100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
972 tayangan30 halaman

Pengantar PPIC dan Penanganan Material

PPIC atau Production Planning and Inventory Control adalah departemen yang bertugas merencanakan produksi dan mengendalikan persediaan untuk memastikan kelancaran proses produksi. Tujuannya adalah memenuhi permintaan pasar dengan tepat waktu, kualitas, dan kuantitas sesuai kapasitas produksi perusahaan."

Diunggah oleh

General Affair
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
972 tayangan30 halaman

Pengantar PPIC dan Penanganan Material

PPIC atau Production Planning and Inventory Control adalah departemen yang bertugas merencanakan produksi dan mengendalikan persediaan untuk memastikan kelancaran proses produksi. Tujuannya adalah memenuhi permintaan pasar dengan tepat waktu, kualitas, dan kuantitas sesuai kapasitas produksi perusahaan."

Diunggah oleh

General Affair
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PPIC / Production Planning & Inventori Control

Sering kita kenal dengan istilah PPIC. Yaitu suatu departemen dalam manajemen produksi yang
berfungsi untuk mengendalikan dan memastikan rangkaian produksi agar berjalan sesuai
[Link] garis besar dapat dijelaskan bahwa tujuan akhir dari PPIC adalah menghadirkan
produk yang diminati pasar/pelanggan sehingga perusahaan akan banyak mendapatkan pesanan
yang sudah dapat dipastikan bisa diproduksi dengan memenuhi syarat kualitasdan kuantitas sesuai
dengan kapasitas dan laju produksi yang diketahui secara pasti, serta jadwal pengiriman yang tepat,
sehingga perusahaan akan menang bersaing danmendapatkan profit yang [Link] prakteknya,
PPIC juga sebagai pelaksana dalam pengendalian Sistem ManajemenMutu pada suatu perusahaan
yang menerapkannya. Dengan kata lain, jika suatu perusahaan menerapkan Sistem Manajemen
Mutu ISO-9001, maka akan lebih baik jika perusahaan tersebut telah mempunyai departemen
[Link] (Planning) -. Tugas umum dari PPIC adalah menerima order dari marketing danmemantau
jalannya produksi hingga pengiriman barang -. Tugas khusus dari PPIC adalah: [Link] order dari
marketing [Link] material baik import maupun lokal [Link] material supaya datang tepat
waktu [Link] rangkuman detail order yang akandijalankan produksi [Link] semua
masalah yang berhubungan dengan material dandetail baju seperti material rusak, kekurangan
material, material hilang, adanya perbedaandata dari satu design baju [Link] up approval dari
sample sample baju yang dikirimkan ke buyer [Link] surat untuk setiap pengiriman sample
sample ke buyer [Link] up acc sertifikat dan dokumen-dokumen lain ke QC buyer yang bertugas,
untuk kelancaran pembayaran

PPIC, Penanganan Material

Posted onMaret 22, 2010bysafinnah PPIC merupakan suatu metode perencanaan produksi dan
penanganan material. Setiap perusahaan mempunyai sistem produksi masing-masing. Perusahaan
manufaktur mempunyai perencanaan produksi tentang produknya apakah spare part atau produk
komplit. PPIC merupakan suatu sistem perencanaan, pengendalian dan alat untuk mengambil
keputusan. Apa saja yang termasuk dalam sistem PPIC, beberapa hal yangmerupakan komponen
sistem PPIC dapat dilihat dalam gambar di bawah ini :

PPC ModelDari beberapa komponen di atas ada satu komponen yang merupakan komponen
yangsangat penting yaitu material planning atau inventory management. Mengapa
inventorymanagement sangat begitu penting? Inventory management merupakan sistem
penanganan material/bahan baku dalam proses produksi. Sadar atau gak, materialmerupakan
komponen cost yang paling besar porsinya dalam penentuan harga suatu produk, apapun produk
yang dijual, material merupakan komponen harga pokok produksiyang paling besar. Apakah
perusahaan manufaktur, jasa perawatan pesawat atau industri jasa.

Penanganan Material

Kunci sukses dalam penanganan material adalah meet demand and supply on time. Yakunci sukses
dalam penanganan material atau inventory management adalah bagaimanamemenuhi kebutuhan
material dengan efektif dan efisien. Efektif, material harus adasesuai dengan waktu dan kebutuhan.
Efisien, Pemenuhan material harus memperhatikan biaya yang dikeluarkan. Bagaimana dapat
memenuhi material dengan efektif dan efisien?Mudah, anda harus paham karakteristik kebutuhan
anda, pola demand di sistem produksiharus dapat ditangkap dengan tepat. Beberapa pertimbangan
dalam penanganan materialadalah :1. Pola Kebutuhan Material (Kuantitas kebutuhan material, lead
time baik lead time produksi dan pemenuhan material, ) 2. Material pricing (Discount no discount),
[Link] supplier, 4. Budget, 5. Gudang, 6. dll

Untuk memahami pola pemenuhan material saya dapat referensi dari dosen saya, Pak Stefanus Eko
Wiratno sebagai berikut :Pola Penanganan Material Dikelompokan menjadi 3 yaitu :

1. DETERMINISTIK

Adapun karakteristik penanganan material dengan sistem ini adalah :-Demand diketahui secara
pasti-Demand tidak memiliki variasi (S=0)-Dibagi menjadi: [Link] statik dan [Link]
dinamik

2. PROBABILISTIK

Adapun karakteristik penanganan material dengan sistem ini adalah :-Fenomena demand tidak
diketahui secara pasti-Ekspektasi, variansi, dan pola distribusi kemungkinannya dapat diprediksi
(S¹0)-Persoalan utama menentukan berapa Safety Stock -Metode pengendalian inventori: [Link]
Order Quantity dan [Link] Order Interval

3. UNCERTAINTY

Adapun karakteristik penanganan material dengan sistem ini adalah :-Ketiga parameter populasinya
tidak diketahui secara lengkap-Dibagi [Link] Tak Tentu Beresiko Terkendali (probabilitas
demand diketahui)[Link] Tak Tentu Beresiko Tak Terkendali (probabilitas permintaan tidak
diketahuisama sekali)Kenali tipe sistem produksi anda, kenali tipe pemenuhannya itulah kunci sukses
awaldalam pemenuhan material. mari kita bahas satu persatu. untuk lebih jelas tentang perhitungan
model model tersebut tunggu postingan selanjutnya.

Production Planning Inventory Control

Posted onMaret 21, 2010bysafinnah PPIC, Production Planning & Inventory Control merupakan
mat5a kuliah yang saya pelajari 5 tahun yang lalu, saya mengambil mata kuliah tersebut pada
semester 3, namunharus saya ulang semester 5 karena nilai saya belum memuaskan. PPIC yang saya
pelajari jaman dahulu kuliah lebih mengarah ke industri manufaktur. PPIC menurut jaman dahuluitu
adalah Teknik yang mempelajari pengaturan material yang masuk dalam sistem produksi (bahan
baku, bahan pembantu), mengalir dalam sistem produksi (komponen,subassembly), dan keluar dari
sistem produksi (produk jadi, spare parts) sehingga sistem produksi dapat memenuhi demand
dengan efektif (tepat jumlah, tepat waktu , tepatlokasi) dan efisien

(Stefanus Eko Wiratno)

