PIL
(PILLULAE)
Definisi Pil
• Pil merupakan bentuk sediaan padat
bundar dan kecil mengandung bahan
obat dan dimaksudkan untuk
pemakaian oral.
• Saat ini sudah jarang ditemukan
karena tergusur tablet dan kapsul.
Masih banyak ditemukan pada
seduhan jamu.
Macam-macam Pil
1. Bolus
bobot >300 mg
2. Pil
bobot 60-300 mg
3. Granul
bobot 1/3 – 1 grain
(1 grain = 64,8 mg)
4. Pravul
bobot < 1/3 grain
Keuntungan & Kerugian Sediaan Pil
Keuntungan obat dalam sediaan pil adalah:
1. Mudah digunakan atau ditelan
2. Rasa obat yang tidak enak dapat
ditutupi
3. Relatif stabil dibanding serbuk dan
solutio
4. Sangat baik untuk sediaan yang
penyerapannya dikehendaki secara
lambat, misalnya pada kathartika
Kerugian obat dalam sediaan pil adalah
1. Tidak sesuai untuk obat yang
dikehendaki aksinya cepat
2. Tidak sesuai untuk obat-obat yang
dalam keadaan larutan pekat
mengiritasi lambung
3. Tidak cocok untu bahan obat padat
voluminous dan bahan obat cair
dalam jumlah lebih.
Persyaratan sediaan pil
menurut FI
1. Pada penyimpanan bentuknya harus
tetap, tidak begitu keras sehingga
dapat hancur dalam saluran cerna
2. Pil salut enterik dapat disalut
secara khusus sehingga tidak hancur
di lambung tetapi dalam usus halus
3. Keseragamam bobot
Timbang 20 pil satu persatu, hitung
bobot rata-rata, penyimpangan
terbesar yang diperbolehkan
terhadap bobot rata-rata adalah
a. Untuk bobot pil 100-250 mg
untuk 18 pil 10% dan 2 pil 20%
b. Untuk bobot pil 251-500 mg
untuk 18 pil 7,5% dan 2 pil 15%
4. Waktu Hancur Pil
a. Tidak lebih dari 15 menit untuk Pil
tak bersalut
b. Tidak lebih dari 60 menit untuk pil
bersalut gula dan bersalut selaput
c. Pil bersalut enterik, 3jam dalam
larutan HCl dan tidak lebih dari 60
menit dalam larutan dapar pH 6,8.
Formula Pil
R/ Zat berkhasiat
Zat tambahan
Zat Pengisi
Zat Pengikat
Zat Pembasah
Zat Penabur
Zat Penyalut (jika perlu)
Zat berkhasiat
Bahan obat untuk sediaan pil dapat
berupa :
• bahan obat padat
Contoh : Luminal, Resorsinol
• ½ padat
Seperti sari-sari kental. Jika terdapat zat
berkhasiat seperti ini tidak siperlukan lagi
pengikat
• Cair (Seperti ektrak cair, tingtur dalam
jumlah sedikit)
Zat Pengisi
Contoh bahan pengisi
1. Radix liquiritae
• Digunakan untuk bahan obat dalam jumlah
kecil.
