Panduan Proposal Penelitian dan Kegiatan
Panduan Proposal Penelitian dan Kegiatan
Disusun Oleh:
4. Melisyania (02011181924067)
FAKULTAS HUKUM
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
TAHUN AJARAN 2020/2021
1|Page
Kata Pengantar
Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas karunia dan
rahmat-Nya, kami dapat menyusun makalah yang berjudul “Proposal Penelitian dan Proposal
Kegiatan” dengan lancar.
Adapun maksud penyusunan makalah ini untuk memenuhi tugas bahasa Indonesia.
Rasa terima kasih kami tidak terkirakan kepada yang terhormat bapak Muhammad Yusuf
[Link]. selaku pembimbing materi dalam pembuatan makalah ini, serta semua pihak yang telah
mendukung dalam penyusunan karya tulis ini yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu.
Harapan kami bahwa karya tulis ini dapat bermanfaat bagi para pembaca untuk
menambah wawasan dan pengetahuan tentang proposal penelitian dan proposal kegiatan.
Kami menyadari bahwa karya tulis ini masih jauh dari sempurna dengan keterbatasan yang
kami miliki. Tegur sapa dari pembaca akan kami terima dengan tangan terbuka demi
perbaikan dan penyempurnaan makalah ini.
Penulis
2|Page
Daftar Isi
Kata Pengantar…………………………………………………………………………….....ii
Daftar Isi………………………………………………………………………………….......iii
BAB I PENDAHULUAN
BAB II PERMASALAHAN
3.1 Kesimpulan……………………………………...………………………………………..38
3.2 Saran………………………………………………………………………………………39
Daftar Pustaka
3|Page
BAB I
PENDAHULUAN
Proposal adalah suatu rencana yang dituangkan dalam bentuk rancangan kegiatan dalam
bentuk tulisan dan dijelaskan secara sistematis dan terperinci. Proposal umumnya dijadikan
pedoman kerja atau acuan dalam pelaksanaan kegiatan yang direncanakan. Proposal adalah
tulisan yang dibuat oleh penulis dengan maksud untuk menjelaskan rencana dan tujuan suatu
kegiatan kepada para pembaca, sehingga mereka mendapatkan pemahaman tentang tujuan
kegiatan tersebut secara lebih jelas dan detail. Jadi dengan proposal maka diharapkan dapat
memberikan informasi yang jelas kepada para pembaca, sehingga mereka mengerti maksud
dan tujuan proposal tersebut.
Pada umumnya proposal merupakan sebuah program atau rencana suatu kegiatan yang
sifatnya hanya sebagai usulan saja, dapat dikatakan juga proposal merupakan usulan yang
tertulis untuk melakukan suatu kegiatan yang ditujukan kepada pihak-pihak yang ada
hubungannya dengan kegiatan tersebut.
Secara etimologis kata proposal berasal dari bahasa Inggris, yaitu Propose yang
artinya pengajuan/ mengajukan atau permohonan. Suatu pihak memberikan proposal untuk
menawarkan ide, gagasan, atau rencana kepada pihak lain agar mendapatkan dukungan.
Dukungan tersebut dapat berupa ijin, persetujuan, dana, dan lain-lain.
Kata proposal sendiri berasal dari bahasa Inggris “to propose” yang artinya mengajukan.
Berikut pengertian proposal menurut pendapat para ahli sebagai berikut :
Menurut KBBI
Menurut Rieefky
Proposal adalah suatu bentuk rancangan kegiatan yang dibuat dalam bentuk formal dan
stand.
4|Page
Menurut Hasnun Anwar (2004:73)
Menurut Jay (2006:1)
Proposal adalah alat bantu menejemen standar agar manajemen dapat berfungsi secara
efisien.
Menurut Hadi
Proposal adalah suatu usulan tersruktur untuk agenda kerjasama bisnis antar lembaga,
perusahaan, usulan kegiatan sampai pada pemecahan masalah.
Menurut Keraf (2001:302)
Proposal adalah suatu saran atau permintaan kepada seseorang atau suatu badan untuk
mengerjakan atau melakukan suatu pekerjaan.
Berdasarkan beberapa pendapat para ahli diatas maka dapat disimpulkan proposal
adalah suatu rancangan kegiatan atau kerja yang disusun secara sistematis dan terperinci
sesuai standar oleh seseorang atau sekelompok peneliti untuk diajukan kepada pihak yang
dikehendaki dalam mendapatkan persetujuan maupun bantuan dalam penelitiannya.
Adapun jika menyusun suatu proposal maka haruslah memenuhi syarat-syarat sebagai
berikut:
Harus memiliki struktur maupun logika yang sangat jelas dan mudah dimengerti.
Hasil dari kegiatan tersebut harus terstruktur.
Rumusan jenis kegiatan yang dilakukan harus di tulis secara dan detail serta harus
benar-benar dapat dilkerjakan.
