BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Penguat operasional atau sering disebut op-amp merupakan
komponen elektronika yang berfungsi untuk memperkuat sinyal arus searah
(DC) maupun arus bolak-balik (AC). Penguat operasional ini terdiri atas
transistor, resistor dan kapasitor yang dirangkai dan dikemas dalam rangkaian
terpadu (intregated circuit) IC, dengan beberapa konfigurasi.
Secara ideal op-amp memiliki impedansi masukan dan penguatan
yang tak berhingga serta impedansi keluaran sama dengan nol. Dalam
prakteknya, op-amp memiliki impedansi masukan dan penguatan yang besar
serta impedansi keluaran yang kecil. Secara garis besar, terdapat 4 pin utama
dari op-amp, yaitu masukan inverting (tanda minus), masukan non inverting
(tanda plus), masukan tegangan positif, masukan tegangan negatif dan pin
keluaran. Di samping pin tersebut terdapat satu pin untuk adjustment.
1.2 Batasan Masalah
Mengoperasikan dan menganalisis rangkaian op-amp sebagai
amplifier dasar inverting.
1.3 Rumusan Masalah
1. Apa pengertian dari inverting amplifier ?
2. Bagaimana perbandingan tegangan masukan dan keluaran dari rangkaian
inverting amplifier ?
3. Bagaimana prinsip kerja rangkaian inverting amplifier ?
1.4 Tujuan
1.4.1 Tujuan Umum
Mahasiwa mampu memahami prinsip kerja rangkaian
inverting amplifier.
1.4.2 Tujuan Khusus
1. Mahasiswa mampu mengoperasikan op-amp sebagai amplifier dasar
(inverting amplifier).
2. Mahasiswa mampu menganalisis rangkaian op-amp sebagai inverting
amplifier.
1.5 Manfaat
1.5.1 Manfaat Teoritis
Mahasiswa dapat mengetahui seputar inverting amplifier, serta
prinsip kerjanya.
1.5.2 Manfaat Praktis
Mahasiswa dapat mengoperasikan dan menganalisis rangkaian
op-amp sebagai amplifier dasar inverting.
BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Inverting Amplifier
2.1.1 Pengertian
Op-amp inverting amplifier adalah rangkaian op-amp yang
bekerja sebagai penguat tegangan pembalik pada tegangan input negatif
(V–). Maksud dari pembalik adalah bahwa hasil penguatan yang ada
di tegangan output op-amp akan berbeda fase 180° dari tegangan input-
nya, atau dengan kata lain, jika input berupa tegangan positif, maka
output akan berupa tegangan negatif, dan sebaliknya.
Gambar 2.1 Rangkaian Op-Amp Inverting Amplifier.
Sebuah penguat pembalik menggunakan umpan balik negatif
untuk membalik dan menguatkan sebuah tegangan. Resistor Rf
melewatkan sebagian sinyal keluaran kembali ke masukan. Karena
keluaran tak sefase sebesar 180 derajat, maka nilai keluaran tersebut
secara efektif mengurangi besar masukan. Rumus dari rangkaiaan
inverting dideskripsikan oleh persamaan di bawah ini:
2.1.2 Prinsip Kerja
Rangkaian penguat inverting merupakan rangkaiaan elektronika
yang berfungsi untuk memperkuat dan membalik polaritas sinyal
masukan. Jadi, ada tanda minus pada rumus penguatannya. Penguatan
inverting amplifier adalah bisa lebih kecil nilai besaran dari 1.
Gambar 2.2 Rangkaian Inverting Amplifier
Penggunanan operasional amplifier sebagai penguat sinyal
dimana output singal akan berbalik phase sebesar 180 derajat dari input
signal. Tegangan masukkan Vin masuk ke input inverting op-amp.
Sedangkan input non-inverting op-amp terhubung ke ground.
2.1.3 Karakteristik
Inverting amplifier merupakan penerapan dari penguat
operasional sebagai penguat sinyal dengan karakteristik dasar sinyal
output memiliki phase yang berkebalikan dengan phase sinyal input.
Pada dasarnya penguat operasional (op-amp) memiliki faktor penguatan
yang sangat tinggi (100.000 kali) pada kondisi tanpa rangkaian umpan
balik. Dalam inverting amplifier salah satu fungsi pamasangan resistor
umpan balik (feedback) dan resistor input adalah untuk mengatur faktor
penguatan inverting amplifier (penguat membalik) tersebut. Dengan
dipasangnya resistor feedback (Rf) dan resistor input (Rin) maka faktor
penguatan dari penguat membalik dapat diatur dari 1 sampai 100.000
kali.
Kesederhaan rangkaian dan penguatan yang liniear pada op-
amp inverting amplifier membuat rangkaian ini sangat berguna dalam
suatu sistem instrumentasi. Penguatannya yang negatif (-) dapat diakali
dengan rangkaian orde dua atau dua kali op-amp inverting amplifier.
2.1.4 Contoh Rangkaian Penguat Membalik Menggunakan Op-Amp
Gambar 2.3 Contoh Rangkaian Op-Amp Inverting Amplifier
Rangkaian penguat pembalik di atas merupakan rangkaian
dasar inverting amplifier yang menggunakan sumber tegangan simetris.
