100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
394 tayangan5 halaman

Prosedur Audit Sediaan Perusahaan Manufaktur

Dokumen tersebut berisi ringkasan tentang mata kuliah Auditing II yang diikuti oleh Aldina Khoirul Fitrah dengan NIM 171120002032. Ringkasan mencakup penjelasan tentang pengelompokan sediaan di neraca perusahaan manufaktur, alasan auditor menaruh perhatian pada pengujian substantif sediaan, akuntansi berterima umum dalam penyajian sediaan, dan prosedur audit untuk memverifikasi berbagai aspek sediaan seperti eksistensi

Diunggah oleh

Aldina Khoirul
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
394 tayangan5 halaman

Prosedur Audit Sediaan Perusahaan Manufaktur

Dokumen tersebut berisi ringkasan tentang mata kuliah Auditing II yang diikuti oleh Aldina Khoirul Fitrah dengan NIM 171120002032. Ringkasan mencakup penjelasan tentang pengelompokan sediaan di neraca perusahaan manufaktur, alasan auditor menaruh perhatian pada pengujian substantif sediaan, akuntansi berterima umum dalam penyajian sediaan, dan prosedur audit untuk memverifikasi berbagai aspek sediaan seperti eksistensi

Diunggah oleh

Aldina Khoirul
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

NAMA : ALDINA KHOIRUL FITROH

NIM : 171120002032
MATA KULIAH : AUDITING II
KELAS : AB

1. Jelaskan pengelompokan sediaan di neraca perusahaan manufaktur


Jawab : Pengelompokan sediaan di neraca perusahaan manufaktur antara lain,
perusahaan bahan baku, persediaan bahan penolong, persediaan barang dalam
proses, persediaan barang jadi, persediaan barang habis pakai dan persediaan suku
cadang.

2. Mengapa auditor menaruh perhatian terhadap pengujian substantif sediaan


Jawab :
a. Persediaan merupakan komponen aktiva lancar yang jumlahnya cukup material
dan merupakan objek manipulasi serta tempat terjadinya kesalahan-kesalahan
besar.
[Link] besarnya nilai persediaan secara langsung mempengaruhi kos barang
yang dijual sehingga berpengaruh pula terhadap perhitungan laba tahun yang
bersangkutan.
[Link] kuantitas, kondisi, dan nilai persediaan merupakan tugas yang lebih
kompleks dan sulit dibandingkan dengan verifikasi sebagian besar unsur
laporan keuangan yang lain.
[Link] persediaan disimpan diberbagai tempat sehingga menyulitkan
pengawasan dan perhitungan fisiknya.
[Link] berbagai macam persediaan menimbulkan kesulitaan bagi auditor
dalam melaksanakan auditnya.

3. Jelaskan akuntansi berterima umum dalam penyajian sediaan di perusahaan


manufaktur
Jawab :
A. Laporan keuangan harus menjelaskan bahwa persediaan dinilai dengan lower
of cost or market dan harus menyebutkan mentode yang digunakan dalam
menentukan kos persediaan.
B. Jika persediaan dinyatakan pada kosnya, nilai pasarnya pada tanggal neraca
harus dicantumkan dalam tanda kurung. Jika persediaan diturunkan nilai
pasarnya pada harga pasarnya, kosnya harus dicantumkan dalam tanda
kurung.
C. Akibat perubahan metode penilaian persediaan terhadap perhitungan laba rugi
tahun yang diaudit harus dijelaskan dalam laporan keuangan dan auditor
harus menyatakan perkeculian mengenai konsistensi penerapan prinsip
akuntansi berterima umum dalam laporan audit.
D. Penjelasan yang lengkap harus dibuat dalam laporan keuangan jika persediaan
digadaikan sebagai jaminan utang.
E. Jika jumlahnya material, persediaan harus dikelompokkan menurut
kelompoknya, yaitu persediaan produk jadi, persediaan produk dalam proses,
dan persediaan bahan baku.
F. Perjanjian pembelian harus dijelaskan dalam laporan keuangan.
G. Cadangan untuk menghadapi kemungkinan penuruan harga harus dibentuk
dengan menyisihkan sebagian laba ditahan.

4. Jelaskan pengujian substantif terhadap sediaan


Jawab : Tujuan pengujian substantif terhadap sediaan yaitu :
A. Memperoleh keyakinan tentang keandalan catatan akuntansi yang
bersangkutan dengan persediaan
B. Membuktikan asersi keberadaan persediaan yang dicantumkan di neraca
C. Membuktikan asersi kelengkapan transaksi yang berkaitan dengan persediaan
yang dicatat dalam catatan akuntansi
D. Membuktikan asersi hak kepemilikan klien atas persediaan yang dicantumkan
di neraca
E. Membuktikan asersi penilaian persediaan yang dicantumkan dalam neraca.
F. Membuktikan asersi penyajian dan pengungkapan persediaan di neraca

