Fungsi Peralatan Bantu PLTA Jatiluhur
Fungsi Peralatan Bantu PLTA Jatiluhur
b. Sistim Pelumasan
Fungsi utama minyak pelumas adalah untuk pelumasan, sedangkan fungsi lain
yang tak kalah pentingnya adalah untuk pendingin, perapat, mengurangi korosi,
peredam kejut dan kontrol.
Sebagai Pendingin.
Gesekan akan menimbulkan panas yang apabila berlebihan dapat menimbulkan
kerusakan material. Minyak pelumas akan menyerap panas tersebut untuk
dibawa dan dibuang di sistem pendingin minyak pelumas atau ke udara luar.
Sebagai Perapat
Pelumas dapat difungsikan sebagai perapat, misalnya untuk mencegah
bocornya hydrogen dari poros alternator ke udara luar.
Untuk mengurangi korosi.
Pelumas dapat mengurangi laju korosi karena membentuk lapisan pelindung
pada permukaan logam sehingga kontak langsung antara zat penyebab korosi
dengan permukaan logam dapat dihindari atau dikurangi.
Sebagai Peredam Kejut.
Beban kejut dapat terjadi pada komponen mesin, diantaranya pada roda gigi.
Lapisan minyak pelumas akan memperkecil benturan diantara permukaan roda
gigi yang saling bersinggungan, sehingga dapat meredam getaran dan noise.
c. Sistim Pendinginan
Fungsi dari cooling water system pada PLTA adalah untuk menjaga agar mesin
tidak beroperasi pada temperatur yang sangat tinggi (overheating) maka sangat
diperlukan sistem pendingin yang efektif. Jika mesin dioperasikan pada temperatur
tinggi maka efisiensi mesin akan menurun. Pada dasaarnya sistem pendingin pada
PLTA menggunakan air yang diambil dari water supply dan dipompa oleh sebuah
pompa sentrifugal.
d. Sistim Drainege
Sistem drainage berfungsi sebagai sistem pengosongan dan pengurasan air pada
spiral casing dan turbin saat akan dilakukan maintenance atau perbaikan pada unit
PLTA tersebut dengan memanfaatkan metode grafitasi. Air akan dialihkan oleh pipa-
pipa menuju dewatering pit atau kolong pengosongan.
PENULIS : DAFFA ATHAYA RISTI
f. Sistim Penerangan
Sistem ini berfungsi untuk memberikan pencahayaan yang baik pada unit
pembangkit. Pembangkit listrik tenaga air biasanya memiliki powerhouse atau tempat
operasi turbin dan generator dibawah tanah, sehingga tidak memungkinkan
terdapatnya jendela sehingga tidak ada cahaya matahari yang dapat masuk. Dengan
begitu sangat penting adanya sistem penerangan, karena dalam operasinya,
pembangkit listrik tenaga air membutuhkan 24 jam kebutuhan penerangan dan
pencahayaan.
g. Crane
Pada PLTA Jatiluhur yang kami kunjungi terdapat dua buah tower crane pada
waduk jatiluhur. Tower crane adalah alat yang dipakai untuk mengangkat material
PENULIS : DAFFA ATHAYA RISTI
dengan cara vertical serta horizontal kesuatu tempat yang tinggi pada ruangan gerak
yang terbatas. Type crane ini dibagi berdasar pada langkah crane itu berdiri yakni
crane yang bisa berdiri bebas (free standing crane), crane di atas rel (rail mounted
crane), crane yang ditambatkan pada bangunan (tied-in tower crane) serta crane
panjat (climbing crane). Kemunkinan pada waduk Jatiluhur crane tersebut digunakan
untuk keperluan konstruksi waduk seperti perbaikan atau penggantian komponen yang
besar.
Rangk. Arus.
Panel adalah susunan beberapa bidang yang membentuk suatu kesatuan bentuk dan fungsi. Panel
listrik merupakan tempat pengaturan pembagi dan pemutus aliran listrik. Pintu panel adalah daun
pintu yang terdiri dari beberapa keping papan kayu solid dirangkai oleh rangka / ram.
Panel kontrol adalah lemari yang berisi komponen listrik untuk mengontrol dan menampilkan
keadaan input output peralatan. Selain itu, panel kontrol juga berfungsi untuk menstabilkan
tegangan.
