Nama : Asmin Banija Sibarani
Nim : 4172111025
Kelas : PSPM A 2017
Mata Kuliah : Struktur Aljabar
Latihan II-1
7. S=r-{1}, didefenisikan operasi * pada S sebagai berikut: a*b=a+b-ab; ∀a,b∈ S
a. Buktikan bahwa operasi * merupakan operasi biner pada S
b. Buktikan <S,*>merupakan grup
c. Hitunglah x dari persamaan 2*x*3=7 dalam S
Penyelesaian:
a. a*b=a+b-ab ∀a,b∈ S
pembuktian oeprasi biner * pada S
-Sifat ketertutupan
Ambil sembarang a,b∈ S dimana a*b=a+b-ab∈ S
Contoh: a=1 dan b-7 maka;
a*b =a+b-ab
1*7=1+7-1*7
1*7 =8-7
1*7 =1 ∈ S{terbukti}
-Sifat ketunggalan hasil
Ambil sembarang a 1 , a2 , b1 ,b 2 ∈ S dengan a 1=a2dan b 1=b2
Jika a*b =a+b-ab maka
a 1∗b1=a2∗b 2
a 1+b 1−a1 b1=a2 +b2 −a2 b2
-Sifat komutatif
Operasi biner pada himpunan S dikatakan komutatif jika dan hanya jika
berlaku a*b =b*a ∀a,b∈ S
Contoh:ambil a=1 dan b=7 maka :
a*b=b*a
a+b-ab=b+a-ba
1+7-1*7=7+1-7*1
8-7=8-7
1 = 1 {terbukti}
Kesimpulan : jika operasi * memenuhi sifat tertutup, ketunggalan hasil dan komutatif terbukti
maka operasi * merupakan operasi biner pada S.
{Referensi: Pure Mathematics for Beginer hal 30-31}
b. {S,*} merupakan grup
(1) a*b=a+b-ab ∀a,b∈ S
(2) a*(b*c) =a*(b+c-bc)
=a+(b+c-bc)-a(b+c-bc)
=a+b_c-bc-ab-ac+abc
(3) (a*b)*c =(a+b-ab)*c
=a+b-ab+c-(a+b-ab)c
=a+b-ab+c-ac-bc+abc
=a+b+c-ab-ac-bc+abc
a*(b*c)= (a*b)*c {sifat assosiatif terpenuhi} jika aksioma 3 dan aksioma 4 terpenuhi dan
keempat aksioma telah terbuktii maka a*b=a+b-ab ∀a,b∈ S merupakan grup.
c. Nilai x dari persamaan 2*x*3=7 dalam S a+b-ab ∀a,b∈ S
2*x*3=7
2*(x+3-3x)=7
2+x+3-3x-2x-6+6x=7
-1+2x=7
2x=7+1
2x=8
x=4
maka nilai x=4
9. Ditentukan himpunan G={A,B,C,D} dimana:
−1 0 ; 0 1 1 0 0 −1
A= [0 −1 ] [
B=
−1 0 ] [ ] [
; C=
0 1
; D=
1 0 ]
Tunjukkan bahwa G dengan operasi perkalian matriks merupakan grup, apakah grup
komutatif ?
Dengan operasi matriks diperoleh tabel cayley
A B C D
A A B C D
B B D A C
C C A D B
D D C B A
-Sifat tertutup dipenuhi, dimana semua hasil operasi pada himpunan G ada {dipenuhi}
-Sifat asosiatif
−1 0
A= [0 −1 ]
det(A)=ad-bc=(-1*-1)-(0*)=1≡3 mod (4 )
Dipenuhi pada penjumlahan modulo
-Unsur identitas
0 −1 1 0
D= [
1 0 ] [ ] I=
0 1
0 −1 1 0 = 0 −1
DI=[
1 0 ][ 0 1 ] [ 1 0 ]
Dipenuhi pada unsur identitas
-Unsur invers
A inversnya D, B inversnya C, C Inversnya B, D Inversnya A
Dipenuhi untuk unsur invers
-Sifat komutatif
Dipenuhi karena unsur-unsurnya simetris terhadap diagonal utama.
