100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
1K tayangan39 halaman

Panduan Proposal Penelitian dan Kegiatan

Proposal Penelitian dan Proposal Kegiatan membahas tentang pengertian, jenis, isi, ciri, unsur, petunjuk penulisan, prosedur penyusunan, dan aplikasi proposal penelitian dan kegiatan dalam 3 kalimat."

Diunggah oleh

Melisyania
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
1K tayangan39 halaman

Panduan Proposal Penelitian dan Kegiatan

Proposal Penelitian dan Proposal Kegiatan membahas tentang pengertian, jenis, isi, ciri, unsur, petunjuk penulisan, prosedur penyusunan, dan aplikasi proposal penelitian dan kegiatan dalam 3 kalimat."

Diunggah oleh

Melisyania
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

“Proposal Penelitian dan Proposal Kegiatan”

Disusun Oleh:

Nama : 1. Fadella Zalfa Noura (02011281924244)


2. Nabilah Putri Nur Rachmi (02011281924221)

3. Maulana M. Shamad Ismail (02011281921105)

4. Melisyania (02011181924067)

5. Kamila Dheivia (02011281924155)

6. Muhammad Akbar Putra (02011181924007)

7. Fashabial Yunanda (02011281924192)

Mata Kuliah : Bahasa Indonesia C

Dosen Pengampuh : Muhammad Yusuf, [Link].

FAKULTAS HUKUM
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
TAHUN AJARAN 2020/2021

1|Page
Kata Pengantar

Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas karunia dan
rahmat-Nya, kami dapat menyusun makalah yang berjudul “Proposal Penelitian dan Proposal
Kegiatan” dengan lancar.

Adapun maksud penyusunan makalah ini untuk memenuhi tugas bahasa Indonesia.
Rasa terima kasih kami tidak terkirakan kepada yang terhormat bapak Muhammad Yusuf
[Link]. selaku pembimbing materi dalam pembuatan makalah ini, serta semua pihak yang telah
mendukung dalam penyusunan karya tulis ini yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu.

Harapan kami bahwa karya tulis ini dapat bermanfaat bagi para pembaca untuk
menambah wawasan dan pengetahuan tentang proposal penelitian dan proposal kegiatan.
Kami menyadari bahwa karya tulis ini masih jauh dari sempurna dengan keterbatasan yang
kami miliki. Tegur sapa dari pembaca akan kami terima dengan tangan terbuka demi
perbaikan dan penyempurnaan makalah ini.

Palembang, 23 Maret 2020

Penulis

2|Page
Daftar Isi

Kata Pengantar…………………………………………………………………………….....ii

Daftar Isi………………………………………………………………………………….......iii

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang…………………………………………………...………………………...1


1.2 Syarat Menyusun Proposal……………………………..…………………………………..2
1.3 Tujuan Penulisan Proposal……..………………………………………………..…………3
1.4 Fungsi Penulisan Proposal…………………………………………………………………3
1.5 Manfaat Penulisan Proposal………………………………………………………………..3

BAB II PERMASALAHAN

2.1 Pengertian Proposal Penelitian……………………………………………………………..4

2.2 Jenis-jenis Proposal Penelitian……………………………………………………………..4

2.3 Isi Proposal Penelitian…………………………………………………………………….16

2.4 Ciri-ciri Proposal Penelitian………………………………………………………………17

2.5 Unsur-unsur Proposal Penelitian………………………………………………………….18

2.6 Petunjuk Penulisan Proposal Penelitian…………………………………………………..20

2.7 Prosedur Penyusunan Proposal Penelitian………………………………………………..25

2.8 Sistematika Penyusunan Proposal………………………………………………………...27

2.9 Aplikasi Proposal Penelitian……………………………………………………………...30

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan……………………………………...………………………………………..38

3.2 Saran………………………………………………………………………………………39

Daftar Pustaka

3|Page
BAB I
PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang

Proposal adalah suatu rencana yang dituangkan dalam bentuk rancangan kegiatan dalam
bentuk tulisan dan dijelaskan secara sistematis dan terperinci. Proposal umumnya dijadikan
pedoman kerja atau acuan dalam pelaksanaan kegiatan yang direncanakan. Proposal adalah
tulisan yang dibuat oleh penulis dengan maksud untuk menjelaskan rencana dan tujuan suatu
kegiatan kepada para pembaca, sehingga mereka mendapatkan pemahaman tentang tujuan
kegiatan tersebut secara lebih jelas dan detail. Jadi dengan proposal maka diharapkan dapat
memberikan informasi yang jelas kepada para pembaca, sehingga mereka mengerti maksud
dan tujuan proposal tersebut.

Pada umumnya proposal merupakan sebuah program atau rencana suatu kegiatan yang
sifatnya hanya sebagai usulan saja, dapat dikatakan juga proposal merupakan usulan yang
tertulis untuk melakukan suatu kegiatan yang ditujukan kepada pihak-pihak yang ada
hubungannya dengan kegiatan tersebut.

Secara etimologis kata proposal berasal dari bahasa Inggris, yaitu Propose yang
artinya pengajuan/ mengajukan atau permohonan. Suatu pihak memberikan proposal untuk
menawarkan ide, gagasan, atau rencana kepada pihak lain agar mendapatkan dukungan.
Dukungan tersebut dapat berupa ijin, persetujuan, dana, dan lain-lain.

Pengertian Proposal  Menurut Para Ahli

Kata proposal sendiri berasal dari bahasa Inggris “to propose” yang artinya mengajukan.
Berikut pengertian proposal menurut pendapat para ahli sebagai berikut :

 Menurut KBBI

Proposal berarti rencana yang dituangkan dalam bentuk rancangan kerja.

 Menurut Rieefky

Proposal adalah  suatu bentuk rancangan  kegiatan yang dibuat dalam bentuk formal dan
stand.

4|Page
 Menurut Hasnun Anwar (2004:73)

Proposal adalah rencana yang disusun untuk kegiatan tertentu.

 Menurut Jay (2006:1)

Proposal adalah alat bantu  menejemen standar agar manajemen dapat berfungsi secara
efisien.

 Menurut Hadi

Proposal adalah suatu usulan tersruktur untuk agenda kerjasama bisnis antar lembaga,
perusahaan, usulan kegiatan sampai pada pemecahan masalah.

 Menurut Keraf (2001:302)

Proposal adalah suatu saran atau permintaan kepada seseorang atau suatu badan untuk
mengerjakan atau melakukan suatu  pekerjaan.

Berdasarkan beberapa pendapat para ahli diatas maka dapat disimpulkan proposal
adalah suatu rancangan kegiatan atau kerja yang disusun secara sistematis dan terperinci
sesuai standar oleh seseorang atau sekelompok peneliti untuk diajukan kepada pihak yang
dikehendaki dalam mendapatkan persetujuan maupun bantuan dalam penelitiannya.

I.2 Syarat Menyusun Proposal

Adapun jika menyusun suatu proposal maka haruslah memenuhi syarat-syarat sebagai
berikut:

 Harus memiliki struktur maupun logika yang sangat jelas dan mudah dimengerti.
 Hasil dari kegiatan tersebut harus terstruktur.
 Rumusan jenis kegiatan yang dilakukan harus di tulis secara dan detail serta harus
benar-benar dapat dilkerjakan.

5|Page
I.3 Tujuan Penulisan Proposal

Tujuan pembuatan atau penulisan  proposal yaitu:

 Untuk mendapatkan bantuan dana


 Untuk mendapatkan dukungan
 Untuk mendapatkan perizinan

I.4 Fungsi Penulisan Proposal

Adapun fungsi-fungsi dari suatu proposal yang disusun, diantaranya sebagai berikut:

 Untuk melakukan penelitian yang ada kaitannya dengan sosial, budaya, ekonomi dan
lain-lain.
 Dapat digunakan untuk mengajukan mendirikan suatu usaha.
 Dapat digunakan juga untuk mengajukan tender dari berbagai macam lembaga.
 Dapat digunakan untuk mengadakan acara-acara kegiatan misalnya seperti acara
perayaan, seminar, pelatihan, perlombaan dan lain-lain.

I.5 Manfaat Penulisan Proposal

Adapun Manfaat dari suatu proposal yang disusun, diantaranya sebagai berikut:

 Menjadi rencana yang mengarahkan panitia dalam melaksanakan kegiatan tersebut.


