0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
13 tayangan15 halaman

Pengertian dan Contoh Radioaktif

Makalah ini membahas tentang radioaktivitas, mulai dari sejarah penemuan oleh para ilmuwan hingga jenis-jenis peluruhan radioaktif beserta contohnya. Diuraikan pula pengertian radioaktif dan besaran-besaran yang berkaitan."

Diunggah oleh

rezi anjarsari
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
13 tayangan15 halaman

Pengertian dan Contoh Radioaktif

Makalah ini membahas tentang radioaktivitas, mulai dari sejarah penemuan oleh para ilmuwan hingga jenis-jenis peluruhan radioaktif beserta contohnya. Diuraikan pula pengertian radioaktif dan besaran-besaran yang berkaitan."

Diunggah oleh

rezi anjarsari
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Radioaktivitas mula-mula ditemukan oleh Becquerel pada tahun 1896. Pada


tahun1898 Pierre Curie dan Marie Curie telah menemukan bahwa Polonium
dan Radium juga memancarkan radiasi-radiasi yang radioaktif. Radiasi-radiasi
radioaktif yang dipancarkan oleh elemen-elemen itu mengandung partikel-
partikel sebagai berikut:
1. Sinar-sinar α atau partikel-partikel
2. Sinar-sinar β atau partikel-partikel β
3. Sinar-sinar γ atau partikel-partikel γ

Radioaktivitas adalah kemampuan inti atom yang tak-stabil untuk


memancarkan radiasi menjadi inti yang [Link] yang mengandung inti
tak-stabil yang memancarkan radiasi, disebut zat radioaktif. Besarnya
radioaktivitas suatu unsur radioaktif (radionuklida) ditentukan oleh konstanta
peluruhan (l), yang menyatakan laju peluruhan tiap detik, dan waktu paro (t½).
Kedua besaran tersebut bersifat khas untuk setiap radionuklida. Berdasarkan
sumbernya, radioaktivitas dibedakan atas radioaktivitas alam dan
radioaktivitas buatan. Peluruhan ialah perubahan inti atom yang tak-stabil
menjadi inti atom yang lain, atau berubahnya suatu unsur radioaktif menjadi
unsur yang lain. Sebuah inti radioaktif dapat melakukan sejumlah reaksi
peluruhan yang berbeda, seperti peluruhan Alfa, Beta dan [Link]
aktivitas, daya tembus dari keterangan sinar β dan sinar γ.

1.2 Rumusan Masalah


Adapun rumusan masalah yang akan kami bahas dalam makalah ini yaitu :
1. Bagaimana Sejarah Penemu Radioaktif ?
2. Apa Pengertian Radioaktif ?
3. Apa itu Peluruhan ?

1
4. Apa saja besaran radioaktif?
5. Apa saja pengaruh dan dampak radioaktif pada tubuh manusia?
1.3 Tujuan
Adapun tujuan dibuatnya makalah ini yaitu :
1. Dapat Mengetahui sejarah Penemu Radioaktif
2. Dapat Memahami Pengertian Radioaktif
3. Dapat Mengetahui Peluruhan
4. Dapat mengetahui besaran radioaktif
5. Dapat pengaruh dan dampak radioaktif pada tubuh manusia

1.4 Manfaat
Adapun tujuan dibuatnya makalah ini yaitu :
1. Mengetahui sejarah Penemu Radioaktif
2. Memahami Pengertian Radioaktif
3. Mengetahui Peluruhan
4. Mengetahui besaran radioaktif
5. Mengetahui pengaruh dan dampak radioaktif pada tubuh manusia

2
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Penemuan Radioaktif Menurut Para Ahli


Sejarah penemuan zat radioaktif diawali dengan ditemukannya sinar X oleh
Wilhelm Conrad Roentgen pada tahun 1895. Setelah itu, para ilmuwan
menyadari bahwa beberapa unsur dapat memancarkan sinar-sinar tertentu,
meskipun pada waktu itu para ilmuwan belum memahami hakikat sebenarnya
dari sinar-sinar tersebut serta mengapa unsur-unsur memancarkannya.