5|Page
I.3 Tujuan Penulisan Proposal
Adapun fungsi-fungsi dari suatu proposal yang disusun, diantaranya sebagai berikut:
Untuk melakukan penelitian yang ada kaitannya dengan sosial, budaya, ekonomi dan
lain-lain.
Dapat digunakan untuk mengajukan mendirikan suatu usaha.
Dapat digunakan juga untuk mengajukan tender dari berbagai macam lembaga.
Dapat digunakan untuk mengadakan acara-acara kegiatan misalnya seperti acara
perayaan, seminar, pelatihan, perlombaan dan lain-lain.
Adapun Manfaat dari suatu proposal yang disusun, diantaranya sebagai berikut:
6|Page
BAB II
PEMBAHASAN
Ciri-ciri penelitian kualitatif mewarnai sifat dan bentuk laporannya. Oleh karena itu,
laporan penelitian kualitatif disusun dalam bentuk narasi yang bersifat kreatif dan mendalam
serta menunjukkan ciri-ciri naturalistik yang penuh [Link] penelitian kualitatif,
karena permasalahan yang diteliti sudah jelas, realitas merencanakan piknik. Yang
direncanakan dalam piknik adalah baru tempat-tempat yang akan dikunjungi, dan apa yang
ingin diketahui lebih dalam dari tempat tersebut, akan tergantung pada situasi setelah
seseorang berada ditempat piknik tersebut.
Proposal penilitian kualitatif berisi garis-garis besar rencana yang mungkin akan
dilakukan. Jadi perbedaan utama proposal yang menggunakan metode penilitian kuantitatif
dan kualitatif adalah terletak pada, yang kuantitatif proposalnya spesifik dan sudah baku, dan
dianggap tunggal, tetap teramati, pola fikir deduktif, maka proposal penelitian kuantitatif
dipandang sebagai “blue print” yang harus digunakan sebagai pedoman baku untuk
melaksanakan dan mengendalikan penelitian. Sedangkan dalam metode kualitatif yang
berpadangan, realitas dipandang sesuatu holistic, kompleks, dinamis, penuh makna, dan pola
7|Page
fikir induktif, sehingga permasalahan belum jelas, maka proposal penelitian kualitatif yang
dibuat masih bersifat sementara, dan akan berkembang setelah peneliti memasuki objek
penilitian/situasi social. Oleh karena itu proposal penelitian kualitatif di ibaratkan oleh bogdan
seperti seseorang yang akan yang kualitatif masih bersifat umun dan sementara.
Komponen dalam proposal penilitian secara garis besarnya terdiri atas, pendahuluan,
landasan teori, metode penelitian, jadwal penelitian, organisasi penilitian, biaya penelitian.
Komponen dalam proposal tersebut dapat disusun kedalam bentuk sistematika proposal
seperti gambar berikut.
1.1 Pendahuluan
a. Latar Belakang Masalah
Dalam latar belakang masalah ini dikemukakan gambaran keadaan yang sedang
terjadi selanjutnya dikaitkan dengan peraturan/kebijakan, perencanaan, tujuan,
teori, pengalaman, sehingga terlihat adanya kesenjangan yang merupakan masalah.
Masalah yang dikemukakan dalam bentuk data, bias diperoleh dari studi
pendahuluan, dokumentasi laporan penelitian, atau pernyataan orang-orang yang
dianggap kredibel dalam media baik dalam media cetak atau media elektronika.
b. Fokus Penelitian
Kalau dalam penelitian kuantitatif, focus penelitian ini merupakan batasan masalah.
Karena adanya keterbatasan, baik tenaga, dana, dan waktu, dan supaya hasil
penelitian lebih terfokus, maka peneliti tidak akan melakukan penelitian terhadap
keseluruhan yang ada pada obyek atau situasi sosial tertentu, tetapi perlu
menentukan fokus.
c. Rumusan Masalah
8|Page
Rumusan masalah dalam penelitian kualitatif tidak berkenaan dengan variable
penelitian, yang bersifat spesifik, tetapi lebih makro dan berkaitan dengan
kemungkinan apa yang terjadi pada obyek/situasi sosisal penelitian tersebut.
d. Tujuan Penelitian
e. Manfaat Penelitian
Studi kepustakan berkaitan dengan kajian teoritis dan referensi lain yang terkait
dengan nilai, budaya, dan norma yang berkembang pada situasi sosial yang diteliti.
Terdapat tiga kriteria terhadap teori yang digunakan sebagai landasan dalam
penelitian, yaitu relevansi, kemutakhiran, dan keaslian.
1. Relevansi
Relevansi berarti teori yang dikemukakan sesuai dengan permasalahan yang diteliti.
2. Kemutakhiran
Kemutakhiran berarti terkait dengan kebaruan teori atau referensi yang digunakan.
