi-transaksi yang [Link]
perancangan databasesecara konseptual mempunyai 2 aktifitas pararel:
o Perancangan skema konseptual. Menguji kebutuhan-kebutuhan data dari
suatu database yang merupakan hasil dari tahap 1 dan menghasilkan
sebuah conceptual database schema pada DBMS-independent model data
tingkat tinggi seperti EER (Enhanced Entity Relationship) [Link]
menghasilkan skema tersebut dapat dihasilkan dengan penggabungan
bermacam-macam kebutuhan user dan secara langsung membuat skema
database atau dengan merancang skema-skema yang terpisah dari kebutuhan
tiap-tiap user dan kemudian menggabungkan skema-skema tersebut. Model
data yang digunakan pada perancangan skema konseptual adalah DBMS-
independent dan langkah selanjutnya adalah memilih DBMS untuk melakukan
rancangan tersebut.
o Perancangan transaksi. Menguji aplikasi-aplikasi databasedimana kebutuhan-
kebutuhannya telah dianalisa pada fase 1, dan menghasilkan perincian
transaksi-transaksi [Link] tahap ini yang diproses secara paralel bersama
tahapp perancangan skema konseptual adalah untuk merancang karakteristik
dari transaksi-transaksi database yang telah diketahui pada suatu DBMS-
independent. Transaksi-transaksi ini akan digunakan untuk memproses dan
memanipulasi database suatu saat dimana database tersebut dilaksanakan.
2017 Sistem Multimedia
3 Adi Hartanto, ST., [Link]
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
[Link]
Tahap 3, Pemilihan DBMS. Pemilihan databaseditentukan oleh beberapa faktor
diantaranya faktor teknik, ekonomi, dan politik [Link] faktor teknik:
Keberadaan DBMS dalam menjalankan tugasnya seperti jenis-jenis DBMS (relational,
network, hierarchical, dan lain-lain), struktur penyimpanan, dan jalur akses yang
mendukung DBMS, pemakai, dan [Link]-faktor ekonomi dan organisasi yang
mempengaruhi satu sama lain dalam pemilihan DBMS :
o Struktur data. Jika data yang disimpan dalam database mengikuti struktur hirarki,
maka suatu jenis hirarki dari DBMS harus dipikirkan.
o Personal yang telah terbiasa dengan suatu sistem. Jika staf programmer dalam
suatu organisasi sudah terbiasa dengan suatu DBMS, maka hal ini dapat
mengurangi biaya latihan dan waktu belajar.
o Tersedianya layanan penjual. Keberadaan fasilitas pelayanan penjual sangat
dibutuhkan untuk membantu memecahkan beberapa masalah sistem.
Tahap 4, Perancangan database secara logika (data model mapping). Tahap
selanjutnya adalah membuat sebuah skema konseptual dan skema eksternal pada
model data dari DBMS yang terpilih. Tahap ini dilakukan oleh pemetaan skema
konseptual dan skema eksternal yang dihasilkan pada tahap 2. Pada tahap ini, skema
konseptual ditransformasikan dari model data tingkat tinggi yang digunakan pada
tahap 2 ke dalam model data dari model data dari DBMS yang dipilih pada tahap
[Link] tersebut dapat diproses dalam 2 tingkat:
o Pemetaan system-independent. Pemetaan ke dalam model data DBMS dengan
tidak mempertimbangkan karakteristik atau hal-hal yang khusus yang berlaku
pada implementasi DBMS dari model data tersebut.
o Penyesuain skema ke DBMS yang spesifik. Mengatur skema yang dihasilkan
pada langkah 1 untuk disesuaikan pada implementasi yang khusus di masa
yang akan datang dari suatu model data yang digunakan pada DBMS yang
[Link] dari tahap ini memakai perintah-perintah DDL (Data Definition
Language) dalam bahasa DBMS yang dipilih yang menentukan tingkat skema
konseptual dan eksternal dari sistem database. Tetapi 10 dalam beberapa hal,
perintah-perintah DDL memasukkan parameter-parameter rancangan fisik
sehingga DDL yang lengkap harus menunggu sampai tahap
perancangan databasesecara fisik telah [Link] ini dapat dimulai setelah
pemilihan sebuah implementasi model data sambil menunggu DBMS yang
spesifik yang akan dipilih. Contoh: jika memutuskan untuk menggunakan
beberapa relational DBMS tetapi belum memutuskan suatu relasi yang utama.