Definisi tersebut saya dapatkan dari dosensaya. Secara sistem PPIC tersebut digambarkan sebagai
berikut :Oke, darikuliah jaman dahulu sudah diketahui bahwa rencana produksi diturunkan dari
rencana pemasaran yang merupakan hasil kombinasi dari rencana bisnis perusahaan, history data
produksi dan blanket order. Dapat dipahami bahwa yang namanya PPIC merupakan jantung dalam
sistem perusahaan. Mengapa saya bilang jantung, karena PPIC yangmengatur segala aktivitas yang
ada dalam sistem produksi dan sistem yang berkaitandengan sistem produksi. PPIC yang mengatur
kegiatan setiap hari sistem produksi untuk mendapatkan output atau nilai [Link]
perusahaan pasti mempunyai sistem PPIC tidak terlepas yang namanya perusahanyang berlabel
MRO. Mari kita lihat gambar di bawah ini yang saya dapatkan waktukuliah jaman [Link]
jenis perusahaan anda PPICmerupakan hal wajib ada di sistem perusahaan tersebut. Bagaimana
dengan perusahaananda? PPIC haruslah berjalan sedemikian efektif dan efisien. Bertolak dengan hal
ini bisasaya katakan bahwa PPIC merupakan sistem untuk mengatur demand dan supply di
perusahaan anda. Dari hal tersebut sudah jelas bahwa PPIC merupakan key functiondalam suatu
sistem perusahaan.
Pengertian Dasar PPIC

PPIC merupakan bagian dari organisasi perusahaan yang menjembatani 2 departmentyaitu:


marketing & [Link] menterjemahkan kebutuhan pengadaan produk jadi untuk marketing
kedalam bentuk rencana produksi & ketersediaan bahan baku serta bahan [Link] demikian
penting peranannya dalam operasional perusahaan karena berkaitan eratdengan “cash flow/ aliran
dana” & kinerja bagian produksi secara [Link] sih fungsi PPIC?[Link]-sinergi-kan kepentingan
marketing dan [Link]/ memadukan pihak-pihak dalam organisasi
(marketing, produksi, personalia, dan keuangan) agar dapat bekerja dengan [Link] apa saja agar
kerja PPIC bisa optimal?[Link] rencana Sales dari marketing [Link] formula standard dari
semua produk [Link] standard kapasitas produksi dan tenaga [Link] standard yield dari semua
produk [Link] pedoman waktu (delivery time) untuk pengadaan bahan/material, baik lokalmaupun
[Link] batasan minimum dan maksimum stock [Link] koordinasi dan komunikasi yang baik
dengan elemen terkait antara bagianmarketing, inventory, produksi, personalia, quality control dan
F&A (Finance &Accounting)Tugas – tugas PPIC adalah sebagai berikut :[Link] rencana produksi
dengan berpedoman rencana Sales [Link] rencana pengadaan bahan berdasarkan
rencana dan kondisi stock denganmenghitung kebutuhan material produksi menurut standard stock
yang ideal (ada batasan minimal dan maksimal yang harus tersedia)[Link] semua inventory
baik untuk proses produksi, stock yang ada di gudangmaupun yang didatangkan sehingga
pelaksanaan proses dan pemasukan pasar tetap berjalan lancar dan [Link] evaluasi
hasil produksi, hasil penjualan maupun kondisi [Link] data dan menganalisa
mengenai rencana dan realisasi produksi dansales serta data [Link] standard kerja
karyawan tiap tahun berdasarkan masukan dari bagian produksi atas pengamatan
[Link] standard yield berdasarkan realisasi produksi tiap [Link]
berkomunikasi dengan semua pihak yang terkait sehinggga diperoleh data

yang akurat dan up to [Link] juru bicara perusahaan dalam bekerja sama dengan
perusahaan lain,seperti : toll manufacturingPerencanaan produksi dilakukan bersama oleh
Departemen Production Planning andInventory Control (PPIC) dengan Departemen Produksi
berdasarkan forecast yangditerima dari divisi marketing. Dengan forecast tersebut, disusunlah
rencana pembeliandan PPIC mengeluarkan Order Requisition (OR) yang diserahkan ke
DepartemenPurchasing (pembelian), purschasing kemudian membuat Purshase Order
(PO)/PurschaseRequest (PR), memilih suppliers yang cocok dan diketahui oleh manajer untuk
diserahkanke Supplier. Supplier kemudian mengirimkan barang yang sesuai dengan permintaan
dandiserahkan ke gudang. Setelah barang diterima oleh bagian gudang, bagian gudangkemudian
membuat Bukti Penerimaan Barang (BPB). Salah satu salinan BuktiPenerimaan Barang diserahkan ke
Departemen Quality Control (QC) atau QAKurang lebih seperti itu gambaran dari PPIC. Semoga
bermanfaat,,,source :[Link]

Tambahan

Tugas PPC (Prod. Planning & Control) sbb:-Menyaring Pesanan Penjualan dari bagian Sales.-
Memasukkan Pesanan tsb ke dalam Monthly Prod. Planning, setelah bisa diterima.-Menyusun jadwal
proses produksi pada waktu, route, & qty yang tepat sehingga barang bisa dikirim tepat waktu dan
sesuai dengan permintaan pelanggan.-Mengusahakan penyeimbangan lini kerja di produksi.-
Menginformasikan ke bagian Sales jika ada masalah di proses produksi yangmenyebabkan delay
[Link] Bagian QC :-Memeriksa kesesuaian mutu barang yang diterima dari pemasok, dengan
standar mutuyang ada di perusahaan.-Memeriksa kelengkapan & kesesuaian dokumen2 yang
menjadi acuan proses produksi(SPK, Standar Proses, & Skedjul Proses Produksi).-Memeriksa
kesesuaian output dengan standar mutu yg ada pada saat proses dimulai(Validasi).-Memeriksa pada
saat proses, semua parameter berjalan baik.-Memeriksa secara sampling, keluaran (output) proses
untuk tiap Batchnya (lot).-Memberikan status OK atau NG, apakah barang hasil proses bisa dijual
atau dipakai(untuk Half-Finish) .Kurang lebih seperti itu.

Kadang-kadang, beda tipe pemanufakturan, beda [Link] Regards,Jay

Dari milist HRD

PPIC / Production Planning & Inventory Control

Pada intinya, PPIC bekerja sesuai dengan kaidah empat sehat lima sempurna. Empat sehatnyaadalah
PDCA (Planing, Doing, Control, Action). Sedang lima sempurnanya adalah ContinousImprovement
atau perbaikan terus ± menerus. Secara ringkas dapat digambarkan sbb :

Planning

Semua komponen sistem manajemen harus dipersiapkan. Makanya PPIC sering disebutPemersiap
Kerja atau Peteknik Industri. Adapun hal ± hal yang biasanya dipersiapkanmeliputi 5 unsur pokok,
yaitu 5M (Man, Money, Material, Machine, Methode).Man: personil yang dibutuhkan untuk
menempati masing ± masing stasiun kerja harusdipersiapkan dan ditetapkan kebutuhannya sesuai
dengan Standart kompetensi [Link]: maksudnya bukan uang, tetapi biaya. Artinya
perencanaan biaya, atau lebih fokus pada penentuan Harga Pokok Produk. Pada perusahaan besar,
bagian cost accounting sudahtermasuk merencanakan harga pokok [Link]: Bahan baku,
bahan pendukung dll harus direncanakan kebutuhannya dandikendalikan persediaan / stoknya.
Sediaan yang banyak belum tentu efisien. Banyak metode ± metode yang bisa dipergunakan dalam
menentukan rencana kebutuhan dan tingkat sediaanyang tepat. Salah satunya dengan metode MRP
(Material Requirement Planning).Machine: Pada masing ± masing stasiun kerja harus ditetapkan
spesifikasi dan jumlah mesinyang diperlukan berikut tata letak / layout yang tepat agar tercapai
efisiensi dan tidak ada pemborosan karena handling / transportasi serta tidak terjadi arus balik
(proses berulang).Methode: Menetapkan sasaran / target dan strategi masing ± masing stasiun
[Link] prosedur kerja dan petunjuk teknis / manual instruction yang dilengkapi dengan
peralatan / tooling yang diperlukan. Standart Mutu Produk perlu ditetapkan untuk
menjagakestabilan [Link] 5M tersebut, pada akhirnya PPIC dituntuk untuk bisa membuat
jadwal produksi yangsesuai dan waktu pengiriman yang tepat.

Doing

Yaitu proses realisasi dari perencanaan / planning. Dimulai dari pembuatan surat perintahkerja,
pendelegasian tugas dan wewenang masing ± masing seksi serta mensosialisasikanspek ± spek
perencanaan lewat media presentasi kepada jajaran produksi. Bagian produksimelaksanakan
pekerjaan sesuai dengan perencanaannya.