Pada umumnya referensi yang sudah lebih dari lima tahun diterbitkan dianggap
kurang mutakhir.
9|Page
3. Keaslian
Keaslian terkait dengan keaslian sumber, maksutnya supaya peneliti menggunakan
sumber aslinya dalam mengemukakan teori. Jangan sampai peneliti mengutip dari
kutipan orang lain, dan sebaiknya dicari sumber [Link] teori yang
dikemukakan dalam proposal, akan sangat tergantung pada fokus penelitian yang
ditetapkan oleh peneliti. Dengan dikemukakan landasan teori dan nilai-nilai budaya
yang ada pada konteks sosial yang diteliti, maka hal ini merupakan indikator bagi
peneliti. Vlidasi awal bagi peneliti kualitatif adalah seberapa jauh kemampuan
peneliti mendeskripsikan teori-teori yang terkait dengan bidang dan konteks sosial
yang diteliti.
Dalam landasan teori ini perlu dikemukakan definisi setiap fokus yang akan diteliti.
Dalam definisi perlu dikemukakan definisi-definisi yang sejalan maupun yang tidak
sejalan. Dengan demikian maka landasan teori yang dikemukakan semakin kuat.
Dalam penelitian kualitatif, teori yang dikemukakan bersifat sementara. Selanjutnya
dalam landasan teori, tidak perlu dibuat kerangka berfikir sebagai dasar untuk
perumusan hipotesis, karena dalam penelitian kualitatif tidak akan menguji
hipotesis, tetapi justru menemukan hipotesis.
b. Tempat Penelitian
Tempat penelitian merupakan tempat dimana situasi sosial tersebut akan
diteliti. Misalnya di sekolah, di perusahaan, di lembaga pemerintah, di jalan, di
rumah dan lain-lain.
10 | P a g e
c. Instrumen Penelitian
Dalam penelitian kualitatif, yang menjadi instrumen utama adalah peneliti
sendiri atau anggota tim peneliti.
11 | P a g e
g. Rencana Pengujian Keabsahan Data
Uji keabsahan data meliputi uji kredibilitas data (validitas internal), uji
depenabilitas (reliabilitas) data, uji komfirmabilitas ( obyektivitas).
b. Jadwal Penelitian
Jadwal penelitian berisi aktivitas yang dilakukan dan kapan akan dilakukan.
Berikut ini diberikan contoh rencana jadwal penelitian kualitatif.
Contoh jadwal penelitian kualitatif :
No Kegiatan Bulan ke :
1 2 3 4 5 6 7 8
1 Penyusunan proposal √
2 Diskusi proposal √
3 Memasuki lapangan, grand tour dan √ √
mini tour question, analisis domain
4 Menentukan fokus, minitour √ √
question, analisis taksonomi
5 Tahap selection, structural question, √ √ √
analisis komponensial
6 Menentukan tema, analisis tema √ √
7 Uji keabsahan data √ √
8 Membuat draf laporan penelitian √ √
9 Diskusi draf laporan √ √
10 Penyempurnaan laporan √ √
1.6. Pembiayaan
Jumlah biaya yang diperlukan tergantung pada tingkat profesionalisme tenaga
peneliti dan pendukungnya, tingkat resiko kegiatan dilakukan, jarak tempat
12 | P a g e
penelitian dengan tempat tinggal peneliti, serta lamanya penelitian yang dilakukan.
Semua biaya yang dibutuhkan perlu diuraikan secara rinci.
2.1. Pendahuluan
Berisi tentang sejarah dan peristiwa-peristiwa yang sedang terjadi pada suatu
objek penelitian, tetapi dalam peristiwa itu, sekarang ini tampak ada
penyimpangan-penyimpangan dari standard yang ada, baik standard yang bersifat
keilmuan maupun aturan-aturan. Oleh karena itu dalam latar belakang ini.
Penelitian harus melakukan analisis masalah, sehingga permasalahan menjadi jela.
Melalui analisis masalah ini, peneliti harus dapat menunjukkan adanya suatu
penyimpangan yang ditujukkan dengan data dan menuliskan mengapa hal ini perlu
diteliti.
b. Indentifikasi Masalah
Dituliskan berbagai masalah yang ada pada obyek yang diteliti. Baik yang
akan diteliti maupun yang tidak akan diteliti sedapat mungkin dikemukakan. Untuk
dapat mengidentifikasi masalah dengan baik, maka peneliti perlu melakukan studi
pendahuluan ke obyek yang diteliti, melakukan observasi, dan wawancara ke
berbagai sumber, sehingga semua permasalahan dapat diidentifikasikan.
Permasalahan yang telah diketahui tersebut, selanjutnya dikemukakan hubungan
satu masalah dengan masalah yang lain. Masalah yang akan diteliti itu
kedudukannya di mana di antara masalah yang akan diteliti.