2017 Sistem Multimedia
4 Adi Hartanto, ST., [Link]
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
[Link]
Rancangan dari skema eksternal untuk aplikasi-aplikasi yang spesifik seringkali
sudah selesai selama proses ini.
Tahap 5, Perancangan database secara fisik. Perancangan database secara fisik
merupakan proses pemilihan struktur-struktur penyimpanan dan jalur-jalur akses
pada file-file databaseuntuk mencapai penampilan yang terbaik pada bermacam-
macam [Link] fase ini, dirancang spesifikasi-spesifikasi untuk database yang
disimpan yang berhubungan dengan struktur-struktur penyimpanan fisik, penempatan
record dan jalur akses. Berhubungan dengan internal schema(pada istilah 3 level
arsitektur DBMS).Beberapa petunjuk dalam pemilihan perancangan databasesecara
fisik :
o Response time. Waktu yang telah berlalu dari suatu transaksi database yang
diajukan untuk menjalankan suatu tanggapan. Pengaruh utama pada response
time adalah di bawah pengawasan DBMS yaitu : waktu akses database untuk
data item yang ditunjuk oleh suatu transaksi. Response time juga dipengaruhi
oleh beberapa faktor yang tidak berada di bawah pengawasan DBMS, seperti
penjadwalan sistem operasi atau penundaan komunikasi.
o Space utility. Jumlah ruang penyimpanan yang digunakan oleh file-file
database dan struktur-struktur jalur akses.
o Transaction throughput. Rata-rata jumlah transaksi yang dapat diproses per
menit oleh sistem database, dan merupakan parameter kritis dari sistem
transaksi (misal : digunakan pada pemesanan tempat di pesawat, bank, dll).
Hasil dari fase ini adalah penentual awal dari struktur penyimpanan dan jalur
akses untuk file-file database.
Tahap 6, Implementasi Sistem database. Setelah perancangan secara logika dan
secara fisik lengkap, kita dapat melaksanakan sistem database. Perintah-perintah
dalam DDL dan SDL(Storage Definition Language) dari DBMS yang dipilih, dihimpun
dan digunakan untuk membuat skema database dan file-file database(yang kosong).
Sekarang databasetersebut dimuat (disatukan) dengan [Link] data harus
dirubah dari sistem komputer sebelumnya, perubahan-perubahan yang rutin mungkin
diperlukan untuk format ulang datanya yang kemudian dimasukkan ke database yang
baru. Transaksi-transaksi database sekarang harus dilaksanakan oleh para
programmmer [Link] secara konseptual diuji dan dihubungkan dengan
kode program dengan perintah-perintah dari embedded DML yang telah ditulis dan
diuji. Suatu saat transaksi-transaksi tersebut telah siap dan data telah dimasukkan ke
dalam database, maka tahap perancangan dan implementasi telah selesai, dan
kemudian tahap operasional dari sistem database dimulai.
2017 Sistem Multimedia
5 Adi Hartanto, ST., [Link]
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
[Link]
Istilah-Istilah Basis Data
Istilah “basis data” berawal dari ilmu komputer. Meskipun kemudian artinya semakin
luas, memasukkan hal-hal di luar bidang elektronika, artikel ini mengenai basis data
komputer. Catatan yang mirip dengan basis data sebenarnya sudah ada sebelum revolusi
industri yaitu dalam bentuk buku besar, kuitansi dan kumpulan data yang berhubungan
dengan bisnis.
Istilah basis data mengacu pada koleksi dari data-data yang saling berhubungan, dan
perangkat lunaknya seharusnya mengacu sebagai sistem manajemen basis data (database
management system/DBMS). Jika konteksnya sudah jelas, banyak administrator dan
programer menggunakan istilah basis data untuk kedua arti tersebut.
