0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
15 tayangan5 halaman

Panduan Lengkap tentang Asma dan Penanganannya

Asma adalah penyakit jangka panjang pada saluran pernapasan yang ditandai dengan peradangan dan penyempitan saluran napas, menyebabkan sesak napas dan gejala lain seperti batuk. Penyebabnya meliputi faktor genetik, alergen, perubahan cuaca, stres, lingkungan kerja dan aktivitas fisik. Gejalanya bervariasi dari batuk kering hingga kesulitan bernapas berat. Pengobatannya meliputi penghindaran pemicu, bronkod

Diunggah oleh

ermayuliani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
15 tayangan5 halaman

Panduan Lengkap tentang Asma dan Penanganannya

Asma adalah penyakit jangka panjang pada saluran pernapasan yang ditandai dengan peradangan dan penyempitan saluran napas, menyebabkan sesak napas dan gejala lain seperti batuk. Penyebabnya meliputi faktor genetik, alergen, perubahan cuaca, stres, lingkungan kerja dan aktivitas fisik. Gejalanya bervariasi dari batuk kering hingga kesulitan bernapas berat. Pengobatannya meliputi penghindaran pemicu, bronkod

Diunggah oleh

ermayuliani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

STUDI KASUS ASMA

Definisi : Asma adalah jenis penyakit jangka panjang atau kronis pada saluran pernapasan yang
ditandai dengan peradangan dan penyempitan saluran napas yang menimbulkan sesak atau sulit
bernapas. Selain sulit bernapas, penderita asma juga bisa mengalami gejala lain seperti nyeri
dada, batuk-batuk, dan mengi. Asma bisa diderita oleh semua golongan usia, baik muda atau tua.

Etiologi (Penyebab) :
Ada dua faktor pencetus asma, antara lian :
• Pemicu (trigger) yang menyebabkan menyempitnya saluran pernafasan (bronkokonstriksi) dan
tidak menyebabkan peradangan.
• Penyebab (inducer) yang menyebabkan peradangan atau inflammation pada saluran pernafasan.
Ada beberapa pemicu terjadinya asma yang termasuk dalam faktor predisposisi dan presipitasi
timbulnya serangan asma bronkhial.
a. Faktor Predisposisi
• Genetik
Dimana yang diturunkan adalah bakat alerginya, meskipun belum diketahui bagaimana cara
penurunannya yang jelas. Penderita dengan penyakit alergi biasanya mempunyai keluarga dekat
juga menderita penyakit alergi. Karena adanya bakat alergi ini, penderita sangat mudah terkena
penyakit asma bronkhial jika terpapar dengan faktor pencetus. Selain itu hipersensitivitas saluran
pernafasannya juga bisa diturunkan.
b. Faktor Presipitasi
• Alergen
Dimana alergen dapat dibagi menjadi 3 jenis, yaitu :
- Inhalan, yang masuk melalui saluran pernafasan.
Ex : debu, bulu binatang, serbuk bunga, spora jamur, bakteri dan polusi.
- Ingestan, yang masuk melalui mulut.
Ex : makanan dan obat-obatan.
- Kontaktan, yang masuk melalui kontak dengan kulit.
Ex : perhiasan, logam dan jam tangan.
• Perubahan cuaca
Cuaca lembab dan hawa pegunungan yang dingin sering mempengaruhi asma. Atmosfir yang
mendadak dingin merupakan faktor pemicu terjadinya serangan asma. Kadang-kadang serangan
berhubungan dengan musim, seperti : musim hujan, musim kemarau, musim bunga. Hal ini
berhubungan dengan arah angin serbuk bunga dan debu.
• Stress (gangguan emosi)
Stress atau gangguan emosi dapat menjadi pencetus serangan asma, selain itu juga bisa
memperberat serangan asma yang sudah ada. Disamping gejala asma yang timbul harus segera
diobati penderita asma yang mengalami stress atau gangguan emosi perlu diberi nasehat untuk
menyelesaikan masalah pribadinya. Karena jika stressnya belum diatasi maka gejala asmanya
belum bisa diobati.
• Lingkungan kerja
Mempunyai hubungan langsung dengan sebab terjadinya serangan asma. Hal ini berkaitan
dengan dimana dia bekerja. Misalnya orang yang bekerja di laboratorium hewan, industri tekstil,
pabrik asbes, polisi lalu lintas. Gejala ini mambaik pada waktu libur atau cuti.
• Olahraga / aktivitas jasmani yang berat
Sebagian besar penderita asma akan mendapat serangan jika melakukan aktivitas jasmani atau
olahraga yang berat. Lari cepat paling mudah menimbulkan serangan asma. Serangan asma
karena aktivitas biasanya terjadi segera setelah selesai aktivitas tersebut.
Asma adalah suatu obstruktif jalan nafas yang reversibel yang disebabkan oleh :
o Kontraksi otot di sekitar bronkus sehingga terjadi penyempitan jalan nafas.
o Pembengkakan membran bronkus.
o Terisinya bronkus oleh mukus yang kental.

