0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
61 tayangan7 halaman

Uji Pemompaan Unconfined Aquifer

Dokumen tersebut membahas tentang uji pemompaan yang dilakukan pada sumur TW-01 untuk menentukan parameter akuifer tanah tak terbatas. Dokumen menjelaskan hasil uji pemompaan bertahap dan kambuh yang menghasilkan grafik penurunan muka air tanah. Dari hasil uji tersebut, dapat ditentukan nilai transmisivitas, kapasitas penyimpanan, dan kehilangan sumur.

Diunggah oleh

R Ajeng N
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
61 tayangan7 halaman

Uji Pemompaan Unconfined Aquifer

Dokumen tersebut membahas tentang uji pemompaan yang dilakukan pada sumur TW-01 untuk menentukan parameter akuifer tanah tak terbatas. Dokumen menjelaskan hasil uji pemompaan bertahap dan kambuh yang menghasilkan grafik penurunan muka air tanah. Dari hasil uji tersebut, dapat ditentukan nilai transmisivitas, kapasitas penyimpanan, dan kehilangan sumur.

Diunggah oleh

R Ajeng N
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Dasar Teori

Dari data yang ada pada soal (terlampir), diasumsikan bahwa jenis akuifer yang ada adalah
unconfined aquifer dimana pada lokasi ini tekanan biasanya diabaikan. Skema pemompaan
untuk unconfined aquifer dapat dilihat pada gambar di bawah ini ;

Gambar 1. Unconfined Aquifer

Specific Yield (Storage Coefficient, S) adalah jumlah air yang diberikan oleh suatu unit volume
dari unconfined aquifers sebagai akibat gaya gravitasi.
Menurut Busch untuk unconfined aquifers , well yield dirumuskan dengan :

1.366 K ( H 2  h 2 )
Q (1)
log R
r
Q = well yield (m3/hari)
K = Konduktivitas Hidrolik (m3/hari/m2 atau m/hari)

Pumping test dilakukan untuk mengetahui konduktivitas hidrolik pada suatu lokasi. Dengan
memplot penurunan (drawdown) terhadap waktu pemompaan (dengan laju pemompaan
konstan), dapat ditentukan nilai Transmisivitas (T) yaitu dengan rumus sebagai berikut ;

0.183  Q
T  (2)
S

T = transmisivitas (m3/m/hari atau m2/hari ).


Q = laju pemompaan (m3/hari ).
S = drawdown dalam satu log cycle

Drawdown juga dapat dihitung dengan mengunakan rumus


0.183Q 2.25Tt
S log 2
T r S (3)
t = waktu sejak pemompaan dimulai (hari)
r = Jari-Jari pengukuran drawdown (m)
S = storage capacity (dimensionless)

Storage capacity sendiri dapat dihitung dengan menggunakan rumus ;

2.25T  t 0
S (4)
r2
t0 = Zero drowdown, (titik perpanjangan garis lurus pada penurunan 0)

Hasil Pengolahan Data

Uji Pemompaan Bertahap dan Uji Kambuh Sumur TW-01


0
0 200 400 600 800 1000 1200 1400

-2

-4
Step 1
Muka Air Tanah (m)

Step 2
-6
Step 3
Step 4
-8
Kambuh

-10

-12

Wajtu (menit)
-14

Gambar 2. Grafik Uji Pemompaam Bertingkat dan Uji Kambuh

Uji Pemompaan Bertingkat


Hasil plotting pada uji pemompaan bertingkat pada setiap step dapat dilihat pada beberapa
grafik dibawah ini ;

Grafik Long Term Test TW-01, Pemompaan Bertingkat


Desa Babakan, Majalengka

0
1 10 100 1000
-1

y = -0.7035Ln(x) - 2.1153
-2
Penurunan(m)

-3
Observasi Step I
Dugaan
-4

-5

-6

Log Waktu Pemompaan(menit)

Gambar 3. Grafik Uji Pemompaam Bertingkat Step I

Grafik Long Term Test TW-01, Pemompaan Bertingkat


Desa Babakan, Majalengka
-6

-6.2100 1000

-6.4
Penurunan (meter)

-6.6

-6.8
y = -1.8664Ln(x) + 2.556
-7

-7.2

-7.4 Observasi Step II


Dugaan
-7.6

-7.8

Log Waktu Pemompaan(menit)

Gambar 4. Grafik Uji Pemompaam Bertingkat Step II


Grafik Long Term Test TW-01, Pemompaan Bertingkat
Desa Babakan, Majalengka
-7.4
100 1000
-7.6

