SP RESIKO BUNUH DIRI
Nama kelompok:
1. Elsa Nuroktaviani
2. Era Yunita Fitri Wibowo
3. Rindi Komalasari
4. Shinta Rahmawati
Nama pasien : Rindi Komalasari
Nama perawat : Era Yunita Fitri Wibowo
A. Diagnosa keperawatan
Resiko bunuh diri
B. Tujuan tindakan keperawatan
Tujuan umum:
Klien dapat terhindar dari resiko bunuh diri.
Tujuan khusus :
Klien dapat membina hubungan saling percaya
Klien mendapat perlindungan dari llingkungan
Klien dapat mengungkapkan perasaannya
SP 1 PASIEN
Melindungi pasien dari percobaan bunuh diri
Prolog: Pagi hari pukul 09:00 AM di suatu Rumah sakit Jiwa, tepatnya di dalam ruang
perawatan pasien, sebelum masuk ke dalam ruangan, perawat yang bertugas (dinas) di ruangan
tersebut mempersiapkan diri untuk berhadapan langsung dengan pasien, yaitu kesiapan fisik,
mental, pengetahuan serta teknis.
ORIENTASI:
“Assalamu’alakum, Selamat pagi bu . Perkenalkan saya perawat Nova. yang bertugas di ruang
mawar ini saat ini, saya dinas dari jam 7 pagi sampai jam 2 siang. Nama mba siapa? Senangnya
dipanggil siapa?”, Bagaimana perasaan mba hari ini?”, “Kalau tidak keberatan, bagaimana kalau
kita bercakap-cakap tentang apa yang M’ba rindi rasakan dan alami selama ini. Saya siap kok
mendengarkan semua cerita M’ba, bagaimana apa M’ba bersedia?, jika mba bersedia dimana kita
bisa bicara dan berapa lama kita bisa bicara?
TAHAP KERJA
kalau mba ingin membenturkan kepala dan menyakiti diri mba sndri itu mncul M’ba harus
langsung meminta tolong kepada perawat diruangan ini bisa saya, atau perawat yang sedang sift,
keluarga atau teman jika sedang besuk M’ba untuk mengatasi keingginan M’ba tersebut serta
katakana kepada mereka jika ada dorongan untuk bunuh diri.” M’ba juga jangan sendiri ya,
cobalah untuk berkumpul dan berinteraksi denga teman M’ba yang laen. Apa M’ba paham
dengan yang saya katakan?
TERMINASI
“Bagaimana perasaan M’ba sekarang setelah mengetahui cara mengetahui perasaan keingginan
bunuh diri?”
“Bisa M’ba sebutkan kembali cara tadi yang saya telah jelaskan?
“saya akan menemani M’ba rindi terus sampai keingginan bunuh diri M’ba hilang” (jangan
tinggalkan pasien)