STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) TERAPI TERTAWA
MK : TERAPI KOMPLEMENTER
DK : Ns. [Link], [Link].,[Link]
DISUSUN OLEH IIC :
KELOMPOK III
1. Rasni Ibrahim
2. Nurhafifa Manilet
3. Rahmawati Sitania
KEMENTERIAN KESEHATAN RI
POLTEKES KEMENKES MALUKU
PRODI KEPERAWATAN MASOHI
T.A 2019/2020
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) TERAPI TERTAWA
PENGERTIAN Latihan tawa merupakan metode latihan dengan
mengunakan tawa untuk membantu individu mengatasi
gangguan fisik maupun gangguan psikologi.
TUJUAN Mengurangi stress pada lansia dan menurunkan tekanan
darah pada lansia dengan kasus hipertensi
INDIKASI 1. Pasien stres/depresi
2. Pasien hipertensiv
KONTRAINDIKASI 1. Penderita penyakit wasir
2. Penderita penyakit hernia
3. Penderita penyakit jantung
4. Baru selesai operasi
5. Prolaps uteri
6. Penyakit TBC
7. Komplikasi mata (glukoma)
PERSIAPAN Latihan ini dilakukan di kamar pasien, dimana terdapat
TEMPAT cukup udara segar yang masuk dan dengan keadaan
tenang, bebas dari gangguan untuk memudahkan
lansia berkonsentrasi dalam mengikuti latihan.
PERSIAPAN Identifikasi kondisi umum klien yaitu dapat memahami
dan diajak berkomunikasi, kooperatif, tidak mempunyai
riwayat seperti yang telah dijelaskan pada
kontraindikasi. Jelaskan secara umum prosedur yang
akan dilakukan.
PROSEDUR A. Tahap orientasi
PELAKSANAAN 1. Memberisalam dan menyapa nama pasien
2. Menjelaskan tujuan
3. Menanyakan persetujuan pasien
B. Cara kerja
Lama : 20-30 menit (maksimum) setiap putaran tawa
berlangsung selama 30-40 detik, diikuti dengan tepuk
tangan dan latihan ho ho ho ha ha ha.
1. Tepuk tangan seirama 1-2…1-2-3 sambil
mengucapkan Ho-ho… Ha-Ha-Ha...
2. Lakukan pernafasan dalam dengan tarikan nafas
melalui hidung dan dihembuskan. (bersama kata-
kata: Haaa!!/ Hooo!!)
3. Gerakkan engsel bahu ke depan dan ke arah
belakang
4. Kemudian menganggukkan kepala ke bawah
hingga dagu hampir menyentuh dada, lalu
mendongakkan kepala ke atas belakang,
5. Putar pinggang ke arah kanan kemudian ditahan
beberapa saat, kemudian memutar ke arah kiri
dan ditahan beberapa saat, lalu kembali ke posisi
semula
6. Tawa singa: julurkan lidah sepenuhnya dengan
mata terbuka lebar dan tangan teracungseperti
cakar sing dan tertawa dari perut
7. Ulangi langkah pertama dan diikuti tawa singa
C. Tahap terminasi/ evaluasi
1. Evaluasi hasil subjektif dan objektif
2. Beri reinforcement positif pada klien
D. Dokumentasi
1. Respon klien (verbal dan non verbal)