0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
24 tayangan29 halaman

Tinjauan Kehamilan Normal dan Perubahannya

Dokumen tersebut membahas tentang tinjauan teori kehamilan normal, mulai dari pengertian kehamilan, etiologi, patofisiologi, tanda dan gejala, klasifikasi, perubahan pada ibu hamil secara fisiologis dan psikologis selama tiga trimester pertama. Dibahas pula perkembangan janin dari zigot hingga menjadi fetus.

Diunggah oleh

hana
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
24 tayangan29 halaman

Tinjauan Kehamilan Normal dan Perubahannya

Dokumen tersebut membahas tentang tinjauan teori kehamilan normal, mulai dari pengertian kehamilan, etiologi, patofisiologi, tanda dan gejala, klasifikasi, perubahan pada ibu hamil secara fisiologis dan psikologis selama tiga trimester pertama. Dibahas pula perkembangan janin dari zigot hingga menjadi fetus.

Diunggah oleh

hana
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB I

TINJAUAN TEORI

A. Tinjauan Kehamilan Normal


1. Pengertian Kehamilan
Kehamilan adalah masa mulai dari ovulasi sampai partus kira-kira 280
hari (40 minggu) dan tidak lebih dari 300 hari (43 minggu). Kehamilan
40 minggu disebut sebagai kehamilan matur (cukup bulan), dan bila
lebih dari 43 minggu disebut sebagai kehamilan post matur. Kehamilan
antara 28 sampai 36 minggu disebut kehamilan premature. Ditinjau dari
tuanya kehamilan, kehamilan dibagi 3 bagian, masing-masing:
a. Kehamilan trimester pertama (antara 0 sampai 12 minggu);
b. Kehamilan trimester kedua (antara 12 sampai 28 minggu);
c. Kehamilan trimester ketiga (antara 28 sampai 40 minggu).
Janin yang dilahirkan dalam trimester ketiga telah viable (dapat hidup).1
2. Etiologi
Suatu kehamilan akan terjadi bila terdapat 5 aspek berikut, yaitu :
a. Ovum
Ovum adalah suatu sel dengan diameter + 0,1 mm yang terdiri dari
suatu nukleus yang terapung-apung dalam vitelus dilingkari oleh
zona pellusida oleh kromosom radiata.
b. Spermatozoa
Berbentuk seperti kecebong, terdiri dari kepala berbentuk lonjong
agak gepeng berisi inti, leher yang menghubungkan kepala dengan
bagian tengah dan ekor yang dapat bergerak sehingga sperma dapat
bergerak cepat.
c. Konsepsi
Konsepsi adalah suatu peristiwa penyatuan antara sperma dan ovum
di tuba fallopii.
d. Nidasi
1
Nidasi adalah masuknya atau tertanamnya hasil konsepsi ke dalam
endometrium.
e. Plasentasi
Plasentasi adalah alat yang sangat penting bagi janin yang berguna
untuk pertukarann zat antara ibu dan anaknya dan sebaliknya.
3. Patofisiologi
Ketika seorang perempuan melakukan hubungan seksual dengan
seorang laki-laki maka bisa jadi perempuan tersebut akan hamil
(Terjadinya kehamilan). Kehamilan terjadi ketika sel sperma yang masuk
ke dalam rahim seorang perempuan membuahi sel telur yang telah
matang. Seorang laki-laki rata-rata mengeluarkan air mani sebanyak 3 cc,
dan setiap 1 cc air mani yang normal akan mengandung sekitar 100 juta
hingga 120 juta buah sel sperma. Setelah air mani ini terpancar
(ejakulasi) ke dalam pangkal saluran kelamin istri, jutaan sel sperma ini
akan berlarian melintasi rongga rahim, saling berebut untuk mencapai sel
telur matang yang ada pada saluran tuba di seberang rahim.2
Pada saat ovulasi, lapisan lendir di dalam serviks (leher rahim)
menjadi lebih cair, sehingga sperma mudah menembus ke dalam rahim.
Sperma bergerak dari vagina sampai ke ujung tuba falopi yang berbentuk
corong dalam waktu 5 menit. Sel yang melapisi tuba falopii
mempermudah terjadinya pembuahan dan pembentukan zigot (sel telur
yang telah dibuahi). Jika perempuan tersebut berada dalam masa subur,
atau dengan kata lain terdapat sel telur yang matang, maka terjadilah
pembuahan. Pada proses pembuahan, hanya bagian kepala sperma yang
menembus sel telur dan bersatu dengan inti sel telur. Bagian ekor yang
merupakan alat gerak sperma akan melepaskan diri. Sel telur yang telah
dibuahi akan mengalami pengerasan bagian luarnya. Ini menyebabkan sel
telur hanya dapat dibuahi oleh satu sperma.
Pathway

2
Coitus

Ejakulasi (lepasnya cairan sperma ke dalam saluran


reproduksi wanita)

Sperma bergerak menuju tuba fallopi

Konsepsi Tidak terjadi

Fertilisasi
Tidak terjadi
fertilisasi

Konsepsi dan pertumbuhan


zigot
Endometrium runtuh

Implantasi di uterus
Menstruasi

Zigot (nidasi dalam rahim 5-7 hari)

3
Mencapai cavum uteri

Embrio (3-5 minggu)

Fetus ( >5 minggu)

4. Tanda dan gejala kehamilan (diagnosa kehamilan)


a. Tanda pasti kehamilan
1) Teraba bagian-bagian janin dan dapat di kenal bagian-bagian janin
2) Terdengar dan dapat dicatat bunyi jantung janin
3) Dapat dirasakan gerakan janin
4) Pada pemeriksaan dengan sinar rontgen tampak kerangka janin.
Tidak dilakukan lagi sekarang karena dampak radiasi terhadap janin.
5) Dengan alat USG dapat diketahui kantung janin, panjang janin, dan
dapat diperkirakan tuanya kehamilan serta dapat menilai
pertumbuhan janin
b. Tanda tidak pasti kehamilan
1) Pigmentasi kulit, kira-kira 12 minggu atau lebih
2) Leukore, sekret serviks meningkat karena pegnaruh peningkatan
hormon progesteron
3) Epulis (hypertrofi papila gingiva), sering terjadi pada TM I
kehamilan
4) Perubahan payudara, payudara menjadi tegang dan membesar karena
pengaruh hormon estrogen dan progesteron yang merangsang daktuli
dan alveoli payudara. Daerah areola menjadi lebih hitam kaerna