Secara matematis besarnya faktor penguatan (A) pada rangkaian
penguat pembalik adalah (-Rf/Rin) sehingga besarnya tegangan output
secara matematis adalah :
Apabila nilai resistansi feedback (Rf) adalah 10KOhm dan
resistansi input 1KOhm maka secara matematik besarnya faktor
penguatan rangkaian penguat membalik (inverting amplifier) diatas
adalah :
Untuk melakukan pengujian rangkaian penguat membalik
(inverting amplifier) maka tegangan sumber (simetris) +10VDC
diberikan ke jalur +VCC sedangkan 10VDC dihubungkan ke jalur
-VCC. Sebagai sinyal input sebaiknya menggunakan sinyal input
sinusoidal dengan range frekuensi audio (20Hz-20KHz) agar terlihat
jelas perbedaan sinyal input dan ouput rangkaian penguat membalik ini
yang berbeda phase antar input output-nya. Dengan nilai resistansi dan
sumber tegangan seperti disebutkan sebelumnya apabila pada rangkaian
penguat membalik di atas diberikan sinyal input sebesar 0,5 Vpp maka
idealnya tegangan output rangkaian penguat membalik (inverting
amplifier) ini adalah :
Dalam bentuk grafik bentuk sinyal output dan sinyal input
rangkaian penguat membalik (inverting amplifier) ini dapat
digambarkan sebagai berikut :
Gambar 2.4 Sinyal Input dan Ouput Inverting Amplifier
Dalam percobaan untuk mendapatkan bentuk sinyal output dan
sinyal input seperti di atas dapat digunakan oscilloscope double trace
dengan input A oscilloscope dihubungkan ke jalur input penguat
membalik (inverting amplifier) dan input B oscilloscope dihubungkan
ke jalur output penguat membalik tersebut.
Dengan alat ukur oscilloscope yang terhubung seperti ini dapat
dianalisa perbandingan sinyal input dengan sinyal output rangkaian
penguat membalik (inverting amplifier) secara lebih life dalam berbagai
perubahan sinyal input.
2.2 Penerapan Inverting Amplifier
2.2.1 Penerapan Inverting Amplifier Dalam Elektronika Umum
1. Sensor pemadam kebakaran
2.2.2 Penerapan Inverting Amplifier Dalam Dunia Kesehatan
1. Baby incubator
2. ECG
2.3 LM741
LM741 adalah salah satu IC ( integrated circuit) op-amp
(operational amplifier) yang memiliki delapan pin. IC op-amp ini terdapat
dua jenis bentuk, yaitu tabung (lingkaran) dan kotak (persegi), tetapi yang
umum adalah yang berbentuk persegi. Op-amp banyak digunakan dalam
sistem analog komputer, penguat video/gambar, penguat audio, osilator,
detector dan lainnya. LM741 biasanya bekerja pada tegangan positif/negatif
12Volt, dibawah itu IC tidak akan bekerja. Setiap pin/kaki-kaki pada IC
LM741 mempunya fungsi yang berbeda-beda.
Gambar 2.4 Konfigurasi Kaki Pin IC LM741
BAB 4
ANALISIS DAN KESIMPULAN
4.1 Analisis
Vinput mendapat sinyal dari function generator yang berupa sinyal
sinus. Sedangkan pada inputan non inverting dipasang ground pada
rangkaian inverting amplifier. Apabila gelombang Vin dibandingkan
dengan ground berada pada puncak tertinggi maka sinyal Voutput akan
berada pada gelombang negatif. Begitu juga sebaliknya, apabila Vin
dibandingkan dengan ground berada pada puncak terendah atau gelombang
negative maka sinyal Vout akan berada pada gelombang positf, sebagai
output membalik. Untuk melihat sinyal gelombang Vinput atau Voutput
dapat menggunakan ociloscope yang sudah terkalibrasi.
Pada hasil pengamatan terlihat bahwa sinyal output yang terbalik
dengan sinyal input. Hal tersebut karena rangkaian menggunakan inverting
amplifier. Penguatan output hanya ditentukan lewat perbandingan resistor
feedback dengan resistor input.
4.2 Kesimpulan
Dari percobaan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa
Nilai penguatan tergantung pada rangkaian amplifier dari nilai
perbandingan resistor feedback dan resistor input. Dan sinyal input dan
output akan sefase apabila rangkaian tersebut adalah rangkaian inverting
amplifier.
DAFTAR PUSTAKA
[1.] Ariyanto, Bima Tri. 2011. “Penguat Pembalik Inverting Amplifier”.
[Link]
[Link]
Diakses pada : 03 April 2018.
[2.] Fauzi, Fajar Ahmad. 2014. “IC LM741”.
[Link]
Diakses pada : 03 April 2018.
[3.] Noname. 2012. “Karakteristik Penguat Membalik Inverting Amplifier”.
[Link]
amplifier/
Diakses pada : 03 April 2018.
LAMPIRAN
1. FOTO PRAKTIKUM
2. LAPORAN SEMENTARA
FOTO PRAKTIKUM
Gambar Keterangan
Rangkaian inverting amplifier.
Osiloskop yang sudah terkalibrasi.
Perbandingan sinyal gelombang input
dan output menggunakan 2 chanel.