Gambar 2.1 Wilhelm Conrad Roentgen

Pada tahun 1896, Henri Becquerel, fisikawan Perancis berusaha mendapatkan


sinar X dari suatu batuan yang mengandung garam uranium. Secara tidak
sengaja, batuan tersebut dibungkus dengan kertas hitam dan diletakkan di atas
plat film itu, ia sangat terkejut karena bagian film pada tempat garam uranium
diletakkan menjadi gelap. Dari hasil penelitiannya, diketahui bahwa penyebab
gelapnya bagian plat foto adalah radiasi berdaya tembus kuat, bahkan lebih
kuat dari sinar X, yang dipancarkan secara spontan oleh garam uranium tanpa
harus disinari terlebih [Link] spontan garam uranium terjadi karena
mengandung unsur uranium yang bersifat [Link] radiasi spontan
ini kemudian Disebut keradioaktifan, sedangkan zat yang bersifat radioaktif
disebut dengan zat radioaktif.

3
Gambar 2.2 Marie Sklodowska Curie dan Pierre Curie

Pada tahun 1898, Marie Sklodowska Curie dan oleh suaminya, Pierre Curie
menemukan unsur radiaktof lainnya dari mineral pitchblende yaitu polonium
dan radium. Nama unsur polonium diambil dari nama 4sotop asal Marie
Sklodowska Curie, yaitu Polandia, sedangkan nama unsur radium diambil dari
bahasa Yunani “radiare” yang artinya bersinar.

Pada tahun 1903, Ernest Rutherford mengemukakan bahwa sinar radioaktif


dapat dibedakan menjadi dua jenis berdasarkan muatan mereka. Sinar
radioaktif yang bermuatan positif diberi nama sinar alfa, dan tersusun dari inti-
inti helium. Sinar radioaktif yang bermuatan 4sotope4 diberi nama sinar beta,
dan tersusun dari 4sotope4-elektron. Sementara itu, Paul Ulrich Villard
menemukan jenis sinar radioaktif yang ketiga, yaitu sinar gama yang tidak
bermuatan. Sinar gama adalah suatu bentuk radiasi elektromagnetik dengan
panjang gelombang yang lebih pendek dari sinar X.

2.2 Pengertian Radioaktif


Zat radioaktif adalah zat yang tidak mempunyai 4sotope stabil, sehingga
disebut juga [Link] tersebut dapat memancarkan sinar radiasi
yang disebut sinar radioaktif, berupa sinar alfa(α), sinar beta(β), sinar
gamma(γ).Radioisotop adalah 4sotope tidak stabil yang memancarkan
radiasi secara spontan dan terus-menerus. Jika jumlah neutron dalam suatu

4
inti sama dengan jumlah proton, maka inti akan stabil atau non radioaktif.
Tetapi jika dalam inti jumlah neutron tidak sama dengan jumlah proton,
maka inti menjadi tidak stabil. Semakin banyak perbedaan jumlah neutron
dengan jumlah protonnya, maka semakin tidak stabil dan semakin cepat pula
inti itu melepaskan kelebihan energinya dalam bentuk sinar radiasinya. Pada
tahun 1900 Rutherford menemukan sinar alfa(α), dan sinar beta(β) dan pada
tahun yang sama sinar gamma(γ) ditemukan oleh [Link].

Meskipun tidak dapat dilihat dengan mata namun secara umum sinar radioaktif
memiliki sifat-sifat :
1. Dapat menembus kertas atau lempengan logam tipis.
2. Dapat mengionkan gas yang disinari.
3. Dapat menghitamkan pelat film.
4. Menyebabkan benda-benda berlapis ZnS dapat berpendar (fluoresensi).
5. Dapat diuraikan oleh medan magnet menjadi tiga berkas sinar, yaitu sinar
α, β, dan γ.

