0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
11 tayangan5 halaman

Prospek Budidaya Bawang Merah Brebes

Dokumen tersebut membahas tentang prospek usaha budidaya bawang merah di Brebes. Bawang merah merupakan komoditas unggulan di Brebes dan memberikan keuntungan besar kepada petani. Namun, terdapat beberapa hambatan seperti hama penyakit dan ketersediaan air. Meskipun demikian, prospek usaha bawang merah di Brebes masih menjanjikan karena permintaan yang tinggi.

Diunggah oleh

Jory Tomaluweng
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
11 tayangan5 halaman

Prospek Budidaya Bawang Merah Brebes

Dokumen tersebut membahas tentang prospek usaha budidaya bawang merah di Brebes. Bawang merah merupakan komoditas unggulan di Brebes dan memberikan keuntungan besar kepada petani. Namun, terdapat beberapa hambatan seperti hama penyakit dan ketersediaan air. Meskipun demikian, prospek usaha bawang merah di Brebes masih menjanjikan karena permintaan yang tinggi.

Diunggah oleh

Jory Tomaluweng
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Rumusan Masalah

1. Bagaimana prospek usaha budidaya bawang merah di Brebes ?


2. Bagaimana potensi usaha budidaya bawang merah di Brebes ?
3. Bagaimana profil pengusaha budidaya bawang merah Brebes ?
4. Permasalahan apakah yang menjadi hambatan dalam usaha budidaya bawang merah di
Brebes ?
5. Adakah daerah sentra budidaya bawang merah selain Brebes ?

Isi

Bawang merah (Allium ascalonicum L) merupakan salah satu komoditas sayuran


unggulan yang sejak lama telah diusahakan oleh petani. Bawang merah merupakan produk
pertanian yang sudah melekat namanya dengan Kabupaten Brebes, mengingat posisinya sebagai
penghasil terbesar komoditi tersebut di tataran nasional. Budidaya bawang merah memang
memberikan keuntungan cukup besar bagi para petaninya. Mengingat saat ini kebutuhan pasar
akan bawang merah semakin meningkat tajam, seiring dengan meningkatnya jumlah pelaku
bisnis makanan yang tersebar di berbagai daerah. Kondisi ini terjadi karena bawang merah sering
dimanfaatkan masyarakat untuk bahan baku pembuatan bumbu masakan, dan menjadi bahan
utama dalam proses produksi bawang goreng yang sering digunakan sebagai pelengkap berbagai
menu kuliner.

Sebagai salah satu komoditi pokok yang memiliki nilai jual tinggi membuat usaha
budidaya bawang merah makin digandrungi masyarakat khususnya masyarakat Brebes Jawa
Tengah. Salah satu wirausahawan bawang merah yaitu Maulana Surya Gemilang yang tergabung
dengan PB Sentani. Dalam sebulan ia mampu menjual hingga 2 ton lebih bawang merah ke
berbagai penjuru nusantara. Berangkat dari keluarga yang bergerak di bidang pertanian Maulana
Surya Gemilang tergerak hatinya untuk turut terjun di dunia bercocok tanam khususnya tanaman
bawang merah. Selain itu sebagai putra asli Brebes Jawa Tengah pria yang akrab disapa Alan ini
juga ingin menggerakan, membantu dan menciptakan potensi perekonomian daerahnya. Hal
tersebut ia aplikasikan kedunia nyata dengan bergabung bersama (pembibitan bawang) PB
Sentani yang merupakan kelompok tani pembudidaya bawang merah pada Bulan Desember
2014. Sebagai pengusaha muda ia tak rela harga jual bawang merah di pasaran selalu rendah dan
identik menekan harga jual bawang merah di pasaran selalu rendah dan identik menekan harga
jual petani sehingga tipis keuntungan. Di bawah bendera PB Sentani Alan dan Hadi Sutomo
selaku ketua kelompok tani saling membahu mengatasi problem klasik tersebut. Berbekal modal
yang minim Alan sedikit banyak mulai memproduksi bawang merah, menurutnya bawang merah
asli Brebes memiliki keunggulan yang tidak dimiliki oleh bawang merah manapun termasuk
bawang merah asal negara-negara Asia Tenggara. Kendati demikian bibit bawang merah Brebes
juga bisa di tanam di luar wilayah Brebes dengan cita rasa bawang yang sama asalkan
menggunakan bibit bawang merah asli Brebes.