Tanda dan Gejala (Manifestasi Klinik)


Gejala-gejala yang lazim muncul pada asma bronkhial adalah :
1. Batuk kering (tidak produktif) karena secret kental dan saluran jalan nafas sempit.
2. Dispnea ditandai dengan pernafasan cuping hidung, retraksi dada.
3. Pernafasan berbunyi (wheezing/mengi/bengek) terutama saat mengeluarkan nafas (exhalation).
4. Rasa berat dan kejang pada dada sehingga napas jadi terengah-engah
5. Biasanya disertai batuk dengan dahak yang kental dan lengket
6. Tachypnea, orthopnea.
7. Gelisah dan cemas.
8. Diaphorosis.
9. Nyeri di abdomen karena terlibat otot abdomen dalam pernafasan.
10. Lelah.
11. Fatigue.
12. Tidak toleren terhadap aktivitas : makan, berjalan, bahkan berbicara.
13. Serangan biasanya bermula dengan batuk dan rasa sesak dalam dada, disertai pernafasan lambat.
14. Ekspirasi selalu lebih susah dan panjang dibanding inspirasi.
15. Kecemasan labil dan perubahan tingkat kesadaran.
16. Sianosis sekunder.
17. Duduk dengan tangan menyanggah ke depan serta tampak otot-otot bantu pernafasan bekerja
dengan keras.
18. Gerak-gerik retensi karbondioksida seperti : berkeringat, takikardi dan pelebaran tekanan nadi.
19. Serangan dapat berlangsung dari 30 menit sampai beberapa jam dan dapat hilang secara spontan.
(Smeltzer, Suzanne C, 2001, Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah, hal 612).
Ada beberapa tingkatan penderita asma, yaitu :
1. Tingkat I
o Secara klinis normal tanpa kelainan pemeriksaan fisik dan fungsi paru.
o Timbul bila ada faktor pencetus baik di dapat alamiah maupun dengan test provokasi bronkial di
laboratorium.
2. Tingkat II
o Tanpa keluhan dan kelainan pemeriksaan fisik tapi fungsi paru menunjukkan adanya tanda-tanda
obstruksi jalan nafas.
o Banyak dijumpai pada klien setelah sembuh serangan.
3. Tingkat III
o Tanpa keluhan
o Pemeriksaan fisik dan fungsi paru menunjukkan adanya obstrusi jalan nafas.
o Penderita sudah sembuh dan bila obat tidak diteruskan mudah diserang kembali.
4. Tingkat IV
o Klien mengeluh batuk, sesak nafas dan nafas berbunyi wheezing.
o Pemeriksaan fisik dan fungsi paru didapat tanda-tanda obstruksi jalan nafas.
5. Tingkat V
o Status asmatikus yaitu suatu keadaan darurat medis berupa serangan asma akut yang berat bersifat
refraktor sementara terhadap pengobatan yang lazim dipakai.
o Asma pada dasarnya merupakan penyakit obstruksi jalan nafas yang reversibel. Pada asma yang berat
dapat timbul gejala seperti : kontraksi otot-otot pernafasa, sianosis, gangguan kesadaran, penderita
tampak letih.

