0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
95 tayangan7 halaman

Jenis-Jenis Sapi Perah dan Karakteristiknya

Dokumen tersebut membahas tentang jenis-jenis sapi perah yang ada di dunia. Ada enam jenis sapi perah yang dijelaskan secara singkat, yaitu Fries Holland, Jersey, Ayrshire, Brown Swiss, Guernsey, dan Red Sindhi. Setiap jenis sapi perah memiliki ciri khas tersendiri seperti warna bulu, berat badan, produksi susu, dan asal usulnya.

Diunggah oleh

Virya Trifiana
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
95 tayangan7 halaman

Jenis-Jenis Sapi Perah dan Karakteristiknya

Dokumen tersebut membahas tentang jenis-jenis sapi perah yang ada di dunia. Ada enam jenis sapi perah yang dijelaskan secara singkat, yaitu Fries Holland, Jersey, Ayrshire, Brown Swiss, Guernsey, dan Red Sindhi. Setiap jenis sapi perah memiliki ciri khas tersendiri seperti warna bulu, berat badan, produksi susu, dan asal usulnya.

Diunggah oleh

Virya Trifiana
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Sapi Perah

Sapi perah merupakan ternak penghasil susu yang sangat dominan dari

ternak perah lainnya. Sapi perah memiliki peran penting untuk memenuhi

kebutuhan susu bagi manusia. Lebih dari 95% susu yang diproduksi berasal dari

sapi perah.

Sapi perah yang umumnya diketahui masyarakat adalah sapi perah jenis

Fries Holland, sapi jenis ini memiliki kemampuan adaptasi yang baik di daerah

subtropis maupun tropis. Jenis sapi perah tidak hanya jenis sapi Fries Holland,

terdapat jenis sapi yang berasal dari berbagai negara.

Jenis-jenis Sapi Perah

1. Fries Holland atau Friesien Holstain

Sapi perah ini berasal dari North Holland dan West Friesland, Belanda. Sapi

ini lebih banyak terdapat di Amerika Serikat dan jumlahnya sekitar 80-90%

dari ternak sapi perah yang ada.

Sapi Fries Holland dicirikan dengan corak hitam dan putih, tapi terdapat pula

sapi Fries Holland dengan corak yang berwarna merah kecokelatan dan putih.
Sapi ini juga memiliki tanda berawarna putih yang terdapat di dahinya. Cirri-

ciri yang lainnya, memiliki ukuran tubuh yang besar, serta kantung susu yang

besar. Umumnya berat tubuh betina dan jantan adalah 625 kg dan 900 kg.

Sapi ini dikenal dengan sifat dwiguna, yaitu kemampuan produksi susu dalam

jumlah besar yaitu 6000 liter perlaktasi dengan presentasi kadar lemak yang

rendah rata-rata 3,5% sehingga bisa di ternakkan sebagai sapi potong.

2. Jersey

Sapi ini berasal dari pulau Jersey yang terletak diselat antara Inggris dan

Perancis. Nenek moyang sapi ini berasal dari banteng liat yang dikawinkan

dengan sapi Normandia. Dalam masa perkembangan sapi ini, hanya sapi-sapi

bagus yang tetap dipelihara sehingga sapi Jersey ini masih terkenal karena

keseragamannya.

Sapi Jersey dikenal sebagai bangsa sapi perah terkecil dengan berat badan

dewasa betina 400-550 kg dan dewasa jantan 600-800 kg. Warna sapi ini
bervariasi dari kuning cokelat hingga hitam keabu-abuan, ada juga kuning

keputih-putihan dan warna kuning. Lidah dan bulu ujung ekor hitam dan

putih, serta memiliki moncong berwarna hitam yang disekelilingi lingkaran

berwarna putih.

Susu yang berasal dari sapi ini, warnanya kuning dikarenakan kandungan

karotennya tinggi serta presentase lemak dan bahan padatnya juga tinggi.

3. Ayrshire

Sapi Ayrshire dikembangkan di daerah Ayr, yaitu di daerah bagian barat

Skotlandia. Wilayah yang dingin dan lembab, maka padang rumput yang

relative tidak banyak tersedia.

Pola warna bangsa sapi ini bervariasi dari merah dan putih sampai warna

mahagoni dan putih. Bangsa ini lebih bersifat gugup atau terkejut bila
dibandingkan dengan bangsa-bangsa yang lain. Sapi ini bisa menghasilkan

susu sebanyak 4677 kg pertahun dengan kadar lemak sekitar 3,8-4%.

4. Brown Swiss

Sapi Brown Swiss banyak dikembangkan dilereng-lereng pegunungan di

Swiss. Warna sapi Brown Swiss bervariasi mulai dari cokelat muda sampai

cokelat gelap, serta tercatat sebagai sapi yang mudah dikendalikan dengan

kecenderungan bersifat acuh. Brown Swiss memiliki produksi susu dalam

jumlah besar dengan kandungan bahan padat dan lemak yang relative tinggi.

Bobot badan sapi betina dewasa sekitar 1200-1400 pound dan sapi jantan

dewasa 1600-2400 pound. Produksi susu rata-rata mencapai 10860 pound

dengan kadar lemak 4,1%.


5. Guernsey

Sapi Guernsey berasal dari pulau Guernsey, Inggris. Pulau Guernsey dikenal

dengan padang rumput yang bagus. Sapi ini mempunyai warna tubuh cokelat

muda berkombinasi dengan totol-totol putih yang jelas. Tubuh sapi ini

cenderung lebih kecil dari pada sapi perah lainnya, tapi lebih cepat masuk ke

masa dewasanya.

Sapi Guernsey sangat jinak, tetapi karena lemak badannya yang berwarna

kekuningan serta ukuran badan yang kecil menyebabkan tidak disukai untuk

produksi susu dengan warna kuning yang mencerminkan kadar karoten yang

cukup tinggi. Bobot sapi betina dewasa 1100 pound, sedangkan bobot sapi

jantan mencapai 1700 pound.


6. Red Sindhi

Bangsa sapi Red Sindhi berasal dari daerah distrik Karachi, Hyderabad dan

Kohistan. Sapi Red Sindhi berwarna merah tua, sapi betina dewasa rata-rata

bobot badannya 300-350 kg, sedangkan jantannya 450-500 kg. Produksi susu

Red sindhi rata-rata 2000 kg per tahun, tetapi ada yang mencapai produksi

susu 3000 kg per tahun dengan kadar lemaknya sekitar 4,9%.


Daftar Pustaka

Fauzy A, Hartono M, Suharyati S. 2017. Factors Affecting Calving Interval of


Dairy Cattle on People Livestock at Some Districts/Cities at Lampung
Provinc. Universitas Soemantri: Bandar Lampung.

Repi E, Siregar J, Rohim R, Wati R, Ade D. 2018. Sapi Perah dan Domba Perah.
Universitas Sumatera Utara: Sumatera.

Desty, Aulia. 2017. Kemurnian Bangsa Sapi dan Tipe-tipe Sapi Perah di Dunia.

Anda mungkin juga menyukai