Controll

Proses selanjutnya adalah pengendalian pelaksanaan pekerjaan. Bagian PPIC bertanggung jawab
terhadap kelancaran proses produksi. Mutu / kualitas hasil kerja tiap stasiun kerjadipantau dan
dikendalikan sesuai dengan standart mutu produk yang telah ditetapkan. Pada

intinya, proses control adalah memastikan bahwa realisasi produk telah sesuai dengan
yangdirencanakan. Setiap ketidaksesuaian dicatat sebagai bahan pertimbangan
pengambilankeputusan berikutnya.

Action

Action adalah melakukan tindakan pencegahan dan atau perbaikan. Semua ketidaksesuaianyang
telah tercatat dianalisa untuk ditetapkan tindakan apa yang harus dilakukan. Prinsipskala prioritas
harus dipakai dalam menentukan tindakan mana yang harus [Link] kerjanya biasanya
dengan Brainstorming, Diagram Pareto, Diagram Fishbone dll.

Continual Improvement

Keempat point diatas belum sempurna jika tidak ada perbaikan terus ± menerus(berkelanjutan).
Pastikan bahwa ketidaksesuaian yang telah diambil langkah perbaikan dan pencegahannya tidak
terulang kembali. Kampanyekan setiap ada metode atau cara kerja yang baru kepada setiap pelaku
produksi. Usahakan setiap informasi yang penting sedapatmungkin sampai kepada lini yang
dimaksud.

PPIC

PPIC / Production Planning & Inventori Control

Sering kita kenal dengan istilah PPIC. Yaitu suatu departemen dalam manajemen produksi yang
berfungsi untuk mengendalikan dan memastikan rangkaian produksi agar berjalan sesuai
[Link] garis besar dapat dijelaskan bahwa tujuan akhir dari PPIC adalah menghadirkan
produk yang diminati pasar/pelanggan sehingga perusahaan akan banyak mendapatkan pesanan
yang sudah dapat dipastikan bisadiproduksi dengan memenuhi syarat kualitas dan kuantitas sesuai
dengan kapasitas dan laju produksi yangdiketahui secara pasti, serta jadwal pengiriman yang tepat,
sehingga perusahaan akan menang bersaing danmendapatkan profit yang [Link] prakteknya,
PPIC juga sebagai pelaksana dalam pengendalian Sistem Manajemen Mutu pada suatu perusahaan
yang menerapkannya. Dengan kata lain, jika suatu perusahaan menerapkan Sistem ManajemenMutu
ISO-9001, maka akan lebih baik jika perusahaan tersebut telah mempunyai departemen [Link]
(Planning) -. Tugas umum dari PPIC adalah menerima order dari marketing danmemantau jalannya
produksi hingga pengiriman barang -. Tugas khusus dari PPIC adalah: [Link] order dari
marketing [Link] material baik import maupun lokal [Link] material supaya datang tepat
waktu [Link] rangkuman detail order yang akandijalankan produksi [Link] semua
masalah yang berhubungan dengan material dandetail baju seperti material rusak, kekurangan
material, material hilang, adanya perbedaandata dari satu design baju [Link] up approval dari
sample sample baju yang dikirimkan ke buyer [Link] surat untuk setiap pengiriman sample
sample ke buyer

.Follow up acc sertifikat dan dokumen-dokumen lain ke QC buyer yang bertugas, untuk kelancaran
pembayaran

PPIC, Penanganan Material

Posted onMaret 22, 2010bys afinnah PPIC merupakan suatu metode perencanaan produksi dan
penanganan material. Setiap perusahaan mempunyaisistem produksi masing-masing. Perusahaan
manufaktur mempunyai perencanaan produksi tentang produknyaapakah spare part atau produk
komplit. PPIC merupakan suatu sistem perencanaan, pengendalian dan alat untuk mengambil
keputusan. Apa saja yang termasuk dalam sistem PPIC, beberapa hal yang merupakan
komponensistem PPIC dapat dilihat dalam gambar di bawah ini :PPC ModelDari beberapa komponen
di atas ada satu komponen yang merupakan komponen yang sangat penting yaitumaterial planning
atau inventory management. Mengapa inventory management sangat begitu penting?Inventory
management merupakan sistem penanganan material/bahan baku dalam proses produksi. Sadar
ataugak, material merupakan komponen cost yang paling besar porsinya dalam penentuan harga
suatu produk,apapun produk yang dijual, material merupakan komponen harga pokok produksi yang
paling besar. Apakah perusahaan manufaktur, jasa perawatan pesawat atau industri
[Link] MaterialKunci sukses dalam penanganan material adalah meet demand and supply
on time. Ya kunci sukses dalam penanganan material atau inventory management adalah bagaimana
memenuhi kebutuhan material denganefektif dan efisien. Efektif, material harus ada sesuai dengan
waktu dan kebutuhan. Efisien, Pemenuhan materialharus memperhatikan biaya yang dikeluarkan.
Bagaimana dapat memenuhi material dengan efektif dan efisien?
Mudah, anda harus paham karakteristik kebutuhan anda, pola demand di sistem produksi harus
dapat ditangkapdengan tepat. Beberapa pertimbangan dalam penanganan material adalah :1. Pola
Kebutuhan Material (Kuantitas kebutuhan material, lead time baik lead time produksi dan
pemenuhanmaterial, ) 2. Material pricing (Discount no discount), 3. Pemilihan supplier, 4. Budget, 5.
Gudang, 6. dllUntuk memahami pola pemenuhan material saya dapat referensi dari dosen saya, Pak
Stefanus Eko Wiratno sebagai berikut :Pola Penanganan Material Dikelompokan menjadi 3 yaitu :1.
DETERMINISTIK Adapun karakteristik penanganan material dengan sistem ini adalah :-Demand
diketahui secara pasti-Demand tidak memiliki variasi (S=0)-Dibagi menjadi: [Link] statik dan
[Link] dinamik 2. PROBABILISTIK Adapun karakteristik penanganan material dengan sistem
ini adalah :-Fenomena demand tidak diketahui secara pasti-Ekspektasi, variansi, dan pola distribusi
kemungkinannya dapat diprediksi (S¹0)-Persoalan utama menentukan berapa Safety Stock -Metode
pengendalian inventori: [Link] Order Quantity dan [Link] Order Interval3. UNCERTAINTYAdapun
karakteristik penanganan material dengan sistem ini adalah :-Ketiga parameter populasinya tidak
diketahui secara lengkap-Dibagi [Link] Tak Tentu Beresiko Terkendali (probabilitas
demand diketahui)[Link] Tak Tentu Beresiko Tak Terkendali (probabilitas permintaan tidak
diketahuisama sekali)

Kenali tipe sistem produksi anda, kenali tipe pemenuhannya itulah kunci sukses awal dalam
pemenuhanmaterial. mari kita bahas satu persatu. untuk lebih jelas tentang perhitungan model
model tersebut tunggu postingan selanjutnya.