Penatalaksanaan
Prinsip umum pengobatan asma bronkhial adalah :
Menghilangkan obstruksi jalan nafas dengan segera.
Mengenal dan menghindari faktor-faktor yang dapat mencetus serangan asma.
Memberikan penerangan kepada penderita ataupun keluarganya mengenai penyakit asma, baik
pengobatannya maupun tentang perjalanan penyakitnya sehingga penderita mengerti tujuan
pengobatan yang diberikan dan bekerjasama dengan dokter atau perawat yang merawatnya.
Pengobatan pada asma bronkhial terbagi 2, yaitu:
1. Pengobatan non farmakologik:
a. Memberikan penyuluhan
b. Menghindari faktor pencetus
c. Pemberian cairan
d. Fisiotherapy
e. Beri O2 bila perlu.
2. Pengobatan farmakologik :
a. Bronkodilator : obat yang melebarkan saluran nafas. Terbagi dalam 2 golongan :
o Simpatomimetik/ andrenergik (Adrenalin dan efedrin)
Nama obat :
- Orsiprenalin (Alupent)
- Fenoterol (berotec)
- Terbutalin (bricasma)
Obat-obat golongan simpatomimetik tersedia dalam bentuk tablet, sirup, suntikan dan semprotan. Yang
berupa semprotan: MDI (Metered dose inhaler). Ada juga yang berbentuk bubuk halus yang dihirup
(Ventolin Diskhaler dan Bricasma Turbuhaler) atau cairan broncodilator (Alupent, Berotec, brivasma
serts Ventolin) yang oleh alat khusus diubah menjadi aerosol (partikel-partikel yang sangat halus ) untuk
selanjutnya dihirup.
o Santin (teofilin)
Nama obat :
- Aminofilin (Amicam supp)
- Aminofilin (Euphilin Retard)
- Teofilin (Amilex)
Efek dari teofilin sama dengan obat golongan simpatomimetik, tetapi cara kerjanya berbeda. Sehingga
bila kedua obat ini dikombinasikan efeknya saling memperkuat. Cara pemakaian : Bentuk suntikan
teofillin / aminofilin dipakai pada serangan asma akut, dan disuntikan perlahan-lahan langsung ke
pembuluh darah. Karena sering merangsang lambung bentuk tablet atau sirupnya sebaiknya diminum
sesudah makan. Itulah sebabnya penderita yang mempunyai sakit lambung sebaiknya berhati-hati bila
minum obat ini. Teofilin ada juga dalam bentuk supositoria yang cara pemakaiannya dimasukkan ke
dalam anus. Supositoria ini digunakan jika penderita karena sesuatu hal tidak dapat minum teofilin
(misalnya muntah atau lambungnya kering).
b. Kromolin
Kromalin bukan bronkodilator tetapi merupakan obat pencegah serangan asma. Manfaatnya adalah
untuk penderita asma alergi terutama anak-anak. Kromalin biasanya diberikan bersama-sama obat anti
asma yang lain, dan efeknya baru terlihat setelah pemakaiansatu bulan.
c. Ketolifen
Mempunyai efek pencegahan terhadap asma seperti kromalin. Biasanya diberikan dengan dosis dua kali
1mg / hari. Keuntungan obat ini adalah dapat diberikan secara oral.

Pengobatan Asma
Pada prinsipnya tata cara pengobatan asma dibagi atas :
a. Pengobatan asma jangka pendek
Pengobatan diberikan pada saat terjadi serangan asma yang hebat, dan terus diberikan sampai serangan
merendah, biasanya memakai obat-obatan yang melebarkan saluran pernapasan yang menyempit.
Tujuan pengobatannya untuk mengatasi penyempitan jalan napas, mengatasi sembab selaput lendir
jalan napas, dan mengatasi produksi dahak yang berlebihan.
b. Pengobatan asma jangka panjang
Pengobatan diberikan setelah serangan asma merendah, karena tujuan pengobatan ini untuk
pencegahan serangan asma. Pengobatan asma diberikan dalam jangka waktu yang lama, bisa berbulan-
bulan sampai bertahun-tahun, dan harus diberikan secara teratur. Penghentian pemakaian obat
ditentukan oleh dokter yang merawat. Pengobatan ini lazimnya disebut sebagai immunoterapi, adalah
suatu sistem pengobatan yang diterapkan pada penderita asma/pilek alergi dengan cara menyuntikkan
bahan alergi terhadap penderita alergi yang dosisnya dinaikkan makin tinggi secara bertahap dan
diharapkan dapat menghilangkan kepekaannya terhadap bahan tersebut (desentisasi) atau mengurangi
kepekaannya (hiposentisisasi).
Ada beberapa macam terapi untuk menghindari asma, seperti :
a. Terapi herba
Penggunaan herba untuk menyembuhkan penyakit. Misalnya astragalus membranacious, glycyrrhza
glabara dan tanacetum parthenium.
b. Terapi nutrisi
Pemilihan nutrisi atau zat makanan untuk membantu penyembuhan. Misalnya, vitamin C untuk
menaikkan imunitas dan sebagai anti oksidan serta anti radang. Vitamin E sebagai antioksidan dan
memperlambat degenerasi. Srta selenium untuk meningkatkan fagositik sel darah putih dan
menghambat produksi prostaglandin.
c. Berenang
Udara kolam renang yang lembab dan basah baik untuk penderita asma.
d. Aromaterapi
Minyak atsiri untuk melegakan pernafasan, merelaksasi dan melebarkan saluran pernafasan.
e. Akupuntur
Merupakan terapi dengan menusukkan jarum ke titik-titik tubuh tertentu.
f. Akupresur
Menggunakan pemijatan benda tumpul dan keras atau dengan jari sebagai pengganti jarum. Prinsipnya
sama dengan akupuntur.

Anda mungkin juga menyukai