1. DBMS (Database Management System)
DBMS adalah Perangkat Lunak yang menangani semua pengaksesan ke basis
data. DBMS ini adalah software pengelola dari kita membuat sebuah basis data.
perhatikan gambar dibawah ini :
Fungsi DBMS :
- Definisi data dan hubungannya
- Memanipulasi data
- Keamanan dan integritas data
- Security dan integritas data
- Recovery/perbaikan dan concurency data
- Data dictionary
- Unjuk kerja / performance
2. Enterprise
Enterprise yaitu Suatu bentuk organisasi atau lembaga sebuah perusahaan
contohnya yaitu bank, universitas, rumah sakit, dll.
Data yang disimpan dalam basis data merupakan data operasional dari suatu
enterprise. Contoh data operasional : data keuangan, data mahasiswa, data pasien
2017 Sistem Multimedia
6 Adi Hartanto, ST., [Link]
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
[Link]
3. Entitas
Entitas yaitu Suatu obyek yang dapat dibedakan dari lainnya yang dapat
diwujudkan dalam basis data. Tentu saja, entitas ini biasanya mempunya sebuah
atribut. Kumpulan dari entitas disebut Himpunan Entitas (exp. Semua Mahasiswa).
Contoh Entitas dalam lingkungan universitasyaitu : Mahasiswa, mata kuliah
4. Atribut (Elemen Data).
Atribut yaitu Karakteristik dari suatu entitas atau sebuah komponen bagian dari
Entitas.
Contoh : Entitas Mahasiswa atributnya terdiri dari Npm, Nama, Alamat, Tanggal lahir.
5. Nilai Data (Data Value)
Nilai data yaitu Isi data / informasi yang tercakup dalam setiap elemen data.
Contoh Atribut dari entitas Mahasiswa dapat berisi Nilai Data : agus, arif, dina, susi.
6. Kunci Elemen Data (Key Data Element)
Kunci Elemen Data / Primary key yaitu Tanda pengenal yang secara unik
mengidentifikasikan entitas dari suatu kumpulan entitas. Pada dasarnya, Primarykey
ini haruslah unik, dan nilai data dari primarykey ini tidak boleh sama dengan nilai data
dengan yang lainnya.
Contoh Entitas Mahasiswa yang mempunyai atribut-atribut npm, nama, alamat,
tanggal lahir menggunakan Kunci Elemen Data npm.
7. Record Data
Record Data yaitu Kumpulan Isi Elemen data yang saling berhubungan.
Contoh : kumpulan atribut npm, nama, alamat, tanggal lahir dari Entitas
Mahasiswa berisikan : “10200123″, “Sulaeman”, “Jl. Sirsak 28 Jakarta”, “8 Maret
1983″.
2017 Sistem Multimedia
7 Adi Hartanto, ST., [Link]
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
[Link]
Arsitektur DBMS
Enterprise DBMS dirancang untuk skalabilitas dan kinerja tinggi. Depertemental
DBMS, untuk mendukung kelompok kerja kecil-menengah dalam sebuah
organisasi;.Personal DBMS dirancang untuk pengguna tunggal, Contoh. Microsoft Access
dan Visual [Link] DBMS merupakan versi khusus dari DBMS departemenal atau
[Link] mobile memungkinkan database lokal akses dan modifikasi pada laptop
atau perangkatgenggam.
Arsitektur DBMS (DataBase Management System) ini dikenal dengan nama arsitektur
tiga skema (three-schema architecture) dimana fungsi ini untuk memisahkan antara basis
data fisik dengan program aplikasi user. Skema-skema tersebut adalah sebagai berikut:
a. Level internal merupakan skema internal yang memuat deskripsi struktur
penyimpanan basis data dan menggunakan model data fisikal serta mendefinisikan
secara detail penyimpanan data dalam basis data, serta jalur pengaksesan data.
b. Level konsepsual adalah skema yang memuat deskripsi struktur basis data secara
keseluruhan untuk semua pemakai. Skema ini hanya memuat deskripsi tentang
entitas, atribut, hubungan dan batasan, tanpa memuat deskripsi data secara detail.
c. Level eksternal merupakan skema eksternal (user view) yang mendefinisikan
pandangan data terhadap sekelompok user (local view) dengan menyembunyikan
data lain yang tidak diperlukan oleh kelompok user tersebut.
