Manometer juga dapat digunakan dalam cairan.
Misalnya untuk mengukur
distribusi tekanan aliran di sekitar belakang pipa silinder dalam heat-exchanger atau
pipa–pipa reaktor nuklir.
Dalam pengukuran distribusi tekanan suatu medan aliran, jumlah manometer
yang diperlukan akan banyak. Karena itu manometer disusun sebagai deretan tabung
(array) yang disebut dengan multi-manometer.
Gambar 1 menunjukkan contoh aplikasi fisik penggunaan multi-manometer
dalam fluida udara dan cairan. Dari distribusi tekanan aliran dibelakang silinder maka
dapat diekstraksi distribusi kecepatan aliran dan gaya aerodinamika seperti drag pipa
Setiap lubang tekanan terhubung dengan satu pipa manometer dalam multi-
manometer. Jika masing-masing pipa manometer disusun secara teratur, maka pola
distribusi tekanan dapat langsung diketahui dari multi-manometer tersebut.
Pada dasarnya satu manometer bekerja berdasarkan perbedaan tekanan dari dua
ujung lengan tabung U, dimana dalam tabung telah diisi cairan, biasanya air atau air
raksa. Jika kedua ujung lengan tabung terhubung ke udara luar (atmosfir), maka
permukaan cairan akan sama karena kedua tekanannya sama. Jika kedua lengan
terhubung dengan udara yang tekanannya berbeda, maka pada ujung yang tekanannya
rendah permukaan cairan akan lebih tinggi dari ujung yang tekanannya tinggi. Dengan
kata lain ujung bertekanan tinggi akan menekan cairan menuju ujung bertekanan
rendah.
Perbedaan ketinggian cairan di kedua lengan pipa U akan berbanding lurus
dengan perbedaan tekanan antara 2 ujung tersebut
Namun manometer konvensional seperti ini masih memiliki beberapa
kekurangan, antara lain:
– Respon yang lambat;
– Mudah terjadi kesalahan paralax, karena permukaan cairan tidak selalu rata;
– Jika pipanya terlalu kecil akan terjadi efek kapilaritas akibat tegangan permukaan,
karena itu harus dikoreksi;
– Untuk pengolahan dan analysis data yang terukur harus dicatat secara manual dan
baru setelah itu disalin ke komputer .
Maka sebagai solusi dari masalah ini dikembangkanlah manometer digital, yakni
suatu sistem hardware dan software yang bekerja seperti manometer tabung dengan
beberapa kelebihan:
– Respon cepat bahkan dapat mendekati realtime (< 500 msec.);
– Tampilan data dapat diberikan secara numerik dan grafik di layar komputer, tanpa
kesalahan paralax atau efek kapilaritas;
– Hasil pengukuran dalam besaran fisika (Pa., Psi, atm, bar atau mmHg), dapat
langsung disimpan di media penyimpan komputer;
– Jika dilengkapi software pengolah data, maka hasil akhir dari analysis dapat pula
ditampilkan, yakni dalam bentuk parameter aerodinamika
Manometer adalah alat yang digunakan secara luas pada audit energi untuk mengukur perbedaan
tekanan di dua titik yang berlawanan. Jenis manometer tertua adalah manometer kolom cairan. Versi
manometer sederhana kolom cairan adalah bentuk pipa U yang diisi cairan setengahnya (biasanya
berisi minyak, air atau air raksa) dimana pengukuran dilakukan pada satu sisi pipa, sementara
tekanan (yang mungkin terjadi karena atmosfir) diterapan pada tabung yang lainnya. Perbedaan
ketinggian cairan memperlihatkan tekanan yang diterapkan.
Ada tiga tipe utama manometer: 1. Manometer satu sisi kolom yang mempunyai tempat cairan besar
dari tabung U dan mempunyai skala disisi kolom sempit. Kolom ini dapat menjelaskan perpindahan
cairan lebih jelas. Kolom cairan manometer dapat digunakan untuk mengukur perbedaan yang kecil
diantara tekanan tinggi. 2. Jenis membran fleksibel: jenis ini menggunakan defleksi (tolakan)
membran fleksibel yang menutup volum dengan tekanan tertentu. Besarnya defleksi dari membran
sesuai dengan tekanan spesifik. 3. Jenis Pipa koil: Sepertiga bagian dari manometer ini menggunakan
pipa koil yang akanmengembang dengan kenaikan tekanan. Hal ini disebabkan perputaran dari sisi
lengan yang disambung ke pipa.
Dimana Manometer digunakan : Selama pelaksanaan audit energi, manometer digunakan untuk
menentukan perbedaan tekanan diantara dua titik disaluran pembuangan gas atau udara. Perbedaan
tekanan kemudian digunakan untuk menghitung kecepatan aliran di saluran dengan menggunakan
persamaan Bernoulli (perbedaan tekanan=V^2/2g). Manometer harus sesuai untuk aliran cairan.