10. Jika G grup yang berhingga dengan jumlah unsurnya adalah genap dan unsur identitas e.
Buktikan bahwa terdapat a∈G ∋ a∗a=e
Penyelesaian:
Ambil sembarang a∈G; b∈G; a=b kemudian kalkulasikan (a*b).1
Karena G grup maka ∀ a , b ∈G berlaku sifat tertutup pada invers berlaku sifat terbatas
karena a∈G mempunyai invers yaitu a∗a−1=a−1∗a=e
Contoh G4 ={ 0,1,2,3 }
0 1 2 3
0 0 1 2 3
1 1 0 3 2
2 2 3 0 1
3 3 2 1 0
0*0=e
1*1=e
2*2=e
3*3=e {terbukti}
12. Buktikan bahwa setiap grup genap G dengan unsur identitas e dan berlaku x*x=e
∀ x ∈G grup abel
Penyelesaian:
Jika G merupakan grup maka G bersifat tertutup assosiatif, ada unsur identitas dari invers.
Karena x*x=e, maka x−1=x jika dioperasikan dari kiri x∗x−1=x∗x , e=x∗x sehingga G
merupakan grup abelian
13. Tunjukan bahwa jika (a∗b)2=a2∗b 2 ∀ a , b ∈G(G grup) maka G merupakan grup abel
Penyelesaian:
(a∗b)2∗( a∗b )−1=a2∗b 2∗(a∗b)−1
( a∗b )∗( a∗b )∗( a∗b )−1 =a∗a∗b∗b∗a−1∗b−1
( a∗b )∗e=a∗a−1∗a∗b∗b−1∗b
( a∗b )=e∗e∗a∗b
( a∗b )=a∗b
G merupakan grup abelian
Abstract algebra by Pierre Antonie Grillet hal 10
17. Berikan contoh grup dengan 42 elemen
Penyelesaian:
G42= {0,1,2,3 , … … … … , 41 } penjumlahan modulo 42
G42= {1,2,3 , … … … … , 42 } perkalian modulo 42
19. Bilangan 5 dan 15 merupakan dua bilangan dari 12 bilangan yang membentuk grupp
terhadap operasi perkalian modulo 56. Daftarkan bilangan yang lain:
Penyelesaian:
mod 56 5 15 1 19 25 9 13 23 27 39 3 45
5 25 19 5 39 13 45 9 3 23 27 15 1
15 19 1 15 5 39 23 27 9 13 25 45 3
1 5 15 1 9 25 9 13 23 27 39 3 45
19 39 5 19 25 27 3 23 45 9 13 1 15
25 13 39 25 27 9 1 45 15 3 223 19 5
9 45 23 9 3 1 25 5 39 19 39 27 13
13 9 27 13 23 45 5 1 19 15 3 39 25
23 3 9 23 45 15 39 19 25 5 1 13 27
27 23 13 27 9 3 19 15 5 1 45 25 39
39 27 35 39 13 23 39 3 1 45 9 5 19
3 15 45 3 1 19 27 39 13 25 5 9 23
45 1 3 45 15 5 13 25 27 39 19 23 9
Berdasarkan tabel cayley 12 bilangan tersebut adalah {1,3,5,9,13,15,19,23,25,27,39,45}
2. Buktikan Teorema A7 (Halaman 87)
Penyelesaian:
Teorema A7
Z(6) merupakan subgrup dari G
Gunakan teorema A-1=Suatu subset H yang tidak kosong dari grup<G,*> merupakan sub
grup dari G jika dan hanya jika ∀a∈ H maka a−1 ∈ H
Bukti:
Z(G)≠ ∅ karena e∈G yang memenuhi defenisi ex=xe ∀x∈ H jadi e∈ Z (G )
Z(G)⊆ G ( dari defenisi )
Ambil sembarang a,b∈ Z (G ) artinya akan ditunjukan abx=xab dan ab∈G
Perhatikan : abx=axb=xab dan ab∈G(berlaku sifat tertutup pada G) jadi ab∈ Z (G) (terbukti)
Ambil a ∈ Z (G) menurut defenisi ax=xa ∀x∈G karena G grup maka a−1 ∈G (Invers)
Maka ax=xa
a−1 ( ax ) a−1 =a−1 ( xa ) a−1
(a−1 a ¿ x a−1=a−1 x(a a−1 )
exa−1=a−1 xe
xa−1=¿ a−1 x
a−1 ∈ Z ( G )terbukti