Production Planning and Inventory Control


>>

Jumat, 29 Agustus 2008

Dalam manajemen modern, perencanaan produksi memegang salah satu peranan yang sangat
penting. Dunia industri tidak saja dituntut untuk meningkatkan permintaan pasar melalui pemasaran
semata-mata namun juga bagaimana menghasilkan produk secara efisien dengankualitas yang
memenuhi harapan konsumen. Dengan adanya perencanaan produksi yang baik, maka tuntutan ini
akan dapat [Link] perencanaan produksi akan berjalan dengan baik jika ditunjang dengan
adanya persediaan bahan baku yang memadai. Dilain pihak persediaan bahanbaku juga
memberikankontribusi biaya yang cukup besar sehingga komponen biaya ini juga perlu untuk
dikendalikan. Melihat pentingnya fungsi perencanaan produksi dan pengendalian persediaandi atas,
maka perlu adanya usaha untuk mengelolanya secara efisien untuk mendapatkan hasilyang
[Link] wawasan mengenai keterkaitan antara fungsi perencanaan produksi
dan pengendalian persediaan dengan fungsi-fungsi manajemen lainnya dalam [Link]
cara melakukan perencanaan produksi dan mengaplikasikannya sesuai kondisi [Link]
cara melakukan pengendalian persediaan dan mengaplikasikannya sesuai dengankondisi
perusahaanMATERIMateri diberikan secara terpadu mulai dari peramalan permintaan yang
dilanjutkan dengan penyusunan Master Production Schedule hingga terbitnya surat perintah kerja
dan purchasingorder. Materi berupa pemberian teori yang ditunjang dengan contoh aplikasi
menggunakansoftware spreadsheet dan pembahasan studi kasus untuk lebih memahami teori
secara lebihmendalam dan praktis. Secara garis besar materi meliputi:Bingkai kerja perencanaan
produksi dan pengendalian persediaanPeramalan permintaan, Pengendalian persediaanMaster
Production ScheduleMRP, Penjadwalan produksi, Pengendalian kapasitasAbstractDewasa ini banyak
perusahaan memakai sistem informasi Enterprise Resources PlanningSystem (ERP) untuk melakukan
tugas penanganan data. Sistem tersebut dapat dibeli dari

vendor dalam bentuk paket software siap pakai, maupun yang dibangun sendiri. Berbicaratentang
ERP di dalamnya akan terdapat banyak bagian penting dan diantaranya adalah PPIC(Production
Planning Inventory Control). Di dalam suatu manufaktur PPIC adalah sebagaisalah satu alat bantu
(tool) utama dalam melakukan perencanaan sebelum melakukanaktivitas produksi dari suatu
perusahaan. Karena, PPIC akan dapat memberikan informasitentang kemampuan memproduksi
suatu barang dengan waktu dan jumlah yang tepat sertamenghabiskan sumber daya se-efisien
mungkin, baik itu sumber daya manusia maupunwaktu. Sebagai salah satu contoh adalah
perusahaan yang bergerak di bidang pengolahandaging, di mana perusahaan tersebut menghasilkan
produk (finish goods) dengan kategorifast moving product yaitu tidak menggunakan bahan
pengawet, sehingga ketepatan produksisuatu barang sangat penting sekali dalam hal ini. Bagaimana
caranya perusahaan tersebutdapat memproduksi barang tidak kekurangan atau berlebihan. Di sini
peran dari PPICsangatlah penting, PPIC tersebut harus dapat menangani persoalan produksi
[Link] hal tersebut di atas maka pada penulisan ini akan diulas
bagaimanamengembangkan suatu aplikasi di bidang PPIC yang dapat meramalkan jumlah barang
yangharus diproduksi dengan seakurat mungkin dan memantau ketersediaan bahan yang adasetiap
bulannya, serta dapat memberikan laporan bahan-bahan yang diperlukan dari segikuantitas serta
biayanya tentunya juga kan terlihat secara garis besar pengeluaran dan pendapatan dan keuntungan
yang didapat. Dengan adanya aplikasi yang dibuat dengan bahasa pemrograman Delphi tersebut
ternyata dapat memperlancar proses perencanaan, cashflow in/out, pembelian raw material dan
proses produksi di perusahaan daging olahan.

[Link]

Proses industri harus dipandang sebagai suatu perbaikan yangterusmenerus. Diawali dari ide – ide
akan sebuah produk, hingga distribusi padakonsumen. Berdasarkan umpan balik yang didapatkan
dari pengguna produktersebut, maka dapat dikembangkan gagasan baru untuk memperbaiki
produklama, ataupun membuat produk yang sama sekali baru. Peran serta
departemenPPIC/produksi sangatlah krusial dalam proses tersebut diatas. Karenadepartemen
tersebutlah yang merancang, mengefisienkan, dan meningkatkanmutu dari suatu produk
berdasarkan atas informasi tentang konsumen daridepartemen pemasaran. Tanpa adanya efisiensi,
peningkatan mutu, dan sistemdistribusi yang unggul, maka sangatlah sulit bagi perusahaan untuK
bertahandan bertarung menghadapi pesaing di era globalisasi sekarang [Link] manajemen
modern, perencanaan produksi memegang salah satuperanan yang sangat penting. Dunia industri
tidak saja dituntut untukmeningkatkan permintaan pasar melalui pemasaran semata-mata, namun
jugabagaimana menghasilkan produk secara efisien dengan kualitas yang memenuhiharapan
konsumen. Dengan adanya perencanaan produksi yang baik, makatuntutan ini akan daoat
[Link] perencanaan produksi akan berjalan dengan baik jika ditunjangdengan adanya
persediaan bahan baku yang memadai. Di lain pihak persediaanbahan baku juga memberikan
kontribusi biaya yang cukup besar sehinggakomponen biaya ini juga perlku untuk dikendalikan.
Melihat pentingnya fungsiperncanaan produksi dan pengendalian perseidaan di atas, maka perlu
adanyausaha untuk mengelolanya secara efisien untuk mendapatkan hasl yang [Link] adalah
suatu proses membuat perencanaan & pengendalianproduksi, merancang aliran kerja (

workflow

) organisasi mulai bahan baku sampaibarang jadi, menyusun jadwal sumberdaya dan
mengeksekusinya, sehinggadapat memberikan pelayanan yang terbaik bagi

customer

, Sertameminimumkan biaya produksi keseluruhan

Dengan PPIC diharapkan dapat menjelaskan mengenai perencanaanproduksi dan pengendalian


persediaan dengan fungsi-fungsi manajemem lainnyadalam perusahaan, sehingga dapat melakukan
perencanaan produksi danpengendalian persediaan dan mengaplikasikannya sesuai dengan
kondisiperusahaan.

[Link]

Memahami peran penting departemen PPIC/produksi/pembelian dalamperusahaan.


Mampu menilai kinerja perusahaan tempatnya bekerja demi meningkatkanefisiensi dan
produktivitas dalam perusahaan.

Mampu menyelaraskan lini PPICperusahaan dengan kenginan pasar danstrategi bisnis perusahaan
secara global

[Link] DAN PENGENDALIAN PRODUKSI

Produksi dapat didefinisikan sebagai aktivitas yang dilakukan untukmengolah atau membuat bahan
mentah atau bahan setengah jadi menjadibarang jadi untuk memenuhi kebutuhan
[Link] dapat juga diartikansebagai tindakan intensional untuk menghasilkan sesuatu
yang berguna.

3.1.

Proses Produksi

Proses produksi merupakan proses perubahan masukan menjadi [Link] barang yang
dikerjakan di unit produksi banyak sekali sehingga macamproses yang ada juga banyak. Pada
umumnya proses produksi dibagi menjadidua yaitu:

[Link] Produksi ContinousProses produksi yang tidak pernah berganti macam barang yang
[Link] pabrik berdiri selalu mengerjakan barang yang sama sehinggaprosesnya tidak
pernah terputus dengan mengerjakan barang lain. Setupatau persiapan fasilitas produksi dilakukan
sekali pada saat pabrik mulaibekerja. Sesudah itu, proses produksi berjalan secara lancar.
Biasanyaurutan proses produksinya selalu sama sehingga letak mesin – mesin sertafasilitas produksi
yang lain disesuaikan dengan urutan proses produksinyaagar produksi berjalan lancar dan efisien.2.
Proses Produksi intermittentProses produksi yang digunakan untuk pabrik yang mengerjakan
barangbermacam macam, dengan jumlah setiap macam hanya sedikit. Macambarang selalu berganti
ganti sehingga selalu dilakukan persiapan produksidan penyetelan mesin kembali setiap macam
barang yang dibuat [Link] proses produksi setiap saat terputus apabila terjadi
perubahanmacam barang yang dikerjakan. Oleh karena itu, tidak mungkin mengurutkanletak mesin
sesuai dengan urutan proses pembuatan barang.

