Muhammad ardio
1710533032
Resume data dan proses model
PEMODELAN PROSES
Proses modeling adalah teknik mengelola dan mendokumentasikan struktur dan aliran data
melalui proses system dan logika, kebijakan dan prosedur yang akan di implementasikan oleh
proses system. Pemodelan proses merupakan suatu teknik pengorganisasian dan
pendokumentasian struktur dan aliran data ke dalam proses sistem atau logika, kebijakan-
kebijakan, dan prosedur-prosedur yang akan diimplementasikan oleh suatu proses sistem. Model
yang digunakan dalam pemodelan proses adalah menggunakan diagram alir data Data flow
diagram. Pemodelan proses berasal dari metode enginering perangkat lunak klasik oleh karena
itu seorang analis harus memahami beberapa tipe model proses seperti bagan struktur program,
flowchart logika atau table keputusan dalam bidang aplikasi pemrograman.
DATA FLOW DIAGRAM
Data Flow Diagram (DFD) adalah suatu diagram yang menggunakan notasi-notasi untuk
menggambarkan arus dari data sistem, yang penggunaannya sangat membantu untuk memahami
sistem secara logika, tersruktur dan jelas. Data Flow Diagram (DFD) menunjukkan bagaimana
data bergerak menjadi system informasi namun tidak menunjukkan logika programatau tahapan
proses. Kumpulan DFD menyediakan model logika yang menunjukkan apa yang system
lakukan, namun bukan bagaimana melakukannya.
Ada 4 elemen yang menyususn suatu DFD yaitu:
Proses
Aktifitas atau fungsi yang dilakukan untuk alasan bisnis yang spesifik, biasa berupa man ual
maupun terkomputerisasi.
Data flow
Satu data tunggal atau kumpulan logis suatu data, selalu diawali atau berakhir pada suatu proses.
Data Store
Kumpulan data yang disimpan dengan cara tertentu. Data yang mengalir disimpan dalam data
store. Aliran data diupdate atau ditambahkan ke data store.
External entity
Orang, organisasi, atau sistem yang berada di luar sistem tetapi berinteraksi dengan sistem.
Masing-masing elemen akan diberi lambang tertentu untuk membedakan satu dengan yang lain.
Ada beberapa metode untuk menggambarkan elemen-elemen tersebut.
SIMBOL-SIMBOL PADA DATA FLOW DIAGRAM
Terdapat 4 komponen dalam DFD, yaitu
1. Terminator atau Entitas Luar
Terminator mewakili entitas eksternal yang berkomunikasi dengan system yang sedang
dikembangkan. Terdapat dua jenis terminator yaitu terminator sumber (source) dan terminator
tujuan (sink). Terminator dapat berupa orang, organisasi, departemen didalam organisasi atau
system lainnya yang berada di lingkungan luarnya yang akan memberikan input atau menerima
output dari system.
2. Proses
Suatu proses adalah kegiatan atau kerja yang dilakukan oleh orang, mesin atau komputer dari
hasil suatu arus data yang masuk ke dalam proses untuk dihasilkan arus data yang akan keluar
dari proses. Proses menggambarkan bagian dari system yang mentransformalkan input menjadi
output. Proses diberi nama untuk menjelaskan proses atau kegiatan apa yang sedang atau akan
dilaksanakan. Pemberian nama proses dilakukan dengan menggunakan kata kerja yang
membutuhkan objek.
3. Data Store
Data store digunakan untuk membuat model sekumpulan paket data. Data store ini biasanya
berkaitan dengan penyimpanan-penyimpanan, seperti file atau database yang berkaitan dengan
penyimpanan secara komputerisasi, misalnya file disket, file hardisk, fita meagnetik. Data store
juga berkaitan dengan penyimpanan secara manual seperti buku alamat, file folder dan agenda,
yang digambarkan dengan dua garis sejajar.
4. Alur Data
Alur data yang menghubungkan data store dengan suatu proses mempunyai pengertian sebagai
berikut:
Alur data yang berasal dari data store, berarti proses membutuhkan data yang berada pada
data store tersebut
Alur data yang menuju ke data store, berarti suatu proses akan menghasilkan output atau
keluaran yang disimpan pada data store tersebut.
Alur data yang berasal dan yang menuju ke data store berarti suatu proses akan
mengupdate data, menghapus atau mengubah data.