4
deposit pigmen berlebihan. Terdapat colostrum bila kehamilan lebih
dari 12 minggu.
5) Pembesaran abdoment, jelas terlihat setelah kehamilan 14 minggu.
6) Suhu basal meningkat terus antara 37,2 – 37,8 0C
7) Perubahan organ-organ dalam pelvix :
a) Tanda chadwick : livid, terjadi kira-kira minggu ke-6
b) Tanda hegar : segmen bawah rahim lembek pada perabaan
c) Tanda piscasexk : uterus membesar kesalah satu jurusan
d) Tanda Braxton-Hiks : uterus berkontraksi bila dirangsang.
e) Tanda ini khas untuk uterus pada masa kehamilan.
c. Tanda kemungkinan kehamilan
a. Amenore (tidak mendapat haid)
b. Nausea (enek) dengan atau tanpa vomitus (muntah). Sering terjadi
pagi hari pada bulan-bulan pertama kehamilan disebut morning
sickness
c. Mengidam (menginginkan makanan atau minuman tertentu)
d. Konstipasi / obstipasi, disebabkan penurunan peristaltik usus oleh
hormon steroid
e. Sering kencing
f. Pusing, pingsan dan mudah muntah Pingsan sering ditemukan bila
berada ditempat ramai pada bulan-bulan pertama kehamilan, lalu
hilang setelah kehamilan 18 minggu
g. Anoreksia (tidak ada nafsu makan).
5. Klasifikasi Kehamilan
Umur kehamilan ibu umumnya berlangsung 40 minggu atau 280 hari.
Umur kehamilan ibu adalah batas waktu ibu mengandung, yang dihitung
mulai dari hari pertama haid terakhir (HPHT).
a. Menurut usia kehamilan, kehamilan digolongkan:
1) Kehamilan prematur : usia kehamilan antara 28 sampai 37 minggu
2) Kehamilan aterm : kehamilan antara 37 dan 42 minggu
5
3) Kehamilan posterm : kehamilan yang melewati 294 hari atau lebih
42 minggu.
b. Ditinjau dari tuanya kehamilan, kehamilan dibagi 3 bagian:
1) Kehamilan trimester I : antara 0 sampai 12 minggu.
2) Kehamilan trimester II : antara 12 sampai 28 minggu.
3) Kehamilan trimester III :antara 28 sampai 42 minggu.1
6. Perubahan Pada Ibu Hamil
a. Perubahan fisiologis
a. Uterus
Uterus bertambah besar semula 30 gram menjadi 1000 gram,
pembesaran ini dikarenakan hipertropi oleh otot-otot rahim.
b. Vagina
a) Elastisitas vagina bertambah
b) Getah dalam vagina biasannya bertambah, reaksi asam PH :3,5-
6
c) Pembuluh darah  dinding vagina bertambah, hingga waran
selaput lendirnya berwarna kebiru- biruan (Tanda chadwick).
c. Ovarium (Indung Telur)
Ovulasi terhenti, masih terdapt corpus luteum graviditatis sampai
terbentuknya uri yang mengambil alih pengeluaran estrogen dan
progesteron.
d. Kulit
Terdapat hiperpigmentasi antara lain pada areola normal, papila
normal, dan linea alba.
e. Dinding perut
Pembesaran rahim menimbulkan peregangan dan menyebabkan
perobekan selaput elestis di bawah kulit sehingga timbul strie
gravidarum.
f. Payudara

6
Biasanya membesar dalam kehamilan, disebabkan hipertropi dari
alveoli puting susu biasanya membesar dan berwarna lebih tua.
Areola mammae melebar dan lebih tua warnannya.
g. Sistem Respirasi
Wanita hamil tekadang mengeluh sering sesak nafas, yang sering
ditemukan pada kehamilan 3 minggu ke atas. Hal ini disebabkan
oleh usus yang tertekan kearah diafragma akibat pembesaran rahim,
kapasitas paru meningkat sedikit selama kehamilan sehingga ibu
akan bernafas lebih dalam. Sekitar 20-25%.
h. Sistem urinaria
Pada bulan-bulan pertama kehamilan kandung kemih tertekan oleh
uterus yang membesar, dimana kebutuhan nutrisi makin tinggi untuk
pertumbuhan janin dan persiapan pemberian ASI.3
b. Perubahan Psikologis Ibu Hamil
a. Trimester Pertama
Segera setelah terjadi  peningkatan hormon estrogen dan progesteron
dalam tubuh maka akan segera muncul  berbagai ketidaknyamanan
secara fisiologis pada ibu misalnya mual muntah , keletihan dan
pembesaran pada payudara. Hal ini akan memicu perubahan
psikologi seperti berikut ini.
a) Ibu akan membenci kehamilannya, merasakan kekecewaan,
penolakan, kecemasan dan kesedihan
b) Mencari tahu secara aktif apakah memang benar – benar hamil
dengan memperhatikan perubahan pada tubuhnya dan
seringkali memberitahukan orang lain apa yang
dirahasiakannya
c) Hasrat melakukan seks berbeda – beda pada setiap wanita. Ada
yang meningkat libidonya, tetapi ada juga yang mengalami
penurunan. Pada wanita yang mengalami penurunan libido,