5. Jelaskan prosedur audit untuk membuktikan unsur sediaan yang


dicantumkan dineraca didukung bukti yang memadai
Jawab :
A. Usut saldo persediaan yang tercantum di neraca ke saldo akun persediaan yang
bersangkutan di dalam buku besar.
B. Hitung kembali saldo akun persediaan di buku besar.
C. Usut saldo awal akun persediaan ke kertas kerja tahun yang lalu.
D. Usut posting pendebitan dan pengkreditan akun persediaan ke jurnal yang
bersangkutan.
E. Lakukan rekonsiliasi buku pembantu persediaan dengan akun kontrol
persediaan di buku besar.
6. Jelaskan prosedur audit untuk membuktikan eksistensi saldo sediaan yang
dicantumkan di neraca
Jawab : Prosedur analitik merupakan pengecekan secara menyeluruh mengenai
kewajaran sediaan yang dicantumkan di neraca. Dalam prosedur ini, auditor
menghitung menggunakan ratio yang bersangkutan dengan sediaan yaitu:
a. Tingkat perputaran sediaan
b. Ratio sediaan dengan aktiva lancar
c. Ratio laba bruto dengan hasil penjualan
Sehingga jika terjadi fluktuasi ratio tertentu dari tahun sebelumnya, auditor
berkewajiban mendapatkan penjelasan mengenai penyebab terjadinya fluktuasi
ratio tersebut.

7. Jelaskan prosedur audit untuk membuktikan hak pemilikan sediaan yang


dicantumkan di neraca
Jawab :
a. Pemeriksaan bukti pendukung transaksi yang berkaitan dengan sediaan
b. Pengujian pisah batas transaksi yang berkaitan dengan sediaan
c. Konfirmasi sediaan yang berada di tangan pihak luar
d. Periksa perjanjian konsinyasinya

8. Jelaskan prosedur audit untuk memverifikasi transaksi pisah batas dalam


transaksi sediaan
Jawab :
a. Periksa sampel transaksi yang tercatat dalam akun persediaan ke dokumen yang
mendukung timbulnya transaksi tersebut
b. Periksa pendebitan dan pengkreditan akun persediaan ke dokumen pendukung
c. Pengujian pisah batas transaksi yang berkaitan dengan persediaan
d. Periksa dokumen yang mendukung transaksi pembelian dalam minggu terakhir
tahun yang diaudit dan minggu pertama setelah tanggal neraca
e. Periksa dokumen yang mendukung berkurangnya persediaan dalam minggu
terakhir tahun yang diaudit dan minggu pertama setelah tanggal neraca

9. Jelaskan prosedur audit untuk memverifikasi penilaian sediaan yang


dicantumkan di neraca
Jawab :
a. Mintalah informasi mengenai metode penilaian sediaan yang digunakan oleh
klien
b. Periksa kesesuaian kos per satuan sediaan dengan PABU
c. Periksa catatan pendukung yang bersangkutan dengan data kos per satuan
sediaan
d. Bandingkan laba bruto tahun yang diaudit dengan tahun sebelumnya
e. Lakukan pengamatan terhadap umur sediaan yang rusak
f. Hitung tingkat perputaran sediaan dan bandingkan dengan tahun sebelumnya
g. Lakukan pengamatan terhadap sediaan yang lambat pemakaiannya atau
penjualannya
h. Mintalah surat representasi sediaan dari klien

10. Dalam memverifikasi penilaian sediaan yang dicantumkan di neraca, auditor


meminta klien untuk membuat surat representasi sediaan. Apakah tujuan
auditor meminta surat tersebut, dan berikan contohnya.

Auditor memperoleh representasi tertulis dari klien untuk melengkapi


prosedur audit lain yang dilakukannya. Dalam banyak hal, auditor menerapkan
prosedur audit terutama didesain untuk memperoleh informasi yang mendukung
masalah yang juga dipresentasikan secara tertulis. Sebagai contoh, setelah auditor
melakukan prosedur yang diatur dalam SA Seksi 334 PSA No. 34, pihak yang
memiliki hubungan istimewa, bahkan jika hasil dari prosedur tersebut
menunjukkan bahwa transaksi antar pihak yang memiliki hubungan istimewa
telah diungkapkan secara memadai, ia harus memperoleh representasi tertulis
untuk mendokumentasikan bahwa manajemen tidak mengetahui adanya transaksi
serupa yang lain yang belum diungkapkan.
Dalam beberapa hal yang melibatkan representasi tertulis, informasi
mendukung yang dapat diperoleh dengan menerapkan prosedur audit selain
permintaan keterangan adalah terbatas, oleh karena itu, auditor memperoleh
representasi tertulis untuk menyediakan bukti audit tambahan. Sebagai contoh,
jikaentitas merencanakan untuk menghentikan suatu bagian usaha, auditor
mungkin tidak dapat memperoleh informasi melalui prosedur audit yang lain
untuk mendukung rencana atau maksud tersebut. Oleh karena itu, auditor harus
memperoleh representasi tertulis untuk menginformasikan maksud manajemen
tersebut.

Anda mungkin juga menyukai