Menggambar DFD
Tiga tahapan utama :
Langkah 1 : Menggambar diagram konteks
Menggambarkan satu lingkaran besar yang dapat mewakili seluruh proses yang terdapat di dalam
suatu sistem. Merupakan tingkatan tertinggi dalam DFD dan biasanya diberi nomor 0 (nol).
Semua entitas eksternal yang ditunjukkan pada diagram konteks berikut aliran-aliran data utama
menuju dan dari sistem. Diagram ini sama sekali tidak memuat penyimpanan data dan tampak
sederhana untuk diciptakan.
Langkah 2 : Menggambar diagram 0
Merupakan satu lingkaran besar yang mewakili lingkaran-lingkaran kecil yang ada di dalamnya.
Merupakanpemecahan dari diagram Konteks ke diagram Nol. di dalam diagram ini memuat
penyimpanan data.
Langkah 3 : Menggambar diagram rinci
Merupakan diagram yang menguraikan proses apa yang ada dalam diagram Nol.
Fungsi DFD
Fungsi dari Data Flow Diagram adalah :
Data Flow Diagram (DFD) adalah alat pembuatan model yang memungkinkan
profesional sistem untuk menggambarkan sistem sebagai suatu jaringan proses fungsional
yang dihubungkan satu sama lain dengan alur data, baik secara manual maupun
komputerisasi.
DFD ini adalah salah satu alat pembuatan model yang sering digunakan, khususnya bila
fungsi-fungsi sistem merupakan bagian yang lebih penting dan kompleks dari pada data
yang dimanipulasi oleh sistem. Dengan kata lain, DFD adalah alat pembuatan model yang
memberikan penekanan hanya pada fungsi sistem.
DFD ini merupakan alat perancangan sistem yang berorientasi pada alur data dengan
konsep dekomposisi dapat digunakan untuk penggambaran analisa maupun rancangan
sistem yang mudah dikomunikasikan oleh profesional sistem kepada pemakai maupun
pembuat program.
SPESIFIKASI PROSES
Spesifikasi Proses menggambarkan kejadian di dalam setiap bubble pada level terbawah pada
data flow diagram. Spesifikasi proses mendefinisikan kegiatan yang harus dilakukan untuk
mengubah input menjadi output. Model ini berfungsi mendeksripsikan apa yang dilakukan
ketika masukan ditransformasi menjadi keluaran.
Ada berbagai macam tools yang dapat kita gunakan untuk menghasilkan suatu spesifikasi proses:
tabel keputusan, Bahasa Inggris terstruktur, pre/post condition, flowcharts, diagram
Nassishneiderman, dan lain sebagainya.
DATA DICTIONARY
Data Dictionary atau Kamus data adalah suatu daftar data elemen yang terorganisir dengan
definisi yang tetap dan sesuai dengan sistem, sehingga user dan analis sistem mempunyai
pengertian yang sama tentang input, output, dan komponen data strore.
Menurut Budi Sutedjo Dharma Oetomo (2002 : 118) Kamus data ikut berperan dalam
perancangan dan pembangunan sistem informasi karena peralatan ini berfungsi untuk :
1. Menjelaskan arti aliran data dan penyimpanan dalam penggambaran dalam data flow
diagram.
2. Mendeskripsikan komposisi paket data yang bergerak melalui aliran, misalnya data
alamat diurai menjadi nama jalan, nomor, kota, negara dan kode pos.
3. Menjelaskan spesifikasi nilai dan satuan yang relevan terhadap data yang mengalir dalam
sistem tersebut
Roger S. Pressman, Ph.D dalam bukunya Rekayasa Perangkat lunak menuliskan bahwa kamus
data merupakan suatu daftar yang terorganisasi dari elemen data yang berhubungan dengan
sistem, dengan definisi yang tegar dan teliti sehingga pemakai analisis sistem akan memiliki
pemahaman yang umum mengenai input, output, komponen pemyimpanan, dan bahkan kalkulasi
intermediate.
Dan informasi yang terdapat di dalam kamus data menurut Roger S. Pressman, Ph.D yaitu :
1. Name yaitu nama sebenarnya dari data atau item kontrol, penyimpanan data, atau entitas
eksternal
2. Alias yaitu nama lain yang digunakan untuk entri pertama.
3. Where-used/how-used yaitu suatu daftar dari proses yang menggunakan data atau item
kontrol dan bagaimana dia digunakan.
4. Content description yaitu suatu notasi untuk merepresentasikan isi.
5. Supplementary information yaitu informasi lain mengenai tipe data, harga preset (bila
diketahui), barasan, dll.