Masalah apa saja yang diduga berpengaruh positif dan negatif terhadap
masalah yang diteliti. Selanjutnya masalah tersebut dapat dinyatakan dalam bentuk
variabel.
13 | P a g e
c. Batasan Masalah
d. Rumusan Masalah
Setelah masalah itu ditentukan (variabel apa saja yang akan diteliti, dan
bagaimana hubungan variabel satu dengan yang lain), dan supaya masalah dapat
terjawab secara akurat, maka perlu dirumuskan secara spesifik. Rumusan masalah
itu dinyatakan dalam kalimat pernyataan. Jadi pola pikir dalam merumuskan
masalah itu ada empat tahapan yaitu :
e. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian tidak sama dengan tujuan yang ada pada sampul skripsi atau
tesis, yang merupakan tujuan formal (misalnya untuk memenuhi salah satu syarat
untuk mendapat gelar sarjana). Tujuan penelitian berkaitan erat dengan rumusan
masalah yang dituliskan. Misalnya rumusan masalahnya : Bagaimanakah tingkat
disiplin kerja pegawai di Depertemen A? Maka tujuan penelitiannya adalah : ingin
mengetahui seberapa tinggi tingkat disiplin pegawai di departemen A. Rumusan
masalah dan tujuan penelitian ini jawabannya terletak pada kesimpulan penelitian.
14 | P a g e
Kegunaan hasil penelitian merupakan dampak dari tercapainya tujuan. Kalau
tujuan penelitian dapat tercapai, dan rumusan masalah dapat terjawab secara akurat
maka sekarang kegunaannya apa. Kegunaan hasil penelitian ada dua hal yaitu :
a. Deskripsi teori
Deskripsi teori adalah, teori-teori yang relevan yang dapat digunakan untuk
menjelaskan tentang variabel yang akan diteliti, serta sebagai dasar untuk memberi
jawaban sementara terhadap rumusan masalah yang diajukan (hipotesis), dan
penyusunan instrumen penelitian. Teori-teori yang digunakan bukan sekedar
pendapat dari pengarang, pendapat penguasa, tetapi teori yang betul-betul telah
teruji kebenarannya. Jumlah teori yang dikemukakan tergantung pada variabel yang
diteliti.
b. Kerangka Berfikir
c. Hipotesis Penelitian
15 | P a g e
Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian
yang diajukan, maka titik tolak untuk merumuskan hipotesis adalah rumusan
masalah dan kerangka berfikir.
a. Metode Penelitian
Dalam penelitian perlu dijelaskan populasi dan sampel yang dapat digunakan
sebagai sumber data. Bila hasil penelitian akan digeneralisasikan (kesimpulan data
yang dapat diberlakukan untuk populasi) maka sampel yang digunakan sebagai
sumber data harus representatif dapat dilakukan dengan cara mengambil sampel
dari populasi secara random sampai jumlah tertentu.
c. Instrumen Penelitian
16 | P a g e
Yang diperlukan di sini adalah teknik pengumpilan data mana yang paling
tepat, sehingga betul-betul di dapat data (angket, observasi, wawancara)
dicantumkan kalau sekiranya tidak dapat dilaksanakan. Selain itu konsekuensi dari
mencantumkan ke tiga teknik pengumpulan data itu adalah: setiap teknik
pengumpulan data yang dicantumkan harus disertai datanya. Memang untuk
mendapatkan data yang lengkap dan obyektif penggunaan berbagai teknik sangat
diperlukan, tetapi bila satu teknik di pandang mencukupi maka teknik yang lain bila
digunakan akan menjadi tidak efisien.
Untuk penelitian dengan pendekatan kuantitatif, maka teknik analisis data ini
berkenaan dengan perhitungan untuk menjawab rumusan masalah dan hipotesis
yang diajukan. Bila peneliti tidak membuat hipotesis, maka rumusan masalah
penelitian itulah yang perlu dijawab. Tetapi kalau hanya rumusan masalah itu
dijawab, maka sulit membuat generalisasi, sehingga kesimpulan yang dihasilkan
hanya dapat berlaku untuk sampel yang digunakan, tidak dapat berlaku untuk
populasi.
a. Organisasi Penelitian
b. Jadwal Penelitian
Setiap rancangan penelitian perlu dilengkapi dengan jadwal kegiatan yang akan
dilaksanakan. Dalam jadwal berisi kegiatan apa saja yang akan dilakukan, dan
erapa lama akan dilakukan. Contoh:
17 | P a g e
5. Penentuan sampel
6. Pengumpulan data
7. Analisis data
8. Pembuatan draf laporan
9. Seminar laporan
10. Penyempurnaan laporan
11. Penggandaan laporan
penelitian
Biaya merupakan hal yang sangat penting dalam penelitian. Jumlah biaya yang
diperlukan tergantung pada tingkat profesionalisme tenaga penelitian dan
pendukungnya, tinggi resiko kegiatan dilakukan, jarak tempat penelitian dengan
tempat tinggal peneliti, serta lamanya penelitian dilakukan.