2.3 Peluruhan Radioaktif


Peluruhan radioaktif (disebut juga peluruhan nuklir atau radioaktivitas)
adalah proses dimana sebuah inti atom yang tidak stabil kehilangan 5sotop
(berupa massa dalam diam) dengan memancarkan radiasi, seperti partikel
alfa, partikel beta dengan neutrino, sinar gamma, atau 5sotope5 dalam kasus
konversi internal. Material yang mengandung inti tak stabil ini dianggap
radioaktif. Peluruhan terjadi pada sebuah 5sotope induk dan menghasilkan
sebuah 5sotope anak.

Peluruhan radioaktif adalah sebuah proses “acak” (stochastic) dimana


menurut teori kuantum, tidak mungkin untuk memprediksi kapan sebuah
sebuah atom akan meluruh, tidak peduli seberapa lama atom tersebut telah
eksis. Namun, untuk sekumpulan atom, kecepatan peluruhan yang
diperkirakan dapat dikarakterisasi melalui konstanta peluruhan atau waktu-
paruh. Hal ini menjadi dasar bagi pengukuran 5sotope55ic. Waktu paruh

5
atom radioaktif tidak memiliki batas, terbentang sepanjang 55 tingkat
besaran, dari mulai 6sotop spontan sampai jauh melebihi usia alam semesta.

A. Peluruhan Partikel Alfa


Partikel alfa (α) didefinisikan sebagai partikel bermuatan positif pada inti
helium. Partikel alfa tersusun atas dua proton dan dua neutron, sehingga
dapat dinyatakan sebagai atom Helium-4 (He-4).Oleh karena partikel alfa
terpecah dari inti atom radioaktif, partikel ini tidak memiliki 6sotope6.
Dengan demikian, partikel alfa memiliki muatan +[Link] alfa (α)
merupakan partikel inti Helium yang bermuatan positif (kation dari unsur
Helium, He2+).Akan tetapi, 6sotope6 pada dasarnya bebas, mudah untuk
lepas dan mudah pula untuk didapat. Jadi, secara umum, partikel alfa (α)
dapat dituliskan tanpa muatan karena akan dengan cepat mendapatkan 2
elektron dan menjadi atom Helium netral (bukan sebagai ion).

Sebagai contoh, 6sotope Radon-222 (Rn-222), dapat mengalami peluruhan


dan memancarkan partikel alfa. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut
:

Gambar 2.3 isotop Radon-222 (Rn-222)

Dalam hal ini, isotop Radon-222 mengalami peluruhan inti dengan


membebaskan partikel alfa. Isotop baru yang terbentuk pada proses
peluruhan ini adalah isotop baru dengan nomor massa 222 (yang diperoleh
dari 226 – 4) dan nomor atom 84 (yang diperoleh dari 88 – 2).

6
B. Peluruhan Partikel Beta
Peluruhan beta adalah peluruhan radioaktif yang memancarkan partikel beta
(electron atau positron). Pada kasus pemancaran sebuah electron peluruhan
ini disebut sebagai peluruhan beta minus (β-), sementara pada pemancaran
positron disebut sebagai beta plus (β+).

1. Peluruhan beta minus


Peluruhan beta minus (ß-) adalah proses perubahan dari neutron menjadi
proton (sebagai inti anak) dan pemancaran elektron disertai dengan
pembebasan sebuah antineutrino
Sebagai contoh :

Gambar 2.4 Ra88 228Ac89 + 0β-1


228

2. Peluruhan beta plus


Peluruhan beta plus (ß+) adalah proses perubahan dari proton menjadi
neutron (sebagai inti anak) dan pemancaran elektron disertai dengan
pembebasan sebuah neutrino
Sebagai contoh :

