Roadmap Pengelolaan Sampah Berbasis GIS
Roadmap Pengelolaan Sampah Berbasis GIS
2. Evaluasi Sistem Kota - Proximity Analysisis - Timbulan Sampah - Sistem Informasi Geografis
Angkutan Sampah Kandangan - Network Analysis - Lokasi Optimal TPS dapat dimanfaatkan sebagai alat
Kota Kandangan - Kesesuaian Lokasi TPS untuk mengevaluasi sistem
Dengan - Rute Angkutan Sampah angkutan sampah Kota
Pemanfaatan Kandangan, mulai dari
Judul (Nama, Metodologi Penelitian Sintesis
No Hasil
Sumber, Tahun) Wilayah Metode Analisis Lingkup Bahasan Peneliti
Sistem Informasi Eksisting identifikasi timbulan sampah,
Geografis - Rute Angkutan TPS penilaian kesesuaian lokasi TPS
Optimal dan optimasi rute angkutan
- Tingkat Pelayanan Sistem sampah. Model yang dibangun
Angkutan Sampah dengan SIG dapat digunakan
sebagai alat bantu dalam
pengambilan keputusan dalam
pengelolaan persampahan
secara terintegrasi dan
berkelanjutan.
- Berdasarkan komposisi timbulan
sampah hasil identifikasi
sebagian besar masih
bersumber dari sektor rumah
tangga yaitu 71,93%, fakta ini
dapat digunakan sebagai dasar
dalam menerapkan strategi
pengelolaan sampah yang
sesuai sehingga dapat menekan
biaya pengelolaan dan dampak
lingkungan. Selain itu Identifikasi
timbulan sampah Kota
Kandangan dengan
menggunakan SIG
menghasilkan data yang lebih
detail dan komprehensif
dibandingkan dengan cara
manual dan akan lebih mudah
untuk analisis selanjutnya
secara spasial.
- Penggunaan SIG dalam
penilaian kesesuaian lokasi TPS
sangat memudahkan dalam
melakukan analisis, temuan
terbanyak yang perlu mendapat
perhatian adalah area pelayanan
TPS. Dimana terdapat 20 TPS
dari 26 TPS yang tumpang tindih
Judul (Nama, Metodologi Penelitian Sintesis
No Hasil
Sumber, Tahun) Wilayah Metode Analisis Lingkup Bahasan Peneliti
area pelayanannya. Meskipun
aplikasi SIG sangat baik dalam
melakukan analisis kesesuaian
lokasi TPS, namun hasil akhir
harus tetap di verifikasi dengan
kondisi dilapangan yaitu
ketersediaan lahan untuk lokasi
TPS itu sendiri.
- Dalam penelitian ini ditemukan
perbedaan antara optimasi
waktu tempuh dan jarak tempuh,
dimana optimasi terhadap total
waktu tempuh adalah 21,1%
sebaliknya total jarak tempuh
malah -0,9%, hal ini disebabkan
analisis di fokuskan kepada
optimasi waktu tempuh dengan
jarak tempuh tetap
diakumulasikan. Hal yang dapat
digarisbawahi adalah jarak
tempuh yang dekat belum tentu
memiliki waktu tempuh yang
singkat pula, karena ada faktor
hambatan kecepatan maksimal
pada masingmasing ruas jalan
yang berbeda sesuai dengan
kelas jalannya. Meskipun
demikian tujuan akhir evaluasi
tetap tercapai yaitu tingkat
pelayanan yang diperoleh
mencapai 65,03, berarti sudah
memenuhi target SPM bidang
persampahan dengan tingkat
pelayanan 60%.
- Aspek lain yang perlu
dipertimbangkan dalam evaluasi
sistem angkutan sampah Kota
Kandangan adalah
Judul (Nama, Metodologi Penelitian Sintesis
No Hasil
Sumber, Tahun) Wilayah Metode Analisis Lingkup Bahasan Peneliti
pengendalian pemanfaatan
ruang melalui instrumen izin
mendirikan bangunan (IMB)
khususnya kompleks
perumahan, sehingga
kedepannya dapat menghidari
pola perkembangan kota yang
tidak terstruktur ( u r b a n s p r a
w l ). Pada akhirnya kebutuhan
untuk penambahan prasarana
dan sarana pengelolaan sampah
dapat dikurangi, dampaknya
adalah penghematan anggaran
untuk biaya investasi serta
operasi dan pemeliharaan
fasilitas pengelolaan sampah.