3.2.

Perencanaan dan Pengendalian Produksi

Kegiatan perencanaan dan pengendalian produksi dapat dikelompokkanmenjadi tiga antara lain
meliputi:1. RoutingRouting merupakan kegiatan menentukan urut – urutan dalam
mengerjakansuatu pekerjaan,sejak dimulai sampai dengan barang itu jadi.

3
2. SchedulingScheduling merupakan pembuatan jadwal (shedule) untuk melaksanakansuatu
pekerjaan. Jadwal kegiatan dibuat sejak mulainya pekerjaan sampaidengan selesai. Penyusunan
schedule biasanya didasarkan pada per-mintaan konsumen, kemampuan sarana dan prasarana dan
kendala –kendala yang lain. Biasanya untuk menjaga kelancaran proses produksiperlu dibuat Master
Schedule. Master Schedule adalah daftar barangsetiap macam barang pada waktu – waktu tertentu.
Untuk memudahkanpelaksanaannya dan membacanya, biasanya schedule dinyatakan dalambentuk
table atau kadang – kadang berbentuk Guant chart, yaitu baganberupa balok untuk menunjukkan
waktu kegiatan.3. Dispatching dan Follow upDispatching merupakan pemberian wewenang untuk
melaksanakan suatukegiatan. Pelaksanaan dispatching dapat dilakukan dengan perintah
lisan,perintah tertulis, atau dengan tanda yang berupa bunyi. Sedangkan Followup merupakan suatu
langkah perbaikan atas kesalahan yang telahdilakukan sebelumnya. Kesalahan terjadi karena
rencana tidak sesuaidengan pelaksanaan.

3.3.

Prosedur Perencanaan Produk

[Link] produksi berdasarkan permintaan pasar Perencanaan untukperusahaan yang


menghasilkan produk untuk memenuhi kebutuhanpasar, pada umumnya macam produknya standar,
usia produk panjangdan jumlah permintaan banyak. Perencanaan didahului dengan
membuatforecasting permintaan, kemudian diikuti dengan rencana persediaanbarang jadi dan
rencana jumlah produksi. Selanjutnya dibuat rencana

kebutuhan bahan baku,bahan pembantu, sumberdaya manusia,kebutuhan mesin dan sebagainya.


Dari rencana kebutuhan bahan bakudapat dilanjutkan dengan rencana pembelian dan rencana
penyimpananbarang. Dari rencana kebutuhan mesin dapat dilanjutkan dengan rencanapemanfaatan
kapasitas dan [Link] produksi berdasarkan order Perencanaan untuk
perusahaanyang melayani pesanan. Umumnya menghasilkan barang yang bermacam – macam,
dengan bahan baku yang bermacam – macam. Permintaanbarang bermacam – macam, macamnya
berganti-ganti dan jumlahnyatidak tentu, sehingga sulit dibuat forecast permintaanya. Karena
macamdan jumlah permintaan konsumen sulit diforecast, maka fasilitas produksiharus dibuat
relative fleksibel, penyediaan bahan-baku dan pembantuberdasarkan rata – rata kebutuhannya pada
tahun – tahun sebelumnya,dan belum tentu mengaitkan dengan macam barang yang dihasilkan.

3.4.

Pengembangan Perencanaan dan Pengendalian Produksidengan MRP


Salah satu pengembangan yang sangat penting dalam perencanaandan pengendalian produksi
adalah sistem perencanaan kebutuhanmaterial (Material Requirement Planning). Dalam MRP
biasanya hasilproduksi akhir terdiri dari beberapa komponen, yang dibuat sendiri dipabrik. Masukan
– masukan untuk membuat MRP:1. Bills of MaterialsBills of Material adalah daftar barang – barang
yang diperlukan untukmembuat suatu produk. Daftar ini memuat apa saja yang diperlukan
untukmembuat suatu barang, serta jumlah yang diperlukan untuk setiap produk.

2. Struktur ProdukStruktur produk adalah logika proses produksi, yang menyatakan hubunganantara
beberapa pekerjaan pembuatan komponen sampai menjadi produkakhir, yang biasanya ditunjukkan
dengan menggunakan skema.3. Master Production ScheduleMaster production schedule adalah
jumlah barang yang dibuat pada setiapperiode yang kan datang. Biasanya kebutuhan produksi tiap
minggu, bulanatau hari.4. Data Inventory atau persediaan barangInformasi yang berkaitan dengan
inventory adalah gross requirement,schedule receipts, projected on hand inventory, planned
receipts, dan plannedorder releases.

[Link] Produksi

Pengendalian produksi mempunyai tanggung jawab terhadap pembuatanperamalan, rencana


produksi, penjadwalan produksi, penugasan kerja, jalur produk, tingkat persediaan, ukuran jumlah
pembelian yang ekonomis danpenyaluran produk dll.

[Link] Proses Produksi

Untuk mengendalikan proses produksi diperlukan “dokumen” bagi penguraiandan spesifikasi


produk. Dokumen yang dimaksudkan adalah yang meliputi:

1. Program produksi ( PP )Suatu rencana jangka-panjang yang biasanya untuk pengembangan


danpengenalan produk – produk baru.2. Rencana produksi ( RP )Perencanaan yang biasanya bagi
produk khusus, dimana dalam perencanaantersebut akan dikendalikan produksi untuk periode
waktu jangka-menengah.3. Jadwal produksi ( JP )Suatu perluasan rencana produksi untuk
mengendalikan produksi dari produk – produk dan komponen – komponennya.4. Perintah kerja (PK )
Suatu kewenangan dari departemen produksi untuk melaksanakan suatutugas khusus, dalam arti
apa yang akan dikerjakan dan kapan suatu pekerjaandilakukan.5. Laporan penyelesaian ( LP )
Pengawas produksi melaporkan penyelesaian suatu perintah kerja. Laporan inidapat digabungkan
dengan perintah kerja.
7

6. Catatan persediaan ( CP )Suatu catatan yang memuat tentang jumlah persediaan produk, suku
cadang,komponen, dan sebagainya. Persediaan tersebut dapat berupa barang yangdisimpan atau
yang masih dalam proses.7. Deskripsi/uraian produk ( UP )Keterangan fisik atau karakteristik suatu
darang yang disesuaikan dengansuatu daftar uraian barang yang standar.8. Gambar Produk ( GP )
Menggambarkan defenisi dari seluruh produk dan bagian – bagiannya yangdigunakan dalam
pembuatan atau perakitan produk.9. Spesifikasi Produk ( SP )Keterangan mengenai kemampuan dan
kondisi suatu suatu produk sesuaidengan fungsinya. Juga diterangkan percobaan apa yang
digunakan dalammenentukan dapat diterimanya suatu produk.10. Deskripsi Proses ( DP )Keterangan
dari rincian proses yang digunakan dalam membuat produk danbagian bagian komponennya.

11. Taksiran biaya ( TB )Suatu bentuk taksiran biaya produksi berdasarkan suatu jadwal
tertentu,yang dapat dijadikan sebagai informasi untuk diajukan dalam penetapanatau perencanaan
anggaran belanja.12. Standar pekerjaan (STP)Waktu standar yang dibutuhkan untuk melaksanakan
pekerjaan tertentudalam keadaan normal.13. Laporan penerimaan ( LP )Pengakuan resmi
penerimaan bahan – bahan sesuai dengan deskripsi dankualitas yang ditetapkan dalam perintah
pembelian. Laporan ini tidakmencatat atau mengadakan pengakuan dapat diterimanya kualitas
bahan.14. Laporan pemeriksaan penerimaan ( LPP )Keterangan dari hasil pemeriksaan barang yang
diterima setelah barangtersebut diuji sesuai dengan spesifikasinya.15. Laporan pemeriksaan dalam –
proses ( LPdP )Keterangan dari hasil pemeriksaan yang dilakukan terhadap produk yangmasih dalam
proses pembuatan

16. Laporan pemeriksaan akhir ( LPA )Keterangan hasil pemeriksaan yang dilakukan terhadap barang
jadi sebelumpeyerahan barang.17. Daftar permintaan barang ( DPB )Permintaan dari pengendalian
produksi untuk dapat membeli membelibarang – barang tertentu sesuai dengan jadwal yang
diberikan.18. Berita acara penerimaan barang ( BAPB )Pengakuan resmi penerimaan komponen -
komponen/bahan – bahan sesuaidengan deskripsi dan kualitas yang ditetapkan dalam perintah
[Link] pengeluaran barang ( BPB )Keterangan jumlah barang yang dikirim sesuai
dengan perintah penjualantermasuk tanggal dan kepada siapa dikirimkan.
[Link] CONTROL

4.1.