7
Gambar 2.5 230
Pa91 230
Th90 + 0β+1

C. Pemancaran Radiasi Gamma

Partikel alfa (α) dan partikel beta (β) mempunyai karakteristik materi.
Keduanya memiliki massa tertentu dan menempati ruang. Namun, karena
tidak ada perubahan massa yang berhubungan dengan pemancaran sinar
gamma (γ), kita dapat menyatakan bahwa pemancaran sinar gamma (γ)
sebagai pemancaran radiasi gamma (γ). Radiasi gamma (γ) sangat
menyerupai sinar X, yaitu radiasi dengan energi tinggi dan memiliki panjang
gelombang pendek (short wavelength). Radiasi sinar gamma umumnya
disertai dengan pemancaran partikel alfa dan partikel beta. Tetapi, biasanya
tidak dinyatakan pada persamaan reaksi inti yang disetarakan.

Melepaskan sejumlah besar radiasi sinar gamma. Isotop ini sering


digunakan untuk pengobatan kanker dengan metode radiasi. Paramedis akan
mengarahkan sinar gamma ke tumor, sehingga sinar tersebut diharapkan
dapat merusaknya.

8
2.4 Besaran Radioaktif
▪ Waktu paruh
Waktu yang diperlukan agar banyaknya radionuklida (inti) yang belum
berdisintegrasi tinggal setengah dari semula. Radiasi radionuklida
mempunyai sifat yang khas (unik) untuk masing-masing inti. Peristiwa
pemancaran radiasi suatu radionuklida sulit untuk ditentukan, tetapi untuk
sekumpulan inti yang sama, keboleh jadian peluruhannya dapat
diperkirakan. Waktu paruh bersifat khas terhadap setiap jenis inti.

Nt = Banyaknya zat sisa


No = Banyaknya zat mula-mula
t = Lama peluruhan
t1/2 = Waktu paruh

▪ Aktivitas Radioaktif
Aktivitas radioaktif adalah banyaknya inti yang berdisintegrasi dalam waktu
1 detik. Semakin besar aktivitasnya, semakin banyak inti atom yang
berdisintegrasi perdetik. (Aktivitas tidak bersangkut paut dengan jenis
peluruhan atau radiasi yang dipancarkan oleh cuplikan, atau dengan energi
radiasi yang dipancarkan. Aktivitas haya ditentukan oleh jumlah peluruhan
perdetik).

9
2.5 Pengaruh Radiasi pada mahluk hidup
Walaupun energi yang ditumpuk sinar radioaktif pada mahluk hidup relatif
kecil tetapi dapat menimbulkan pengaruh yang serius. Hal ini karena sinar
radioaktif dapat mengakibatkan ionisasi, pemutusan ikatan kimia penting atau
membentuk radikal bebas yang reaktif. Ikatan kimia penting misalnya ikatan
pada struktur DNA dalam kromosom. Perubahan yang terjadi pada struktur
DNA akan diteruskan pada sel berikutnya yang dapat mengakibatkan kelainan
genetik, kanker dll.

Pengaruh radiasi pada manusia atau mahluk hidup juga bergantung pada waktu
paparan. Suatu dosis yang diterima pada sekali paparan akan lebih berbahaya
daripada bila dosis yang sama diterima pada waktu yang lebih lama. Secara
alami kita mendapat radiasi dari lingkungan, misalnya radiasi sinar kosmis atau
radiasi dari radioakif alam. Disamping itu, dari berbagai kegiatan seperti
diagnosa atau terapi dengan sinar X atau radioisotop. Orang yang tinggal
disekitar instalasi nuklir juga mendapat radiasi lebih banyak, tetapi masih
dalam batas aman.