• Jika pengikat yg digunakan adalah succus
maka perbandingan radix dan succus
adalah 2 : 1
• Dalam kondisi diperlukan pengikat dalam
jumlah besar (bahan obat banyak) maka
digunakan PPP (pulvis pro pillulae) yaitu
campuran sama banyak Radix dan succus
2. Saccharum album
3. Amylum
4. Bolus alba
Digunakan sebagai pengisi jika pil
tidak boleh ada air atau zat aktif
adalah oksidator dengan pengikat
adeps lanae atau vaselin
Zat Pengikat
Contoh bahan pengikat
• Succus liquritae (2 g/60 pil)
• PGS (500 mg/60 pil dan untuk bahan
volumenius 1-1,5 g untuk 60 pil)
• Succus dan sacharum album sama banyak
(75 gram/1000 pil)
• Glycerin cum tragacant
• Vaselin dan adeps lanae
Untuk zat-zat yang bereaksi dengan
adanya air, oksidator, terurai dengan air
dan garam-garam timbal
Zat Pembasah
Contoh bahan pembasah
• Air
• Gliserin
• Aqua gliserin (aa)
Menghasilkan pil tidak keras, karena
sewaktu air menguap gliserin masih
tertinggal untuk mempertahankan
kekenyalan pil
• Madu
• Sirop
Zat Penabur
Contoh bahan penabur
• Liqopodium
• Talkum
Untuk bahan oksidator, garam Pb dan
pil yang berwarna putih
• Amylum oryzae
• Radix liquiritae
Zat Penyalut
Contoh : Tujuan penyalutan pil :
• Perak • Untuk melindungi pil
• Tolu balsem dari pengaruh udara
• Keratin agar tdk teroksidasi
• Serlak • Agar pil pecah di
• Kolodium usus bukan di
lambung
• Salol
• Menutupi rasa & bau
• Gula
yg tdk enak dari pil
• Gelatin
Cara membuat pil
A. Pembuatan masa pil
1. Tentukan bobot bahan obat utk 1 pil
2. Tentukan macam dan jumlah bahan
tambahan yang dibutuhkan sesuai dengan
jumlah dan sifat bahan obat
3. Campur bahan obat, pengisi dan bahan
pengikat sesuai aturan
4. Tambahkan bahan pembasah
sedikit-sedikit ke dalam camp, digilas
kuat sampai terbentuk massa pil yg baik
(elastis, tidak lengket di mortir, dan
tidak pecah digulung)
Alat pemotong/pencetak Pil
B Pemotongan Pil
• Taburi alat pemotong dengan zat
penabur
• Bentuk massa pil menjadi silinder
dengan jalan menggulung yg panjangnya
sesuai dengan jumlah yg akan dibuat
• Letakkan massa pil pada alat potong
yang sudah disesuaikan giginya, potong
dan bentuk pil menjadi massa yang
bulat
C. Pembulatan pil
1. Taburi alat pembulat pil dengan
penabur
2. Letakkan masa pil yang sudah
membulat, kemudian bulatkan
kembali untuk menghaluskan
permukaannya.
3. Masukkan pil kedalam wadah
melaluilobang pada alat
D. Penyalutan Pil
• Lakukan sesuai bahan yang
digunakan
• Untuk melindungi zat-zat besi dari
oksidasi dapat digunakan tolu
balsem
• Untuk menutupi rasa yang tidak
enak dari chloramfenikol, strychnin
dapat digunakan gula
Contoh Soal
R/ Paracetamol 3,6 g R/ Luminal 30 mg
Zat tambahan qs Codein HCl 10 mg
m. f. pil No. XXX Zat tambahan qs
s t d d pil I m. f. pil dtd no. XXX
Pertanyaan : S t d d pil I
1. Perhitungan bahan Pertanyaan :
2. Cara Pembuatan 1. Perhitungan bahan
2. Cara Pembuatan
PIL DENGAN SENYAWA
KHUSUS
1. Pil dengan senyawa mengoksidasi dan
garam-garam timbal
• Gunakan pengisi bolus alba 100
mg/pil, kecuali jika bahan obat
>25 mg
• Pengikat vaselin album (bukan
vaselin flavum) secukupnya atau ½
dari bobot bolus alba
2. Pil dengan sari-sari (ekstrak)
a. Sari kental
Jika jumlahnya sedikit, sari
diencerkan dengan etanol dan masih
diperlukan pengikat
Jika jumlahnya banyak pengikat
tidak diperlukan lagi
b. Sari encer
Jika jumlah nya tidak lebih dari 1
g/pil sari encer dapat digunakan
sebagai pembasah pengganti aqua
gliserin, jika jumlahnya banyak harus
dikeringkan sampai sekental sirup
c. Sari kering
Sama dengan zat berkhasiat lain,
tidak ada keistimewaan
3. Pil-pil dengan besi (II) Karbonat
Contoh Pillulae Blaudi
4. Pil dengan besi (II) Iodida
Contoh Pillulae Iodeti ferrosi
5. Pil dengan garam-garam kalsium
Jumlah succus yang diambil harus lebih
dari biasa karena sebagian bereaksi
membentuk kalsium glycyrrhizin
mengendap dan tidak berfungsi lagi
Pil yang dibuat dengan radix liquiritae
tanpa penambahan zat lain
1. Jika terdapat ichtyol atau
tumenolammonium
Jumlah radix = ichtyol
2. Dengan sari kental dalam jumlah
banyak
3. Dengan gomharsa
4. Dengan liquor Kresoli saponatus