 Menjelaskan secara tidak langsung kepada pihak-pihak yang ingin mengetahui
kegiatan tersebut.
 Untuk meyakinkan para donatur/ sponsor agar mereka memberikan dukungan material
maupun finansial dalam mewujudkan kegiatan yang telah direncanakan.

6|Page
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 PENGERTIAN PROPOSAL PENELITIAN


Proposal Penelitian ialah usulan yang berisi rencana kegiatan penelitian yang disajikan
secara tertulis untuk memperoleh persetujuan dari pihak yang berwewenang. Pihak yang
berwewenang di sini dapat saja seperti lembaga/instansi yang akan mensponsori atau
membiayai penelitian tersebut, tempat atau sasaran penelitian, dan lembaga/instansi yang
meminta dilakukannya penelitian. Untuk keperluan penulisan skripsi, proposal  penelitian
diperlukan untuk memperoleh persetujuan dari Ketua Jurusan atau Ketua Program Bidang
Studi.

2.2 JENIS-JENIS PROPOSAL PENELITIAN


1. Proposal Penelitian Kualitatif
Penelitian yang dimaksudkan untuk mengungkapkan gejala secara holistik-kontekstual
melalui pengumpulan data dari latar alami dengan memanfaatkan diri peneliti sebagai
instrumen kunci. Penelitian kualitatif bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis
dengan pendekatan induktif. Proses dan makna (perspektif subyek) lebih ditonjolkan dalam
penelitian kualitatif.

Ciri-ciri penelitian kualitatif mewarnai sifat dan bentuk laporannya. Oleh karena itu,
laporan penelitian kualitatif disusun dalam bentuk narasi yang bersifat kreatif dan mendalam
serta menunjukkan ciri-ciri naturalistik yang penuh [Link] penelitian kualitatif,
karena permasalahan yang diteliti sudah jelas, realitas merencanakan piknik. Yang
direncanakan dalam piknik adalah baru tempat-tempat yang akan dikunjungi, dan apa yang
ingin diketahui lebih dalam dari tempat tersebut, akan tergantung pada situasi setelah
seseorang berada ditempat piknik tersebut.

Proposal penilitian kualitatif berisi garis-garis besar rencana yang mungkin akan
dilakukan. Jadi perbedaan utama proposal yang menggunakan metode penilitian kuantitatif
dan kualitatif adalah terletak pada, yang kuantitatif proposalnya spesifik dan sudah baku, dan
dianggap tunggal, tetap teramati, pola fikir deduktif, maka proposal penelitian kuantitatif
dipandang sebagai “blue print” yang harus digunakan sebagai pedoman baku untuk
melaksanakan dan mengendalikan penelitian. Sedangkan dalam metode kualitatif yang
berpadangan, realitas dipandang sesuatu holistic, kompleks, dinamis, penuh makna, dan pola

7|Page
fikir induktif, sehingga permasalahan belum jelas, maka proposal penelitian kualitatif yang
dibuat masih bersifat sementara, dan akan berkembang setelah peneliti memasuki objek
penilitian/situasi social. Oleh karena itu proposal penelitian kualitatif di ibaratkan oleh bogdan
seperti seseorang yang akan yang kualitatif masih bersifat umun dan sementara.

Komponen dan Sistematika Proposal

Komponen dalam proposal penilitian secara garis besarnya terdiri atas, pendahuluan,
landasan teori, metode penelitian, jadwal penelitian, organisasi penilitian, biaya penelitian.
Komponen dalam proposal tersebut dapat disusun kedalam bentuk sistematika proposal
seperti gambar berikut.

1.1 Pendahuluan
a. Latar Belakang Masalah

Dalam latar belakang masalah ini dikemukakan gambaran keadaan yang sedang
terjadi selanjutnya dikaitkan dengan peraturan/kebijakan, perencanaan, tujuan,
teori, pengalaman, sehingga terlihat adanya kesenjangan yang merupakan masalah.

Masalah yang dikemukakan dalam bentuk data, bias diperoleh dari studi
pendahuluan, dokumentasi laporan penelitian, atau pernyataan orang-orang yang
dianggap kredibel dalam media baik dalam media cetak atau media elektronika.

b. Fokus Penelitian

Kalau dalam penelitian kuantitatif, focus penelitian ini merupakan batasan masalah.
Karena adanya keterbatasan, baik tenaga, dana, dan waktu, dan supaya hasil
penelitian lebih terfokus, maka peneliti tidak akan melakukan penelitian terhadap
keseluruhan yang ada pada obyek atau situasi sosial tertentu, tetapi perlu
menentukan fokus.

Pada penelitian kualitatif, penentuan fokus berdasarkan hasil studi pendahuluan,


pengalaman, referensi, dan disarankan oleh pembimbing atau orang yang
dipandang ahli.

c. Rumusan Masalah

Rumusan masalah merupakan pernyataan penelitian, yang dijawabannya dicarikan


melalui penelitian.

8|Page
Rumusan masalah dalam penelitian kualitatif tidak berkenaan dengan variable
penelitian, yang bersifat spesifik, tetapi lebih makro dan berkaitan dengan
kemungkinan apa yang terjadi pada obyek/situasi sosisal penelitian tersebut.

d. Tujuan Penelitian

Secara umum tujuan penelitian adalah untuk menemukan, mengembangkan dan


membuktikan pengetahuan. Sedangkan secara khusus tujuan penelitian kualitatif
adalah untuk menemukan. Menemukan berarti sebelumnya belum pernah ada atau
belum diketahui. Dengan metode kualitatif, maka peneliti dapat menemukan
pemahaman luas dan mendalam terhadap situasi social yang kompleks, memahami
interaksi dalam situasi social tersebut sehingga dapat ditemukan hipotesis, pola
hubungan yang akhirnya dapat kimbangkan menjadi toriTujuan penelitian dalam
proposal penelitian kualitatif juga masih bersifat sementara, dan akan berkembang
setelah peneliti berada di lapangan.

e. Manfaat Penelitian

Setiap penelitian diharapkan memiliki manfaat. Manfaat tersebut bisa bersifat


teoritis, dan praktis. Untuk penelitian kualitatif, manfaat penelitian lebih bersifat
teoritits, yaitu untuk pengembangan ulmu, namun juga tidak menolak manfaat
praktisnya untuk memecahkan masalah

1.2 . Studi kepustakaan

Studi kepustakan berkaitan dengan kajian teoritis dan referensi lain yang terkait
dengan nilai, budaya, dan norma yang berkembang pada situasi sosial yang diteliti.
Terdapat tiga kriteria terhadap teori yang digunakan sebagai landasan dalam
penelitian, yaitu relevansi, kemutakhiran, dan keaslian.

1. Relevansi
Relevansi berarti teori yang dikemukakan sesuai dengan permasalahan yang diteliti.

2. Kemutakhiran
Kemutakhiran berarti terkait dengan kebaruan teori atau referensi yang digunakan.
Pada umumnya referensi yang sudah lebih dari lima tahun diterbitkan dianggap
kurang mutakhir.

9|Page
3. Keaslian
Keaslian terkait dengan keaslian sumber, maksutnya supaya peneliti menggunakan
sumber aslinya dalam mengemukakan teori. Jangan sampai peneliti mengutip dari
kutipan orang lain, dan sebaiknya dicari sumber [Link] teori yang
dikemukakan dalam proposal, akan sangat tergantung pada fokus penelitian yang
ditetapkan oleh peneliti. Dengan dikemukakan landasan teori dan nilai-nilai budaya
yang ada pada konteks sosial yang diteliti, maka hal ini merupakan indikator bagi
peneliti. Vlidasi awal bagi peneliti kualitatif adalah seberapa jauh kemampuan
peneliti mendeskripsikan teori-teori yang terkait dengan bidang dan konteks sosial
yang diteliti.
Dalam landasan teori ini perlu dikemukakan definisi setiap fokus yang akan diteliti.
Dalam definisi perlu dikemukakan definisi-definisi yang sejalan maupun yang tidak
sejalan. Dengan demikian maka landasan teori yang dikemukakan semakin kuat.
Dalam penelitian kualitatif, teori yang dikemukakan bersifat sementara. Selanjutnya
dalam landasan teori, tidak perlu dibuat kerangka berfikir sebagai dasar untuk
perumusan hipotesis, karena dalam penelitian kualitatif tidak akan menguji
hipotesis, tetapi justru menemukan hipotesis.