7
akan menciptakan suatu kebutuhan untuk berkomunikasi secara
terbuka dan jujur dengan suami.
b. Trimester Kedua
Trimester kedua biasanya ibu merasa sehat dan sdah terbiasa dengan
kadar hormon yang tinggi, serta rasa tidak nyaman akibat kehamilan 
sudah mulai berkurang. Perut ibu pun belum terlalu besar sehingga
belum terlalu dirasakan ibu sebagai beban. Ibu sudah menerima
kehamilannya dan dapat mulai menggunakan energi dan pikirannya
secara lebih kontruktif. Pada trimester ini pula ibu dapat merasakan
gerakan janinnya dan ibu mulai meraskaan kehadiran bayinya
sebagai seseorang diluar dirinya dan dirinya sendiri. Banyak ibu
yang merasa terlepas dari kecemasan dan rasa tidak nyaman seperti
yang dirasakannya pada trimester pertama dan merasakan
meningkatnya libido.
c. Trimester ketiga
Trimester ketiga biasanya disebut dengan periode menunggu dan
waspada sebab pada saat itu ibu tidak sabar menunggu kehadiran
bayinya. Gerakan bayi dan membesarnya perut merupakan dua hal
yang mengingatkan ibu akan lahir sewaktu – waktu. Ini
menyebabkan ibu meningkatkan kewaspadaannya akan timbulnya
tanda dan gejala terjadinya persalinan pada ibu. Seringkali ibu 
merasa khawatir  atau takut kalu – kalau bayi yang akan
dilahirkannya tidak normal. Kebanyakan ibu juga akan bersikap
melindungi bayinya dan akan menghindari orang atau benda apa saja
yang dianggap membahayakan bayinya. Seorang ibu mungkin mulai
merasa takut akan rasa sakit dan bahaya fisik yang akan timbul pada
waktu melahirkan. Trimester juga saat persiapan aktif untuk
kelahiran bayinya dan menjadi orang [Link] mulai menduga –
duga apakah bayi mereka laki – laki atau perempuan dan akan mirip
siapa. Bahkan sudah mulai memilih nama unutk bayi mereka.
8
7. Ketidaknyamanan Dalam Kehamilan
Ketidaknyamanan merupakan suatu perasaan ataupun yang tidak
menyenangkan bagi kondisi fisik ataupun mental pada ibu hamil.
1. Ketidaknyamanan Ibu Hamil Trimester I
Trimester I yaitu usia kehamilan 0-12 minggu (0-3 bulan). Pada
trimester I ibu biasanya mengeluhkan mual dan muntah, letih, pusing,
sering kencing, meningkatnya pengeluaran kotoran dari vagina,
meningkatnya kerentaan emosional.
a. Mual dan muntah (morning sickness)
Sakit pagi, yang juga sering terjadi pada saat-saat lain sepanjang
hari, dialami oleh hamper semua wanita. Ia diakibatkan karena
peningkatan hormone HCG dan estrogen/progesterone, reaksi otot-
otot halus, perubahan dalam metabolism karbohidrat, keletihan dan
mekanikal; kongesti, peradangan, pengembungan dari pergeseran
dan biasanya lenyap pada minggu ke-12 sampai ke-14 kehamilan.
Meskipun pada kebanyakan wanita, kondisi ini tidak
memerlukanbanyak intervensi kecuali modifikasi diet, pada sebagian
wanita, ia mungkin memerlukan obat anti muntah. Perawatan
dirumah sait dan tetesan glukosa intravenous juga diperlukan jika
mntah sangat parah dan pasien tidak dapat menelan apapun dengan
mulut. Dalam kasus muntah-muntah yang parah. Kehamilan kembar
dankehamilan geraham harus dikesampingkan dengan mengadakan
USG.
Terjadinya mual dan muntah pada kehamilan dapat diatasi dengan:
1) Menghindari bau atau faktor-faktor penyebabnya.
2) Makan sedikit-sedikit tapi sering.
3) Pagi hari setelah bangun tidur, makanlah biscuit atau roti bakar
sebelum bangkit dari tempat tidur di pagi hari.
4) Duduk tegak setiap kali selesai makan.
5) Hindari makanan yang berminyak dan berbumbu keras.
9
6) Memakan makanan kering dengan minum di antara waktu
makan.
7) Bangun tidur secara perlahan-lahan dan jangan langsung
bergerak.
8) Jangan menggosok gigi segera setelah makan.
9) Hindari minum teh atau kopi berlebihan.
10) Batasi minum, sampai anda mulai nerasa tidak terlalu mual.
11) Tingkatkan konsumsi makanan yang dapat dicerna.
b. Keletihan
Keletihan terjadi pada ibu hamil disebabkan oleh berkurangnya
makan/minum dengan mulut, mual dan perubahan-perubahan
hormonal selama kehamilan, kemampuan gerak usus yang mengarah
keterhambatan waktu.
Pengosongan berkurang, tekanan uterus yang membesar terhadap
usus besar, dan udara yang tertelan, menimbulkan perasaan letih
yang biasanya berkurang di trimester kedua.
Terjadinya keletihan pada kehamilan dapat diatasi dengan:
1) Tidurlah selama kurang dari 8-10 jam pada malam hari dan
beristirahatlah yang cukup pada siang hari.
2) Jika bekerja, selama istirahat maka siang bersikaplah rileks
beberapa menit dan berbaringlah dengan kaki diangkat.
3) Jangan berdiri terlalu lama.
4) Menghindari memakan makanan yang menghasilkan gas.
5) Mempertahankan kebiasaan buang air secara teratur.
B. KONSEP ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL
1. Pengkajian
Tanggal : Untuk mengetahui kapan mulai dilakukan pengkajian
Jam :
No. RM : Untuk dapat membedakan antara pasien dengan pasien yang
lain dalam suatu ruangan.
10
Data Subyektif
a. Biodata
1) Nama : nama ibu dan suami untuk mengenal, memanggil, dan
menghindari terjadinya kekeliruan.
2) Umur : ditanyakan untuk mengetahui umur ibu, dimana
kehamilan normal terjadi pada saat ibu berusia lebih dari
16 tahun dan kurang dari 35 tahun.
3) Agama : ditanyakan untuk mengetahui kemungkinan
pengaruhnya terhadap kebiasaan kesehatan pasien /
klien. Dengan diketahuinya agama pasien, akan
memudahkan bidan melakukan pendekatan di dalam
melaksanakan asuhan kebidanan.
4) Suku : untuk mengetahui dari suku mana ibu berasal dan
menentukan carapendekatan serta pemberian asuhan.
5) Pendidikan : untuk mengetahui tingkat pengetahuan sebagai
dasar dalam memberikan asuhan.
6) Pekerjaan : untuk mengetahui bagaimana taraf hidup dan
sosial ekonomi klien dan apakah pekerjaanibu / suami
dapat mempengaruhi kesehatan klien / tidak.
7) Penghasilan: untuk mengetahui status ekonomi penderita dan
mengetahui pola kebiasaan ynag dapat mempengaruhi
kesehatan klien.
8) Alamat: untuk mengetahui tempat tinggal klien dan menilai
apakah lingkungan cukup aman bagi kesehatannya serta
mempermudah untuk melakukan kunjungan ulang.
b. Alasan Datang
Apa alasan ibu sehingga datang untuk memeriksakan diri.
c. Keluhan Utama