ARTI PERSEDIAAN [Link] persediaan

Persediaan adalah suatu aktiva yang meliputi barang-barang milikperusahaan dengan maksud untuk
dijual dalam suatu periode usaha yangnormal atau

10

Persediaan adalah barang-barang yang masih dalam pengerjaan / prosesproduksi atauPersediaan


bahan baku yang menunggu penggunaannya dalam suatuproses [Link] diadakannya
persediaan :

Butuh waktu untuk persediaan dalam proses dan pemindahan

Alasan organisasi, untuk memungkinkan satu bagian membuat jadwaloperasi sexara tidak
tergantung dari yang lainKegunaan Persediaan bahan baku sampai bahan jadi:

Menghilangkanresikoketerlambatanbarangdatang

Menghilangkanresikobarangyang dipesanrusak

Menumpukbarangyang dihasilkansecaramusiman

Menjaminkelancaranarusproduksi

Mencapaipenggunaanmesinyang optimal

Memberikanpelayananyang baikkepadapelanggan

Memberikanjaminanbarangselaluada

Membuat pengadaan/ produksi

[Link]-Jenis Persediaan diitinjau dari fungsinya:

Batch Stock atau Lot Size Inventory

Fluctuation Stock

Anticipation Stock

Ditinjau dari Jenis dan Posisi Barang dikelompokkan dalam persediaan:

BahanBaku (Raw Materials Stock)

BagianProdukatauparts yang dibeli(Purchased Parts/Component Stock)

11

Bahan-bahanPembantu/ Perlengkapan(Supplies Stock)

Barangsetenganjadi/ dalamproses(Work in Process / ProgessStock)

Barangjadi(Finished Goods Stock

[Link] Yang Timbul dari adanya Persediaan:


Biaya Pemesanan (Ordering Costs)

Biaya yang terjadi dari adanya persediaan (Inventory Carrying Costs)

Biaya Kekurangan Persediaan (Out of Stock Costs)

Biaya yang berhubungan dengan kapasitas (Capacity Associated Costs)

[Link] Dalam Menentukan/ Mengukur Pendapatan:

1. Cara-cara Penentuan Jumlah Persediaana. Periodic Systemb. Perpetual System (Book Inventory)

2.

MetodePenilaianPersediaana. Cara First in, First Out (FIFO Method)b. Cara Rata-rata Tertimbang
(Weighted Average Method)c. Cara last In, First Out (LIFO Method)

[Link] DAN TUJUAN PENGAWASAN PERSEDIAAN

Perusahaan harus dapat mempertahankan suatu jumlah persediaan yangoptimum yang dapat
menjamin kebutuhan bagi kelancaran kegiatan dalam jumlah dan mutu yang tepat serta dengan
biaya yang [Link]-syarat dalam system pengawasan persediaan:

Gudang yang luas

12

Sentralisasi kekuasaaan dan tanggungjawab dibagian gudang

Sistem pencatatan dan pemeriksaan atas penerimaan barang

Pengawasan mutlak atas pengeluaran barang


Pencatatan jumlah barang yang dipesan, barang keluar dan sisa barang

Perencanaan untuk mengganti barang yang keluar, rusak, usang danbarang lama (out of date)

Pengecekkan untuk menjamin efektivitas kegiatan rutin

[Link] Pengawasan Persediaan

Menjaga agar :[Link] selalu ada, sehingga kegiatan produksi tidak [Link]
persediaan tidak besar, sehingga biaya yang timbul jugatidak besar

3.

Pembelian dalam jumlah kecil untuk menekan biaya pemesanan

B.

Organisasi Pengawasan Persediaan Dalam Pabrik

Dilihat dari jenis proses produksi, organisasi pengawasan persediaan diatur sebagai:1. Pabrik dengan
proses terus-menerus (Continuous Manufacturing)2. Pabrik dengan proses terputus-putus
(Intermittent Manufacturing)

13

C.

Kebijaksanaan Dalam Pengawasan Persediaan

4.3.

PERSEDIAAN PENYELAMAT (BUFFER / SAFETY STOCK)

a.

Faktor-faktor yang menentukan besarnya buffer stock

A)Penggunaan Bahan Baku rata-rata

14

Kebijaksanaan DalamPengawasan PersediaanPemesanan


yangEkonomisPersediaanPenyelamat(safety / buffer stock)Jumlah Pesananyang ekonomisJumlah
yangdipesanCara-caraPemesanan (Order Systgem)

Order Point SystemTwo and bag accountsystemOne stronge systemOrder Cycle System

Tabular ApproachGraphicalApproachFormula ApproachPotongan Harga(Quantity Discon)


B)

Faktor waktu / Lead Time (Procurement Time)

C)

Penentuan Besarnya buffer stock

Probability of stock out approach

Level of service approach (Frekuensi and Quantity)


Standar Kuantitas Persediaan Minimum, Besarnya Pesanan Standar,Persediaan Maksimum, dan
Tingkat Persediaan

[Link] Persediaan

Masalah yang timbul adalah:[Link] pembelian, penerimaan, penyimpanan dan


[Link] dan [Link] (Fisik, Akuntansi dan Jumlah yang
dibutuhkan)

[Link] dalam Pengawasan Persediaan

1. Permintaan untuk dibeli2. Laporan penerimaan3. Catatan persediaan4. Daftar permintaan


bahan5. Perkiraan pengawasan

[Link] Persediaan (Inventory Turn Over)

1. Persediaan bahan baku2. Persediaan barang setengah jadi

3.

Persediaan barang jadi

e.A.B.C Analysis [Link] Persediaan Yang Baik dan Efektif

Keuntungannya:

15

1. Pengadaan dan Penyimpanan untuk memenuhi kebutuhan dalam kuantitasdan kualitas2.


Memininumkan penanaman modal / investasi bahan3. Terjaminnya barang yang diterima sesuai dgn
spesifikasi purchase order 4. Terlindung dari pencurian, kerusakan dan kerusakan mutu5. Dapat
melayani produksi dengan bahan-bahan yang dibutuhkanpada waktu, tempat serta mencegah
penyalahgunaan dan penyelewengan6. Pencatatan persediaan yang akurat tentang barang masuk,
keluar danpenggunaannya.

[Link] PPIC

Dibawah ini adalah proses-proses PPIC ;

A.

PERAMALAN PENJUALAN (

FORECASTING

16
Peramalan penjualan memegang peranan yang sangat penting dalamperencanaan dan pengambilan
keputusan khususnya di bidang produksi danoperasi. Aktivitas manajemen produksi dan operasi
menggunakan peramalanpermintaan dalam perencanaan yang menyangkut perencanaan
produksi,perencanaan pemenuhan kebutuhan bahan, perencanaan kebutuhan tenagakerja,
perencanaan kapasitas produksi, perencanaan desain dan

lay out

fasilitas,penentuan lokasi pabrik, penentuan metode proses produksi, penentuan jumlahmesin dan
sebagainya.

Forecasting

dibutuhkan untuk memperkirakan kebutuhanbahan baku, produk, tenga kerja maupun kebutuhan
lain sebagai responsterhadap perubahan permintaan (pasar).