1. Fungsi Switching (melalui Circuit Breaker atau Load Break Switch atauDisconnecting
Switch, dll)
2. Fungsi Proteksi (switchgear dilengkapi dengan fuse atau relay untuk proteksibeban
seperti overcurrent, overload, reverse power, under/over voltage, dll
3. Fungsi pengukuran (switchgear dilengkapi dengan meter untuk pengukuranbesaran
listrik seperti arus, tegangan, kwh, frekwensi, Power Factor, dll)
4. Fungsi Monitoring (switchgear dilengkapi dengan pilot indicator/fasilitasmonitoring
untuk memonitor status seperti status on/off maupun abnormal/trip),bisa untuk
remote monitoring melalui PLC/DCS/SCADA
Gambar switchgear
33. Apa fungsi dari Transformator
Transformator sendiri adalah komponen elektronik yang digunakan untuk memidahkan
tenaga listrik pada rangkaian listrik. Biasanya pemindahan ini terjadi pada dua buah hingga
lebih rangkaian listrik. Dan pemindahan tenaga listrik biasanya dilakukan melalui induksi
elektromagnetik. Sehingga selain memindahkan tenaga listrik, transformator juga memiliki
beberapa fungsi lainnya seperti di bawah ini:
1. Transformator selain memiliki fungsi besar sebagai salah satu komponen elektronik, juga
berfungsi dalam sebuah sistem komunikasi. Transformator seringkali digunakan untuk
menentukan frekuensi radio dan juga video.
Sesuai dengan fungsi kegunaannya maka trafo terbagi ke dalam beberapa jenis :
Gambar transformator
A. Overhaul
Batasan jam kerja tersebut sebelumnya telah disepakati pada forum diskusi
pemeliharaan tanggal 06 Februani 1987, dimana pada diskusi tersebut batas selang waktu
untuk Major Overhaui (MO) dibagi tiga pola yaitu :
a Pola A, pada pola ini unit pernbangkit (PLTA) melaksanakan MO setelah unit mencapai.
interval 40.000 jam kerja.
b Pola B. pada pola mi unit pembangkit (PLTA) melaksanakan MO setelah unit mencapai
interval 60.000 jam kenja.
c Pola C, pada pola ini unit pembangkit (PLTA) melaksanakan MO setelah unit mencapal.
interval 80.000 jam kerja
Kegiatan yang dilakukan tiap jenis pemeliharaan PLTA adalah sebagai berikut :
Dan ketiga sasaran MO yang harus dicapai, maka waktu kegiatan yang dibutuhkan relatif
lebih lama karena memerlukan pembongkaran peralatan utama untuk diadakan pemeriksaan,
penyetelan, perbaikan, penggantian dan pergujian agar ketiga [Link] tersebut dapat
tercapai
PENULIS : DAFFA ATHAYA RISTI
B. Pengujian
Pengujian ini dilakukan üntuk mengetahui atau sebagai tolok ukur bahwa pemeliharan
yang dilaksanakan telah sesuai dengan tujuannya. Pengujian yang dilakukan paling tidak akan
memberi gambaran unjuk kerja mesinnantinya bila beroperasi kembali atau paling tidak untuk
mengetahui keberhasilan pemeliharaan dengan membandingkan hasil pengujian sebelum dan
sesudah pemeliharaan. Mengingat pentingnya pengujian maka pelaksanaannya harus dilakukan
dengan hati-hati. teliti dan tepat . Hasil pengujian harus dipelajari, dicatat dan disusun
dengan sebaik-baiknya. Jenis pengujian yang dilakukan tergantung jenis pemeliharaan, karena
masing-masing berlainan tergantung pada tingkat pemeliharaan itu sendiri.
Persiapan Pengujian
» Pengukuran mutu tahanan isolasi stator generator. Pengukuran mutu tahanan isolasi
stator generator dapat dilakukan dengan menggunakan megger atau mengukur sudut
hilang dielectric (tangen delta). Pengukuran mutu tahanar isolasi ini sangat penting guna
mengetahui kondisi isolasi tersebut sebelum dan sesudah pemeliharaan.
» Hasil uji minyak pelumas. Pengujian minyak pelumas dilakukan di laboratorium untuk
mengetahui sifat-sifat minyak pelumas yang kemudian dlbandingkan dengan
spesifikasinya dan bila perlu dilakukan treatment terhadap pelumas tersebut.