Keuntungan dari arsitektur ini antara lain:
- Perubahan skema konsepsual, yaitu adanya perubahan dalam skema konsepsual
contohnya penambahan suatu item data tidak akan berpengaruh pada program
aplikasi. Tetapi jika skema eksternal tidak sesuai lagi dengan skema konsepsual yang
baru maka program aplikasi harus disesuaikan juga.
- Perubahan skema internal. Pemisahan antara skema eksternal dan skema internal
berfungsi untuk menjaga bila terjadi perubahan skema internal, misalnya ada
penambahan “pointer” pada rekaman tidak memerlukan perubahan pada aplikasi.
- Perubahan skema eksternal. Adanya penambahan skema eksternal atau pembuatan
skema eksternal baru tidak akan berpengaruh pada aplikasi yang ada selama aplikasi
tersebut tidak mengakses data berdasarkan skema yang baru.
Komponen DBMS
Komponen-komponen DBMS (Howe,1991) terdiri dari:
2017 Sistem Multimedia
8 Adi Hartanto, ST., [Link]
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
[Link]
a. Interface, yang didalamnya terdapat bahasa manipulasi data (data manipulation
language)
b. Bahasa definisi data (data definition language) untuk skema eksternal, skema
konsepsual dan skema internal.
c. Sistem kontrol basis data (Database Control System) yang mengakses basis data
karena adanya perintah dari bahasa manipulasi data. Contoh bahasa menggunakan
komponen-komponen tersebut adalah SQL (Structured Query Language). SQL
merupakan bahasa standar yang digunakan oleh kebanykan aplikasi-aplikasi DBMS.
Klasifikasi DBMS
Sistem Basisi Data dapat diklasifikasikan menjadi tiga bagian, yang terdiri dari:
a. Klasifikasi berdasarkan model data. Klasifikasi ini terdiri dari model data hirarki, model
data jaringan, model data relasional.
1. Model data hirarki. Dalam model ini, data disusun menurut struktur pohon yang
merupakan bentuk lain dari abstraksi data untuk basis data akademi. Pada
puncak hirarki diesbut dengan akar (root). Tiap entitas tingkat atas (parent)
mempunyai satu atau lebih sub-entitas (children) sehingga setiap entitas hanya
boleh mempunyai satu induk, tetapi dapat mempunyai banyak anak. Pada mode
data hirarki, hubungan antar entitas dinyatakan dalam satu-banyak (one to
many) atau satu-satu (one to one). Dalam satu Universitas terdapat banyak
Fakultas dan setiap Fakultas terdapat banyak Dosen atau banyak Mahasiswa,
dan seterusnya. Tanda panah menunjukkan derajat keterhubungan “banyak”.
Untuk menampilkan semua mata kuliah pada Fakultas tertentu harus dilakukan
dalam dua tahap. Yang pertama adalah menampilkan rekaman semua Dosen
yang mengajar di Fakultas tersebut, kemudian baru mata kuliah yang dipegang
oleh para Dosen. Dalam hal ini penampilan data terlihat kurang efisien, sebab
menggunakan entitas perantara (dosen) yang harus ditampilkan juga.
Dikarenakan kunci data yang digunakan untuk menghubungkan antar entitas
diberi kode dalam struktur data, maka untuk jumlah entitas perantara yang
sedikit masih dapat dikatakan efisien.
2017 Sistem Multimedia
9 Adi Hartanto, ST., [Link]
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
[Link]
2. Model data Jaringan. Dalam model ini setiap entitas dapat mempunyai banyak
induk dan banyak anak. Pada gambar menunjukkan entitas mata kuliah
mempunyai dua induk, yaitu langsung berhubungan dengan Fakultas dan
Dosen.
2017 Sistem Multimedia
10 Adi Hartanto, ST., [Link]
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
[Link]
Dalam model ini lebih sedikit terdapat data rangkap, namun lebih banyak
terdapat hubungan antar entitas, sehingga akan menambah informasi hubungan
yang harus disimpan dalam database. Hal ini akan menambah volume dan
kerumitan dalam penyimpanan berkas data.
3. Model data Relasional. Dalam model ini setiap field dapat dijadikan kunci data.
Data rekaman disusun dari nilai yang berhubungan (record). Baris-baris ini akan
membentuk tabel yang umunya tersimpan dalam satu berkas (file).