1.3 Metode penelitian


Komponen dalam metode penelitian kualitatif adalah alasan menggunakan
merode kualitatif, tempat penelitian, instrumen penelitian, sampel sumber data
penelitian, teknik pengumpulan data teknik analisis data dan rencana pengujian
keabsahan data.
a. Metode dan alasan menggunakan metode kualitatif
Permasalahan belum jelas, holistik, kompleks, dinamis dan penuh makna
sehingga tidak mungkin data pada situasi sosial tersebut dijaring dengan metode
penelitian kuantitatif dengan instrumen seperti test, kesioner, pedoman
wawancara.

b. Tempat Penelitian
Tempat penelitian merupakan tempat dimana situasi sosial tersebut akan
diteliti. Misalnya di sekolah, di perusahaan, di lembaga pemerintah, di jalan, di
rumah dan lain-lain.

10 | P a g e
c. Instrumen Penelitian
Dalam penelitian kualitatif, yang menjadi instrumen utama adalah peneliti
sendiri atau anggota tim peneliti.

d. Sampel Sumber Data


Sampel sumber data dipilih secara purposive dan bersifat snowball
sampling. Sampel sebagai sumber data atau sebagai informan sebaiknya yang
memenuhi kriteria sebagai berikut :
1. Mereka yang menguasai atau memahami sesuatu melalui proses enkulturasi,
sehingga sesuatu itu bukan sekedar diketahui, tetapi juga dihatinya;
2. Mereka yang tergolong masih dengan berkecimpung atau terlibat pada kegiatan
yang tengah diteliti;
3. Mereka yang mempunyai waktu yang memadai untuk dimintai informasi;
4. Mereka yang tidak cenderung menyampaikan informasi hasil “kemasannya”
sendiri;
5. Mereka yang pada mulanya tergolong “cukup asing” dengan peneliti sehingga
lebih menggairahka untuk dijadikan semacam guru atau narasumber.

e. Teknik Pengumpulan Data


Dalam penelitian kualitatif teknik pengumpulan data yang utama adalah
observasi participant, wawancara mendalam studi dokumentasi, dan gabungan
ketiganya atau triangulasi.

f. Teknik Analisis Data


Dalam penelitian kualitatif, teknik analisis data lebih banyak dilakukan
bersamaan dengan pengumpulan data. Tahapan dalam penelitian kualitatif
adalah tahap memasuki lapanga dengan grand tour dan minitour question,
analisis datanya dengan analisis domain. Tahap kedua adalah menentukan fokus,
teknik pengumpulan data dengan minitour question, analisis data dilakukan
dengan analisis taksonomi. Selanjutnya pada tahap selection, pertanyaan yang
digunakan adalah pertanyaan struktural, analisis data dengan analisis
komponensial. Setelah analisis komponensial dilanjutkan analisis tema.

11 | P a g e
g. Rencana Pengujian Keabsahan Data
Uji keabsahan data meliputi uji kredibilitas data (validitas internal), uji
depenabilitas (reliabilitas) data, uji komfirmabilitas ( obyektivitas).

1.5 Organisasi penelitian dan jadwal penelitian


a. Organisasi
Dalam organisasi penelitian ini terdiri atas ketua tim peneliti, beberapa
anggota peneliti, pengumpul data, bendahara, tenaga administrasi. Masing-
masing perlu dikemukakan uraian tugas dan waktu yang tersedia.

b. Jadwal Penelitian
Jadwal penelitian berisi aktivitas yang dilakukan dan kapan akan dilakukan.
Berikut ini diberikan contoh rencana jadwal penelitian kualitatif.
Contoh jadwal penelitian kualitatif :

No Kegiatan Bulan ke :
1 2 3 4 5 6 7 8
1 Penyusunan proposal √
2 Diskusi proposal √
3 Memasuki lapangan, grand tour dan √ √
mini tour question, analisis domain
4 Menentukan fokus, minitour √ √
question, analisis taksonomi
5 Tahap selection, structural question, √ √ √
analisis komponensial
6 Menentukan tema, analisis tema √ √
7 Uji keabsahan data √ √
8 Membuat draf laporan penelitian √ √
9 Diskusi draf laporan √ √
10 Penyempurnaan laporan √ √

1.6. Pembiayaan
Jumlah biaya yang diperlukan tergantung pada tingkat profesionalisme tenaga
peneliti dan pendukungnya, tingkat resiko kegiatan dilakukan, jarak tempat

12 | P a g e
penelitian dengan tempat tinggal peneliti, serta lamanya penelitian yang dilakukan.
Semua biaya yang dibutuhkan perlu diuraikan secara rinci.

2. Proposal Penelitian Kuantitatif

Suatu penelitian yang pada dasarnya menggunakan pendekatan deduktif-induktif.


Pendekatan ini berangkat dari suatu kerangka teori, gagasan para ahli, ataupun pemahaman
peneliti berdasarkan pengalamannya, kemudian dikembangkan menjadi permasalahan-
permasalahan beserta pemecahan-pemecahannya yang diajukan untuk memperoleh
pembenaran (verifikasi) dalam bentuk dukungan data empiris di lapangan. Adapun isi dan
setiap bagian dari sistematika proposal peneltian kuantitatif adalah sebagai berikut :

2.1. Pendahuluan

a. Latar Belakang Masalah

Berisi tentang sejarah dan peristiwa-peristiwa yang sedang terjadi pada suatu
objek penelitian, tetapi dalam peristiwa itu, sekarang ini tampak ada
penyimpangan-penyimpangan dari standard yang ada, baik standard yang bersifat
keilmuan maupun aturan-aturan. Oleh karena itu dalam latar belakang ini.
Penelitian harus melakukan analisis masalah, sehingga permasalahan menjadi jela.
Melalui analisis masalah ini, peneliti harus dapat menunjukkan adanya suatu
penyimpangan yang ditujukkan dengan data dan menuliskan mengapa hal ini perlu
diteliti.

b. Indentifikasi Masalah

Dituliskan berbagai masalah yang ada pada obyek yang diteliti. Baik yang
akan diteliti maupun yang tidak akan diteliti sedapat mungkin dikemukakan. Untuk
dapat mengidentifikasi masalah dengan baik, maka peneliti perlu melakukan studi
pendahuluan ke obyek yang diteliti, melakukan observasi, dan wawancara ke
berbagai sumber, sehingga semua permasalahan dapat diidentifikasikan.
Permasalahan yang telah diketahui tersebut, selanjutnya dikemukakan hubungan
satu masalah dengan masalah yang lain. Masalah yang akan diteliti itu
kedudukannya di mana di antara masalah yang akan diteliti.

Masalah apa saja yang diduga berpengaruh positif dan negatif terhadap
masalah yang diteliti. Selanjutnya masalah tersebut dapat dinyatakan dalam bentuk
variabel.

13 | P a g e
c. Batasan Masalah

Karena adanya keterbatasan, waktu, dana, tenaga, teori-teori, dan supaya


penelitian dapat dilakukan secara lebih mendalam, maka tidak semua masalah yang
telah diidentifikasikan akan diteliti. Untuk itu maka penelitian memberi batasan,
dimana akan dilakukan penelitian, variabel apa saja yang akan diteliti, serta
bagaimana hubungan variabel satu dengan variabel yang lain. Berdasarkan batasan
masalah ini, maka selanjutnya dapat dirumuskan masalah penelitian.

d. Rumusan Masalah

Setelah masalah itu ditentukan (variabel apa saja yang akan diteliti, dan
bagaimana hubungan variabel satu dengan yang lain), dan supaya masalah dapat
terjawab secara akurat, maka perlu dirumuskan secara spesifik. Rumusan masalah
itu dinyatakan dalam kalimat pernyataan. Jadi pola pikir dalam merumuskan
masalah itu ada empat tahapan yaitu :

 Latar belakang masalah


 Identifikasi masalah
 Batasan masalah
 Rumusan masalah

e. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian tidak sama dengan tujuan yang ada pada sampul skripsi atau
tesis, yang merupakan tujuan formal (misalnya untuk memenuhi salah satu syarat
untuk mendapat gelar sarjana). Tujuan penelitian berkaitan erat dengan rumusan
masalah yang dituliskan. Misalnya rumusan masalahnya : Bagaimanakah tingkat
disiplin kerja pegawai di Depertemen A? Maka tujuan penelitiannya adalah : ingin
mengetahui seberapa tinggi tingkat disiplin pegawai di departemen A. Rumusan
masalah dan tujuan penelitian ini jawabannya terletak pada kesimpulan penelitian.

f. Kegunaan Hasil Penelitian

14 | P a g e
Kegunaan hasil penelitian merupakan dampak dari tercapainya tujuan. Kalau
tujuan penelitian dapat tercapai, dan rumusan masalah dapat terjawab secara akurat
maka sekarang kegunaannya apa. Kegunaan hasil penelitian ada dua hal yaitu :

a. Kegunaan untuk mengembangkan ilmu/kegunaan teoritis.


b. Kegunaan praktis, yaitu membantu memecahkan dan mengantisipasi masalah
yang ada pada obyek yang diteliti.