2.6 Efek Radiasi pada Tubuh Manusia


Radiasi dapat mengganggu fungsi normal tubuh manusia, dari taraf yang
paling ringan hingga fatal. Derajat taraf ini tergantung pada beberapa faktor:
a. Jenis radiasi
• Radiasi eksterna: merupakan radiasi yang berasal dari luar tubuh manusia
yang dapat memberikan radiasi total pada tubuh atau partial/sebagian.
Radiasi dari sumber alpha dan beta yang berkekuatan kurang dari 65
KeV, tidak cukup kuat untuk menembus kulit manusia, sehingga tidak
berbahaya. Radiasi dari sumber sinar-X dan gamma serta neutron lain
yang lebih besar dari 65 KeV, cukup kuat untuk menembus kulit manusia
sehingga cukup berbahaya.
• Radiasi interna, adalah masuknya radionuklida pada tubuh manusia
melalui saluran pernapasan, saluran pencernaan, dan luka pada kulit.
b. Lamanya penyinaran.
c. Jarak sumber dengan tubuh.

10
d. Ada tidaknya penghalang antara sumber dengan tubuh.

Beberapa efek biologi pada tubuh manusia :


1. Efek genetik.
Efek biologi dari radiasi ionisasi pada generasi yang belum lahir disebut
efek genetik. Efek ini timbul karena kerusakan molekul DNA pada sperma
atau ovarium akibat radiasi. Atau, bila radiasi berinteraksi dengan makro
molekul DNA, dapat memodifikasi struktur molekul ini dengan cara
memecah kromosom atau mengubah jumlah DNA yang terdapat dalam sel
melalui perubahan informasi genetik sel

2. Efek Somatik
Bila organisme (seperti manusia) yang terkena radiasi mengalami kerusakan
biologi sebagai akibat penyinaran, efek penyinaran tersebut diklasifikasikan
sebagai efek somatik. Efek ini tergantung pada lamanya terkena radiasi
sampai pertama timbulnya gejala kerusakan radiasi. Selanjutnya
diklasifikasikan sebagai efek somatik jangka pendek.
 Efek somatik jangka pendek
Efek ini timbul dalam waktu beberapa menit, jam, atau minggu sejak
penyinaran radiasi. Efek dari dosis yang tinggi terlihat dengan gejala
mual, lemas, eritema (kemerahan abnormal di kulit), epilasi (rontoknya
rambut), gangguan darah, gangguan entistimal, demam dan
terkelupasnya lapisan luar kulit, berkurangnya jumlah sperma pada pria,
kemandulan tetap atau sementara dari wanita dan pria, serta kerusakan
sistem syaraf pusat (pada dosis radiasi yang sangat tinggi).
Beberapa efek somatik jangka pendek:
a. Sindrom radiasi akut
Sindrom radiasi akut terjadi setelah seluruh tubuh manusia menerima
dosis radiasi ionisasi yang besar dalam waktu singkat. Sindrom radiasi
akut ini termanifestasi dalam 4 tahap:
o Tahap prodromal: terjadi beberapa jam setelah penyinaran, dengan
ciri-ciri mual, muntah, diare, dan lemas.

11
o Tahap laten: gejala seperti tahap prodromal, sudah tidak terlihat
dalam satu minggu.
o Tahap manifes: gejala ini terlihat pada akhir minggu pertama atau
setelah tahap laten. Beberapa gejalanya antara lain bingung, epilasi,
haus, diare yang parah, demam, infeksi, perdarahan, dan gangguan
kardiovaskular.
o Tahap kesembuhan atau kematian: setelah mengalami ketiga tahap
tersebut, kemungkinan yang akan terjadi adalah kesembuhan atau
kematian. Kematian terjadi apabila seluruh tubuh menerima
penyinaran dosis subtotal sebesar 2-3 Gray (200-300 rad), sedang
kesembuahan terjadi dalam waktu 3 bulan.

b. Sindrom hematopoetik (sindrom tulang)


Terjadi setelah tubuh manusia menerima dosis radiasi sebesar 1-10
Gray (100- 1000 rad). Penyinaran ini menyebabkan jumlah sel darah
putih, sel darah merah, dan platelet dalam aliran darah akan
berkurang. Juga dapat menimbulkan kerusakan sel-sel lain dalam
organ sehingga sistem organ gagal berfungsi atau tubuh kehilangan
kemampuan melawan infeksi. Dengan demikian, tubuh akan makin
mudah terserang infeksi yang akhirnya mengalami perdarahan.