Forecasting

memiliki tiga sub bagian penting yang berperan [Link] pertama adalah sub bagian
keuangan (

Finance dan Accounting

)digunakan sebagai dasar perencanaan

budget

dan control biaya. Bagian keduaadalah bagian marketing yang berfungsi untuk perecanaan produk
baru,kompensasi armada penjualan, dan lain-lain. Bagian ketiga adalah bagianproduksi yang
berfungsi untuk membuat keputusan

process selection

(buat/beli),perencanaan kapasitas,

lay out

fasilitas produksi, perencanaan produksi danpengendalian persediaan (

inventory control

).Ada dua metode peramalan penjualan, yaitu metode kualitatif dankuantitatif. Metode kualitatif
merupakan metode subyektif artinya besarnya angkapenjualan ditetapkan berdasarkan asumsi dan
estimasi. Biasanya metode inidigunakan untuk produk baru yang akan diluncurkan ke pasaran.
Sedangkanmetode kuantitatif didasarkan atas data-data penjualan masa lalu yang kemudiandi olah
dengan berbagai metode statistic. Metode kuantitatif dapat dibagi dalamderet berkala atau runtun
waktu dan metode kausal.


Metode kuantitatif sangat beragam dan setiap teknik memiliki sifat,ketepatan dan biaya tertentu
yang harus dipertimbangkan. Metodekuantitatif formal didasarkan atas prinsip-prinsip statistic yang
memilikiketepatan tinggi atau dapat meminimalkan kesalahan, lebih sistematis

17

dan lebih popular dalam penggunaannya. Untuk itu, dalammenggunakan metode kuantitatif
tersebut terdapa tiga kondisi yanghrus dipenuhi yaitu ;[Link] informasi tentang masa
[Link] tersebut dapat dikuantitatifkan dalam angka [Link] asumsi bahwa
beberapa pola masa lalu akan terus berlanjut

Metode peramalan secara

Time series

atau sering disebut Metode“Deret Waktu” atau “Deret Berkala” didasarkan assumsi bahwabesarnya
permintaan yang akan datang dapat diprediksi dari besarnyapermintaan pada masa lalu. Langkah
penting dalam menggunakanmetode peramalan waktu adalah dengan mempertimbangkan jenispola
data. Pola data dapat dibedakan menjadi 4 jenis siklus dan

trend,

yaitu ;[Link] horizontal, terjadi bilamana data berfluktuasi disekitar nilairata-rata [Link]
musiman, terjadi bilamana deret permintaan dipengaruhi olehfactor [Link] siklus, terjadi
bilamana dipengaruhi fluktuasi ekonomi jangkapanjang (siklus bisnis)

4.

Pola

trend,

terjadi bilamana kenaikan/penurunan permintaandidasarkan pada

trend

ekonomi pasar yang berlangsung.

Metode peramalan secara

causal

didasarkan adanya asumsi bahwapenjualan dipengaruhi oleh berbagai “peristiwa” yang sengaja
dibuatyang dapat mempengaruhi penjualan, misalnya promosi, iklan,kegiatan competitor, dan lain-
[Link]-dasar penerapan focus

forcasting
adalah ;[Link] yang kita jual pada 3 bulan terakhir, kemungkinan akan kita jualpada 3 bulan yang
akan dating.

18

[Link] yang kita jual pada 3 bulan yang sama tahun lalu, kemungkinanakan kita jual pada 3 bulan
yang [Link] 3 bulan kedepan, kita akan menjual 10 % lebih banyak dibandingkan 3bulan
[Link] 3 bulan kedepan, kita akan menjual 50 % lebih banyak disbandingkanbulan yang sama
pada tahun [Link] prosentase perubahan yang kita dapat tahun lalu pada 3 bulanterakhir,
hal yang sama juga akan terjadi pada 3 bulan kedepan.

B.

PERENCANAAN PRODUKSI (

PRODUCTION PLANNING

Perencanaan produksi dilakukan setelah dilakukan

forecast.

Perencanaanproduksi terbagi menjadi Rencana Produksi Tahunan yang kemudian di breakdown


kedalam Rencana Produksi Periodik, selanjutnya Rencana ProduksiPeriodik di

break down

menjadi Rencana Produksi Bulanan, Mingguan [Link] pokok dari perencanaan produksi,
antara lain ;[Link] waktu dalam memenuhi janji/permintaan [Link] waktu
penyelesaian pesanan (permintaan) [Link] biaya produksi

4.

New product launching

dan

divestgment

produk-produk lama [Link] produksi dipengaruhi oleh beberapa factor yaitu


factor internaldan eksternal. Faktor internal antara lain ; kapasitas terpasang, kapasitasproduksi,
jumlah persediaan dan aktifitas lain yang diperlukan untuk [Link] faktor-faktor
eksternal yang memperngaruhi perencanaan produksiantara lain ; kebutuhan/permintaan pasar,
kondisi perekonomian, ketersediaanbahan baku / bahan pengemas, aktifitas kompetetitor dan
kapasitas [Link] Perencanaan yang baik

19

[Link] pengertian antar [Link] keseimbangan dalam inventory (bahan baku,mWIP,


Obat jadi)[Link] program sarana produksi yang seimbang dan [Link]
sumber daya (orang mesin, alat, dan ruang penyimpanan).[Link] minimal pada barang ½ jadi
(WIP)[Link] biaya [Link] biaya tidak [Link] kerusakan dan caat produk
[Link] kelebihan bahan ½ jadi rendah [Link] pelacakan rendah

[Link] KESEHATAN (MATKES)

Bagian Matkes disebut juga PPIC (

Production

Planning and Inventory Control

) yang merupakan unsur pelaksana Lafial yang menyelenggarakanpengendalian, penyediaan,


pemeliharaan, penyimpanan, dan distribusi materialkesehatan dalam rangka produksi, pemeriksaan,
dan uji coba di [Link] Matkes adalah merencanakan pengendalian,
pengadaan,pemeliharaan, penyimpanan, distribusi material kesehatan dan uji coba di [Link]
Matkes adalah :[Link] rencana penyediaan matkes dalam rangkaproduksi pemeriksaan dan uji
[Link] rencana produksi obat berdasarkan rencanadan program [Link]
penerimaan, penyimpanan dan pemeliharaanmatkes serta penyimpanan hasil
[Link] pemeriksaan matkes di lingkungan [Link] data
pengumpulan produksi obat danmenyiapkan laporan produksi obat.

20

Bagan Organisasi MatkesGambar 3.5.

Bagan Organisasi MatkesSub-bagian Perencanaan Produksi (Renprod)

Perencanaan produksi obat disusun atas dasar kebutuhan fasilitaskesehatan di lingkungan Angkatan
Laut yang diolah melalui hasil rapat PanitiaKerja Perencanaan Produksi Diskesal dan diketuai oleh
Sekretaris [Link] penentuan jumlah dan jenis obat yang akan
diproduksiberdasarkan data kebutuhan obat dan jenis penyakit dari Bagian PelayananKesehatan,
persediaan awal tahun dan anggaran tahunan. Obat yang akandiproduksi disusun berdasarkan atas
urutan prioritasnya denganmempertimbangkan jumlah obat yang tersedia pada awal tahun,
anggaran yangtersedia dan kecepatan [Link] perencanaan produksi tersebut kemudian
menyusun rencana atau jadwal produksi dengan mempertimbangkan skala prioritas, persediaan
bahanbaku, bahan pembantu/bahan tambahan, pengemas, kapasitas alat produksi dantenaga kerja.

21

Matkes

Sub-bagianRenprodSub-bagianDepoprodSub-bagianDalharmat
Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan, bagian ini akan membuatkonsep SPP (Surat Perintah
Produksi) yang berisi tentang sediaan, bahan dan jumlah obat yang akan diproduksi. Konsep SPP
diajukan kepada Kalafial setelahdiparaf dan diketahui oleh Kabag Matkes. SPP dikeluarkan oleh
Kalafial danmerupakan surat perintah untuk melaksanakan kegiatan produksi. Tanpa adanyaSPP,
produksi tidak dapat dilakukan. SPP dibuat sebanyak 8 rangkap untukditeruskan kepada Kabag
Produksi (3 lembar), Kabag Matkes (1 lembar), KabagPOM (1 lembar), Kasubbag Depoprod (2
lembar), dan Kasubbag Renprod (1lembar). Pengadaan bahan baku obat dilakukan oleh Diskesal
yang berada diMarkas Besar Angkatan Laut Cilangkap, sedangkan untuk bahan penolong
danpengemas dilakukan oleh Lafial.