-7.8
Penurunan (meter)

-8

-8.2 Observasi Step III

-8.4 Dugaan

-8.6
y = -2.7631Ln(x) + 7.3295
-8.8

-9

Log Waktu Pemompaan (menit)

Gambar 5. Grafik Uji Pemompaam Bertingkat Step III

Grafik Long Term Test TW-01, Pemompaan Bertingkat


Desa Babakan, Majalengka
-8.6

-8.8100 1000

-9
Penurunan (meter)

-9.2

-9.4 Observasi Step IV

-9.6 Dugaan

-9.8

-10 y = -2.9619Ln(x) + 8.1135


-10.2

-10.4

Log Waktu Pemompaan (meter)

Gambar 6. Grafik Uji Pemompaam Bertingkat Step IV

Berdasarkan keempat gambar tersebut, gambar grafik pada step I (gambar 3), adalah gambar
yang menunjukkan karakteristik penurunan muka air dalam selang lebih dari 1 log cycle
(selang 10 – 100). Dengan demikian pada selang waktu 10-100, melaui grafik dapat dilihat
nilai S yaitu sebesar 1.76 m. Q adalah nilai yang digunakan pada selang waktu tersebut
yaitu 10.27 l/detik atau 5323.97 m3/hari. Dengan menggunakan rumus (2) dihitung nilai T,
yaitu ;
0.183  Q
T 
S
0.183  887.33
T
1.76

T = 92.26 m2/hari

Nilai Storage Capacity (S) dapat dihitung dengan menggunakan rumus (4) dimana diketahui
perpanjangan garis lurus pada grafik Dugaan Step 1 (gambar 3) berhenti pada waktu t 0 = 0.05
menit atau 3.47 x 10-5 hari , yaitu waktu pada saat drawdown = 0. Dengan demikian ;
2.25T  t 0
S , dengan mengasumsikan radius of influence (r) sebesar 30 m, maka
r2
2.25(92.26)  3.47 x 10 -5
S
30 2
S = 6646.974

Penentuan Well Loss Uji Pemompaan Bertingkat

B= 788.23 C= 3078.7
Sw
STEP Debit Sw dSw Sw/Q BQ CQ^2 koreksi Effisiensi
  m^3/det meter meter dt/m^2        
I 0.01027 8.4 8.4 817.9163 8.095122 0.324719 8.41984 96.1434
II 0.0124 10.36 1.96 835.4839 9.774052 0.473381 10.24743 95.38049
III 0.01434 11.68 1.32 814.5049 11.30322 0.63309 11.93631 94.6961
IV 0.01525 12.9 1.22 845.9016 12.02051 0.71599 12.73650 94.37844

Grafik Nilai B dan C TW 01


Desa Babakan, Majalengka
860
840
820
Sw/Q (dt/m^2)

800
780
760
y = 3078.7x + 788.23
740 Series1
720 Linear (Series1)

700
0.01 0.011 0.012 0.013 0.014 0.015 0.016

Debit Pompa (m^3/det)

Gambar 7. Grafik Nilai B dan C


Daerah Well Loss dan Aquifer Loss Sumur TW 01
-8.00000
Penurunan Muka Air -8.500000.009 0.01 0.011 0.012 0.013 0.014 0.015 0.016

-9.00000
-9.50000
-10.00000
(m)

-10.50000
-11.00000 .
Well Loss (BQ+SQ^2)
-11.50000
Aquifer Loss (BQ)
-12.00000
-12.50000
-13.00000

Debit (m^3/det)

Gambar 8. Grafik Daerah Well Loss dan Aquifer Loss

Uji Kambuh

Grafik Long Term Test TW-01, Uji Kambuh


Desa Babakan, Majalengka

0.00
1 10 100 1000

-2.00

Uji KAmbuh
-4.00 Dugaan
Kenaikan (meter)

-6.00

-8.00

y = -1.4316Ln(x) - 1.6432
-10.00

-12.00

Log Waktu Kenaikan t' (meter)

Gambar 9. Grafik Uji Kambuh

Dengan cara yang sama seperti pada uji pemompaan bertingkat, dapat dihitung T dan S,
sebagai berikut;
0.183  Q
T  ; diketahui S = 3.17 m
S

0.183  887.33
T 
3.17
T = 51.22 m2/hari
2.25T  t 0
S 2
; dimana t0 = 0.5 menit atau 3.47 x 10-4 hari
r

2.25(51.22)  3.47 x 10-4


S
302
S = 4.44 x 10-5

Anda mungkin juga menyukai