11
Ditanyakan untuk mengetahui keluhan ibu yang dirasakan saat
pengkajian. Keluhan yang disampaikan ibu pada kunjungan ulang
sangat penting untuk mengontrol kehamilan ibu.
d. Riwayat Kesehatan yang Lalu
Ditanyakan untuk mengetahui penyakit yang pernah diderita ibu
sebelumnya apakah ibu pernah menderita penyakit menular seperti
TBC, hepatitis, malaria ataupun penyakit keturunan seperti: jantung,
darah tinggi, ginjal, kencing manis, juga pernahkah ibu menderita
kanker ataupun tumor, serta untuk mengetahui apakah ibu pernah
dirawat di rumah sakit atau tidak.
e. Riwayat Kesehatan Sekarang
Ditanyakan untuk mengetahui apakah ibu sedang menderita penyakit
menular seperti TBC, hepatitis, malaria ataupun penyakit keturunan
seperti: jantung, darah tinggi, ginjal, kencing manis, juga apakah ibu
sedang menderita kanker ataupun tumor.
f. Riwayat Kesehatan Keluarga
Ditanyakan mengenai latar belakang keluarga terutama:
1) Anggota keluarga yang mempunyai penyakit tertentu terutama
penyakit menular seperti TBC, hepatitis.
2) Penyakit keluarga yang diturunkan seperti kencing manis,
kelainan pembekuan darah, jiwa, asma.
3) Riwayat kehamilan kembar. Faktor yang meningkatkan
kemungkinan hamil kembar adalah faktor ras, keturunan, umur
wanita, dan paritas. Oleh karena itu apabila ada yang pernah
melahirkan atau hamil dengan anak kembar harus diwaspadai
karena hal ini bisa menurun pada ibu.
g. Riwayat Haid
Ditanyakan mengenai :
1) Menarche adalah terjadi haid yang pertama kali. Menarche
terjadi pada usia pubertas yaitu sekitar12-16 tahun.
12
2) Siklus haid pada setiap wanita tidak sama. Siklus haid yang
normal / dianggap sebagai siklus adalah 28 hari, tetapi siklus ini
bisa maju sampai 3 hari atau mundur sampai 3 hari. Panjang
siklus haid yang biasa pada manusia adalah 25-32 hari.
3) Lamanya Haid. Biasanya antara 2-5 hari, ada yang 1-2 hari
diikuti darah sedikit-sedikit dan ada yang sampai 7-8 hari. Pada
wanita biasanya lama haid ini tetap.
4) Keluhan yang dirasakan.
5) Keputihan. Warnanya, bau, gatal / tidak.
h. Riwayat Perkawinan
Ditanyakan tentang :
Ibu menikah berapa kali, lamanya, umur pertama kali menikah
1) Umur pertama kali menikah < 18 tahun, pinggulnya belum
cukup pertumbuhannya sehingga jika hamil beresiko waktu
melahirkan.
2) Jika hamil umur > 35 tahun bahayanya bisa terjadi hipertensi,
plasenta previa, pre-eklamsia, KPD, persalinan tidak lancar /
macet, perdarahan setelah bayi lahir, BBLR.
i. Riwayat Kehamilan, Persalinan, Nifas yang Lalu
Untuk mengetahui bagaimana kehamilan, persalinan dan nifas yang
terdahulu apakah pernah ada komplikasi atau penyulit sehingga
dapat memperkirakan adanya kelainan atau keabnormalan yang
dapat mempengaruhi kehamilan selanjutnya.
j. Riwayat Kehamilan Sekarang
1) Berapa kali periksa dan dimana
Pemeriksaan sebaiknya dilakukan tiap 4 minggu jika segala
sesuatu normal sampai kehamilan 28 minggu, sesudah itu
pemeriksaan dilakukan tiap 2 minggu dan sesudah 36 minggu
tiap minggu.

13
2) Gerakan janin. Umumnya gerakan janin dirasakan ibu pada
kehamilan 18 minggu pada primigravida dan kehamilan 16
minggu pada multi gravida. Pengamatan pergerakan janin
dilakukan setiap hari setelah usia kehamilan lebih dari 28
minggu.
3) Keluhan-keluhan yang lazim pada kehamilan.
4) Imunisasi TT.
5) Pemberian vitamin, zat besi: tablet sehari segera setelah rasa
mual hilang, minimal sebanyak 90 tablet selama kehamilan.
Riwayat kehamilan sekarang membantu bidan untuk
menentukan usia kehamilan, memberikan konseling tentang
keluhan hamil yang biasa, dan dapat mendeteksi adanya
komplikasi.
k. Riwayat KB
Ditanyakan pernahkah ibu mengikuti KB / tidak, apa macamnya,
ada keluhan / tidak, setelah persalinan rencananya ibu
menggunakan KB apa.
l. Pola Kebiasaan Sehari-Hari
a) Nutrisi
Nutrisi yang diperlukan ibu kamil: kalori, protein, kalsium, zat
besi, vitamin A, vitamin D, vitamin C, vitamin B, dan air.
Bahan makanan yang banyak mengandung lemak dan hidrat
arang seperti manisan dan gorengan perlu dikurangi untuk
menghindari kelebihan berat badan yang berlebihan.
b) Eliminasi
Pada bulan pertama kehamilan ibu biasanya mengeluh sering
kencing, hal ini dipengaruhi oleh uterus yang semakin
membesar secara fisiologis dan pada akhir kehamilan biasanya
ibu juga mengeluh sering kencing karena kandung kemih
tertekan oleh kepala janin. Perubahan hormonal mempengaruhi
14
aktifitas usus halus dan usus besar sehingga mengakibatkan
obstipasi. Sembelit dapat terjadi secara mekanis yang
disebabkan karena menurunnya gerakan ibu hamil, tekanan
kepala janin terhadap usus besar dan rektum.
c) Istirahat
Waktu istirahat harus lebih lama ± 10-11 jam. Untuk wanita
hamil, juga dianjurkan untuk tidur siang.
Jadwal istirahat dan tidur harus diperhatikan dengan baik
karena istirahat dan tidur yang teratur dapat meningkatkan
kesehatan jasmani dan rohani untuk kepentingan pertumbuhan
dan perkembangan janin (Manuaba, 2000:140).
d) Aktivitas
Wanita yang sedang hamil boleh bekerja tapi sifatnya tidak
melelahkan dan tidak mengganggu kehamilan. Misalnya:
pekerjaan rumah tangga yang ringan, masak, menyapu, tetapi
jangan menimba, mengangkat air, dll. Pekerjaan dinas misal
guru, pegawai kantor boleh diteruskan. Pekerjaan yang
sifatnya dapat mengganggu kehamilan lebih baik dihindarkan
misalnya pekerjaan di pabrik rokok, percetakan, yang
mengeluarkan zat yang dapat mengganggu janin dalam
kandungannya).