Sub-bagian Depo Produksi (Depoprod)

Depo Produksi merupakan tempat atau gudang penyimpanan sementarabahan-bahan produksi dan
obat jadi. Bahan produksi (terdiri atas bahan bakudan bahan tambahan lainnya) dan obat jadi
disimpan pada gudang [Link] baku produksi dibedakan menjadi 2 macam yaitu golongan β-
laktamdan non β-laktam yang disimpan pada gudang terpisah dan disusun berdasarkanfarmakologik
dan alfabetik, yang dilengkapi dengan alat pengatur udara [Link] baku dari
rekanan/

supplier

diterima di gudang Diskesal kemudiandiperiksa oleh bagian POM Lafial. Bahan baku yang dinyatakan
memenuhipersyaratan oleh bagian POM akan diberikan label “LULUS” berwarna hijau, danapabila
tidak memenuhi persyaratan diberi label “TIDAK LULUS” berwarnamerah. Label tersebut
ditempelkan pada pengemasnya. Lafial mengambil bahanbaku dan penolong ke gudang P2 Matkes
Diskesal, kemudian dicatat dalambuku penerimaan bahan baku oleh Subbagian Depo Produksi dan
dicatat dalamkartu persediaan dan buku [Link] SPP yang dikeluarkan, Subbagian Depo
Produksi melayanibahan-bahan yang tercantum dalam SPP untuk diberikan ke bagian produksi dan

22

dicatat pada bukti pengeluaran. Obat yang telah selesai diproduksi disimpan digudang obat jadi.
Obat jadi β-laktam dan obat jadi non β-laktam disimpan digudang obat jadi yang terpisah. Obat jadi
yang disimpan tersebut akan dikirim kegudang Diskesal untuk selanjutnya didistribusikan ke unit-
unit PelayananKesehatan TNI AL. Obat jadi yang dikirim ke gudang Diskesal disertai denganbukti
pengeluaran.

Sub-bagian Pengendalian Pemeliharaan Material (Dalharmat)


Dalharmat merupakan unit pendukung produksi. Bagian ini bertugasmelakukan perbaikan dan
perawatan material kesehatan meliputi alat produksi,alat-alat laboratorium/alat-alat lainnya sebagai
pendukung. Selain itu,administrasi penyelenggaraan material kesehatan berupa buku manual
alatkesehatan dan kartu pemeliharaan juga membuat laporan kerja mingguan,bulanan, dan tahunan
secara berkala. Setiap mesin yang berada di bawahtanggung jawab Subbagian Dalharmat
mempunyai kartu pelaporan kerusakandan pemeliharaan alat yang ditempelkan pada mesin sebagai
[Link] melaksanakan perbaikan/pemeliharaan alat, terlebih dahulu bagianyang
membutuhkan perbaikan/pemeliharaan harus mengisi buku permohonanyang ditujukkan kepada
Kalafial yang diketahui oleh penanggungjawab masing-masing. Kepala Subbagian Dalharmat
(Pengendalian dan PemeliharaanMaterial) menjelaskan lebih lanjut mengenai spesifikasi alat dan
kerusakannyadisertai biaya. Kepala bagian Matkes menanyakan lebih lanjut mengenai sejauhmana
alat tersebut dalam mendukung kelancaran tugas produksi. Kalafialmemberikan keputusan final
berdasarkan permohonan untuk diri. Sedangkanperbaikan/pemeliharaan alat secara ekstern
dilakukan oleh pihak diluar [Link] alat-alat yang rusak dan tidak dapat diperbaiki lagi, maka
disimpan digudang Dalharmat namun keberadannya tetap dilaporkan.

Common questions

Didukung oleh AI

Implementing an MRP system offers several advantages, including improved inventory management by accurately forecasting material needs and reducing waste. It ensures efficient use of flow resources by aligning production schedules with demand forecasts, which minimizes lead times and enhances service levels. MRP also supports better decision-making by providing detailed material and capacity planning information. Furthermore, it helps in maintaining optimal stock levels, reducing excess inventory costs, and improving cash flow. These factors collectively enhance operational efficiency and competitiveness in the market .

Inadequate inventory control can significantly impact a company's financial performance by increasing costs due to excess inventory or stockouts leading to lost sales. Excess inventory ties up capital and incurs storage costs, while stockouts result in unfulfilled customer orders and loss of revenue. Poor inventory control also affects production efficiency, potentially causing production delays and reduced productivity. Ultimately, these issues can harm customer satisfaction and company profitability .

The Master Production Schedule (MPS) is significant in MRP as it outlines the production quantities required for final products during specific periods. It drives the MRP process by determining the timing and quantity of materials needed, ensuring that the production schedule aligns with demand forecasts and resource availability. MPS helps coordinate inventory levels, reduce waste, and streamline production workflows, ultimately leading to efficient production planning and meeting customer delivery timelines .

Effective communication between marketing and PPIC is vital because it ensures that production plans align with market demands. Marketing provides insights into customer requirements and market trends, which PPIC uses to schedule production, manage materials, and plan inventory. This alignment prevents overproduction or stockouts, helping the company maintain customer satisfaction and competitive advantage while minimizing costs. It also facilitates quick response to market changes, enhancing the firm’s agility .

PPIC plays a crucial role in ensuring production aligns with market demand and is essential for delivering products that meet customer expectations regarding quality and quantity. By controlling production schedules and material supply effectively, PPIC contributes to meeting deadlines, optimizing production capacity, and reducing costs, which are vital for gaining competitive advantage and profitability. PPIC also manages the Quality Management System, such as ISO-9001, assuring product quality standards are maintained .

PPIC integrates quality management systems by ensuring that production processes adhere to quality standards such as ISO-9001. It coordinates between departments to implement quality controls at each production stage, from material procurement to final product delivery. PPIC ensures that quality metrics are met through systematic planning and monitoring, contributing to continuous improvement and customer satisfaction. This integration helps companies maintain compliance and high product standards .

Continuous production processes involve producing the same product over a long period with stable operations, requiring minimal adjustments once the line is set up. Planning focuses on ensuring uninterrupted flow and regular maintenance. Intermittent production, on the other hand, involves frequent changes in product types and requires more flexible planning and control to adjust setups and schedules for different products. This flexibility often leads to less efficiency and higher setup costs compared to continuous production .

Routing and scheduling are critical in PPIC as they dictate the sequence and timing of production tasks. Proper routing ensures that tasks are performed in the most efficient sequence to minimize time and resources. Scheduling provides a timeline for production activities, which helps in optimizing machine utilization, workforce planning, and material availability. Together, they ensure that production operates smoothly, meets deadlines, and minimizes downtime, thus maximizing operational efficiency .

Understanding the characteristics of material demand is crucial because it determines the approach to inventory management. For instance, a deterministic system assumes demand is predictable and low in variance, allowing for precise material planning. In contrast, a probabilistic system accounts for uncertainty in demand and relies on statistical methods to define safety stock levels. Finally, with uncertain demand, strategies are divided into controlled and uncontrolled risk scenarios. These characterizations guide decisions on ordering quantities, safety stocks, and supplier selection to ensure effective and cost-efficient inventory management .

Transitioning from deterministic to probabilistic material handling systems involves challenges such as developing accurate demand forecasting methods to account for variability, adjusting inventory levels to manage safety stocks effectively, and training staff to interpret and utilize statistical data. The transition requires system upgrades to support real-time data analysis, potential restructuring of supply chain practices to accommodate more variability, and a cultural shift towards accepting and managing uncertainty in operations .

Anda mungkin juga menyukai