» Hasil pemeriksaan alignment poros. Pemeriksaan kelurusan poros ini bertujuan untuk
memperhalus/mengurangi vibrasi unit pembangkit.
» Hasil pengukuran clearance bantalan-bantalan, sudu atur dan lain lain. Pengukuran ini
dilakukan untuk mengetahui kondisi clearance apakah masih dalam batas-batas yang
diijinkan
» Setting relay-relay proteksi. Relay-relay yang ada harus dilakukan pengujian bukan
hanya hasil kerjanya tetapi juga kebenaran pengawatannya. Jalannya reley diperiksa
dengan arus yang sebenarnya pada sisi primer. trafo arus (CT) yang bersangkutan
dengan hubungan rangkaian yang sebenarnya pula
» Kalibrasi meter-meter. Alat ukur besaran ternperatur, tekanan, vibrasi. dan lainlain
harus dikalibrasi terIebih dahuiu sehIngga pencatatan data akan lebih akurat.
Pelaksanaan pengujian
Percobaan ini dilakukan untuk mengetahui bahwa tidak ada kelainan pada saat
pemutaran pertama kali. Pelaksanaannya adalah sesudah main valve dibuka, sedikit demi
sedikit sudu antar (inlet guide vane) dibuka. Setelah turbin berputar sudu antar ditutup
kembali, meskipun sudu antar tertutup turbin tetap berputar karena adanya momen
kelembaman. Sementara turbin berputar, kelainan bunyi, gesekan-gesekan, arah poros, dan
kelainan lainnya diperiksa. Kemudian sudu antar dibuka lagi sampai putaran poros mencapai
putaran nominalnya dengan memperhatikan suara , suhu, vibrasi. Setelah itu turbin tetap
dijalankan sampai suhu bantalan mencapai harga jenuhnya. Besaran yang dicatat dalam
pengujian adalah putaran poros, suhu bantalan, suhu pendinging, langkah servo motor, tekanan
air penstock, tekanan air di draft tube dan runner.
Hubung singkat tiga phasa yang dilakukan antara pemutus beban (PMT) dan terminal
generator pada saat putaran nominal dengan tegangan generator tertentu tanpa beban.
Kemudian arus hubung singkat diperbesar sedikit demi sedikit dan diatur sehingga suhu
kumparan stator mencapai suhu tertentu dan diusahakan suhu stator tersebut konstan.
Selama pemutaran berjalan suhu kumparan, suhu udara pendirigin, nilai tahanan isolasi diukur
dengan interval waktu tertentu. Nilai tahanan isolasi akan naik dan setelah mencapai titik
jenuh percobaan ini harus dihentikan.
Pembebanan bertahap.
Pengujian ini dilakukan untuk menyelidiki sifat-sifat turbin dengan mengukur antara
bukaan sudu antar dengan daya turbin atau mengukur panjang langkah servo motor. Pengujian
ini dilakukan dengan pengatur putaran (governor) yang dipasang pada posisi manual. Sudu
antar (inlet guide vane)dibuka sedikit demi sedikit mulai bukaan tanpa beban sampai dengan
beban penuh, kemudian ditutup sedikit demi sedikit dari bukaan penuh sampai dengan tanpa
beban. Pada saat percobaan ini dilakukan pengukuran/pencatatan terhadap beban, tekanan,
langkah servo motor, tegangan, arus eksitasi, vibrasi, suara (noise), level air, dan lain-lain.
Apabila draft tube dilengkapi dengan katup isap udara, katup isap tersebut harus dikontrol
sedemikian rupa sehigga turbin dapat bekenja dengan efisiensi yang tinggi akan tetapi aman.
bila memungkinkan. Percobaan ini dilakukan untuk mengetahui transient tekanan air penstock.
kenaikan putaran, kepekaan governor, dan kenaikan tegangan generator. PLTA tersebut
dioperasikan kemudian dibebani. Putaran dan tegangan generator sebelumnya diatur pada
harga nominal kemudian masing-masing beban diputuskan dengan melepas. Circuit Breakernya.
Pencatatan pada percobaan ini adalah variasi tegangan, frekuensi, variasi putaran, variasi
tekanan air penstock, waktu untuk mencapai kesetabilan, langkah servomotor, dan lainlain.