Dengan menggunakan model ini, pencarian field dari suatu tabel atau
banyak tabel dapat dilakukan dengan cepat. Pencarian atribut yang
berhubungan pada tabel yang berbeda dapat dilakukan dengan menghubungkan
terlebih dahulu tabel-tabel tersebut dengan menggunakan atribut yang sama
(joint operation).
b. Klasifkasi berdasarkan lokasi penyimpanan data, yaitu DBMS terpusat dan DBMS
terdistribusi. Dalam DBMS terpusat basis data disimpan dalam satu komputer media
penyimpan sehingga pengguuna sistem mengakses data dari pusat. DBMS
terdistribusi, basis data tersebar pada penyimpanan tiap terminal pengguna (client).
Antar pengguna dapat mengakses data secara langsung tanpa perlu melalui pusat
penyimpanan. DBMS ini memerlukan sistem kontrol yang rumit.
c. Klasifikasi berdasarkan tujuan DBMS digunakan yaitu tujuan umum (general
purpose) dan tujuan khusus (special purpose). Untuk tujuan umum dapat digunakan
untuk berbagai tujuan dengan memperlakukan data sama menurut penggunaannya
contoh aplikasinya adalah DBASE, ORACLE, FOXBASE dan sebagainya. DBMS
tujuan khusus dirancang dan digunakan untuk keperluan tertentu, sebagai contoh
pengelolaan data karyawan pada perusahaan Asuransi.
2017 Sistem Multimedia
11 Adi Hartanto, ST., [Link]
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
[Link]
Macam-Macam DBMS
MySQL. MySQL merupakan sebuah perangkat lunak system manajemen basis data
SQL (bahasa inggris : data management system) atau DNMS yang multithread, multi-
user, dengan sekitar 6 juta instalasi di seluruh dunia. MySQL AB membuat MySQL
tersedia sebagai perangkat lunak gratis di bawah lisensi GNU General Public Licenci
(GPL), tetapi mereka juga menjual dibawah lisensi komersial untuk kasus-kasus
dimana penggunaannya tidak cocok dengan penggunaan GPL . Tidak seperti Apache
yang merupakan software yang dikembangkan oleh komunitas umum, dan cipta untuk
code sumber dimiliki oleh penulisnya masing-masing, MySQL dimiliki dan disponsori
oleh sebuah perusahaan komersial Swedia yaitu MySQL AB. MySQL AB memegang
penuh hak cipta hampir atas semua kode sumbernya. Kedua orang Swedia dan satu
orang Finlandia yang mendirikan MySQL AB adalah : david axmark, allan larsson, dan
Michael “monthy widenius.
ORACLE. Oracle adalah relational database management system (RDBMS) untuk
mengelola informasi secara terbuka, komprehensif dan terintegrasi. Oracle Server
menyediakan solusi yang efisien dan efektif karena kemampuannya dalam hal sebagai
berikut: Oracle merupakan DBMS yang paling rumit dan paling mahal di dunia, namun
banyak orang memiliki kesan yang negatif terhadap Oracle. Keluhan-keluhan yang
mereka lontarkan mengenai Oracle antara lain adalah terlalu sulit untuk digunakan,
terlalu lambat, terlalu mahal, dan bahkan Oracle dijuluki dengan istilah “ora kelar-kelar”
yang berarti “tidak selesai-selesai” dalam bahasa Jawa. Jika dibandingkan dengan
MySQL yang bersifat gratis, maka Oracle lebih terlihat tidak kompetitif karena berjalan
lebih lambat daripada MySQL meskipun harganya sangat mahal. Skalabilitas
mengacu pada kemampuan untuk terus berkembang dengan penambahan sumber
daya. Organisasi yang besar harus mampu melakukan transaksi data dalam volume
yang besar dan akan terus bertambah besar. Jika dijalankan hanya pada satu server
saja, MySQL memang bisa berjalan lebih cepat daripada Oracle. Demikianlah salah
satu (atau dua) keunggulan dari Oracle. Tidaklah mengherankan bahwa meskipun
Oracle merupakan DBMS yang paling rumit dan paling mahal di dunia, perusahaan-
perusahaan besar memilih Oracle dan tidak menggunakan DBMS seperti MySQL
yang gratis karena mereka membutuhkan fleksibilitas dan skalabilitas dalam sistem
informasi yang mereka gunakan.