2.2 Landasan teori, kerangka berfikir dan pengajuan hipotesis

a. Deskripsi teori

Deskripsi teori adalah, teori-teori yang relevan yang dapat digunakan untuk
menjelaskan tentang variabel yang akan diteliti, serta sebagai dasar untuk memberi
jawaban sementara terhadap rumusan masalah yang diajukan (hipotesis), dan
penyusunan instrumen penelitian. Teori-teori yang digunakan bukan sekedar
pendapat dari pengarang, pendapat penguasa, tetapi teori yang betul-betul telah
teruji kebenarannya. Jumlah teori yang dikemukakan tergantung pada variabel yang
diteliti.

b. Kerangka Berfikir

Kerangka berfikir merupakan model konseptual tentang bagaimana teori


berhubungan dengan berbagai faktor yang telah diindentifikasi sebagai masalah
yang penting. Kerangka berfikir yang baik akan menjelaskan secara teoritis
pertautan antar variabel yang akan diteliti. Kerangka berfikir dalam suatu penelitian
perlu dikemukakan apabila dalam penelitian tersebut berkenaan dua variabel atau
lebih. Penelitian yang berkenaan dengan dua variabel atau lebih, biasanya
dirumuskan hipotesis yang berbentuk komparasi maupun hubungan. Kerangka
berfikir yang dihasilkan dapat berupa kerangka berfikir yang yang
assosiatif/hubungan maupun komparatif/perbandingan.

c. Hipotesis Penelitian

15 | P a g e
Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian
yang diajukan, maka titik tolak untuk merumuskan hipotesis adalah rumusan
masalah dan kerangka berfikir.

Contoh : Bila rumusan masalah berbunyi adakah “perbedaan produktivitas


antara lembaga yang menggunakan teknologi tinggi dan rendah?” selanjutnya
kerangka berfikir berbunyi “Karena lembaga A menggunakan teknologi tinggi,
maka produktivitas kerjanya lebih tinggi bila dibandingkan dengan lembaga B yang
teknologi kerjanya rendah,” maka hipotesisnya berbunyi “Terdapat perbedaan
produktivitas kerja yang signifikan antara Lembaga A dan B, atau produktivitas
kerja lembaga A lebih tinggi bila dibandingkan dengan lembaga B”

2.3. Prosedur penelitian

a. Metode Penelitian

Untuk menjawab rumusan masalah dan menguji hipotesis, diperlukan metode


penelitian. Untuk itu di bagian ini perlu ditetapkan metode penelitian apa yang akan
digunakan, apakah metode survey atau eksperimen.

b. Populasi dan sampel

Dalam penelitian perlu dijelaskan populasi dan sampel yang dapat digunakan
sebagai sumber data. Bila hasil penelitian akan digeneralisasikan (kesimpulan data
yang dapat diberlakukan untuk populasi) maka sampel yang digunakan sebagai
sumber data harus representatif dapat dilakukan dengan cara mengambil sampel
dari populasi secara random sampai jumlah tertentu.

c. Instrumen Penelitian

Penelitian yang bertujuan untuk mengukur suatu gejala akan menggunakan


instrumen penelitian. Jumlah instrumen yang akan digunakan tergantung pada
variabel yang diteliti. Bila variabel yang diteliti jumlahnya lima, maka akan
menggunakan lima instrumen. Dalam hal ini perlu dikemukakan instrumen apa saja
yang akan digunakan untuk penelitian, skala pengukuran yang ada pada setiap jenis
instrumen, prosedur pengujian validitas dan reliabilitas instrumen.

d. Teknik pengumpulan data

16 | P a g e
Yang diperlukan di sini adalah teknik pengumpilan data mana yang paling
tepat, sehingga betul-betul di dapat data (angket, observasi, wawancara)
dicantumkan kalau sekiranya tidak dapat dilaksanakan. Selain itu konsekuensi dari
mencantumkan ke tiga teknik pengumpulan data itu adalah: setiap teknik
pengumpulan data yang dicantumkan harus disertai datanya. Memang untuk
mendapatkan data yang lengkap dan obyektif penggunaan berbagai teknik sangat
diperlukan, tetapi bila satu teknik di pandang mencukupi maka teknik yang lain bila
digunakan akan menjadi tidak efisien.

e. Teknik Analisis Data

Untuk penelitian dengan pendekatan kuantitatif, maka teknik analisis data ini
berkenaan dengan perhitungan untuk menjawab rumusan masalah dan hipotesis
yang diajukan. Bila peneliti tidak membuat hipotesis, maka rumusan masalah
penelitian itulah yang perlu dijawab. Tetapi kalau hanya rumusan masalah itu
dijawab, maka sulit membuat generalisasi, sehingga kesimpulan yang dihasilkan
hanya dapat berlaku untuk sampel yang digunakan, tidak dapat berlaku untuk
populasi.

2.4. Organisasi dan jadwal penelitian

a. Organisasi Penelitian

Bila penelitian dilaksanakan oleh tim/kelompok maka diperlukan adanya


organisasi pelaksana penelitian. Minimal ada ketua yang bertanggung jawab dan
anggota, sebagai pembantu kita.

b. Jadwal Penelitian

Setiap rancangan penelitian perlu dilengkapi dengan jadwal kegiatan yang akan
dilaksanakan. Dalam jadwal berisi kegiatan apa saja yang akan dilakukan, dan
erapa lama akan dilakukan. Contoh:

No Kegiatan Minggu Ke:


1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 2 3
1. Penyusunan Proposal
2. Penyusunan instrumen
3. Seminar proposal dan
instrumen penelitian
4. Pengujian validitas dan
reliabilitas instrumen

17 | P a g e
5. Penentuan sampel
6. Pengumpulan data
7. Analisis data
8. Pembuatan draf laporan
9. Seminar laporan
10. Penyempurnaan laporan
11. Penggandaan laporan
penelitian

2.5. Biaya penelitian

Biaya merupakan hal yang sangat penting dalam penelitian. Jumlah biaya yang
diperlukan tergantung pada tingkat profesionalisme tenaga penelitian dan
pendukungnya, tinggi resiko kegiatan dilakukan, jarak tempat penelitian dengan
tempat tinggal peneliti, serta lamanya penelitian dilakukan.

3. Proposal Penelitian Pengembangan


Kegiatan yang menghasilkan rancangan atau produk yang dapat dipakai untuk
memecahkan masalah-masalah aktual. Dalam hal ini, kegiatan pengembangan ditekankan
pada pemanfaatan teori-teori, konsep-konsep, prinsip-prinsip, atau temuan-temuan penelitian
untuk memecahkan masalah. Skripsi, tesis, dan disertasi yang ditulis berdasarkan hasil kerja
pengembangan menuntut format dan sistematika yang berbeda dengan skripsi, tesis, dan
disertasi yang ditulis berdasarkan hasil penelitian, karena karakteristik kegiatan
pengembangan dan kegiatan penelitian tersebut [Link] penelitian pada dasarnya
berupaya mencari jawaban terhadap suatu permasalahan, sedangkan kegiatan pengembangan
berupaya menerapkan temuan atau teori untuk memecahkan suatu permasalahan.

4. Proposal Penelitian Kajian Pustaka


Telaah yang dilaksanakan untuk memecahkan suatu masalah yang pada dasarnya
bertumpu pada penelaahan kritis dan mendalam terhadap bahan-bahan pustaka yang relevan.
Telaah pustaka semacam ini biasanya dilakukan dengan cara mengumpulkan data atau
informasi dari berbagai sumber pustaka yang kemudian disajikan dengan cara baru dan atau
untuk keperluan baru.

18 | P a g e
Dalam hal ini bahan-bahan pustaka itu diperlukan sebagai sumber ide untuk menggali
pemikiran atau gagasan baru, sebagai bahan dasar untuk melakukan deduksi dari pengetahuan
yang sudah ada, sehingga kerangka teori baru dapat dikembangkan, atau sebagai dasar
pemecahan masalah.