18 | P a g e
Dalam hal ini bahan-bahan pustaka itu diperlukan sebagai sumber ide untuk menggali
pemikiran atau gagasan baru, sebagai bahan dasar untuk melakukan deduksi dari pengetahuan
yang sudah ada, sehingga kerangka teori baru dapat dikembangkan, atau sebagai dasar
pemecahan masalah.
Masalah Penelitian
Masalah penelitian adalah sesuatu yang ingin diketahui atau dipecahkan/diatasi
oleh peneliti melalui prosedur ilmiah. Dengan demikian maka masalah penelitian perlu
dirumuskan secara jelas dan operasional. Agar menjadi jelas serta untuk
memperlihatkan kedudukan dan pentingnya diketahui atau dipecahkan, maka masalah
itu perlu diberikan latar belakang dengan memberikan informasi pendahuluan tentang
situasi tempat dan waktu masalah itu terjadi. Latar belakang ini juga hendaknya dapat
memberikan gambaran yang jelas tentang berbagai kesenjangan yang terjadi dan yang
mungkin terjadi beserta akibatnya kalau masalah itu tidak diekatahui dan diatasi. Oleh
karena itu dalam mengawali suatu penelitian, yang utama dan terutama dilakukan ialah
mengidentifikasi masalah. Kejelasan masalah akan membantu peneliti untuk memilih
dan menentukan metodologi penelitian yang tepat.
Metodologi Penelitian
Metodologi penelitian ialah ilmu tentang metode-metode yang dipergunakan dalam
penelitian. Oleh karena metodologi penelitian menawarkan berbagai metode dalam
melakukan suatu penelitian, maka peneliti perlu memilih metode yang tepat dalam arti
efektif dan efisien untuk mencapai tujuan penelitiannya. Dengan demikian acuan utama
dalam memilih metode penelitian ialah masalah pebelitian. Bukan menentukan metode
penelitian terlebih dahulu baru merumuskan masalah penelitian.
Ciri-ciri proposal Riset/Penelitian yang Baik Menurut Metode Atau Kaidah Ilmiah
adalah sebagai berikut:
19 | P a g e
1. Bersifat kritis dan analitis.
2. Memuat konsep dan teori yang tepat.
3. Menggunakan istilah tepat.
4. Rasional (Masuk akal).
5. Obyektif
6. Konsistensi dalam menguraikan, menjelaskan, kalimat singkat padat dan jelas.
7. Koherensi (saling kait mengkaitkan).
Untuk membahas format susunan isi proposal penelitian, pertama dibahas unsur
proposal beserta keterkaitan antar unsur tersebut. Bahasan selanjutnya menyangkut tiap
unsur, tetapi dibahas secara singkat dan dalam keterkaitannya dengan unsur–unsur lainnya.
20 | P a g e
Bahasan yang lebih panjang lebar dan terfokus hanya pada unsur-unsur yang dianggap
terpenting diberikan pada bab-bab tersendiri.
Bagian pertama atau awal sebuah proposal dimulai dengan (1) judul, disusul
dengan, (2) latar belakang, (3) rumusan masalah, (4) keaslian penelitian, dan (5)
faedah atau manfaat penelitian.
Bila memang tidak dapat dipersingkat, meskipun tetap panjang, maka judul
dapat dibuat bertingkat, yaitu judul utama, dan anak judul. Penghalusan atau
perubahan judul juga perlu mempertimbangkan bahwa judul tersebut akan diakses
(dicari) dengan komputer, sehingga pakailah kata atau istilah yang umum dalam
bidang ilmunya.
3) Latar belakang
Dua pertanyaan perlu dijawab dalam rangka mengisi bagian latar belakang
ini, yaitu: Mengapa kita memilih permasalahan ini? Apakah ada opini independen
yang menunjang diperlukannya penelitian ini?
21 | P a g e
hingga sampai pada topik tertentu yang kita minati. Langkah kedua, kita perlu
melakukan kajian terhadap pustaka berkaitan .kemajuan terakhir ilmu pengetahuan
dalam topik tersebut—untuk mencari peluang pengembangan atau pemantapan
teori.
Minar maupun peluang tersebut seringkali didorong oleh isu nyata dan aktual
—yang muncul di jurnal ilmiah terbaru atau artikel koran bermutu atau pidato
penting dan aktual, atau direkomendasikan oleh penelitian sebelumnya.. Ini semua
merupakan opini independen yang menunjang diperlukannya penelitian yang
diusulkan tersebut.