m. Personal Higiene
1. Rambut harus sering dicuci. Gigi betul-betul harus mendapat
perawatan untuk mencegah caries.
2. Buah dada adalah organ yang erat hubungannya dengan
kehamilan dan nifas, sebagai persiapan untuk produksi
makanan bayi oleh karena itu bila kurang kebersihannya bisa
menyebabkan infeksi.

15
3. Kebersihan vulva. Vulva harus selalu dalam keadaan bersih.
Setelah BAK/BAB harus selalu dikeringkan, cara cebok yang
dari depan ke belakang.
4. Kebersihan kuku tidak boleh dilupakan karena dibawah kuku
bisa tersembunyi kuman penyakit.
5. Kebersihan kulit dilakukan dengan mandi 2x sehari. Mandi
tidak hanya membersihkan kulit tetapi menyegarkan badan,
karena pembuluh darah terangsang dan badan terasa nyaman.
6. Kebersihan pakaian. Wanita hamil ganti pakaian yang bersih,
kalau dapat pagi dan sore, lebih-lebih pakaian dalam seperti
BH dan celana dalam.
n. Riwayat Psikososial dan Budaya
Untuk mengetahui keadaan psikologis ibu terhadap kehamilannya
serta bagaiamana tanggapan suami dan keluarga tentang kehamialn.
Budaya ditanyakan untuk mengetahui kebiasaan dan tradisi yang
dilakukan ibu dan keluarga berhubungan dengan kepercayaan pada
takhayul, kebiasaan berobat dan semua yang berhubungan dengan
kondisi kesehatan ibu.
o. Pola Spiritual
Untuk mengetahui kegiatan spiritual ibu.
Data Obyektif
a. Pemeriksaan Umum
1. Keadaan umum : Baik/cukup/lemah.
2. Kesadaran :
Composmentis/apatis/samnolen.
3. Tinggi badan : Normal >145 cm,
ibu hamil dengan tinggi badan kurang dari 145 cm kemungkinan
panggul sempit

16
4. Berat badan sebelum hamil :Mengetahui
perubahan berat badan sebelum hamil dan saat hamil adakah
penambahan berat badan atau penurunan berat badan.
5. Berat badan sekarang :Selama kehamilan
TM II dan III pertambahan berat badan ± 0,5kg perminggu.
Hinggaakhir kehamilan pertambahan BB yang normal sekitar 9-13,5
kg
6. Lingkar lengan atas : Normal >
23,5 cm, bila kurang merupakan indikator kuat untuk status gizi ibu
yangkurang baik / buruk, sehingga beresiko untuk melahirkan BBLR
7. Tekanan darah, Pernapasan, Nadi, Temperatur
b. Pemeriksaan fisik
1) Kepala : bersih, tidak ada benjolan, tidak ada luka ataulesi
2) Rambut : warna hitam, tidak ada ketombe, tidak rontok dan
distribusi merata
3) Wajah : tidak ada cloasma gravidarum, tidak ada oedema, dan
tidak pucat
4) Mata : konjungtiva tidak pucat dan sklera tidak ikterus
5) Mulut dan gigi : bersih, warna bibir kemerahan, tidak ada
stomatitis, gigi tidak berlubang, gusi tidak berdarah.
6) Leher : tidak ada bendungan vena jugularis, tidak ada pembesaran
kalenjar limfe dan tidak ada pembesaran kelenjar tiroid
7) Payudara
a) Inspeksi :bentuk melingkar, simetris, hiperpig-mentasi pada
areola, puting susu menonjol, tidak ada retraksi atau dimplin
b) Palpasi : tidak ada masa/ benjolan,tidak ada nyeri tekan, tidak
ada pembesaran kelenjar limfe, colostrum (-).
8) Abdomen
a) Inspeksi : tidak ada luka bekas operasi ,terdapat linea
nigradan pembesaran uterus sesuai dengan umur kehamilan.
17
b) Palpasi
Leopold I :
(1) Kaki klien dibengkokan pada lutut dan lipatan paha
(2) Pemeriksa berdiri sebelah kanan klien dan melihat ke arah
muka klien
(3) Rahim dibawah ke tengah
(4) Tinggi fundus uteri ditentukan
(5) Tentukan bagian apa dari anak yang terdapat dalam fundus
uteri.
Sifat kepala ialah keras, bundar dan melenting, sifat bokong
adalah lunak, kurang bundar dan kurang melenting, pada letak
lintang fundus uteri kosong. Variasi menurut knebel :
menentukan letak kepala atau bokong dengan satu tangan di
fundus dan tangan lain di atas simfisis
Leopold II :
(1) Kedua tangan pindah ke samping
(2) Tentukan batas samping rahim kiri dan kanan
(3) Tentukan letak punggung anak
(4) Pada letak lintang, tentukan dimana letak kepala janin
Leopold III :