Karena kedua sifat terbukti maka terbukti Z(G) merupakan sub grup dari G
2. Buktikan Teorema A8 (Halaman 88)
Penyelesaian:
Teorema A8
C(a) merupakan subgrup dari G
Gunakan teorema A-1, ∀a∈Ga−1 ∈ G
Bukti:
C(a)≠ ∅ karena e∈G yang memenuhi defenisi ex=xe ∀x∈ H jadi e∈C (a)
C(a) ⊆ G ( dari defenisi )
Ambil sembarang a,b∈C (a) artinya akan ditunjukan abx=xab dan ab∈G
Perhatikan : abx=axb=xab dan ab∈G(berlaku sifat tertutup pada G) jadi ab∈C (a)(terbukti)
Ambil a ∈C (a)menurut defenisi ax=xa ∀x∈G karena G grup maka a−1 ∈G (Invers)
Maka ax=xa
a−1 ( ax ) a−1 =a−1 ( xa ) a−1
(a−1 a ¿ x a−1=a−1 x(a a−1 )
exa−1=a−1 xe
xa−1=¿ a−1 x
a−1 ∈ C(a)terbukti
Karena kedua sifat terbukti maka terbukti C(a)merupakan sub grup dari G
Latihan II-2
2. G suatu grup komutatif S dan T masing-masing subgrup dari G ST={xy⃒ x ∈ S dan y∈T }
buktikan bahwa ST subgrup dari G
Penyelesaian:
Bukti: Ambil sembarang x 1 , x 2 ∈ S dan y 1 , y 2 ∈T
Karena S dan T masing-masing subgrup dari G maka x 1 , x 2 ∈ S dan y 1 , y 2 ∈T
Ambil ( x 1∗y 1 ¿∈ ST dan(x 2∗y 2 )∈ ST maka
( x 1∗y 1 ¿*( x 2∗y 2 ) =[( x 1∗y 1 ¿∗x 2 ¿∗y 2
=[ x 1∗( y ¿ ¿1∗x 2) ¿∗ y 2
=[( x 1∗x 2 ¿∗y 1 ¿ ¿∗y 2
=[( x 1∗x 2 ¿ ( y 2∗y 1 )¿
Karena ( x 1∗x 2 ¿ ∈ S dan( y 2∗y 1 )∈ T ( x 1∗x 2 ¿ ( y 2∗y 1 )∈ ST ini berarti ST tertutup terhadap
operasi
Ambil a∈ S dan b∈T (a*b)∈ ST
a∈ Sdan S subgrup a−1 ∈ S
b∈T dan S subgrup b−1 ∈ T
a−1 ∈ S dan b−1 ∈ T a−1∗b−1 ∈ ST
(a∗b)−1 =a−1∗b−1 ( asosiatif )
Sehingga ( a∗b )−1 ∈ ST
Jadi, jika (a*b)∈ ST maka (a∗b)−1 ∈ ST ini berarti setiap elemen ST mempunyai invers
terhadap operasi * {terbukti ST adalah subgrup dari G}
4. S dan T masing-masing subgrup dari G. Apakah S∪T merupakan subgrup dari G, beri
penjelasan!
Penyelesaian:
S∪T merupakan sub grup dari G
Bukti : S∪T≠ ∅ karena ada e ∈T jadi e∈ S∪T
Ambil sembarang x∈ S∪T maka xy ∈ S dan xy ∈T karena S dan T subgrup dari G maka
xy−1 ∈ S dan xy−1 ∈ T jadi xy−1 ∈ S∪T
Jika S dan T masing-masing subgrup dari G maka S∪T subgrup dari G
6. GL(2,R) merupakan himpunan matriks tak singular dengan operasi perkalian matriks.
Selidiki apakah x yang di defenisikan dengan
X= ([ a0 b0] a , b ∈ R ab ≠ 1)merupakan subgrup dari GL(2,R)
Penyelesaian:
X merupakan subgrup dari H(e) untuk membuktikan masalah diatas dengan menggunakan
x≠ ∅ karena x=
teorema ⃒ [ 31 04]
Ambil sembarang AB∈ X akan ditunjukkan A,B∈ X
Andaikan
a b r s
A= [ ] [ ]
c d
dan B=
t u
dengan ad-bc≠ 0 , ru−st ≠ 0,a,b,c,d,r,s,t,u∈ R
a b r s ar +bt as+ bu
AB= [ ][ ] [
c d t u
=
cr +dt cs+bu ]
dengan entri-entri A,B∈ R
det(AB)=[(ar+bt)(cs+bu)-(as+bu)(cr+dt)]
=[(arcs+btcs+arbu+btbu)-(ascr+asdt+bucr+budt)]
=[(ardu+btcs)-(asdt+bucr)]