Budidaya Bawang Merah Brebes Mampu Jual 2 Ton Setiap Bulan

Prospek Usaha

Prospek usaha bawang merah sangat bagus karena bawang sendiri merupakan kebutuhan
utama dalam meracik sebuah masakan, tanpa bawang rasa sebuah penganan akan terasa tidak
sedap. Setidaknya puluhan ton bawang merah keluar wilayah Brebes setiap harinya untuk
memenuhi permintaan konsumen dari berbagai daerah. Hal tersebut tentu membuat prospek
usaha bawang merah masih terbuka lebar. Komoditi bawang merah Brebes dirasa sulit tergerus
oleh bawang merah import karena cita rasa yang tak senikmat bawang merah Brebes.

Sedikit  polesan dukungan dari pemerintah setempat akan mampu membuat bawang merah
semakin menjelit. Menurut Alan sebagai salah satu pengusaha bawang merah Brebes  saat ini
bawang merah belum memiliki patokan harga yang pas, masih perlu bantuan pemerintah supaya
harga jual tetap stabil. Banyak persaingan usaha pada bisnis bawang merah karena merupakan
sebuah usaha yang bagus, namun lebih banyak lagi persaingan di kelas tengkulak  di mana harga
bawang dari tangan petani dibeli dengan harga rendah dan dijual kembali dengan harga selangit.

 
Kelebihan Bawang Merah Brebes

Kondisi alam yang mendukung ditambah dengan adanya keberadaan gunung Kumbang
membuat rasa bawang merah Brebes lebih sedap dilidah masyarakat [Link] gunung
kumbang yang mampu membawa uap air sudah tentu menjadi nilai plus bagi pertumbuhan
tanaman bawang. Bawang Merah Brebes memiliki cita rasa yang lebih pedas, dari bentuk fisik
memiliki postur yang mungil seukuran ibu jari, kulit bagian luar berwarna merah dan bagian inti
bawang berkelir putih kemerahan.

Daya tahan bawang merahyang mampu awet hingga 2 bulan juga merupakan salah satu
kelebihannya. Dalam jangka waktu 2 bulan sejak panen bawang masih aman konsumsi meski
tidak disimpan dalam lemari es atau wadah khusus dengan aturan bawang harus dikeringkan
terlebih [Link] yang sudah dikeringkan selama 1 bulan lebih masuk kategori bawang
askip. Namun dalam kondisi segar pun tetap bisa langsung konsumsi. Sejak masa tanam, bawang
merah sudah bisa dipanen usia 3 bulan sampai 70 hari. Semakin lama waktu penanaman maka
semakin baik kualitas bawang.

Kelebihan lain yang dimiliki bawang merah Brebes adalah bisa di tanam di tempat lain,
tak mesti di daerah Brebes. Ketika musim kemarau tiba tak sedikit petani Brebes yang
berbondong-bondong mencari lokasi lahan tanam bawang merah di daerah Majalengka dan
Pantura Jawa Barat. Itu menandakan bahwa usaha bawang merah tak melulu di Brebes tapi bisa
dikembangkan di daerah lain perbedaannya hanya pada waktu pemanenan yang terpaut 10 hari
lebih lama.