2.3 ISI PROPOSAL PENELITIAN


Proposal penelitian  mengemukakan dua hal pokok yaitu (1) masalah yang akan diteliti,
dan (2)  metodologi penelitian.

 Masalah Penelitian
Masalah penelitian adalah sesuatu yang ingin diketahui atau dipecahkan/diatasi
oleh peneliti melalui prosedur ilmiah. Dengan demikian maka masalah penelitian perlu
dirumuskan secara jelas dan operasional. Agar menjadi jelas serta untuk
memperlihatkan kedudukan dan pentingnya diketahui atau dipecahkan, maka masalah
itu perlu diberikan latar belakang  dengan memberikan informasi pendahuluan tentang
situasi tempat dan  waktu masalah itu terjadi. Latar belakang ini juga hendaknya dapat
memberikan gambaran yang jelas tentang berbagai kesenjangan yang terjadi dan yang
mungkin terjadi beserta akibatnya kalau masalah itu tidak diekatahui dan diatasi. Oleh
karena itu dalam mengawali suatu penelitian, yang utama dan terutama dilakukan ialah
mengidentifikasi masalah. Kejelasan masalah akan membantu peneliti untuk memilih
dan menentukan metodologi penelitian yang tepat.

 Metodologi Penelitian
Metodologi penelitian ialah ilmu tentang metode-metode yang dipergunakan dalam
penelitian. Oleh karena metodologi penelitian menawarkan berbagai metode dalam
melakukan suatu penelitian, maka peneliti perlu memilih metode yang tepat dalam arti
efektif dan efisien untuk mencapai tujuan penelitiannya. Dengan demikian acuan utama
dalam memilih metode penelitian ialah masalah pebelitian. Bukan menentukan metode
penelitian terlebih dahulu baru merumuskan masalah penelitian.

2.4 CIRI-CIRI DAN SYARAT PROPOSAL PENELITIAN YANG BAIK DAN


BENAR

Ciri-ciri proposal Riset/Penelitian yang  Baik Menurut Metode Atau Kaidah Ilmiah
adalah sebagai berikut:

19 | P a g e
1. Bersifat kritis dan analitis.
2. Memuat konsep dan teori yang tepat.
3. Menggunakan istilah tepat.
4. Rasional (Masuk akal).
5. Obyektif
6. Konsistensi dalam menguraikan, menjelaskan, kalimat singkat padat dan jelas.
7. Koherensi (saling kait mengkaitkan).

Syarat-Syarat proposal penelitian yang baik dan benar:

1. Tujuan dan masalah yang jelas.


2. Teknik dan prosedur yang rinci.
3. Obyektifitas penelitian akan sampel yang ingin digunakan.
4. Kekurangan dalam penelitian harus diungkapkan secara terbuka dan jujur.
5. Tingkat kevaliditas dan kehandalan data cermat.
6. Kesimpulan yang terkait dengan penelitian yang dilakukan.
7. Obyektifitas atau fenomena sesuai dengan kemampuan, pengalaman dan motivasi
peneliti.

2.5 UNSUR-UNSUR PROPOSAL PENELITIAN


1. Unsur Dan Elemen Proposal Penelitian
Proposal atau usulan penelitian diperlukan untuk mengawali suatu kegiatan
penelitian. Proposal tersebut perlu dikaji atau dievaluasi oleh pembimbing penelitian atau
evaluator dari pihak sponsor pemberi dana. Untuk memperlancar evaluasi atau kajian,
proposal perlu mengikuti format tertentu dalam hal susunan isi, pengetikan, dan
pengesahan (yang diminta oleh pembimbing atau evaluator). Dalam bab ini hanya format
susunan isi yang dibahas, sedangkan untuk format pengetikan dan pengesahan silahkan
mengacu pada pedoman yang berlaku.

Untuk membahas format susunan isi proposal penelitian, pertama dibahas unsur
proposal beserta keterkaitan antar unsur tersebut. Bahasan selanjutnya menyangkut tiap
unsur, tetapi dibahas secara singkat dan dalam keterkaitannya dengan unsur–unsur lainnya.

20 | P a g e
Bahasan yang lebih panjang lebar dan terfokus hanya pada unsur-unsur yang dianggap
terpenting diberikan pada bab-bab tersendiri.

2. Unsur-unsur Isi Proposal dan Keterkaitannya

Secara umum, isi proposal penelitian [Link]-unsur sebagai berikut (menurut


pedoman penulisan tesis yang dikeluarkan oleh Program Pascasarjana UGM, 1997):
1) Judul, Latar belakang, dan Rumusan Permasalahan

Bagian pertama atau awal sebuah proposal dimulai dengan (1) judul, disusul
dengan, (2) latar belakang, (3) rumusan masalah, (4) keaslian penelitian, dan (5)
faedah atau manfaat penelitian.

2) Judul proposal penelitian

Judul merupakan gerbang pertama seseorang membaca sebuah proposal


penelitian. karena merupakan gerbang pertama, maka judul proposal penelitian
perlu dapat menarik minat orang lain untuk membaca. Judul perlu singkat tapi
bermakna dan tentu saja harus jelas terkait dengan isinya. Judul hendaknya bersifat
spesifik, singkat dan padat (tidak lebih dari 20 kata) tetapi komunikatif, mengacu
pada hakekat penelitian, dan menarik (penelitian tersebut layak dan perlu).

Bila memang tidak dapat dipersingkat, meskipun tetap panjang, maka judul
dapat dibuat bertingkat, yaitu judul utama, dan anak judul. Penghalusan atau
perubahan judul juga perlu mempertimbangkan bahwa judul tersebut akan diakses
(dicari) dengan komputer, sehingga pakailah kata atau istilah yang umum dalam
bidang ilmunya.

3) Latar belakang

Dua pertanyaan perlu dijawab dalam rangka mengisi bagian latar belakang
ini, yaitu: Mengapa kita memilih permasalahan ini? Apakah ada opini independen
yang menunjang diperlukannya penelitian ini?

Untuk menjawab pertanyaan “mengapa kita memilih permasalahan ini?”,


maka langkah pertama, kita perlu memilih bidang keilmuan yang kita ingin lakukan
penelitiannya. Pemilihan bidang tersebut diteruskan ke sub-bidang dan seterusnya

21 | P a g e
hingga sampai pada topik tertentu yang kita minati. Langkah kedua, kita perlu
melakukan kajian terhadap pustaka berkaitan .kemajuan terakhir ilmu pengetahuan
dalam topik tersebut—untuk mencari peluang pengembangan atau pemantapan
teori.

Minar maupun peluang tersebut seringkali didorong oleh isu nyata dan aktual
—yang muncul di jurnal ilmiah terbaru atau artikel koran bermutu atau pidato
penting dan aktual, atau direkomendasikan oleh penelitian sebelumnya.. Ini semua
merupakan opini independen yang menunjang diperlukannya penelitian yang
diusulkan tersebut.

4) Batasan Masalah

Masalah yanga akan dicarai pemecahannya harus terbatas ruang lingkupnya


agar pembahasannya dapat lebih terperinci dan dapat dimungkinkan pengambilan
keputusan definitife. Variable-variable yang terlibat dalam penelitian harus
ditentukan.

5) Rumusan Masalah
Keberhasilan dalam melakukan identifikasi masalah dan analisis maslaah
seperti yang tertuang dalam latar belakang sangat menentukan ketajaman rumusan
masalah. Untuk memudahkan dalam menajamkan rumusan masalah, ungkapkan
masalah dalam 2 poin sesuai hasil identifikasi masalah yaitu:
a. Masalah umum.
b. Masalah spesifik.

6) Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian disusun berddasarkan rumusan masalah yang telah
diterapkan sehingga tujuan peneltian tercapai, maka akan diperoleh solusi bagi
pengatasan masalah secara langsung. Seperti rumusan masalah, tujuan penelitian
juga diungkapkan dalam bentuk:
- Tujuan umum.
- Tujuan spesifik.
7) Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian merupaakn perkiraan bila tujuan penelitian tercapai. Hal
ini dapat diperkirakan melalui outcome/ dampaknya bagi masyarakat dan dunia
iptek.

22 | P a g e
8) Tinjauan Pustaka
Tinjauan Pustaka terdiri dari 3 sub bab besar, yaitu
a. Penelitian yang relevan/penelttian terkait.
b. Landasan teori
c. Kerangka pemikiran dan atau kerangka teori dan Hipotesis (untuk metode
korelasi, kausal komaratif, eksperimen).