Disini diperlukan konsistensi
Pemerintah Daerah selaku
pemberi izin dalam menerapkan
RDTRK yang telah ditetapkan
3. Kajian Sistem Kabupaten - Analisis Perhitungan - Sumber Timbunan Sampah - Hasil perhitungan menunjukkan
Pengangkutan Magetan Jumlah Trip - Tingkat Pelayanan tidak efisiennya kegiatan
Sampah - Analisis Rute Pengangkutan Sampah pengangkutan sampah akibat
Kabupaten Eksisting - Volume Sampah yang waktu kerja (H) tidak sesuai
Magetan Harus Dilayani dengan ketentuan, dimana
ketentuan waktu kerja adalah 6
jam/hari selain itu waktu off route
berlebihan dengan dump truck,
truk manual, pick up rata-rata
1,10 jam (W = 0,18), arm roll
truck rata-rata 2,27 jam (W =
0,38). Dengan memaksimumkan
waktu kerja sesuai dengan
ketentuan dan membatasi waktu
W menjadi ± 1 jam/ hari, jumlah
pelayanan trip kendaraan dapat
Judul (Nama, Metodologi Penelitian Sintesis
No Hasil
Sumber, Tahun) Wilayah Metode Analisis Lingkup Bahasan Peneliti
dioptidiopti
- malkan dengan kendaraan jenis
truk manual dan dump truck dari
trip eksisting 1 trip/hari menjadi 2
trip/hari, kendaraan jenis pick up
dari trip eksisting 1 trip/hari
menjadi 3 trip/ hari, serta
kendaraan jenis arm roll truck
dari trip eksisting 4 trip/hari
menjadi 8 trip/hari. Peningkatan
trip pengangkutan sampah dapat
meningkatkan pelayanan dari
55,34% menjadi 90% dengan
total pelayanan 14 trip/hari tanpa
penambahan kendaraan
pengangkut.
4. Aplikasi Sistem Kota - analisis perbandingan - Timbulan Sampah - Berdasarkan hasil penelitian ini
Informasi Banjarbaru dan analisis statistik - Parameter geofisik dapat disimpulkan bahwa
Geografis (Sig) deskriptif. - karakteristik masyarakat pemetaan sebaran tempat
Untuk Pemetaan - Pelayanan dan pembuangan sampah (TPS)
Sebaran Tempat pengelolaan sampah ilegal dan analisis faktor-faktor
Pembuangan yang mempengaruhinya dapat
Sampah Ilegal di dilakukan dengan
Kota Banjarbaru, memanfaatkan Sistem Informasi
Kalimantan Geografis (SIG). Sebaran lokasi
Selatan TPS ilegal dipengaruhi oleh
jarak dari sungai, jarak dari jalan
utama, jarak dari jalan lokal,
tutupan lahan, kepadatan
penduduk, tingkat pendidikan,
jenis pekerjaan, cara membuang
sampah, cakupan wilayah
layanan pengangkutan sampah
dan jarak dari TPS resmi.
6. Analisis Sistem Kecamatan Analis Pola Rute yang - Tibulan Sampah - Dengan menggunakan metode
Pengangkuta Samarinda Optimal Vihacle Routing Problem (VRP)
- Jenis Sampah dengan penyelesaian
Sampah Kota Ulu
- Jarak dan wtu menggunakan Algortitma
Samarinda dengan
Pengangkutan Sampah Nearest Insertion Heuristic
Metode
maka jarak dan waktu
Penyelesaian - Penentuan Rute pengangkutan untuk satu kali
Vehicle Routing Pengangkutan Sampah putaran pada setiap TPS
Problrm (VPR) wilayah pelayanan yang ada di
(Studi Kasus Kota Samarinda, khususnya
Kecamatan pada Kecamatan Samarinda Ulu
adalah: jarak 11.697 km dengan
Samarinda Ulu)
waktu 6,8 jam dan kapasitas
7,980 m3. Sehingga menghemat
jarak dari 2.612 km dari rute awal
14.309 km, dan menyisakan 1.2
jam dari batas waktu 8 jam yang
ditentukan oleh Dinas
Judul (Nama, Metodologi Penelitian Sintesis
No Hasil
Sumber, Tahun) Wilayah Metode Analisis Lingkup Bahasan Peneliti
Lingkungan Hidup Kota
Samarinda.