Pembebanan kejutan (sudden load increase test)
Latar belakang percobaan ini adalah untuk mengetahui bahwa tiap-tiap peralatan kontrol
telah beroperasi dengan baik dan pelaksanaannya tekanan air kejut penstock dijaga sampai
dengan harga yang diijinkan pada kondisi sudden load increase. PLTA tersebut dioperasikan
setelah tekanan penstock stabil, beban dinaikkan dengan tiba-tiba (pada 25 %, 50 %, 75 %,
100 % beban bila mernungkinkan). Pencatatan pada percobaan ini adalah variasi tegangan,
frekuensi, variasi putaran, variasi tekanan air penstock, waktu untuk mencapai kestabilan,
langkah servo motor, dan lainlain.
Latar belakang percobaan ini adalah untuk mengetahui bahwa emergency stop dapat
dilakukan dengan pengoperasian peralatan kontrol bila terjadi gangguan electrikel selama
PLTA beroperasi. Caranya adalah sebagai berikut, PLTA dioperasikan hingga beban 40% dan
beban nominal. Emergency stop relay (86-1) secara manual dikerjakan. Pencatatan pada
percobaan ini adalah waktu dan putaran
Latar percobaan ini untuk mengetahui bahwa stop unit secara cepat dapat dilakukan
dengan peralatan kontrol bila terjadi gangguan mekanis pada waktu PLTA beroperasi.
Percobaan ini dapat dilakukan dengan dua cara :
Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui keandalan dari relay over speed. Sebelum
dilakukan pengujian relay over speed terlebih dahulu di setting pada harga yang [Link]
ditentukan. Kemudian PLTA dioperasikari (diputar tanpa beban) sampai relay over speed
bekerja. Putaran pada saat relay over speed kerja dicacat sampal dengan PLTA stop.
1. Kondisi langsung , yaitu meliputi pengukuran volume/massa aliran, suhu , kecepatan dan
tekanan.
2. Kondisi tidak langsung , yaitu melipiti pengukuran vibrasi , jumlah dan ukuran partikel
suatu komponen yang terlepas, kondisi keretakan, nilai konduktivitas, kebisingan dan
tahanan listrik.
Hasil pemantauan dianalisa untuk mengetahui kondisi sekarang dan kondisi perkiraan
yang akan datang Obyek yang dipantau pada suatu mesin untuk keperluan pemeliharaan
predictive meliputi :
Getaran
Life assessment (NDT & DT)
Kualitas air
Unjuk kerja
Termografi
Tribologi.
Lubricating Oil System merupakan suatu sistem yang menyediakan minyak pelumasan
untuk 5 (lima) bantalan pada generator dan turbin. Pelumasan disini bertujuan untuk menjaga
bantalan terhadap gesekan mekanik dengan poros, agar poros tidak cepat aus dan mengurangi
panas sehingga operasi turbin dan generator menjadi lancar.
Dari Sump Tank lubrication berfungsi memasok kebutuhan minyak bagi System pelumasan dan
menampung minyak yang kembali dari System pelumasan. Di dalam tangki dilengkapi dengan filter
(Strainer) yang berguna untuk menyaring kotoran pada oli pelumasan dengan dilengkapi water
contaminant yang mendeteksi adanya air dalam Sump Tank lubrication. Pada sumptank terdapat
batangan magnet yang berfungsi sebagai pengikat kotoran / geram yang bersifat magnetik agar
tidak merusak sistem. Jika terdapat air lebih dari 5 % sensor contaminant water akan bekerja dan
akan memberi sinyal alarm pada control panel, dan untuk melihat level minyak dalam tangki secara
visual disediakan gelas duga dan tongkat pengukur ( deep stick ). Setelah oli berkumpul di Sump
Tank lubrication. Oli di pompa dengan tube oil pompa menuju Oil cooler untuk pendinginan serta
penyerapan panas minyak pelumas yang keluar dari bantalan ( Bearing ) turbin sebelum menuju ke
gravity tank, setelah oli memenuhi gravity tank, dengan memanfaatkan gaya gravitasi oli secara
otomatis mengalir melewati Oil Flow Relay ( sensor ) untuk mendeteksi adanya oli yang mengalir
menuju Bearing turbin untuk mulai proses pelumasan.