(1) Dipergunakan satu tangan saja


(2) Bagian bawah ditentukan antara ibu jari dan jari lainnya
(3) Adakah bagian bawah masih dapat dipergunakan
Leopold III menentukan apa yang terdapat di bawah dan
apakah bagian bawah anak ini sudah atau belum terpegang
oleh pintu atas panggul)
Leopold IV :
(1) Pemeriksa merubah sikapnya yaitu melihat ke arah
kaki si penderita.
18
(2) Dengan kedua tangan ditentukan apa yang menjadi
bagian bawah.
(3) Ditentukan apakah bagian bawah sudah masuk ke
dalam pintu atas panggul dan berapa masuknya
bagian bawah ke dalam rongga panggul. Jika kita
rapatkan kedua tangan akan kita dapatkan :
(a) Kedua tangan pada pinggir kepala divergent
(ukuran tebesar kepala sudah melewati pintu
atas panggul)
(b) Kedua tangan pada pinggir kepala convergent
(ukuran terbesar kepala belum melewati pintu
atas panggul). Leopold IV untuk menentukan
bagian yang terendah danberapa masuknya
bagian yang bawah ke dalam rongga panggul.
c. Pemeriksaan Khusus
Inspeculo : Tujuannya adalah untuk mengetahui apakah perdarahan
berasal dari osteum uteri eksternum atau dari kelaianan
cervik dan vagina. Apabila perdarahan dari osteum uteri
eksternum, adanya plasenta harus dicurigai.
USG : Untuk menentukan letak placenta.
d. Pemeriksaan Laboratorium
Hb : Jika terjadi perdarahan yang banyak dan keadaan umum
pasien lemahserta pucat, kemungkinan pasien mengalami
anemia.
Urin : dicurigai ada protein urin yang memperberat kehamilan
2. Analisis Kebidanan
a. Ibu umur 25 tahun G1P0A0 hamil 39 minggu dengan kehamilan normal
b. Diagnosa masalah
1) Ketidaknyamanan berhubungan dengan perubahan pada mekanika
tubuh efek dari perubahan hormone
19
2) Perubahan eliminasi urine berhubungan dengan Penekanan kandung
kemih karena pembesaran uterus.
3) Kurang pengetahuan: Perawatan kehamilan berhubungan dengan
Kurangnya informasi.
4) Gangguan istirahat tidur berhubungan dengan ketidakmampuan
untuk mempertahankan kenyamanan
3. Penatalaksanaan
INTERVENSI
1. Kaji faktor pencetus perasaan tidak nyaman yang dirasakan klien

2. Kaji TTV klien

3. Atur posisi klien senyaman mungkin saat dilakukan pengkajian/


pemeriksaan

4. Ajarkan klien /ibu untuk meminimalkan ketidaknyamanan saat


berada dirumah dengan mengatur posisi tubuh, porsi makan (6 x
dengan porsi sedikit), dan aktivitas

5. Kolaborasikan dengan dokter ahli kandungan dalam tindakan


pengobatan bila perlu

BAB II

TINJAUAN TEORI ASUHAN KEBIDANAN

ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL


Ny. R umur 39 tahun G3P2A0Ah2 Umur Kehamilan 29+3 Minggu dengan Anemia
di Puskesmas Jetis

No register : 17932371
Masuk Tgl,Jam : 15 Oktokber 2019, jam 09.00 WIB
Ruang : Ruang KIA Puskesmas Jetis
Biodata Ibu Suami
20
Nama : Ny R Tn W
Umur : 39 tahun 40 tahun
Pendidikan : SMK SMK
Pekerjaan : IRT .Karyawan Swasta
Agama : Islam Islam
Suku/ Bangsa : Jawa/ Indonesia Jawa/ Indonesia
Alamat : Pringgokusuman Rt 19/Rw 05 Pringgokusuman Rt 19/Rw 05

DATA SUBYEKTIF
1. Kunjungan saat ini merupakan kunjungan Ulang
Keluhan: ibu mengatakan kadang merasa pusing, dan cepat lelah
2. Riwayat Perkawinan
Kawin `1 kali. Kawin pertama umur 21 tahun. Dengan suami sekarang18
tahun
3. Riwayat Menstruasi
Menarche umur 14 tahun. Siklus 28 hari. Teratur. Lama [Link]. Sifat Darah :
Encer. Flour Albus: tidak. Bau khas darah Dysmenorhoe : tidak . Banyak 3-4
kali ganti pembalut. HPHT: 23-03-2019 HPL: 30-12-1019.
4. Riwayat Kehamilan ini
a. Riwayat ANC
ANC Sejak umur kehamilan 6 minggu. ANC di Puskesmas Jetis.
Frekuensi:
Trimester I 3 kali
Trimester II 3 kali
Trimester III 1 kali
b. Pergerakan janin yang pertama pada umur kehamilan 12 minggu.
Pergerakan janin dalam 12 jam terakhir > 10 kali
c. Keluhan yang dirasakan
Trimester I :.mual
Trimester II : tidak ada
Trimester III : pusing dan cepat lelah
d. Imunisasi
TT 1 : Tahun 1980 (bayi) TT 4 : Tahun 1985 (SD)
TT 2 : Tahun 1980 (bayi) TT 5 : 12 Maret 1998 (Caten)
TT 3 : Tahun 1983 (SD)

e. Pola Nutrisi

Makan Minum
Frekuensi : 3x/hari 6-8 x/hari
21
Macam : nasi, lauk, sayur Air putih kadang teh
Jumlah : porsi sedang-banyak 1 gelas /minum
Keluhan : makan sayur sedikit Tidak ada keluhan

f. Pola Eliminasi

BAB BAK
Frekuensi : 1x/hari 6-7x/hari
Warna : Kuning Kuning jernih
Bau : Khas feses khas urine
Konsisten : lunak cair
g. Pola aktivitas
Kegiatan sehari-hari : mengurus anak dan pekerjaan rumah
Istirahat/Tidur : istirahat siang 1 jam, tidur malam 6-7 jam
h. Personal Hygiene
Kebiasaan mandi 2 kali/hari
Kebiasaan membersihkan alat kelamin: pada saat mandi, setelah BAB dan
BAK
Kebiasaan mengganti pakaian dalam: 2x setelah mandi
Jenis pakaian dalam yang digunakan: katun
i. Kebiasaan Sehari-hari
Merokok: ibu tidak memiliki kebiasaan merokok
Minum jamu-jamuan: ibu tidak memiliki kebiasaan minum jamu.
Minum-minuman keras: ibu tidak memiliki kebiasaan minum-minuman
keras.
Perubahan pola makan (termasuk nyidam, nafsu makan turun, dan lain-
lain: akhir-akhir ini tidak suka sayur
5. Riwayat Obstetri
Riwayat Kehamilan, Persalinan dan nifas yang lalu
G3P2Ab0Ah2
Persalinan Nifas
Hami Umur Komplikasi
Jenis Penolon Jenis BB
l ke Tgl lahir kehamil Laktasi Komplikasi
Persalinan g Ibu Bayi kelamin Lahir
an
2- 11- Tidak Tidak Laki-
1 aterm Normal bidan 3200gr ya Tidak ada
2002 ada ada laki
2 4-10- aterm Normal dokter Tidak Tidak Laki- 3300gr ya Tidak ada