c. Sindrom gastrointestinal
Pada manusia, sindrom gastrointestinal timbul pada dosis 1 Gray (100
rad), dengan gejala-gejala mual yang parah, muntah, diare, hilangnya
nafsu makan, perdarahan pada saluran GI, infeksi, lemas, demam,
anemia, ketidakseimbangan elektrolit, dan hilangnya cairan tubuh
yang kemudian berakibat fatal, yaitu meninggal. Kejadian tersebut
terjadi dalam waktu 3--5 hari setelah penyinaran.

d. Sindrom sistem saraf pusat


Merupakan radiasi akut karena dosis yang diterima sekitar 50
Gray(5000 rad). Orang yang terkena radiasi ini akan menunjukkan
gejala dis-orientasi serta syok, diiringi mual yang parah, muntah, diare

12
cair, terkaget-kaget disertai bingung dan kurang terkoordinasi, serta
rasa terbakar pada kulit. Juga edema, hilangnya keseimbangan, lemas,
kejang-kejang, ketidakseimbangan elektrolit, frustrasi, koma, dan
kematian karena gangguan kardiovaskular. Hasil akhir dari kerusakan
ini adalah kegagalan sistem saraf pusat yang menimbulkan kematian
segera.

13
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Adapun kesimpulan dari makalah ini, yaitu :
1. Radioaktif ditemukan pada tahun 1896 oleh Wilhelm Conrad Roentgen
dengan diawali ditemukannya sinar x sehingga para ilmuwan menyadari
bahwa beberapa unsur memiliki sinar-sinar tertentu.
2. Zat radioaktif adalah zat yang tidak mempunyai isotop stabil, sehingga
disebut juga radioisotop, radioaktif ini juga bisa mengahasilkan sinar radiasi
yang disebut sinar radioaktif, berupa sinar alfa (α), sinar beta (β), sinar
gamma (γ).
3. Peluruhan radioaktif (disebut juga peluruhan nuklir atau radioaktivitas)
adalah proses dimana sebuah inti atom yang tidak stabil kehilangan energi
(berupa massa dalam diam) dengan memancarkan radiasi, seperti partikel
alfa, partikel beta dengan neutrino, sinar gamma, atau elektron dalam kasus
konversi internal. Material yang mengandung inti tak stabil ini dianggap
radioaktif.
4. Besaran radioaktif ada dua yaitu yang pertama Waktu paruh (half-life) dari
sejumlah bahan yang menjadi subjek dari peluruhan eksponensial adalah
waktu yang dibutuhkan untuk jumlah tersebut berkurang menjadi setengah
dari nilai awal. Dan yang kedua Aktivitas radioaktif adalah banyaknya inti
yang berdisintegrasi dalam waktu 1 detik. Semakin besar aktivitasnya,
semakin banyak inti atom yang berdisintegrasi perdetik.
5. Pengaruh radiasi bergantung pada waktu paparan. Suatu yang melebihi
dosis yang diperkenankan dapat menimpa seluruh tubuh atau hanya lokal.
Radiasi tinggi dalam waktu singkat dapat menimbulkan efek akut atau
seketika sedangkan radiasi dalam dosis rendah dampaknya baru terlihat
dalam jangka waktu yang lama atau menimbulkan efek yang tertunda

14
DAFTAR PUSTAKA

Krane, Kenneth. [Link] [Link]: Universitas Indonesia (UI-Press)

Lasmi, Ni Ketut. 2012. SPM Fisika untuk SMA dan MA. Bandung : Erlangga

Mart, Terry. 2003. Menghancurkan Bom Nuklir dengan Sinar Neutrino dan Proton.
Tersedia: [Online] [Link] [16 Desember 2015]

[Link]
un/2_radioaktif.pdf

[Link]/Kimia/KIMIA%XII%20PS/PDF/BAB%204%RADI
[Link]

[Link]

15

Anda mungkin juga menyukai