Tugas Seni Budaya
Seni Rupa
1. Karya Seni Rupa Dua Dimensi
Seni rupa 2 dimensi merupakan hasil karya seni rupa yang dibatasi oleh dua sisi saja, yaitu sisi lebar dan
panjang. Sehingga, hasil dari karya seni ini hanya bisa dinikmati dari satu sisi saja.
Seni rupa 2 dimensi merupakan hasil karya seni rupa yang dibatasi oleh dua sisi saja, yaitu sisi lebar dan
panjang. Sehingga, hasil dari karya seni ini hanya bisa dinikmati dari satu sisi saja. Contohnya adalah:
1. Seni Lukis/Gambar
Seni lukis adalah hasil curahan cita rasa dari subjek pencipta dengan menggunakan media karya yang
berupa garis, bidang, volume dan ruang dalam bidang dua dimensi. Seni lukis merupakan bentuk karya
seni rupa dua dimensi yang memiliki ukuran panjang dan lebar saja. Secara garis besar, gaya karya seni
rupa dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu tradisional, modern, dan postmodern.
1. Tradisional
Gaya modern memiliki sifat turun-temurun, yaitu karya seni rupa oleh masyarakat tanpa mengalami
perubahan-perubahan dari waktu ke waktu.
2. Modern
Pengertian gaya modern adalah corak karya seni rupa yang telah mengalami kemajuan, perubahan dan
pembaharuan. Secara umum medernisasi gaya seni rupa dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu gaya
representative, demormatif, nonrepresentatif.
a. Gaya representatif
Kata representatif berasal dari kata representasi yang mengandung pengertian pengertian sesungguhnya,
nyata atau sesuai keadaan. Perwujudan gaya seni rupa ini menggambarkan keadaan yang nyata pada
kehidupan masyarakat atau keadaan alam.
Gaya seni rupa yang termasuk ke dalam gaya representatif antara lain :
- Realisme, adalah gaya atau aliran seni rupa yang penggambarannya sesuai kenyataan hidup. Sifat
aliran realism antara lain : melukiskan dunia tanpa fantasi, menggambarkan sesuai
dengankenyataan sebenarnya, cenderung melebih-lebihkan karakter. Perupa yang mengambil
gaya ini antara lain Trubus, Tarmisi, Wardoyo, dan Dullah. Adapun perupa mancanegara dengan
gaya ini, misalnya Gustave Coubert, Rembbandt Van Rijn (Belanda).
- Naturalisme, adalah melukis dengan cara meniru keadaan alam dengan mengutamakan bentuk
dan kesamaan objek, warna, proporsi, dan bentuknya sesuai keadaan asli. Perupa mancanegara
yang mengambil gaya ini antara lain Rubens,Claude, Ginsborough. Contstable, dan Turner.
Perupa Nusantara yang mengambil gaya ini antara lain Abdullah Suryosubroto, Wakidi, Mas
Prigadi, dan Basuki.
- Romantisme, adalah aliran atau gaya seni rupa yang menggambarkan cerita kehidupan manusia
atau binatang. Aliran ini dipengaruhi adanya Revolusi Prancis. Sifat dari alira ini, yaitu :
penggambaran emosi yang memuncak, penuh dinamika, menggambarkan peristiwa yang sangat
menarik (dramatis).
Perupa mancanegara yang melopori gaya ini antara lain Fransisco Gayo (Spanyol), Rubens
(Belanda), Teodore Gericault, Eugene Delacroix, Millet, dan JBC Camile Caeat. Perupa
Nusantara yang mengambil gaya ini antara lain adalah Raden Saleh Syarif Bustaman.
b. Deformatif
Istilah deformatif berasal dari kata deformasi yang berarti perubahan bentuk dari aslinya sehingga
menghasilkan bentuk baru, namun tidak meninggalkan bentuk dasar aslinya. Yang tergolong dalam
gaya seni rupa ini antara lain :
- Impresionisme, berasal dari kata impression yang berarti kesan sesaat, dan isme yang berarti
aliran atau gaya. Impresionisme adalah aliran atau gaya seni rupa yang penggambarannya sesuai
kesan saat objek tersebut dilukis atau dengan mengutamakan kesan yang dihasilkan dari sudut
pandang senimannya. Karya tampak tidak mendetail, hanya kesan yang tanpa garis penegas.