9) Metode Penelitian
Metode penelitian dapat pula diartikan sebagai prosedur, alat-alat dan bahan
yang digunakan dalam peneltian yang bersifat khas dan khusus untuk penelitian
yang dirancang.

10) Jadwal Penelitian


Jadwal penelitian disusun berdasarkan aktivitas yang terkandung dalam
metode penelitian. Aktivitas ini adalah aktivitas yang direncanakan dilakukan bila
proposal penelitian disetujui.

2.6 PETUNJUK PENULISAN PROPOSAL PENELITIAN


Proposal penelitian terdiri atas Bagian Awal, Bagain utama, dan bagian Akhir dengan
jumlah halaman tidak lebih dari :

A. Bagian awal
Bagian awal mencakup halaman judul, ringkasan, prakata, daftar tabel,
daftar gambar, daftar simbol, daftar isi :
1. Halaman Judul

Halaman judul memuat: judul, lambang Untirta, nama dan nomor mahasiswa,
instansi, kota, dan waktu pengajuan :

a. Judul penelitian dibuat sesingkat-singkatnya, tetapi jelas dan menunjukkan


dengan tepat masalah yang hendak diteliti, dan tidak membuka peluang
penafsiran yang beraneka ragam.

b. Lambang Universitas.

23 | P a g e
c. Nama Mahasiswa ditulis lengkap di bawah lambang, di samping kanan nama
dituliskan Nomor Induk mahasiswa. Urutan penulisan nama mahasiswa
(kelompok) berdasarkan Nomor Induk mahasiswa.

d. Instansi ialah Jurusan Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya

2. Ringkasan
Uraian singkat tentang latar belakang, perumusan masalah, tujuan, metode
penelitian, hasil yang ingin dicapai dan waktu pelaksanaan

3. Prakata
Prakata berisi uraian singkat tentang maksud penelitian dan ucapan terima kasih
kepada pihak-pihak tertentu.

B. Bagian Utama
Bagian utama proposal penelitian memuat bab-bab: Pendahuluan, Tinjauan pustaka,
Metode Penelitian
I. Pendahuluan
Bab pendahuluan memuat latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian,
ruang lingkup penelitian.

a. Latar belakang berisi penjelasan mengenai alasan-alasan mengapa


masalah yang dikemukakan dalam usulan penelitian itu dipandang
menarik, penting, dan perlu diteliti.

b. Rumusan masalah. Perumusan masalah yang jelas tentang masalah


yang akan diteliti. Uraikan pendekatan dan konsep untuk menjawab
masalah yang diteliti.

c. Tujuan Penelitian artinya dalam proposal disebutkan secara spesifik


tujuan yang ingin dicapai.

a. Ruang lingkup penelitian berisi batasan-batasan masalah yang akan


diteliti.

II. Tinjauan Pustaka

24 | P a g e
Tinjauan pustaka memuat uraian sistematis tentang teori-teori pustaka dan hasil-
hasil penelitian yang didapat oleh peneliti terdahulu, yang ada hubungannya
dengan penelitian yang akan dilakukan. Dalam penyajian ini hendaknya ditunjukkan
bahwa permasalahan yang akan diteliti belum terjawab atau belum terpecahkan
secara memuaskan. Fakta-fakta yang dikemukakan sejauh mungkin diambil dari
sumber aslinya. Semua sumber yang dipakai harus disebutkan dengan
mencantumkan nama penulis dan tahun penerbitan sesuai yang tercantum pada
daftar pustaka.

Contoh cara menunjukkan sumber pustaka seperti tertera pada lampiran 3.


Sumber referensi bisa berupa:

a. Textbook atau handbook

b. Artikel-artikel yang sudah dipublikasikan (jurnal, prosiding, dll)

c. Artikel dari instansi resmi (internet, web, dll)

a. Individu yang mempunyai otoritas ilmiah (diakui baik tingkat nasional


maupun internasional) Jumlah pustaka yang digunakan minimal 5
jurnal/prosiding (artikel ilmiah).

III. Metode Penelitian

Cara penelitian mengandung uraian tentang tahapan penelitian, prosedur


penelitian, bahan atau materi penelitian, alat, , variabel, serta metode
pengumpulan dan analisis data.

a. Tahapan penelitian

Tahapan penelitian berisi keterangan tentang tahapan-tahapan penelitian yang


akan dilakukan, misalnya penelitian pendahuluan, penelitian utama, dan
seterusnya. Dalam tahapan penelitian ini juga berisi diagram alir proses
penelitian yang akan dilakukan.

b. Prosedur penelitian

25 | P a g e
Prosedur penelitian memuat uraian yang cukup terinci tentang cara
melaksanakan penelitian, merupakan penjelasan dari diagram alir yang ada
pada tahapan penelitian.

c. Bahan dan alat

Bahan atau materi penelitian, yang dapat berwujud populasi atau sampel,
harus dikemukakan dengan jelas dan disebutkan sifat-sifat atau
spesifikasi yang harus ditentukan. Alat yang dipakai untuk menjalankan
penelitian harus diuraikan dengan jelas dan kalau perlu,disertai dengan gambar
dan keterangan-keterangan.

d. Variabel penelitian,

Variabel yang akan dipelajari dan data yang akan dikumpulkan, diuraikan
dengan jelas, termasuk jenis kisarannya.

e. Metode pengumpulan dan analisis data

Metode pengumpulan dan analisis data mencakup uraian tentang model dan
cara menganalisis data.

f. Jadwal pelaksanaan Penelitian (6 bulan)

Dalam jadwal penelitian ditunjukkan :

1. Tahap-tahap penelitian;

2. Rincian kegiatan pada setiap tahap;

3. Waktu yang diperlukan untuk melaksanakan setiap tahap.

Jadwal penelitian disajikan dalam bentuk matriks.

C. Bagian Akhir

Bagian akhir terdiri atas daftar pustaka dan lampiran

26 | P a g e
I. Daftar Pustaka
Daftar pustaka hanya memuat pustaka yang diacu dalam usulan penelitian dan
disusun kebawah menurut abjadnama akhir penulis pertama. Buku dan majalah
tidak dibedakan, kecuali penyusunnya kekanan, yaitu sebagai berikut:

a. Bu ku Nama penulis, tahun terbit, judul buku,jilid,terbitan ke, nomor,


halaman yang diacu (kecuali kalau seluruh buku), nama penerbit dan
kotanya.

a. Majalah: Nama penulis, tahun terbit, judul tulisan, nama majalah dengan
singkatan resminya, jilid, dan nomor halaman yang diacu.

b. Internet: Pustaka yang diambil dari internet harus mencantumkan tanggal,


bulan, dan tahun akses sumber tersebut.

II. Lampiran

Dalam lampiran, terdapat pengolahan data dan prosedur analisis.

27 | P a g e
2.7 PROSEDUR PENYUSUNAN PROPOSAL PENELITIAN

Pengembangan suatu proposal penelitian pada dasarnya bergantung pada keterampilan


masing-masing peneliti. Dalam kenyataan sering dijumpai bahwa ketiadaan pegangan dalam
menempuh langkah-langkah pengembangan proposal penelitian menuntun ke arah terhambatnya
proses penyusunan proposal itu. Langkah-langkah pengembangan suatu proposal penelitian
dapat dibagi dalam tiga tahap, yaitu : 1) tahap pra-penyusunan 2) tahap penyusunan, dan 3) tahap
evaluasi proposal.

Tidak dapat disangsikan lagi, pengalaman melaksanakan penelitian sangat membantu


dalam mempersiapkan hal-hal yang penting dalam menyusun proposal. Namun kadang-kadang
terjadi meskipun peneliti memiliki pengalaman, persoalan yang timbul adalah berkaitan dengan
1) membuat keputusan tentang masalah apa yang akan diteliti, 2) seberapa banyak peneliti
memiliki pengetahuan tentang hal-hal yang terkait dengan masalah yang dipilih, dan 3) bila
proposal itu disusun untuk diajukan kepada lembaga yang akan memberikan dana, apakah
masalah yang terpilih itu dapat disetujui oleh lembaga yang bersangkutan.

