STORY BOARD
INTERAKSI MAKHLUK HIDUP DENGAN LINGKUNGANNYA
SK
KD
INDIKATOR
MATERI
LANI NURLAELANI
NPM. 072618013
LATIHAN
STANDAR KOMPETENSI
3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin
tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan
kejadian tampak mata
KOMPETENSI DASAR
3.1 Menganalisis antara makhluk hidup dengan lingkungannya serta dinamika populasi
akibat interaksi tersebut
INDIKATOR
Menjelaskan konsep lingkungan dan komponenkomponennya.
Melakukan pengamatan lingkungan dan mengidentifikasi komponen biotik dan abiotic
Menjelaskan pengertian interaksi.
Menjabarkan pola-pola interaksi.
Menjelaskan konsep bentuk saling ketergantungan makhluk hidup.
Menyebutkan perbedaan antara rantai makanan dengan jaring-jaring makanan, rantai
makanan de tritus dengan rantai makanan perumput
Memiliki keterampilan berbicara di depan kelas melalui kegiatan presentasi hasil eksplorasi
Pengertian Lingkungan
Pola Interaksi manusia
VIDEO
mempengaruhi Ekosistem
Hal-hal yang ditemukan dalam suatu VIDEO
lingkungan
VIDEO
Interaksi dalam Ekosistem
membentuk suatu pola
VIDEO
A. PENGERTIAN LINGKUNGAN
Istilah lingkungan berasal dari kata "Environment", yang memiliki makna "The physical,
chemical, and biotic condition surrounding an organism." Berdasarkan istilah tersebut,
lingkungan secara umum dapat diartikan sebagai segala sesuatu di luar individu. Segala sesuatu
di luar individu merupakan sistem yang kompleks, sehingga dapat memengaruhi satu sama lain,
sedangkan kesatuan struktural dan fungsional yang terbentuk oleh hubungan timbal balik antara
makhluk hidup dengan lingkungannya disebut ekosistem. Ekosistem dibentuk oleh kumpulan
berbagai macam makhluk hidup beserta benda-benda tak hidup. Semua makhluk hidup yang
menyusun suatu ekosistem disebut komponen biotik. Sedangkan benda-benda tak hidup dalam
suatu ekosistem disebut komponen abiotik. Dalam suatu ekosistem, hubungan antarkomponen
berlangsung sangat erat dan saling memengaruhi. Oleh karena itu gangguan atau kerusakan
pada salah satu komponen dapat menyebabkan kerusakan seluruh ekosistem.
Ilmu yang mempelajari ekosistem disebut Ekologi. Ekologi berasal dari dua kata dalam
bahasa Yunani, yaitu oikos dan logos. Oikos berarti rumah atau tempat tinggal, dan logos
artinya ilmu. Istilah ekologi pertama kali dikemukakan oleh Ernst Haeckel (1834 – 1914).
Ekologi merupakan cabang ilmu yang masih relatif baru, yang baru muncul pada tahun 70-an.
Akan tetapi, ekologi mempunyai pengaruh yang besar terhadap cabang biologinya. Ekologi
diartikan sebagai ilmu yang mempelajari baik interaksi antar makhluk hidup maupun interaksi
antara makhluk hidup dan lingkungannya.
Yang dipelajari dalam ekologi:
§ Perpindahan energi dan materi dari makhluk hidup yang satu ke makhluk hidup yang lain ke
dalam lingkungannya dan faktor-faktor yang menyebabkannya.
§ Perubahan populasi atau spesies pada waktu yang berbeda dan faktor-faktor yang
menyebabkannya.
§ Interaksi antarspesies makhluk hidup dan hubungan antara makhluk hidup dengan
lingkungannya.
B. Hal-hal yang ditemukan di dilingkungan
Berdasarkan pengertian lingkungan di atas, jelas bahwa suatu lingkungan terdiri atas
dua unsur atau komponen, yaitu komponen makhluk hidup (biotik) dan komponen
makhluk tak hidup (abiotik).