Proses ini bermula dari Sump Tank oil pressure. Sump Tank ini berfungsi sebagai penampung
minyak tekan. Didalam Sump Tank Oil Pressure terjadi dua proses yaitu proses onloading dan
proses unloading. Pada proses unloading minyak tekanan tinggi (high) akan dipompa oleh
pressure pump dari Sump Tank kembali menuju ke sump tank. Sedangkan onloading minyak
yang bertekanan rendah ( low ) akan mengaktifkan Unloader valve yang di tandai dengan
bunyi dan selanjutnya oli dipompa oleh pressure pump menuju ke Pressure oil tank ( POT ),
setelah itu Oil Pressure mengalir dari POT melewati filter yang berfungsi untuk menyaring
gram – gram pada oli. Setelah proses penyaringan, Oil Pressure akan dialirkan kedalam 5
tujuan untuk di distribusi valve Guide Vane dan Runner Vane. Tujuan tersebut ialah :
Selanjuntnya sisa – sisa oli dari proses tersebut akan dialirkan munuju leakage oil tank.
Jika oli sudah mencapai pada level ketinggian tertentu maka secara otomatis pompa (leakage
pump) akan bekerja dan oli akan dialirkan kembali menuju Sump Tank oil pressure.
Vibrasi pada PLTA umumnya terjadi pada turbin. Vibrasi pada turbin :
Bila sebuah sudu ataura kitan sudu dikenai oleh gaya sesaat, akan terjadi getaran bebas
1. Penyebab umum
• Pemilihan bahan dan material yang tidak memenuhi standart yang akan digunakan
untuk turbin atau komponennya.
• Cara pemasangan atau penempatan turbin tersebut yang belum tepat sempurna.
• Penyeimbangan yang tidak sesuai.
• Adanya gaya-gaya gangguan.
• Perbedaan ukuran-ukuran laluan sudu (terjadi akibat ketidaktelitian saat
pembuatan).
• Adanya benda-benda asing yang ikut dalam aliran fluida, yang dapat mengakibatkan
ketidakseimbangan dalam kerja (putaran) turbin, dll
2. Penyebab khusus
Efek vibrasi :
Solusi :
» Gangguan diluar seksi generator tetapi PMT generator ikut trip sebagai akibat
kurang selektifnya relai generator.
» Ada gangguan dalam seksi generator yang disebabkan karena: " Kerusakan
generator atau alat bantu generator, " Binatang yang menimbulkan arus hubung
singkat" Kontak-kontak listrik yang belum sempurna.
» Ada gangguan dalam sistem eksitasi generator, biasanya menyangkut pengatur
tegangan otomatis.
» Ada gangguan pada sistem arus searah khususnya yang diperlukan untuk
mentripkan PMT. Gangguan pada sirkit listrik tersebut di atas berlaku untuk
semua macam Pusat Listrik.
Gangguan Pada Mesin Penggerak Generator (prime mover) merupakan gangguan yang
paling sering terjadi pada semua Pusat Listrik. Hal-hal yang menyebabkan gangguan mesin
penggerak generator secara singkat adalah :
a. Kerusakan pada bagian-bagian yang berputar atau bergeser, seperti bantalan, batang
penggerak, katup-katup (khususnya yang jarang bergerak dan pada waktu diperlukan
malah macet).
b. Kerusakan pada bagian-bagian dimana terdapat pertemuan antara zat-zat yang
berbeda suhunya seperti yang terjadi pada alat-alat pendingin di PLTA.
c. Kebocoran pada perapat dari bagian yang mengandung zat cair atau gas yang
bertekanan tinggi
3. Gangguan pada instalasi yang berhubungan dengan lingkungan seperti instalasi air pendingin
dan saluran air terbuka pada PLTA.
Gangguan pada instalasi yang berhubungan dengan lingkungan . Pada PLTA sering kali
terjadi air sungai banyak mengandung kotoran, sehingga saringan air masuk tersumbat dan
mengganggu operasi Pusat Listrik yang bersangkutan.
Dalam setiap Pusat listrik selalu terdapat sirkit kontrol yang mengatur baik sirkit
listrik generator, mesin penggerak generator maupun alat-alat bantu. sirkit kontrol dapat
berupa sirkit listrik, sirkit mekanik, sirkit pneumatik ataupun sirkit hidrolik. Dapat pula
merupakan kombinasi dari beberapa macam sirkit kontrol. Seringkali gangguan timbul karena
adanya bagian dari sirkit kontrol yang tidak berfungsi dengan baik.
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]