4) Batasan Masalah
5) Rumusan Masalah
Keberhasilan dalam melakukan identifikasi masalah dan analisis maslaah
seperti yang tertuang dalam latar belakang sangat menentukan ketajaman rumusan
masalah. Untuk memudahkan dalam menajamkan rumusan masalah, ungkapkan
masalah dalam 2 poin sesuai hasil identifikasi masalah yaitu:
a. Masalah umum.
b. Masalah spesifik.
6) Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian disusun berddasarkan rumusan masalah yang telah
diterapkan sehingga tujuan peneltian tercapai, maka akan diperoleh solusi bagi
pengatasan masalah secara langsung. Seperti rumusan masalah, tujuan penelitian
juga diungkapkan dalam bentuk:
- Tujuan umum.
- Tujuan spesifik.
7) Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian merupaakn perkiraan bila tujuan penelitian tercapai. Hal
ini dapat diperkirakan melalui outcome/ dampaknya bagi masyarakat dan dunia
iptek.
22 | P a g e
8) Tinjauan Pustaka
Tinjauan Pustaka terdiri dari 3 sub bab besar, yaitu
a. Penelitian yang relevan/penelttian terkait.
b. Landasan teori
c. Kerangka pemikiran dan atau kerangka teori dan Hipotesis (untuk metode
korelasi, kausal komaratif, eksperimen).
9) Metode Penelitian
Metode penelitian dapat pula diartikan sebagai prosedur, alat-alat dan bahan
yang digunakan dalam peneltian yang bersifat khas dan khusus untuk penelitian
yang dirancang.
A. Bagian awal
Bagian awal mencakup halaman judul, ringkasan, prakata, daftar tabel,
daftar gambar, daftar simbol, daftar isi :
1. Halaman Judul
Halaman judul memuat: judul, lambang Untirta, nama dan nomor mahasiswa,
instansi, kota, dan waktu pengajuan :
b. Lambang Universitas.
23 | P a g e
c. Nama Mahasiswa ditulis lengkap di bawah lambang, di samping kanan nama
dituliskan Nomor Induk mahasiswa. Urutan penulisan nama mahasiswa
(kelompok) berdasarkan Nomor Induk mahasiswa.
2. Ringkasan
Uraian singkat tentang latar belakang, perumusan masalah, tujuan, metode
penelitian, hasil yang ingin dicapai dan waktu pelaksanaan
3. Prakata
Prakata berisi uraian singkat tentang maksud penelitian dan ucapan terima kasih
kepada pihak-pihak tertentu.
B. Bagian Utama
Bagian utama proposal penelitian memuat bab-bab: Pendahuluan, Tinjauan pustaka,
Metode Penelitian
I. Pendahuluan
Bab pendahuluan memuat latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian,
ruang lingkup penelitian.
24 | P a g e
Tinjauan pustaka memuat uraian sistematis tentang teori-teori pustaka dan hasil-
hasil penelitian yang didapat oleh peneliti terdahulu, yang ada hubungannya
dengan penelitian yang akan dilakukan. Dalam penyajian ini hendaknya ditunjukkan
bahwa permasalahan yang akan diteliti belum terjawab atau belum terpecahkan
secara memuaskan. Fakta-fakta yang dikemukakan sejauh mungkin diambil dari
sumber aslinya. Semua sumber yang dipakai harus disebutkan dengan
mencantumkan nama penulis dan tahun penerbitan sesuai yang tercantum pada
daftar pustaka.
a. Tahapan penelitian
b. Prosedur penelitian
25 | P a g e
Prosedur penelitian memuat uraian yang cukup terinci tentang cara
melaksanakan penelitian, merupakan penjelasan dari diagram alir yang ada
pada tahapan penelitian.
Bahan atau materi penelitian, yang dapat berwujud populasi atau sampel,
harus dikemukakan dengan jelas dan disebutkan sifat-sifat atau
spesifikasi yang harus ditentukan. Alat yang dipakai untuk menjalankan
penelitian harus diuraikan dengan jelas dan kalau perlu,disertai dengan gambar
dan keterangan-keterangan.
d. Variabel penelitian,
Variabel yang akan dipelajari dan data yang akan dikumpulkan, diuraikan
dengan jelas, termasuk jenis kisarannya.
Metode pengumpulan dan analisis data mencakup uraian tentang model dan
cara menganalisis data.
1. Tahap-tahap penelitian;
C. Bagian Akhir
26 | P a g e
I. Daftar Pustaka
Daftar pustaka hanya memuat pustaka yang diacu dalam usulan penelitian dan
disusun kebawah menurut abjadnama akhir penulis pertama. Buku dan majalah
tidak dibedakan, kecuali penyusunnya kekanan, yaitu sebagai berikut:
a. Majalah: Nama penulis, tahun terbit, judul tulisan, nama majalah dengan
singkatan resminya, jilid, dan nomor halaman yang diacu.