Ketiga hal tadi, bila tidak dikonfirmasi, sering menjadi kendala keberhasilan penyusunan
proposal penelitian. Untuk menghindari kendala itu sebelum disusun suatu proposal penelitian
perlu mengukur keputusan yang dibuatnya dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan; 1)
apakah masalah tersebut diambil sesuai dengan minatnya, 2) apakah ia berada dalam batas
kemampuan akademisnya, dan 3) apakah ia dapat memperoleh persetujuan dari lembaga yang
berkepentingan. Konfirmasi pertanyaan pertama dapat menjadi motivasi internal dalam
menyelesaikan proyek yang dikerjakan. Ini dapat diperoleh dengan jalan melakukan analisis
masalah secara mendalam dan hati-hati. Konfirmasi pertanyaan kedua dapat menjamin
keberhasilan pencapaian tujuan. Ini dapat dicapai dengan jalan melakukan penelaahan berbagai
bahan pustaka yang relevan. Konfirmasi pertanyaan ketiga dapat menghindari hambatan yang
timbul dari luar diri peneliti sendiri. Hal ini dapat dicapai dengan melakukan konsultasi dengan
lembaga yang menjadi tujuan diajukannya proposal atau (bila tersedia) dengan membaca
aturanaturan yang berlaku di lembaga yang bersangkutan.

28 | P a g e
Secara umum, dalam menyusun proposal penelitian ada langkah-langkah yang sepatutnya
ditempuh, yaitu:

a. Langkah pertama adalah memikirkan tentang apa yang akan diteliti.


b. Langkah kedua, mencari-cari ide yang relevan.
c. Langkah ketiga, ide yang telah tergambar dalam pikirannya dipersempit sehingga apa yang
akan diteliti menjadi jelas.
d. Langkah keempat, yaitu membuat rumusan masalah,
e. Langkah kelima mengkaji pentingnya masalah,
f. Langkah keenam menelaah bahan-bahan pustaka,
g. Langkah ketujuh mempertimbangkan pendekatan yang akan dilakukan, dan
h. Langkah kedelapan merumuskan desain penelitian. Setelah terumuskan desain yang tepat,
menuju,
i. Langkah kesembilan, yaitu mencari alternatif alat pengukuran yang tepat.
j. Langkah kesepuluh menentukan teknik analisis data yang tepat.
k. Langkah kesebelas memperbaiki desain.
l. Langkah keduabelas merumuskan prosedur penelitian.
m. Langkah ketigabelas membuat draft proposal. Setelah tersusun draft,
n. Langkah keempat belas adalah mendiskusikan draft dengan kolega untuk mendapatkan
umpan balik. Bila ternyata masih belum memadai, kembali ke langkah ke tujuh sampai
kedua belas. Bila sudah dianggap memadai masuk ke
o. Langkah lima belas, yaitu melakukan penelitian rintisan atau pilot study.
p. Langkah keenam belas merevisi draft berdasarkan hasil penelitian rintisan.
q. Langkah ketujuh belas, menyerahkan proposal kepada lembaga yang berkepentingan.

Apabila proposal telah disetujui, selanjutnya disusun Kerangka Acuan yang menjadi dasar
kontrak antara peneliti dan penyandang dana. Pada langkah-langkah penyusunan proposal
penelitian seperti yang diuraikan di atas, sebenarnya sudah termasuk di dalamnya kegiatan
mengevaluasi proposal. Evaluasi tersebut dilakukan secara informal dan secara formal. Evaluasi
informal dilakukan dengan mendiskusikan draft proposal, baik dengan kolega, dengan orang ahli
(dalam metodologi penelitian maupun dalam disiplin ilmu yang terkait dengan penelitian yang

29 | P a g e
dilakukan). Adapun evaluasi formal dilakukan melalui penelitian rintisan. Baik evaluasi informal
maupun evaluasi formal, telah tercakup dalam delapan belas langkah di atas.

2.8 SISTEMATIKA PENYUSUNAN PROPOSAL


Bentuk suatu proposal yang berlaku di suatu lembaga kadang-kadang berbeda dengan yang
berlaku di lembaga lain. Namun, menilik tujuan dan fungsinya, unsurunsur yang termuat dalam
suatu proposal penelitian, sepatutnya meliputi :
1. keberadaaan penelitian terhadap masalah yang bersangkutan,
2. pernyataan masalah dan hipotesis,
3. jenis data yang diperlukan,
4. sumber data atau subjek penelitian,
5. Alat pengumpul data,
6. analisis data yang dilakukan, dan
7. rencana kegiatan.
Unsur-unsur yang termuat dalam proposal itu disusun dalam suatu sistematika tertentu.
Untuk pegangan mungkin sistematika proposal yang berlaku di lingkungan Ditjen Dikti
Depdikbud bisa dijadikan pegangan (dengan catatan bila di lembaga tempat diajukannya
proposal anda belum ada panduan resmi). Setelah proposal diterima, biasanya dibuat suatu
kerangka acuan yang akan dijadikan pegangan, baik oleh penyandang dana maupun oleh peneliti.
Sistematika kerangka acuan sedikit berbeda dengan sistematika proposal.

Proposal Kegiatan

Ini merupakan proposal untuk melakukan suatu kegiatan. Isi proposal kegiatan adalah pengajuan
rencana kegiatan, baik yang sifatnya individu maupun kelompok, misalnya pentas seni dan
budaya. Berikut cara membuat susunan proposal dengan baik dan benar.

1. Halaman Judul Proposal

Judul merupakan format pertama yang harus anda cantumkan terlebih dahulu. Judul
merupakan pemberi penjelasan pertama mengenai tujuan dibuatnya proposal.

30 | P a g e
Pada Halaman judul berisikan nama atau judul dari kegiatan proposal yang ingin diusulkan.
Contohnya “Gelar Seni dan Budaya Siswa-Siswi SMA N 2 Yogyakarta dalam Rangka Acara
Peringatan Hari Sumpah Pemuda”.

2. Latar Belakang Proposal

Setelah dibuatnya halaman judul yang terletak paling depan, selanjutnya membuat halaman
khusus untuk latar belakang dibentuknya proposal. Seringkali proposal kegiatan ini sekaligus
untuk pengajuan permohonan dana dari pihak tertentu. Dan sebagai kompensasi, penyelenggaran
kegiatan akan menawarkan sesuatu yang bermanfaat bagi donatur, misalnya space iklan. Latar
belakang sangatlah penting untuk disertakan dalam sebuah proposal karena akan dijelaskan
secara garis besar mulai dari alasan mengapa membuat proposal tersebut.

3. Tujuan Proposal

Untuk deskripsi tujuan bisa digabungkan satu halaman dengan latar belakang proposal.
Bertujuan agar nantinya proposal tersebut terlihat lebih berisi. Jelaskan deskripsi tujuan kegiatan
secara urut dan terstruktur dengan rapi. Dimulai dari yang paling penting yang menjadi tujuan
utama rencana kegiatan proposal tersebut.

4. Nama dan Tema Kegiatan Proposal

Kegiatan proposal ini berisi kegiatan pokok yang akan dilaksanakan, biasanya dilampiri
dengan jadwal kegiatan secara lengkap.

5. Bentuk Kegiatan Proposal

Mendeskripsikan seperti apa rangkaian acara kegiatan yang akan diadakan. Contohnya:
Acara lomba puisi, Lomba tari, Lomba modern dance, dan lain sebagainya. Rangkaian kegiatan
ini merupakan struktur acara yang paling penting karena inilah puncak dari terlaksananya
proposal yang dibentuk.

31 | P a g e
6. Peserta Proposal

Peserta merupakan siapa saja yang nantinya dapat mengikuti kegiatan atau acara proposal
ini. Seperti misalnya acara pentas seni SMA, maka para pesertanya diikuti oleh para siswa/siswi
SMA tersebut mulai dari kelas 10, 11, dan 12 dapat mengikutinya.

7. Penyelenggara Proposal

Memberikan penjelasan siapa saja yang ikut menyelenggarakan kegiatan tersebut. Biasanya
yang menjadi penyelenggara adalah suatu organisasi atau himpunan kelompok.

8. Tempat Kegiatan dan Jadwal Proposal

Tempat dan kegiatan mendeskripsikan dimana akan dilaksanakan acara kegiatan tersebut.
Data ini sangatlah penting dan tidak boleh rancu, harus dengan kepastian. Oleh karena itu perlu
dilakukan kesepakatan terlebih dahulu.

9. Susunan Acara Proposal

Mendeskripsikan susunan dari acara kegiatan yang akan dibuat mulai dari awal pembukaan
acara hingga selesainya acara tersebut.