Warna yang digunakan biasanya memilih yang cemerlang dari kilasan sinar. Gaya ini dipelopori
oleh perupa mancanegara seperti Claude Monet, Paul Cezanne, Georges Seurat, dan Paul
Gauguin. Perupa Nusantara yang mengambil gaya ini adalah S. Sudjojono.
- Ekspresionisme, adalah aliran atau gaya seni rupa yang penggambarannya sesuai keadaan jiwa
perupanya yang spontan, tegas, cepat dan dinamis (penuh gerak) pada saat melihat objek. Gaya
seni rupa ini dipelopori oleh pelukis Belanda yang bernama Vincent Van Gogh, Gaugin, dan
Eduard Munch, Perupa Nusantara yang mengambil gaya ini adalah Affandi.
- Kubisme, adalah aliran atau gaya seni rupa yang penggambarannya menampilkan objek yang
seolah terdiri dari bidang-bidang geometris, persegi, kotak, seperti kubus yang tersusun. Gaya
atau aliran ini dipelopori oleh pelukis Spanyol yang bernama Pablo Picasso, Paul Cezane, dan
perupa Nusantara yang mengikuti gaya ini adalah But Mochtar, Mocthtar Apin, Srihadi, dan Fajar
Sidik.
- Futurisme, adalah melukis dengan berusaha menampilkan kedinamisan dan berusaha
mengutarakan gerak serta khayalan masa mendatang. Tokohnya antara lain Umberto Bocciani,
Gialomo Balla, Severin, dan Carlo Carra.
- Surealisme, adalah gaya atau aliran seni rupa yang penggambarannya melebih-lebihkan
kenyataan, penuh dengan hal-hal khayal, intuitif, seperti alam mimpi. Perupa mancanegara yang
memepelopori gaya ini adalah Salvador Dali dan Yofra.
- Dadaisme, aliran lukisan ini menyajikan karya artistic dari bentuk-bentuk yang seram, magic,
atau mengerikan. Aliran ini banyak diilhami dari bentuk patung primitive dan karya kuno atau
nenek moyang. Namun, dapat juga bentuknya seperti karya yang kekanak-kanakan (naïve).
Tokohnya antara lain Paul Gauguin, Paul Klee, dan Kurt Sewitter.
c. Nonrepresentatif (Abstraksionisme)
Kata nonrepresentatif atau abstrak mngandung pengertian suatu bentuk suatu bentuk yang sukar
dikenali. Suatu gaya yang lebih sederhana bahkan bentuknya sama sekali meninggalkan bentuk alam.
Karya seni rupa abstrak berupa susunan garis, bentuk, dan warna yang terbebas dari bentuk alam.
Gaya ini depelopori oleh perupa mancanegara seperti Paul Klee, Piet Mondrian, Wassily Kandisky,
dan Jackson Pollock. Perupa Nusantara yang mengikuti gay ini antara lain Amry Yahya, Fajar Sidik,
But Mochtar, dan Srihadi.
2. Seni Grafis
Seni grafis merupakan cabang seni rupa yang dalam penciptaanya membutuhkan alat bantu. Salah satu
contoh dari cabang seni ini adalah fotografi, di mana kita membutuhkan kamera untuk menghasilkan
sebuah karya yang nantinya akan dinikmati oleh semua orang.
Tak cukup sampai di sini saja, seni rupa 2 dimensi juga membutuhkan teknik-teknik khusus dalam
penciptaannya. Seperti yang telah disinggungkan di atas, bahwasanya kita membutuhkan keahlian khusus
jika ingin menghasilkan karya yang mampu menghipnotis setiap mata yang meilhatnya. Berikut beberapa
teknik yang sering digunakan untuk membuat karya seni rupa 2 dimensi.
2. Karya Seni Rupa Tiga Dimensi
Seni rupa 3 dimensi merupakan karya seni yang dibatasi tidak hanya dengan sisi panjang dan lebar, tetapi
juga dibatasi oleh kedalaman. Atau dalam bahasa sederhananya yaitu karya seni yang memiliki ruang.
Unsur ruang inilah yang menjadi pembeda antara karya seni rupa 2 dimensi dengan karya seni rupa 3
dimensi.
Contoh karya seni rupa tiga dimensi antara lain patung, seni kerajinan, kriya.
1. Seni Patung
Seni patung termasuk cabang seni rupa yang berbentuk tiga dimensi (bervolume atau berisi). Seni patung
juga disebut seni plastis yang memiliki plastisitas bu\entuk (tonjolan, lekukan dan rongga). Seni patung
disebut juga sculpture, artinya seni pahat patung arca. Pada zaman dahulu patung dibuat untuk
kepentingan keagamaan, misalnya pada zaman Mesir Kuno, orang membuat patung untuk disemabah.