=(ad-bc)(ru-st)
7. Tentukan semua generator dari Z6 , Z8 , Z 20
Penyelesaian:
Z6 ={0,1,2,3,4,5}
G={na⃒ n∈Z}
<0>={0}
<1>={1,2,3,4,5}
<2>={2,4,6}
<3>={3,6}
<4>={4,2}
<5>={5,4,3,2,1,0}
Karena Z6 ={0,1,2,3,4,5} maka generator Z6 yaitu <1> dan <5>
Z 8={0,1,2,3,4,5,6,7}
G={na⃒ n∈Z}
<0>={0}
<1>={0,1,2,3,4,5,6,7}
<2>={2,4,6,0}
<3>={3,6,1,4,7,2,5,0}
<4>={4,8}
<5>={5,2,7,4,1,6,3,0}
<6>={6,4,2,0}
<7>={7,6,5,4,3,2,1,0}
Karena Z 8={0,1,2,3,4,5,6,7} maka <1><3><5> dan <7>
Z20 ={0,1,2,3,4,5,6,7,8,9,10,11,12,13,14,15,16,17,18,19}
G={na⃒ n∈Z}
<0>={0}
<1>={1,2,3,4,5,6,7,8,9,10,11,12,13,14,15,16,17,18,19}
<2>={2,4,6,8,10,12,14,16,18,0}
<3>={3,6,9,12,15,18,1,4,7,10,13,16,19,2,5,8,11,14,7,0}
<4>={4,8,12}
<5>={5,10}
<6>={6,12,18}
<7>={7,14}
<8>={8,16}
<9>={9,18}
<10>={10}
<11>={11}
<12>={12}
<13>={13}
<14>={14}
<15>={15}
<16>={16}
<17>={17}
<18>={18}
<19>={19}
<20>={20}
Karena Z20 ={0,1,2,3,4,5,6,7,8,9,10,11,12,13,14,15,16,17,18,19} maka generator Z20 =<1>
<3> <7> <9> <11> <13> <17> <19>
9. Daftarkan semua elemen dari subgrup dari <3> dan <15> dalam Z 8
Penyelesaian:
<3>={3,6,9,12,15,0}
<15>={15,12,17,14,19,16,21,0}
Jadi elemen dari subgrup
<3>={3,6,9,12,15,0}
<15>={15,12,17,14,19,16,21,0}
13. Daftarkan semua subgrup siklik U(30)
Penyelesaian:
U30={a 1 , a2 , a3 , a4 , a5 , a6 , a7 , a8 , a9 , a10 ,a 11 , a12 , a13 , a14 , a15 , a16 , a17 , a18 , a 19 , a20 ,
a 21 , a22 ,a 23 , a24 , a25 , a26 , a 27 , a28 , a29 , a30 }
Pembagi dari 30 adalah 1,2,5,6,10,15,30
Jadi smeua subgrup dari U30 adalah
H 1=¿ a 30 ≥{e }
H 2=¿ a 15>¿={a 15 , e }
H 3=¿ a10> ¿={a 10 , a20 , e }
H 4 =¿ a6 >¿={a 6,a 12 , a18 ,a 20 , a22 , a24 , a26 , a 28,e}
H 5=¿ a5> ¿={a 5 , a10 , a15 ,a 20,a 25 , e }
H 6=¿<2>={a 2 , a 4 ,a 6 ,a 8 , a 10 , a12 , a14 , a 16 , a18 , a20 ,a 22 , a24 , a26 , a28 ,e }
H 7=¿<1>={a 1 , a2 , a3 , a4 , a5 , a6 , a7 , a8 , a9 , a10 ,a 11 , a12 , a13 , a14 , a15 , a16 , a17 , a18 , a 19 , a20 ,
a 21 , a22 ,a 23 , a24 , a25 , a26 , a 27 , a28 , a29 , e }
14. Gambarkan diagram lattice dari Z12
Penyelesaian:
Z12
<3> <2>
<6> <4>
<0>
19. Andaikan G adalah grup yang didefenisikan pada tabel cayley berikut:
1 2 3 4 5 6 7 8
1 1 2 3 4 5 6 7 8
2 2 1 8 7 6 5 4 3
3 3 4 5 6 7 8 1 2
4 4 3 2 1 2 7 6 5
5 5 6 7 8 1 2 3 4
6 6 5 4 3 2 1 8 7
7 7 8 1 2 3 4 5 6
8 8 7 6 5 4 3 2 1
a. Tentukan centralizer dari setiap unsur dari grup G
b. Tentukan Z6
c. Tentukan order dari setiap unsur dari grup G
Penyelesaian:
a. Centralizer dari setiap unsur dari grup G yaitu
1∈G maka 1∘1−1=¿1
2∈G maka 2∘1−1=¿2
3∈G maka 3∘1−1=¿3
4∈G maka 4∘1−1=¿4
5∈G maka 5∘1−1=¿5
6∈G maka 6∘1−1=¿6
7∈G maka 7∘1−1=¿7
8∈G maka 8∘1−1=¿8