10. Susunan Panitia Proposal

Mendeskripsikan susunan kepanitiaan yang sudah ditentukan sebelum dibentuknya proposal.


oleh karena itu susunan kepanitiaan ini harus ditentukan sebelum rencana dibentuknya proposal
agar memudahkan nantinya.

11. Rencana Anggaran Proposal

Mendeskripsikan rincian masukan, pengeluaran, dan keperluan-keperluan dana yang


digunakan untuk acara kegiatan.

12. Penutup Proposal

Bagian penutup diisi dengan kalimat menyatakan harapan agar nantinya semua pihak bisa
ikut berpartisipasi untuk terlaksananya kegiatan proposal yang direncanakan ini. Di tanda tangani
oleh ketua panitia dan mengetahui penanggung jawab kegiatan acara proposal.

32 | P a g e
2.9 APLIKASI PROPOSAL PENELITIAN

Contoh proposal :

A. Judul Proposal

Gelar Seni dan Budaya Siswa-Siswi SMA N 2 Suka Maju dalam Rangka Acara
Peringatan Hari Sumpah Pemuda.

B. Latar Belakang

Pentas seni merupakan ajang yang tepat untuk menggali kreativitas siswa-siswi di luar
potensi akademik. Melalui pagelaran pentas seni, siswa-siswi dapat menunjukkan bakat yang
dimilikinya kepada publik. Kondisi ini tentu sangat bagus untuk perkembangan siswa-siswi
yang bersangkutan maupun pihak sekolah.

Oleh karena itu, kami selaku pihak OSIS yang mewakili suara semua siswa-siswi SMA N
2 Suka Maju berinisiatif untuk mengadakan pentas seni. Selain bertujuan untuk menjaring
potensi siswa-siswi di bidang seni, acara ini sekaligus sebagai ajang memperingati momen
sumpah pemuda pada tanggal 28 Oktober 2017. Seperti diketahui bahwa sumpah pemuda
merupakan periode penting dalam sejarah pemuda menuju Indonesia merdeka.

C. Tema

Dalam kegiatan ini, kami selaku panitia telah sepakat untuk mengangkat tema “Menjadi
Pemuda Produktif, Kreatif dan Berdikari dalam Meraih Masa Depan”. Melalui tema ini
diharapkan seluruh siswa-siswi SMA N 2 Suka Maju menyadari pentingnya memanfaatkan
waktu secara produktif. Caranya yaitu dengan melakukan berbagai kegiatan kreatif untuk
meraih masa depan sesuai cita-cita.

D. Macam-Macam Kegiatan

• Teater • Sendra tari

• Pagelaran music band • Pertunjukan pencak silat

• Drama Kolosal • Seni islami

33 | P a g e
• Stand up comedy

E. Peserta

Peserta dalam kegiatan ini adalah siswa-siswi perwakilan dari setiap kelas X, XI dan XII
SMA N 2 SMA N 2 Suka Maju.

F. Waktu dan Tempat

1. Pentas sendra tari, seni islami, pencak silat

Hari/tanggal: Kamis, 28 Oktober 2017.

Pukul: 17.00-20.00 WIB.

Tempat: Lapangan upacara SMA N 2 Suka Maju.

2. Pentas drama kolosal dan teater

Hari/tanggal: Jumat, 29 Oktober 2017.

Pukul: 17.00-20.00 WIB.

Tempat: Lapangan upacara SMA N 2 Suka Maju.

3. Pentas stand up comedy dan music band

Hari/tanggal: Sabtu, 30 Oktober 2017.

Pukul: 08.00-15.00 WIB.

Tempat: Aula SMA N 2 Suka Maju.

34 | P a g e
G. Susunan Panitia

Pelindung : Drs. Akmal Ibrahim, [Link]. (Kepala Sekolah)

Pembina : Susanto, [Link].

Penanggung jawab : Fini Oktavianingrum (ketua OSIS)

Ketua panitia : Beny Aji

Sekretaris : Adelita Hanindiya

Bendahara : Bayu Wicaksono

Koor acara : Musdalifa

Koor perkap : Bahar

Koor dokumentasi : Darwis Simanjuntak

Koor publikasi : Leni Okta

Koor humas : Theofilus Prabu Sanjaya

Koor keamanan : Ahmad Sulaiman

Baca juga : Contoh Karya Ilmiah

H. Anggaran Dana

1. Pemasukan

• Dana kas sekolah : Rp1.500.000


• Dana partisipasi siswa : Rp2.500.000
• Dana sponsor Axis : Rp2.000.000
• Dana sponsor Telkomsel : Rp3.000.000
• Dana partisipasi guru : Rp500.000

35 | P a g e
Total : Rp9.500.000

2. Pengeluaran

• Sewa tempat : Rp1.000.000

• Sewa panggung : Rp3.000.000

• Sewa alat musik : Rp2.000.000

• Konsumsi : Rp1.500.000

• Publikasi : Rp500.000

• Dokumentasi : Rp500.000

• Lain-lain : Rp500.000

Total : Rp9.000.000

I. Manfaat Proposal Kegiatan

Yaitu proposal yang digunakan untuk mengajukan sebuah kegiatan baik individu maupun
kelompok. Acuan, usulan, konsep dan ide yang terdapat pada proposal ini berisi tentang
kegiatan yang akan dilakukan. Proposal kegiatan dapat berfungsi untuk mengadakan acara
seminar, diskusi, pelatihan dsb. Sebagai contoh, proposal kegiatan pentas seni budaya.
Adapun manfaat dari pembuatan proposal kegiatan antara lain :

“Sebagai rencana yang dapat mengarahkan panitia kegiatan dalam melaksanakan


kegiatan tersebut. Sebagai acuan informasi pihak-pihak yang berkepentingan dalam kegiatan
tersebut. Secara tidak langsung, sebagai bahan yang dapat menjelaskan pada pihak-pihak yang
ingin mengetahui kegiatan tersebut. Memberikan kemudahan bagi penyelenggara untuk
mendapatkan dukungan. Menyakinkan para sponsor yang dapat memberikan dukungan secara
material maupun finansial untuk mewujudkan kegiatan sesuai dengan rencana”.

36 | P a g e
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Proposal adalah rencana kerja yang disusun secara sistematis dan terinci untuk suatu
kegiatan yang bersifat formal, dan untuk mendapat persetujuan maupun bantuan dari pihak
lain. Adapun ciri-ciri proposal sebagaiberikut:

1. Ada pihak yang mengajukan.

2. Ada pihak yang menyetujui.

3. Terdapat gambaran kegiatan secara umum.

4. Dibuat untuk meringkas kegiatan yang akan dilakukan.

5. Sebagai pemberitahuan pertama suatu kegiatan.

Manfaat proposal adalah dapat mengarahkan panitia dalam melaksanakan kegiatan


tersebut, menjelaskan secara tidak langsung kepada pihak pihak yang ingin mengetahui kegiatan
tersebut untuk meyakinkan para donatur/sponsor agar mereka memberikan dukungan material
maupun finansial dalam mewujudkan kegiatan tersebut .Proposal dibuat bertujuan untuk
menjabarkan atau menjelaskan sebuah tujuan Kepada si pembaca (individu atau perusahaan)
sehingga mereka memperoleh pemahaman mengenai tujuan tersebut lebih mendetai dari
proposal tersebut diharapkan dapat memberikan informasi yang sedetail mungkin kepada Si
pembaca, sehingga akhirnya memperoleh persamaan visi, misi, dan tujuan.

Hal-hal yang perlu dimuat dalam proposal antara lain:

1. Nama proposal

2. Pendahuluan

3. Tujuan

37 | P a g e
4. Bentuk/jenis kegiatan

5. Pelaksanaan

6. Panitia pelaksana (terlampir)

7. Biaya/dana (rincian terlampir)

8. Harapan

9. Lampiran

3.2 Saran

Mengajukan proposal penelitian memang membutuhkan perencanaan yang matang


meskipun kadangkala si peneliti mengalami kesulitan. Misalnya dalam menentukan
permasalahan yang ingin diangkat. Oleh karena itu, sebagai peneliti muda kita harus lebih
banyak menguasai tentang menulis proposal yang sistematis.

Daftar Pustaka

38 | P a g e
 [Link](online)
 htps://[Link]/pengertian-
proposal/[Link]
 htps://[Link]/contoh-proposal-
kegiatan/[Link](online)
 htps://[Link]/2012/06/18/sistematika-penulisan-proposal-penelitian/.

39 | P a g e

Anda mungkin juga menyukai