Kecepatan aliran cairan diberikan oleh perbedaan tekanan = f LV2/2gD dimana f adalah faktor
gesekan dari bahan pipa, L adalah jarak antara dua titik berlawanan dimana perbedaan tekanan
diambil, D adalah diameter pipa dan g adalah kontanta gravitasi.
[Link]
%20Indonesia).pdf.
3. MANOMETER
3.1 Apa yang dikerjakan oleh manometer
Manometer adalah alat yang digunakan secara luas pada audit energi untuk mengukur perbedaan
tekanan di dua titik yang berlawanan. Jenis manometer tertua adalah manometer kolom cairan .
Versi manometer sederhana kolom cairan adalah bentuk pipa U (lihat Gambar 9) yang diisi
cairan setengahnya (biasanya berisi minyak, air atau air raksa) dimana pengukuran dilakukan
pada satu sisi pipa, sementara tekanan (yang mungkin terjadi karena atmosfir) diterapan pada
tabung yang lainnya. Perbedaan ketinggian cairan memperlihatkan tekanan yang diterapan
Prinsip kerja manometer adalah sebagai berikut:
Gambar 9a. Merupakan gambaran sederhana manometer tabung U yang diisi cairan
setengahnya, dengan kedua ujung tabung terbuka berisi cairan sama tinggi.
Gambar 9b. Bila tekanan positif diterapan pada salah satu sisi kaki tabung, cairan ditekan
kebawah pada kaki tabung tersebut dan naik pada sisi tabung yang lainnya. Perbedaan pada
ketinggian , “h”, merupakan penjumlahan hasil pembacaan diatas dan dibawah angka nol
yang menunjukan adanya tekanan.
Gambar 9c. Bila keadaan vakum diterapkan pada satu sisi kaki tabung, cairan akan
meningkat pada sisi tersebut dan cairan akan turun pada sisi lainnya. Perbedaan ketinggian
“h”merupakan hasil penjumlahan pembacaan diatas dan dibawah nol yang menunjukan
jumlah tekanan vakum.
Ada tiga tipe utama manometer:
Manometer satu sisi kolom yang mempunyai tempat cairan besar dari tabung U dan
mempunyai skala disisi kolom sempit. Kolom ini dapat menjelaskan perpindahan cairan lebih
jelas. Kolom cairan manometer dapat digunakan untuk mengukur perbedaan yang kecil
diantara tekanan tinggi.
Jenis membran fleksibel: jenis ini menggunakan defleksi (tolakan) membran fleksibel yang
menutup volum dengan tekanan tertentu. Besarnya defleksi dari membran sesuai dengan
tekanan spesifik. Ada tabel keterangan untuk menentukan tekanan perbedaan defleksi.
Jenis Pipa koil: Sepertiga bagian dari manometer ini menggunakan pipa koil yang akan
mengembang dengan kenaikan tekanan. Hal ini disebabkan perputaran dari sisi lengan yang
disambung ke pipa
3.2 Dimana manometer digunakan
Selama pelaksanaan audit energi, manometer digunakan untuk menentukan perbedaan tekanan
diantara dua titik disaluran pembuangan gas atau udara. Perbedaan tekanan kemudian digunakan
untuk menghitung kecepatan aliran di saluran dengan menggunakan persamaan Bernoulli
(Perbedaan tekanan = v
/2g). Rincian lebih lanjut penggunaan manometer diberikan pada bagian
tentang bagaimana mengoperasikan manometer. Manometer harus sesuai untuk aliran cairan.
Kecepatan aliran cairan diberikan oleh perbedaan tekanan = f LV
/2gD dimana f adalah faktor
gesekan dari bahan pipa, L adalah jarak antara dua titik berlawanan dimana perbedaan tekanan
diambil, D adalah diameter pipa dan g adalah kontanta gravitasi.
3.3 Bagaimana mengoperasikan manometer
Tidak mudah untuk menjelaskan pengoperasian manometer dengansatu cara, sebab terdapat
banyak macam manometer yang membutuhkancara penanganan yang berbeda.
Tetapi, beberapa tahapan operasinya sama. Selama audit energi, kecepatan aliran udara disaluran
dapat diukur dengan menggunakan tabung pitot dan aliran dihitung dengan menggunakan
manometer. Sebuah lubang pengambil contoh dibuat disaluran (tabung pembawa gas buang) dan
tabung pitot dimasukkan kedalam saluran. Kedua ujung tabung pitot terbuka disambungkan ke
dua manometer yang terbuka. Perbedaan tingkat pada manometer menghasilkan total kecepatan
tekanan. Sebagai contoh, dalam kasus manometer digital pembacaan ditampilkan dalam mm dari