II. Lampiran
27 | P a g e
2.7 PROSEDUR PENYUSUNAN PROPOSAL PENELITIAN
Ketiga hal tadi, bila tidak dikonfirmasi, sering menjadi kendala keberhasilan penyusunan
proposal penelitian. Untuk menghindari kendala itu sebelum disusun suatu proposal penelitian
perlu mengukur keputusan yang dibuatnya dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan; 1)
apakah masalah tersebut diambil sesuai dengan minatnya, 2) apakah ia berada dalam batas
kemampuan akademisnya, dan 3) apakah ia dapat memperoleh persetujuan dari lembaga yang
berkepentingan. Konfirmasi pertanyaan pertama dapat menjadi motivasi internal dalam
menyelesaikan proyek yang dikerjakan. Ini dapat diperoleh dengan jalan melakukan analisis
masalah secara mendalam dan hati-hati. Konfirmasi pertanyaan kedua dapat menjamin
keberhasilan pencapaian tujuan. Ini dapat dicapai dengan jalan melakukan penelaahan berbagai
bahan pustaka yang relevan. Konfirmasi pertanyaan ketiga dapat menghindari hambatan yang
timbul dari luar diri peneliti sendiri. Hal ini dapat dicapai dengan melakukan konsultasi dengan
lembaga yang menjadi tujuan diajukannya proposal atau (bila tersedia) dengan membaca
aturanaturan yang berlaku di lembaga yang bersangkutan.
28 | P a g e
Secara umum, dalam menyusun proposal penelitian ada langkah-langkah yang sepatutnya
ditempuh, yaitu:
Apabila proposal telah disetujui, selanjutnya disusun Kerangka Acuan yang menjadi dasar
kontrak antara peneliti dan penyandang dana. Pada langkah-langkah penyusunan proposal
penelitian seperti yang diuraikan di atas, sebenarnya sudah termasuk di dalamnya kegiatan
mengevaluasi proposal. Evaluasi tersebut dilakukan secara informal dan secara formal. Evaluasi
informal dilakukan dengan mendiskusikan draft proposal, baik dengan kolega, dengan orang ahli
(dalam metodologi penelitian maupun dalam disiplin ilmu yang terkait dengan penelitian yang
29 | P a g e
dilakukan). Adapun evaluasi formal dilakukan melalui penelitian rintisan. Baik evaluasi informal
maupun evaluasi formal, telah tercakup dalam delapan belas langkah di atas.
Proposal Kegiatan
Ini merupakan proposal untuk melakukan suatu kegiatan. Isi proposal kegiatan adalah pengajuan
rencana kegiatan, baik yang sifatnya individu maupun kelompok, misalnya pentas seni dan
budaya. Berikut cara membuat susunan proposal dengan baik dan benar.
Judul merupakan format pertama yang harus anda cantumkan terlebih dahulu. Judul
merupakan pemberi penjelasan pertama mengenai tujuan dibuatnya proposal.
30 | P a g e
Pada Halaman judul berisikan nama atau judul dari kegiatan proposal yang ingin diusulkan.
Contohnya “Gelar Seni dan Budaya Siswa-Siswi SMA N 2 Yogyakarta dalam Rangka Acara
Peringatan Hari Sumpah Pemuda”.
Setelah dibuatnya halaman judul yang terletak paling depan, selanjutnya membuat halaman
khusus untuk latar belakang dibentuknya proposal. Seringkali proposal kegiatan ini sekaligus
untuk pengajuan permohonan dana dari pihak tertentu. Dan sebagai kompensasi, penyelenggaran
kegiatan akan menawarkan sesuatu yang bermanfaat bagi donatur, misalnya space iklan. Latar
belakang sangatlah penting untuk disertakan dalam sebuah proposal karena akan dijelaskan
secara garis besar mulai dari alasan mengapa membuat proposal tersebut.
3. Tujuan Proposal
Untuk deskripsi tujuan bisa digabungkan satu halaman dengan latar belakang proposal.
Bertujuan agar nantinya proposal tersebut terlihat lebih berisi. Jelaskan deskripsi tujuan kegiatan
secara urut dan terstruktur dengan rapi. Dimulai dari yang paling penting yang menjadi tujuan
utama rencana kegiatan proposal tersebut.
Kegiatan proposal ini berisi kegiatan pokok yang akan dilaksanakan, biasanya dilampiri
dengan jadwal kegiatan secara lengkap.
Mendeskripsikan seperti apa rangkaian acara kegiatan yang akan diadakan. Contohnya:
Acara lomba puisi, Lomba tari, Lomba modern dance, dan lain sebagainya. Rangkaian kegiatan
ini merupakan struktur acara yang paling penting karena inilah puncak dari terlaksananya
proposal yang dibentuk.