Pada zaman Hindu dan Buddha, orang juga membuat patung untuk menghormati dewa atau orang yang
dijadikan teladan. Pada masa sekarang, kita dapat melihat patung yang berfungsi sebagai penghias
(dekorasi) pada banguanan atau ruang. Seni patung juga banyak kita jumpai sebagai penghias taman-
taman kota sebagai penghias tempat wisata. Dengan menggunakan corak bermacam-macam, misalnya
corak dekoratif, figurative, naturalism, realism atau abstrak.
- Corak patung
Dilihat dari gaya atau perwujudannya, ragam seni patung modern dapat dibedakan menjadi tiga corak
yaitu :
1. Corak imitative (realis atau representative) merupakan tiruan bentuk alam (manusia, binatang,
tumbuhan), patung corak nini berdasarkan fisio plastis atau bentuknya fisik baik anatomi,
proporsi, maupun geraknya.
2. Corak deformatif yaitu bentuknya telah berubah dari tiruan alam. Bentuk-bentuk alam diolah,
digubah menurut gagasan dan imajinasi pematung. Pengubahan dari bentuk alam menjadi bentuk
yang baru ini masih terkait dengan bentuk fisiknya.
3. Corak nonfigurative (abstrak) yaitu patung secara umum sudah banyak meninggalkan bentuk
alam untuk perwujudannya (abstrak).
- Ragam Patung
1. Berdasarkan ketampakan atau penampilan
a. Patung bentuk tubuh/lengkap adalah penampilan karya patung yang menampilkan seluruh
bagian dari atas (kepala) sampai bagian bawah (kaki). Jenis patung ini dibedakan menjadi
dua macam yaitu : model zode yaitu patung lengkap dengan posisi tidak berdiri tegak, misal
jongkok, duduk, dan sebagainya.
b. Patung dada adalah patung yang berbentuk sebatas dada
c. Patung kepala adalah patung potret yang bisanya hanya ditonjolkan bagian kepalanya saja.
d. Patung torso adalah penampilan karya patung dibuat hanya sebagian anggota badan tertentu
seperti badan (torso), kaki, dan tangan saja.
2. Seni Grafis
Seni grafis merupakan cabang dari karya seni rupa yang berdimensi dua yaitu karya seni cetak mencetak
dua dimensi. Seni grafis sama dengan seni lukis, namun dari segi teknik pembuatannya memiliki
perbedaan. Seni lukis dibuat dengan teknik aquarel, plakat dan tempera, sedangkan seni grafis
menitikberatkan pada teknik mencetak yaitu suatu usaha untuk mendapat, memperbanyak atau
melipatgandakan sesuatu, baik itu berupa gambar ataupun tulisan dengan cara tertentu.
- Teknik Dalam Seni Grafis
1. Cetak tinggi, adalah proses penerapan negative pada bidang datar. Bidang yang dilumuri tinta
adalah bidang yang tinggi, sedangkan bidang yang randah tidak terkena tinta. Teknik seperti ini
dapat dilihat dalam pembuatan stempel. Teknik cetak tinggi lain banyak digunakan untuk
menghsilkan karya grafis murni adalah cukil kayu.
2. Cetak dalam, adalah teknik yang memerlukan teknik tertentu sebagai penunjangnya. Pembuatan
teknik cetak dalam menggunakan sketsa dan alat bantu lainnya. Pada teknik ini gambar dibuat
agak rendah dari permukaan cetakan. Bahan yang digunakan berupa lempengan tembaga,
kuningan, tau seng.
3. Cetak datar, disebut dengan istilah cetak batu (litografi). Hal ini dikarenakan pada awal kehadiran
cetak dalam, orang menggunakan batu yang diasah untuk bahan cetakannya. Sekarang digunakan
kaca. Teknik yang digunakan adalah monoprint atau cetak tunggal. Pada teknik cetak tunggal ini
satu cetakan hanya menghasilkan satu gambar.
4. Cetak saring, ialah cetak stensil dan cetak sablon. Klise cetak stensil terbuat dari kertas sheet.
Sedangkan pada cetak sablon, klise terbuat dari kain sutera atau kain kain monyl dan mempunyai
ukuran berbeda-beda. Ukuran-ukuran itu membedakan penyablonan pada kain, kulit, dan bahan
lainnya.