FIREBIRD. Firebird adalah salah satu aplikasi RDBMS (Relational Database
Management System) yang bersifat open source. Awalnya adalah perusahaan
2017 Sistem Multimedia
12 Adi Hartanto, ST., [Link]
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
[Link]
Borland yang sekitar tahun 2000 mengeluarkan versi beta dari aplikasi database-nya
InterBase 6.0 dengan sifat open source. Namun entah kenapa tiba-tiba Borland tidak
lagi mengeluarkan versi InterBase secara open source, justru kembali ke pola
komersial software. Tapi pada saat yang bersamaan programmer-progammer yang
tertarik dengan source code InterBase 6.0 tersebut lalu membuat suatu team untuk
mengembangkan source code database ini dan kemudian akhirnya diberinama
Firebird.
Microsoft SQL server 2000. Microsoft SQL Server 2000 adalah perangkat lunak
relational database management system (RDBMS) yang didesain untuk melakukan
proses manipulasi database berukuran besar dengan berbagai fasilitas. Microsoft SQL
Server 2000 merupakan produk andalan Microsoft untuk database server.
Kemampuannya dalam manajemen data dan kemudahan dalam pengoperasiannya
membuat RDBMS ini menjadi pilihan para database administrator.
Visual Foxpro 6.0. Pada tahun 1984, Fox Software memperkenalkan FoxBase untuk
menyaingi dBase II Ashton-Tate. Pada saat itu FoxBase hanyalah perangkat lunak
kecil yang berisi bahasa pemrograman dan mesin pengolah data. FoxPro
memperkenalkan GUI (Graphical Unit Interface) pada tahun 1989. FoxPro
berkembang menjadi Visul FoxPro pada tahun 1995. kemampuan pemrogrman
prosural tetap dipertahankan dan dilengkapi dengan pemrograman berorietasi objek.
Visual FoxPro 6.0 dilengkapi dengan kemampuan untuk berinteraksi dengan produk
desktop dan client/server lain dan juga dapat membangun aplikasi yang berbasis Web.
Dengan adanya Visual Studio, FoxPro menjadi anggotanya. Sasaran utama Visual
Studio adalah menyediakan alat bantu pemrogrman dan database untuk
mengembangka perangkat lunak yang memenuhi tuntutan zaman.
Database Desktop Paradox. Database desktop merupakan suatu program “Add-Ins”,
yaitu program terpisah yang langsung terdapat pada Borland Delphi. Pada database
desktop terdapat beberapa DBMS yang terintegrasi di dalamnya antara lain Paradox
7, Paradox 4, Visual dBase, Foxpro, Ms. SQL, Oracle, Ms. Acces, db2 dan interbase.
Dari beberapa DBMS tersebut kita akan memilih salah satu yaitu Paradox yang akan
dibahas lebih lanjut, khususnya Paradox 7. Dalam Paradox 7 ini, pada 1 file database
hanya mengizinkan 1 tabel, berbeda dengan DBMS lain yang mengizinkan beberapa
tabel pada 1 file database seperti pada Ms. Acces.
Model Basis Data
2017 Sistem Multimedia
13 Adi Hartanto, ST., [Link]
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
[Link]
Model-Model Basis Data yang sering disebut, 5 macam tipe database modelling, atau
5 jenis database modelling.
Model Data Hirarkis
Model hirarki biasa disebut model pohon, karena menyerupai pohon yang dibalik.
Model ini menggunakan pola hubungan orang tua & anak. Setiap simpul (biasa sinyatakan
dengan lingkaran atau kotak) menyatakan sekumpulan medan. Simpul yang terhubung ke
simpul pada level di bawahnya disebut orang [Link] orang tua bisa memiliki satu
hubungan (1 : 1) atau beberapa anak (1 : M), tetapi setiap anak hanya memiliki satu orang
tua. Simpul-simpul yang dibawahi oleh simpul orang tua disebut anak. Simpul orang tua
yang tidak memiliki orang tua disebut akar. Simpul yang tidak memiliki anak disebut daun.
Adapun hubungan antara anak dan orang tua disebut cabang.