Permasalahan

Permasalahan utama dalam usaha budidaya Bawang merah di Brebes adalah Hama.
Hama pada tanaman bawang merah juga cukup banyak maka tak heran jika pemanenan di
lakukan lebih cepat namun jika hama diatasi sesuai standar bukan tak mungkin bawang akan
selamat hingga jadwal panen semestinya tiba. Hama yang kerap menyerang tanaman bawang
antara lain kutu grandong (daun berbintik), penyakit otomasit( tiba-tiba tanaman mati) dan hama
inul yaitu dimana daun tumbuh melintir. Tak tergantung musim, hama bisa datang kapan saja.
Menanggulangi serangan hama kebanyakan petani bawang merah di Brebes menggunakan
pestisida dengan masa pengobatan 2 minggu, dosis obat 20 ml dicampur 20 liter air.
Pemberiannya 2 hari sekali, hama mulai menyerang di usia tanaman 25 hari. Di luar itu kendala
lain datang dari ketersediaan pasokan air yang kadang berkurang ketika musim kemarau tiba
sehingga alan harus mengeluarkan budget lebih untuk membeli air sampai panen tiba

Pemasaran

Langkah awal Alan memperkenalkan bawang merah Brebes ke pasar cukup mutakhir
karena masih terbatasnya petani lokal yang melakukannya dengan hal yaitu serupa via online.
Menurut alan pemasaran via online dirasa sangat menguntungkan karena minim modal dan dapat
menghemat tenaga.  Memasuki musim hujan harga bawang merah sedang berada diposisi
terbaik, dari tangan Alan harga bawang merah berada di Rp 15 ribu/kg dan setelah dilempar ke
pasaran bisa melambung di harga Rp 16 ribu- Rp 17 ribu/kg. Dalam 1 bulan setidaknya Alan
berhasil menjual hingga 2 ton bawang merah ke berbagai daerah di Jawa hingga kota Medan di
sumatera utara. Maka tak heran bila perbulan Alan mampu menangguk  untung hingga puluhan
juta rupiah dengan keuntungan bersih di atas 50%. Bawang merah produksinya kebanyakan
dibeli oleh perorangan lalu dijual kembali di pasar tradisional secara konvensional. Panen raya
bawang merah tiba pada bulan 8 dimana pada saat itu harga bawang bisa anjlok di angka Rp 10
ribu/kg. Alan menerapkan minimum order 100 kilogram untuk pengiriman memakai bus atau
Travel. Sedangkan untuk pembelian di atas jumlah tersebut pengiriman akan dilayani oleh truk
dengan ongkos kirim di tanggung konsumen.

Kelayakan Usaha Bawang merah di Brebes

Dalam kegiatan budidaya bawang merah, kebutuhan pembiayaan bibit mengambil porsi
separuh dari total kebutuhan modal kerja, sehingga pemilihan bibit yang bermutu tinggi
merupakan syarat mutlak agar kegiatan budidaya dapat menghasilkan produksi bawang merah
yang optimal. Total biaya investasi yang digunakan untuk budidaya bawang merah per hektar per
tahun (3 kali musim tanam) adalah sebesar Rp26.323.000 dan total modal kerja yang digunakan
adalah sebesar Rp. 111.130.000. Dengan asumsi bahwa 60% modal kerja bersumber dari kredit
perbankan, maka kredit modal kerja yang diperlukan adalah sebesar Rp66.678.000 dengan bunga
kredit sebesar 18%, sedangkan selebihnya Rp44.452.000 merupakan dana milik petani. Adapun
pembayaran angsuran dilakukan setelah panen (pada bulan ke-4). Usaha budidaya bawang merah
per hektar sesuai dengan asumsi periode proyek 3 tahun memberikan nilai kelayakan usaha yang
tinggi yaitu 118,50% jauh di atas tingkat bunga kredit perbankan yang tercatat 18% dan
mencapai titik impas hanya 1,51 tahun. Daerah-daerah sentra produksi bawang merah adalah
Kuningan, Cirebon, Brebes, Tegal, Pemalang, Bantul, Nganjuk, dan Probolinggo.

Anda mungkin juga menyukai