31 | P a g e
6. Peserta Proposal
Peserta merupakan siapa saja yang nantinya dapat mengikuti kegiatan atau acara proposal
ini. Seperti misalnya acara pentas seni SMA, maka para pesertanya diikuti oleh para siswa/siswi
SMA tersebut mulai dari kelas 10, 11, dan 12 dapat mengikutinya.
7. Penyelenggara Proposal
Memberikan penjelasan siapa saja yang ikut menyelenggarakan kegiatan tersebut. Biasanya
yang menjadi penyelenggara adalah suatu organisasi atau himpunan kelompok.
Tempat dan kegiatan mendeskripsikan dimana akan dilaksanakan acara kegiatan tersebut.
Data ini sangatlah penting dan tidak boleh rancu, harus dengan kepastian. Oleh karena itu perlu
dilakukan kesepakatan terlebih dahulu.
Mendeskripsikan susunan dari acara kegiatan yang akan dibuat mulai dari awal pembukaan
acara hingga selesainya acara tersebut.
Bagian penutup diisi dengan kalimat menyatakan harapan agar nantinya semua pihak bisa
ikut berpartisipasi untuk terlaksananya kegiatan proposal yang direncanakan ini. Di tanda tangani
oleh ketua panitia dan mengetahui penanggung jawab kegiatan acara proposal.
32 | P a g e
2.9 APLIKASI PROPOSAL PENELITIAN
Contoh proposal :
A. Judul Proposal
Gelar Seni dan Budaya Siswa-Siswi SMA N 2 Suka Maju dalam Rangka Acara
Peringatan Hari Sumpah Pemuda.
B. Latar Belakang
Pentas seni merupakan ajang yang tepat untuk menggali kreativitas siswa-siswi di luar
potensi akademik. Melalui pagelaran pentas seni, siswa-siswi dapat menunjukkan bakat yang
dimilikinya kepada publik. Kondisi ini tentu sangat bagus untuk perkembangan siswa-siswi
yang bersangkutan maupun pihak sekolah.
Oleh karena itu, kami selaku pihak OSIS yang mewakili suara semua siswa-siswi SMA N
2 Suka Maju berinisiatif untuk mengadakan pentas seni. Selain bertujuan untuk menjaring
potensi siswa-siswi di bidang seni, acara ini sekaligus sebagai ajang memperingati momen
sumpah pemuda pada tanggal 28 Oktober 2017. Seperti diketahui bahwa sumpah pemuda
merupakan periode penting dalam sejarah pemuda menuju Indonesia merdeka.
C. Tema
Dalam kegiatan ini, kami selaku panitia telah sepakat untuk mengangkat tema “Menjadi
Pemuda Produktif, Kreatif dan Berdikari dalam Meraih Masa Depan”. Melalui tema ini
diharapkan seluruh siswa-siswi SMA N 2 Suka Maju menyadari pentingnya memanfaatkan
waktu secara produktif. Caranya yaitu dengan melakukan berbagai kegiatan kreatif untuk
meraih masa depan sesuai cita-cita.
D. Macam-Macam Kegiatan
33 | P a g e
• Stand up comedy
E. Peserta
Peserta dalam kegiatan ini adalah siswa-siswi perwakilan dari setiap kelas X, XI dan XII
SMA N 2 SMA N 2 Suka Maju.
34 | P a g e
G. Susunan Panitia
H. Anggaran Dana
1. Pemasukan
35 | P a g e
Total : Rp9.500.000
2. Pengeluaran
• Konsumsi : Rp1.500.000
• Publikasi : Rp500.000
• Dokumentasi : Rp500.000
• Lain-lain : Rp500.000
Total : Rp9.000.000
Yaitu proposal yang digunakan untuk mengajukan sebuah kegiatan baik individu maupun
kelompok. Acuan, usulan, konsep dan ide yang terdapat pada proposal ini berisi tentang
kegiatan yang akan dilakukan. Proposal kegiatan dapat berfungsi untuk mengadakan acara
seminar, diskusi, pelatihan dsb. Sebagai contoh, proposal kegiatan pentas seni budaya.
Adapun manfaat dari pembuatan proposal kegiatan antara lain :
36 | P a g e
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Proposal adalah rencana kerja yang disusun secara sistematis dan terinci untuk suatu
kegiatan yang bersifat formal, dan untuk mendapat persetujuan maupun bantuan dari pihak
lain. Adapun ciri-ciri proposal sebagaiberikut:
1. Nama proposal
2. Pendahuluan
3. Tujuan
37 | P a g e
4. Bentuk/jenis kegiatan
5. Pelaksanaan
8. Harapan
9. Lampiran
3.2 Saran
Daftar Pustaka
38 | P a g e
[Link](online)
htps://[Link]/pengertian-
proposal/[Link]
htps://[Link]/contoh-proposal-
kegiatan/[Link](online)
htps://[Link]/2012/06/18/sistematika-penulisan-proposal-penelitian/.
39 | P a g e