Model Data Jaringan
Model data jaringan adalah pengembangan dari model data hirarkis, melihat kekurangan
dari model hirarkis tersebut. Pada model jaringan diperkenankan bahwa sebuah child-record
bisa memiliki lebih dari satu parent-record. Pada implementasi-nya berarti antara parent-
record dan child-record diperlukan penghubung (link atau pointer) yang bisa satu arah atau
dua-arah.
Dengan model jaringan ini maka informasi dimana seorang mahasiswa dapat mengambil
beberapa matakuliah (pointer dari record mahasiswa tsb ke beberapa record-kuliah) dan
juga informasi bahwa satu matakuliah dapat di-program-kan oleh banyak mahasiswa
(pointer dari record-kuliah ke beberapa record-mahasiswa) keduanya dapat di-
representasikan.
2017 Sistem Multimedia
14 Adi Hartanto, ST., [Link]
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
[Link]
Model Data Relasional
Model data relasional adalah model data yang diciptakan berdasarkan teori-relasional
seperti relational algebra, dan relational calculus. Salah seorang pencetus awal dari basis
data relasional adalah [Link] yang juga telah menciptakan serangkaian operasi
matematika relasional terhadap model data relasional.
Pada prinsipnya model data relasional dapat di-representasikan dalam bentuk table (tabel)
data, dimana:
satu tabel mewakili satu “domain” data atau entity, bila direkam merupakan satu file
yang hanya memiliki satu tipe record saja, setiap record adalah baris
setiap record terdiri atas beberapa field (atribut) atau tuple, atau kolom
jumlah tuple / field pada setiap record sama
setiap record memiliki atribut kunci utama (primary key) yang unik dan dapat dipakai
untuk mengenali satu record
record dapat diurutkan menurut kunci utama.
2017 Sistem Multimedia
15 Adi Hartanto, ST., [Link]
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
[Link]
Model Relasi-Entitas
Model Relasi-Entitas atau (Entity Relationship Model) pada hakekatnya perwujudan dari
model relasional dalam bentuk diagram, yaitu E-R Diagram. Domain data disebut juga
sebagai himpunan entitas, diwakili oleh diagram kotak. Field-data atau atribut diwakili oleh
diagram lingkaran atau ellips. Hubungan atau relasi antar domain diwakili oleh jajaran-
genjang.
Simbol Relasi Entitas
Menjelaskan hubungan antar data dalam sistem basis data berdasarkan suatu presepsi
bahwa real world terdiri dari obyek-obyek dasar yang mempunyai hubungan relasi antara
obyek-obyek tersebut.
2017 Sistem Multimedia
16 Adi Hartanto, ST., [Link]
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
[Link]
Relasi antara obyek dilukiskan dengan menggunakan simbol-simbol grafis tertentu.
Contoh : Model Data Keterhubungan antar Entitas
Model Data Berbasis Objek
Model data berbasis objek dikembangkan searah dengan perkembangan pemrograman
berbasis objek. Salah satu karakteristik dari sistem berbasis objek
adalah encapsulation yaitu suatu objek terpisah dari objek lain sehingga setiap objek
seakan-akan berada dalam kapsulnya masing-masing. Pada setiap kapsul terdapat
komponen data (attribute) dikemas bersama dengan komponen akses-nya (methods).
Sebagai contoh, berikut ini disajikan data pegawai dalam format berbasis objek.
2017 Sistem Multimedia
17 Adi Hartanto, ST., [Link]
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
[Link]
Daftar Pustaka
Eka Setia Syamsi (2011). SYSTEM FILE. Diakses tanggal 8 September 2017 dari
[Link]
Atarashi (2011). Contoh Model Database Hirarki (Hierarchical Database Model).
Diakses tanggal 8 September 2017 dari
[Link]
Ayu Lestariningtyas. BASIS DATA DAN PENGEMBANGAN SISTEM. Diakses
tanggal 8 September 2017 dari
[Link]
pengembangan-sistem/
Rizal Lare Osing (2016). Mengenal Database Environment. Diakses tanggal 8
September 2017 dari [Link]
287/
2017 Sistem Multimedia
18 Adi Hartanto, ST., [Link]
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
[Link]