- Dengan menggunakan metode
Vihacle Routing Problem (VRP)
dan menentukan rute melalui
The Sweep Method maka rute
pengangkutan yang efektif dan
efisien pada setiap wilayah
pelayanan yang ada di Kota
Samarinda, khususnya pada
Kecamatan Samarinda UIu
adalah: (0,1,2,3,4,5,6,0) dimana
0 adalah TPA dan 1 sampai 6
adalah TPS.
7. Analisis Sistem Kota Ternate - Analisis Distribusi 1. Sistem Pengelolaan - Sistem pengelolaan
Persampahan di Frekuensi Persampahan, persampahan di Kota Ternate
Kota Ternate 2. Fakto-faktor yang tidak maksimal dalam
mempengaruhi sistem pengolahannya, di karenakan
masih menggunakan sistem
pengelolaan sampah
pengelolaan yang tradisional
perkotaan
dengan konsep pengelolaan
3. Pengelolaan dan kumpul, angkut, dan buang.
Penanganan Persampahan Sistem ini masih terus
digunakan karena masyarakat
belum mengetahui cara
pengelolaan sampah. Untuk itu,
memerlukan penanganan dan
perlu dipikirkan sistem
pengelolaan persampahan yang
lebih serius dari pemerintah
daerah untuk diterapkan di Kota
Ternate, sehingga masyarakat
dapat mengetahui cara
pengelolaan sampah yang baik
dan benar. Sistem pengumpulan
dan pengangkutan sampah yang
dilakukan oleh petugas dinas
kebersihan Kota Ternate hanya
dilakukan pada kawasan
Judul (Nama, Metodologi Penelitian Sintesis
No Hasil
Sumber, Tahun) Wilayah Metode Analisis Lingkup Bahasan Peneliti
permukiman yang berada ditepi
jalan, sedangkan kawasan
permukiman yang berada di
daerah gunung pantai dan tidak
ditepi jalan tidak terlayani oleh
petugas, sehingga masyarakat
lebih memilih untuk membuang
sampah di sungai/kalimati,
selokan drainase dan pesisir
pantai mengakibatkan
pencemaran lingkungan
- Dalam sistem pengelolaan
sampah terdapat faktor-faktor
yang mempengaruhi sistem
pengelolaan persampahan, di
mana faktorfaktor tersebetut
yang diterapkan masih banyak
mengalami permasalahan di
beberapa faktor seperti budaya
sikap dan perilaku masyarakat,
timbulan dan karakteristik
sampah, serta sarana
pengumpulan, pengangkutan,
pengelolaan dan pembuangan
akhir sampah. Sistem
pengelolaan sampah perlu
didukung oleh fasilitas yang
memadai seperti TPS yang
harus disediakan baik secara
jumlahnya dan berdasarkan
jenis sampah yaitu organik dan
non organik Permasalahan
sampah harus dapat ditangani
secara menyeluruh dalam arti
harus ada penanganan secara
tepat dari sumber sampah
sampai tempat pembuangan
akhir, sehingga dampak yang
Judul (Nama, Metodologi Penelitian Sintesis
No Hasil
Sumber, Tahun) Wilayah Metode Analisis Lingkup Bahasan Peneliti
ditimbulkan terhadap kondisi
lingkungan di permukiman,
pasar dan pelabuhan dapat
diatasi.