22
2007 ada ada laki
Hamil
3
ini

6. Riwayat Kontrasepsi yang digunakan


Jenis Mulai memakai Berhenti/Ganti Cara
No Kontraseps
Tanggal Oleh Tempat Keluhan Tanggal Oleh Tempat Alasan
i
Ingin
Suntik 3
1. 2003 Bidan BPM Tidak ada 2006 bidan BPM punya
bulan
anak
Ingin
Suntik 3 Puskes Puskes
2. 2007 Bidan Tidak ada 2017 Bidan punya
bulan mas mas
anak
Rencana Setelah ini IUD
7. Riwayat Kesehatan
a. Penyakit sistemik yang pernah/sedang diderita
Ibu mengatakan dirinya tidak pernah atau sedang menderita penyakit
seperti jantung, asma, Diabetes Mellitus, dan HIV/AIDS, atau hepatitis
b. Penyakit yang pernah/sedang diderita keluarga
Ibu mengatakan keluarga tidak pernah/sedang menderita penyakit
sistemik maupun menular.
c. Riwayat psikologi keluarga
Ibu mengatakan tidak ada riwayat penyakit psikologi pada keluarga
seperti gangguan jiwa dan depresi
d. Riwayat keturunan kembar
Ibu mengatakan tidak memiliki riwayat keturunan kembar
e. Riwayat Alergi
Makanan : ibu mengatakan tidak ada riwayat alergi makanan
Obat : ibu mengatakan tidak ada riwayat alergi obat
Zat lain : ibu mengatakan tidak ada riwayat alergi zat lain

8. Riwayat Psikologi Spiritual


a. Kehamilan ini: Kehamilan ini merupakan kehamilan yang diinginkan ibu
dan suami.
b. Perasaan ibu terhadap kehamilan saat ini: Ibu mengatakan sangat senang
dengan kehamilannya saat ini
c. Tanggapan keluarga terhadap kehamilan: Ibu mengatakan keluarga sangat
senang dan mendukung dengan kehamilannya

23
d. Persiapan/rencana persalinan: Ibu mengatakan ingin melahirkan secara
normal di Puskesmas, di damping oleh suami, kendaraan yang digunakan
motor dan pendonor darah dari ibu kandung dan kakak.
DATA OBYEKTIF
1. Pemeriksaan Umum
a. KU : baik, kesadaran: sadar penuh
b. Tanda vital
TD : 108/70mmHg.
N : 84 kali/menit.
R : 23 kali/menit.
S : 36,6°C
c. TB : 154 cm
BB Sblm hamil : 48 kg.
BB skrg : 60 kg.
LLA : 23 cm.
IMT : 20,23 kg/m2
j. Kepala dan leher
Oedem Wajah : tidak ada oedem wajah
Chloasma gravidarum : tidak ada chloasma gravidarum
Mata : sklera putih, konjungtiva pucat
Mulut : bibir lembab, sedikit pucat
Leher : Tidak ada pembengkakan pada tyroid, dan vena
jagularis
k. Payudara
Bentuk : simetris
Areola mammae : kehitaman
Puting susu : menonjol
Colostrum : belum keluar
l. Abdomen
Bentuk : membesar, memanjang
Bekas luka : tidak ada
Palpasi Leopold
Leopold I : TFU diantara pusat dan prosessus xypoideus,
teraba bulat lunak (bokong)
Leopold II : bagian kanan teraba lebar, luas, tahanan kuat
(punggung), bagian kanan teraba bagian-bagian
terkecil janin (ekstermitas).
Leopold III : teraba bulat, keras (kepala)
Leopold IV : kepala janin belum masuk panggul (konvergen)
24
TFU (Mac Donald) : 23 cm
TBJ : 1705 gram
Auskultasi DJJ :punctum maximum perut kanan bagian bawah
Frekuensi 145 x/menit, reguler
m. Genetalia Luar
Varices : tidak ada
Bekas luka : tidak ada
Kelenjar Bartholini : tidak ada
Pengeluaran : tidak ada
n. Anus : tidak ada hemoroid
o. Ekstremitas
Oedem : tidak ada
Varices : tidak ada
Reflek Patela : tidak ada
2. Pemeriksaan Penunjang tanggal 15 Oktokber 2019
Hb: 9,2 gr%, bakteri urine: negatif.

ANALISA
Ny R usia 39 tahun G3P2Ab0Ah2 UK 29+3 minggu hamil dengan anemia
ringan

PENATALAKSANAAN

1. Menjelaskan kepada ibu hasil pemeriksaan, bahwa dari pemeriksaan


fisik ibu dalam keadaan baik, namun dari pemeriksaan laboratorium
menunjukkan Hb : 9,2 gr%, ibu mengalami anemia. Anemia dalam
kehamilan dapat berdampak pada ibu dan janin, salah satunya adalah
perdarahan saat persalinan dan berat badan lahir bayi rendah.
- Ibu mengerti penjelasan bidan
2. Memberi KIE tentang pola nutrisi yaitu ibu dianjurkan untuk
mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan banyak makan sayuran
hijau seperti bayam, kemudian kacang-kacangan, hati ayam ataupun
daging untuk memperbaiki Hb ibu. Minum air putih 2 liter/ hari.
Mengurangi minum teh/kopi