Diantara unsur – unsur tersebut terjalin suatu hubungan timbal balik, saling
memengaruhi dan ada ketergantungan satu sama lain. Makhluk hidup yang satu
berhungan secara timbal balik dengan makhluk hidup lainnya dan dengan benda mati
dilingkungannya
Adanya hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya
menunjukkan bahwa makhluk hidup dalam kehidupannya selalu berinteraksi dengan
lingkungan di manan ia hidup (habitat). Makhluk hidup akan mempengaruhi
lingkungannya, dan sebaliknya perubahan lingkungan akan mempengaruhi pula
kehidupan makhluk hidup
C. Interaksi dalam Ekosistem Membentuk Suatu
Pola
1. INTERAKSI MAKHLUK HIDUP DENGAN MAKHLUK HIDUP
LAINNYA
Rantai Makanan (Food Chain) adalah peristiwa makan dan dimakan yang
membentuk rangkaian lurus dan tak bercabang. Contoh rantai makanan di darat :
rumput – ulat – burung – ular dan contoh rantai makanan di perairan : fitoplankton
– zooplankton – ikan kecil – ikan besar.
Jaring – Jaring Makanan (Food Web) adalah kumpulan rantai yang saling
berhubungan antara satu dengan yang lain sehingga membentuk jaring – jaring
yang rumit.
. Piramida Makanan adalah komposisi rantai makanan yang makin ke
atas jumlahnya makin kecil.
Piramida Makanan adalah komposisi rantai makanan yang makin ke atas
jumlahnya makin kecil.
2. Macam-macam Simbiosis
Di alam, pada umumnya suatu komunitas terdiri atas beberapa populasi baik tumbuhan maupun
hewan. Di antara individu tersebut akan terjadi berbagai kemungkinan tipe interaksi biologis
antara individu yang satu dengan individu lainnya yang disebut simbiosis. Terdapat tiga (3)
macam simbiosis, yaitu simbiosis mutualisme, simbiosis komensalisme, dan simbiosis
parasitisme.
Simbiosis mutualisme adalah interaksi dua jenis individu yang saling menguntungkan.
Contohnya: Jamur dan akar pohon pinus. Jamur mendapatkan makanan dari pohon pinus,
sedangkan pohon pinus mendapatkan garam mineral dan air lebih banyak.
Simbiosis komensalisme adalah interaksi dua jenis individu yang memberikan
keuntungan pada salah satu individu dan tidak menyebabkan kerugian pada individu
lainnya. Contohnya: Tanaman anggrek dengan pohon mangga. Tenaman anggrek
mendapatkan keuntungan berupa tempat tinggal, sedangkan pohon mangga tidak mendapat
keuntungan maupun kerugian dari keberadaan tanaman anggrek tersebut.
Simbiosis parasistisme adalah interaksi dua jenis individu yang memberikan
keuntungan pada salah satu individu dan menyebabkan kerugian pada individu lainnya.
Contohnya: Kutu rambut dan manusia. Kutu rambut memperoleh keuntungan dari manusia
berupa darah yang diisap sebagai makanannya sedangkan manusia akan merasakan gatal
pada kulit dikepalanya.
3. MATERI PERAN ORGANISME BERDASARKAN KEMAMPUAN MENYUSUN
MAKANAN
Hewan didalam ekosistem memiliki perannya masing-masing. Berdasarkan
kemampuan menyusun makanan, peran organisme dibagi menjadi 2 (dua), yaitu
autotrof dan heterotrof. Organisme heterotrof, berdasarkan jenis makanannya dibagi
lagi menjadi 3 (tiga), yaitu herbivora, karnivora, dan omnivora
D. Pola Interaksi Manusia Mempengaruhi Ekosistem
Manusia sebagai makhluk berakal dan memiliki kemampuan tinggi dibandingkan dengan makhluk
lain akan terus berkembang dari pola hidup sederhana menuju ke kehidupan yang modern. Dengan
adanya perkembangan kehidupan, tentunya kebutuhannya juga akan sangat berkembang termasuk
kebutuhan eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan.
Kegiatan – kegiatan manusia di lingkungan hidupnya akan menyebabkan siklus permasalahan
lingkungan yang rumit. Berbagai macam kerusakan lingkungan disebabkan oleh ulah manusia
yang tanpa sadar mereka telah merugikan dirinya sendiri dan terlebih lagi untuk lingkungan
sekitar, akibatnya lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan
peruntukannya.