8. Analisis Kota Medan 1. Metode Karakteristik 1. Sistem Pengangkutan dan - Sistem pengangkutan dan pola
Transportasi Pola Pengangkutan Pola Pengumpulan Sampah pengumpulan sampah yang
Pengengkut Sampah 2. Kesesuaian Moda paling sesuai untuk daerah
Smpah di Kota 2. Metode Hauled Transportasi Persampahan Kecamatan Medan Kota adalah
Medan Container System sistem kontainer sampah
berdasarkan Karakteristik
(HCS) dengan pola individual tidak
Lingkungan
3. Metode Stationery langsung, yaitu dengan
Container System 3. Kebutuhan Moda Traspotrasi pengumpulan oleh petugas
(SCS) Pengangkutan Persampahan gerobak sampah dari sumber
4. Metode Prediksi sampah lalu dikumpulkan pada
Timbulan Sampah bak kontainer sampah terlebih
dahulu sebelum dibawa ke TPA,
hal ini disebabkan oleh
sebahagian besar kondisi jalan
sulit dilalui oleh truk pengangkut
sampah secara langsung.
- Kendaraan pengangkut sampah
pada Kecamatan Medan Kota
saat ini berjumlah 13 untuk
tipper truck kapasitas 6m³ untuk
2 ritasi/hari, untuk arm roll truck
kapasitas 6m³ dan 10m³ yaitu
masing-masing 1 dan 3 unit.
Kendaraan pengangkut sampah
yang dibutuhkan Kecamatan
Medan Kota pada tahun 2013
dengan volume sampah yang
dihasilkan 94.724 ton/hari
adalah 12 unit untuk tipper truck
kapasitas 6m³ untuk 2 ritasi/hari
dan 4 unit arm roll truck
kapasitas 10m³ untuk 3
ritasi/hari dengan waktu 2,207
Judul (Nama, Metodologi Penelitian Sintesis
No Hasil
Sumber, Tahun) Wilayah Metode Analisis Lingkup Bahasan Peneliti
jam/ritasi dengan 10 unit bak
kontiner ukuran 10m³. Jumlah
gerobak/becak sampah pada
kondisi eksisting Kecamatan
Medan Kota adalah 62 unit,
sedangkan untuk kondisi yang
ideal dibutuhkan 185 unit.
- Kebutuhan kendaraan
pengangkut sampah pada tahun
2020 dengan perkiraan timbulan
sampah 101,797 ton/hari adalah
12 unit tipper truck ukuran 6m³
untuk 2 ritasi/hari dan 4 unit arm
roll truck untuk 3 ritasi/hari
ukuran 10m³ dengan 12 unit bak
kontiner ukuran 10m³.
Gerobak/becak sampah pada
tahun 2020 berdasarkan prediksi
dibutuhkan 201 unit.
9. Analisis Penentuan Kabupaten 1. Metode Skoring dan 1. Aspek Fisik Wilayah - Dari hasil pengolahan
Lokasi dan Rute Demak Bobot 2. Penentuan Lokasi TPA berdasarkan SNI 033241-1994
TPA Berbasis 2. Overley 3. Penentuan Rute tentang tata cara pemilihan
Sistem Informasi Persampahan lokasi TPA sampah diperoleh
Geografis di daerah layak TPA dengan total
Kabupaten Demak luas 4.492,25 Ha yang tersebar
12 kecamatan dengan 3 zona
layak TPA terpilih karena dekat
dengan TPS yang ada yaitu, di
Desa Mangunjiwan Kecamatan
Demak, Desa Jatimulyo
Kecamatan Bonang, dan Desa
Ploso Kecamatan
Karangtengah. Dari ketiga zona
tersebut zona yang berada di
Desa Mangunjiwan Kecamatan
Demak memiliki nilai yang paling
Judul (Nama, Metodologi Penelitian Sintesis
No Hasil
Sumber, Tahun) Wilayah Metode Analisis Lingkup Bahasan Peneliti
tinggi.
- Berdasarkan analisis yang telah
dilakukan TPA existing yang
berada pada Desa Kalikondang
Kecamatan Demak berada pada
daerah tidak layak untuk TPA.