25
- Ibu bersedia memperbaiki pola nutrisi
3. Memberi KIE tentang pola aktivitas dan istirahat meliputi jangan
bekerja terlalu berat, hindari kelelahan, pekerjaan rumah dapat dibantu
oleh suami, ibu dapat melakukan olahraga ringan seperti jalan-jalan
pagi jika ibu mampu, tidur siang 1 jam, malam 7-8 jam dan mengelola
stress dengan tidak berfikir berat.
- Ibu bersedia mengatur pola aktivitas dan istirahat.
4. Meminta kepada ibu bahwa Fe harus di minum setiap hari secara rutin
untuk memperbaiki Hb ibu, dengan air putih/air jeruk, tidak dengan
teh/kopi karena dapat menghambat penyerapan zat besi.
- Ibu bersedia minum Fe di rumah secara rutin
5. Menganjurkan kepada ibu untuk makan makanan yang banyak
mengandung protein tinggi untuk membantu mengatasi KEK
- Ibu mengerti dan bersedia makan makananan yang banyak mengandung
protein
6. Memberi KIE kepada ibu mengenai tanda bahaya kehamilan yaitu jika
keluar flek/darah dari jalan lahir, perut kram dan tidak sembuh saat
istirahat, pusing hebat. Segera datang ke faskes jika mengalami salah
satu tanda bahaya kehamilan.
- Ibu bersedia datang jika mengalami salah satu tanda bahaya
7. Menganjurkan ibu untuk membaca buku KIA untuk lebih memahami
proses kehamilan dan persiapan persalinan.
- Ibu bersedia membaca buku KIA di rumah.
8. Menjelaskan dan meminta ibu untuk mengisi stiker P4K (Program
Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi) mulai dari nama
ibu, taksiran persalinan, penolong persalinan, tempat persalinan,
pendamping persalinan, transportasi, calon pendonor [Link]
meminta ibu untuk menempelkan stiker P4K di pintu atau jendela yang
dapat terlihat.
- Ibu mengerti dan bersedia
26
9. Menganjurkan ibu untuk megikuti kelas ibu hamil
- Ibu bersedia mengikuti kelas ibu hamil
10. Memberikan kepada ibu terapi obat untuk diminum secara rutin yaitu
Tablet Tambah Darah 2x1 30 tablet yang diminum dua kali sehari pagi
dan malam hari diminum diantara waktu makan atau 30 menit sebelum
makan diminum bukan dengan teh atau kopi, lebih dianjurkan diminum
dengan air putih disertai dengan vitamin C.. Serta menjelaskan efek
samping dari tablet tambah darah seperti sulit BAB, rasa mual dan
perubahan warna feses menjadi kehitaman itu merupakan hal yang
wajar. Kemudian Kalsium Laktat tablet 500 mg dengan dosis 1x1
jumlah 30 tablet diminum pada pagi atau siang hari dan diminum tidak
bersamaan dengan tablet tambah darah.
- Ibu mengerti dan bersedia minum obat
11. Memberitahu ibu untuk kunjungan ulang 2 minggu lagi untuk dilakukan
pemeriksaan Hb ulang atau apabila ibu ada keluhan.
- Ibu bersedia melakukan kunjungan ulang
DAFTAR PUSTAKA

1. Winkjosastro, Hanifa. Ilmu Kebidanan. Jakarta:Yayasan Bina Pustaka.


Sarwono Prawirohardjo; 2009.

2. Kusmiyati, Yuni, dkk. Perawatan Ibu Hamil. Yogyakarta; Fitramaya;


2009.

3. Prawiroharjo, Sarwono. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehaan


Maternal dan Neonatal. Jakarta: PT Bina Pustaka Sarwono
Prawirohardjo;2010.

4. Manuaba IBG. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan, dan Keluarga


Berencana untuk Pendidikan Bidan. Jakarta: EGC; 2010.

5. Proverawati A. Anemia dan Anemia pada Kehamilan. Yogyakarta:


Nuha Medika; 2013.

6. Studi P, Gizi I, Kedokteran F, Diponegoro u. of Nutrition College,


Volume of Nutrition College, Volume tahun 2014. 2014;Volume 3.
27
7. Pala K, Dundar N. Prevalence & risk factors of anaemia among
women of reproductive age in Bursa , Turkey. 2015;(October 2009).

8. Abdul Bari S. Buku Asuhan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal


dan Neonatal. Jakarta: Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo; 2009.

9. Prawirohardjo S. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan


Maternal dan Neonatal. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono
Prawirohardjo; 2010.

10. Wiknjosastro H. Ilmu Kebidanan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka


Sarwono Prawirohardjo; 2012.

11. Bothamley Judi dan Boylem. Patofisiolaogi dalam Kebidanan.


Jakarta: EGC; 2012.

12. Manuaba IBG. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan Keluarga


Berencana. Jakarta: EGC; 2012.

13. Simbolon D, Jumiyati, Rahmadi A. Modul Edukasi Gizi Pencegahan


dan Penanggulangan Kurang Energi Kronik (KEK) dan Anemia pada
Ibu Hamil. Yogyakarta: Penerbit Deepublish; 2018.

14. Tarwoto dan Wasnidar. Buku Saku anemia pada ibu hamil konsep dan
penatalaksanaan. Jakarta: Trans info media; 2013.

15. Anggraini PD. Faktor–Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian


Anemia pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puaskesmas Tanjung Pinang
Tahun 2018. J Kebidanan. 2018;7(15):33–8.

16. Vehra S, Ejaz MAQ and F. Effect of Sociodemographic and


Gestattional Status on the Development of Iron Deficiency Anemia In
Pregnant Women. Pakistan J Nutrtion. 2012.

17. Obai G, Odongo P, Wanyama R. Prevalence of anaemia and associated


risk factors among pregnant women attending antenatal care in Gulu
and Hoima Regional Hospitals in Uganda : A cross sectional study.
BMC Pregnancy Childbirth [Internet]. BMC Pregnancy and
Childbirth; 2016;1–7. Available from:
[Link]

18. Idowu OA, Mafiana C. Anaemia in Pregnancy : A Survey of Pregnant


Women in Abeokuta ,. Afr Health Sci. 2014;5 No. 4(January 2006)
28
19. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003. Available
from: [Link]

20. Sulistyoningsih, Hariyani. Gizi Untuk Ibu dan [Link]:


Graha Ilmu; 2011.

21. Yuliastuti E, Tutiana A, Syahlani A. Hubungan Pendidikan dan Paritas


Ibu dengan Kejadian Anemia pada Ibu hamil. Din Kesehat.
2014;5(2):109–17.

22. Siteti MC, Namasaka SD, Ariya OP. Anaemia in Pregnancy :


Prevalence and Possible Risk Factors in Kakamega Anaemia in
pregnancy : Prevalence and possible risk factors in Kakamega County ,
Kenya. Sci J Public Heal. 2018;Vol 2(1).

29

Anda mungkin juga menyukai