- Berdasarkan rute yang diperoleh
dari proses pengolahan
diperoleh hasil jalan yang
menjadi rute dari TPS menuju
zona layak TPA terpilih dalam
kondisi bagus dan dapat dilalui
oleh truk sampah.
10. Kajian Kota Metode Grafik - Kecepatan Pengengkutan - Rata-rata kecepatan truk
Pengangkutan Semarang Pengendali Kecepatan Sampah pengangkutan sampah
Persampahan di - Waktu Tempuh berdasarkan survei waktu
Kota Semarang Pengangkutan tempuh pengangkutan sampah
Berdasarkan Grafik di seluruh kecamatan/ zona
Persampahan
Pengendali pelayanan sampah di Kota
- Rute yang Efektif
Kecepatan Semarang adalah 28 km/jam
berdasarkan waktu lebih besar dari kecepatan
tempuh yang terpendek standar dari Dinas Pekerjaan
Umum Cipta Karya yaitu 25
km/jam. Kecepatan efisien rata-
rata untuk setiap pengangkutan
sampah berdasarkan analisis
variabel pengendali adalah 26 -
28 km/jam. Kecepatan truk
pengangkutan sampah ini
berada di atas standar
kecepatan truk pengangkut
sampah yaitu 25 km/jam
- Waktu tempuh efektif rata-rata
pengangkutan sampah per tujuh
ritasi pada simulasi Kecamatan
Semarang Barat dapat ditempuh
pada saat pembagian zona
Judul (Nama, Metodologi Penelitian Sintesis
No Hasil
Sumber, Tahun) Wilayah Metode Analisis Lingkup Bahasan Peneliti
secara horisontal yaitu 293
menit = 5 jam untuk satu truk
dalam satu hari, atau 42 menit
per ritasi
- Efisiensi rute pengangkutan di
Kecamatan Semarang Barat
dapat menyelesaikan masalah
keterangkutan sampah sehingga
sampah yang dapat diangkut
sebanyak 80% yang
sebelumnya hanya 57%.
- Kinerja waktu pengangkutan
sampah di Kota Semarang pada
kondisi sedang berdasarkan
perhitungan hasil analisis
variabel pengendali yaitu berada
pada titik 1,026 yang berarti
masih banyak truk-truk sampah
yang waktu tempuhnya masih di
atas batas spesifikasi atas yaitu
pada kecepatan 25 km/jam.
Kondisi ini masih di dalam
kondisi yang buruk karena
timbulan sampah masih banyak
terjadi di zona pelayanan yang
belum terangkut seluruhnya.
Apabila masalah tersebut tidak
segera diselesaikan akan
menjadi masalah yang akan
besar bagi makhluk di
lingkungan sekitarnya. Timbulan
sampah yang tidak segera
diangkut dalam satu hari akan
menyebabkan penyakit dan
dampak yang paling dapat
dirasakan adalah tidak
nyamannya karena gangguan
Judul (Nama, Metodologi Penelitian Sintesis
No Hasil
Sumber, Tahun) Wilayah Metode Analisis Lingkup Bahasan Peneliti
bau yang tidak sedap.
- Waktu tempuh pengangkutan
sampah Kecamatan Semarang
Barat mengalami kondisi yang
sangat baik karena seluruh
pencatatan waktu tempuh
berada di bawah
- batas spesifikasi bawah. Kondisi
pada kecamatan lainnya masih
dalam kondisi sedang karena
masih terjadi truk pengangkut
sampah yang waktu tempuhnya
di di atas batas spesifikasi atas
tetapi Kecamatan Gajahmungkur
mengalami kondisi tidak efektif
karena dari sepuluh pencatatan
waktu tempuh terdapat tujuh di
luar batas spesifikasi yaitu di
atas 32 menit atau
kecepatannya di bawah 26
km/jam dalam mengangkut
sampah. Dampak dari semakin
lamanya waktu tempuh akan
mempengaruhi kinerja dari
pengangkutan sampah yang
dalam satu hari harus seluruh
timbulan sampah harus sudah
terangkut.